cover
Contact Name
Muhamad Suhard
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah
ISSN : 27985741     EISSN : 27985733     DOI : https://doi.org/10.51878/action.v1i2.639
Core Subject : Science, Education,
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Classroom and School Action Research.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2025)" : 7 Documents clear
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN ASICC UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA Andrianto, Dedi
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i1.5537

Abstract

  ABSTRACT Critical thinking skills are one of the essential 21st-century competencies that students must possess in order to face complex life and learning challenges. However, preliminary findings at SMA Negeri 7 Bandar Lampung indicate that students’ critical thinking abilities are still low due to the dominant use of LOTS (Lower Order Thinking Skills) questions and the lack of learning strategies that support the development of higher-order thinking. This study aims to improve students’ critical thinking skills through the implementation of the ASICC (Adapting, Searching, Interpreting, Creating, Communicating) learning strategy. The method used is Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis and McTaggart model, integrated with a Lesson Study approach and conducted over three cycles. The research instruments included HOTS-based essay tests analyzed using a critical thinking rubric and calculated with the N-Gain formula. The results showed a gradual improvement in average scores and N-Gain categories from cycle I (0.32), cycle II (0.43), to cycle III (0.55), all within the moderate category but with a consistently increasing trend. Furthermore, observations and reflections revealed that students became more active, open-minded, capable of presenting logical arguments, and engaged actively in discussions and the development of learning products. The conclusion of this study is that the ASICC strategy is effective in enhancing students’ critical thinking skills and holds promising potential for broader implementation in contextual science learning at the secondary school level. ABSTRAK Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi esensial abad ke-21 yang harus dimiliki oleh siswa agar mampu menghadapi tantangan kehidupan dan pembelajaran yang kompleks. Namun, berdasarkan temuan awal di SMA Negeri 7 Bandar Lampung, kemampuan berpikir kritis siswa masih rendah karena dominannya penggunaan soal LOTS (Lower Order Thinking Skills) serta kurangnya penerapan strategi pembelajaran yang mendukung pengembangan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa melalui penerapan strategi pembelajaran ASICC (Adapting, Searching, Interpreting, Creating, Communicating). Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dipadukan dengan pendekatan Lesson Study, dilaksanakan dalam tiga siklus. Instrumen penelitian berupa soal esai berbasis HOTS yang dianalisis menggunakan rubrik berpikir kritis dan dihitung menggunakan rumus N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dan kategori N-Gain secara bertahap dari siklus I (0,32), siklus II (0,43), hingga siklus III (0,55), yang seluruhnya berada dalam kategori sedang namun menunjukkan tren yang konsisten meningkat. Selain itu, observasi dan refleksi menunjukkan bahwa siswa menjadi lebih aktif, berpikir terbuka, mampu menyampaikan argumen logis, dan terlibat aktif dalam diskusi serta penyusunan produk pembelajaran. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa strategi ASICC efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dan memiliki prospek yang baik untuk diterapkan lebih luas dalam pembelajaran sains kontekstual di sekolah menengah.
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR AKIDAH AKHLAK MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI PADA SISWA Prayitno, Prayitno; Maulidin, Syarif; Yanti, Nurma
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i1.5538

Abstract

ABSTRACT Education plays a crucial role in the advancement of a nation, including Indonesia, which continuously updates its curriculum to align with the demands of the times and student needs. In the context of Akidah Akhlak learning at Madrasah Aliyah Bustanul Ulum Jayasakti, student learning motivation remains a significant challenge due to monotonous teaching methods and limited use of technology. This study aims to enhance students’ learning motivation by implementing technology-based learning media such as interactive PowerPoint, Wordwall, and game-based learning. The research employed a classroom action research method with a quantitative approach, involving 36 students of class X-1 as research subjects. The study was conducted in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection stages. Data were collected through observation, tests, and interviews, then analyzed descriptively using statistical methods. The results showed an increase in students’ learning motivation exceeding 80%, evidenced by greater active participation and enthusiasm during the learning process. In conclusion, integrating technology in Akidah Akhlak learning effectively improves student motivation while positively impacting their engagement and understanding of the material. This study recommends further development of technology-based teaching methods to enhance the quality of religious education and overall learning motivation in the future. ABSTRAK Pendidikan yang maju menjadi kunci kemajuan sebuah negara, termasuk Indonesia yang terus melakukan pembaruan kurikulum untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan siswa. Dalam konteks pembelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah Bustanul Ulum Jayasakti, motivasi belajar siswa masih menjadi tantangan utama akibat metode pembelajaran yang cenderung monoton dan minimnya pemanfaatan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui penerapan media pembelajaran berbasis teknologi, seperti PowerPoint interaktif, Wordwall, dan game-based learning. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kuantitatif yang melibatkan siswa kelas X-1 sebanyak 36 orang sebagai subjek penelitian. Pelaksanaan penelitian terdiri dari dua siklus dengan tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan motivasi belajar siswa hingga mencapai lebih dari 80%, terbukti dari peningkatan partisipasi aktif dan antusiasme siswa selama proses pembelajaran. Kesimpulannya, integrasi teknologi dalam pembelajaran Akidah Akhlak efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, sekaligus memberikan dampak positif terhadap keterlibatan dan pemahaman materi. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan metode pembelajaran berbasis teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan dan motivasi belajar secara umum di masa depan.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW Komariah, Siti
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i1.5539

