cover
Contact Name
Munirah Tuli
Contact Email
munirahtuli@ung.ac.id
Phone
+62251-8622935
Journal Mail Official
marfish.journal@gmail.com
Editorial Address
Department of Fisheries Resources Utilization Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Bogor Agricultural University.
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
ISSN : 20874235     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.29244/jmf.6.2.109-117
Core Subject : Social,
Aims: MARINE FISHERIES aims to publish an original research focused on technology and management of capture fisheries, such as fishing equipment, management and transportation of fishing vessel, port management, and technology of capture fisheries.
Articles 311 Documents
ANALISIS SUMBERDAYA IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DI PERAIRAN KABUPATEN POHUWATO, PROVINSI GORONTALO (Resource Analysis of Skipjack (Katsuwonus pelamis) in Pohuwato, Gorontalo Province) Munirah Tuli; Mennofatria Boer; Luky Adrianto
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 6 No. 2 (2015): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.416 KB) | DOI: 10.29244/jmf.6.2.109-117

Abstract

ABSTRACTSkipjack (Katsuwonus pelamis) is the one commodity that the waters of the Gulf of Tomini which potential and high economic value, and the fishermen used with various types of fishing technology. The aims of this study was to see whether the fish catches of skipjack influenced by extrinsic factors such as zones, depth, and season and knowing revenue per fishing effort. This study used primary data, especially on fish resources obtained through direct observation of research and interviews with actors fishery (fishing/crew, ship owners, collectors, officers TPI and other stakeholders), and the option to use a list of questions/questionnaire structured according to the research objectives. Secondary data were collected through the reporting of fisheries statistics include statistical data of domestic fisheries (RTP), statistics fleets and fishing gear, production data from the Department of Fisheries and Marine Gorontalo Province, Department of Fisheries and Marine Pohuwato, the Central Bureau of Statistics of Gorontalo Province Development Planning Agency Regional and Tomini Bay Sustainable Coastal Livelihoods and Management (SUSCLAM). In addition, a variety of literature supporting this research e.g. scientific publications, local publications and other documents. Data analysis was performed using resources through the stock abundance index data recording catches and the number of trips/boat/gear in the time series, to determine the allocation of fishing effort on the abundance of fish. Next will be the calculation of the catch per effort (CPUE, Catch per Unit of Effort). Analysis of the allocation of fishing effort done using monthly seasonal index (%), and forecasts an economic advantage by analysis Revenue per Unit Effort (RPUEj). The results of the study explained that the test results obtained by a factor wald gear types, depths and seasons significant effect on catches of tuna with a p-value <5%. The zone does not affect the catches of skipjack. Based on the Monthly Seasonal Index (Ij) that Ij the August high of 69, 05% then followed in July by 65, 94%. The results of the analysis Revenue per Unit Effort (RPUEj), the value of the highest RPUE for flying fish and tuna occur on in October of IDR 102,325,862.Keywords: resource analysis, skipjack, PahuwatoABSTRAKIkan cakalang (Katsuwonus pelamis) merupakan salah satu komoditas perikanan di perairan Teluk Tomini yang potensial dan bernilai ekonomi tinggi, dimanfaatkan nelayan dengan berbagai jenis teknologi penangkapan ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah hasil tangkapan ikan cakalang di pengaruhi oleh faktor ekstrinsik seperti zona, kedalaman, dan musim dan mengetahui pendapatan per upaya tangkap. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer khususnya tentang sumberdaya ikan yang diperoleh melalui pengamatan langsung di lokasi penelitian dan wawancara dengan para pelaku perikanan (nelayan/ABK, pemilik kapal, pengumpul, petugas TPI dan stakeholders lainnya), dan pilihan dengan menggunakan daftar pertanyaan/kuisioner yang terstruktur sesuai dengan tujuan penelitian. Data sekunder yang dikumpulkan melalui laporan statistik perikanan mencakup data statistik rumah tangga perikanan (RTP), statistik armada dan alat tangkap, data produksi dari Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Gorontalo, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pohuwato, Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah serta Tomini Bay Sustainable Coastal Livelihoods and Management (SUSCLAM). Selain itu, berbagai literatur yang mendukung penelitian ini misalkan publikasi ilmiah, publikasi daerah dan dokumen lainnya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Indeks kelimpahan stok sumberdaya melalui.pencatatan data hasil tangkapandan jumlah trip/kapal/alat tangkap secara runtun waktu,untuk mengetahui alokasi upaya penangkapan terhadap kelimpahan ikan. Selanjutnya akan dilakukan penghitungan hasil tangkapan per upaya (CPUE, Catch per Unit of Effort). Analisis alokasi usaha penangkapan dilakukan dengan menggunakan indeks musiman bulanan (%), dan prakiraan keuntungan ekonomi dengan analisis Revenue Per Unit Effort (RPUEj). Hasil penelitian menjelaskan bahwa dari hasil uji wald diperoleh faktor jenis alat tangkap, kedalaman dan musim berpengaruh signifikan terhadap hasil tangkapan ikan cakalang dengan p-value<5%. Adapun zona tidak berpengaruh terhadap hasil tangkapan ikan cakalang.Berdasarkan Indeks Musiman Bulanan (Ij) bahwa Ij bulan Agustus yang tertinggi sebesar 69, 05 % kemudian di ikuti bulan Juli sebesar 65, 94 %.Hasil analisisRevenue Per Unit Effort (RPUEj), nilai RPUE tertinggi untuk ikan layang dan ikan cakalang terjadi pada bulan Oktober sebesar Rp 102,325,862.Kata kunci: analisis sumberdaya ikan, ikan cakalang, Pahuwato
ANALISIS DEGRADASI DAN DEPRESIASI SUMBERDAYA IKAN DEMERSAL PADA PERIKANAN DOGOL DI PERAIRAN SELAT SUNDA (Degradation and Depreciation Analysis of Demersal Fish Resources on Dogol Fisheries in Sunda Strait) Selvia Oktaviyani; Mennofatria Boer; . Yonvitner
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 6 No. 2 (2015): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.641 KB) | DOI: 10.29244/jmf.6.2.119-128

