cover
Contact Name
Komariah
Contact Email
komariah@trisakti.ac.id
Phone
+62271-648939
Journal Mail Official
sembio@fkip.uns.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Biologi FKIP Gedung D Lt 3 FKIP Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36 A Kentingan Surakarta 57126 Jawa Tengah INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Biology Education Conference
Core Subject : Health, Science,
Proceeding Biology Education Conference was published since 2003, with title Prosiding Seminar Nasional Biologi. The early number of the journal were published offline
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,234 Documents
PRODUKSI SELULOSA BAKTERIAL DARI AIR BUAH KELAPA DALAM BERBAGAI KONSENTRASI SUKROSA DAN UREA (Production Of Bacterial Cellulose From Coconut Fruit Water Suharjono, Suharjono; Ardyati, Tri; Zubaidah, Elok; Munawaroh, Munawaroh; P, Citra Pradani
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 8, No 1 (2011): Prosiding Seminar Nasional VIII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Cellulose is a nature biopolymer that mainly derived from plant and it has been application broadly in textile and paper industries. Usage of forest plants to cellulose fiber production continually caused negative impact to environment. Waste of coconut fruit water can be metabolism by some species of Gluconacetobacter (Acetobacter) to produce bacterial cellulose as alternative of plant cellulose. The objective of the research is to study effect of increasing of sucrose and urea concentration to bacterial cellulose productivity in coconut fruit water medium. Starter of microbial culture 10% with 2.2 x 107 cell/mL (90% of bacteria and 10 % of yeast) was inoculated into coconut fruit water medium with variation of sucrose and urea concentration. It was incubated seven days in static culture at room temperature. Productivity of cellulose bacterial highest was 10.849 gram in the medium with 5.0 % sucrose and 0.25 % urea concentration. Key words: Acetobacter, cellulose, sucrose, urea ABSTRAK Selulosa adalah biopolimer alamiah yang sebagian besar diperoleh dari tanaman dan telah diaplikasikan secara luas terutama di industri kertas dan tekstil. Penggunaan tanaman hutan untuk produksi serat selulosa secara kontinyu mengakibatkan dampak negatif pada lingkungan. Limbah air buah kelapa dapat dimetabolisme oleh bakteri anggota Genus Gluconacetobacter (Acetobacter) menghasilkan selulosa bakterial sebagai alternatif bagi selulosa tanaman. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari pengaruh peningkatan konsentrasi sukrosa dan urea pada produktivitas selulosa bakterial dalam medium air buah kelapa. Starter suspensi mikrobia 10% dengan densitas 2,2 x 107 sel/ml (90% bakteri dan 10 % khamir) diinokulasikan ke medium air buah kelapa 150 mL dengan variasi konsentrasi sukrosa dan urea yang dibiakkan secara statis selama tujuh hari pada suhu ruang. Produktivitas selulosa tertinggi 10,849 gram pada formula medium dengan konsentrasi sukrosa 5 % dan urea 0,25 %. Kata kunci: Acetobacter, selulosa, sukrosa, urea
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BUNGA Jasminum sambac Ait. TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Shigella flexneri ATCC 1202 Maghfiroh Maghfiroh; Erny Qurotul Ainy
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 11, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional XI Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Tanaman melati (Jasminum sambac Ait.) berpotensi dimanfaatkan sebagai  tanaman obat karena adanya senyawa metabolit sekunder pada akar, batang daun dan bunga. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan ekstraksi dan penapisan awal senyawa aktif bunga melati yang dilanjutkan dengan pengujian aktivitas antibakterinya. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi bertingkat dengan menggunakan tiga pelarut yaitu kloroform, etil asetat dan etanol. Pengujian aktivitas antibakteri dengan metode difusi agar menggunakan kertas cakram dengan pelarut etil asetat pada variasi konsentrasi 20%, 30%, 40% dan 50%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bunga J. sambac Ait. mempunyai tingkat kepolaran yang berbeda. Hasil penapisan awal terhadap aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat mempunyai daya hambat terbesar terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Shigella flexneri. Zona hambat terbesar pada pengujian aktivitas antibakteri dihasilkan oleh ekstrak etil asetat dengan konsentrasi 50% terhadap bakteri S.aureus. Kata kunci : antibakteri, ekstraksi, Jasminum sambac
Penerapan Instruksi di Tahap Hypothesis Testing Pada Discovery Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Menemukan dan Menghubungkan Konsep Berliyana Indrasari; Sri Widoretno; Sri Dwiastuti
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 14, No 1 (2017): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aims to improve the ability of student’s discovering and relating concept through implementationof instruction in hypothesis testing of Discovery Learning model. The research is a Classroom Action Research(CAR) conducted in 2 cycles. Subjects of this research were 29 students of Senior High School in Karanganyar.The research consist of: planning, acting, observing and reflecting. Data collected through observation,interview, documentation and concept map test. The data validation used triangulation method. The obtaineddata were analyzed using qualitative-descriptive analysing technique that consist of data reduction, data displayand drawing inference. The result of the analysis the ability of student’s discovering and relating conceptshowed by score of concept map in the pre-cycle is range 5,67%-9,97%, the average of concept map in the precycleis7,7%and10studentsgethighscoreofconceptmapfromaverage.CycleIisrange8,02%-37,65%,theaverageofconceptmapinthecycleIis23,23%and19studentsgethighscoreofconceptmapfromaverage.CycleIIisrange8,08%-42,73%,theaverageofconceptmapinthecycleIIis27,56%and15studentsgethighscoreof concept map from average, the conclusion of implementation of instruction in hypothesis testing ofDiscovery Learning model improved the score of concept map from cycle I to cycle II.
