cover
Contact Name
Bellytra Talarima
Contact Email
ukimfakes2021@gmail.com
Phone
+6281247200128
Journal Mail Official
ukimfakes2021@gmail.com
Editorial Address
Gedung Fakultas Kesehatan Lantai 2 Jln Ot Pattimaipauw RT.003/RW.003 Talake, Kel Wainitu, Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Moluccas Health Journal
ISSN : -     EISSN : 26861828     DOI : https://doi.org/10.54639/mhj.v2i2
Core Subject : Health,
Moluccas Health Journal is a journal developed to disseminate and discuss the scientific literature and other research on the development of health especially nursing and public health. This journal contains a script on Health Sciences that includes: 1. Nursing 2. Midwifery 3. Public health 4. Environmental Health 5. Mental health 6. Community nursing 7. Critical care nursing 8. Medical nursing 9. Pediatric nursing 10. Medical-surgical nursing 11. Maternity nursing
Articles 218 Documents
Factors Related to Nurse's Compliance in Implementation of Standard Operating Procedures for Urethral Catheter Insertion Grace Jeny Wakanno
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 2, No 2 (2020): MOLUCCAS HEALTH JOURNAL EDISI AGUSTUS 2020
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v2i2.460

Abstract

ABSTRACT The act of catheterization in patients with urinary elimination disorders must be based on science and carried out in accordance with the installation sequence or fixed procedure. The purpose of this study was to determine the factors related to nurses' compliance in the implementation of standard operating procedures for urethral catheter placement in Ambon Living Resources Hospital. The analytical descriptive design with cross sectional study was used. The population is all nurses who provide nursing services in the Emergency Room and inpatient rooms of Ambon Life Sources Hospital, which number a population of 40 nurses. Sampling using total sampling technique. The sample in this study amounted to 40 people. There is a correlation between knowledge with nurses 'compliance in the implementation of fixed catheter installation procedures with values (p = 0.013), there is a relationship between attitudes and nurses' compliance in the implementation of fixed catheter installation procedures with a value (p = 0.000), there is a long working relationship with compliance nurses in the implementation of fixed catheter installation procedures with a value (p = 0,000). It is expected that nurses can apply and run in nursing practice regarding compliance with running a Standard Operating Procedure (SOP) for catheter insertion. Keywords: Knowledge, Attitude, Length of Work, SOP Catheter
Hubungan Antara Pola Makan Dengan Pertumbuhan Berat Badan Balita Usia 0-3 Tahun Tri Nurminingsih Hatala
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 2, No 2 (2020): MOLUCCAS HEALTH JOURNAL EDISI AGUSTUS 2020
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.528 KB) | DOI: 10.54639/mhj.v2i2.459

Abstract

Masa balita merupakan masa yang mengalami proses pertumbuhan yang sangat pesat, dan memerlukan asupan makanan yang relatif banyak dengan kualitas tinggi. Sehingga pola makan juga sangat mempengaruhi pertumbuhan berat badan balita umur 0-3 tahun.Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Desain sampling yang digunakan adalah stratified random sampling dengan kuesioner, penimbangan berat badan, dan dilanjutkan dengan analisa data cross tabulation antara pola makan dengan pertumbuhan berat badan balita. Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara dua variabel dengan menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan α <0,05. Hasil penelitian menunjukan pola makan hampir separuhnya pola makan balita baik yaitu (69%), pertumbuhan berat badan balita umur 0-3 tahun hampir separuhnya pertumbuhan berat badan normal yaitu (69%). Setelah dilakukan cross tabulation dan uji dengan chi-square hasil penelitian didapatkan skor separuhnya sebanyak 11 orang (68.75%) dari 16 responden dengan pola makan baik dengan pertumbuhan berat badan balita normal dan skor terendah sebanyak 5 orang (31.25%) dengan pola makan tidak baik dengan pertumbuhan berat badan kurang. Dari hasil uji square dapat diambil keputusan bahwa keputusan dengan cara melihat nilai probabilitas (0,013), < standart signifikan (α = 0.05) maka Ho ditolak yang artinya bahwa ada hubungan yang signifikan antara pola makan dengan pertumbuhan berat badan balita umur 0-3 tahun. Melihat hasil penelitian ini, Bagi peneliti selanjutnya hendaknya dapat mencari faktor-faktor yang berhubungan dengan pertumbuhan berat badan balita dengan memperluas sampel dan pengolahan data lebih selektif agar hasil lebih represntatif untuk daerah luas.
PERAN PERAWAT SEBAGAI PENGHUBUNG INFORMASI OBAT DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RSUD dr M HAULUSSY AMBON Nenny Parinussa; Benhard Latuminasse
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 1, No 3 (2019): Moluccas Health Journal Edisi Desember 2019
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.618 KB) | DOI: 10.54639/mhj.v1i3.264