Abstract

ABSTRACTDogol is one type of fishing gear which is operated by fisherman in Sunda Strait with demersal fishes as dominant catches, such as goatfish, threadfin brean, ponyfish, Indian halibut and drums.The utilization was done throughout the year and without control can lead to overfishing. The aim of this research is to estimate degradation and the depreciation rate of demersal fish resources of dogol fisheries in Sunda Strait. This research was conducted on February until July 2014 in Coastal Fishing Port (PPP) Labuan, Pandeglang, Banten. Data was collected through interview and questionnaire methods to dogol fisherman and other stakeholders, as well as time series data from Ministry of Marine Affairs Pandeglang district. The results showed that the average value of degradation and depreciation rate of demersal fish resources were 0,26-0,42 and 0,26-0,43 respectively. Those values still below 0,5, it means that demersal fish resources on dogol fisheries in Sunda Strait has not been degraded and depreciation. But, the CPUE values tended to decrease, so was needed preventive action, such as restriction of fishing effort and increase the mesh size to preserve the sustainability of demersal fish resources.Keywords: Degradation, demersal fish, depreciation, dogol, Sunda StraitABSTRAKDogol merupakan salah satu jenis alat tangkap yang dioperasikan oleh nelayan di Perairan Selat Sunda dengan hasil tangkapan dominan yaitu ikan demersal seperti ikan biji nangka, kurisi, peperek, sebelah dan tigawaja. Kegiatan pemanfaatan yang dilakukan sepanjang tahun dengan tidak adanya pengontrolan dapat mengakibatkan tangkap lebih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui laju degradasi dan laju depresiasi sumberdaya ikan demersal pada perikanan dogol di Perairan Selat Sunda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juli 2014 di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Labuan, Pandeglang, Banten. Pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara dan kuisioner terhadap nelayan dogol dan stakeholder lainnya serta data time series perikanan tangkap DKP Kabupaten Pandeglang. Hasil menunjukkan bahwa sumberdaya ikan demersal memiliki pola produksi yang berfluktuasi. Rata-rata nilai koefisien degradasi dan depresiasi sumberdaya ikan demersal adalah 0,26-0,42 dan 0,26-0,43 secara berurutan. Nilai-nilai tersebut masih dibawah 0,5, artinya sumberdaya ikan demersal pada perikanan dogol di Perairan Selat Sunda diduga belum mengalami degradasi dan depresiasi. Namun, nilai CPUE cenderung mengalami penurunan, sehingga diperlukan tindakan preventif seperti pembatasan upaya tangkap dan peningkatan ukuran mata jaring untuk menjaga kelestarian sumberdaya ikan demersal.Kata kunci: Degradasi, ikan demersal, depresiasi, dogol, Selat Sunda
PRODUKTIVITAS PENANGKAPAN IKAN PELAGIS BESAR MENGGUNAKAN PANCING ULUR YANG BERPANGKALAN DI KABUPATEN MAJENE (Large Pelagic Fisheries Productivity by Using Handline Based in Majene District) Alfa FP. Nelwan; . Sudirman; Mukti Zainuddin; Muh. Kurnia
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 6 No. 2 (2015): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.383 KB) | DOI: 10.29244/jmf.6.2.129-142

