Jurnal Tadris IPA Indonesia
Jurnal Tadris IPA Indonesia diterbitkan oleh Tadris IPA, Fakultas Pendidikan dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo sebagai media untuk meningkatkan kreativitas guru (khususnya guru IPA), dosen, akademisi, dan praktisi yang berkaitan dengan penelitian dan pengabdian masyarakat di bidang tadris/pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Jurnal ini menyediakan tempat publikasi yang ditelaah oleh mitra bestari, ketat secara akademis dan diakui secara profesional. Jurnal Tadris IPA Indonesia ini menerbitkan artikel asli tentang isu dan tren terkini penelitian dan pengabdian masyarakat di bidang tadris/pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Jurnal ini diterbitkan tiga kali dalam satu tahun.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 4 No. 2 (2024)"
:
10 Documents
clear
Penerapan Pendekatan TPACK untuk Membangun Kemampuan HOTS Siswa Kelas IV SD
Inpriani, Pingky;
Wardani, Imas Srinana;
Rusminati, Susi Hermin
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/jtii.v4i2.3032
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kemampuan HOTS siswa kelas IV SD yang masih rendah padahal kemampuan ini menjadi fokus perhatian terhadap keberhasilan pendidikan yang semakin berkembang. Pendekatan TPACK merupakan salah satu pendekatan yang mengintegrasikan pengetahuan teknologi, pedagogi, dan konten materi dalam suatu proses pembelajaran untuk membantu menstimulus kemampuan siswa terhadap suatu materi sehingga siswa mampu belajar lebih bermakna untuk menggali kemampuan berpikir secara lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pendekatan TPACK dalam membangun kemampuan HOTS siswa kelas IV SD. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan Quasi Experimental Design melalui Pre-test Post-test Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di SDN Kebondalem Mojosari dengan sampel yang digunakan yaitu siswa kelas IV-A (kelas eksperimen) dengan jumlah 22 siswa dan kelas IV-B (kelas kontrol) dengan jumlah 22 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes yang berjumlah 10 soal essay. Hasil dari penelitian ini adalah nilai sig. (2-tailed) sebesar 0.00 < 0.05 yang artinya Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti terjadi pengaruh dari pendekatan TPACK dalam membangun kemampuan HOTS siswa di kelas IV SD pada mata pelajaran IPAS.
Pengembangan Gambar Ilustratif Naturalis Berbasis Literasi Sains untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Analitis
Nafidhotur Rofingah;
Wirawan Fadly
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/jtii.v4i2.3057
Berdasarkan hasil preliminary study minat baca siswa terhadap materi pembelajaran cenderung masih rendah karena sumber materi pembelajaran kurang beragam. Guru hanya menggunakan materi pembelajaran terutama berupa contoh gambar pada LKS siswa, sehingga pemahaman teori siswa kurang menarik. Berdasarkan pernyataan tersebut, peneliti menggunakan media gambar ilustratif naturalis dalam proses pembelajaran pada tema Tumbuhan Angyospermae untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran berbasis literasi sains dengan media gambar ilustratif naturalis untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan R&D (Research and Development) untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji efektivitas produk. Berdasarkan hasil penelitian keterlaksanaan dalam penggunaan media ini diperoleh presentase rata-rata 87 % dari kelompok 2 dalam kriteria sangat baik dengan menggunakan indikator kemampuan berpikir analitis yaitu membedakan, mengorganisasi, dan menghubungkan. Dapat disimpulkan dari penelitian bahwa Penggunaan Gambar Ilustratif Naturalis sebagai media belajar dapat membantu para pendidik untuk mengarahkan peserta didik menemukan suatu konsep melalui aktifitas dalam kehidupan sehari-hari.
Implementasi Model Pembelajaran Kontekstual dengan Pendekatan Socio Scientific Issue Dalam Pembelajaran IPA untuk Mewujudkan Empati Kognitif Siswa
Prifatma Baqiatun Nafiah;
Aristiawan Aristiawan
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/jtii.v4i2.3127
Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam membentuk sumber daya manusia. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di berbagai jenjang pendidikan dapat dijadikan sebagai ujung tombak pendidikan karakter dan salah satunya dalam menanamkan empati kognitif pada siswa. Penelitian ini berlatar belakang mengenai permasalahan empati kognitif siswa. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui peran model pembelajaran kontekstual dengan pendekatan socioscientific issue dalam mewujudkan empati kognitif siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan kuantitatif dengan melakukan eksperimen. Dalam mengolah data penelitian ini menggunakan uji paired t-test. Kesimpulan dari penelitian ini adalah implemetasi model pembelajaran kontekstual dengan pendekatan socioscientific issue berpengaruh terhadap empati kognitif siswa. Dalam pengimplementasian Sosioscientific issue dengan penggunaan model pembelajaran kontekstual dapat membantu meningkatkan empati kognitif; sehingga siswa menjadi lebih tanggap terhadap lingkungannya dengan ilmu yang diperoleh.
