cover
Contact Name
Ahmad Syauqi
Contact Email
ahmad.syauqi@uinjkt.ac.id
Phone
+6285117171987
Journal Mail Official
jisi.fisip@apps.uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) Faculty of Social Science and Political Science State Islamic University Syarif Hidayatullah Jakarta Jl. Kertamukti No.5 Pisangan Barat, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten 15419
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI)
ISSN : 28089529     EISSN : 28088816     DOI : https://doi.org/10.15408/jisi.v1i1.17105
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) is a peer-reviewed, open-access journal published by the Faculty of Faculty of Social Science and Political Science, Syarif Hidayatullah State Islamic University (UIN) of Jakarta. It aims to publish research findings that relates to the social, political, and socio-cultural throughout the world and search for a possible solution regarding these issues.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "JISI: Vol. 5, No. 1 (2024)" : 20 Documents clear
Indonesia’s 2023 ASEAN Chairmanship: Challenges and Policies Taken Jonathan Siborutorop
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 1 (2024)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i1.39316

Abstract

Abstract. As Indonesia has recently completed its term in the chair position for 2023, a study is needed to determine the link between ASEAN's policy goals, agendas, and their outcomes as reflected by common communiques during Indonesia's chairmanship and Indonesian national policies and interests. Using a qualitative descriptive method, this study will examine two questions: firstly, how is Indonesia’s ASEAN chairmanship in 2023 influenced by its pre-existing national foreign policy doctrine, and secondly, how is it reflected in its policy outcomes as chairman of ASEAN? This study examines these questions in the lifht of the three main issues that ASEAN faced during Indonesia’s chairmanship in 2023: the conflict in Myanmar, the ASEAN bloc’s relations with China, Russia, and the US, particularly in the context of the South China Sea dispute and the war in Ukraine, and regional integration and inter-country connectivity within ASEAN. Finally, this study will examine how Indonesia has successfully utilized its ASEAN chairmanship to achieve its internal policies and amplify them to the regional and global stage.Keywords: ASEAN, Foreign Policy, Regional Integration, South China Sea, Indonesia, national interests.Abstrak. Mengingat Indonesia baru saja menyelesaikan masa jabatannya sebagai negara ketua ASEAN pada tahun 2023, diperlukan sebuah kajian untuk mengetahui kaitan antara tujuan kebijakan, agenda, dan hasil kebijakan ASEAN, sebagaimana tercermin dalam berbagai keputusan bersama yang dilakukan pada masa kepemimpinan Indonesia, dengan kebijakan dan kepentingan nasional Indonesia. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini akan mengkaji dua pertanyaan: pertama, bagaimana kepemimpinan Indonesia di ASEAN pada tahun 2023 dipengaruhi oleh doktrin kebijakan luar negeri nasional Indonesia yang sudah ada sebelumnya, dan kedua, bagaimana pengaruh tersebut tercermin dalam hasil kebijakan Indonesia sebagai ketua ASEAN? Kajian ini menguji pertanyaan-pertanyaan tersebut dalam lensa tiga permasalahan utama yang dihadapi ASEAN pada masa kepemimpinan Indonesia pada tahun 2023: konflik di Myanmar, hubungan blok ASEAN dengan Tiongkok, Rusia, dan Amerika Serikat, khususnya dalam konteks sengketa Laut Cina Selatan dan perang di Ukraina, dan integrasi dan konektivitas regional antarnegara ASEAN. Terakhir, studi ini akan mengkaji bagaimana Indonesia berhasil memanfaatkan masa kepemimpinannya di ASEAN untuk mensukseskan kebijakan internalnya dan menyuarakan kebijakan tersebut di tingkat regional dan global.Kata Kunci: ASEAN, politik luar negeri, integrasi regional, Laut Cina Selatan, Indonesia, kepentingan nasional.
Azyumardi Azra's Middle-Path Islamic Politics: Anti-Violence and Democratization of Indonesia Idris Thaha; Indah Fadhilla; Savran Billahi; Suryani Suryani
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 1 (2024)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i1.39938

