cover
Contact Name
Rahmawaty Hasan
Contact Email
jft.tinctura@gmail.com
Phone
+6285399955257
Journal Mail Official
jft.tinctura@gmail.com
Editorial Address
Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy Sukorejo Banyuputih Situbondo Jawa Timur 68374
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Farmasi Tinctura
Published by Universitas Ibrahimy
ISSN : 27158012     EISSN : 27238083     DOI : https://doi.org/10.35316/tinctura.v2i2
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Tinctura adalah media publikasi ilmiah di bidang ilmu kefarmasian yang diterbitkan oleh Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy sejak tahun 2019. Jurnal Farmasi Tinctura diterbitkan dua kali dalam satu tahun, yakni setiap bulan Juni dan Desember. Ruang lingkup disiplin ilmu meliputi farmasi komunitas, farmasi klinik, teknologi farmasi, farmasetika, dan farmasi bahan alam. Editor mengajak akademisi, dosen, dan praktisi untuk mendedikasikan artikel hasil penelitian lapangan atau ulasan literatur sesuai disiplin ilmu dan ketentuan Jurnal Farmasi Tinctura. Artikel yang dikirim merupakan hasil penelitian sendiri dan belum pernah dipublikasikan di media lain. p-ISSN : 2715-8012 e-ISSN : 2733-8083
Articles 80 Documents
Penambatan Molekuler Senyawa Ekstrak Etanol Daun Jawer Kotok (Coleus atropurpureus L. Benth) sebagai Antagonis Reseptor COX-2 F. Haryanto Susanto; Siti Zamilatul Azkiyah; Dara Loviana Subagyo; Michael Resta Surya Yanuar
Tinctura Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v6i2.7269

Abstract

Daun jawer kotok (Coleus atropurpureus L. Benth) diketahui memiliki potensi sebagai penghambat enzim siklooksigenase (COX) yang berperan pada peradangan. Peradangan sendiri sebagai respon alami tubuh jika berlangsung kronis dapat berperan dalam munculnya penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas senyawa hasil uji LC-MS/MS ekstrak etanol daun jawer kotok yaitu betaine dalam menghambat COX-2. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi untuk memperoleh rendemen ekstrak yang kemudian diuji LC-MS/MS untuk mengetahui senyawa apa saja yang terkandung didalamnya. Analisis in silico melalui molecular docking menunjukkan bahwa betaine memiliki nilai binding affinity sebesar -3,9, sedangkan ligan natif sebesar -11,2, yang menunjukkan bahwa afinitas interaksi betaine lebih rendah dibandingkan ligan natif. Dengan demikian, ekstrak etanol daun jawer kotok memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami, meskipun interaksi betaine dalam molecular docking masih lebih rendah dibandingkan ligan natif.
Optimasi Gel Peel-Off Ekstrak Ethanol 96% Rimpang Lengkuas (Alpinia galanga L.) Sebagai Antioksidan Alami Ana Maria Ulfa
Tinctura Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v6i2.7281

Abstract

Kulit merupakan bagian terluar dari tubuh bertindak sebagai penghalang untuk melindungi tubuh dari paparan eksternal seperti cedera dan oksidasi (Maharani A, 2015). Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasikan gel peel-off ekstrak etanol 96% rimpang lengkuas (Alpinia galanga L.) sebagai antioksidan alami serta mengevaluasi sifat fisik dan stabilitasnya. Rimpang lengkuas dikenal memiliki potensi antioksidan tinggi berkat kandungan senyawa fenolik dan flavonoid. Formulasi sediaan gel peel-off dipilih untuk memberikan kemudahan aplikasi topikal dan meningkatkan kontak bahan aktif dengan kulit.Ekstrak rimpang lengkuas diperoleh melalui metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Gel peel-off diformulasikan dengan konsentrasi ekstrak 10% berdasarkan formula optimum. Evaluasi meliputi uji organoleptik memiliki tampilan yang jernih dan transparan, uji homogenitas sediaan gel peel off homogen, nilai pH sebesar 6,5 waktu  mengering sediaan 20 menit daya sebar sebesar 5,54 cm dan daya lekat sebesar 59,6 detik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gel peel-off ekstrak rimpang lengkuas memiliki karakteristik fisik yang baik dan stabil selama periode pengujian. Formula ini berpotensi sebagai sediaan kosmetik antioksidan topikal yang inovatif dan memanfaatkan kekayaan alam Indonesia.
Molecular Docking Study of Chemical Content of Ciplukan (Physalis angulata) As Antituberculosis and Prediction of Pharmacokinetic and Toxicity Parameters Rahmawaty Hasan; Nur Diana Kholidah; Aqidatun Naffiah Choirunniza
Tinctura Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v6i2.7282