Abstract

-------ABSTRACTLarge pelagic fish is a fishery commodity which has a high economic value, so its development can improve the economy of communities and regions. The aim of this study was to determine the fishing productivity of large pelagic fisheries using handline. This research was conducted in July until September 2012. This study examines the fishing productivity of handling with operated by a fisherman in Majene district, West Sulawesi. Fishing activity utilizing FADs as a fishing ground. Fishing Productivity was obtained from the weight ratio of the amount of catches and duration of fishing time. Fishing productivity is determined for each type of fish catches, namely skipjack tuna (Katsuwonus Pelamis), yellowfin tuna (Thunnus albacares), and mackerel tuna (Auxis thazard). The proportion of the total catches of skipjack tuna showed greater than other fish species. The relationship between fishing productivity with the time fishing is declining with increasing duration of time fishing. Cluster analysis showed that there are two clusters of fishing productivity for 23 fishing activity. Fishing ground with the largest production was in the FADs in 118031'44,8''E and 118°34'16.0"E, and 04030'25.6"S and 118029'37,3''BT. Large pelagic fish species observed is the skipjack tuna (Katsuwonus pelamis), yellowfin tuna (Thunnus albacares), and tongkol (Auxis hazard). Fishing productivity shows the downward trend and the fishing ground for the production of tuna, mackerel and yellowfin tuna fish highest in FADs at position 04026’06,3”S and 118031’44,8’’E ; 04030’25.6”S and 118029’37,3’’E.Keywords: FADs, fishing productivity, handline, large pelagic, majeneABSTRAKIkan pelagis besar merupakan salah satu komoditi perikanan yang memiliki nilai ekonomi yang relatif tinggi, sehingga pengembangan perikanan pelagis besar dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan daerah. Tujuan penelitian ini adalah menentukan produktivitas penangkapan ikan pelagis besar menggunakan pancing ulur. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Juli-September 2012. Penelitian ini mengkaji produktivitas penangkapan pancing ulur yang dioperasikan nelayan di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Aktivitas pemancingan memanfaatkan rumpon sebagai daerah penangkapan ikan. Produktivitas penangkapan diperoleh dari perbandingan berat jumlah hasil tangkapan dengan lama waktu pemancingan. Produktivitas penangkapan ditentukan pada masing-masing jenis ikan hasil tangkapan, yaitu cakalang (Katsuwonus pelamis), tuna ekor kuning (Thunnus albacares), dan tongkol (Auxis thazard). Proporsi jumlah hasil tangkapan menunjukkan cakalang lebih besar dibandingkan jenis ikan lainnya. Hubungan antara produktivitas penangkapan dengan lama waktu pemancingan menunjukkan kecenderungan menurun dengan bertambahnya lama waktu pemancingan. Analisis kluster menunjukkan terdapat dua kluster produktivitas penangkapan selama 23 aktivitas pemancingan. Daerah penangkapan ikan dengan produksi terbesar berada pada rumpon dengan posisi geografi 04026’06,3”LS dan118031’44,8’’BT ; 04030’25.6”LS dan 118029’37,3’’BT. Produktivitas penangkapan menunjukkan tren menurun. Posisi geografi rumpon yang memiliki produksi tuna, cakalang dan tongkol adalah pada posisi 04026’06,3”LS dan 118031’44,8’’BT ; 04030’25.6”LS dan 118029’37,3’’BT.Kata kunci: rumpon, produktivitas penangkapan, pancing ulur, pelagis besar, Majene
KELIMPAHAN ZOOPLANKTON DAN BIOMASSA IKAN TERI (Stolephorus spp.) PADA BAGAN DI PERAIRAN KWATISORE TELUK CENDERAWASIH PAPUA (Abundance of Zooplankton and Biomass of Anchovy (Stolephorus spp.) of Liftnet at Kwatisore Bay, Cendrawasih Gulf, Papua) Amelian Dinisia; Enan M. Adiwilaga; . Yonvitner
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 6 No. 2 (2015): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.646 KB) | DOI: 10.29244/jmf.6.2.143-154

