cover
Contact Name
Bellytra Talarima
Contact Email
ukimfakes2021@gmail.com
Phone
+6281247200128
Journal Mail Official
ukimfakes2021@gmail.com
Editorial Address
Gedung Fakultas Kesehatan Lantai 2 Jln Ot Pattimaipauw RT.003/RW.003 Talake, Kel Wainitu, Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Moluccas Health Journal
ISSN : -     EISSN : 26861828     DOI : https://doi.org/10.54639/mhj.v2i2
Core Subject : Health,
Moluccas Health Journal is a journal developed to disseminate and discuss the scientific literature and other research on the development of health especially nursing and public health. This journal contains a script on Health Sciences that includes: 1. Nursing 2. Midwifery 3. Public health 4. Environmental Health 5. Mental health 6. Community nursing 7. Critical care nursing 8. Medical nursing 9. Pediatric nursing 10. Medical-surgical nursing 11. Maternity nursing
Articles 218 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSALINAN DI FASILITAS KESEHATAN PADA WILAYAH KERJA PUSKESMAS BENTENG Magdalena Paunno
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 2, No 1 (2020): Moluccas Health Journal Edisi April 2020
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.494 KB) | DOI: 10.54639/mhj.v2i1.433

Abstract

ABSTRACT The quality of public health facilities greatly influences the degree of health services. Health facilities are means to provide individual health service (UKP) and public health services (SMEs), either to outpatient or to inpatient services. Utilization of health facility for childbirth is one of the indicators in the health sector strategic plan. Factors that can affect maternal care service include K4 antenatal care visits and access to P4K counseling fees. This is an analytical study using a cross-sectional approach. The study used Simple random sampling with a sample size of 63 women. The data were analyzed using chi-square. The results showed that 46 women (73%) used health facility-based delivery 17 women (27%) used non health facility-based delivery. Based on the results of the bivariate statistical test, the variables associated with labor and delivery at the public health facility were K4 antenatal care visits (p = 0.021), and access costs (p = 0.000), while the non-health facility variable was P4K sticker counseling (p = 0,532). It is, therefore, recommended for women to be more aware and comprehend about the utilization of  health facility-based delivery so that the condition of both mother and the fetus can be monitored for the safety and normal delivery.  Keywords: Antenatal Care, Cost, Counseling labor in Health Facilities ABSTRAKKualitas sarana pelayanan kesehatan sangat mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. Fasilitas kesehatan merupakan fasilitas yang memberikan pelayanan kesehatan berupa upaya kesehatan perorangan (UKP) maupun upaya kesehatan masyarakat (UKM), berupa pelayanan rawat jalan maupun rawat inap. Persalinan pada fasilitas kesehatan merupakan salah satu indikator kinerja dalam rencana strategi bidang kesehatan. Faktor yang dapat mempengaruhi persalinan di fasilitas kesehatan antara lain : kunjungan antenatal care K4, akses biaya dan konseling P4K. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling  dengan besar sampel sebanyak 63 ibu bersalin. Data dianalisis menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persalinan di fasilitas kesehatan sebanyak 46 orang (73%) dan persalinan di Non fasilitas kesehatan sebanyak 17 orang (27%). Berdasarkan hasil uji statistik bivariat didapatkan variabel yang berhubungan dengan persalinan di fasilitas kesehatan yaitu Kunjungan antenatal care K4 (p=0,021), dan Akses biaya (p=0,000). Sedangkan yang tidak mempunyai hubungan yaitu Konseling P4K (p=0,532). Saran bagi ibu bersalin untuk perlu ditingkatkan kesadaran dan pemahaman terkait pemakaian fasilitas kesehatan agar kondisi ibu dan janin dalam kandungan dapat dipantau sehingga kehamilan dan persalinan dapat berjalan aman dan normal.Kata Kunci : Antenatal Care, Biaya, Konseling Persalinan di Fasilitas                       Kesehatan. 
Hubungan Beban Keluarga Dengan Kemampuan Keluarga Dalam Merawat Pasien Zkisofrenia Perilaku Kekerasan Di Rumah Sakit Khusus Daerah Provinsi Maluku Lucky Molle; Andre Horhoruw
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 1, No 3 (2019): Moluccas Health Journal Edisi Desember 2019
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.719 KB) | DOI: 10.54639/mhj.v1i3.266

