cover
Contact Name
Komariah
Contact Email
komariah@trisakti.ac.id
Phone
+62271-648939
Journal Mail Official
sembio@fkip.uns.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Biologi FKIP Gedung D Lt 3 FKIP Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36 A Kentingan Surakarta 57126 Jawa Tengah INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Biology Education Conference
Core Subject : Health, Science,
Proceeding Biology Education Conference was published since 2003, with title Prosiding Seminar Nasional Biologi. The early number of the journal were published offline
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,234 Documents
PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN PENDEKATAN C T L (Contextual Teaching and Learning) MELALUI METODE DEMONSTRASI Rini Budiharti
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini  adalah : 1). Apakah yang dimaksud dengan pembelajaran kontekstual  (CTL) ? 2). Bagaimanakah langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan CTL ? 3). Bagaimanakah bentuk pembelajaran Fisika dengan dengan pendekatan CTL  melalui metode demonstrasi ?Perubahan kurikulum yang terjadi saat ini menuntut dalam  pembelajaran Fisika yang semula berbasis TCL (Teacher Centered Learning) diarahkan pada pembelajaran yang berbasis SCL (Student Centered Learning) Pada pola pembelajaran tersebut guru berperan sebagai fasilitator, sehingga siswa selama proses pembelajaran dengan segala fasilitas yang ada didorong untuk dapat menemukan konsep yang harus dia pelajari. Pendekatan C T L merupakan salah satu model alternatif yang diharapkan mampu mengakomodasi berbagai harapan pencapaian dalam pembelajaran Fisika tersebut.Berdasarkan dari pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut :Pembelajaran kontekstual (CTL) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif.Pembelajaran dengan pendekatan CTL mengacu pada tujuh komponen utama yaitu  constructivism,  discovery,  questioning , jar ( learning community, modelling, reflection dan authentic assesment. Sedangkan langkah-langkah pembelajarannya meliputi kegiatan-kegiatan : relating, experiencing, applying, cooperating dan transferring.Metode demonstrasi diartikan sebagai cara penyajian pelajaran dengan mempertunjukan kepada peserta didik suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari menurut topik bahasan yang diajarkan.Bentuk dan langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan CTL melalui metode demonstrasi dapat diuraikan dalam Satuan Pelajaran (SP) dan Rancangan Program Pembelajaran (RPP). Kata kunci : pembelajaran Fisika, CTL, metode demonstrasi.
POTENSI GENISTEIN PADA SISTEM REPRODUKSI MENCIT JANTAN (Mus musculus) Cicilia Novi Primiani; Umie Lestari; Mohamad Amin
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 8, No 1 (2011): Prosiding Seminar Nasional VIII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Usaha untuk mendapatkan sarana kontrasepsi pria sebenarnya telah banyak dilakukan dengan memanfaatkan bahan alami yang berasal dari tanaman. Salah satunya adalah tanaman famili Leguminoceae yang mengandung senyawa genistein. Genistein sebagai salah satu senyawa derivat isoflavon mempuyai struktur kimia mirip dengan 17β-estradiol yang bersifat seperti hormon steroid estrogen, yang mampu menyebabkan kerusakan pada sistem reproduksi jantan sebagai salah satu indikator digunakannya genistein sebagai senyawa antifertilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh genistein terhadap sistem reproduksi mencit jantan (Mus musculus). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental, yang rancangannya mengikuti Rancangan Acak Kelompok. Variabel bebas adalah dosis genistein 0 mg/g, 0,0035 mg/g, 0,0042 mg/g, dan 0,0049 mg/g. Variabel terikatnya adalah sel-sel germinal dalam tubulus seminiferus testis, morfologi spermatozoa, viabilitas spermatozoa, dan kadar hormon testosteron. Data sel-sel germinal dalam tubulus seminiferus testis kadar hormon testosteron dianalisis menggunakan Analisis Varians Satu Jalan (One Way ANOVA) dengan tingkat signifikansi 5%. Selanjutnya dilakukan uji Post Hoc dengan Least Significant Difference (LSD) 5%. Data morfologi dan viabilitas spermatozoa dinyatakan dalam prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh genistein pada sistem reproduksi mencit jantan (Mus musculus). Genistein yang diberikan dengan dosis 0,0035 mg/g; 0,0042 mg/g; dan 0,0049 mg/g berpengaruh terhadap jumlah sel germinal, morfologi dan viabilitas spermatozoa. Kadar hormon testosteron berbeda nyata pada dosis 0,0049 mg/g. Kata kunci : genistein, sistem reproduksi jantan
PROFIL MISKONSEPSI SISWA SD PADA KONSEP GAYA DAN CAHAYA Pujayanto Pujayanto; Rini Budiharti; Sutadi Waskita; Trustho Raharjo