Abstract

The existence of M. tuberculosis resistance to drugs caused by certain genetic mutations is a problem in the treatment of tuberculosis, so that necessary to develop new drugs. This study aims to analyze the interaction of the activity of potential compounds in ciplukan plants against the tuberculosis target protein, namely Anthranilate phosphoribosyl transferase (trpD) with PDB ID: 3R6C. The chemical content of ciplukan was selected through a preliminary study using webfrom superpred and way2drug, then docking was carried out using Autodock tools4.2 which has been validated and predicted pharmacokinetics and toxicity. The results of molecular docking showed the 3 best compounds, namely physanolideA, physagulinC, and physagulinH with bond energy values of -9.48, -9.27, and -9.13 kcal/mol. The compound shows pharmacokinetic predictions of having high absorption in the gastrointestinal tract, and does not inhibit enzymes that play a role in metabolizing drugs, and the physicochemical profile with inappropriate Lipinski criteria indicates that the compound is not suitable for oral drug preparation, so that expected that there will be structural modifications to improve the expected physicochemical properties. Prediction of toxicity in these compounds has high toxicity except phisagulinH whose toxicity can still be tolerated and can result in carcinogenicity except physanolideA compounds.
Studi In Silico Nanopartikel Perak dengan Teh Hijau (Camellia sinensis) Sebagai Aktivitas Antioksidan Elsya Maghfiroh; Septian Dwi Mulyana; Reffa Aulia Merdiana; Febriyanti Khoiriyah; Tita Sofia Putri Meilanie; Elsa Mahfudhotul Aini
Tinctura Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v6i2.7301

Abstract

In silico merupakan pendekatan eksperimental yang kini banyak digunakan sebagai metode inovatif dalam mengevaluasi potensi senyawa bioaktif, terutama dalam desain obat berbasis komputer. Salah satu agen antioksidan yang tengah dikembangkan adalah nanopartikel logam, seperti perak (AgNP), yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan tinggi. Sintesis AgNP secara hijau, menggunakan tanaman sebagai agen pereduksi, dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan dibandingkan metode konvensional. Teh hijau mengandung flavonoid, salah satunya Epigallocatechin Gallate (EGCG), yang berperan sebagai antioksidan sekaligus reduktor dalam sintesis AgNP. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi AgNP hasil sintesis hijau dengan teh hijau melalui pendekatan in silico. Metode penelitian meliputi analisis drug scan, PreADME, uji toksisitas menggunakan Toxtree, dan molecular docking terhadap protein target antioksidan 1URM. Hasil docking menunjukkan nilai binding energy sebesar -5.00 kcal/mol, dibandingkan dengan binding affinity ligan alami -5.13 kkal/mol dan RMSD sebesar 0.46 Å, menandakan afinitas dan validitas interaksi ligan-protein yang cukup baik. Sehingga dapat disimpulkan, bahwa senyawa AgNP dengan reduktor EGCG dari turunan flavonoid memiliki potensi aktivitas yang baik sebagai antioksidan berbasis in Silico.  
Studi In Silico Nanopartikel Perak dengan Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia) sebagai Antibakteri Apriliya Mauldy H Putri; Septian Dwi Mulyana; Reyda Eka F N Aini; Nabila Putri Syafi’in; Nada Aulia L Mahmudah; Nadya J Ats-Tsaqiifah
Tinctura Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v6i2.7315