Abstract

 ABSTRAK Peran utama perawat sebagai advocate adalah sebagai penghubung atau mediator antara pasien dengan tim kesehatan lain dalam upaya pemenuhan kebutuhan pasien dalam mengetahui informasi obat,sehingga kepuasan pasien dapat terpenuhi.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran perawat sebagai penghubung informasi obat dengan kepuasan pasien di RSUD dr M Haulussy Ambon. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan ”cross sectional”. Populasi dalam  penelitian ini adalah  seluruh pasien di Rumah Sakit Umum Daerah dr Haulussy Ambon. Jumlah sampel ditentukan sebanyak 50 orang dengan tehnik pengambilan sampel Consecutive sampling. Pengumpulan datadilakukan dengan menggunakan kuesioner.Analisis data menggunakan uji-chisquar.Hasil analisadata menggunakan uji chi square diperoleh nilai signifikan sebesar 0.000. Karena nilai signifikansi <0,05sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara peran perawat sebagai penghubung informasi obat dengan kepuasan pasien.Dari 35 responden yang menilai peran perawat sebagai penghubung informasi obat dalam kategori kurang mendukung, terdapat 29 responden (82,85%) menyatakan kurang puas dan 6 responden (17,15%) menyatakan puas. Dari 15 responden yang menilai peran perawat sebagai penghubung informasi obatdalam kategori mendukung,makasebanyak 9responden (60,00%) merasa puas dan sebanyak 6 responden (40.00%) menyatakan kurang puas. Kesimpulan adalah penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi perawat di RSUD dr M Haulussy Ambon agar dapat meningkatkan perannya sebagai mediator atau penghubung sehingga dapat memberikan informasi obat kepada pasien, sehingga kepuasan pasien dapat terpenuhi. .Kata kunci: peran perawat, penghubung informasi obat, kepuasan pasien ABSTRACTThe main role of nurse as advocates is as a liaison or mediator between patients and other health teams in an effort to meet the needs of patient in knowing drug information, so that patient satisfaction can fulfilled. The general purpose of this study is to determine the relationship of the role of nurses as a liaison for drug information with patient’s satisfaction in RSUD Dr. M Haulussy Ambon.This type of research is descriptive with a “cross sectional” approach. The population in this study are all of patient’s in the internal in patient room of RSUD of Haulussy Ambon.The number of samples is determined by 50 people with the consecutive sampling technique. Data collection is done using a questionnaire. Data analysis using the chi-square test.The results of data analysis using the chi-square test obtain a significant value  of 0,000. Because the significance value Is < 0,05 so it can be concluded that there is a significant relationship between the role of nurses as a link to drug information and patent’s satisfaction. And 35 respondenst who assesses the nurse’s role as a drug information link in the less support category, there are 29 respondents (82,85%) who said theydo not feel satisfied and 6 respondents (17,15%) expresses satisfaction.The 15 respondents who assesses the role of nurses as liaison for drug information in the support category,the nasmany as 9 respondents (60%) satisfiedand there are 6 respondents (40%) stated that they do not feel satisfied. The conclusion is that this research is expected to be useful for nurses in RSUD drM HaulussyAmbon in order to increase their role as a mediator or liaison so they can provide drug information to patient, so that patient satisfaction canbefuldilled. Keywords : the role of nurses, the liaison for drug information, patient’s satisfaction
Atraumatic Care Dapat Menurunkan Tingkat Kecemasan Anak Di Ruang Ezra Rumah Sakit Sumber Hidup Ambon Fricilia Noya; Grace Jeny Wakanno; Dene Fries Sumah
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.908 KB) | DOI: 10.54639/mhj.v1i2.121

