cover
Contact Name
Munirah Tuli
Contact Email
munirahtuli@ung.ac.id
Phone
+62251-8622935
Journal Mail Official
marfish.journal@gmail.com
Editorial Address
Department of Fisheries Resources Utilization Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Bogor Agricultural University.
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
ISSN : 20874235     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.29244/jmf.6.2.109-117
Core Subject : Social,
Aims: MARINE FISHERIES aims to publish an original research focused on technology and management of capture fisheries, such as fishing equipment, management and transportation of fishing vessel, port management, and technology of capture fisheries.
Articles 306 Documents
SASARAN STRATEGIS PENGEMBANGAN MODEL KLUSTER INDUSTRI PERIKANAN TANGKAP (Strategic objectives for Cluster Development Model of Capture Fisheries Industry) Tri Wiji Nurani; . Ardani; Ernani Lubis
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 5 No. 2 (2014): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.022 KB) | DOI: 10.29244/jmf.5.2.109-118

Abstract

ABSTRACTCluster model in fisheries industry base on leading commodity is a policies initiated by the Ministry of Fisheries and Marine Affairs to promote the accelerated development of marine and fisheries sector. Palabuhanratu is one of the areas designated as fisheries industry cluster development. The successful development of the program needs to be evaluated by measurable indicators. This study aims to formulate strategic goals as a measure of the success of the development model of capture fisheries industrial clusters in Palabuhanratu. SWOT analysis and balanced scorecard are used to formulate a strategy and a benchmark for the success of the program. The study states that the strategic objectives of capture fisheries industry cluster development in Palabuhanratu should be able to synergize the interests of actors and interests among sectors in order to create industries competitiveness and productiveness. Factors of successinclude8 strategic targets with 17 benchmarks are covered in 4 perspectives: customer and stakeholder perspective, financial, internal business and institutional perspective. Strategic objectives include balancing utilization and conservation, continuity of production, quality, customer satisfaction, supply chain integration, partnerships, and commitment among the actors in the development of the program.Keywords: cluster industry model, Palabuhanratu, capture fisheries, strategic objective, benchmark-------ABSTRAKModel kluster industri perikanan berbasis komoditas unggulan merupakan kebijakan yang digulirkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mendorong percepatan pembangunan sektor kelautan dan perikanan. Palabuhanratu merupakan salah satu lokasi yang ditetapkan sebagai kawasan pengembangan kluster industri perikanan tangkap. Keberhasilan pengembangan program perlu dievaluasi melalui indikator yang terukur. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sasaran strategis sebagai tolok ukur keberhasilan pengembangan model kluster industri perikanan tangkap di Palabuhanratu. Analisis SWOT dan balanced scorecard digunakan untuk merumuskan strategi dan tolok ukur keberhasilan program. Hasil penelitian menyatakan bahwa sasaran strategis pengembangan kluster industri perikanan tangkap di Palabuhanratu harus dapat mensinergikan kepentingan para pelaku dan kepentingan antar sektor untuk dapat menciptakan industri yang memiliki daya saing dan produktif. Faktor keberhasilan mencakup 8 sasaran strategis, dengan 17 tolok ukur keberhasilan yang tercakup dalam 4 perspektif yaitu perpektif pelanggan dan stakeholder, keuangan, bisnis internal dan perspektif kelembagaan. Sasaran strategis meliputi keseimbangan pemanfaatan dan konservasi, kontinuitas produksi, mutu, kepuasan pelanggan, integrasi rantai pasok, kemitraan, dan komitmen diantara para pelaku dalam pengembangan program.Kata kunci: model kluster industri, Palabuhanratu, perikanan tangkap, sasaran strategis, tolok ukur
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN SAMPINGAN DAN IKAN TARGET PERIKANAN RAWAI TUNA BAGIAN TIMUR SAMUDERA HINDIA (Catch Composition of By-Catch and Target Species on Tuna Longline Fisheries in Eastern Indian Ocean) Dian Novianto; Budi Nugraha
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 5 No. 2 (2014): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.368 KB) | DOI: 10.29244/jmf.5.2.119-127