Abstract

ABSTRACTMillions of organisms can be found in the Cenderawasih Gulf National Park area, especially in the waters of the Kwatisore Bay, Nabire and has been well-known to almost all over the world. Large zooplankton is an important food for migrated fish larvae and all kinds of fish including anchovies. Anchovy is the food of large and small pelagic fish groups. Groups of fish that use plankton as food were included anchovy. The main catch product of lift net at the Kwatisore bay is anchovy (Stolephorus spp.). This study aims to assess the level of availability of anchovy in relation to the abundance of zooplankton as food and to analyze the influence of anchovy fishing activities with lift net fishing gear. The results were obtained 51 species of zooplankton, which consists of 44 types holoplankton and 7 types of meroplankton. There were 17 species of zooplankton were found in the stomach of anchovy with the subgroup dominated by copepods (73.51 %). Among 17 species of zooplankton there 2 types that were found in all four sampling periods, namely Calanus sp. 2 and Euterpina acutifrons. There is a relationship between the abundance of individual zooplankton in the waters of the anchovy biomass and also between the abundance of zooplankton and biomass of anchovy.Keywords: abundance of zooplankton, biomass of anchovy, lift net at Kwatisore-------ABSTRAKJutaan organisme dapat ditemukan dalam kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih khususnya di perairan Kwatisore, Nabire dan telah terkenal sampai hampir ke seluruh dunia. Zooplankton berukuran besar merupakan makanan penting bagi ikan-ikan yang bermigrasi dan larva semua jenis ikan termasuk didalamnya ikan teri. Ikan teri merupakan makanan dari kelompok ikan pelagis besar dan kecil. Kelompok ikan-ikan yang banyak memanfaatkan plankton dari kelompok ikan pelagis kecil diantaranya ikan teri. Hasil tangkapan utama bagan penangkap ikan pelagis kecil di perairan Kwatisore ialah jenis teri (Stolephorus sp.). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji tingkat ketersediaan ikan teri dalam kaitannya dengan kelimpahan zooplankton sebagai makanannya serta menganalisis pengaruh dari aktivitas penangkapan ikan teri dengan alat tangkap bagan. Secara keseluruhan dari seluruh stasiun dalam setiap periode sampling, diperoleh 51 jenis zooplankton yang terdiri atas 44 jenis holoplankton dan 7 jenis meroplankton. Terdapat 17 jenis zooplankton yang ditemukan dalam lambung ikan teri dengan didominasi oleh Sub-grup Copepoda (73,51%). Diantara ke-17 jenis zooplankton tersebut terdapat 2 jenis yang ditemukan pada keempat periode sampling yaitu Calanus Sp.2 dan Euterpina acutifrons. Hasil analisis regresi linier antara biomassa ikan teri hasil tangkapan bagan dan kelimpahan maupun antara biomassa ikan teri hasil tangkapan bagan dan jumlah jenis zooplankton menunjukkan adanya korelasi positif.Kata kunci: kelimpahan zooplankton, biomassa ikan teri, bagan di Kwatisore
KAJIAN NILAI PASAR PRODUKSI HASIL TANGKAPAN DI PPS NIZAM ZACHMAN DAN PPI MUARA ANGKE (The Study of Catch Production Market Value in PPS Nizam Zachman and PPI Muara Angke) Ramziah An Najah; Ernani Lubis; Iin Solihin; Anwar Bey Pane
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 6 No. 2 (2015): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.805 KB) | DOI: 10.29244/jmf.6.2.155-167

Abstract

ABSTRACTThe catch production in a particular area especially in fishing port should also be offset by economic value of that catch. So it has a chance to enhance not only for national market but also export market. PPS Nizam Zachman and PPI Muara Angke are two main points of catch distribution center and the biggest supplier fish product in DKI Jakarta. Catch production at ports is very important to know and researched so the port users and managers can compare catches result at that ports toward fisheries production in the DKI Jakarta area, to increase the affordable price and fulfil standard quality of fish consumption. This study aimed to get the market value of catch production and knowing the factors that affect market value. The method in this research used descriptive analysis. This research resulted the index of catch production value at PPS Nizam Zachman and PPI Muara Angke from 2004 until 2013 are more than 1 and less than 1. The factors that influencethe market value of the production of the catch in PPS Nizam Zachman and PPI Muara Angke were (1) dominant fish species (76.8), whereas since dominant product landed in PPI Muara Angke was only squid, 28.40% of total catches; (2) prime handling of dominant fish species in PPS Nizam Zachman, whereas in PPI Muara Angke poor handling of auctioned fish, allowed to sunlight exposure, thus quality could not be maintained and market value can not be increased; (3) fishing gear; most equipments in PPS Nizam Zachman (76%), were able to catch fish species with important economy vallue (84.7%), whereas in PPI Muara Angke is bouke ami (40%) and (4) marketing goals in PPS Nizam Zachman which oriented on exports, whereas PPI Muara Angke which oriented on local.Keywords: Index of production value, market value, PPS Nizam Zachman, PPI Muara Angke-------ABSTRAKProduksi hasil tangkapan di suatu wilayah khususnya di pelabuhan perikanan perlu juga diimbangi dengan nilai ekonomi dari hasil tangkapan tersebut sehingga berpeluang untuk meningkatkan peluang pasar nasional maupun ekspor. Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman dan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke merupakan dua titik utama distribusi hasil tangkapan dan penyuplai produk konsumsi ikan terbesar di DKI Jakarta. Produksi hasil tangkapan di kedua pelabuhan sangat perlu diketahui dan diteliti agar pengguna dan pengelola pelabuhan dapat membandingkan hasil tangkapan yang didaratkan di kedua pelabuhan tersebut terhadap produksi perikanan laut di wilayah DKI, guna meningkatkan harga yang layak serta memenuhi standar mutu ikan konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai pasar produksi hasil tangkapan di kedua pelabuhan dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi nilai pasar. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif. Penelitian ini menghasilkan indeks nilai produksi hasil tangkapan masing-masing di PPS Nizam Zachman dan PPI Muara Angke dari tahun 2004-2013 adalah lebih dari 1 dan kurang dari 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai pasar produksi hasil tangkapan di PPS Nizam Zachman dan PPI Muara Angke adalah (1) spesies ikan dominan (76,8%), sedangkan spesies dominan ikan yang didaratkan di PPI Muara Angke hanya cumi-cumi yang jumlahnya 28,40% dari total hasil tangkapan PPI Muara Angke; (2) penanganannya sangat baik untuk ikan dominan di PPS Nizam Zachman, sedangkan di PPI Muara Angke penanganan ikan hasil tangkapan untuk ikan yang dilelang dibiarkan terkena sinar matahari sehingga kualitas mutu dan kualitas tidak terjaga dan tidak dapat meningkatkan nilai pasar; (3) jenis alat tangkap, dimana di PPS Nizam Zachman sebagian besar (76%) alat tangkap mendaratkan jenis ikan ekonomis penting (84,7%), sedangkan di PPI Muara Angke adalah bouke ami (40%); dan (4) tujuan pemasaran di PPS Nizam Zachman berorientasi pada ekspor sedangkan PPI Muara Angke yang pemasarannya berorientasi lokal.Kata kunci: indeks nilai produksi, nilai pasar, PPS Nizam Zachman, PPI Muara Angke
SUMBERDAYA IKAN KEMBUNG (Rastrelliger kanagurta Cuvier 1817) DI PERAIRAN SELAT SUNDA YANG DIDARATKAN DI PPP LABUAN, BANTEN (Resources of Indian Mackerel (Rastrelliger kanagurta Cuvier 1817) in Sunda Strait Water that Landed on PPP Labuan, Banten) Viska Donita Prahadina; Mennofatria Boer; Achmad Fahrudin
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 6 No. 2 (2015): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.585 KB) | DOI: 10.29244/jmf.6.2.169-175