Penerapan Teori Pembelajaran Kontekstual dengan Pendekatan Scientific Literacy terhadap Keterampilan Mengambil Keputusan
Alsya Nurnabilla Tasyakuri;
Ulinnuha Nur Faizah
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/jtii.v4i2.3129
Perkembangan abad 21 mengharuskan peserta didik untuk memiiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi. Salah satu keterampilan berpikir tingkat tinggi abad 21 adalah keterampilan mengambil keputusan. Sains yang bersifat abstrak membutuhkan pendekatan yang sesuai dalam pembelajaran, salah satunya adalah dengan diterapkannya teori pembelajaran kontekstual dengan pendekatan scientific literacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pengambilan keputusan dan indikator keterampilan pengambilan keputusan peserta didik pada topik ekologi, juga untuk mengetahui apakah terdapat dampak dan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan pengambilan keputusan dari penerapan teori pembelajaran kontekstual dan pendekatan literasi sains. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen yang menggunakan desain one group pre-test and post-test design. Teknik pengambilan sampel berupa nonprobability sampling. Sampel yang digunakan adalah 14 peserta didik kelas VII SMP Muhammadiyah Boarding School Pringkuku. Analisis data yang dilakukan adalah analisis parametrik dengan melakukan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat variasi keputusan setiap peserta didik dengan indikator pengambilan keputusan tertinggi dalam mengidentifikasi pilihan dan menentukan pilihan. Terdapat pengaruh dan perubahan yang signifikan dengan rata-rata selisih sebesar 14,28 dan effect size sebesar 1,322. Hasil penenitian ini menunjukkan bahwa penerapan teori pembelajaran kontekstual dengan pendekatan scientific literacy memberikan dampak yang positif terhadap keterampilan mengambil keputusan bagi peserta didik.
Pemahaman Siswa Terhadap Keyakinan Epistemik dan Implementasi Pada Materi Bencana Alam Berbasis Socio-Scientific Issue
Eka Safitri;
Wirawan Fadly
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/jtii.v4i2.3155
Indonesia termasuk salah satu negara berkembang dengan mutu Sumber Daya Manusia dan kualitas pendidikan yang tergolong rendah. Menurut PISA 2022, literasi sainsnya kurang yang mengakibatkan pelajar Indonesia berada di peringkat 64 dari 81 negara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pemahaman siswa terhadap keyakinan epistemik dan Implementasi pada pembelajaran IPA berbasis socio-scientific issue. Penelitian ini menggunaakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Populasi penelitian ini menggunakan 10 sampel random sampling yaitu siswa kelas VIII SMP/MTs di kecamatan Pulung. Proses pengumpulan data menggunakan wawancara, tes dan survey angket secara langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa SMP/MTs di Pulung memiliki persentase keyakinan epistemik pada empat dimensi yaitu 65% kepastian, 75% kesederhanaan, 60% sumber pengetahuan dan 75% justifikasi. Berdasarkan tiga indikator seperti mengeksplorasi, menganalisis, dan mengaplikasikan konsep sains siswa memiliki nilai diantara 42%-92% dengan rata-rata sebesar 72%. Apabila dilihat dari hasil kedua analisis, perolehan data menunjukkan bahwa siswa memiliki keyakinan epistemik pada tingkat sedang. Pada analisis data yang ketiga, penelitian ini telah menganalisis kata kunci berbentuk treemap dan diperoleh hasil bahwa terdapat 11 item kata kunci dengan warna yang berbeda dan bentuk yang berbeda, semakin kecil bentuk maka kuantitas data akan semakin kecil. Analisis data yang terakhir yaitu menentukan faktor yang mempengaruhi tingkat keyakinan epistemik siswa diabad 21 yaitu faktor internal (motivasi diri, kesiapan belajar) dan faktor eksternal (sarana prasarana, lingkungan belajar, kurikulum belajar, guru, metode belajar, media belajar dan literasi sains). Berdasarkan hasil penelitian keyakinan epistemik siswa masih dalam tingkat sedang sehingga untuk ditingkatkan kembali.
