cover
Contact Name
Fariz Nizar
Contact Email
kolaborasi_jurnal@unpand.ac.id
Phone
+6285156340961
Journal Mail Official
kolaborasi_jurnal@unpand.ac.id
Editorial Address
Jl. Banjarsari Barat No.1, Pedalangan, Kec. Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah 50268
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Published by Universitas Pandanaran
ISSN : 28082435     EISSN : 28082427     DOI : https://doi.org/10.54325/kolaborasi.v1i1
Jurnal Kolaborasi Arsitektur merupakan jurnal yg dipublikasikan dengan cara OJS (open journal system) oleh Universitas Pandanaran Semarang. Jurnal ini mengakomodasi publikasi peneliti-peneliti yg meneliti di bidang arsitektur, urban design, built environment, building technologi, heritage dan tourism. Jurnal Arsitektur Kolaborasi terbit dua kali dalam setahun yaitu di awal bulan April dan Oktober.
Articles 73 Documents
STRATEGI TRANSFORMASI DIGITAL ARSITEK KONTEMPORER BERDASARKAN MODEL BISNIS (2020–2024) Putri, Jessica Fitriani; Setiadi, Amos
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v5i2.103

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan paradigma dalam praktik arsitektur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi transformasi digital yang diadopsi oleh arsitek kontemporer berdasarkan model bisnis mereka. Studi literatur ini mencakup rentang waktu 2020–2024 dan mengulas berbagai pendekatan arsitek dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses desain dan kolaborasi profesional. Metode penelitian dilakukan melalui analisis literatur dari jurnal ilmiah, laporan industri, dan publikasi akademik. Hasil studi menunjukkan bahwa transformasi digital memberikan peluang sekaligus tantangan yang signifikan, tergantung pada model bisnis yang digunakan oleh masing-masing firma arsitektur. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami preferensi strategi desain digital arsitek kontemporer dan menyarankan penguatan kapasitas digital serta model kolaboratif lintas-disiplin.  
IDENTIFIKASI ELEMEN FASAD KOLONIAL PADA GEDUNG SINGA KUNING, JAKARTA Soegiarto, Rayden; Rares, Anthony
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v5i2.105

Abstract

Arsitektur kolonial Belanda merupakan warisan masa penjajahan yang masih terlihat di kawasan Kota Tua Jakarta. Salah satu bangunan yang mencerminkan gaya tersebut adalah Gedung Singa Kuning di Jalan Kali Besar Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi elemen-elemen fasad bangunan tersebut sebagai representasi arsitektur kolonial. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan studi pustaka. Analisis mengacu pada teori fasad oleh Rob Krier dan teori arsitektur kolonial oleh Handinoto. Hasil menunjukkan bahwa fasad Gedung Singa Kuning memiliki ciri khas kolonial seperti atap pelana, jendela besar, pintu ganda, cripedoma, ornamen dekoratif, dan komposisi simetris. Elemen-elemen ini tidak hanya berfungsi secara struktural dan estetis, tetapi juga merepresentasikan simbol kekuasaan dan identitas visual pada masa kolonial. Kajian ini diharapkan dapat mendukung upaya pelestarian bangunan cagar budaya dan memperkaya pemahaman tentang karakter arsitektur kolonial di Indonesia.
JEJARING DESTINASI WISATA SEJARAH DI JALUR PESISIR PANTURA JAWA TENGAH; STUDI KASUS REMBANG - LASEM Dharmatanna, Stephanus Wirawan; Soegiarto, Rayden Lauwirya; Rares, Anthony Srestha
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v5i2.108

