cover
Contact Name
Muhamad Suhard
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah
ISSN : 27985741     EISSN : 27985733     DOI : https://doi.org/10.51878/action.v1i2.639
Core Subject : Science, Education,
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Classroom and School Action Research.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 175 Documents
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IA SD NEGERI 6 TIANYAR BARAT NI WAYAN RANTAU WATI
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v3i1.2002

Abstract

This study aims to determine the application of the example non-example learning method to improve student learning outcomes in mathematics class IA SD Negeri 6 Tianyar Barat for the 2022/2023 academic year. The study used two cycles with each cycle held 2 meetings. Each cycle has 4 stages, namely planning, implementing, observing, and reflecting. In the learning process, the learning outcomes obtained by students still have not obtained a KKM score, namely a minimum completeness score of 60. Trying various models, strategies, and learning methods is one way to make learning active, effective, and achieve learning goals. One of these learning methods is the example non example learning method. The example non example learning method is a learning method that uses image media in the delivery of learning material. In this method students form small groups to discuss solving problems related to the subject matter being discussed. Students are directed to be able to think critically in solving problems, and dare to express opinions, ask questions, answer, and conclude material related to lessons or competencies. basis being discussed. By applying the example non-example learning method, it can improve student learning outcomes in mathematics class IA SD Negeri 6 Tianyar Barat for the 2022/2023 academic year. This increase can be seen from the data in cycle I and cycle II. In the first cycle, the students' learning completeness was 67% with an average score of 63. Meanwhile, in the second cycle, the students' learning mastery reached 93% with an average score of 73. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode pembelajaran example non example untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas IA SD Negeri 6 Tianyar Barat tahun pelajaran 2022/2023. Penelitian menggunakan dua siklus dengan setiap siklusnya dilaksanakan 2 kali pertemuan. Setiap siklus memiliki 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Dalam proses pembelajaran, hasil belajar yang diperoleh siswa masih ada yang belum memperoleh nilai KKM yaitu nilai ketuntasan minimal sebesar 60. Mencoba berbagai model, strategi,serta metode pembelajaran merupakan salah satu cara untuk membuat pembelajaran menjadi aktif, efektif, dan mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu dari metode pembelajaran ini adalah métode pembelajaran example non example. Metode pembelajaran example non example adalah metode pembelajaran yang menggunakan media gambar dalam penyampaian materi pembelajarannya. Pada metode ini siswa membentuk kelompok-kelompok kecil untuk berdiskusi memecahkan masalah yang berhubungan dengan materi pelajaran yang sedang dibahas.Siswa diarahkan untuk dapat berfikir kritis dalam memecahkan masalah, serta berani menyampaikan pendapat, bertanya, menjawab, dan menyimpulkan materi yang berhubungan dengan pelajaran atau kompetensi dasar yang sedang dibahas. Dengan penerapan metode pembelajaran example non example dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas IA SD Negeri 6 Tianyar Barat tahun pelajaran 2022/2023. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari data pada siklus I dan siklus II. Pada siklus I ketuntasan belajar yang dicapai siswa adalah 67% dengan nilai rata-rata 63. Sedangkan pada siklus II, ketuntasan belajar siswa mencapai 93% dengan nilai rata-rata 73.
PENINGKATAN AKTIFITAS DAN HASIL BELAJAR PELAJARAN MATEMATIKA KOMPETENSI DASAR SISTEM KOORDINAT KARTESIUS DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISKUSI KELOMPOK PADA SISWA KELAS VIII A SMPN 2 AMPELGADING SUKARDI SUKARDI
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v3i1.2003

