Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Jurnal Kolaborasi Arsitektur merupakan jurnal yg dipublikasikan dengan cara OJS (open journal system) oleh Universitas Pandanaran Semarang. Jurnal ini mengakomodasi publikasi peneliti-peneliti yg meneliti di bidang arsitektur, urban design, built environment, building technologi, heritage dan tourism. Jurnal Arsitektur Kolaborasi terbit dua kali dalam setahun yaitu di awal bulan April dan Oktober.
Articles
65 Documents
IMPLEMENTASI ELEMEN OLAHRAGA VOLI DAN BASKET PADA BENTUK GOR DI KABUPATEN LAMONGAN DENGAN PENDEKATAN ANALOGI
ramadhan, putra ahmad;
Soemarwanto, Dadoes
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54325/kolaborasi.v5i1.90
Berpartisipasi dalam olahraga adalah sebuah bagian dari aktivitas sehari-hari dan sangat membantu manusia untuk membangun tubuh dan pikiran yang sehat. Semakin banyaknya atlet dan jumlah klub olahraga dalam berbagai cabor yang mengharuskan pemerintah membuat fasilitas olahraga berstandar, agar dapat menunjang para atlet muda untuk mengembangkan atau meningkatkan kualitasnya ke rana nasional maupun internasional. Gedung olahraga adalah fasilitas atau lokasi yang dirancang khusus untuk mendukung satu atau beberapa kegiatan olahraga, bersama dengan berbagai macam peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebutPenelitian ini bertujuan untuk me-Redesain Sport Centre Lamongan yaitu kebutuhan para atlet dengan menjadikan bentuk bangunan yang menyimbolkan suatu tempat olahraga dan dapat memenuhi standar nasional GOR tipe B. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan cara pengumpulan data melalui studi literatur tentang olahraga bola voli, olahraga bola basket, serta pengumpulan data tentang analogi melalui studi banding. Dengan membawakan konsep “Sportif ber-Ekspresif” terdapat pengimplementasian bentuk bangunan dengan meng-analogikan suatu bentuk. Hasil penelitian membentuk sebuah desain GOR dengan meng-analogikan elemen-elemen olahraga voli dan basket sehingga pengguna dapat memahami fungsi GOR hanya dari kontak visual saja. Implementasi dalam GOR dipilih pada bentuk bangunannya. Pemilihan warna yang sesuai dengan sesuatu yang di analogikan pada GOR, agar saat kontak mata akan terbayang langsung bahwa GOR tersebut membawakan macam olahraga voli dan basket. Pemilihan putih di simbolkan pada ring basket dan kuning, biru di simbolkan pada bola voli. Menerapkan bentuk tali basket pada struktur utama bangunan sesuai dengan konsep dasar yang di ambil yaitu sportif kata lain dari jujur. Menerapkan bentuk bola voli pada atap bangunan dengan 3 elevasi sebagai fungsi cahaya tidak langsung dapat masuk sebagai penerangan alami dan pemberian warna sesuai dengan bola voli.
MEMBANGUN TOLERANSI MELALUI DESAIN ARSITEKTUR: STUDI KASUS PELESTARIAN CANDI KIMPULAN DI KAMPUS TERPADU UII, YOGYAKARTA
Mutaqi, Ahmad Saifudin;
Salura, Purnama;
Lake, Reginaldo
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54325/kolaborasi.v5i1.92
Toleransi dalam keberagaman budaya dan agama merupakan salah satu isu penting dalam masyarakat modern. Desain arsitektur dapat memainkan peran penting dalam membangun toleransi dan menghormati keberagaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana desain arsitektur dapat digunakan sebagai sarana membangun toleransi melalui studi kasus pelestarian Candi Kimpulan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain arsitektur Candi Kimpulan dapat membangun toleransi melalui beberapa cara, yaitu: (1) menghormati keberagaman budaya dan agama, (2) menciptakan ruang yang inklusif dan terbuka, dan (3) mempertahankan nilai-nilai sejarah dan budaya. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang peran desain arsitektur dalam membangun toleransi dan menghormati keberagaman. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk perancangan bangunan dan ruang publik yang lebih inklusif dan toleran.