Abstract

Masuk rumah sakit dapat menyebabkan anak menjadi cemas, trauma dan takut.  Upaya untuk mengurangi kecemasan pada anak bisa dilakukan melalui atraumatik (atraumatic care). Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan atraumatic care dengan tingkat kecemasan anak di ruang Ezra Rumah Sakit Sumber Hidup Ambon.  Desain penelitian yang digunakan adalah studi korelasi. Pengumpulan data dengan cara responden diberikan kuesioner penerapan Atraumatic Care dan Hamilton Rating Scale Anxiety (HARS). Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 30 responden. Analisis data menggunakan statistik Spearman rank. Berdasarkan hasil uji dengan melihat nilai significancy didapatkan nilai p < α (0,000<0,05), rs= - 0,725  yaitu arah korelasi negative dengan kekuatan korelasi kuat. Hasil penelitian membuktikan bahwa ada hubungan atraumatic care dengan tingkat kecemasan anak di ruang Ezra  Rumah Sakit Sumber Hidup Ambon (p=0,000). Bila penerapan Atraumatic care baik maka semakin kecil tingkat kecemasan yang dialami anak. Diharapkan perawat di ruang Ezra  Rumah Sakit Sumber Hidup Ambon dapat menerapkan atraumatic care pada setiap intervensi keperawatan dengan kasih sayang dan lebih komunikatif sehingga terjadi penurunan  tingkat kecemasan anak.  Kata kunci : Atraumatic Care,  Kecemasan, Anak
Pengaruh Edukasi Gizi terhadap Pengetahuan Ibu tentang Stunting di Desa Kamal Kabupaten Seram Bagian Barat Zasendy Rehena; Monike Hukubun; Andriana Ritje Nendissa
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 2, No 2 (2020): MOLUCCAS HEALTH JOURNAL EDISI AGUSTUS 2020
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.585 KB) | DOI: 10.54639/mhj.v2i2.523

Abstract

Stunting is a chronic malnutrition problem caused by inadequate nutritional intake for children for a long time due to food intake that is not in accordance with nutritional needs which has an impact on stature height of children. Stunting in toddlers can be caused by the mother's knowledge of improper food selection. Increasing knowledge of mothers in choosing healthy foods for toddlers can be done through public health programs, one of which is by providing health education or nutrition education by means of extension which is an intervention to change knowledge and behavior as a determinant of health or public health. The purpose of this study was to determine the effect of nutrition education on maternal knowledge about stunting in Kamal Village, West Seram Regency. This type of research is a Quasi-experimental with a one group pretest - postest design. This research was conducted in February 2020 in Kamal village, West Seram Regency. Sampling was done by using the total sampling method. The T-Test results showed that the P value was 0.000 <α 0.05, which means that there was a significant difference in maternal knowledge before and after receiving counseling, namely an increase in maternal knowledge about the meaning of stunting, a factor that causes stunting. , how to prevent and overcome it in children under five. Suggestions for mothers to be more involved in health education activities. For health agencies to be able to provide regular health education for mothers.
Uji Fisikokimia dan Mikrobiologi Air Minum Isi Ulang pada Depo Air Minum Di Kecamatan Sirimau Kota Ambon M Pentury; Adrianan Ritje Nendissa
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 2, No 1 (2020): Moluccas Health Journal Edisi April 2020
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.916 KB) | DOI: 10.54639/mhj.v2i1.437

Abstract

Kebutuhan air minum di Indonesia semakin meningkat, seiring pertambahan jumlah penduduk dan semakin berkurangnya daerah tangkap air akibat berbagai aktivitas masyarakat. Berbagai upaya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan air minum dengan cara membuka depot-depot air minum isi ulang. Di Kota Ambon tercatat 65 depot air minum isi ulang yang telah memiliki ijin diantaranya 31 depot berlokasi di Kecamatan Sirimau. Produksi air minum oleh industri maupun oleh depot-depot air minum isi ulang (AMIU) harus memenuhi persyaratan air minum yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tentang persyaratan kualitas air minum, yang meliputi persyaratan bakteriologis, kimiawi, fisik, dan radioaktif. Beberapa parameter fisik, kimia dan mikrobiologi yang wajib diantaranya Total Dissolve Solid (TDS), kesadahan (CaCO3) dan Total Coliform. Kadar maksimum TDS yang diperbolehkan untuk dikonsumsi adalah 500 mg/L, untuk kesadahan (CaCO3) adalah 500 mg/L dan Total Coliform adalah 0 per 100 ml sampel.  Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui kandungan Total Dissolve Solid, Kesadahan (CaCO3) dan Total Coliform dalam air minum pada depot air minum isi ulang di Kecamatan Sirimau. Metode yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan deskriptif dan analisa laboratorium dengan maksud melakukan pengamatan laboratorium untuk mendapatkan informasi tentang kandungan Total Dissolve Solid (TDS), kesadahan (CaCO3) dan Total Coliform dalam air minum pada depot air minum isi ulang yang dilakukan di Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Maluku. Berdasarkan hasil pengujian parameter TDS, kesadahan (CaCO3) dan Total Coliform, terdapat 1 depot yang belum memenuhi baku mutu dengan kandungan Total Dissolve Solid (TDS), 510/100 ml. Pada pengujian terhadap kesadahan (CaCO3) seluruh depot masih dibawah standar baku mutu atau layak dikonsumsi, hal yang sama juga terjadi dengan pengujian Total Colifor, dimana semua depot air minum isi ulang memenuhi baku mutu total coliform. Semua depot memenuhi baku mutu kadar nilai total coliform yang terkandung adalah 0/100 ml sampel.Kata Kunci: Air minum isi ulang, analisa fisik, analisa kimia, analisa Mikrobiologi
Perilaku Hygiene Pedagang Makanan Kaki Lima di Area Pertokoan Batu Merah Kelurahan Rijali Kota Ambon gracia victoria souisa; gracesilya titahena; Wilma fransisca Mamuly; Helda de Jong
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 1, No 3 (2019): Moluccas Health Journal Edisi Desember 2019
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.15 KB) | DOI: 10.54639/mhj.v1i3.260

