cover
Contact Name
Muhamad Suhard
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah
ISSN : 27985741     EISSN : 27985733     DOI : https://doi.org/10.51878/action.v1i2.639
Core Subject : Science, Education,
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Classroom and School Action Research.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2025)" : 26 Documents clear
MENGEMBANGKAN ASPEK KOGNITIF MENGENAL BILANGAN MENGGUNAKAN PROJECT BASED LEARNING DI PAUD ISLAM AL-ZAHRAH Auliana, Nina; Darmiyati, Darmiyati
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6819

Abstract

This research is motivated by children's low cognitive abilities in the concept of numbers. The purpose of this study is to describe teacher activities, analyze children's activities, and assess the results of children's cognitive development in recognizing numbers. This research method used a qualitative approach with Classroom Action Research (CAR) conducted over four meetings. The research setting was 13 children in Group B1 of Al-Zahrah Martapura Islamic Kindergarten. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using qualitative descriptive techniques, described through tabulation and graphs. The results showed that teacher activities in the first meeting achieved a score of 23 (fairly good), in the second meeting achieved a score of 29 (good), in the third meeting achieved a score of 30 (good), and in the fourth meeting achieved a score of 35 (very good). Children's activity in the first meeting achieved 38%, in the second meeting achieved 46%, in the third meeting achieved 69%, and in the fourth meeting achieved 84%. Children's cognitive development in the first meeting achieved 38%, in the second meeting achieved 46%, in the third meeting achieved 77%, and in the fourth meeting achieved 85%. Based on the research results, it can be concluded that the combination of Project Based Learning, Direct Instruction, and Make a Match models in recognizing numbers can increase children's activity and development outcomes. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan anak dalam aspek kognitif pada konsep bilangan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis aktivitas anak dan hasil perkembangan anak aspek kognitif dalam mengenal bilangan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas(PTK) yang dilaksanakan dalam empat kali pertemuan, setting penelitian pada anak kelompok B1 TK Islam Al-Zahrah Martapura yang berjumlah 13 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif yang dijabarkan dengan tabulasi dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru pertemuan I memperoleh skor 23 kriteria “cukup baik” pertemuan II memperoleh skor 29 mencapai kriteria “baik”, pertemuan III memperoleh skor 30 “baik”, pertemuan IV mencapai skor 35 kriteria “sangat baik”. Aktivitas Anak pada pertemuan I dengan 38%, pertemuan II dengan 46%, pertemuan III dengan 69%, pertemuan IV dengan nilai skor 84%. Hasil perkembangan kognitif anak pada pertemuan I 38%, pertemuan II mencapai 46%, pertemuan III 77%, pertemuan IV 85%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kombinasi model Project Based Learning, Direct Instruction, Make a Match dalam mengenal bilangan dapat meningkatkan aktivitas, dan hasil perkembangan anak.
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN MOTORIK HALUS MENGKOORDINASIKAN MATA DAN TANGAN MENGGUNAKAN MODEL EXPRO Rahmadani, Nur Indah Putri; Agusta, Akhmad Riandy
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6913

Abstract

This research is motivated by the low fine motor skills in coordinating the eyes and hands in children of group A1 of Adhyaksa XIV Kindergarten. To overcome this problem, the Expro model can be used. The purpose of this study is to describe teacher activities, children's activities, learning motivation and the results of children's fine motor development achievements, especially in coordinating the eyes and hands. This approach uses a qualitative approach and Classroom Action Research (CAR) with 4 meetings. The results of the study show that teacher activities have implemented the steps of the learning model with a score of 32 with a percentage of 100% with the Very Good category, children's activities have achieved an increase up to meeting 4 with a percentage of 97% with the Very Active category, children's learning motivation activities have achieved an increase up to meeting 4 with a percentage of 98% with the High category and children's fine motor aspects have achieved an increase up to meeting 4 with a percentage of 100% of children successfully getting the "Very Good" category. Based on the results of the study, it was concluded that through the Expro model, activities and results of fine motor development can develop very well and all children are active. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus dalam mengkoordinasikan mata dan tangan pada anak kelompok A1 TK Adhyaksa XIV. Untuk mengatasi permasalahan ini dapat menggunakan model Expro. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak, motivasi belajar dan hasil capaian perkembangan motorik halus anak khususnya dalam mengkoordinasikan mata dan tangan. Pendekatan ini menggunakan pendekatan kualitatif dan Jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 4 kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru telah melaksanakan langkah-langkah model pembelajaran dengan skor 32 dengan persentase 100% dengan kategori Sangat Baik , aktivitas anak telah mencapai peningkatan hingga pertemuan 4 dengan persentase 97% dengan kategori Sangat Aktif, aktivitas motivasi belajar anak telah mencapai peningkatan hingga pertemuan 4 dengan persentase 98% dengan kategori Tinggi dan aspek motorik halus anak telah mencapai peningkatan hingga pertemuan 4 dengan persentase 100% anak berhasil mendapatkan kategori “Sangat Baik”. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa melalui model Expro dapat mengembangkan aktivtas dan hasil perkembangan motorik halus dengan sangat baik dan seluruh anak aktif.
MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN MENGGUNTING DENGAN KOMBINASI MODEL PROJECT BASED LEARNING, DIRECT INSTRUCTION DAN MEDIA KERTAS BERGAMBAR Anisa, Nor; Sulistiyana, Sulistiyana
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6493