Abstract

ABSTRACTTuna longline operations also capture other than tuna species are known as by-catch are caught accidentally due to the ecological linkages. This study aims to identify the species composition of by-catch and try to analyzed the interaction of non-target species with tuna species as the target species on tuna longline fishery in the eastern Indian Ocean. Surveillance was conducted on February 2013-January 2014 by following 7 commercial tuna longliners vessel with fishing operations for 226 days. The results showed there were 36 species, where the target species consists of 4 tuna species (26.11%) and 32 by-catch species consist of by-product (24.08%) and that is not utilized (discards, 49.74%). The Results of by-catch are consists of a lancetfish (Alepisaurus spp., 42.87%), pelagic stingray (Pteroplatytrygon violacea, 22.05%), escolar (Lepidocybium flavobrunneum, 10.22%) and sickle pomfret (Taractichthys steindachneri, 8.21%), while for other species consists of are billfishes (6 species), shark and rays species (10 species), bony fishes (11 species) and turtles (olive ridley).Keywords: by-catch, tuna longline, Indian ocean-------ABSTRAKPengoperasian rawai tuna juga menangkap jenis-jenis lain selain tuna yang dikenal dengan sebutan hasil tangkap sampingan (HTS atau by-catch) yang tertangkap secara tidak sengaja dikarenakan adanya keterkaitan secara ekologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi jenis hasil tangkap sampingan dan mencoba menganalisis hubungan interaksi ikan hasil tangkap sampingan dengan ikan tuna sebagai tangkapan utama (target species) pada perikanan rawai tuna di bagian timur Samudera Hindia. Pengamatan dilakukan pada bulan Februari 2013-Januari 2014 dengan mengikuti kegiatan operasi penangkapan 7 kapal rawai tuna komersial dengan selama 226 hari operasi penangkapan. Hasil penelitian menunjukkanterdapat 35 jenis ikan dan 1 jenis penyu dimana target utama terdiri dari 4 jenis ikan (26,11%) dan hasil tangkapan sampingan 31 jenis ikan dan 1 jenis penyu dimana yang dimanfaatkan (by-product) (24,08%) dan yang tidak dimanfaatkan (discards) (49,74%). Hasil tangkapan sampingan berturut-turut didominasi oleh ikan naga (Alepisaurus spp., 42,87%), pari lemer (Pteroplatytrygon violacea, 22,05%), ikan setan (Lepidocybium flavobrunneum, 10,22%) dan bawal sabit (Taractichthys steindachneri, 8,21%), selanjutnya juga tertangkap jenis paruh panjang (billfish, 6 spesies), jenis cucut dan pari (elasmobranchii, 10 spesies), jenis teleostei (bony fishes,11 spesies) dan penyu lekang (Lepidochelys olivacea).Kata kunci: Hasil tangkap sampingan, rawai tuna, Samudera Hindia
ANALISIS OPTIMASI ARMADA PENANGKAPAN MADIDIHANG SKALA KECIL DI KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT (Fishing Fleet Optimization Analysis of Small Scale Yellowfin Tuna in West Seram Regency) Ruslan H.S. Tawari; Domu Simbolon; Ari Purbayanto; Am Azbas Taurusman
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 5 No. 2 (2014): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.406 KB) | DOI: 10.29244/jmf.5.2.129-137