Pengembangan LKPD dengan Pendekatan TaRL melalui Design Thinking Framework untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar
Refa Tri Ustati;
Samsudin, Achmad;
Kosasih, Emi Yuliah
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/jtii.v4i2.3264
Penelitian ini bertujuan mengembangkan LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) dengan pendekatan TaRL (Teaching at the Right Level) untuk meningkatkan aktivitas belajar peserta didik. Penelitian ini dilakukan sesuai dengan hasil pengamatan dan in depth interview yang menunjukkan bahwa tidak semua peserta didik terlibat dalam proses belajar secara aktif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan desain Educational Design Research (EDR) disertai framework Design Thinking. Jumlah sampel penelitian yang dilakukan sebanyak 30 peserta didik dengan jumlah 10 laki-laki dan 20 perempuan. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar validasi ahli dan praktisi pendidikan serta hasil belajar peserta didik menggunakan LKPD. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini berupa analisis data kuantitatif dengan menghitung hasil validasi ahli dan praktisi pendidikan serta penilaian rata-rata aktivitas belajar peserta didik. Berdasarkan hasil validasi ahli dan praktisi pendidikan dinyatakan sangat valid dan layak digunakan sebagai media pembelajaran IPA. Perolehan persentase rata-rata validasi ahli adalah 98% dengan kategori sangat valid dan perolehan rata-rata praktisi pendidikan adalah 89% dengan kategori sangat valid. Hasil implementasi LKPD dengan pendekatan TaRL dapat meningkatkan aktivitas belajar peserta didik menjadi 82.06% saat proses pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa LKPD dengan pendekatan TaRL ini layak digunakan dan dapat meningkatkan aktivitas belajar peserta didik.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbasis Culturally Responsive Teaching untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Reflektif Peserta Didik
Kurniasari, Indah;
Viyana Choyrunisa , Ratrie;
Made Sanjaya, I Gusti
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/jtii.v4i2.3271
Kemampuan berpikir tingkat tinggi, seperti kemampuan berpikir reflektif sangat diperlukan dalam proses pembelajaran IPA. Kenyataannya peserta didik memiliki kemampuan berpikir reflektif yang masih rendah. Permasalahan tersebut terjadi juga di salah satu SMP Negeri di Ponorogo pada peserta didik kelas VII. Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT) menjadi solusi yang diambil untuk permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT) untuk meningkatkan kemampuan berpikir reflektif peserta didik pada pembelajaran IPA kelas VII di salah satu SMP Negeri di Ponorogo. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan sampel penelitian sebanyak 34 peserta didik dari kelas VII. Pengambilan data pada penelitian ini berdasarkan hasil tes kognitif dan hasil observasi aktivitas peserta didik di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dapat meningkatkan kemampuan berpikir reflektif peserta didik pada pembelajaran IPA materi ekologi dan keanekaragaman hayati Indonesia. Nilai hasil uji t two tailed menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05 berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pembelajaran siklus I dengan pembelajaran siklus II dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT).
PBL Berorientasi Literasi Sains dan Wawasan Penelitian Terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Rasional Siswa
Emi Zulfa Faridah;
Faninda Novika Pertiwi
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/jtii.v4i2.3464
Abstrak Kemampuan berpikir rasional erat kaitannya dengan penyelesaian masalah dalam pembelajaran IPA. Hal tersebut selaras dengan tujuan pembelajaran IPA yaitu mampu menumbuhkan diri siswa lebih berperan aktif dalam pemahaman konsep sains dan penyelesaian permasalahan pada pembelajaran yang bermakna. Kemampuan berpikir rasional siswa masih dalam kategori rendah karena pembelajaran kurang interaktif. Maka dari itu dipilih PBL berorientasi literasi sains dan wawasan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model PBL berorientasi sains dan wawasan penelitian terhadap kemampuan berpikir rasional siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi, angket respon siswa dan soal tes. Analisis data yang dilakukan yaitu uji t serta ji cohen effect size. Hasil penelitian menunjukkan keterlaksanaan model PBL berorientasi literasi sains dan wawasan penelitian memperoleh nilai rata-rata 84,66%. Hasil dari angket respon siswa memperoleh respon baik dari siswa. Hasil dari uji-t two-tailed dengan nilai sig yakni 0,039 < 0,05 dan yakni 2,113 > 1,671 diketahui terdapat perbedaan kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Hasil dari uji-t one-tailed yaitu P-Value sebesar 0,000 maka model PBL berorientasi literasi sains dan wawasan penelitian lebih efektif terhadap kemampuan berpikir rasional siswa dibanding dengan model pembelajaran konvensional. Hasil Uji cohen effect size diketahui bahwa efektivitas penerapan model PBL berorientasi literasi sains dan wawasan penelitian dalam pengaruh yang besar terhadap kemampuan berpikir rasional siswa. Abstract Rational thinking ability is closely related to problem-solving in science education. This is aligned with the goal of science education, which aims to foster students to be more actively engaged in understanding scientific concepts and solving problems in meaningful learning. However, students' rational thinking abilities are still categorized as low due to the lack of interactive learning. Therefore, PBL oriented towards science literacy and research insight was chosen. This research aims to determine the effectiveness of the PBL model oriented towards science literacy and research insight on students' rational thinking abilities. The research adopts a quantitative approach. Data collection was conducted through observation sheets, student response questionnaires, and test items. Data analysis included t-tests and Cohen's d effect size. The research results indicate that the implementation of the PBL model oriented towards science literacy and research insight achieved an average score of 84.66%. The student response questionnaire yielded positive feedback from the students. The two-tailed t-test with a significance value <α of 0.039 < 0.05 and t-valu > t-value of 2.113 > 1.671 showed a difference between the experimental and control groups. The one-tailed t-test resulted in a p-value of 0.000, indicating that the PBL model oriented towards science literacy and research insight is more effective in enhancing students' rational thinking abilities compared to conventional learning models. The Cohen's d effect size test revealed that the effectiveness of implementing the PBL model oriented towards science literacy and research insight has a significant impact on students' rational thinking abilities.