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 6, No 1 (2009): Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian untuk mengetahui: 1). ada tidaknya miskonsepsi pada konsep Gaya dan Cahaya yang dimiliki siswa Kelas 5 SD di Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar; 2). profil miskonsepsi  pada konsep Gaya dan Cahaya pada siswa Kelas 5 SD di Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar.Penelitian ini dilakukan di SD yang berada di Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar tahun ajaran 2005/2007, dengan menerapkan metode penelitian expost facto. Sumber data yang digunakan merupakan sumber data primer, karena peneliti menperoleh data langsung darisubjek penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa Kelas 5 Sekolah Dasar di Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar. Dalam menentukan sampel penelitian digunakan teknik stratified random sampling, yang terdiri dari 50 siswa. Digunakan tes diagnostik untukmengukur (menilai) miskonsepsi pada konsep Gaya dan Cahaya. Untuk menjawab hipotesis penelitian digunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif yaitu berupa analisis kualitatif tentang ada tidaknya miskonsepsi.Dari hasil analisis data ternyata terbukti bahwa siswa memiliki miskonsepsi pada konsep Gaya dan Cahaya. Pada sebagian besar konsep terjadi miskonsepsi, dengan tingkatan yang berbeda-beda. Adapun profil miskonsepsi yang dimiliki sebagian besar siswa (lebih dari 30%) adalah sebagai berikut: 1).Gaya hanya akan mempercepat gerak benda, tidak dapat memperlambat gerak; 2). Gaya tidak dapat membelokkan arah gerak benda; 3). Gaya magnet selalu berupa tarikan, sedangkan gaya gravitasi dapat berupa tarikan maupunl dorongan; 4). Berat benda di bumi sama dengan berat benda di bulan, karena massa benda di bumi sama dengan di bulan. 5). Setiap dua benda yang bersentuhan mengalami gaya gesekan; 6). Batang besi hanya dapat dijadikan magnet dengan digosok magnet dan batang besi tidak dapat dijadikan magnet dengan cara induksi); 7). Pesawat sederhana dapat memperkecil energi yang digunakan dalam bekerja; 8). Cahaya tidak dapat dipantulkan oleh setiap permukaan; 9). Di dalam sebuah medium cahaya dapat dibiaskan; 10). Benda dapat dilihat, jika ada cahaya dari mata sampai ke benda; 11). Benda dapat dilihat, apabila benda tersebut sumber cahaya; 12). Cahaya lampu neon dapat diurai menjadi cahaya warna pelangi, karena cahaya lampu neon adalah cahaya putih seperti cahaya putih matahari.Katakunci:miskonsepsi,profil miskonsepsi,konsep gaya dan cahaya.
Model Pembelajaran VAK (Visualization, Auditory, Kinestethic) untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Mata Kuliah Telaah Kurikulum Mahasiswa Pendidikan Biologi 2012 Lilik Mawartiningsih
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 13, No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Do research on learning model VAK (Visualization, Auditory, Kinestethic) on Assessing curriculum subjects. This study aims to 1). To determine students' achievement in the subject class of 2012 Assessing curriculum as applied learning model VAK (Visualization , Auditory , Kinestethic), 2). To determine the response or responses of students to study with the model VAK (Visualization, Auditory, Kinestethic). This research was conducted at the University of PGRI Ronggolawe (UNIROW) Tuban on the School Year 2015/2016 odd semester. This study uses a pre experimental design, where the object of the study was the 7th semester student of class 2012 who took a course curriculum Assessing many as 20 students. Instruments in this study 1). Test, test given to students to obtain data on student achievement, 2). Questionnaire, for students regarding the response or responses to learning that uses the model VAK (Visualization, Auditory, Kinestethic). Student achievement can be calculated by the value obtained by the students. Values obtained for individual students, where students who attend learning if the student earned a minimum of B. In addition calculated too classical learning success. For the analysis of data on student response to the learning model VAK (Visualization, Auditory, Kinestethic) descriptive quantitative look at the answers of students to the aspects in question, is then calculated by the presentation of the results showed that students who obtained A = 15%, AB = 30%, B = 40%, BC = 15%. And the success of classical learning 85%. The response of students to study with the model VAK (Visualization, Auditory, Kinestethic) is positive, proved to be> 70% of the students were delighted.Keywords:      VAK Learning, Ahcievement Study, Course Curriculum
Mind Mapping Implementation in Biology Learning (Human Respiration Concept System) to Increase the Activity and Student Learning Outcome Heriadi Heriadi