Abstract

This study aims to increase the activity and learning outcomes of mathematics in the basic competencies of the Cartesian coordinate system using the group discussion method in class VIII A students of SMP Negeri 2 Ampelgading. This study used classroom action research with group discussion methods. The research subjects in this class action research were class VIII A students of SMP Negeri 2 Ampelgading Malang Regency with a total of 32 students consisting of 16 male students and 16 female students. Data analysis was carried out from the beginning of the class action research using descriptive qualitative techniques, during the class action research and after the class action research was completed. In this study, data collection tools were used, namely through observation or observation guidelines, interview guidelines, and end-of-cycle tests. The results of this study using the group discussion method can increase student activity, initially only 43.75% of students who were brave enough to be active in expressing opinions and in group discussions in cycle I while after using the group discussion method in cycle II obtained 93.75% of students who dare to be active in expressing opinions and in discussions, so that there is an increase of 50% of students. Using the learning method of group discussion can also improve student learning outcomes and processes. Previously, students in conventional learning on average received test results still below the minimum completeness criteria, namely 63.59 and those who had completed learning reached 37.50%. Meanwhile, after using the group discussion method, the average test results were above the minimum completeness criteria, namely 81.56 and students who had completed their studies reached 93.75% or an increase of 56.25%. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktifitas dan hasil belajar matematika pada kompetensi dasar sistem koordinan kartesius dengan menggunakan metode diskusi kelompok pada siswa kelas VIII A SMP Negeri 2 Ampelgading. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan metode diskusi kelompok. Subjek penelitian pada penelian tindakan kelas ini adalah siswa kelas VIII A SMP Negeri 2 Ampelgading Kabupaten Malang dengan jumlah 32 siswa terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Analisis data dilakukan sejak awal penelitian tindakan kelas dengan teknik deskriptif kualitatif, selama penelitian tindakan kelas dan setelah penelitian tindakan kelas selesai. Dalam penelitian ini menggunakan alat pengumpulan data yaitu melalui pedoman pengamatan atau observasi, pedoman wawancara, dan tes akhir siklus. Hasil penelitian ini dengan menggunakan metode diskusi kelompok dapat meningkatkan aktivitas siswa, semula hanya 43,75% siswa yang cukup berani aktif dalam menyampaikan pendapat maupun dalam berdiskusi kelompok pada siklus I sedangkan setelah menggunakan metode diskusi kelompok pada siklus II diperoleh 93,75% siswa yang berani aktif dalam menyampaikan pendapat maupun dalam berdiskusi, sehingga ada peningkatan sebesar 50% siswa. Dengan menggunakan pembelajaran metode diskusi kelompok juga dapat meningkatkan hasil dan proses belajar siswa, semula siswa dalam pembelajaran konvensional rata-rata mendapat hasil ulangan masih di bawah kriteria ketuntasan minimal yaitu 63,59 dan yang sudah tuntas belajar mencapai 37,50%. Sedangkan setelah menggunakan metode diskusi kelompok rata-rata hasil ulangan di atas kriteria ketuntasan minimal yaitu 81,56 dan siswa yang sudah tuntas belajar mencapai 93,75% atau ada peningkatan 56,25%.
PENERAPAN METODE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IX-1 SMP NEGERI 18 BUTON RAFIUDIN RAFIUDIN
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v3i1.2004