Abstract

Abstract. The phenomenon of violence in democratic countries such as Indonesia introduced a new angle in contextualizing modern Islamic political thought. The argument of mainstreaming fasad (violence or conflict) and islah (reconciliation) embedded in Islamic political thought preached by Azyumardi Azra as a part of the moderate Islam project (Islam wasathiyah) is considered a democratization process. This article seeks to examine Azyumardi Azra's thoughts in interpreting the concept of moderate Islam in the context of Indonesia's democratization, particularly regarding non-violence and social harmony. This article uses an interdisciplinary approach combining the interpretation of Islamic political thought, Middle-path political theory, and democratization analysis. It examines the Islamic revitalization formulating an anti-violence stance mainstreamed by Azyumardi that mediates the absolutist dogmatic beliefs and extremist political streams inciting violence. Finally, this article demonstrates how political thought embedded in Islam mainstreamed by Azyumardi benefits to strengthening democratization in Indonesia, moving away from violence.Keywords: Democratization, Middle-path Politics, Anti-violence, Revitalization of Islam, Wasatiyyah Islam.Abstrak. Kajian ini berfokus pada diskusi tentang pemikiran Azyumardi Azra dalam memaknai politik Islam jalan tengah (Islam wasathiyah) dalam upaya demokratisasi Indonesia, khususnya mengenai antikekerasan dan harmonisasi sosial. Dengan pendekatan Islam jalan tengah, ia berupaya mencari cara efektif mengatasi praksis kekerasan di Indonesia. Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan merujuk pada data-data primer melalui esai-esai dan buku-buku Azyumardi. Penelitian ini berhasil menganalisis pemikiran Azyumardi dalam merumuskan sikap antikekerasan sebagai gagasan revitalisasi Islam dengan menengahi keyakinan dogmatis absolut dan praksis politik ekstrem yang mendelegitimasi kekuasaan. Penelitian ini menyimpulkan, revitalisasi Islam yang dikemukakan Azyumardi merupakan cara efektif untuk mengatasi terjadinya kekerasan sebagai problematika demokrasi di Indonesia, kini dan di masa-masa mendatang. Kajian ini diharapkan dapat berkonstribusi bagi penguatan demokratisasi di Indonesia, yang jauh dari kekerasan.Kata Kunci: Politik jalan tengah, Islam wasathiyah, demokratisasi, revitalisasi Islam, antikekerasan.
Religion and Post-Secular SDGs Possamai, Adam
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 1 (2024)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i1.39925

Abstract

Abstract. This article discusses theories of post-secularism, which is emerging in affinity with neoliberalism, and the participation of religions in achieving the UN Sustainable Development Goals (SDGs). The study used qualitative research methods with textual analysis approaches. The article argues that the current involvement of religion in achieving the SDGs is a result of religion's return as a recognised actor in the public sphere, as reflected in theories of post-secularism. Religion alone is not capable of achieving all the SDGs, but these SDGs will not be fully achieved without religion either. Indeed, religion is relevant to the SDGs (Schliesser 2023). While there are clear links between different theologies, such as Catholic (Cichos et al 2021) and Muslim (Khan and Haneef 2022), with the SDGs, there are also some points of contention. Keywords: Post-Secularism, Neo-Liberalism, SDGs, Religious Actors. Abstrak. Artikel ini membahas teori-teori post-sekularisme, yang muncul bersamaan dengan neoliberalisme, dan partisipasi agama-agama dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis tekstual. Artikel ini berargumen bahwa keterlibatan agama dalam pencapaian SDGs saat ini merupakan hasil dari kembalinya agama sebagai aktor yang diakui di ruang publik, seperti yang tercermin dalam teori-teori post-sekularisme. Agama saja tidak mampu mencapai semua SDGs, tetapi SDGs juga tidak akan sepenuhnya tercapai tanpa agama. Memang, agama relevan dengan SDGs (Schliesser 2023). Meskipun ada hubungan yang jelas antara teologi yang berbeda, seperti Katolik (Cichos et al. 2021) dan Muslim (Khan dan Haneef 2022), dengan SDG, ada juga beberapa poin yang diperdebatkan. Kata Kunci: Post-Sekularisme, Neoliberalisme, SDGs, Aktor Agama.
Resiliensi Sosial Mualaf di Lingkungan Masyarakat Olora Jannatul Asni Harefa; Zainun Zainun
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 1 (2024)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i1.39897