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 12, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research on activity and student learning outcomes have been made to the students of class XI IPA 2 SMAN 8 Banjarmasin on material human respiratory system. This study aimed to describe the increased activity and student learning outcomes in grade XI IPA 2 SMAN 8 Banjarmasin to human respiratory system materials using cooperative learning model type Mind Mapping. This research method using PTK conducted in two cycles, each cycle consisting of 2 meetings. The results showed that the use of Mind Mapping on the material type of the human respiratory system can increase the student activity seen in the first cycle to the second cycle the student activity makes Mind Mapping as seen from the data obtained in the first cycle by 42% and in the second cycle of 42.05 %. Student learning outcomes such as increased post-test, 60% in the first cycle and the second cycle by 94.15%, The data obtained shows the achievement of classical completeness is set at ≥ 85%. Results LKS nenunjukkan increase of 80.36% in the first cycle and the second cycle amounted to 86.07%, the assessment of character behavior, social skills, processes and psychomotor students during the learning showed excellent category. Based on data from student responses about the type of learning Mind Mapping declare 74.28% strongly agreed, so that learning using cooperative learning model concluded Mind Mapping can increase the activity and learning outcomes of students of class XI IPA 2 SMAN 8 Banjarmasin on the matter of human respiratory system.Keywords: mind mapping, activity, learning outcomes
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF PLASMA CLUSTER UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF IPA SISWA KELAS VIIIC SMP NEGERI 2 PONOROGO Nurfarida, Hanna; Susilo, Herawati
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 11, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional XI Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on observations and interviews of the implementation of science lesson in the SMP 2 Ponorogo, it was obtained that the learning strategy is teacher-centered, with dominant learning methods are lecture, discussion, and question-and-answer. The teacher was not giving the opportunity to students to develop thinking in finding the concept,  less interaction among students and between students and teacher, low student activity and more than 60% of students have not reached the specified school’s KKM. The implementation of plasma cluster cooperative learning strategy (PCCLS) is expected to increase students' activities and cognitive science learning outcomes. Classroom Action Research (CAR) was carried out in 3 cycles, with 3 stages: planning; implementation and observation; and reflection. At each meeting in the implementation phase, the  PCCLS was implemented with lesson study pattern. The implementation was conducted in class VIII-C (special gym-class) SMPN2 Ponorogo with 32 students, 21 males and 11 females  in 2013/2014. The results showed that the application of PCCLS can enhance the students’ activities and cognitive science learning outcomes. It was concluded that the implementation of PCCLS can enhance the eight grade students’activities and cognitive learning outcomes. By learning the plasma cluster it will be student-centered and cooperative learning, students are active and creative, which in turn can more easily understand the material. It is recommended that teachers implement variations of classroom instructional strategies, one of which is plasma cluster cooperative learning strategies (PCCLS). Keywords : Cooperative Strategy, Plasma Cluster, Activity,  Learning Outcomes, Cognitive
POTENSI PEMBELAJARAN YANG MEMADUKAN STRATEGI THINK PAIRS SHARE (TPS) DAN READING QUESTIONING ANSWERING (RQA) UNTUK MENINGKATKAN SIKAP SOSIAL DAN PENGUASAAN KONSEP BIOLOGI SISWA SMA MULTIETNIS DI TERNATE Bahtiar Bahtiar
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan multikultural  menawarkan  pengajaran yang  mengakomodasi  perbedaan dalam wadah yang harmonis, toleran dan saling menghargai. Wujud pendidikan multikultur di antaranya dengan penerapan pembelajaran yang berbasis pada keberagaman etnis,  yakni pembelajaran  yang menjunjung nilai-nilai  heterogenitas, pluralitas  dan keragaman  etnik, sehingga nantinya menjadi pilar keharmonisan masyarakat yang multietnis, seperti di Kota Ternate. Hasil UNAS matapelajaran Biologi SMA di Ternate tiga tahun terakhir masih jauh dari harapan. Penguasaan SKKD termasuk dalam kategori belum memuaskan. Pada UNAS 2011 ketuntasan SKKD hanya 57,5%. Salah satu penyebabnya adalah pelaksanaan pembelajaran Biologi yang cenderung bersifat  teacher centered.  Pada sekolah multietnis  di Ternate  perlu dirancang pembelajaran yang tidak  sekedar memudahkan siswa memahami materi pelajaran, tetapi juga meningkatkan kesadaran siswa agar berprilaku humanis, pluralis dan demokratis. Pembelajaran Think Pair Share (TPS) sintaksnya memberi peluang untuk meningkatkan interaksi antarsiswa dan  meningkatkan  pemahaman konsep Biologi,  sementara  strategi  Reading  Questioning Answering (RQA)  diharapkan memaksa siswa memahami bacaan dan menemukan isi bacaan yang substansial sebelum pembelajaran di kelas berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi perpaduan strategi tersebut untuk menigkatkan sikap sosial dan penguasaan konsep Biologi siswa SMA multietnis di Ternate. Penelitian ini adalah penelitian Quasi experiment design, dilakukan pada tiga SMA Negeri di Ternate pada semester ganjil T.A. 2012/2013, dengan menggunakan rancangan Pretest-Postest Control Group. Sebelum eksperimen, terlebih dahulu dikembangkan Silabus, RPP dan LKS yang telah disesuaikan dengan karakter strategi yang diterapkan, serta mengakomodir upaya pembauran etnis antarsiswa. Penelitian ini menggunakan tiga kelas eksperimen, yaitu kelas berstrategi  TPS, RQA,  perpaduan  TPS  &  RQA, dan satu kelas berstrategi konvensional. Teknik analisis data menggunakan uji ANACOVA. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat pengaruh strategi pembelajaran terhadap sikap sosial dan pemahaman konsep Biologi siswa SMA multietnis di Ternate, dan (2) perpaduan strategi TPS dan RQA memberikan hasil yang lebih baik dalam meningkatkan sikap sosial dan pemahaman konsep Biologi pada siswa SMA multietnis di Ternate dibanding dengan strategi TPS dan strategi konvensional. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa perpaduan strategi TPS dan RQA baik digunakan pada pembelajaran Biologi di SMA multietnis di Ternate, sebab disamping menigkatkan pemahaman konsep, juga membangun sikap sosial siswa, yang meliputi sikap toleransi, kerjasama, tanggung-jawab, serta demikratis dan pluralitas.  Kata kunci :  Strategi TPS, Strategi RQA, sikap sosial,  pemahaman konsep, multietnis
Nagasari (Mesua ferrea): Budidaya dan Potensinya sebagai Tanaman Obat Yuliah Yuliah; Lukman Hakim; Yayan Hadiyan
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 15, No 1 (2018): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nagasari (Mesua ferrea) is a plant from the Gutiferae family. The dispersal areas including India, Sri Lanka, Nepal, Indochina, Malaysia, Burma, Thailand, Indonesia, and Papua New Guinea . In Indonesia, the initial spread of Nagasari is estimated to originate from India. In Java and Bali, Nagasari has been cultivated on limited areas, but more are growing wild. The purpose of this research is to review the aspect of Nagasari cultivation and its potential as a medicinal plant through literature studies of journals, proceedings, and popular online media. The results show that the research of Nagasari include many aspects such as germination, breeding, and mating system. Nagasari  has been utilize as a raw material including for medicine because its contents of anti-septic properties, anti-inflammatory, blood cleanser, analgesic, inflammation, rheumatism, laxative and others. Nagasari's research in Indonesia is still very limited compared to similar research abroad. Various studies that have been conducted show the potential of Nagasari to be developed as a medicinal plant. Therefore it is necessary to conduct further studies to understand Nagasari's botanical ethno in a more in-depth comprehensive fund of aspects of cultivation to its use by the community. Measurable research is needed to obtain Nagasari's in-depth information as a medicinal plant by involving related industries.
STRUKTUR KOMUNITAS KUPU-KUPU PADA AREA WANA WISATA AIR TERJUN COBAN RAIS DI BATU Rahayu, Sofia Ery; Tuarita, Hawa
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 11, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional XI Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is not only to determine the structure of a community that consist of abundance, diversity, evenness, and richness of butterflies but also to observe the abiotic factors at CobanRais. The research conducted classified into exploratory descriptive. Butterfly sampling conducted in CobanRais (along 2.5 km) in June-September 2013, with walking transect technique. Animals sampling was conducted from 08.00 to 12.00 a.m. The butterflies that had collected were identified based on morphological characters. The results showed that the butterflies were found are 64 species and belonging to the 6 family that is Papilonidae, Nymphalidae, Pieridae, Hesperidae, Lycanidae, and Rindinidae. The species most commonly found in CobanRais is Cyrestislutea with abundance values are 23%. Diversity of butterfly community in CobanRais is high with a value of 3.373. Evenness of butterfly communities in locations observation is high because close to 1 with a value of E = 0.811 and Butterfly species richness in CobanRais is high with a value R = 11.36. Keywords: butterfly, community structure, Coban Rais
LIKOPEN: PELINDUNG FUNGSI INDERA PENGLIHATAN, PERABA, DAN PERASA M. Jitmau, Anjela; S. Rondonuwu, Ferdy; Semangun, Haryono
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Likopen merupakan salah satu jenis pigmen yang banyak ditemukan dalam tomat, pepaya, semangka, anggur merah, dan aprikot. Likopen memiliki fungsi sebagai antioksidan dan terdistribusi luas dalam organ manusia. Aktivitas antioksidan dalam likopen mampu mencegah penyakit degeneratif seperti rematik, diabetes, penyakit jantung, dan kanker. Aktivitas antioksidan juga berfungsi dalam melindungi fungsi indera terhadap radikal bebas. Pada makalah ini akan dikaji tentang likopen dalam melindungi fungsi indera manusia terhadap penyakit katarak, melanoma, dan kanker mulut .

Page 28 of 124 | Total Record : 1234