Abstract

This research is motivated by the very low achievement of student learning at SMP Negeri 18 Buton because the selection of methods in conveying material about Looking to the Future with Optimism, Endeavor and Tawakal is still not quite right. The lecture method is still the mainstay method chosen by the teacher, so students just sit quietly and listen to the teacher's lecture. The purpose of this study was to improve student achievement in applying the concept of Islamic Religious Education to the subject of Looking to the Future with Optimism, Endeavor and Tawakal through the Make A Match Method. This study uses the Make a Match method in learning. The subjects in this study were class IX-1 students of SMP Negeri 18 Buton for the 2019/2020 academic year with a total of 13 students. The research data is in the form of primary data, namely the results of direct observation of student activities. The data analysis technique used to analyze the data in this study is a quantitative descriptive statistical technique. The results showed an increase in learning completeness in each cycle. In the early stages, only 31% or 4 of the 13 students in class IX-1 completed and got an average grade of 61, the first cycle that was completed was 69% or an increase of 38% and the class average score became 68 or an increase of 7 From the first cycle to the second cycle, students who have completed their studies become 100% or an increase of 31% with a class average score of 82 or an increase of 14. So using the make a match method can improve student achievement in class IX-1 SMP Negeri 18 Buton 2019/2020 academic year. ABSTRAKPenelitian ini dilatar belakangi oleh Perolehan prestasi belajar siswa sangat rendah di SMP Negeri 18 Buton karena pemilihan metode dalam menyampaikan materi tentang Menatap Masa Depan dengan Optimis, Iktiar dan Tawakal masih kurang tepat. Metode ceramah masih menjadi metode andalan yang dipilih oleh guru, sehingga siswa hanya duduk, diam dan mendengarkan ceramah guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam menerapkan konsep Pendidikan Agama Islam pada materi Menatap Masa Depan dengan Optimis, Iktiar dan Tawakal melalui Metode Make A Match. Penelitian ini menggunakan metode Make a Match dalam pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX-1 SMP Negeri 18 Buton Tahun Pelajaran 2019/2020 dengan jumlah 13 siswa. Data penelitian ini berupa data primer yaitu berupa hasil observasi langsung terhadap aktivitas siswa. Teknik analisis data yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah teknik statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan ketuntasan belajar pada tiap-tiap siklus. Pada tahap awal yang tuntas hanya 31% atau 4 siswa saja dari 13 siswa kelas IX-1 dan mendapatkan nilai rata-rata kelas 61, siklus pertama yang tuntas menjadi 69% atau meningkat 38% dan nilai rata-rata kelas menjadi 68 atau meningkat 7. Dari siklus pertama ke siklus kedua siswa yang tuntas belajar menjadi 100% atau meningkat sebesar 31% dengan nilai rata-rata kelas 82 atau meningkat 14. Jadi dengan menggunakan metode make a match dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IX-1 SMP Negeri 18 Buton tahun pelajaran 2019/2020.
PENGGUNAAN METODE LATIHAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMBACA TEKS DESKRIPTIF DI KELAS VII SMP BAITURROSYID ERA ASTATI
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v3i1.2005

Abstract

This Classroom Action Research (CAR) is motivated by the low ability of students to read descriptive texts in English subject. The formulation of the problem in this study is how is the application of the training method in improving students' ability to read descriptive texts in English in class VIII SMP Baiturrosyid Padang. In order for this classroom action research to work well without obstacles that interfere with the smooth running of the research, the researcher compiled the stages that were passed in the classroom action research, namely: 1) Action planning/preparation, 2) Action implementation, 3) Observation, and 4) Reflection. The successful application of the exercise method to English subjects was known from the increase in students' ability to read descriptive texts from before the action, cycle I, and cycle II. Before the action, students' ability to read descriptive texts was classified as "underprivileged", with an average percentage of 55.2%, because it was in the range of 0% -54%. In cycle I it increased to 70.2%, classified as "Quite Able", because 70.2% was in the range of 55% -69%. Tests in cycle II increased again with an average percentage of 83.5%, classified as "Able", because 83.5% was in the range of 80% -100%. This means that students' ability to read descriptive texts has reached 75%. Thus it can be concluded that the application of the training method can improve students' ability to read descriptive texts in English for Grade VIII students of SMP Baiturrosyid Padang. ABSTRAKPenelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam membaca teks deskriptif pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah penerapan metode latihan dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca teks deskriptif dalam bahasa Inggris pada kelas VIII SMP Baiturrosyid Padang. Agar penelitian tindakan kelas ini berhasil dengan baik tanpa hambatan yang mengganggu kelancaran penelitian, peneliti menyusun tahapan-tahapan yang dilalui dalam penelitian tindakan kelas, yaitu: 1) Perencanaan/persiapan tindakan, 2) Pelaksanaan tindakan, 3) Observasi, dan 4) Refleksi. Berhasilnya penerapan metode latihan pada mata pelajaran Bahasa Inggris, diketahui dari adanya peningkatan kemampuan siswa dalam membaca teks deskriptif dari sebelum tindakan, siklus I, dan siklus II. Pada sebelum tindakan kemampuan siswa dalam membaca teks deskriptif tergolong “’Kurang Mampu”, dengan rata-rata persentase 55,2%, karena berada pada rentang 0%-54%. Pada siklus I meningkat menjadi 70,2%, tergolong “Cukup Mampu”, karena 70,2% berada pada rentang 55%-69%. Tes pada siklus II meningkat lagi dengan rata-rata persentase 83,5%, tergolong “Mampu”, karena 83,5% berada pada rentang 80%-100%. Artinya kemampuan Siswa dalam membaca teks deskriptif telah mencapai 75%. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan dengan penerapan metode latihan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca teks deskriptif dalam Bahasa Inggris Siswa Kelas VIII SMP Baiturrosyid Padang.
PEMANFAATAN PERANGKAT ICT SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR EKONOMI PADA SISWA KELAS X IIS SMA NEGERI 2 MALINAU DAUD IBAU
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v3i2.2250