Abstract

Hygiene penjamah makanan merupakan hal yang penting dalam menentukan kualitas makanan, dimana pedagang makanan kaki lima sebagai salah satu pelaku hygiene harus memperhatikan aspek hygiene penjamah makanan agar tidak menyebabkan timbulnya masalah kesehatan akibat kualitas makanan yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku hygiene pedagang makanan kaki lima di Area Pertokoan Batu Merah Kelurahan Rijali Kota Ambon, Tahun 2019. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan teknik total sampling yang berjumlah 40 responden. Penelitian dilakukan dari 19 Agustus-19 September 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki praktik hygiene kategori tidak dengan tingkat pengetahuan baik yaitu, 21 responden (56.8%) dan responden yang memiliki praktik hygiene kategori ya dengan tingkat pengetahuan kurang yaitu, 0 (0%). Sedangkan responden yang memiliki praktik hygiene kategori tidak dengan sikap positif yaitu, 21 responden (58.3%) dan responden yang memiliki praktik hygiene kategori ya dengan sikap negatif yaitu, 1 responden (25%), dan untuk responden yang memiliki praktik hygiene kategori tidak dengan tingkat ekonomi rendah yaitu, 22 responden (62.9%), sedangkan praktik hygiene kategori tidak dengan tingkat ekonomi tinggi yaitu, 2 responden (40%). Meskipun pengetahuan serta sikap responden terkait hygiene secara umum sudah baik, akan tetapi praktik hygiene yang dilakukan oleh responden masih buruk. Oleh karena itu pengetahuan serta kesadaran pedagang makanan perlu ditingkatkan dengan cara memberikan penyuluhan atau pengawasan yang memenuhi persyaratan hygiene penjamah makanan oleh para petugas kesehatan.
UPAYA MELANCARKAN BAB PADA ANAK DENGAN MELAKUKAN FOOT MASSAGE, PENGATURAN DIET DAN TOILET TRANING Selpina Embuai
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 1, No 3 (2019): Moluccas Health Journal Edisi Desember 2019
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.721 KB) | DOI: 10.54639/mhj.v1i3.258