KAJIAN PENERAPAN PRINSIP ARSITEKTUR BIOKLIMATIK MENURUT KEN YEANG DALAM PERANCANGAN FASILITAS AGROINDUSTRI JAGUNG
Prayogo, Adi;
Murti, Farida
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54325/kolaborasi.v4i1.53
Tanaman jagung merupakan salah satu komoditas unggulan setelah padi dan termasuk salah satu komoditas tanaman palawija utama di Indonesia yang manfaatnya relatif luas terutama digunakan sebagai alternatif karbohidrat yang dikonsumsi manusia serta dapat menjadi bahan pakan ternak hewan, sehingga perlunya membangun sebuah agroindustri yang dapat mengembangkan olahan jagung menjadi suatu produk unggulan, agroindustri juga menjadi peran utama dalam perkembangan sector pertanian. Pada umumnya bangunan industri banyak yang kurang mengoptimalkan energi alami sebagai energi alternatif pada bangunan dan kurangnya memperhatikan lingkungan sekitar seperti pembuangan limbah industri yang memberi dampak buruk bagi lingkungan, maka dengan menerapkan prinsip arsitektur bioklimatik yang dipakai oleh Ken Yeang bisa dapat digunakan untuk merespon permasalahan tersebut, arsitektur bioklimatik merupakan metedologi untuk memberikan arahan kepada seorang arsitek untuk memperoleh susunan rencana solusi desain yang memperhatikan hubungan antara bentuk bangunan dengan iklim lingkungan sekitar. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini ialah deskriptif kualitatif dengan melakukan pengumpulan data kondisi eksisting lingkungan serta studi literatur, tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendapatkan strategi penerapan prinsip arsitektur bioklimatik menurut Ken Yeang pada perancangan fasilitas agroindustri jagung.
PENANGANAN KAWASAN KUMUH MELALUI REDEVELOPMENT HUNIAN VERTIKAL DI KOTA SEMARANG
Binta Usfuroh, Dinar;
Istijanto, Suko;
Rolalisasi, Andarita
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54325/kolaborasi.v4i1.57
Salah satu kota dengan populasi penduduk yang cukup padat yaitu Kota Semarang. Dari kejadian tersebut, kebutuhan lahan untuk permukiman di perkotaan semakin meningkat, sehingga mengakibatkan nilai tanah yang relatif tinggi dan tidak semua penduduk mampu membeli tanah dengan nilai tanah yang tinggi. Akibatnya masyarakat lebih memilih untuk tinggal di kawasan yang memiliki nilai lahan yang rendah, dan menimbulkan permukiman kumuh akibat penurunan kualitas permukiman. Tingkat kekumuhan di wilayah ini menentukan bagaimana program pemerintah untuk meningkatkan kualitas permukiman di Kota Semarang diimplementasikan. Menurut rencana pemerintah, pembangunan kembali permukiman Tambak Lorok merupakan solusi dari penurunan luas lahan di pesisir utara yang berakibat penurunan kualitas permukiman. Pendekatan penelitian eksploratif dilakukan dalam penelitian ini untuk mengidentifikasi masalah atau subjek yang memerlukan investigasi lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini adalah cara penanganan masalah menurunanya kualitas permukiman dengan adanya penataan kembali dengan hunian vertikal dikawasan Tambak Lorok Semarang.