Abstract

This research is a classroom action research that aims to describe the achievements and motivation to study economics achieved by class X IIS students of SMA Negeri 2 Malinau through the use of ICT tools as learning media. This research was conducted at SMA Negeri 2 Malinau for the 2020/2021 academic year with the research subjects being class X IIS students. This research consists of two cycles. Data collection techniques were carried out through documentation of initial ability scores, observations, and learning achievement tests. The results of the study concluded that the implementation of learning strategies by utilizing ICT devices as learning media can increase the motivation and learning achievement of class X IIS SMA Negeri 2 Malinau in economics subjects. The economics study achievement of class X IIS SMA Negeri 2 Malinau in cycle I was in the moderate category, namely 70.59% of students who completed and 29.41% did not complete, with an average score of 75. While in cycle II, student achievement was at very high category, namely 88.24% of students who completed and 11.76% did not complete, with an average score of 83. ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk Untuk mendeskripsikan prestasi dan motivasi belajar ekonomi yang dicapai siswa kelas X IIS SMA Negeri 2 Malinau melalui Pemanfaatan Perangkat ICT sebagai Media Pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Malinau tahun ajaran 2020/2021 dengan subjek penelitian adalah siswa kelas X IIS. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui dokumentasi nilai kemampuan awal, observasi, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Implementasi strategi pembelajaran dengan memanfaatkan perangkat ICT sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas X IIS SMA Negeri 2 Malinau dalam mata pelajaran ekonomi. Prestasi belajar ekonomi siswa kelas X IIS SMA Negeri 2 Malinau pada siklus I berada pada kategori sedang yaitu 70,59 % siswa yang tuntas dan 29,41 % tidak tuntas, dengan nilai rata–rata 75. Sedangkan pada siklus II prestasi belajar siswa berada pada kategori sangat tinggi yaitu 88,24 % siswa yang tuntas dan 11,76 % tidak tuntas, dengan nilai rata–rata 83.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN MODEL JIGSAW KELAS XII SMK NEGERI 4 BONDOWOSO SUMARTONO SUMARTONO
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v3i2.2251