Abstract

ABSTRACTIndian mackerel is one of the small pelagic fish that has an important economic value and the dominant fish catches landed in PPP Labuan. The catch of Indian mackerel decreaseyear to year. Therefore Indian mackerel resources, alleged have over-exploited. The aim of this research was to identify a production pattern, fishing ground, fishing season pattern and identify a more appropriate alternative recommendation for the management of Indianmackerel. The results showedthat the production of Indian mackerel had a fluctuated seasonal pattern. The peak fishing season was in April to August while low season (low catches) in December and January. Distribution of Indian mackerel fishing grounds wasin the waters around the Sunda Strait such as RakataIsland, Rakata Kecil Island, Anak RakataIsland, Panaitan Island, Papole Island, Sebesi Island, Sebuku Island, Jongor and Tanjung Lesung. Utilization status of Indian mackerel has already overfished in biology and economics. Some recommendation for managing Indian mackerel resources that were landed in PPP Labuan such as, reduce the fishing effort, increase the mesh size, and improvementmanagement infishing season and fishing ground.Keywords: Indian mackerel, management, PPP Labuan, Sunda Strait-------ABSTRAKIkan kembung merupakan salah satu ikan pelagis kecil yang memiliki nilai ekonomis penting dan merupakan ikan tangkapan dominan yang didaratkan di PPP Labuan. Hasil tangkapan ikan kembung menurun dari tahun ke tahun. Oleh sebab itu diduga ikan kembung telah mengalami eksploitasi berlebih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola produksi, daerah tangkapan, pola musim penangkapan, serta mengidentifikasi alternatif pengelolaan yang lebih tepat. Hasil penelitian menunjukkanbahwa pola produksi ikan kembung berfluktuatif. Musim puncak penangkapan ikan berada pada bulan April hingga Agustus, sedangkan musim paceklik berada pada bulan Desember dan Januari. Sebaran wilayah penangkapan berada di sekitar perairan Selat Sunda seperti di P. Rakata, P. Rakata Kecil, P. Anak Rakata, P. Panaitan, P. Papole, P. Sebesi, P. Sebuku, Jongor serta Tanjung Lesung. Pengelolaan ikan kembung dapat dilakukan dengan cara mengurangi upaya penangkapan, memperbesar ukuran mata jaring, pengaturan musim penangkapan dan daerah penangkapan.Kata kunci: ikan kembung, pengelolaan, PPP Labuan, Selat Sunda
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN PUKAT CINCIN HUBUNGANNYA DENGAN TEKNOLOGI PENANGKAPAN IKAN RAMAH LINGKUNGAN (Catch Composition of Purse Seine in Relation to Environmental Friendly Fishing Technology) Rita L. Bubun; Amir Mahmud
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 6 No. 2 (2015): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.57 KB) | DOI: 10.29244/jmf.6.2.177-186

