cover
Contact Name
Fariz Nizar
Contact Email
kolaborasi_jurnal@unpand.ac.id
Phone
+6285156340961
Journal Mail Official
kolaborasi_jurnal@unpand.ac.id
Editorial Address
Jl. Banjarsari Barat No.1, Pedalangan, Kec. Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah 50268
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Published by Universitas Pandanaran
ISSN : 28082435     EISSN : 28082427     DOI : https://doi.org/10.54325/kolaborasi.v1i1
Jurnal Kolaborasi Arsitektur merupakan jurnal yg dipublikasikan dengan cara OJS (open journal system) oleh Universitas Pandanaran Semarang. Jurnal ini mengakomodasi publikasi peneliti-peneliti yg meneliti di bidang arsitektur, urban design, built environment, building technologi, heritage dan tourism. Jurnal Arsitektur Kolaborasi terbit dua kali dalam setahun yaitu di awal bulan April dan Oktober.
Articles 84 Documents
SIMULASI DESAIN PASIF SEBAGAI TAHAP PRA-OTOMATISASI DALAM EVALUASI PERFORMA ENERGI BANGUNAN TROPIS DI INDONESIA Jessica Fitriani Putri; Andi Prasetiyo
JURNAL KOLABORASI UNPAND 卷 6 编号 1 (2026): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v6i1.166

Abstract

Efisiensi energi bangunan merupakan isu krusial dalam pengembangan arsitektur berkelanjutan di wilayah tropis lembap seperti Indonesia. Pada praktiknya, sistem otomatisasi bangunan sering diterapkan pada tahap operasional, sementara optimalisasi desain pasif pada tahap perancangan awal belum dimanfaatkan secara maksimal. Akibatnya, sistem otomatisasi kerap bekerja pada bangunan yang sejak awal memiliki performa energi kurang efisien. Penelitian ini menganalisis peran simulasi energi tahap awal sebagai proses pra-otomatisasi dalam evaluasi performa energi bangunan tropis. Simulasi dilakukan menggunakan Sefaira untuk menguji pengaruh beberapa parameter desain pasif terhadap konsumsi energi, meliputi orientasi bangunan, Window-to-Wall Ratio (WWR), konfigurasi peneduhan, nilai U-Value selubung bangunan, karakteristik kaca, serta beban internal. Objek simulasi berupa bangunan kecil seluas ±50 m² dengan data iklim Jakarta sebagai representasi iklim tropis perkotaan. Simulasi dilakukan secara bertahap dengan pendekatan satu variabel berubah pada satu waktu. Hasil simulasi digunakan untuk mengidentifikasi kombinasi parameter yang menghasilkan konsumsi energi minimum. Dalam kerangka penelitian ini, hasil simulasi diposisikan sebagai performance envelope, yaitu rentang performa energi yang menjadi dasar penentuan pagu operasional sistem otomatisasi. Dengan demikian, simulasi desain pasif tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi tahap awal, tetapi juga sebagai fondasi metodologis bagi pengembangan bangunan berteknologi lanjut yang efisien energi.
KECERDASAN BUATAN UNTUK MANAJEMEN ENERGI DAN MANAJEMEN LINGKUNGAN MENUJU KOTA PINTAR Stephanus Wirawan Dharmatanna; Elvina Shanggrama Wijaya; Angela Jasmine Tanya Tjahyana
JURNAL KOLABORASI UNPAND 卷 6 编号 1 (2026): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v6i1.170

Abstract

Urbanisasi telah memberikan dampak tekanan pada sistem energi kota dan kualitas lingkungan, yang mengakibatkan kebutuhan akan pendekatan yang efisien, adaptif dan integratif untuk menanganinya. Sistem pengelolaan konvensional biasanya memisahkan sektor per sektor, yang berakibat membatasi pembuatan keputusan yang holistik. Menggunakan kerangka berpikir smart city, artificial intelligence (AI) telah menjadi teknologi kunci untuk mengelola data kota yang kompleks dan real time, serta memberikan respon yang prediktif dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari peran AI tersebut dengan menggunakan metode literature review naratif dari publikasi lima tahun terakhir. Studi ini mensintesiskan penggunaan AI dalam manajemen energi, proses monitoring lingkungan dan integrasi lintas sektor, serta menggarisbawahi perubahan penggunaan AI dari reaktif ke prediktif. Studi ini menemukan bahwa AI lebih sering digunakan per sektor spesifik. Penggunaan AI secara integratif seperti pada data fusion, decision support system dan digital twin masih terbatas, namun menunjukkan potensi besar untuk pengelolaan kota yang holistik. Beberapa tantangan dalam implementasi adalah ketersediaan infrastruktur data interoperability dan kesiapan sumber daya manusia, selain perimbangan lain. Paper ini menunjukkan arah strategis untuk penggunaan AI secara bertahap untuk mendukung perkembangan kota yang adaptif, efisien dan berkelanjutan.
PERANCANGAN MUSEM BERBASIS DESAIN ARSITEKTUR IMERSIF Aris Budhiyanto; Axel Fay Kuntjoro
JURNAL KOLABORASI UNPAND 卷 6 编号 1 (2026): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v6i1.178