Abstract

This research is based on the low fine motor ability in scissors activities according to the pattern in Group B, the solution to solve this problem is by using a combination of Project Based Learning, Direct Instruction models with illustrated paper media. The purpose of this study is to describe teacher activities, children's activities and the results of children's fine motor development. The approach used is a qualitative approach with the type of Classroom Action Research (PTK) with 4 meetings. Data analysis showed that teachers' activities achieved a score of 40 with the criterion of "Excellent". The child's activity achieved a score of 90% with the criterion of "Very Active", and the results of fine motor development reached a score of 90% with the criterion of "Successfully Developing". Based on the results of the study, it can be concluded that the Project Based Learning, Direct Instruction model with illustrated paper media can increase teacher activities, children's activities, and children's fine motor development. So this research can make learning innovations in the selection of the right models and media to develop scissor skills according to patterns. ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus pada kegiatan menggunting sesuai pola pada Kelompok B solusi pemecahan masalah ini yaitu dengan menggunakan kombinasi model Project Based Learning, Direct Instruction dengan media kertas bergambar. Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan aktivtas guru, aktivitas anak dan hasil perkembangan motorik halus. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 4 kali pertemuan. Analisis data menunjukkan bahwa aktivitas guru mencapai skor 40 dengan kriteria “Sangat Baik”. Aktivitas anak mencapai skor 90% dengan kriteria “Sangat Aktif”, dan hasil perkembangan motorik halus mencapai skor 90% dengan kriteria “Berhasil Berkembang”. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model Project Based Learning, Direct Instruction dengan media kertas bergambar dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivtas anak, perkembangan motorik halus anak. Maka penelitian ini dapat menjadikan inovasi pembelajaran dalam pemilihan model serta media yang tepat untuk mengembangkan keterampilan menggunting sesuai pola.
MENGEMBANGKAN MOTORIK HALUS ANAK KEGIATAN MENIRU BENTUK MENGGUNAKAN PJBL, DEMONSTRASI DAN MEDIA KERTAS KOKORU Andini, Mita; Novitawati, Novitawati
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6510

Abstract

The problem in this study is the low fine motor skills of children in imitating shapes. This is because the learning presented tends to be monotonous, focused on writing, reading and counting activities, so that it ignores the development of children's fine motor skills in imitating shapes. Efforts to solve this problem are using the Project Based Learning model, Demonstration Method and Kokoru Paper Media. The purpose of this study is to describe teacher activities, analyze children's activities and analyze the improvement of children's fine motor skills. The approach to this research uses a qualitative approach with the type of Classroom Action Research (CAR) with 4 meetings. The subjects of this study were children in group B2 of TK Negeri 1 Alalak, totaling 17 children. Data analysis uses descriptive analysis using tables and graphs. Indicators of success are teacher activity reaching "Very Good". Children's activity reaching "Very Active" and the results of the development of children's fine motor aspects classically "All Children Develop Very Well". The results of the study showed that (1) Teacher activity at meeting 1 was the criterion "quite good", meeting 2 was the criterion "good", meeting 3 was the criterion "very good", and meeting 4 was the criterion "very good". Children's activities meeting 1 (29%) criteria "all children are not active, meeting 2 (53%) criteria "Some children are active", meeting 3 (76%) criteria "active" and meeting 4 (94%) and the results of children's fine motor development meeting 1 (18%), meeting 2 (47%), meeting 3 (76%) and meeting 4 (94%) children successfully developed with the criteria "Developing According to Expectations" (BSH) and Developing Very Well (BSB). It is recommended to use the Project Based Learning Model, Demonstration Method and Kokoru Paper Media as effective learning references in order to realize the results of children's fine motor development in imitating better shapes. ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan motorik halus anak dalam meniru bentuk. Hal ini dikarenakan pembelajaran yang disajikan cenderung monoton, terfokus pada kegiatan menulis, membaca, dan berhitung, sehingga mengabaikan perkembangan kemampuan motorik halus anak dalam meniru bentuk. Upaya pemecahan masalah ini menggunakan model Project Based Learning, Metode Demonstrasi, dan Media Kertas Kokoru. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis aktivitas anak, dan menganalisis peningkatan kemampuan motorik halus anak. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 4 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah 17 anak kelompok B2 TK Negeri 1 Alalak. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan menggunakan tabel dan grafik. Indikator keberhasilan yaitu aktivitas guru mencapai “Sangat Baik”. Aktivitas anak mencapai “Sangat Aktif” dan hasil perkembangan aspek motorik halus anak secara klasikal “Semua Anak Berkembang Sangat Baik”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Aktivitas guru pada pertemuan 1 berkriteria “cukup baik”, pertemuan 2 berkriteria “baik”, pertemuan 3 berkriteria “sangat baik”, dan pertemuan 4 berkriteria “sangat baik”. Aktivitas anak pada pertemuan 1 (29%) berkriteria “semua anak tidak aktif”, pada pertemuan 2 (53%) berkriteria “sebagian anak aktif”, pada pertemuan 3 (76%) berkriteria “aktif” dan pada pertemuan 4 (94%) dan hasil perkembangan motorik halus anak pada pertemuan 1 (18%), pada pertemuan 2 (47%), pada pertemuan 3 (76%) dan pada pertemuan 4 (94%) anak berhasil berkembang dengan kriteria “Berkembang Sesuai Harapan” (KHS) dan Berkembang Sangat Baik (KHS). Disarankan untuk menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Proyek, Metode Demonstrasi dan Media Kertas Kokoru sebagai acuan pembelajaran yang efektif untuk mencapai hasil yang lebih baik pada perkembangan motorik halus anak dalam meniru bentuk.
PENGEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI MELALUI MODEL PJBL DENGAN MEDIA GUNTING STIK ES KRIM Dilla, Rufika; Sakerani, Sakerani
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6531