Abstract

ABSTRACTThe utilization of resources has been using purse seine by light fishing, providing opportunities was captured diverse of total length and volume species. The purpose of this research is determining the composition of total length and volume species of the catch in the purse seine unit by light fishing and determining the level of environmental friendly for purse seine unit by light fishing. The method of research is survey. Analysis of data: (1) the descriptive quantitative to determine the composition of total length and volume species of the catch purse seine unit by light fishing; (2) the analysis of the level of sustainable according to the nine criteria of FAO. The results of research shows: (1) the composition of total length of the catches in purse seine unit by light fishing are the index 1,602 in the total length of 14 cm – 21 cm. The composition of the volume of total length that feasible of catch in percentage 78% and dominated species is the Euthynnus affinis in 48%; (2) the level of environmental friendly for purse seine unit by light fishing in a score 27 and the category environmental friendly.Keywords: environmental friendly, light fishing, purse seine-------ABSTRAKPemanfaatan sumberdaya perikanan menggunakan pukat cincin dengan alat bantu cahaya (light fishing), memberikan peluang tertangkapnya beranekaragam ukuran dan volume spesies. Tujuan penelitian menentukan komposisi hasil tangkapan ikan berdasarkan ukuran panjang dan volume setiap jenis ikan pada unit penangkapan pukat cincin yang menggunakan light fishing dan menentukan tingkat keramahan lingkungan unit penangkapan pukat cincin yang menggunakan light fishing. Metode penelitian yaitu survei. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari – Juni 2015. Analisis data yang digunakan yaitu: 1) deskriptif kuantitatif untuk menentukan keankeragaman ukuran panjang dan volume setiap jenis hasil tangkapan pukat cincin yang menggunakan light fishing; dan 2) Analisis tingkat keramahan lingkungan berdasarkan sembilan kriteria FAO. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Keanekaragaman ukuran panjang ikan hasil tangkapan pada pukat cincin dengan menggunakan light fishing berada pada nilai indeks 1,602 dengan ukuran panjang didominasi pada ukuran 14 cm – 21 cm. Nilai indeks menunjukkan pada spesies ikan yang sama memiliki komposisi ukuran panjang total beranekaragam. Komposisi volume ukuran panjang ikan yang belum layak tangkap sebesar 78% dan didominasi spesies ikan tongkol komo sebesar 48%; dan 2) Tingkat keramahan lingkungan unit penangkapan ikan pukat cincin menggunakan light fishing dengan nilai skor 27 pada kategori ramah lingkungan.Kata kunci: pukat cincin, light fishing, ramah lingkungan
PERBANDINGAN HASIL TANGKAPAN DAN LAJU TANGKAP ARMADA PANCING ULUR YANG BERBASIS DI PPI OEBA, KUPANG (The Comparison of Catch And Catch Rate of Handline Fishing Vessel Based On PPI Oeba, Kupang) Rani Ekawaty; . Musyafak; Irwan Jatmiko
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 6 No. 2 (2015): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.036 KB) | DOI: 10.29244/jmf.6.2.187-193