Abstract

Pasien skizofrenia terutama yang mengalami perilaku kekerasan membutuhkan dukungan keluarga yang mampu memberikan perawatan secara optimal. Tetapi keluarga sebagai sistem pendukung utama sering mengalami beban yang tidak ringan dalam memberikan perawatan selama pasien dirawat di rumah sakit maupun setelah kembali ke rumah. Dampak dari beban yang dirasakan oleh keluarga akan mempengaruhi kemampuan keluarga dalam merawat pasien perilaku kekerasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban keluarga dengan kemampuan keluarga dalam merawat pasien skizofrenia perilaku kekerasan di Rumah Sakit Khusus Daerah Provinsi Maluku 2019. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah anggota keluarga pasien perilaku kekerasan yang dirawat di Rumah Sakit Khusus Daerah Provinsi Maluku sejumlah 30 responden dengan teknik penetapan sampel yang digunakan pada adalah total sampling. Hasil penelitian diuji menggunakan uji chi-square dan diperoleh distribusi data tidak memenuhi syarat maka digunakan uji fisher exact test dan diperoleh nilai p-value 0,000 (p<0,05). Kesimpulannya ada hubungan antara beban keluarga dengan kemampuan keluarga dalam merawat pasien zkisofrenia perilaku kekerasan di Rumah Sakit Khusus Daerah Provinsi Maluku 2019.
PENGEMBANGAN PRODUK DAUN KELOR MELALUI FORTIFIKASI DALAM UPAYA PENANGANAN STUNTING Selpina Embuai; Moomina Siauta
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 2, No 3 (2020)
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v2i3.718

Abstract

ABSTRACTBackground: Stunting is a condition where toddlers whose height for age is below the standard. Toddlers who have low body weight based on age are caused by insufficient intake of nutrients in the long term. Stunting can have a negative impact on cognitive and motor development and increase the risk of overnutrition, non-communicable diseases and reduce productivity in adulthood. The prevalence of stunting in the world in under-fives in 2020 has decreased significantly by 22% (4). The results of the 2018 Basic Health Research (Riskesdas) show that the prevalence of stunting in children under five in Indonesia has decreased by 6.4% from 37.2% (in 2013) to 30.8%. Various efforts have been made by the government to prevent and overcome stunting. One of them is by using Moringa leaves. Moringa is called the most economical plant and contains very good nutritional value so that it can be used as an alternative in overcoming nutritional problems. In addition, the use of Moringa can be used as biscuits which of course can be used as additional food for toddlersPurpose: Describing evidence based (review of facts) in the form of a literature review on Moringa Leaf Product Development Through Nutrification in the Handling of StuntingMethod:The method used in this Literature review begins with selecting a topic, then determining keywords to search for journals using English and Indonesian through several databases, including Google Scholar, Ebscho, Pro Quest, and journal of nursing science. This search is limited to journals from 2011 to 2021. The English keywords used are “Moringa Leaves and Stunting”. For Indonesian use the keywords "Leaves of Moringa, Stunting, Fortification".Results: This review resulted in the effectiveness of Moringa leaves through fortification for stunting prevention in toddlersConclusion: Moringa leaves have enormous benefits in meeting the nutritional adequacy rate for toddlers. Fortification is very useful and is recommended so that it can be carried out by all circles of society to prevent stunting in toddlersKeywords : Moringa Leaf, Fortification, Stunting, Toddler ABSTRAK Latar Belakang:Stunting merupakan suatu kondisi dimana balita yang tinggi badan untuk usia berada dibawah standar. Balita yang memiliki berat badan rendah berdasarkan usia disebabkan oleh asupan zat gizi yang tidak mencukupi dalam jangka panjang. Stunting dapat berdampak negatif pada perkembangan kognitif, motorik dan meningkatkan risiko kelebihan gizi, penyakit tidak menular serta mengurangi produktivitas pada saat dewasa. Prevalensi stunting di dunia pada balita pada tahun 2020 mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu sebesar 22%. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan prevalensi stunting pada balita di Indonesia mengalami penurunan sebesar 6.4% dari 37.2% (Tahun 2013) menjadi 30.8%. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah guna mencegah dan mengatasi stunting. Salah satu diantaranya adalah dengan memanfaatkan daun kelor. Kelor disebut seb.agai tanaman paling ekonomis dan mengandung nilai gizi yang sangat baik sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif dalam mengatasi permasalahan gizi. Selain itu, pemanfaatan kelor dapat dijadikan biskuit yang tentunya dapat dijadikan sebagai makanan tambahan untuk balita. Tujuan:Menggambarkan evidence based (telaah fakta) dalam bentuk literature review tentang Pengembangan Produk Daun Kelor Melalui Nutrifikasi Dalam Upaya Penanganan Stunting. Metode:Metode yang di gunakan dalam Literature review ini diawali dengan pemilihan topik, kemudian ditentukan keyword untuk pencarian jurnal menggunakan Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia melalui beberapa database antara lain Google Scholar, Ebscho, Pro Quest, dan journal of nursing science. Pencarian ini dibatasi untuk jurnalnya mulai tahun 2011 sampai dengan tahun 2021. Keyword Bahasa Inggris yang digunakan adalah “Moringa Leaves and Stunting”. Untuk bahasa Indonesia menggunakan kata kunci “Daun Kelor, Stunting, Fortifikasi Hasil:Review ini menghasilkan efektivitas dari daun kelor melalui fortifikasi untuk pencegahan stunting pada balita Kesimpulan:Daun kelor memiliki manfaat yang sangat besar dalam memenuhi angka kecukupan gizi pada balita. Fortifikasi sangat bermanfaat dan dianjurkan agar dapat dilakukan oleh semua kalangan masyarakat guna mencegah stunting pada balita Kata Kunci : Daun Kelor, Fortifikasi, Stunting, Balita
Terapi Spiritual Untuk Meningkatkan Quality Of Life Pasien Yang Menjalani Hemodialisis : A Literature Review Riris Risca Megawati; Arlies Zenitha Victoria; Dwi Fitriyanti
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 3, No 3 (2021)
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v3i3.660