Abstract

Museum kontemporer mengalami pergeseran paradigma dari sekadar penyimpanan koleksi menuju ruang publik yang berorientasi pada pengalaman pengunjung, mengedepankan partisipasi aktif, keterlibatan emosional, dan integrasi teknologi imersif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan desain imersif dalam arsitektur museum kontemporer melalui studi kasus Messner Mountain Museum (MMM) Corones dan Artipelag. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif–analitis dalam paradigma interpretatif, di mana arsitektur dipahami sebagai medium pengalaman yang membentuk persepsi dan keterlibatan pengunjung. Analisis difokuskan pada empat aspek utama, yaitu alur ruang, zonasi, sirkulasi, dan suasana ruang, sebagai elemen pembentuk pengalaman imersif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MMM Corones menerapkan strategi imersi yang bersifat terarah dan kontemplatif melalui pengendalian sekuens ruang, sirkulasi linier, serta atmosfer monumental yang menekankan refleksi dan narasi simbolik. Sementara itu, Artipelag menghadirkan pendekatan imersif yang lebih terbuka dan kontekstual, dengan sekuens ruang yang mengalir, sirkulasi fleksibel, dan atmosfer natural yang menyatu dengan lanskap sekitarnya. Perbandingan kedua objek studi menegaskan bahwa desain arsitektur imersif tidak bersifat tunggal, melainkan terdiri dari beragam pendekatan yang disesuaikan dengan tujuan pengalaman ruang yang ingin dibangun.
AKSESIBILITAS PADA RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK DALAM KONTEKS PERANCANGAN LANSKAP INKLUSIF DI MALANG, STUDI KASUS: TAMAN MERBABU, HUTAN KOTA MALABAR Santoso, Dian Kartika; Junita, Sovie Nurmalia; Ramadiansyah, Faiz; Abidah, Darini Yusrina
JURNAL KOLABORASI UNPAND 卷 5 期 2 (2025): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v5i2.94

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik merupakan elemen penting dalam perancangan kota yang inklusif dan berkelanjutan, namun kelompok difabel masih sering terpinggirkan dalam proses desain ruang publik. Penerapan prinsip lanskap inklusif, terutama dalam hal aksesibilitas dan sirkulasi ruang, sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang adil bagi semua pengguna. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat aksesibilitas RTH publik di Kota Malang berdasarkan prinsip lanskap inklusif. Tiga taman kota yang populer, yaitu Taman Merbabu, Hutan Kota Malabar, dan Taman Slamet, dipilih sebagai studi kasus berdasarkan tingkat kunjungan yang tinggi dan perannya sebagai ruang interaksi sosial. Metode yang digunakan mencakup observasi lapangan, dokumentasi visual, dan penilaian elemen fisik berdasarkan kriteria aksesibilitas seperti jenis dan kondisi perkerasan, kemiringan jalur, keberadaan ramp, handrail, serta signage ramah difabel. Hasil menunjukkan bahwa Hutan Kota Malabar belum memenuhi sebagian besar standar aksesibilitas, sementara Taman Merbabu dan Taman Slamet telah memiliki beberapa elemen ramah tunanetra namun belum menjangkau semua jenis disabilitas. Rekomendasi perbaikan meliputi penggunaan perkerasan antiselip, pemasangan signage braille, serta penyediaan ramp dan handrail sesuai standar desain universal.
DINAMIKA PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KETERSEDIAAN DAN KELAYAKAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN DI KAWASAN PULAU MAS, KOTA MAGELANG Abadi, Vincensius Oktsaga Pilar
JURNAL KOLABORASI UNPAND 卷 5 期 2 (2025): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v5i2.96