Abstract

ABSTRACTThe utilization of fishery resources in the Indian Ocean, especially in the southwest of Sumatra Island, south of Java, Bali to Nusa Tenggara is expected to increase. The objective of this study was to determine the composition of the catches and the catch rate of hand line based on PPI Oeba, Kupang. Research conducted at the Fish Landing (PPI) in Oeba, Kupang, Nusa Tenggara Timur from January to March 2015. The method used is descriptive method in which the research is intended to describe the phenomenon that occurred in the handline fishery and its catch. Catch data and fishing effort are analyzed to determine the value of the catch per unit of fishing effort. To determine differences in fishing fleet catches large and small pull-t test. About 60% catch of handline GT<10 dominated by tuna (Thunnus sp) and skipjack (Katsuwonus pelamis). While the GT>10 dominated by snapper (Lutjanus sp), anggoli (Pristipomoides multidens) and grouper (Epinephelus sp) with percentage of more than 70% of the total catch. There was a significant difference to the average catches between fleets with GT<10 and GT>10 (t = -9.538; df = 2404, p <0.001). The average catch of fishing fleet GT> 10 was 1,074 kg, or about twice that of the average catches of fishing fleets with GT <10 only amounted to 539 Kg. This information can be used as input in the management and development of hand line fishing in the PPI Oeba, Kupang.Keywords: catch composition, catch rate, fishing effort, t-test------ABSTRAKPemanfaatan sumberdaya ikan di Samudera Hindia terutama di sebelah barat daya Pulau Sumatera, selatan Pulau Jawa, Pulau Bali sampai Nusa Tenggara cenderung meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan dan laju tangkap pancing ulur yang berbasis di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Oeba, Kupang.Penelitian dilakukan di PPI Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur dari bulan Januari – Maret 2015. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dimana penelitian ini ditujukan untuk menggambarkan fenomena yang terjadi pada perikanan pancing ulur dan hasil tangkapannya.Data hasil tangkapan dan upaya penangkapan yang dianalisis untuk menentukan nilai hasil tangkapan per satuan upaya penangkapan.Untuk mengetahui perbedaan hasil tangkapan armada pancing ulur besar dan kecil dilakukan uji-t.Sekitar 60% hasil tangkapan armada pancing ulur dengan GT<10 didominasi oleh tuna (Thunnus sp) dan cakalang (Katsuwonus pelamis). Adapun hasil tangkapan armada pancing ulur dengan GT>10 didominasi oleh kakap (Lutjanussp), anggoli (Pristipomoides multidens) dan kerapu (Epinephelus sp) dengan persentase ketiganya sebesar lebih dari 70%.Terdapat perbedaan yang nyata terhadap rata-rata hasil tangkapan antara armada GT<10 dengan GT>10 (t=-9,538; df=2404; p<0,001). Rata-rata hasil tangkapan armada pancing ulur dengan GT>10 sebesar 1.074 kg atau sekitar dua kali lipat dibandingkan rata-rata hasil tangkapan armada pancing ulur dengan GT<10 yang hanya sebesar 539 kg. Diharapkan informasi ini dapat dijadikan masukan dalam pengelolaan dan pengembangan perikanan pancing ulur di PPI Oeba, Kupang.Kata kunci: komposisi hasil tangkapan, laju tangkap, upaya penangkapan, uji-t
PENGARUH INTENSITAS LAMPU BAWAH AIR TERHADAP HASIL TANGKAPAN PADA BAGAN TANCAP (Effect of Underwater Lamp Intensity on The Lift Net’s Fishing Catches) . Guntur; . Fuad; Ali Muntaha
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 6 No. 2 (2015): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.484 KB) | DOI: 10.29244/jmf.6.2.195-202

Abstract

ABSTRACTPurpose of the study is to examine the effect of underwater lamp intensity on the fishing catches of the lift net. A series of the experiment was conducted to test the most effective underwater lamp intensity to aggregate school of fish for lift net fishing target. Four underwater light intensities, such as 140 lux (kerosene lamp) as a control, 290 lux, 2700 lux, and 3900 lux were use as the treatment in this experiments. All the variance data of lift net’s fishing catches were analyzed by ANOVA followed LSD 5% to get the best treatment. The results show that the intensity of underwater lamp was significantly (P<0.05) on the fishing catches of the lift net. The highest fishing catches was underwater lamp with 3900 lux light intensity as 254 kg fishing catches. While the underwater lamp with 2700 lux was 149,5 kg, underwater with 290 lux was 146 kg, and underwater lamp with 140 lux was 91.5 kg. The composition of the fishing catches during experiment were anchovy (Stelophorus sp) as 35.28%, yellow strip (Selaroides sp) as 33.59%, and ponyfish (Leiognathus sp) as 11:25%. The relationship between light intensity on the number and composition are discussed details in the paper.Keywords: lift net, light intensity, underwater lamp-------ABSTRAKPenelitian ini adalah bertujuan untuk mendapatkan intensitas lampu bawah air yang terbaik pada bagan tancap yang beroperasi di perairan Selat Madura. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang menggunakan empat perlakuan, yaitu lampu bawah air yang memiliki intensitas 140 lux (lampu petromax) sebagai perlakuan 1, intensitas 290 sebagai perlakuan 2, intensitas 2700 lux sebagai perlakuan 3 dan intensitas 3900 lux sebagai perlakuan 4. Analisa data yang digunakan adalah Anova yang dilanjutkan uji BNT 5% untuk mendapatkan perlakuan terbaik. Berdasarkan hasil pengamatan menunjukkan bahwa masing–masing perlakuan menghasilkan tangkapan yang berbeda-beda. Jumlah tangkapan perlakuan 1 (lampu 140 lux) sebesar 91,5 kg, perlakuan 2 (lampu 290 lux) 146 kg, perlakuan 3 (lampu 2700 lux) 149,5 kg, dan perlakuan 4 (lampu 3900 lux) 254 kg. Hasil perhitungan anova menunjukkan bahwa intensitas memberikan pengaruh sebesar 73% terhadap hasil tangkapan ikan. Perlakuan 1 (140 lux) dan perlakuan 2 (290 lux) berbeda nyata terhadap perlakuan 4 (3900 lux) tetapi tidak berbeda nyata terhadap perlakuan 3 (2700 lux). Intensitas cahaya lampu terbaik adalah perlakukan 4 (3900 lux) dengan hasil tangkapan ikan sekitar 254 kg dan belum mencapai titik maksimum. Komposisi hasil tangkapan di bagan tancap didominasi oleh jenis ikan teri (Stelophorus sp) sebesar 35,28 %, ikan selar (Selaroides sp) sebesar 33,59 %, ikan peperek (Leiognathus sp ) sebesar 11,25 %.Kata kunci: bagan tancap, intensitas cahaya, lampu bawah air
KEBIASAAN MAKAN HIU KEJEN (Carcharinus falciformis): STUDI KASUS PENDARATAN HIU DI PPP MUNCAR JAWA TIMUR (Feeding habit of Silky Shark (Carcharinus falciformis): Case Study of Landing Shark in Muncar Coastal Fishing Port East Java) Benaya M. Simeon; Mulyono S. Baskoro; Am Azbas Taurusman; Dwi A. Gautama
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 6 No. 2 (2015): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.872 KB) | DOI: 10.29244/jmf.6.2.203-209