Abstract

Abstract. This research aims to explore and understand the self-resilience of converts and the factors that influence it in Olora Village, North Gunungsitoli District. The method used is a qualitative descriptive method. This method is used to understand the experiences and strategies used by converts to face challenges and pressure in living their new belief, namely Islam. This research involved the active participation of several converts to Islam as research subjects. Data was collected through in-depth interviews and participant observation. Data analysis is carried out through reduction, display and verification processes. This research shows that converts have self-resilience in carrying out Islamic teachings in terms of their deeds of worship as evidenced by the ability of converts to persist in the most difficult situations when doing deeds of worship, converts remain optimistic with serious effort in the most difficult conditions when doing deeds of worship, converts have a goal in carrying out deeds of worship. Driven by several factors including self-confidence and belief in the Islamic religion, KUA guidance, and guidance and support from those closest to him.Keywords: Self-Resilience, Converts, Social, Charity.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami resiliensi diri mualaf dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di Desa Olora, Kecamatan Gunungsitoli Utara. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Metode ini digunakan untuk memahami pengalaman dan strategi yang digunakan mualaf dalam menghadapi tantangan dan tekanan dalam menjalani keyakinan barunya, yaitu Islam. Penelitian ini melibatkan partisipasi aktif dari beberapa mualaf sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, display, dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mualaf memiliki ketahanan diri dalam menjalankan ajaran Islam dalam hal amal ibadahnya yang dibuktikan dengan kemampuan mualaf untuk bertahan dalam situasi tersulit saat menjalankan amal ibadah, mualaf tetap optimis dengan usaha yang sungguh-sungguh dalam kondisi tersulit saat menjalankan amal ibadah, mualaf memiliki tujuan dalam menjalankan amal ibadah. Didorong oleh beberapa faktor diantaranya adalah keyakinan dan kepercayaan diri terhadap agama Islam, bimbingan KUA, serta bimbingan dan dukungan dari orang-orang terdekatnya.Kata Kunci: Ketahanan Diri, Mualaf, Sosial, Amal.
Persuasive Communication Strategies of Religious Extension Workers in Maintaining Religious Tolerance Between Communities in Berastagi District Azida Zaini Br Sembiring; Syawaluddin Nasution
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 1 (2024)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i1.39853