Abstract

Koridor pusaka Rembang Lasem di pesisir utara Jawa menyimpan lanskap budaya yang kaya, dipengaruhi oleh tradisi Jawa, Tionghoa, dan kolonial. Meskipun memiliki signifikansi sejarah yang tinggi, kajian tentang kawasan ini sebagian besar hanya berfokus pada Lasem, sementara keterhubungannya dengan Rembang masih jarang diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis jejaring spasial dan historis destinasi heritage di Rembang – Lasem guna memperkuat dasar pengembangan pariwisata pusaka yang terpadu. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui studi literatur dan observasi digital, kemudian dianalisis melalui pemetaan spasial serta analisis jejaring graf. Hasil penelitian menunjukkan pola linear–klaster, di mana Rembang berfungsi sebagai gateway node dan Lasem sebagai heritage core. Simpul penting seperti Museum R.A. Kartini, Klenteng Cu An Kiong, dan Situs Perahu Kuno menempati posisi strategis sebagai penghubung rute tematik, mencakup sejarah maritim, akulturasi budaya, dan warisan religius. Penelitian ini memberikan kontribusi akademis melalui penerapan perspektif jejaring pada pariwisata heritage di kota kecil–menengah, sekaligus kontribusi praktis berupa rekomendasi bagi pemerintah daerah dan komunitas lokal untuk mengembangkan rute budaya serta kebijakan pariwisata berkelanjutan.
EFEKTIVITAS MATERIAL DINDING DAN ELEMEN PEMBAYANG SELUBUNG PADA KENYAMANAN TERMAL APARTEMEN STUDIO TROPIS Budhiyanto, Aris
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v5i2.109

Abstract

Selubung bangunan memegang peranan penting terhadap konservasi energi di dalam bangunan dan kenyamanan termal interior. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh desain selubung bangunan terhadap kenyamanan termal di unit apartemen tipe studio di Surabaya yang berorientasi ke timur, dengan fokus pada elemen pembayang, rasio luas jendela terhadap dinding, dan material bangunan. Metode penelitian menggunakan simulasi dengan software Integrated Environmental Solutions-Visual Environment (IES-VE). Simulasi dilakukan pada empat model apartemen dengan variasi desain selubung: Model 1 memodifikasi material dinding dengan nilai U lebih rendah, Model 2 mengurangi rasio jendela terhadap dinding, Model 3 menambahkan elemen pembayang vertikal perforated panel dengan bukaan lebar, sedangkan Model 4 menggunakan perforated panel dengan bukaan kecil. Hasil simulasi menunjukkan bahwa Model 1 dan Model 4 secara signifikan mampu menurunkan suhu operatif dan suhu radian rata-rata, masing-masing sebesar 0,83°C dan 1,01°C pada kondisi puncak. Sebaliknya, Model 3 tidak menunjukkan perbaikan berarti karena balkon sudah berfungsi sebagai pembayang horizontal, sehingga penurunan hanya 0,04°C. Dengan demikian, pemilihan material dinding dengan nilai U rendah serta penggunaan elemen pembayang yang tepat terbukti efektif dalam meningkatkan kenyamanan termal apartemen di iklim tropis.
ORNAMEN SEBAGAI IDENTITAS RUANG: KAJIAN KOMPARATIF GEDUNG KESENIAN SUNAN AMBU DAN RADJAWALI SCC Sarasati, Carina; Mustaqin, Khairul; Ramadhan, Bilal
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v5i2.115

Abstract

Ornamen memiliki peran penting dalam membentuk identitas ruang, karena tidak hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif namun juga sebagai media visual yang dapat mengkomunikasikan budaya, sejarah, dan juga nilai simbolis. Penelitian ini membahas peran ornamen sebagai pembentuk identitas ruang melalui studi komparatif antara Gedung Kesenian (GK) Sunan Ambu yang terletak di ISBI Bandung dan Radjawali Semarang Cultural Center (RSCC). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif komparatif dengan pendekatan analisis visual dan interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada GK Sunan Ambu, peran ornamen cenderung fungsional sehingga belum dapat sepenuhnya menghadirkan identitas dari karakter “Sunan Ambu” yang merepresentasikan budaya Sunda. Sedangkan pada RSCC penerapan ornamen dengan bentuk geometris dan simbolis yang menyerupai sayap rajawali serta penggunaan motif batik parang pada fasad bangunan telah dapat menghadirkan identitas “Radjawali” yang khas dan berkesan sehingga mudah diingat oleh pengunjung. Dengan demikian, ornamen memiliki peran yang signifikan dalam membentuk identitas ruang melalui integrasi fungsi estetika, simbolik, serta kultural yang dikemas dalam satu kesatuan desain ornamen yang bermakna, sehingga dapat menghadiran pengalaman yang berkesan bagi pengunjung.
KAJIAN PENERAPAN FLEKSIBILITAS PADA THE NATIONAL ART CENTER TOKYO Cahya Wardani; Vijar Galax Putra Jagat Paryoko
JURNAL KOLABORASI UNPAND 卷 6 编号 1 (2026): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v6i1.112