Abstract

ABSTRACT The low absorption capacity of students remains a major issue in the learning process, as reflected in their suboptimal academic performance. One contributing factor is the use of conventional, teacher-centered methods that provide minimal opportunities for active student participation. This research aims to determine whether the application of jigsaw-type cooperative learning models can improve the learning outcomes of Natural Science for 4th-grade students at Rumpin 02 Public Elementary School in Rumpin District, Bogor. The research subjects are 41 4th-grade students who had a tendency for low learning motivation at the beginning of the study. This study uses a classroom action research design conducted in two cycles, with each cycle including planning, action, observation, and reflection. The observation results show that the application of jigsaw-type cooperative learning models successfully increased students' learning motivation significantly. In the first cycle, although there was an increase in student activity, the results had not yet reached the success criteria. However, the improvements made in the second cycle led to a more optimal increase, with an average student activity reaching 85.36% in the second meeting of cycle II. The motivation scale results also show an increase, with 90% of students in cycle II categorized as having high motivation. This study concludes that the implementation of cooperative learning models of the jigsaw type is effective in increasing student motivation and learning activity, as demonstrated by significant improvements in each cycle. However, there are still challenges in ensuring that all students receive equal attention. ABSTRAK Rendahnya daya serap siswa masih menjadi permasalahan utama dalam pembelajaran, yang tercermin dari hasil belajar yang belum optimal. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan metode konvensional yang berpusat pada guru dan minim melibatkan keaktifan siswa dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam pada siswa kelas IV di Sekolah Dasar Negeri Rumpin 02 Kecamatan Rumpin Bogor. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV dengan jumlah 41 siswa yang memiliki motivasi belajar yang cenderung rendah pada awal penelitian. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus, dengan setiap siklus meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil observasi menunjukkan bahwa penerapan model – model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa secara signifikan. Pada siklus pertama, meskipun terdapat peningkatan aktivitas siswa, hasilnya masih belum mencapai kriteria keberhasilan. Namun, perbaikan yang dilakukan pada siklus kedua mengarah pada peningkatan yang lebih optimal, dengan rata-rata aktivitas siswa mencapai 85,36% pada pertemuan kedua siklus II. Hasil skala motivasi juga menunjukkan peningkatan, dengan 90% siswa pada siklus II tergolong dalam kategori motivasi tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan model – model kooperatif tipe jigsaw efektif dalam meningkatkan motivasi dan aktivitas belajar siswa, yang ditunjukkan dengan perbaikan yang signifikan pada setiap siklusnya. Namun, masih terdapat tantangan dalam memastikan seluruh siswa mendapatkan perhatian yang merata.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS IV SEKOLAH DASAR Sumiati, Sumiati
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i1.5540