Abstract

Prasarana berkelanjutan merupakan salah satu prinsip penting untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih baik. Evaluasi terhadap ketersediaan prasarana permukiman perlu dilakukan berdasarkan persepsi masyarakat sebagai bahan masukan untuk semua pihak yang terlibat dalam penyediaan prasarana. Studi riset yang dilakukan bertujuan untuk mengevaluasi ketersediaan dan kualitas prasarana permukiman di Lingkungan Pulau Mas, Kota Magelang, serta efektivitas pengelolaannya. Lingkungan Pulau Mas dipilih sebagai studi kasus karena adanya alokasi dana pembenahan pada tahun 2024, sementara masyarakat dan pengurus belum memiliki kejelasan terkait prioritas pembangunan sarana dan prasarana. Metode penelitian yang digunakan melibatkan pengumpulan data melalui kuesioner berdasarkan lima kategori prasarana menurut Grigg, yaitu: prasarana jalan, prasarana air, prasarana pengolahan limbah padat, prasarana bangunan luar dan olahraga, serta prasarana distribusi dan produksi energi. Persepsi masyarakat dianalisis menggunakan skala Likert, sedangkan penentuan prioritas pembenahan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan dari total 90 responden, 13 responden memiliki persepsi sedang terhadap ketersediaan prasarana, sementara 77 responden memiliki persepsi tinggi. Berdasarkan analisis prioritas, pembenahan prasarana olahraga dipilih sebagai kebutuhan utama, mengingat kondisi eksisting dan kebutuhan masyarakat saat ini. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagi pengambilan kebijakan Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Magelang, serta menjadi acuan bagi perencana dan perancang dalam merencanakan prasarana yang optimal dan tepat sasaran.
DESAIN SENSORI VISUAL PADA TAMAN BERMAIN ANAK DI SLEMAN, YOGYAKARTA Putri, Tabita Febriawaty Kartika
JURNAL KOLABORASI UNPAND 卷 5 期 2 (2025): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v5i2.97

Abstract

Taman bermain anak merupakan salah satu tempat yang dapat mendukung perkembangan kognitif bagi anak usia 0 hingga 6 tahun melalui aktivitas sensory play. Oleh karena itu, aspek sensori dalam desain taman bermain anak menjadi aspek yang sangat penting untuk diperhatikan, salah satu aspek sensori tersebut adalah aspek sensori visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana desain sensori visual pada taman bermain anak berpengaruh pada preferensi zona bermain bagi anak-anak usia 0 hingga 6 tahun. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif untuk mengetahui hubungan antara dua variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak lebih menyukai zona bermain yang memiliki warna-warna cerah, topografi berkontur, memiliki pencahayaan alami, memiliki desain representasi alam, dan memiliki jenis wahana permainan yang beragam.
TRANSFORMASI KORIDOR MENJADI RUANG SOSIAL: STUDI PERILAKU PENGHUNI RUSUN MRANGGEN, KABUPATEN SLEMAN Octaviano, Dioni; Agustin, Dyan
JURNAL KOLABORASI UNPAND 卷 5 期 2 (2025): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v5i2.98

Abstract

Koridor pada rumah susun, yang secara desain berfungsi sebagai jalur sirkulasi dan ruang transisi antar unit hunian, dalam praktiknya sering dimanfaatkan secara lebih luas oleh penghuni. Dalam hunian vertikal dengan keterbatasan ruang privat, penghuni cenderung melakukan adaptasi ruang untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Koridor yang seharusnya bersifat komunal mengalami pergeseran fungsi akibat tekanan spasial dan kebutuhan akan ruang tambahan, seperti untuk menyimpan barang, menjemur pakaian, atau menerima tamu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku penghuni terhadap fungsi koridor di Rumah Susun Mranggen Gedung Hijau, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, khususnya dalam konteks pemanfaatan ruang di luar batas privat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara mendalam, dokumentasi visual, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penghuni memanfaatkan koridor sebagai ruang tambahan dengan fungsi yang bersifat lebih pribadi. Adaptasi ini mencerminkan respons terhadap keterbatasan ruang hunian dan kebutuhan fungsional harian. Pergeseran fungsi koridor ini berdampak pada terganggunya sirkulasi, berkurangnya kenyamanan ruang komunal, serta terbentuknya batas baru antara ruang publik dan privat. Temuan ini menegaskan bahwa desain ruang komunal dalam rumah susun perlu mempertimbangkan fleksibilitas penggunaan oleh penghuni, agar tetap mampu memenuhi kebutuhan individual tanpa mengorbankan fungsi sosial dan efisiensi tata ruang secara keseluruhan.
IMPLEMENTASI POLA ARSITEKTUR BIOFILIK PADA PUSAT PERBELANJAAN DI IKLIM TROPIS: LAGOON AVENUE MALL SUNGKONO SURABAYA Wijaya, Ravinda Arga; Avenzoar, Azkia
JURNAL KOLABORASI UNPAND 卷 5 期 2 (2025): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v5i2.101