Abstract

Abstract. The objective of this study is to examine the persuasive communication strategies employed by religious counselors in fostering religious tolerance among communities, as well as to identify the challenges they face and their efforts to overcome these challenges. This research employs a qualitative approach, utilising purposive sampling to select participants. Data were gathered through interviews, observations, and document analysis, and analysed by means of data reduction techniques. The findings indicate that religious counselors employ persuasive communication strategies, including psychodynamic approaches to enhance emotional engagement during counseling sessions, sociocultural strategies by aligning counseling activities with the cultural norms of the Karo community in Berastagi, and meaning construction strategies to deepen understanding of religious tolerance among the populace. However, counselors face challenges, including their own limitations, strong adherence to local customs and traditions among the community, and alignment with national regulations concerning inter-religious tolerance and real-life incidents. Religious counsellors have made efforts to educate the community about the nation's foundational principles and to foster positive relationships with local residents. It is recommended that future research explore novel communication strategies from diverse perspectives in order to enrich the repertoire of creative and effective communication activities in community counselling.Keywords: Persuasive, Religious Counselor, Tolerant of Religious Communities.Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi persuasif penyuluh agama dalam menjaga toleransi beragama antar masyarakat, dan hambatan penyuluh serta upaya mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling untuk memilih responden. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dan dianalisis dengan melakukan reduksi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh agama menggunakan strategi komunikasi persuasif berupa psikodinamika untuk meningkatkan keterlibatan emosional dalam penyuluhan, strategi sosiokultural dengan menyesuaikan kegiatan penyuluhan dengan budaya masyarakat Karo di Berastagi, serta strategi konstruksi makna untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai toleransi beragama kepada masyarakat. Hambatan yang dihadapi penyuluh adalah keterbatasan para penyuluh agama sendiri, pegangan adat dan budaya masyarakat yang kuat, serta penyelarasan antara aturan negara terkait toleransi antar umat beragama dan kejadian di lapangan. Upaya yang dilakukan oleh penyuluh agama adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang empat pilar kebangsaan dan berusaha menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat. Untuk penelitian mendatang, disarankan untuk mengeksplorasi strategi komunikasi baru dari berbagai sudut pandang guna memperkaya repertoar kegiatan komunikasi yang kreatif dan efektif dalam penyuluhan kepada masyarakat.Kata Kunci: Persuasif, Penyuluh Agama, Toleransi Masyarakat Beragama.
Perilaku Pengguna Mikrotrans Pasca Penerapan Sistem Jak Lingko di Jakarta Selatan Suaibatul Aslamiyyah; Cucu Nurhayati; Joharotul Jamilah
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 1 (2024)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i1.34762

Abstract

Abstract. This research examines changes in behavior of mikrotrans users after the implementation of the Jak Lingko system in South Jakarta. Mikrotrans is the term for small-scale public transportation used in the DKI Jakarta area. Previously known as microbuses or city public transportation (angkot) which used a regular system by implementing a deposit system to the owner. However, now it has been transformed by implementing an integrated transportation system or the Jak Lingko system. This research uses a qualitative case study research approach with data collection techniques through observation, interviews, documentation and literature study. The theory used is rational choice theory by James S. Coleman. The findings and analysis obtained show that changes in behavior made by mikrotrans users, both drivers and passengers, are influenced by considerations of rational choices to obtain maximum quality public transportation services and improve their personal quality. The decision to change behavior is made based on various considerations, namely improving facilities and service quality, implementing education and outreach to the community, implementing rules and sanctions, and strict supervisory control from various parties. The form of rationalization for mikrotrans users in this case is to obtain profits and benefits from all the advantages and advantages offered by the implementation of the Jak Lingko system. These benefits include convenience, security, comfort and safety when using public transportation. The form of change in social behavior of mikrotrans users in South Jakarta is known to be more orderly, obeying the rules, disciplined, orderly, friendly, responsive, helping each other and respecting each other among users.Keywords: Jak Lingko, Integration System, Behavior Change, Rational Choice.Abstrak. Penelitian ini mengkaji perubahan perilaku pengguna mikrotrans pasca penerapan sistem Jak Lingko di Jakarta Selatan. Mikrotrans merupakan sebutan untuk transportasi umum berskala kecil yang digunakan di wilayah DKI Jakarta. Sebelumnya dikenal dengan sebutan mikrolet atau angkutan umum kota (angkot) yang menggunakan sistem reguler dengan menerapkan sistem setoran kepada pemilik. Namun kini telah bertransformasi ke sistem transportasi terintegrasi atau sistem Jak Lingko. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Teori yang digunakan adalah teori pilihan rasional oleh James S. Coleman. Hasil temuan dan analisis yang diperoleh menunjukkan bahwa perubahan perilaku yang dilakukan oleh para pengguna mikrotrans baik pengemudi ataupun penumpang dipengaruhi oleh pertimbangan pilihan rasional untuk mendapat kualitas pelayanan transportasi umum yang maksimal dan memperbaiki kualitas diri. Keputusan untuk mengubah perilaku dilakukan atas berbagai pertimbangan, yaitu peningkatan fasilitas dan kualitas pelayanan, pelaksanaan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, penerapan aturan dan sanksi, dan kontrol pengawasan yang ketat dari berbagai pihak. Bentuk rasionalisasi pengguna mikrotrans dalam hal ini yaitu memperoleh keuntungan dan manfaat dari segala kelebihan dan keunggulan yang ditawarkan oleh penerapan sistem Jak Lingko. Keuntungan tersebut berupa kemudahan, keamanan, kenyamanan, dan keselamatan yang didapat saat menggunakan transportasi umum. Bentuk perubahan perilaku sosial pengguna mikrotrans di Jakarta Selatan diketahui menjadi lebih teratur, taat aturan, disiplin, tertib, ramah, tanggap, saling menolong, dan saling menghargai antar sesama pengguna.Kata Kunci: Jak Lingko, Sistem Integrasi, Perubahan Perilaku, Pilihan Rasional.
The Impact of the Taliban's Return to Power on the Stability of Public Security in Afghanistan Asdiarti, Riwana; Burhanuddin, Agussalim
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 1 (2024)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i1.39525