Abstract

ABSTRACT The background of this research stems from the low science learning outcomes of fourth-grade students at SDN Leuwibatu 06, which is attributed to conventional teaching methods that do not actively engage students. To address this issue, it is necessary to implement an improved learning model, such as the cooperative Make A Match model. This study aims to determine the implementation of the Make A Match learning model to improve students' learning outcomes in science subjects in Grade IV at SDN Leuwibatu 06. The Make A Match cooperative learning model was applied through Classroom Action Research (CAR). The model used was that of Kemmis and McTaggart, which was carried out in two cycles, each consisting of the stages of planning, action, observation, and reflection. The results of the study showed an improvement in the science learning outcomes of fourth-grade students at SDN Leuwibatu 06 after applying the Make A Match cooperative learning model. This is evident from the results in the pre-cycle, where the average score was 59.08, then increased to 66.71 in the first cycle, and further improved to 73.03 in the second cycle, with the Minimum Mastery Criteria (KKM) set at 65. As for learning mastery, in the pre-cycle it was 29.0%, which increased to 55.3% in the first cycle and then to 86.8% in the second cycle. Student activity in the first cycle reached 74.34%, and in the second cycle increased to 87.99%. ABSTRAK Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya hasil belajar IPA siswa Kelas IV SDN Leuwibatu 06 akibat pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan kurang melibatkan siswa secara aktif. Untuk mengatasinya, diperlukan pembaruan model pembelajaran, salah satunya melalui penerapan model Make A Match (membuat pasangan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi model pembelajaran make a match untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas IV SDN Leuwibatu 06. Model pembelajaran kooperatif tipe make a match menggunakan Penelitian Tindakan kelas (PTK). Model yang digunakan adalah dari Kemmis dan Mc Taggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Leuwibatu 06 setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match. Hal ini Nampak dari hasil pada prasiklus yaitu rata-rata sebesar 59,08 kemudian pada siklus I menjadi 66,71 dan pada siklus II meningkat menjadi 73,03 dengan Kriteria Kentuntasan Minimum (KKM) sebesar 65. Adapun ketuntasan belajar pada pra siklus sebesat 29,0%, pada siklus I meningkat menjadi 55,3% dan siklus II meningkat menjadi 86,8%. Aktivitas siswa pada siklus I mencapaai 74,34% dan pada siklus II meningkat menjadi 87,99%.
MENGURANGI GEJALA FEAR OF MISSING OUT (FOMO) PADA SISWA MELALUI PSIKOEDUKASI DALAM LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL Hutasuhut, Dina Hidayati; Maulidin, Syarif
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i1.5631

Abstract

ABSTRACT The phenomenon of Fear of Missing Out (FOMO) has become increasingly prominent among adolescents, particularly due to the intensive use of social media. FOMO negatively impacts mental health, leading to issues such as anxiety, academic stress, and impaired concentration in learning. This study aims to determine the effectiveness of classroom guidance services based on psychoeducation in reducing FOMO symptoms among high school students. The method used is Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis and McTaggart model, consisting of two cycles. The research subjects were 25 eleventh-grade students at Alwashliyah Senior High School in Medan, who exhibited moderate to high levels of FOMO based on pretest results. Data collection instruments included a FOMO questionnaire adapted from the scale developed by Przybylski et al. (2013), participatory observation, and informal interviews. The results showed a decrease in FOMO scores from 72.4 (high category) before the intervention, to 61.2 (moderate category) after the first cycle, and 50.8 (low category) after the second cycle. This reduction indicates that psychoeducational-based classroom guidance services are effective in raising students’ awareness of the impacts of FOMO and equipping them with self-management strategies for social media use. These findings support the importance of integrating psychoeducational approaches into school counseling programs to enhance students’ psychological well-being in the digital era. ABSTRAK Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) menjadi isu yang semakin menonjol di kalangan remaja, terutama akibat penggunaan media sosial yang intensif. FOMO berdampak negatif terhadap kesehatan mental, seperti kecemasan, stres akademik, dan gangguan konsentrasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan bimbingan klasikal berbasis psikoedukasi dalam mengurangi gejala FOMO pada siswa sekolah menengah. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari dua siklus. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas XI SMA Alwashliyah Medan dengan tingkat FOMO sedang hingga tinggi berdasarkan hasil pretest. Instrumen pengumpulan data mencakup angket FOMO yang dimodifikasi dari skala Przybylski et al. (2013), observasi partisipatif, dan wawancara informal. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor FOMO dari 72,4 (kategori tinggi) sebelum tindakan, menjadi 61,2 (kategori sedang) setelah siklus I, dan 50,8 (kategori rendah) setelah siklus II. Penurunan ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan klasikal berbasis psikoedukasi efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa mengenai dampak FOMO dan membekali mereka dengan strategi pengelolaan diri dalam penggunaan media sosial. Temuan ini mendukung pentingnya integrasi pendekatan psikoedukatif dalam program bimbingan dan konseling di sekolah untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa di era digital.
PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BALAGHAH SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA Fathoni, Muhamad
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i1.5632