Abstract

Islamic Religious Education so far tends to use monotonous methods and approaches so that the learning process is less interesting and less active. The results of this study answered various problems regarding teacher and student activities in the learning process of Islamic Religious Education through the application of a jigsaw in class XII Nursing Assistant 1 at SMK Negeri 4 Bondowoso, as well as improving student learning outcomes. This research is in the form of Classroom Action Research (CAR). The research was conducted in two cycles and four stages of implementation; planning, action, observation and reflection. Data collection by observation, test and documentation. The results showed that the jigsaw method of learning Islamic Religious Education on the subject of the obligation to worship and give thanks to Allah SWT improves the learning outcomes of class XII students of Nursing Assistant 1 even semester of the 2022/2023 academic year. The successful application of the jigsaw method is known from the increase in student learning outcomes in cycle I, teacher activity gets an average score of 2.50 in the pretty good category, student activities get an average score of 3.00 in the good category and student learning outcomes get a completeness score of 75% with incomplete value 25%. In cycle II teacher activities got an average score of 3.00 in the good category, student activities got an average score of 3.60 in the very good category and student learning outcomes obtained a completeness score of 90% with an incomplete score of 10%. Students are more active and skilled in the learning process. Teachers are more skilled, varied in teaching activities, use of methods. In conclusion, the jigsaw model can improve student learning outcomes in Islamic Religious Education subject on the obligation to worship and give thanks to Allah SWT. ABSTRAKPendidikan Agama Islam selama ini cenderung menggunakan metode dan pendekatan yang monoton sehingga proses pembelajaran kurang menarik dan kurang aktif. Hasil penelitian ini menjawab berbagai masalah tentang aktivitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam melalui penerapan jigsaw di kelas XII Asisten Keperawatan 1 SMK Negeri 4 Bondowoso, serta peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian ini berbentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilakukan dengan dua siklus dan empat tahap pelaksanaan; perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Pengumpulan data dengan observasi, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode jigsaw pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi kewajiban beribadah dan bersyukur kepada Allah SWT meningkatkan hasil belajar siswa kelas XII Asisten Keperawatan 1 semester genap tahun pelajaran 2022/2023. Berhasilnya penerapan metode jigsaw diketahui dari adanya peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I, aktivitas guru mendapat nilai rata rata 2,50 dengan kategori cukup baik, aktivitas siswa mendapat nilai rata 3,00 dengan kategori baik dan hasil belajar siswa memperoleh nilai ketuntasan 75% dengan nilai tidak tuntas 25%. Pada siklus II aktivitas guru mendapat nilai rata rata 3,00 dengan kategori baik, aktivitas siswa mendapat nilai rata 3,60 dengan kategori sangat baik dan hasil belajar siswa memperoleh nilai ketuntasan 90% dengan nilai tidak tuntas 10%. Siswa lebih aktif dan terampil dalam proses pembelajaran. Guru lebih terampil, variatif dalam kegiatan mengajar, penggunaan metode. Kesimpulannya model jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi kewajiban beribadah dan bersyukur kepada Allah SWT.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN HASIL BELAJAR MEMBACA TEKS PROCEDURE DENGAN METODE STAD PADA KELAS IXF SMP NEGERI 2 TAMAN ANGGARAINI MAULINA KASIH
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v3i2.2252

Abstract

Learning English has become a daunting task for ninth grade students, especially on procedure text material which causes low student scores. This research was conducted on students of class IXF at SMP Negeri 2 Taman using the STAD method which proved to be able to increase the percentage of students' scores better. The data used in this study were obtained from comparative descriptive analysis which serves to compare between the initial value and the results achieved according to the target. The results of the analysis showed that the learning outcomes of reading procedure texts in class IXF SMP Negeri 2 Taman students scored equal to or higher than the KKM. The results prove that the STAD method can improve the ability to read procedure text in class IXF SMP Negeri 2 Taman. ABSTRAKBelajar Bahasa Inggris menjadi hal yang menakutkan bagi siswa kelas IX terutama pada materi teks Procedure yang menyebabkan rendahnya nilai siswa. Penelitian ini dilakukan terhadap siswa kelas IXF di SMP Negeri 2 Taman dengan metode STAD yang terbukti dapat menaikan prosentase nilai siswa dengan lebih baik. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari analisa deskriptif komparatif yang berfungsi untuk membandingkan antara nilai awal dan hasil yang dicapai sesuai dengan target. Hasil analisa memperlihatkan bahwa hasil belajar membaca teks procedure pada siswa kelas IXF di SMP Negeri 2 Taman mendapat nilai sama dengan atau lebih tinggi dari KKM. Hasil itu membuktikan bahwa metode STAD dapat meningkatkan kemampuan membaca teks procedure pada siswa kelas IXF SMP Negeri 2 Taman.
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU MENYUSUN MODUL AJAR PADA PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI MELALUI WORKSHOP DAN PENDAMPINGAN SUPONO SUPONO
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v3i2.2253