Abstract

ABSTRACTOptimum allocation of catching fleet must be determined optimally so that the level of utilization of fish resources is not excessive and prevent horizontal conflicts among fishermen in getting the same fishing area in the future. This study aims to determine the optimum allocation of catching yellowfin small-scale units in the district of West Seram. Research using the linear goal programming (LGP). To optimize the number of fishing unit, this study suggested that increasing number of the 40 HP fishing boat size from 25 to 38 units, while for the boat of 18 and 15 HP sizes should be maintained on the actual number of 55 and 45 units, respectively. The allocation does not reduce unit allocation of certain existing arrest, thus avoiding conflict and socially friendly.Keywords: allocation, optimum, fishing fleet, small-scale-------ABSTRAKAlokasi optimum armada penangkapan harus ditentukan secara optimal agar tingkat pemanfaatan potensi sumber daya ikan tidak berlebihan dan mencegah timbulnya konflik horizontal antar nelayan dalam memperebutkan daerah penangkapan yang sama di kemudian hari. Penelitian ini bertujuan menentukan alokasi optimum unit penangkapan madidihang skala kecil di Kabupaten Seram Bagian Barat. Penelitian menggunakan metode Linier Goal Programming (LGP). Optimasi unit penangkapan madidihang, menunjukkan terjadi peningkatan pada alokasi unit penangkapan armada 40 PK dari 25 unit menjadi 38 unit, sedangkan armada 18 PK dan armada 15 PK dipertahankan sesuai kondisi aktualnya masing-masing 55 unit dan 45 unit. Pengaturan alokasi ini tidak mengurangi alokasi unit penangkapan tertentu yang sudah ada, sehingga menghindari konflik dan ramah secara sosial.Kata kunci: alokasi, optimum, armada penangkapan, skala kecil
RANCANG BANGUN BUBU ELVER SPIRAL (Desain of Elver Spiral Traps) Misbah Sururi; Gondo Puspito
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 5 No. 2 (2014): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.769 KB) | DOI: 10.29244/jmf.5.2.139-147

Abstract

ABSTRACTPVC trap is used by fisherman in the southern Java Island waters to capture elver or juvenile eels measuring < 10 gr. One of some problems is how difficult the traps transportation in great quantities. This study tried to design a new trap from spiral little iron material as frame construction. The aim is toward easy tobe shorted so became simple transportation of traps. All experiments were conducted on the Fishing Gear Laboratory, Bogor Agricultural University. The study is divided into two stages, that are design of spiral traps and testing the effectiveness of a spiral trap with two pipe traps, that are elver traps modification (Sururi et al. 2014) and fisherman‘s traps as control. The entire test was conducted in the experimental tank containing between 60 elvers with 20 times repetition. The soaking time were done within 20 minutes of observation each. Spiral traps design giving simpler and easier in transporting traps, because ist weight is 0.24 kg or 3.25 time less weigh than elver traps modification and 2.16 time less weight than fisherman traps. Beside, spiral traps can be shorted to 6 cm, or 8.3 time shorter than elver traps modification and 5 time shorter than fisherman traps. The results showed that spiral traps construction caught 286 individuals or more than elver traps modification (165 individuals) and fishermen’s traps (43 individuals).Keywords: PVC traps, elver, ijep, spiral traps-------ABSTRAKBubu elver digunakan oleh nelayan di perairan selatan Pulau Jawa untuk menangkap elver atau juvenil sidat berukuran < 10 g. Salah satu permasalahannya, pengangkutan bubu dalam jumlah banyak cukup sulit dilakukan. Penelitian ini mencoba merancang bubu dari material kawat besi berbentuk spiral agar bubu dapat dipendekkan sehingga memudahkan dalam pengangkutan-nya. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bahan dan Alat Penangkapan Ikan, Institut Pertanian Bogor. Kegiatan terdiri atas 2 bagian, yaitu perancangan bubu dan pengujian bubu elver spiral dibandingkan dengan bubu elver modifikasi (Sururi et al. 2014) dan bubu elver milik nelayan sebagai kontrol. Pengujian dilakukan di dalam tangki percobaan yang berisi 60 elver sebanyak 20 ulangan. Lama perendaman bubu 20 menit per ulangan. Bubu elver spiral lebih simpel dan mudah dalam pengangkutannya, karena berat bubu hanya 0,24 kg atau 3,25 kali lebih ringan dari bubu elver modifikasi dan 2,16 kali lebih ringan dari bubu elver standar. Selain itu, bubu elver spiral juga dapat dipendekkan hingga 6 cm, atau 8,3 kali lebih pendek dari bubu elver modifikasi dan 5 kali lebih pendek dari bubu elver standar. Berdasarkan hasil pengujian, bubu elver spiral memerangkap elver sejumlah 286 ekor, atau lebih banyak dibandingkan dengan bubu elver modifikasi 165 ekor dan bubu elver standar 43 ekor.Kata kunci: Bubu elver, elver, ijep, bubu spiral
ANALISIS SUMBERDAYA IKAN TEMBANG (Sardinella fimbriata) DI PERAIRAN SELAT SUNDA YANG DIDARATKAN DI PPP LABUAN, BANTEN (Analysis of Fringescale Sardinella (Sardinella fimbriata) Resources in Sunda Strait that Landed on PPP Labuan, Banten) Rodearni Simarmata; Mennofatria Boer; Achmad Fahrudin
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 5 No. 2 (2014): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.605 KB) | DOI: 10.29244/jmf.5.2.149-154