Abstract

ABSTRACT This study aims to improve students’ learning outcomes in the subject of Balaghah through the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model. The background of this research is rooted in the low student engagement and academic performance, primarily caused by traditional teacher-centered teaching methods with minimal active participation. This research employed a Classroom Action Research (CAR) approach using the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles consisting of four stages: planning, action, observation, and reflection. The research subjects were 25 eleventh-grade students at a Madrasah Aliyah. Instruments used included learning outcome tests, student activity observation sheets, and teacher performance observation sheets. The findings showed an increase in the average knowledge score from 55.00 (pre-cycle) to 67.00 (cycle II), and the mastery level rose from 16% to 75%. Additionally, there was a notable improvement in students’ attitudes—particularly in cooperation, honesty, accuracy, and responsibility—with an increase in the average score from 2.71 to 2.78 and affective mastery from 65.60% to 81.23%. PBL effectively promoted active, collaborative, and contextual learning, while also fostering students’ character development in critical thinking and accountability. These findings suggest that PBL is a viable and innovative alternative for teaching Balaghah, helping to overcome monotonous learning practices and significantly enhancing the quality of both cognitive and affective learning aspects. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Balaghah melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya keterlibatan dan hasil belajar siswa yang disebabkan oleh pendekatan pembelajaran tradisional yang masih bersifat teacher-centered dan minim partisipasi aktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas empat tahap: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas XI di salah satu Madrasah Aliyah. Instrumen yang digunakan meliputi tes hasil belajar, lembar observasi aktivitas siswa, dan keterlaksanaan pembelajaran guru. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 55,00 (pra-siklus) menjadi 67,00 (siklus II), serta peningkatan ketuntasan belajar dari 16% menjadi 75%. Selain itu, terjadi peningkatan pada aspek sikap siswa, terutama dalam hal kerja sama, kejujuran, ketelitian, dan tanggung jawab, dengan rata-rata skor sikap meningkat dari 2,71 menjadi 2,78 dan ketuntasan sikap dari 65,60% menjadi 81,23%. PBL terbukti efektif mendorong pembelajaran aktif, kolaboratif, dan kontekstual, serta membentuk karakter siswa yang kritis dan bertanggung jawab. Temuan ini menunjukkan bahwa PBL layak diterapkan dalam pembelajaran Balaghah sebagai alternatif inovatif yang mampu mengatasi pendekatan monoton dan meningkatkan kualitas pembelajaran dari aspek kognitif maupun afektif.
PENGGUNAAN METODE HIW?R DALAM MENINGKATKAN MAH?RAH AL-KAL?M PADA SISWA KELAS XI MA BUSTANUL ULUM JAYASAKTI Khalidi, Ahmad; Muhammad, Mahdir; Setyawan, Cahya Edi; Maulidin, Syarif
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i1.5666

Abstract

ABSTRACT Speaking skill (Mah?rah al-Kal?m) in Arabic is becoming an essential aspect in mastering Islamic knowledge, especially for students in the pesantren environment. However, the reality in the field is showing that many students are experiencing difficulties in developing this skill because the teaching methods being used are not stimulating oral activities optimally. This study is aiming to analyze the effectiveness of the Hiw?r method (dialogue) in improving the Mah?rah al-Kal?m of grade XI students at Madrasah Aliyah Bustanul Ulum Jayasakti. This research is using a Classroom Action Research (CAR) approach conducted in two cycles, with 37 students as the subjects. Each cycle is consisting of the stages of planning, implementation, observation, and reflection. Data collection techniques are including observation, documentation, and demonstration, with data being analyzed using descriptive quantitative methods. The results of the study are showing that students’ Mah?rah al-Kal?m ability is increasing significantly from 40% in the pre-cycle to 64% in cycle I, and reaching 84% in cycle II. This improvement is indicating that the implementation of the Hiw?r method is giving a positive impact on students' Arabic speaking skills. In addition to increasing students’ confidence and active participation, this method is also creating a more communicative and contextual learning atmosphere. Therefore, the Hiw?r method is being recommended as an effective learning strategy in developing Mah?rah al-Kal?m, and it is having promising application prospects across various levels of Islamic education. ABSTRAK Kemampuan berbicara (Mah?rah al-Kal?m) dalam bahasa Arab merupakan aspek penting dalam penguasaan ilmu keislaman, terutama bagi siswa di lingkungan pesantren. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa banyak siswa mengalami kesulitan dalam mengembangkan keterampilan ini karena metode pembelajaran yang digunakan belum mampu menstimulus aktivitas lisan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode Hiw?r (dialog) dalam meningkatkan Mah?rah al-Kal?m siswa kelas XI di Madrasah Aliyah Bustanul Ulum Jayasakti. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subjek penelitian sebanyak 37 siswa. Setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, dan demonstrasi, dengan analisis data secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan Mah?rah al-Kal?m siswa mengalami peningkatan signifikan dari pra-siklus sebesar 40% menjadi 64% pada siklus I, dan mencapai 84% pada siklus II. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penerapan metode Hiw?r memberikan dampak positif terhadap keterampilan berbicara siswa dalam bahasa Arab. Selain meningkatkan kepercayaan diri dan partisipasi aktif siswa, metode ini juga menciptakan suasana pembelajaran yang lebih komunikatif dan kontekstual. Dengan demikian, metode Hiw?r dapat direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran yang efektif dalam pengembangan Mah?rah al-Kal?m, serta memiliki prospek aplikatif untuk diterapkan di berbagai jenjang pendidikan keislaman lainnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 7