PENERAPAN KONSEP BIOPHILIC PADA DESAIN INTERIOR FISH EDU MARKET DAN SEAFOOD RESTAURANT DI JAKARTA
Siti Khadijah, Nadia
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54325/kolaborasi.v4i1.59
Indonesia memiliki wilayah maritim yang sangat luas dengan beragam sejarah nenek moyang yang erat kaitannya dengan kekayaan laut. Masyarakat seharusnya dapat memanfaatkan kekayaan alam laut yang dimiliki oleh bangsa kita dengan bangga dan tanggung jawab. Namun sangat disayangkan, kesadaran masyarakat indonesia akan peduli dengan laut kurang. Kerusakan ekosistem laut yang tidak bisa ditutupi lagi, dengan tidak pekanya masyarakat indonesia memberikan penurunan nilai bagi sektor perikanan dan ekosistemnya. DKI Jakarta merupakan kota metropolitan padat penduduk yang memiliki angka stunting tinggi, konsumsi ikan dianggap sebagai solusi untuk mengatasi masalah gizi. Jika pasar direncanakan menjadi pasar bersih, masyarakat akan senang berbelanja ikan. Prinsip yang mendasari desain ini adalah konsep biofilik yang bertujuan untuk membangun lingkungan yang meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat perkotaan dengan menggabungkan elemen alam ke dalam interior yang mendorong konektivitas dengan alam. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan fasilitas mencakup aspek perekonomian,pendidikan bahari, rekreasi, dan sebagai upaya peningkatan gizi anak di Indonesia di bidang Interior lewat objek perancangan fish market dan seafood restaurant dengan menggunakan konsep biophilic. Metode penelitian ini menggunakan pola pikir perancangan dari David. K Ballast yang dijabarkan dalam programming dan konsep skemati desain. Penelitian ini menghasilkan desain interior Fish Edu Market dan Seafood Rertaurant dengan fasilitas one stop shopping, berkonsep biophilic, dan bertema kelautan yang memiliki nilai edukasi, ekonomi, dan rekreasi dalam ruang sehat yang dapat menarik pengunjung untuk datang.
KRITERIA PEMILIHAN TAPAK PADA PERANCANGAN FASILITAS KEBUGARAN FISIK DAN MENTAL REMAJA DI KOTA SURABAYA
Aprilina, Sasa;
Wilfritz Soaduon Panjaitan, Tigor;
Rolalisasi, Andarita
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54325/kolaborasi.v4i1.60
Masalah kesehatan mental pada remaja diperlukan perhatian khusus dalam penanganannya. Lingkungan mempunyai pengaruh paling besar terhadap penyembuhan manusia, baik alami maupun buatan. Dalam artapakktur lingkungan binaan, baik ruangan, bangunan, lingkungan hingga skala kota, faktor lingkungan memegang peranan yang sangat penting dalam perancangan fasilitas remaja. Oleh karena itu, pemilihan tapak sangat berperan penting dalam menciptakan lingkungan binaan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tapak agar dapat digunakan sebagai data dasar dalam perancangan fasilitas kebugaran fisik dan mental remajadi Kota Surabaya. Metode yang digunakan adalah analisis kondisi eksisting tapak sehingga menghasilkan output konsep perancangan tapak. Lokasi yang dipilih berdasarkan kriteria tapak yang sesuai dalam perancangan fasilitas remaja. Kriteria tapak bertujuan agar lahan mampu dimanfaatkan secara efektif dan efisien.
POLA TATA RUANG PADA KAWASAN RESORT HOTEL
Wardianto, Gatoet;
Mandaka, Mutiawati;
Susanti, Anityas Dian;
Sarasati, Carina;
Mosses Siallagan, Ralfalendo
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54325/kolaborasi.v4i1.61
Mengikuti berkembangnya pariwisata di Indonesia saat ini banyak sekali jenis akomodasi yang disediakan. Salah satu akomodasi yang disediakan adalah hotel. Terdapat berbagai jenis hotel, seperti city hotel, resort hotel, transit hotel, atau commercial hotel. Resort hotel merupakan salah satu jenis akomodasi hotel berdasarkan lokasi wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sirkulasi pada pola tata ruang khususnya terhadap kawasan resort hotel. Analisa terkait dengan pola tata ruang didasarkan pada objek penelitian. Variabel yang digunakan dalam studi kasus, adalah pola sirkulasi, topografi, fasilitas, dan jenis resort. Studi kasus penelitian terdiri dari Nusa dua Beach Hotel dan Spa di Bali, Montigo Resort Nongsa di Batam, dan Amanjiwo Resort di Magelang. Hasil analisa berdasarkan studi kasus menunjukan bahwa beberapa resort hotel memiliki pola tata ruang yang serupa.