Abstract

Penerapan pola arsitektur biofilik dalam ruang komersial seperti mall, khususnya di kawasan beriklim tropis, masih jarang dikaji secara mendalam. Padahal, pendekatan desain ini menawarkan potensi besar dalam mengintegrasikan elemen alam ke dalam lingkungan binaan guna meningkatkan kesejahteraan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola arsitektur biofilik pada Lagoon Avenue Mall Sungkono Surabaya, sebuah pusat perbelanjaan semi-outdoor di Surabaya. Studi dilakukan dengan metode deskriptif-kualitatif melalui observasi lapangan, dokumentasi fotografis, serta pemetaan pola biofilik berdasarkan kategori Nature in the Space, Natural Analogues, dan Nature of the Space dalam 14 pola desain biofilik. Data yang diperoleh dianalisis dengan mengidentifikasi jenis, distribusi, dan proporsi pola arsitektur biofilik yang tampak dalam ruang publik mall. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Lagoon Avenue Mall Sungkono Surabaya menampilkan pola biofilik yang cukup beragam, namun belum sepenuhnya terintegrasi secara konsisten di seluruh area sirkulasi utama. Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap praktik perancangan ruang komersial tropis yang lebih berkelanjutan, sekaligus memperkaya literatur mengenai representasi pola biofilik dalam konteks urban.
ADAPTIVE REUSE BANGUNAN CAGAR BUDAYA DI KAWASAN KOMERSIAL: STUDI KASUS SD NETRAL C YOGYAKARTA Ikhwan, Muhammad; Winoto, Erlangga; Agustiananda, Putu Ayu Pramanasari; Sholihah, Arif Budi
JURNAL KOLABORASI UNPAND 卷 5 期 2 (2025): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v5i2.102

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi tantangan dan peluang bangunan cagar budaya di kawasan komersial perkotaan Indonesia melalui studi kasus SD Netral C (Sekolah Dasar Netral C) Yogyakarta—sebuah sekolah bersejarah yang didirikan pada era kolonial dan masih mempertahankan fungsi aslinya di tengah tekanan komersial kawasan Malioboro. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi keseimbangan antara pelestarian cagar budaya dengan viabilitas ekonomi melalui penerapan adaptive reuse sebagai sebuah strategi. Melalui pendekatan studi kasus eksploratif, data dikumpulkan dari observasi lapangan, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan SD Netral C memiliki nilai cagar budaya yang unik (bertahan selama 113 tahun, berkarakter inklusif, dan berstatus Sultan Ground), namun menghadapi ancaman penurunan jumlah siswa akibat gentrifikasi. Dua skenario adaptive reuse dikembangkan: Heritage School Plus (intervensi minimal dengan program cagar budaya tambahan) dan Community Heritage Hub (mixed-use sebagai fungsi pendidikan-komunitas-komersial). Observasi mengungkap perbedaan antargenerasi dalam merespons perubahan—generasi tua lebih mendukung preservasi maksimal, sementara generasi muda lebih adaptif. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan bertahap dimulai dengan intervensi minimal untuk membangun kepercayaan sebelum transformasi lebih lanjut.
STRATEGI TRANSFORMASI DIGITAL ARSITEK KONTEMPORER BERDASARKAN MODEL BISNIS (2020–2024) Putri, Jessica Fitriani; Setiadi, Amos
JURNAL KOLABORASI UNPAND 卷 5 期 2 (2025): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v5i2.103

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan paradigma dalam praktik arsitektur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi transformasi digital yang diadopsi oleh arsitek kontemporer berdasarkan model bisnis mereka. Studi literatur ini mencakup rentang waktu 2020–2024 dan mengulas berbagai pendekatan arsitek dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses desain dan kolaborasi profesional. Metode penelitian dilakukan melalui analisis literatur dari jurnal ilmiah, laporan industri, dan publikasi akademik. Hasil studi menunjukkan bahwa transformasi digital memberikan peluang sekaligus tantangan yang signifikan, tergantung pada model bisnis yang digunakan oleh masing-masing firma arsitektur. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami preferensi strategi desain digital arsitek kontemporer dan menyarankan penguatan kapasitas digital serta model kolaboratif lintas-disiplin.