ANALISIS KEMAMPUAN INKUIRI DAN SIKAP CALON GURU SEKOLAH DASAR DALAM PEMBELAJARAN PADA KONSEP ILMU PENGETAHUAN BUMI ANTARIKSA Rosnita, Rosnita; Widodo, Ari; Maryani, Enok; Tjasyono HK, Bayong
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 8, No 1 (2011): Prosiding Seminar Nasional VIII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mengembangkan kemampuan inkuiri dan sikap mahasiswa calon guru sekolah dasar yang merupakan bagian dari tahapan penelitian disertasi. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah perkembangan kemampuan inkuiri dan sikap mahasiswa dalam pembelajaran pada konsep IPBA? Pengumpulan data dilakukan melalui  observasi kelas, kuesioner, dan wawncara. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dengan bantuan statistik deskriptif. Penelitian dilakukan pada bulan Februari  s.d April 2011 yang melibatkan 2 dosen IPA dan 30 mahasiswa S1 PGSD semester IV. Materi yang dibahas mencakup: atmosfer, batuan dan mineral, bentuk dan gerakan matahari–bumi–bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan inkuiri mahasiswa dari setiap aspek meliputi:  merumuskan masalah (66,7%), membuat hipotesis (66,7%), merancang penyelidikan ilmiah (59,3%), menggunakan alat dan teknik yang tepat (61,3%), menginterpretasi data  (66,7%), mengkomunikasikan prosedur dan hasil penyelidikan ilmiah (57,3%), dan menggunakan matematika dalam penyelidikan ilmiah (52,7%). (2) Sikap mahasiswa dalam pembelajaran dari setiap aspek menunjukkan: persiapan penelitian (83,3%), langkah kerja (78,6%), afektif (70,8%), kegiatan akhir (55,5%). Kata kunci : kemampuan inkuiri, sikap, ilmu pengetahuan bumi antariksa, calon guru sekolah dasar.
Kepadatan Populasi Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) di Cagar Alam Kecubung Ulolanang Kabupaten Batang Ervina Rahmawati; Jafron Wasiq Hidayat
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 14, No 1 (2017): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ebony leaf monkey is an endemic species in Java. Nowadays its habitat is threatened and the population is decreasing continuously. Conservation efforts to avoid their extinction need to be done accurate and urgently. Up to date data about ebony leaf monkey’s population is important to be reported. This data is usefull to the stakeholders for taking decisions in the future management. This research was carried out from April to May 2017. In order to estimate the density of ebony leaf monkey population in Kecubung Ulolanang Nature Preservation, Batang, it was collected data by purposive sampling with concentrated count method. The estimated population density, devided in 3 groups and total population sizes were 0,62 individual/hectare and 43 individuals respectively. The age structure of the population including infant of 11 Individuals, juvenile 11 individuals and adult 21 individuals.