Abstract

The purpose of this action research is to improve the teacher's ability to compile teaching modules in differentiated learning through workshops and mentoring at SMP Negeri 2 Mandiraja Even Semester in the 2022/2023 Academic Year. The subjects of this study were the target teachers who taught class VII, totaling 14 (fourteen) subject teachers. Workshops and mentoring have been proven to be able to improve teachers' abilities to develop teaching modules in differentiated learning at SMP Negeri 2 Mandiraja in the even semester of the 2022/2023 school year. The increase in the ability of the target teacher in compiling teaching modules is marked by an increase in the ability of the target teacher from pre-cycle to cycle II. In the pre-cycle it was known that the target teacher's ability to compose teaching modules reached the very good category of 4 people (28.6%), in cycle I it increased to 5 people (35.7%) and cycle II to 11 people (78.6%). The ability of the target teacher was in the good category, pre-cycle there were 5 people (35.7%), cycle I decreased to 4 people (28.6%), and cycle II there were 3 people (21.4%). The implementation of Differentiated Learning for target teachers in the even semester of the 2022/2023 academic year after the workshop and mentoring activities were carried out has increased. The ability of the target teacher in differentiated learning in cycle I was 4 (four) target teachers achieving the good category (28.6%), 8 (eight) target teachers achieving the sufficient category (57.1%) and 2 (two) teachers targets are still in the less category (14.3%). In cycle II it increased with the condition of the target teachers who reached the very good category 11 (eleven) people or 78.6%. Meanwhile, 3 (three) people or 21.4% of the target teachers had good abilities. ABSTRAKTujuan penelitian tindakan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru menyusun modul ajar pada pembelajaran berdiferensiasi melalui workshop dan Pendampingan di SMP Negeri 2 Mandiraja Semester Genap Tahun Pelajaran 2022/2023. Subyek penelitian ini adalah guru sasaran yang mengajar kelas VII berjumlah 14 (empat belas)orang guru mata pelajaran. Workshop dan pendampingan terbukti dapat meningkatkan kemampuan guru menyusun modul ajar pada pembelajaran berdiferensiasi di SMP Negeri 2 Mandiraja pada semester genap tahun pelajaran 2022/2023. Peningkatan kemampuan guru sasaran dalam menyusun modul ajar ditandai dengan peningkatan kemampuan guru sasaran sejak pra siklus sampai dengan siklus II. Pada pra siklus diketahui kemampuan guru sasaran menyusun modul ajar yang mencapai kategori amat baik 4 orang (28,6%) , pada siklus I meningkat menjadi 5 orang (35,7%) dan siklus II menjadi 11 orang (78,6%). Kemampuan guru sasaran dalam kategori baik, pra siklus terdapat 5 orang (35,7%), siklus I, turun menjadi 4 orang (28,6%), dan siklus II terdapat 3 orang (21,4%). Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi pada guru sasaran di semester genap tahun pelajaran 2022/2023 setelah kegiatan workshop dan pendampingan dilaksanakan mengalami kenaikan. Kemampuan guru sasaran dalam pembelajaran berdiferensiasi pada siklus I adalah 4 (empat) orang guru sasaran mencapai kategori baik (28,6%), 8 (delapan) orang guru sasaran mencapai kategori cukup (57,1%) dan 2 (dua) orang guru sasaran masih dalam kategori kurang (14,3%). Pada siklus II meningkat dengan keadaan guru sasaran yang mencapai kategori amat baik 11 (sebelas) orang atau 78,6%. Sedangkan 3 (tiga) orang atau 21,4% guru sasaran kemampuannya sudah baik.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS MASALAH KONTEKSTUAL SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 MALINAU YULIANA YULIANA
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v3i2.2254