PENERAPAN PRINSIP ARSITEKTUR HIJAU PADA MICROLIBRARY WARAK KAYU SEMARANG
Maharani, Maria Rosita;
Wardianto, Gatoet;
Susanti, Anityas Dian;
Andadari, Tri Susetyo
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54325/kolaborasi.v4i1.62
Bangunan merupakan salah satu sektor besar yang mensumbangsi gas emisi yang dapat merusak bumi. Oleh karena itu sudah selayaknya semua bangunan menerapkan prinsipprinsip arsitektur hijau demi kebaikan bumi dan kelangsungan hidup manusia. Objek studi kasus yang diambil adalah microlibrary warak kayu, bangunan ini merupakan bangunan perpustakaan yang materialnya menggunakan limbah kayu. Selain itu bangunan ini juga telah mendapatkan penghargaan bergengsi dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji penerapan prinsip Arsitektur Hijau pada Microlibrary Warak Kayu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis melalui survey dan observasi ke objek studi kasus. Hasil yang didapatkan adalah bangunan ini mampu memenuhi seluruh prinsip Arsitektur Hijau.
PENINGKATAN KUALITAS HUNIAN NELAYAN PADA PERMUKIMAN NELAYAN PRIGI TRENGGALEK DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR PERILAKU
Fitria, Danis;
Istijanto, Suko;
Panjaitan, Tigor Wilfritz Soaduon
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54325/kolaborasi.v4i2.64
Permukiman nelayan di Trenggalek memiliki suatu permasalahan yang cukup membutuhkan penanganan. Mulai dari permasalahan rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan hingga kualitas lingkungannya. Tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan yang cukup rendah dapat dilihat dari hunian dan lingkungan yang ditinggalinya. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya sarana prasarana pendukung di bidang kelautan dan perikanan. Sedangkan rendahnya kualitas lingkungan pada permukiman nelayan adalah minimnya ketersediaan sarana dan prasarana dasar yang berdampak pada rendahnya produktivitas para nelayan. Oleh karena itu suatu kondisi permukiman sangat berdampak pada kualitas produktivitas penghuninya. Artikel ini bertujuan untuk melakukan peningkatan kualitas hunian pada permukiman nelayan dengan melalui pendekatan arsitektur perilaku. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yaitu pengamatan langsung di lapangan dan melaksanakan analisis terhadap hal-hal yang relevan dengan permasalahan. Pengumpulan data dilaksanakan dengan melakukan observasi langsung dan mengumpulkan data sekunder dari berbagai sumber, antara lain e-journal, e-book, dan sumber lain yang relevan. Penelitian ini menghasilkan desain hunian untuk permukiman nelayan dengan melakukan beberapa peningkatan kualitas mulai dari kualitas sistem drainase, sistem air bersih dan material bangunan yang digunakan sehingga memberikan kenyamanan untuk penghuninya.
KRITERIA PEMILIHAN TAPAK PADA PERANCANGAN AGROWISATA KELAPA DI KABUPATEN TRENGGALEK
Febrianto, Akmal Taufik;
Prakasa, Darmansjah Tjahja;
Panjaitan, Tigor Wilfritz Soaduon
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54325/kolaborasi.v4i2.68
Perencanaan agriwisata merupakan pemanfaatan pontesi dari alam yang di jadikan sebagai obejk wisata alam. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menghasilkan sebuah rancangan konsep penataan lansekap agrowisata kebun kelapa sebagai sebuah sarana informasi dalam menciptakan satu kesatuan yang harmonis dan berkelanjutan antara rancangan bangunan, lingkungan sekitar dan kegiatan Perkebunan terpadu dengan edukasi dan rekreasi. Penelitian ini di lakukan dalam bentuk survei lapangan untuk menghasilkan rancangan konsep desain yang sesuai dengan tapak yang ideal terhadap konsep perancangan. Pemilihan tapak juga bertujuan untuk mengefisiensikan lahan yang sesuai kebutuhan perancangan agrowisata kelapa.