Development of The Morning Pteridophyta Based on The Local Potential of Mangkunagoro I Forest Park for Grade X Students Yessy Ratna Siwie; Nurmiyati Nurmiyati; Alanindra Saputra
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 17, No 1 (2020): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Pteridophyta is one of the topics studied by the tenth graders, which is also included in the National Final Examination for High School. Based on several related studies, student's scores on this material were still low. One effort to overcome this problem is to make innovative learning media. In this study, we explore the development of the Morning (Mobile learning) App about Pteridophyta by utilizing the local potentials and Pteridophyta diversity found in Mangkunagoro I Forest Park. Purpose: This research was aimed to 1) develop the Morning (mobile learning) App about Pteridophyta for the tenth grader based on the local potentials found in Mangkunagoro I Forest Park; 2) determine the feasibility of the morning app as learning media, 3) find out the student's responses toward the app. Methods: This research was research and development. The ADDIE development model was used as the method. It consisted of (1) Analyze, (2) Design, (3) Development, (4) Implementation, and (5) Evaluation. The data were collected by using questionnaires for content (subject matter) experts, media experts, and teachers. Data were analyzed by using descriptive analysis and RASCH analysis for student responses. The population of this study was all tenth graders at Surakarta 7 High School academic year 2019/2020. Samples were taken using the purposive sampling technique. Result: The results showed that 1) Morning app for Pteridophyta has been developed according to ADDIE procedures arranged by incorporating the local potentials and diversity of Pteridophyta found in the Mangkunagoro I Forest Park, 2) Morning app for Pteridophyta was qualified as "very feasible" by the media expert and practitioners (teachers), and "feasible" by subject matter expert, 3) Students' responses toward the Morning app were analyzed by using the Rasch analysis and were classified as feasible based on the statistical results. Conclusion: The Morning (mobile learning) app for Pteridophyta based on local potentials found in Mangkunagoro I Forest Park was feasible as the learning media for class X high school students
Penyusunan Instrumen Tes Higher Order Thinking Skill Pada Materi Ekosistem SMA Kelas X Kusuma Wardany; Sajidan Sajidan; Murni Ramli
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 12, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun instrumen tes Higher Order Thinking Skill pada materi ekosistem yang akan diujikan pada siswa SMA kelas X. Instrumen disusun berdasarkan langkah Riset Pengembangan Borg & Gall. Langkah pertama adalah menganalisis semua bentuk tes yang ada pada Ujian Nasional, Ulangan formatif dan sumatif, dan tes yang ada di dalam buku Biologi SMA dengan sampel SMA di Surakarta. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar tes mencerminkan Kemampuan Berpikir Tingkat Rendah (LOTS). Langkah kedua adalah penyusunan draft Tes HOTS pada materi ekosistem yang terdiri dari 20 butir soal pilihan ganda yang akan dikerjakan dalam waktu 60 menit. Draft tes divalidasi oleh validator berkualifikasi dan guru. Instrumen tes selanjutnya diujikan pada sejumlah kecil siswa dalam Uji Coba Pertama. Hasil uji coba kesatu dianalisis secara kuantitatif menggunakan program MicroCat ITEMAN versi 3.00 yang digunakan untuk menentukan reliabilitas, taraf kesukaran, daya beda serta efektivitas distraktor. Berdasarkan hasil Uji Coba Tahap I diketahui bahwa instrumen tes Higher Order Thinking Skill pada siswa SMA kelas X untuk materi Ekosistem yang menunjukkan 45 % item diterima atau valid, 40% item direvisi dan 15% item ditolak. Proses revisi draft instrumen tes dan Uji Coba Tahap II dalam proses penyelesaian..Keywords: HOTS, assesmen, ekosistem, Biology SMA
Mengkaji Sistem Tanam Tumpangsari Tanaman Semusim Warman, Guruh Raditya; Kristiana, Riajeng
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 15, No 1 (2018): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumpangsari merupakan system budidaya tanaman dimana lebih dari satu tanaman ditanam dalam satu areal penanaman.  System ini digunakan untuk memaksimalkan fungsi lahan dan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan dan juga meningkatkan pendapatan petani.Tanaman semusim dalam budidayanya sering menggunakan system tumpangsari. Kendala sering dihadapi dalam mengkombinasikan tanaman yang akan ditanam secara tumpangsari, hal ini berkaitan dengan morfologi tanaman masing-masing spesies yang berbeda yang akan mempengaruhi interaksi antar tanaman yang ditanam dalam bidang yang sama.  Artikel ini bertujuan untuk mengkaji keefektifan kombinasi berbagai jenis tanaman semusim yang ditanam secara tumpangsari yang telah diteliti oleh para peneliti sehingga didapatkan gambaran kombinasi tanaman semusim yang dapat ditanam sacara tumpangsari yang memberikan keuntungan secara maksimal bagi petani, selain itu juga dapat memberikan gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dari system tumpangsari pada tanaman semusim.  Hasil yang didapatkan tanaman semusim yang ditanam bersamaan dengan kacang-kacangan akan memberikan hasil yang lebih baik karena tanaman kcang-kacangan mampu mengikat nitrogen sehingga dapat dimanfaatkan oleh tanaman yang berada disekitarnya. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan yaitu perlunya penambahan unsur hara yang tepat, waktu tanam antar tanaman, lebar tajuk antar tanaman, luas sebaran akar antar tanaman, dan perlu diperhatikan  sifat fisiologi tanaman berkaitan dengan senyawa yang dilepaskan oleh setiap tanaman yang bersifat menghambat atau mendukung pertumbuhan tanaman disekitarnya.