Abstract

Patients chronic kidney failure (CKD) with hemodialysis can affect the quality of life (quality of life). This is due to an imbalance between physical, psychological, social, and spiritual. Hemodialysis patients experience psychiatric disorders and coping problems, which can pose a serious threat to their physical and mental health. Apart from physical and psychosocial aspects, spiritual aspects also need to be maintained. Through spiritual means, CKD patients can express their feelings, desired hopes and trust in God. Spiritual therapy was one of the actions to improve the quality of life of hemodialysis patients. Spiritual therapy can increase hope and meaning in life, self-confidence, quality of life, and reduce patient anxiety. This literature review aimed was to an understanding of spiritual healing in improving the quality of life of patients undergoing hemodialysis. The method were used an electronic database of journals published through Proquest, EBSCO, PubMed, and Google Schoolar. The keywords were used Spiritual, Quality of Life, and Hemodialysis. The results of a review of 7 journals that have been selected state that spiritual therapy can improve the quality of life of patients undergoing hemodialysis. The most widely used spiritual therapies were SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique), Qur'anic Therapy (Islamic Bibliotherapy), Murottal, spiritual guidance, sleep hygiene and deep breathing with spiritual care, and the holy qur'an. Patients undergoing hemodialysis are proven to be effective in improving the quality of life through spiritual therapy. Spiritual therapy is very important to improve the patient's quality of life, because it can overcome anxiety and make the mood more peaceful and calm.Keywords: hemodialysis; quality of life; therapy spiritual
PELAKSANAAN FUNGSI MANAJEMEN KEPALA RUANGAN DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT X AMBON Nenny Parinussa
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 3, No 3 (2021)
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v3i3.700