Abstract

Art Center sebagai ruang budaya dan kreatif memiliki peran penting guna memfasilitasi kegiatan seni, pertunjukan, pameran, serta kegiatan kebudayaan lainnya. Namun, salah satu tantangan utama yang sering dihadapi oleh pusat-pusat seni semacam ini adalah efisiensi penggunaan ruang, terutama ketika aktivitas seni tidak berlangsung secara terus-menerus. Berbeda dengan gedung komersial yang beroperasi penuh sepanjang hari, Art Center sering kali mengalami kekosongan atau rendahnya utilisasi ruang karena sifat aktivitas seni yang bersifat temporer, seperti pameran yang hanya berlangsung selama beberapa waktu atau pertunjukan-pertunjukan yang digelar secara berkala. Kondisi inilah yang mendasari penelitian ini untuk mengeksplorasi fleksibilitas ruang Art Center, di mana ruangan dapat beradaptasi untuk fungsi lain tanpa mengubah identitas dan fungsi utama bangunan. Metode penelitian meliputi studi literatur pada Art Center yang telah menerapkan konsep serupa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi elemen adaptif dalam tata ruang dapat meningkatkan utilitas bangunan sekaligus mempertahankan nilai estetika dan fungsionalitasnya sebagai pusat seni. Implikasi dari temuan ini memberikan rekomendasi bagi arsitek dan perencana tata ruang dalam merancang fasilitas budaya yang efisien, fleksibel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
PENERAPAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR PADA GALERI SENI RUPA DAN MUSIK TRADISIONAL DI KABUPATEN BOGOR Ravitya Camolind Damahesa; Farida Murti; Dadoes Soemarwanto
JURNAL KOLABORASI UNPAND 卷 6 编号 1 (2026): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v6i1.116

Abstract

Kabupaten Bogor menyimpan berbagai seni dan budaya lokal yang sangat beragam yang mulai terpinggirkan akibat adanya perkembangan zaman dan kurangnya fasilitas pelestarian dan ruang apresiasi yang beresiko tidak dikenal luas dan kehilangan penerus, generasi muda. kondisi ini menekankan kebutuhan akan wadah yang dapat melestarikan, mendidik, dan mengapresiasi budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan gagasan arsitektural Galeri Seni Rupa dan Musik Tradisional Bogor dengan pendekatan Neo-Vernakular Sunda sehingga mampu mengintegrasikan nilai kearifan lokal dalam desain yang modern. Metode yang digunakan yaitu dengan studi literatur, studi banding, analisis internal dan eksternal serta analisis deskriptif untuk menerjemahkan data ke dalam konsep arsitektural. Dengan pemimplementasian Prinsip-prinsip Neo-Vernakular diterapkan pada pengaturan lahan, pembentukan bangunan, struktur, serta pilihan material yang berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan elemen arsitektur Sunda termasuk penggambaran hierarki ruang dan bentuk Julang Ngapak dapat diadaptasi dengan cara yang modern untuk menciptakan galeri seni yang interaktif, memiliki karakter lokal, dan relevan untuk masyarakat serta menjadi simbol budaya yang berkelanjutan bagi Kabupaten Bogor.
KAJIAN ARSITEKTUR KONTEMPORER SEBAGAI DASAR PEMBENTUKAN SPORT CENTER DI KOTA BATU Abdul Rohman; Muhammad Faisal; Retno Hastijanti
JURNAL KOLABORASI UNPAND 卷 6 编号 1 (2026): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v6i1.128