Abstract

Fine motor skills are a crucial aspect of early childhood development, particularly in hand-eye coordination and finger dexterity. This study was motivated by the low fine motor abilities observed in children at TK Aisyiyah Bustanul Athfal 9 Banjarmasin, especially in pattern- cutting activities. The aim of this research was to enhance children's fine motor skills through the Project-Based Learning (PJBL) model, combined with demonstration methods, task assignments, and the use of popsicle stick media. This research employed Classroom Action Research (CAR) across two cycles, involving 10 children in group B. Data were collected through observation, interviews, documentation, and developmental assessments, and analyzed descriptively. The focus of the study covered teacher activities, child engagement, and fine motor achievement. The results revealed significant improvement in all three areas. Teacher performance improved from “fair” to “very good”, child engagement exceeded 90% in the “active” and “very active” categories, and fine motor skill achievement increased from 53% to 82%. In conclusion, the integration of PJBL with structured methods and engaging, concrete media has proven to be an effective, enjoyable, and meaningful strategy for developing fine motor skills in early childhood. ABSTRAK Keterampilan motorik halus merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini, terutama dalam hal koordinasi mata dan tangan serta keterampilan jemari. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus anak di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 9 Banjarmasin, khususnya dalam aktivitas menggunting pola. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui model Project Based Learning (PJBL) yang dipadukan dengan metode demonstrasi, pemberian tugas, serta penggunaan media stik es krim. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam dua siklus, dengan subjek 10 anak kelompok B. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penilaian perkembangan anak, kemudian dianalisis secara deskriptif. Fokus penelitian mencakup aktivitas guru, keaktifan anak, dan capaian motorik halus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada ketiga aspek tersebut. Aktivitas guru meningkat dari kategori “cukup baik” menjadi “sangat baik”, keaktifan anak mencapai lebih dari 90% dalam kategori “aktif” dan “sangat aktif”, serta capaian motorik halus meningkat dari 53% menjadi 82%. Kesimpulannya, penerapan PJBL yang dipadukan dengan metode dan media konkret terbukti efektif dalam mengembangkan keterampilan motorik halus anak secara menyenangkan dan bermakna.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) SISWA KELAS IV Lasimpala, Ainsa; Husain, Rusmin; Monoarfa, Fidyawati; Monoarfa, Wiwy Triyanty; Katili, Sukri
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6542

Abstract

This study aims to improve students' descriptive writing skills through the implementation of the Project Based Learning (PjBL) model. The method used was Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles. Each cycle consisted of two meetings designed to give students the opportunity to creatively develop ideas through real-life projects related to the learning material. The subjects of this study were 15 fourth-grade students at SD Integral Hidayatullah, Kota Barat District, Gorontalo City. Data collection techniques included observation, writing tests, and documentation. Initial observations showed that only 3 students (20%) were able to write descriptive essays that met the minimum completeness criteria (KKM) of 75. After implementing the PjBL model, a significant improvement was observed. In the first cycle, the number of students who met the KKM increased to 10 students (67%), and in the second cycle, it increased to 12 students (80%). Therefore, the application of the Project Based Learning model proved effective in enhancing the descriptive writing skills of elementary school students. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas dua pertemuan yang dirancang untuk memberikan kesempatan kepada siswa dalam mengembangkan ide secara kreatif melalui proyek nyata yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Integral Hidayatullah Kota Barat, Kota Gorontalo, yang berjumlah 15 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, tes menulis, dan dokumentasi. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa hanya 3 siswa (20%) yang mampu menulis karangan deskripsi sesuai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan, yaitu 75. Setelah penerapan model PjBL, terjadi peningkatan signifikan. Pada siklus I, jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat menjadi 10 siswa (67%), dan pada siklus II mencapai 12 siswa (80%). Dengan demikian, penerapan model Project Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi pada siswa sekolah dasar.

Page 3 of 3 | Total Record : 26