Abstract

Kepuasan kerja perawat pelaksana dapat didorong melalui pelaksanaan fungsi manajemen kepala ruangan. Pada Rumah Sakit Sumber Hidup Ambon ditemukan  pelaksanaan fungsi manajemen kepala ruangan masih belum optimal sesuai dengan tugas dan tanggung jawab sebagai kepala ruangan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelaksanaan fungsi manajemen kepala ruangan dengan kepuasan kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap Rumah Sakit Sumber Hidup Ambon. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 31 responden. Analisis data menggunakan uji statistik chisquare. Hasil uji variabel fungsi perencanaan dengan kepuasan kerja diperoleh (p=0.001), variabel fungsi pengorganisasian dengan kepuasan kerja diperoleh (p=0.000), variabel fungsi pengarahan dengan kepuasan kerja diperoleh (p=0.001), dan variabel fungsi pengawasan dengan kepuasan kerja diperoleh (p=0.000). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pelaksanaan fungsi manajemen kepala ruangan dengan kepuasan kerja perawat pelaksana diruang rawat inap Rumah Sakit Sumber Hidup Ambon. Saran penelitian ini bagi kepala ruangan yaitu, dapat memperbaiki pelaksanaan fungsi manajemen keperawatan diruang rawat inap serta meningkatkan kemampuan manajemen kepala ruangan melalui pelatihan-pelatihan, sehingga hasil kerja yang didapatkan lebih optimal dan para staf dapat memperoleh kepuasan kerja yang akan berdampak pada peningkatan mutu pelayanan keperawatan diruang rawat inap. 
Faktor yang berhubungan dengan Kejadian Gizi Kurang pada anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Waru Seram Bagian Timur. Griennasty Siahaya; Zasendy Rehena
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 3, No 3 (2021)
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v3i3.693

Abstract

The degree of public health can be seen from various factors which include indicators of life expectancy, mortality rate, number of visits and nutritional status of the community, especially in toddlers. Toddlers are the age group that most often suffers from malnutrition. Malnutrition or underweight is a toddler's failure to achieve the ideal weight, which can then affect the growth of height. This study aims to determine the factors associated with the incidence of malnutrition in children under five in the working area of the East Waru Seram Health Center. The type of research used is Cross Sectional with a sample of 157 toddlers in the working area of the Waru Health Center. Statistical test using chi-square test using univariate and bivariate analysis. The results of bivariate analysis showed that there was a relationship between exclusive breastfeeding (p = 0.044), consumption patterns (p = 0.44), and environmental sanitation (p = 0.035) with the incidence of malnutrition. The conclusion of this study is that there is a relationship between exclusive breastfeeding, food consumption patterns and environmental sanitation with the incidence of malnutrition in children under five in the working area of the East Waru Seram Health Center. Suggestions for mothers to offer exclusive breastfeeding and always follow posyandu activities.
LITERATURE REVIEW EFEKTIFITAS PEMBERIAN TOPIKAL ASI TERHADAP KECEPATAN WAKTU LEPAS TALI PUSAT DIBANDING DENGAN PEMBERIAN ETHANOL DAN PERAWATAN KERING PADA BAYI BARU LAHIR Selpina Embuai; Moomina Siauta
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 3, No 3 (2021)
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v3i3.659

Abstract

Latar Belakang: Infeksi tali pusat merupakan penyebab penting morbiditas dan mortalitas di negara-negara dengan tingkat insiden setinggi 55-197 per 1000 kelahiran hidup (Ganatra dan Zaidi, 2010 dikutip dalam Allam, 2015). Tiap tahun sekitar 3,3 juta kematian neonatal terjadi di seluruh dunia. Oestergaard et al (2011) melaporkan bahwa, lebih dari 30% disebabkan oleh infeksi. Beberapa dari infeksi tersebut dimulai dari infeksi tali pusat. Daerah tali pusat mendukung pertumbuhan mikroorganisme berbahaya atau beberapa menguntungkan (commensals) sedangkan yang lain berbahaya (misalnya Clostridium tetani). Data kejadian omphalitis di negara-negara berpenghasilan rendah umumnya langka, data yang tersedia memperkirakan risiko berkisar antara 2 dan 77 per 1.000 kelahiran hidup dalam pengaturan rumah sakit, dengan tingkat kematian antara 1% dan 15% tergantung pada definisi omphalitis yang digunakan. (Mir, et al. 2011 dikutip dalam Allam, 2015)Tujuan: Menggambarkan pengaruh efektifitas dari pemberian topical ASI terhadap kecepatan waktu lepas tali pusat dibandingkan dengan pemberian ethanol dan rawat kering pada bayi baru lahirMetode: Sumber artikel yang digunakan didapat dari pencarian melalui Google Scholar, Doaj, Ebscho, Pro Quest, journal of nursing science mulai tahun 2010 sampai dengan 2019. Setelah didapatkan, kemudian dilakukan penilaian artikel sampai tahap pembuatan literature review.Hasil: Review ini menghasilkan efektivitas dari dari pemberian topical ASI terhadap kecepatan waktu lepas tali pusat dibandingkan dengan pemberia ethanol dan rawat kering pada bayi baru lahir.Kesimpulan: Pemberian Topikal Asi pada tali pusat dapat mempercepat waktu terlepasnya tali pusat dan mengurangi angka kejadian infeksi pada tali pusat jika dibandingkan dengan perawatan dengan menggunakan ethanol dan perawatan kering
Pengaruh Edukasi Terhadap Mekanisme Koping Pasien Gagal Ginjal Kronik Dengan Pre Hemodialisa di RSUD Dr. M. Haulussy Kota Ambon Vernando Yanry Lameky; Alisye Siahaya
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v3i1.690