Abstract

Kota Batu memiliki potensi besar dalam pengembangan sport tourism karena kondisi alam yang sejuk dan mendukung aktivitas olahraga berbasis alam. Pemerintah Kota Batu menggagas pembangunan Sport Center berbasis sportainment sebagai ikon baru yang menggabungkan fungsi olahraga, rekreasi, dan edukasi. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana prinsip arsitektur kontemporer dapat dijadikan dasar konseptual dalam perancangan Sport Center di Kota Batu yang kontekstual, adaptif, dan berorientasi pada pengalaman pengguna. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur, analisis konteks kawasan Oro-oro Ombo, dan identifikasi prinsip arsitektur kontemporer yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip human-centered design, spatial flexibility, dan contextual identity mampu menghasilkan rancangan Sport Center yang tidak hanya fungsional dan fleksibel, tetapi juga mencerminkan karakter sport tourism Kota Batu sebagai kota wisata olahraga yang modern dan berkelanjutan.
IMPLEMENTASI KONSEP ARSITEKTUR KONTEKSTUAL DALAM PERANCANGAN KAWASAN WISATA ALAM DESA SELOTAPAK KECAMATAN TRAWAS MOJOKERTO Yoga Septian Alea Sembada; Tigor Wilfritz Soaduon Panjaitan; Benny Bintarjo
JURNAL KOLABORASI UNPAND 卷 6 编号 1 (2026): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v6i1.130

Abstract

Studi ini mengeksplorasi implementasi Arsitektur Kontekstual dalam desain kawasan wisata alam di Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini dimotivasi oleh potensi alam dan budaya desa yang signifikan, yang belum dikelola secara optimal, serta kebutuhan akan pendekatan desain yang menyelaraskan pembangunan dengan karakteristik lingkungan dan sosial budaya setempat. Tujuan utama studi ini adalah untuk merumuskan konsep desain kawasan wisata yang responsif terhadap lanskap fisik, budaya lokal, dan dinamika masyarakat. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis digunakan, yang melibatkan observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan lokal, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip arsitektur kontekstual—seperti adaptasi terhadap topografi, integrasi dengan lanskap pertanian, penggunaan material lokal, dan dukungan terhadap ekonomi lokal— berkontribusi pada terciptanya lingkungan wisata yang autentik, berkelanjutan, dan berbasis tempat. Studi ini menyimpulkan bahwa Arsitektur Kontekstual tidak hanya berfungsi sebagai metode desain, tetapi juga sebagai pendekatan holistik yang mampu memperkuat identitas lokal, mendorong partisipasi masyarakat, dan mendukung pembangunan pariwisata berkelanjutan. Desain yang diusulkan diharapkan dapat berfungsi sebagai model referensi untuk pengembangan kawasan wisata alam di konteks pedesaan lainnya di Indonesia.
ANALISIS PENDEKATAN ARSITEKTUR PERILAKU DALAM PERANCANGAN RUMAH SUSUN SEDERHANA MILIK DI KOTA MALANG Ainiyah Sekar Ayu Kenar Kinasih; Farida Murti; Dadoes Soemarwanto
JURNAL KOLABORASI UNPAND 卷 6 编号 1 (2026): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v6i1.133

Abstract

Kota Malang menghadapi tantangan terkait kebutuhan hunian akibat urbanisasi yang terus meningkat. Berdasarkan proyeksi Rencana Pengembangan Infrastruktur Wilayah (RPIW) Jawa Timur 2025-2034, backlog perumahan di Kota Malang mencapai 84.840 unit dengan Tingkat kepemilikan rumah menurun dari 79,59% (2023) menjadi 77,60% (2024). Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan arsitektur perilaku dalam perancangan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) untuk Masyarakat Menengah Ke bawah di Kota Malang. Metode yang digunakan dalah kualitatif melalui studi literatur, analisis perilaku, dan studi kasus Rusun existing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur perilaku dapat diterapkan melalui: (1) desain unit hunian multifungsi dengan 30 m2 yang memenuhi fleksibilitas aktivitas, (2) ruang komunal yang mendorong interaksi sosial, (3) koridor sebagai ruang sosial bukan hanya sirkulasi. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi hunian vertikal yang tidak hanya terjangkau secara ekonoomi tetapi juga memenuhi kebutuhan sosial, dan budaya penghuninya, sehingga memberikan kontribusi dalam mengatasi backlog perumahan di Kota Malang.