Abstract

Abstract. The Taliban's return to power in Afghanistan in 2021 has sparked concern for the Afghan people and the international community. The Taliban's takeover of power not only impacts the country's security situation, but also affects the stability of public security in Afghanistan. Through this research, public security becomes an important aspect in knowing the impact of the new Taliban power. This research uses a qualitative method with a literature review and uses the concept of human security as an analytical framework. This research shows that some of the Taliban's policies since returning to power tend to be repressive and discriminatory, creating insecurity in the form of human rights violations, fear and individual freedom. The results of this research have shown that public security conditions in Afghanistan under the Taliban's second rule have not shown any improvement compared to their first period of power in 1996-2001. Although the Taliban managed to reduce the incidence of armed violence, public security stability still far from stable. This condition arises from the existence of rules and restrictions on access to education, employment, and health. The Taliban also resorted to violence, with persecution, arbitrary arrest and detention of people. The Taliban also face internal and external challenges in their efforts to maintain the stability of public security in Afghanistan.  Keywords: Taliban, Afghanistan, Public Security. Abstrak. Kembalinya kekuasaan Taliban di Afghanistan pada tahun 2021 telah memicu kekhawatiran bagi masyarakat Afghanistan dan dunia internasional. Pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban tidak hanya berdampak pada situasi keamanan negara, tetapi juga berpengaruh terhadap stabilitas keamanan masyarakat di Afghanistan. Melalui penelitian ini, keamanan masyarakat menjadi aspek penting dalam mengetahui dampak kekuasaan Taliban yang baru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kepustakaan, serta menggunakan konsep keamanan manusia (human security) sebagai kerangka analisis. Penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa kebijakan Taliban sejak kembali berkuasa cenderung bersifat represif dan diskriminatif, sehingga menciptakan ketidakamanan dalam bentuk pelanggaran hak asasi manusia, ketakutan, dan kebebasan individu. Hasil penelitian ini telah menunjukkan kondisi keamanan masyarakat di Afghanistan di bawah pemerintahan kedua Taliban, belum menunjukkan perbaikan yang lebih baik daripada periode pertama kekuasaan mereka pada tahun 1996-2001. Meskipun Taliban berhasil mengurangi insiden kekerasan bersenjata, namun stabilitas keamanan masyarakat masih jauh dari kestabilan. Kondisi tersebut muncul dari adanya aturan dan pembatasan terhadap akses pendidikan, pekerjaan, dan kesehatan. Taliban juga bertindak menggunakan kekerasan, dengan melakukan penganiayaan, penangkapan dan penahanan orang secara sewenang-wenang. Taliban juga menghadapi tantangan-tantangan internal dan eksternal dalam upaya menjaga stabilitas keamanan masyarakat di Afghanistan. Kata Kunci: Taliban, Afghanistan, Keamanan Masyarakat.
The Islamic State and Thomas Hobbes: Views on the State, Law, and the Role of Religion Sugara, Robi; Fitriyanti, Rahmi; Idris, Faisal Nurdin
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 1 (2024)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i1.39937