Abstract

ABSTRACTFringescale sardinella (Sardinella fimbriata) is one of the economically important fish resources found in Sunda Strait waters. High economic value with the increasing demand of fish makes it as one of the main targets of capture. Intensive utilization on fringescale sardinella resulted in overfishing. The aim of this research is to identify production pattern, fishing ground, fishing season pattern and appropriate alternative management. This research carried out on April to June 2014. The results show that fringescale sardinella has a fluctuated production pattern. Fishing season for fringescale sardinella is on May-October, while the fringescale sardinella bad season (low catches) is on March. Fishing ground for fringescale sardinella in Sunda Strait waters are Labuan Bay, Tanjung Lesung, Sumur, Panaitan Strait, Rakata Island, Ujung Kulon, Sebesi Island, Tanjung Alang-alang, and Peucang Island. Management for fringescale sardinella can be accomplished by increase the mesh size, management fishing season (open-close system) and fishing areas.Keywords: Fringescale sardinella, management, PPP Labuan, Sunda Strait-------ABSTRAKIkan tembang (Sardinella fimbriata) merupakan salah satu sumberdaya ikan ekonomis penting di perairan Selat Sunda. Nilai ekonomis yang tinggi serta pemanfaatan yang terus meningkat menjadikan ikan ini sebagai salah satu target utama penangkapan. Pemanfaatan intensif sumberdaya ikan tembang dapat mengakibatkan tangkap lebih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola produksi, daerah tangkapan, pola musim penangkapan serta mengidentifikasi alternatif pengelolaan yang lebih tepat. Penelitian ini dilaksanakan pada April hingga Juni 2014. Hasil penelitian menunjukkan pola produksi ikan tembang berfluktuatif. Musim penangkapan ikan tembang terjadi pada bulan Mei-September sedangkan musim paceklik berada pada bulan Maret. Sebaran wilayah penangkapan berada di sekitar perairan Selat Sunda yakni Teluk Labuan, Tanjung Lesung, Sumur, Selat Panaitan, Rakata, Ujung Kulon, Pulau Sebesi, Tanjung Alang-alang, dan Pulau Peucang. Pengelolaan ikan tembang dapat dilakukan dengan memperbesar ukuran mata jaring, pengaturan musim penangkapan dan daerah tangkapan.Kata kunci: Ikan tembang, pengelolaan, PPP Labuan, Selat Sunda
SELEKSI UMPAN DAN BENTUK PERANGKAP PLASTIK UNTUK MENANGKAP KEONG MACAN (Selection on Bait and Shape of Plastic Trap in Catching Babylon Snail) Gondo Puspito; Ayu Adhita Damayanti
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 5 No. 2 (2014): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.326 KB) | DOI: 10.29244/jmf.5.2.155-161

