Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Aktivitas Antibakteri Actinomycetes yang Diisolasi dari Rizosfer Tanaman Solanaceae Umi Fatmawati; Slamet Santosa; Yudi Rinanto; Riezky Maya Probosari
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 11 No 1 (2014): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (935.981 KB) | DOI: 10.31001/jfi.v11i1.55

Abstract

Actinomycetes is one type of microorganism that has been widely used for the production of antibiotics as well as a biological control for pests and diseases in plants. In general, many Actinomycetes distributed in soil, water, tissues endophyte, and other natural environments. The study aimed to determine the distribution and diversity of Actinomycetes found in the root zone at Solanaceae plants and to know the isolates of Actinomycetes isolated from the root zone of plants Soalaneceae could inhibiting the growth of bacteria. Actinomycetes isolated from seven soil samples of Solanaceae plants rhizosphere in Selo Boyolali, Colomadu Karanganyar, Gondangrejo Karanganyar, and Wonogiri Jatipurno. The isolates of Actinomycetes tested the antibacterial activity by well diffusion method on media Glycerol-Yeast Extract against four species of pathogenic bacteria Ralstonia solanacearum, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis and Escherichia coli. Results showed that there were 54 isolates of Actinomycetes isolated from the soil samples of Solanaceae plants rhizosphere. Isolates could inhibit the growth of R. solanacearum (29%), S. aureus (24%), B. subtillis (14%), and E. coli (7%). Isolates had the ability to degrade carbohydrate and protein.
PENGUATAN PEMAHAMAN DAN PRAKTIK GURU IPA DALAM INTEGRASI LOW-CARBON STEM DALAM PEMBELAJARAN N.Y Indriyanti; Budi Utami; Bayu Antrakusuma; I. A Fakhrudin; Annisa Nur Khasanah; Riezky Maya Probosari; Sri Widoretno; Daniswara Prasetya
ABDIMAS UNWAHAS Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v8i2.10104

Abstract

Pemahaman Guru IPA dan Praktik Implementasi Pembelajaran IPA berbasis STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics)  guru masih kurang. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah mendampingi guru disekolah memproduksi perangkat pembelajaran berbasis Low-Carbon STEM untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA ramah lingkungan. Low-Carbon STEM adalah perangkat pembelajaran yang dikemas berdasarkan sintaks Engineering Design Process (Define, Learn, Plan, Try, Test, and Decide) yang menerapkan konsep ramah lingkungan. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan mitra dirancang untuk mendorong kemampuan siswa dalam memproduksi sesuatu yang baru yang dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan pola pikir anak dalam pengintegrasian bidang STEM dan tentunya tetap menjaga kelestarian lingkungan. Hasil akhir dari kegiatan ini diharapkan guru dapat menerapkan Low Carbon STEM pada perangkat pembelajaran IPA di tingkat kelas yang lain dan ditularkan dalam ranah yang lebih luas seperti MGMP IPA. Metode yang dilaksanakan dimulai dengan kegiatan analisis kebutuhan mitra sekolah di Surakarta. Kegiatan dilanjutkan dengan workshop materi Low Carbon STEM kepada guru sekolah mitra yang dipandu oleh ketua pengabdian. Kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan praktik pembuatan perangkat pembelajaran Low Carbon STEM yang dipandu oleh semua tim pengabdi dan ditularkan guru mitra ke MGMP IPA. Metode akhir yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Deskriptif kualitatif didapatkan dari angket dan wawancara setelah pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran Low Carbon STEM. Hasil angket dan wawancara disajikan dalam data deskriptif kualitatif.Kata kunci: Perangkat Pembelajaran IPA, Low-Carbon STEM
Eksplorasi Potensi Tumbuhan Sebagai Pewarna Alami Batik Besurek Bengkulu Ramah Lingkungan Zahrani , Arifah; Sutarno, Sutarno; Bhakti karyadi; Riezky Maya Probosari; Afrizal Mayub; Yosie Andriani
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 5 No 1 (2025): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v5i1.56996

Abstract

Batik besurek merupakan warisan budaya khas Bengkulu yang dalam praktiknya pewarnaannya masih banyak menggunakan zat pewarna sintetis, yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi tumbuhan lokal sebagai pewarna alami dalam pembuatan batik besurek, serta mengevaluasi kualitas dan ketahanan warnanya berdasarkan standar SNI ISO-105. Penelitian dilakukan dengan pendekatan eksploratif untuk mengidentifikasi tumbuhan lokal berpigmen alami, serta pendekatan eksperimental untuk menguji ketahanan warna hasil pewarnaan terhadap pencucian (ISO 105-C06), penjemuran (ISO 105-B02), dan gesekan (ISO 105-X12). Ekstraksi dilakukan menggunakan teknik maserasi dan boiling treatment, serta diaplikasikan pada kain mori menggunakan 3 jenis mordan yaitu tawas, tunjung, dan kapur sirih. Empat tanaman yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Hibiscus rosa-sinensis, Archidendron pauciflorum, Bougainvillea sp., dan Curcuma longa yang dikenal mengandung pigmen alami. Hasil menunjukkan bahwa Curcuma longa memiliki ketahanan warna tertinggi, dengan kategori “tidak pudar” untuk semua parameter ISO-105. Sebaliknya, Bougainvillea sp. menunjukkan ketahanan warna terendah, hanya mencapai skor 1-4 pada beberapa uji. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan pewarna alami berbasis tumbuhan lokal memiliki potensi besar sebagai alternatif ramah lingkungan dalam pembuatan batik besurek. Pendekatan ini mendukung pelestarian lingkungan, pemanfaatan biodiversitas lokal, serta dapat diterapkan dalam pembelajaran kontekstual di sekolah.