Abstract

ABSTRACTConstipation is a medical condition characterized by difficulty defecating as a result of hardened feces. Constipation is often characterized by anxiety symptoms when defecated by pain during bowel movements. Constipation can cause stress for sufferers due to discomfort. In the Jakarta area, the prevalence of constipation in school-age children is 4.4%. Whereas in Denpasar by 15%. Foot massage therapy, diet control and toilet training can make it easier for sufferers who experience constipation. The research method used is in the form of case studies. The use of samples with purposive sampling with 5 children experiencing constipation. The research was conducted in September to October 2019. The research location was in the working area of the RIjali puskesmas in Ambon city. Results: constipation can be resolved according to the results of evaluation of interventions carried out in children with constipation by doing foot massage, dietary arrangements and toilet training. Conclusion: foot massage, diet control and toilet training are effective in overcoming constipation in children.Keywords: Constipation, Foot Massage, Diet Control and Toilet TrainingABSTRAK Konstipasi adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan kesulitan buang air besar sebagai akibat dari feses yang mengeras. Konstipasi sering ditandai dengan gejala cemas ketika defekasi oleh rasa nyeri pada saat buang air besar. Konstipasi dapat menimbulkan stres bagi penderita akibat ketidaknyamanan. Di daerah Jakarta, prevalensi konstipasi pada anak usia sekolah sebesar 4,4%. Sedangkan di Denpasar sebesar 15%.  Terapi Foot massage, Pengaturan diet dan toilet training ini dapat mempermudah penderita yang mengalami konstipasi. Metode Penelitian yang digunakan berbentuk studi kasus. Penggunaan sampel dengan purposive sampling dengan 5 anak yang mengalami konstipasi. Penelitian ini dilakukan pada September sampai oktober 2019. Lokasi penelitian di wilayah kerja puskesmas RIjali kota Ambon. Hasil : konstipasi dapat teratasi sesuai dengan hasil evaluasi intervensi yang dilakukan pada anak dengan konstipasi dengan melakukan foot massage, pengaturan diet dan toilet training. Kesimpulan : foot massage, pengaturan diet dan toilet training efektif mengatasi konstipasi pada anak. Kata Kunci : Konstipasi, Foot Massage, Pengaturan Diet Dan Toilet Training
Hubungan komunikasi terapeutik perawat pada fase kerja dengan kepuasan pasien terapi intravena di ruangan interna wanita rsud dr. M. Haulussy ambon Nenny Parinussa; Agnesia M Tandiola
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 1, No 1 (2019): April
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.713 KB) | DOI: 10.54639/mhj.v1i1.38

Abstract

Therapeutic communication is communication carried out by nurses, especially during the work phase, which takes place in a consciously planned manner with the aim and activities focused on healing patients. New patients will feel satisfied if the health service performance obtained is equal to or exceeds what is expected. This study aims to determine the relationship between therapeutic communication of nurses in the work phase with the satisfaction of intravenous therapy patients in the internal room of the female hospital at dr. M. Haulussy Ambon. The research design used was cross sectional, a study in which data collection of independent and bound variables was carried out at the same time. The number of samples in this study were 50 respondents. The results were tested using a Chi-square test with a significance level of α = 0.05 and it was found that (p value = 0.000) there was a therapeutic relationship between nurses in the work phase and the satisfaction of intravenous therapy patients in the female internal room of RSUD dr. M. Haulussy Ambon (p value = 0,000 <0.05). Suggestions for this study for nurses can communicate therapeutically during the work phase takes place with the purpose and activities focused on healing patients and increasing patient satisfaction, for this study is expected to improve and increase the knowledge of researchers and can be developed for further research on Standard Operating Procedure (SOP) which contains therapeutic communication especially in the work phase.Keywords: Therapeutic communication nurse, patient satisfaction, intravenous therapy.
Perbandingan Sensitivitas Spesifitas ICT dan Mikroskopis dalam menentukan Positif Malaria di Puskesmas Piru Kabupaten Seram Bagian Barat Elisabet Matulessy
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 2, No 2 (2020): MOLUCCAS HEALTH JOURNAL EDISI AGUSTUS 2020
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.586 KB) | DOI: 10.54639/mhj.v2i2.457

Abstract

Perbandingan sensivitas dan spesifikasi ICT (Immonhocromotograpich Test). Dan mikroskopis pada malaria klinis di Puskesmas Piru Kabupaten Seram Bagian Barat. Malaria masih termasuk salah satu penyakit Re-Emerging disease yang masih mengancam upaya peningkatan status derajat kesehatan masyarakat. Desain penelitian yang digunakan adalah uji diagnostik untuk menganalisis pemeriksaan ICT dan mikroskopis dengan jumlah sampel 200. Hasil penelitian menunjukkan nilai sensitifitas pada pemeriksaan mikroskopis dan ICT =0,409, hal ini menunjukan bahwa ada perbedaan nilai sensitifitas berdasarkan pemeriksaan mikroskopis dan ICT sedangkan nilai spesifisitas pada pemeriksaan mikroskopis dan ICT = 0,963. Hal ini menunjukan tidak ada perbedaan nilai spesifisitas malaria. Nilai prediktif positif pada pemeriksaan mikroskopis dan ICT = 0,871 sedangkan nilai prediktif negatif pada pemeriksaan mikroskopis dan ICT = 0,609. Adanya perbedaan antara pemeriksaan mikroskopis dan ICT sehingga perlu disarankan agar penggunaan ICT disosialisasikan kepada petugas kesehatan yang menangani malaria.

Page 4 of 22 | Total Record : 218