Abstract

Abstract. This article explains the concept of an Islamic state from the perspective of Thomas Hobbes' book Leviathan. Although Hobbes does not explicitly discuss the Islamic state, the basic principles of his theory of the absolute state, natural law, and the role of religion in a state provide a framework that can be used to explain the basic principles of the Islamic state. This article uses a qualitative approach with textual analysis methods on Hobbes' major work, Leviathan, as well as relevant literature on the concept of an Islamic state. Based on critical and interpretive readings of the text, this paper identifies and analyses the main themes related to absolute power and the role of religion in governance according to Hobbes. This analysis highlights how a state applying Islamic law (Sharia) can be compared to the concept of the state from a Hobbesian perspective, particularly in terms of absolute power and religious regulation to maintain order and peace. This article also discusses the relevance of Hobbes' natural law in the context of Islamic law and how the principles of universal justice and morality are applied. The findings of this article show that although there are fundamental differences in the sources of legitimacy and the role of religion, the basic principles of Hobbes' theory remain relevant in understanding the dynamics that occur in Islamic states, particularly in the modern world. Keywords: Islamic State, Thommas Hobbes, Islamic Sharia, Power and Authority. Abstrak. Artikel ini menjelaskan konsep negara Islam dalam perspektif Thomas Hobbes melalui buku Leviathan. Meskipun Hobbes tidak secara eksplisit membahas negara Islam dalam bukunya, namun prinsip dasar teorinya tentang negara absolut, hukum alam, dan peran agama dalam suatu negara memberikan kerangka yang dapat digunakan untuk menjelaskan pengertian negara Islam. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis tekstual terhadap karya utama Hobbes, Leviathan, serta literatur yang relevan mengenai konsep negara Islam. Berdasarkan pembacaan teks secara kritis dan interpretatif, tulisan ini mengidentifikasi dan menganalisis tema-tema utama terkait kekuasaan absolut dan peran agama dalam pemerintahan menurut Hobbes. Analisis ini menyoroti bagaimana negara yang menerapkan hukum Islam (syariah) dapat dibandingkan dengan konsep negara dalam perspektif Hobbesian, khususnya dalam hal kekuasaan absolut dan peraturan agama untuk menjaga ketertiban dan perdamaian. Artikel ini juga membahas relevansi hukum alam ala Hobbes dalam konteks hukum Islam dan bagaimana prinsip keadilan dan moralitas universal diterapkan. Hasil artikel ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan mendasar dalam sumber legitimasi dan peran agama, namun prinsip dasar teori Hobbes tetap relevan dalam memahami dinamika yang terjadi di negara-negara Islam, khususnya di dunia modern. Kata Kunci: Negara Islam, Thommas Hobbes, Hukum Syariah, Kekuasaan dan Otoritas.
Dinamika Relasi Aktor dalam Mendorong Pembangunan Desa Melalui Kebijakan SAMISADE di Desa Tonjong Sabrina Nadya Kalila; Restu Rahmawati
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 1 (2024)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i1.39677