Abstract

Nanopartikel Perak (NPAg) menjadi fokus penelitian karena aktivitas antibakterinya tinggi, rasio permukaan terhadap volumenya tinggi dan ukurannya kecil, NPAg dapat dengan mudah menembus dinding sel bakteri. Metode sintesis konvensional menggunakan bahan kimia menimbulkan bahaya dan memerlukan biaya tinggi, sehingga metode sintesis hijau dengan bioreduktor alami seperti jeruk nipis menjadi alternatif yang ramah lingkungan. Jeruk nipis mengandung senyawa flavonoid, berfungsi sebagai pereduksi alami, mengubah ion Ag+ menjadi Ag0. Pengembangan in silico merupakan pendekatan eksperimental yang kini banyak digunakan sebagai metode inovatif dalam mengevaluasi potensi senyawa bioaktif, terutama dalam desain obat berbasis komputer. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi in silico NPAg dengan jeruk nipis sebagai antibakteri melalui metode sintesis hijau. Penelitian dilakukan secara in silico menggunakan molecular docking. Ligan yang digunakan yaitu Quercetin sebagai senyawa flavonoid jeruk nipis, reseptor target antibakteri dari Protein Data Bank (PDB) dengan ID 4ZVI, meliputi drug scan , analisis ADME, uji toksisitas, preparasi reseptor, validasi metode docking, dan visualisasi hasil docking. Hasil menunjukkan Quercetin memenuhi aturan Lipinski's rule dan memiliki nilai binding energy -4,63 kcal/mol. Meskipun pada uji toksisitas Cramer Rules Kroes menunjukkan toksisitas tinggi (Class III), Quercetin pada jeruk nipis tetap memiliki potensi antibakteri melalui mekanisme penghambatan protein target bakteri.
Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Asam Stearat Terhadap Karakteristik Fisik Dan Antibakteri Formula Krim Yang Diperkaya Ekstrak Etanol Daun Matoa (Pometia pinnata) Salsabilla Pinontoan; Nadia Ayuwanda Akune; Ria rezki Botutihe
Tinctura Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v7i1.7328

Abstract

Permasalahan kulit seperti jerawat umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi asam stearate terhadap karakteristik fisik dan antibakteri formula krim yang diperkaya ekstrak etanol daun matoa formula yang mengandung ekstrak etanol daun matoa (Pometia pinnata). Pengujian aktivitas zona hambat bakteri S. aureus dan pengujian mutu fisik sedian krim pada formulasi ekstrak etanol daun matoa (Pometia pinnata) dengan konsentrasi12% dan 13% menggunakan metode sumuran.  Data yang diperoleh pada penelitian ini yaitu uji sifat fisik krim dan diameter zona hambat. Hasil pengukuran zona hambat bakteri S. aureus pada krim ekstrak etanol daun matoa dengan rata-rata asam stearate 11% adalah 13,9 mm, asam stearate 12% 19,6 mm, dan asam stearate 13% 10 mm. Untuk control positif menggunakan krim gentamisin yang dihasilkan 26,5 mm. Uji mutu fisik juga menunjukkan semua formula memiliki pH netral, daya sebar, dan daya lekat sesuai standar topikal.
Pengaruh Tempat Tumbuh Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Matoa (Pometia pinnata) Sulistyalin Hiola Rahman; Nadia Ayuwanda Akune; I Made Rantiasa
Tinctura Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v7i1.7347

Abstract

Tanaman matoa memiliki efek sebagai antioksidan, pengaruh antioksidan dipengaruhi oleh kandungan senyawa metabolit sekunder. Bahan yang paling banyak diteliti  mencegah maupun membantu pengobatan berbagai penyakit degeneratif, seperti penyakit kardiovaskular, diabetes melitus, kanker, dan penuaan dini. adalah senyawa antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh tempat tumbuh terhadap aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol daun matoa (pometia pinnata). Sampel yang digunakan adalah daun matoa yang diperoleh dari 2 daerah tempat tumbuh tanoyan dan tomohon. Diekstraksi dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan mendapatkan ekstrak kental dataran rendah 52,746 dan dataran tinggi 28,762 gram.Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikriidrazil) dengan menggunakan spektrofotometri UV-VIS dengan standar vitamin C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan pada ekstrak daun matoa dataran rendah dengan nilai IC50 9,686± ppm sedangkan ekstrak daun matoa dataran tinggi nilai IC50 9,165± ppm. Ekstrak etanol daun matoa dataran rendah lebih kuat aktivitas antioksidan dibandingkan pada dataran tinggi hal ini diduga adanya pengaruh tempat tumbuh seperti kandungan unsur, hara, tanah, suhu, iklim, intensitas cahaya matahari.
Pengaruh CMC-Na Terhadap Formulasi Gel Hand Sanitizer Ekstrak Etanol Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa Linn) Sony Andika Saputra; Munifatul Lailiyah; Mella Desi Pratama
Tinctura Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v6i2.7365