Abstract

This research is a classroom action research that aims to improve students' mathematics learning outcomes through problem-based learning based on contextual problems in the material of a system of three-variable linear equations. This research was conducted at SMA Negeri 2 Malinau for the 2021/2022 academic year with the research subjects being class X students and the object of the research being the application of problem-based learning. This research consists of two cycles. Data collection techniques were carried out through documentation of initial ability scores, observations, and learning achievement tests. Observations carried out at each meeting during the learning process took place including observations of the activities of teachers and students. Learning outcomes test is given at the end of each cycle. In addition, it also takes into account the value of assignments during the learning process. The results of the research in the first cycle showed that the average value of student learning outcomes increased by 58.88% from the basic value of 41.96 to 66.74. In cycle II, the average value of student learning outcomes increased by 22.23% from the value of learning outcomes in cycle I, namely 66.74 to 81.58. The teacher's activities in the first cycle were sufficient and in the second cycle they were good. Student activity in cycle I was classified as lacking and in cycle II was classified as good. Based on the results of data analysis, it can be concluded that the problem-based learning model based on contextual problems can improve mathematics learning outcomes in the material of the three-variable linear equation system for class X SMA Negeri 2 Malinau Academic Year 2021/2022. ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa melalui pembelajaran problem based learning berbasis masalah kontekstual pada materi sistem persamaan linear tiga variabel. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Malinau tahun ajaran 2021/2022 dengan subjek penelitian adalah siswa kelas X dan objek penelitian adalah penerapan pembelajaran problem based learning. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui dokumentasi nilai kemampuan awal, observasi, dan tes hasil belajar. Observasi dilaksanakan pada setiap pertemuan selama proses pembelajaran berlangsung meliputi observasi terhadap aktivitas guru dan siswa. Tes hasil belajar diberikan pada setiap akhir siklus. Selain itu juga memperhitungkan nilai tugas selama proses pembelajaran. Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan rata-rata nilai hasil belajar siswa meningkat sebesar 58,88% dari nilai dasar yaitu 41,96 menjadi 66,74. Pada siklus II, nilai rata-rata hasil belajar siswa meningkat sebesar 22,23% dari nilai hasil belajar siklus I yaitu 66,74 menjadi 81,58. Aktivitas guru pada siklus I tergolong cukup dan pada siklus II tergolong baik. Aktivitas siswa pada siklus I tergolong kurang dan pada siklus II tergolong baik. Berdasarkan hasil analisa data, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem based learning berbasis masalah kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada materi sistem persamaan linear tiga variabel siswa kelas X SMA Negeri 2 Malinau Tahun Ajaran 2021/2022.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X-IPA2 MAN 1 JEMBRANA PADA MATERI ELEKTROLIT MELALUI MODEL PROJECT BASED LEARNING SECARA BLENDED LEARNING HENDAH TRI SULYANTARI
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v3i3.2427

Abstract

Learning Electrolyte Solutions for class X even semester of the 2020-2021 academic year emphasizes conceptual and abstract nature so that students do not understand it. During the Covid-19 pandemic and New Normal it was not easy to use learning methods like face-to-face learning. The method that is often used online is giving assignments. Preliminary test results obtained the lowest score 28 and the highest 85, learning completeness 16%. The low value of learning completeness causes the writer to want to change the learning method so that learning mastery is achieved. The method chosen by project based learning is blended learning. Learning outcomes increased learning outcomes from cycle 1 to 2, ranging from 12% in terms of absorption. Improved skills assessment 14%. Online learning with YouTube has improved learning outcomes, but attitudes, skills and affective assessments are less visible. Offline learning with practicum further improves learning outcomes, assessment of attitudes, skills and affective is clearly visible. ABSTRAKPembelajaran Larutan Elektrolit kelas X semester genap tahun pelajaran 2020-2021 menekankan konseptual dan bersifat abstrak sehingga kurang dipahami siswa. Dimasa pandemi Covid-19 dan New Normal tidak mudah menggunakan metode pembelajaran seperti pada pembelajaran tatap muka. Metode yang sering digunakan saat daring adalah pemberian tugas. Hasil tes awal didapat nilai terendah 28 dan tertinggi 85, ketuntasan belajar 16 %. Rendahnya nilai ketuntasan belajar menyebabkan penulis ingin merubah metode belajar sehingga ketuntasan belajar tercapai. Metode yang dipilih project based learning secara blended learning. Hasil pembelajaran terjadi peningkatan hasil belajar dari siklus 1 ke 2 berkisar 12 % dilihat dari daya serap. Peningkatan penilaian ketrampilan 14 %. Pembelajaran daring dengan youtube sudah meningkatkan hasil belajar tapi penilaian sikap, ketrampilan dan afektif kurang terlihat. Pembelajaran luring dengan praktikum lebih meningkatkan hasil belajar, penilaian sikap, ketrampilan dan afektif terlihat dengan jelas..

Page 9 of 18 | Total Record : 175