Abstract

ABSTRACTIndonesia is the biggest country which produced shark in the world. Muncar Coastal Fishing Port, Banyuwangi, is a shark fishing center in East Java. Caught sharks were dominated by silky shark (Carcharinus falciformis). Primary data collected by in situ sampling and stomach content analysis. Stomach content was collected by sectio. It preserved by 10% formaline in coolbox. Silky shark had caught by shark long line and gillnet. Shark is the fish target of longline and by-catch of gillnet. Silky shark preys were grouper fish (Epinephelus sp.) as main prey and squid (Loligo sp.), beltfish (Trichiurus lepturus), sardine (Sardinella lemuru) as complementary preys. Based on stomach content analysis, silky shark was identified on 4.7 trophic level. Silky shark preys were grouper on trophic level 4.1, squid, beltfish on trophic level 4.4, sardine on trophic level 2.1. Silky shark as apex predator could be found in Bali Strait and Makassar Strait, which it classified as fertility water. The existence of silky sharks whicht prey fish in several trophic level layers made silky shark as one of the key species in Bali Strait and Makassar Strait. Catching sharks will have implications for trophic level is high or low.Keywords: feeding habit, silky shark, trophic level-------ABSTRAKIndonesia merupakan negara penghasil hiu terbesar di dunia. PPP Muncar, Banyuwangi merupakan salah satu pusat penangkapan hiu di Jawa Timur. Hiu yang tertangkap oleh nelayan didominasi oleh hiu kejen (Carcharinus falciformis). Data primer didapatkan dari pengambilan sampel dan analisis isi lambung. Isi lambung didapatkan dari proses pembedahan. Isi lambung diawetkan dalam formalin 10% dalam coolbox. Hiu kejen tertangkap menggunakan rawai dan gillnet. Hiu menjadi ikan target pada alat tangkap rawai dan by-catch pada gillnet. Mangsa hiu kejen adalah kerapu sebagai makanan utama dan lemuru, cumi-cumi, layur merupakan makanan pelengkap. Hiu kejen (C.falciformis) yang tertangkap di Selat Bali berada pada trofik level 4,7. Mangsa utama hiu kejen adalah kerapu (trofik level 4,1) dan mangsa pelengkap lemuru (trofik level 2,1), layur (trofik level 4,4) dan cumi-cumi. Hiu kejen sebagai salah satu apex predator dapat ditemukan di Selat Bali maupun Selat Makassar yang memiliki kesuburan tinggi. Keberadaan hiu kejen yang memangsa beberapa ikan di beberapa lapisan trofik level menjadikan hiu kejen sebagai salah satu spesies kunci di perairan Selat Bali dan Selat Makassar. Penangkapan hiu akan memberi implikasi terhadap trofik level yang tinggi maupun rendah.Kata kunci: kebiasaan makan, hiu kejen, trofik level

Page 11 of 32 | Total Record : 311


Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 17 No. 1 (2026): Marine Fisheries: Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 16 No. 2 (2025): Marine Fisheries: Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 16 No. 1 (2025): Marine Fisheries: Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 15 No. 2 (2024): Marine Fisheries: Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 15 No. 1 (2024): Marine Fisheries: Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 14 No. 2 (2023): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 14 No. 1 (2023): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 13 No. 2 (2022): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 13 No. 1 (2022): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 12 No. 2 (2021): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 12 No. 1 (2021): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 11 No. 2 (2020): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 11 No. 1 (2020): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 10 No. 2 (2019): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 10 No. 1 (2019): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 9 No. 2 (2018): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 9 No. 1 (2018): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 8 No. 2 (2017): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 8 No. 1 (2017): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 7 No. 2 (2016): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 7 No. 1 (2016): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 6 No. 2 (2015): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 6 No. 1 (2015): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 5 No. 2 (2014): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 5 No. 1 (2014): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 4 No. 2 (2013): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 4 No. 1 (2013): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 3 No. 2 (2012): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 3 No. 1 (2012): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 2 No. 2 (2011): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 2 No. 1 (2011): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 1 No. 2 (2010): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut More Issue