Abstract

ABSTRACTThe paper describes the result of experimental research on plastic trap to catch babylon snail (Babylonia spirata). The aims of the research were to have the effective shape of trap to catch babylon snail. The shapes of trap were dome, truncated pyramid, and block. While, 2 kinds of baits were shark (Rhinodon typicus) and sardine (Sardinella spp.). Result showed that babylon snail preferred bait of sardine to shark. The truncated pyramid trap was more effective than dome and block trap. Each trap cauht 22, 16 and 4 babylon snail, respectively.Keywords: Plastic trap, babylon snail and Palabuhanratu--------ABSTRAKTulisan ini menjelaskan hasil uji coba perangkap plastik untuk menangkap keong macan (Babylonia spirata). Penelitian ditujukan untuk mendapatkan bentuk perangkap yang efektif menangkap keong macan. Bentuk trap berupa kubah, limas terpancung dan balok. Adapun 2 jenis umpan yang digunakan adalah tembang (Sardinella spp.) dan cucut (Rhinodon typicus). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keong macan lebih menyukai umpan tembang dibandingkan dengan hiu. Perangkap bentuk limas terpancung lebih efectif dibandingkan dengan perangkap bentuk kubah dan balok. Masing-masing perangkap menangkap 22, 16 dan 4 keong macan.Kata kunci: Perangkap plastik, keong macan dan Palabuhanratu
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PERIKANAN PUKAT CINCIN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) LAMPULO BANDA ACEH PROPINSI ACEH (Analysis Financial Fisheries of Purse Seine in Lampulo Fishing Port Banda Aceh Provinsi Aceh) . Neliyana; Budy Wiryawan; Eko Sri Wiyono; Tri Wiji Nurani
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 5 No. 2 (2014): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.717 KB) | DOI: 10.29244/jmf.5.2.163-169

Abstract

ABSTRACTThis research was realized in January-February 2013 at Lampulo Fishing Port Banda Aceh. Sample were selected using purposive sampling. Data used in this reseach is primary data and sekundary data. Method analyzes data used descriptive method and analysis financial. The Results of this study show that of the purse seine fisheries feasibility between the daily and weekly still qualified and feasible to continued. The calculations results of the purse seine fisheries feasibility between the daily Net Present Value (NPV) 294,909,091, IRR 12.10% and B/C 10.47. The calculations results of the purse seine fisheries feasibility between the weekly Net Present Value (NPV) Rp 2,703,945,455, IRR 12.14% and B/C 13.86.Key words: Analysis financial, lampulo, fisheries, purse seine-------ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan mulai Januari sampai Februari 2013 di pelabuhan perikanan pantai (PPP) Lampulo Banda Aceh. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Data yang diambil data primer dan sekunder. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis finansial usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha perikanan pukat cincin harian dan mingguan di Lampulo memenuhi persyaratan dan masih layak dilanjutkan. Hasil perhitungan kelayakan usaha pada usaha perikanan pukat cincin harian Net Present Value (NPV) Rp 294.909.091, IRR 12,10% dan B/C 10,47. Hasil perhitungan kelayakan usaha pada usaha perikanan pukat cincin mingguan Net Present Value (NPV) Rp 2.703.945.455, IRR 12,14% dan B/C 13,86.Kata kunci: kelayakan usaha, Lampulo, perikanan, pukat cincin
SISTEM RANTAI PASOK TUNA LOIN DI PERAIRAN MALUKU (Supply Chain System of Tuna Loin in Maluku Waters) Arinto Kuncoro Jati; Tri Wiji Nurani; Budhi H. Iskandar
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 5 No. 2 (2014): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.752 KB) | DOI: 10.29244/jmf.5.2.171-180

Abstract

ABSTRACTFishing operation pattern in Maluku waters are highly dependent on natural conditions and others supporting technical factors such as fuel supply and other operational capital which generally unstructured and unmeasureable fishing operation management pattern. One important factor in determining quality control process is supplying-chain factor, i.e. loin tuna distribution which ranging from fish hooked on the ship until the receiving product by the consumer. The objectives of this study is to describe loin tuna supply chain system in Maluku. The supply chain was analyzed by using black box diagram system approach and market integration model used to identify a valuate the relationship of each supply chain component with destined market. The results showed that there is no market integration between Japanese markets and Maluku, but there is long term cooperation between American market and Maluku.Keywords: tuna loin, supply chain,market integration, Maluku-------ABSTRAKPola penangkapan ikan tuna oleh nelayan di perairan Maluku sangat bergantung pada faktor kondisi alam dan teknis pendukung operasi penangkapan, seperti ketersediaan bahan bakar serta modal operasional. Hal ini berarti secara umum nelayan belum memiliki pola manajemen operasi penangkapan yang terstruktur dan terukur. Salah satu faktor yang sangat berperan dalam penentuan proses pengendalian mutu adalah rantai pasok (supply chain), yaitu proses distribusi barang (tuna loin) mulai dari produksi ikan di atas kapal hingga produk dikonsumsi oleh konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan dan menganalisa sistem rantai pasok pada produk tuna loin di Maluku. Analisis rantai pasok (supply chain) dengan pendekatan deskriptif dan model integrasi pasar digunakan untuk mengidentifikasikan sistem rantai pasok dan melihat seberapa jauh hubungan masing-masing elemen rantai pasok dengan pasar tujuan. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi integrasi antara pasar Jepang dengan Maluku, sedangkan pasar Amerika dan Maluku terintegrasi dalam jangka panjang.Kata kunci: tuna loin, rantai pasok (supply chain), integrasi pasar, Maluku
ASPEK KESELAMATAN DITINJAU DARI STABILITAS KAPAL DAN REGULASI PADA KAPAL POLE AND LINE DI BITUNG, SULAWESI UTARA (Safety Aspects Pole and liner From Ship Stability and Regulation Point of View in Bitung, North Sulawesi) Yuli Purwanto; Budhi H. Iskandar; Mohammad Imron; Budy Wiryawan
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 5 No. 2 (2014): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.747 KB) | DOI: 10.29244/jmf.5.2.181-191