Abstract

Sediaan gel hand sanitizer mempunyai kelebihan yaitu dapat digunakan secara cepat tanpa memerlukan air, dan manfaat bunga rosella adalah dapat berfungsi sebagai antibakteri. CMC Na berfungsi sebagai bahan pembentuk gel karena turunan selulosa mudah mengembang jika ditambhakna dengan air panas dan akan membentuk cairan kental jernih yang bersifat netral. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh variasi konsentrasi CMC-Na terhadap mutu fisik gel pembersih tangan dan efektivitasnya terhadap pengujian antibakteri. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Hasil karakteristik dan uji antibakteri dianalisis menggunakan SPSS dengan taraf kepercayaan 95%. Tiga formulasi memiliki variasi konsentrasi CMC-Na, masing-masing F1 3%, F2 3,5%, dan F3 4%. Evaluasi meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat. Hasil evaluasi pH dari ketiga formulasi memenuhi syarat, sedangkan F1 dan F2 tidak memenuhi syarat untuk uji daya sebar. Uji daya lekat F1 tidak memenuhi persyaratan, tetapi F2 dan F3 memenuhi. Uji antibakteri ketiga dari formulasi memiliki zona hambat terhadap staphylococcus aureus. Kesimpulan penelitian ini adalah variasi konsentrasi CMC-Na berpengaruh pada mutu fisik gel hand sanitizer dan mempunyai aktivitas anti bakteri.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Asam Stearat Terhadap Sifat Fisik Krim Ekstrak Etanol Daun Matoa (Pometia pinnata) Tipe M/A Farahdila Yusnita Batjo Batjo; Nadia Ayuwanda S. Akune; Muh Hidayat
Tinctura Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v7i1.7442

Abstract

Asam stearat digunakan sebagai pengental pada sediaan krim sebagai antijerawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuhui pengaruh variasi  konsentrasi asam stearat terhadap karakteristik fisik krim yang mengandung ekstrak etanol daun matoa (Pometa pinnata). Ekstrak daun matoa diformulasikan dalam tiga variasi konsentrasi asam stearat, kemudian dilakukan evaluasi fisik yang meliputi organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar dan daya lekat. Hasil ini menunjukkan bahwa ketiga formula memiliki bentuk padat, warna putih, dan tidak berbau. Seluruh formula menunjukkan homogenitas yang baik serta pH yang sesuai dengan kulit (pH 7,0 ± 0,1). Formula 2 memberikan hasil paling stabil secara fisik dengan daya sebar terbaik (7 cm). Berdasarkan hasil tersebut, ekstrak etanol daun matoa dapat diformulasikan dalam bentuk krim yang stabil dan berpotensi sebagai sediaan topikal alami yang baik untuk kesehatan kulit.
Karakterisasi Fisikokimia Dan Uji Stabilitas Emulgel Ekstrak Etanol Daun Widuri Dengan Variasi HPMC Sebagai Gelling Agent Nur Hafifah; Fauzi Rahman
Tinctura Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v6i2.7650

Abstract

Inflamasi, respons biologis terhadap kerusakan jaringan, sering kali menyebabkan rasa sakit dan memengaruhi aspek biologis, psikologis, dan sosioekonomi. Salah satu terapi lini pertama dalam peradangan adalah obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Namun, NSAID memiliki beberapa kelemahan, seperti risiko perdarahan lambung. Senyawa bioaktif seperti daun widuri (Calotropis gigantea) dapat digunakan sebagai alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisikokimia dan stabilitas emulgel ekstrak etanol daun widuri. Metode yang digunakan adalah emulsifikasi dan penambahan agen pembentuk gel (HPMC) dengan perbedaan konsentrasi F1 (3%), F2 (4%), dan F3 (5%). Evaluasi emulgel meliputi homogenitas, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan pH, dengan stabilitas diuji melalui uji siklus (40℃ dan 4℃ selama 24 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa F1, F2, dan F3 memiliki viskositas masing-masing sebesar 1360±45,8; 2867±193,4; dan 3690±182,4 cPs, daya sebar 9,7±0,05; 8,9±0,1 dan 7,6±0,11 cm, daya lekat 1,3±0,57; 2,3±0,57 dan 3,6±0,57 detik, serta pH 7,79±0,005; 7,81±0,005 dan 8,05±0,011. Evaluasi stabilitas menunjukkan bahwa setelah uji cycling test, formula tersebut memiliki viskositas 920±34,6; 1860±167,0 dan 2740±96,4 cPs, daya sebar 9,93±0,05; 9,53±0,05 dan 8,46±0,05 cm, daya lekat 1±0; 1,3±0,57 dan 2,6±0,57 detik serta pH 7,82±0,005; 7,84±0,005 dan 8,06±0,005. Formula terbaik adalah formula F3 (5%) karena viskositasnya berada dalam kisaran yang diinginkan untuk emulgel, yaitu 2000-4000 cPs. Studi ini menyimpulkan bahwa variasi konsentrasi HPMC secara signifikan memengaruhi karakteristik fisikokimia dan stabilitas emulgel, dengan formulasi terbaik dicapai pada konsentrasi HPMC sebesar 5%.