Implementasi Model Pembelajaran PBL Berbasis STEAM dengan bantuan media Quartet Card Inovation untuk Meningkatkan Kemampuan Metakognisi pada pembelajaran IPA
Riyayanatul khasanah Khasanah;
Sofwan Hadi
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/jtii.v4i2.3786
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran PBL berbasis STEAM dengan bantuan media Quartet card inovation dapat meningkatkan kemampuan metakognisi peserta didik dan Menentukan Faktor-faktor yang menyebabkan berpengaruh atau tidaknya model pembelajaran PBL berbasis STEAM dengan bantuan media Quartet card inovation untuk meningkatkan kemampuan metakognisi peserta didik. Adapun penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode kuantitatif dengan bentuk Quasi Experimental. Pengambilan data dilakukan dengan soal pre test post test, dari dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang setiap kelas terdiri dari 30 peserta didik.Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Siman ponorogo dengan populasi peserta didik kelas VIII. Berdasarkan analisa keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model pembelajaran PBL berbasis STEAM dengan bantuan media quartet card inovation terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan metakognisi peserta didiik. Kemampuan metakognisi mengalami peningkatan pada indikator planing memiliki peningkatan yang lebih tinggi yaitu 0,30192 yang berada pada kategori sedang, sedangkan indikator monitoring memiliki nilai 0,22866 dan evaluating memiliki nilai 0,24767 yang berada pada kategori rendah. Adapun faktor yang menyebabkan efektif atau tidaknya sebuah pembelajaran yaitu terletak pada model pembelajaran yang seru dan media pembelajaran yang dapat menarik perhatian peserta didik.
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation dengan Pendekatan Socioscientific Issues SSI untuk Meningkatkan Rasa Empati Kognitif Peserta Didik
Muhamad Tohari;
Rahmi Faradisya Ekapti
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/jtii.v4i2.3883
Proses pembelajaran yang dilakukan merupakan proses mempengaruhi peserta didik agar dapat menyesuaikan dan beradaptasi terhadap lingkungan agar dapat menimbulkan perubahan yang terjadi di dalam dirinya terhadap lingkungan sekitar. Melalui pembelajaran IPA dengan berfokus pada pendekatan empati kognitif peserta didik dapat memberikan pemahaman dan kesadaran siswa dalam meningkatkan karakter yang melekat di dalam jiwa siswa guna meningkatkan rasa kepedulian pada dirinya, masyarakat, dan lingkungan sekitar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran group investigation dengan pendekatan socioscientific issues untuk meningkatkan rasa empati kognitif peserta didik di kelas VII MTs Ma’arif Al-Mukarrom Kauman Ponorogo. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan metode analisis data secara kuantitatif yang melibatkan dua kelas sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII MTs Ma’arif Al-Mukarrom Kauman Ponorogo yang terdiri dari tiga kelas kemudian dipilih dua kelas secara acak sebagai sampel penelitian. Teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lembar keterlaksanaan pembelajaran, instrumen kuesioner dan instrumen tes. Berdasarkan perolehan data yang dilakukan, maka dapat diketahui bahwa. penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dengan pendekatan socioscientific issues cukup efektif dalam meningkatkan rasa empati kognitif peserta didik. Hal tersebut hasil uji N-Gain menunjukkan pada kelas eksperimen dengan nilai rata-rata sebesar 60,46 dengan nilai tertinggi 80 dan nilai terendah 22,21. Selain itu, perolehan nilai rata-rata N-Gain setiap indikator kemampuan rasa empati kognitif peserta didik sebesar 0,61 termasuk kedalam kategori sedang.