Abstract

ABSTRACTHas become a common understanding that fishing is a risky job, so the safety aspects on board is an important factor that must be considered. Fishing vessels should also be supported with design and good stability, so that fishing activities can run smoothly and avoid the danger of accidents. Pole and liner in Bitung is quite varied and the ships were built in traditional dockyard and not based on the calculation and construction planning and design. One of the instruments on fishing vessel operational safety assurance is the implementation of the regulation, both nationally and internationally. At the international level, many regulations governing the safety of the ship in respect of fish. While national regulations relating to the safety of fishing vessels has not been consistent and in harmony, hence the assessment regulations relating to fishing vessel safety improvement needs to be done to determine the extent of the responsibility of government and the extent of the application of the existing rules. The general objective of this study was to determine the safety aspects of pole and line vessels, while the specific goal are: (1) review and analyze to get the quality stability of the ship (2) identify and assess safety-related regulatory review pole and line vessels in Bitung. The results showed that the quality of the stability of the vessel pole and line in the four conditions of the charge distribution in a state of good stability. It is represented by the value of all the parameters that are above the standard value IMO. In the simulated load conditions, the maximum GZ value at the time the vessel is in operation, while the GZ smallest value in an empty load case ship condition. There are seven international policy and five national policies relevant to the safety of fishing vessels. International policies clearly have established the safety of the ship and crew of fishing vessels, but implementation at the national level is still lacking and not aligned.Keywords: pole and liner, quality stability, regulation-------ABSTRAKTelah menjadi pemahaman umum bahwa kegiatan penangkapan ikan merupakan suatu pekerjaan beresiko, sehingga aspek keselamatan diatas kapal merupakan faktor terpenting yang harus diperhatikan. Kapal ikan juga harus didukung dengan desain dan stabilitas yang baik, sehingga kegiatan penangkapan ikan dapat berjalan lancar dan terhindar dari bahaya kecelakaan. Armada kapal pole and line di Bitung cukup bervariasi dan kapal-kapal tersebut dibangun digalangan tradisional yang tidak berdasarkan perhitungan dan perencanaan konstruksi dan desain. Salah satu instrumen dalam jaminan keselamatan operasional kapal ikan adalah pelaksanaan peraturan, baik nasional maupun internasional. Pada tingkat internasional, banyak regulasi yang mengatur berkenaan dengan keselamatan kapal ikan. Sementara peraturan nasional yang berkaitan dengan keselamatan kapal ikan belum sejalan dan selaras, karenanya pengkajian regulasi terkait dengan peningkatan keselamatan kapal ikan perlu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tanggung jawab pemerintah dan sejauh mana penerapan aturan yang ada. Tujuan umum dari penelitian ini adalah menentukan aspek keselamatan kapal pole and line, sedangkan tujuan khususnya adalah: (1) mengkaji dan menganalisis untuk mendapatkan kualitas stabilitas kapal (2) mengidentifikasi dan mengkaji tinjauan regulasi terkait keselamatan kapal pole and line di Bitung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas stabilitas kapal pole and line pada empat kondisi distribusi muatan dalam keadaan stabilitas yang baik. Hal ini diwakili oleh nilai semua parameter yang berada di atas nilai standar IMO. Pada kondisi simulasi muatan, nilai GZ maksimum berada pada saat kapal beroperasi, sementara nilai GZ terkecil pada kondisi kapal muatan kosong. Terdapat tujuh kebijakan internasional dan lima kebijakan nasional yang relevan dengan keselamatan kapal ikan. Kebijakan internasional jelas telah menetapkan keselamatan kapal dan awak kapal penangkap ikan, tetapi implementasi di tingkat nasional masih kurang dan belum selaras.Kata kunci: Kapal pole and line, kualitas stabilitas, regulasi
POLA MUSIM DAN DAERAH PENANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI PERAIRAN KABUPATEN PANGKEP (Season And Patterns of Catching Swimming Crab (Portunus pelagicus) in Pangkep Waters Regency) . Ihsan; Eko Sri Wiyono; Sugeng Hari Wisudo; John Haluan
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 5 No. 2 (2014): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.822 KB) | DOI: 10.29244/jmf.5.2.193-200