Abstract

Coping mechanism is an active process which uses internal resources and develops new behaviors that aim to grow strength in the individual, reduce the impact of anxiety and even stress in life. The purpose of this study was to determine the effect of education on the coping mechanisms of chronic renal failure patients with pre hemodialysis. This research method is a quasi-experimental design with one group pretest-posttest. The sampling technique used was the accidental sampling method, as many as 60 respondents. The results of the Wilcoxon test showed that the P value = 0.004 < = 0.05, which means that there is an effect of education on the coping mechanisms of patients with chronic kidney failure before and after being given education. Suggestions for patients are to continue to increase knowledge and be active in health education activities. Suggestions for health agencies are to provide optimal counseling so that patients are able to use adaptive coping mechanisms.Keywords: Education; Chronic renal failure; Hemodialysis; Coping mechanism
Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Dini Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Balita di Desa Kamal Kabupaten Seram Bagian Barat Zasendy Rehena
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v3i2.732

Abstract

Stunting (short body) in toddlers is a manifestation of chronic nutritional deficiency. Stunting in toddlers needs special attention because it can hamper the physical and mental development of children. Stunting is associated with an increased risk of illness and death as well as stunted growth of motor and mental abilities. There are many factors that cause stunting, including giving MP-ASI which is too early for babies, namely < 6 months. Children who are given complementary feeding too early are at risk of stunting. The purpose of this study was to determine the relationship between early complementary feeding and the incidence of stunting in under-five children in Kamal Village, West Seram Regency. Methods This research uses descriptive research using a cross sectional design. The study was conducted in December 2020. Sampling was done by purposive sampling method and the number of samples was 80 children under five. The data were analyzed by using the chi square test. The results showed that there was a relationship between early complementary feeding and the incidence of stunting in children under five in Kamal Village with a value of 0,025 < 0,05. Suggestions to health workers to increase mother's knowledge about giving the right MP-ASI for babies through counseling and training. Keywords: Stunting, Complementary Foods for Early Breastfeeding, Toddlers 
HUBUNGAN FAKTOR KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HALONG Ivy Violan Lawalata; Bellytra Talarima; Dolvina Sahulatta
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v3i2.737

Abstract

Hypertension or high blood pressure is the cause of death and high illness. Hypertension as a chronic disease is influenced by several factors. The risk factors for hypertension are divided into non-modifiable risk factors and modifiable risk factors. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of hypertension in the elderly in the working area of the Halong Public Health Center. This study uses an analytical survey method with a cross sectional research design. The sample size was 73 people with purposive sampling technique. The results of the physical activity test with the incidence of hypertension in the elderly obtained a p-value=0.03, smoking habits p-value=0.04, genetic factors p-value=0.03, obesity p-value=0.00. This it can be concluded that there is a relationship between physical activity, smoking habits, genetic factors and obesity with the incidence of hypertension in the elderly in the working area of the Halong Public Health Center. This research is expected to be an illustration to the public to prevent hypertension

Page 5 of 22 | Total Record : 218