Abstract

Abstrak. The research discusses the SAMISADE Policy, which was first inaugurated in 2021 and aims to accelerate development in Bogor Regency. The purpose of this study is to explain the relationship between actors in achieving village development through the SAMISADE Policy in Tonjong Village, Bogor Regency. This study employs a qualitative method to directly explain the dynamics and situations of the SAMISADE policy and to gain an in-depth understanding of the topic being studied. The findings of this study indicate that the relationships between the key actors involved, namely the village head, the Bogor Regency Community and Village Empowerment Agency (DPMD), NGOs, and the community itself, play a significant role in the implementation of the SAMISADE policy in Tonjong Village. The primary objective of the SAMISADE policy is commendable, and it is hoped that it can be adopted in other regions throughout Indonesia. Overall, the infrastructure development and achievements under the SAMISADE policy are satisfactory. Nevertheless, it is regrettable that in certain areas, such as Tonjong Village, the implementation has not been as successful as it could have been.Keywords: ANT Theory, Bogor Regency, Community, DPMD, Head of Village, NGOs, Policy, SAMISADE.Abstrak. Penelitian ini membahas kebijakan SAMISADE yang pertama kali diresmikan pada 2021 dan diperuntukkan untuk akselerasi pembangunan di Kabupaten Bogor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan relasi aktor dalam mewujudkan pembangunan desa melalui kebijakan SAMISADE di Desa Tonjong Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menjelaskan dinamika dan situasi kebijakan SAMISADE secara langsung dan mendapatkan pemahaman mendalam terkait topik yang sedang diteliti. Hasil dari penelitian ini adalah relasi antar aktor yang terkait, yaitu kepala desa, DPMD Kabupaten Bogor, LSM, dan masyarakat sangat mempengaruhi bagaimana jalannya kebijakan SAMISADE di Desa Tonjong. Tujuan utama kebijakan SAMISADE ini sangat baik, sehingga diharapkan dapat diadopsi di wilayah-wilayah lain di seluruh Indonesia. Secara garis besar pembangunan infrastruktur dan pencapaian dari kebijakan SAMISADE juga sudah mumpuni. Namun, sangat disayangkan untuk di daerah tertentu seperti Desa Tonjong pelaksanaannya belum memuaskan.Kata Kunci: DPMD, Kabupaten Bogor, Kebijakan, Kepala Desa, LSM, Masyarakat, SAMISADE, Teori ANT.
Creativity Regime and Internship Practices on MBKM Policy Salim, Permata Mohamad
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 1 (2024)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i1.39761

Abstract

Abstract. The internship practice has become a regularity in responding to the interconnectedness of the labor market and education system in Indonesia. The Certified Internship and Independent Study Program (MSIB) is part of MBKM policies initiated by the Ministry of Education and Culture. It represents the state's position to capitalize on creativity discourse while continuing the connection between higher education and industry. Based on the literature review, this qualitative research provides an overview of the widespread phenomenon of internships. This research aims to explore the capacity of the creativity regime to exert hegemony through the MBKM policy that encourages internship practices. On one hand, internship programs play a role in making the educational ecosystem more open to new labor market challenges. However, students believe that without internships, their chances of finding employment after graduation are reduced. As a result, through the mechanisms of regulation and the activation of discourse within the creative regime, students have prioritized internships as spaces for exploring subjective experiences in realizing their authentic, engaging, and unique selves. By reflecting the characteristics of contemporary society as described by Andreas Reckwitz, which is a singularized society. Keywords: Creativity Regime, Singularization, Internship, MBKM Program, MSIB, Reckwitz. Abstrak. Praktik magang telah menjadi regularitas baru dalam merespons keterkaitan antara pasar tenaga kerja dan sistem pendidikan di Indonesia. Program Magang Bersertifikat dan Studi Independen (MSIB) merupakan bagian dari Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Program ini mencerminkan posisi negara dalam memanfaatkan wacana kreativitas bersamaan dengan logika link and match antara pendidikan tinggi dan industri. Menggunakan studi literatur, penelitian kualitatif ini memberikan gambaran tentang fenomena magang yang tersebar luas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kapasitas rezim kreativitas dalam menciptakan hegemoni melalui kebijakan MBKM yang mendorong praktik magang. Di satu sisi, program magang berperan dalam membuka ekosistem pendidikan terhadap tantangan pasar tenaga kerja yang baru. Pada sisi lainnya, mahasiswa percaya bahwa tanpa magang peluang mereka untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus berkurang. Hasil dalam penelitian ini menunjukan melalui mekanisme regulasi dan aktivasi wacana dalam rezim kreativitas, mahasiswa telah memprioritaskan magang sebagai ruang eksplorasi pengalaman subjektif untuk mewujudkan diri mereka yang otentik, menarik, dan unik. Merefleksikan karakteristik masyarakat kontemporer sebagaimana yang dijelaskan oleh Andreas Reckwitz, yaitu masyarakat yang tersingularisasi. Kata Kunci: Rezim Kreativitas, Singularisasi, Magang, Program MBKM, MSIB, Reckwitz.

Page 1 of 2 | Total Record : 20