Abstract

ABSTRACTThe season patern of swimming crab is influenced by rekruitman amount generated by each individual crab in the fishing ground. This study aims to assess the pattern of fishing crab season and the fishing ground as a participatory method in Pangkep water Regency. The data collected consisted of primary and secondary data. Data analysis was performed using the technique of time series analysis on the catch per unit of fishing effort crab monthly during the last six years. The peak season is catching crabs at IMP> 1% which took place in June and September. The highest percentage of catches in the fishing ground is in September which is 11.71% and lowest in April which amounted to 5.77%. The results of the analysis of index fishing season of crabs is throughout the year at the fishing area in Pangkep waters.Keywords: Analysis, Season Patern, Fishing Ground, Swimming Crabs-------ABSTRAKPola musim rajungan dipengaruhi oleh jumlah rekruitman yang dihasilkan oleh setiap individu rajungan di daerah penangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola musim penangkapan rajungan dan daerah penangkapan rajungan secara partisipatif di perairan Kabupaten Pangkep. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Analisis data yang dilakukan adalah menggunakan teknik analisis deret waktu (time series) terhadap hasil tangkapan per satuan upaya penangkapan bulanan rajungan selama enam tahun terakhir. Musim puncak penangkapan rajungan berada pada IMP > 1 % yakni berlangsung pada bulan Juni dan September. Persentase tangkapan tertinggi di daerah penangkapan adalah pada bulan September yakni 11,71 % dan terendah pada bulan April yakni sebesar 5,77 %. Hasil analisis indeks musim penangkapan (IMP) rajungan dilakukan sepanjang tahun di daerah penangkapan di perairan Kabupaten Pangkep.Kata kunci: Analisis; Pola Musim; Daerah Penangkapan; Rajungan

Page 9 of 31 | Total Record : 306


Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 2 (2025): Marine Fisheries: Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 16 No. 1 (2025): Marine Fisheries: Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 15 No. 2 (2024): Marine Fisheries: Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 15 No. 1 (2024): Marine Fisheries: Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 14 No. 2 (2023): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 14 No. 1 (2023): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 13 No. 2 (2022): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 13 No. 1 (2022): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 12 No. 2 (2021): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 12 No. 1 (2021): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 11 No. 2 (2020): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 11 No. 1 (2020): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 10 No. 2 (2019): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 10 No. 1 (2019): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 9 No. 2 (2018): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 9 No. 1 (2018): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 8 No. 2 (2017): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 8 No. 1 (2017): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 7 No. 2 (2016): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 7 No. 1 (2016): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 6 No. 2 (2015): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 6 No. 1 (2015): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 5 No. 2 (2014): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 5 No. 1 (2014): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 4 No. 2 (2013): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 4 No. 1 (2013): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 3 No. 2 (2012): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 3 No. 1 (2012): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 2 No. 2 (2011): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 2 No. 1 (2011): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 1 No. 2 (2010): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut More Issue