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat dalam Pelaksanaan Program Corporate Social Responsibility (CSR) Siti robiah nurbaiti; Aziz nur bambang
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 14, No 1 (2017): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The business world is one of the activities that encourage the success of development, which currently not only leads to economic activities to gain profit for the sustainability of the company, but also care about the social and environmental aspects of the surrounding community. The effort that has been implemented as a form of corporate social responsibility is through Corporate Social Responsibility (CSR) program that implements sustainable development known as people, profit, and planets or Triple Bottom Line (TBL) concept. In Indonesia the concept of CSR has been accepted and implemented by various companies in the field of economy, health, education and environment. Implementation of CSR program is one form of community development, where the success of the program, among others, depends on the active involvement of the community in each stage of the CSR program. Participation, then the community will feel to have the program, the higher the participation rate the greater the sense of ownership, responsibility, and contribution given to achieve the goals and success of the program. This paper is a literature review to get an overview of the factors that influence community participation in the implementation of CSR programs based on the literature and previous research results that have been implemented
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN PADA MATA KULIAH KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN PHANEROGAMAE MELALUI METODE SELF ASSESMENT DAN ASSESMENT BERBASIS KOMPETENSI Muzayyinah Muzayyinah
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 8, No 1 (2011): Prosiding Seminar Nasional VIII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini betujuan: (1) Mengembangkan kepercayaan diri dari mahasiswa melalui pembelajaran berbasis self assessment pada mata kuliah KKP di Pendidikan Biologi FKIP UNS, (2)Mengembangkan kemandirian mahasiswa melalui pembelajaran berbasis self assessment pada mata kuliah KKP di Pendidikan Biologi FKIP UNS, (3) Mengembangkan metode self assessment pada mata kuliah KKP di Pendidikan Biologi FKIP UNS, dan (4) Mengetahui kendala-kendala yang ditemui dalam pembelajaran KKP dengan metode self assessment untuk mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP UNS. Penelitian dilakukan terhadap mahasiswa Pendidikan Biologi semester IV tahun 2010. Jumlah mahasiswa 45 orang, Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dua siklus, siklus 1 menggunakan 4 kali pertemuan, siklus 2 dilakukan selama 3 kali pertemuan,data yang adalah keaktifan, kemandirian, kepercayaan diri, kemampuan perencanaan terhadap kuliah lapangan, evaluasi kinerja dosen, dan evaluasi diri terhadap perencanaan. Upaya menumbuhkan kepercayaan diri mahasiswa dapat dicapai dengan memberi tanggungjawab dan mengikutsertakan pengambilan keputusan dalam pembelajaran.Keikutsertaan dapat dilihat pada kegiatan yang dilakukan pada siklus 1 maupun siklus 2. Penyusunan deskriptor untuk persiapan identifikasi suatu takson pada siklus 1 masih harus dibimbing untuk menjadi layak ketika digunakan di lapangan, sementara pada siklus 2 mahasiswa pendidikan biologi telah memiliki kepercayaan untuk menyelesaikan masalah, yaitu plakatisasi tumbuhan yang ada di kampus. Konsep dan rencana plakatisasi tumbuh dari pemikiran ketika dilakukan kuliah di kebun-kebun sekitar kampus. Kemandirian tidak serta merta tumbuh dalam diri mahasiswa, namun dengan kegiatan yang dilakukan dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi diri selama dalam siklus 1 dan siklus dua2 menjadi meningkat. Peningkatan dapat dilihat dari tanggapan terhadap pelaksanaan pembelajaranKKP dengan metode self evaluation yang mengatakan bahwa self assessment dapat: (1) lebih mudah memahami materi, (2) Dapat mengukur kemampuan, (3) Menyenangkan, (5) lebih mandiri, (6) lebih bebas, (7) lebih mengembangkan pikiran, (8) Lebih variatif dan tidak membosankan, dan (9) lebih mandiri.   Kata kunci: self assessment, kepercayaan diri, kemandirian,

Page 70 of 124 | Total Record : 1234