cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285722923393
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Prodi Pengembangan Kurikulum, Gedung Sekolah Pascasarjana UPI Lt. 6 Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : -
curriculum development; curriculum design; curriculum implementation; curriculum evaluation; instructional development; model of instructional; media of instructional; evaluation of instructional
Articles 295 Documents
Indigenous knowledge in Indonesia curriculum development: Literature review of Indonesia's education policy Nurbaya Pulhehe
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.61910

Abstract

Indigenous knowledge is defined as traditional knowledge, ecological knowledge, and indigenous society science that has existed throughout history and continues to be inherited from generation to generation. One of the fulfillments of indigenous people's education rights in Indonesia is the existence of some policies implemented related to indigenous knowledge and other values. This article aimed to explore how indigenous knowledge contributes to the curriculum development of Indonesia. A literature review was conducted on several of Indonesia’s education policies and some studies on implementing each policy. The result shows that indigenous knowledge can also advance broader public education goals. Even though some implementations were not as standard as the target, it should be realized that the policy has made, for instance, the special education services (PLK), the local curriculum that covers the native language, which is part of indigenous knowledge established, have a huge impact on the indigenous community. Then, the current policy for revitalizing native languages in Kurikulum Merdeka Episode 17 in 2022 has been in line to advance and develop the cultural identities of Indigenous people in Indonesia. AbstrakPengetahuan adat didefinisikan sebagai pengetahuan tradisional, pengetahuan ekologi, dan ilmu masyarakat adat yang telah ada sepanjang sejarah dan diwariskan dari generasi ke generasi. Bentuk implikasi hak pendidikan bagi masyarakat adat di Indonesia adalah adanya kebijakan-kebijakan yang diterapkan terkait dengan pengetahuan adat dan nilai-nilai lainnya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pengetahuan adat menjadi bagian dalam pengembangan kurikulum Indonesia. Sebuah tinjauan literatur digunakan untuk menganalisis beberapa kebijakan pendidikan Indonesia yang berlaku dan penelitian lainnya terkait implementasi dari masing-masing kebijakan. Hasilnya menunjukkan bahwa pengetahuan adat dapat meningkatkan tujuan pendidikan yang lebih luas. Meskipun beberapa implementasi hasil kebijakan tersebut tidak terlaksana sesuai target. Tetapi, perlu dipahami bahwa kebijakan yang telah dibuat, seperti, adanya layanan pendidikan khusus (PLK), kurikulum muatan lokal yang mencakup bahasa daerah sebagai bagian dari pengetahuan adat, memiliki dampak besar pada masyarakat adat. Kemudian, adanya kebijakan revitalisasi bahasa daerah dalam Kurikulum Merdeka episode 17 pada tahun 2022 juga telah sejalan dengan tujuan untuk memajukan dan mengembangkan identitas budaya dari masyarakat adat di Indonesia.Kata Kunci: Kebijakan kurikulum; pendidikan masyarakat adat; pengetahuan adat
Technology in listening and writing learning for BIPA learners Hazhiyah Flldzah Nurramdhani; Nuny Sulistiany Idris; Ida Widia
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.65481

Abstract

This research discusses the use of technology in BIPA learning, with a particular focus on listening and writing skills. This research will explore how technology can improve BIPA students' listening and writing skills. By understanding the potential and challenges of using technology in BIPA learning, it is hoped that this research will contribute to developing more effective learning methods in the BIPA context. This research method uses a descriptive qualitative design. This is based on research data in the form of the results of filling out a questionnaire, and the researcher acts as the main instrument. It was found that, on average, BIPA teachers have used technology in BIPA learning, especially for listening and writing. In the context of BIPA learning, technology has proven to be an effective tool for improving BIPA students' listening and writing skills. Technology also positively influences BIPA learning, especially when it can make learning more exciting and varied. Learners have rich exposure and experience of languages used today. However, the research results also show that the use of technology in BIPA learning also has challenges, barriers, and obstacles. AbstrakPenelitian ini membahas tentang penggunaan teknologi dalam pembelajaran BIPA, dengan fokus khusus pada keterampilan menyimak dan menulis. Penelitian ini akan mengeksplorasi bagaimana teknologi dapat digunakan secara efektif untuk meningkatkan keterampilan menyimak dan menulis siswa BIPA. Dengan memahami potensi dan tantangan penggunaan teknologi dalam pembelajaran BIPA, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi penting dalam pengembangan metode pembelajaran yang lebih efektif dalam konteks BIPA. Metode penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif. Hal ini didasarkan pada data penelitian berupa hasil pengisian angket dan peneliti bertindak sebagai instrumen utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengajar BIPA telah menggunakan teknologi dalam pembelajaran BIPA, terutama untuk menyimak dan menulis. Dalam konteks pembelajaran BIPA, teknologi terbukti menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kemampuan menyimak dan menulis siswa BIPA. Teknologi juga memberikan pengaruh positif dalam pembelajaran BIPA, terutama ketika teknologi dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan bervariasi. Para pembelajar memiliki eksposur dan pengalaman yang kaya akan bahasa yang digunakan saat ini. Namun, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dalam pembelajaran BIPA juga memiliki tantangan, hambatan, dan rintangan tersendiri.Kata Kunci: BIPA; menulis; menyimak; pembelajaran; teknologi
Utilization of digital technology to improve the speaking skills of BIPA Francophone students Muhammad Farhan Basarah; Dadang Sunendar
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.66754

Abstract

This research discusses using digital technology to improve speaking skills for BIPA francophone students. BIPA students frequently struggle to interact and communicate with Indonesian society daily, particularly those who identify as francophones. EC, a French BIPA UPI Education student, encountered one specific instance of these challenges. Her strong French accent interfered with his ability to pronounce words correctly in Indonesian and with her interactions with other Indonesians. Therefore, to realize active and communicative learning of BIPA speaking skills, appropriate media is needed to support it. In learning BIPA speaking skills, online platforms such as digital modules can improve verbal interaction and understanding of language context. This research method uses a qualitative descriptive design. This is based on research results in interviews with BIPA teachers. The research results show that digital technology-based BIPA teaching with Indonesian tourism and culture content significantly improves the speaking skills of francophone BIPA students. Improving speaking skills focuses on improving vocabulary and daily dialogue, including Indonesian tourism and cultural content, especially Bandung, Paris Van Java. AbstrakPenelitian ini membahas tentang penggunaan teknologi digital untuk meningkatkan keterampilan berbicara bagi para siswa BIPA frankofon. Pemelajar BIPA khususnya frankofon seringkali mengalami kendala dalam berkomunikasi dan berbaur dengan Masyarakat Indonesia dalam berkehidupan sehari-hari. Salah satu contoh konkret kendala tersebut dialami oleh EC, mahasiswa Pendidikan BIPA UPI asal Prancis yang memiliki aksen bahasa Prancis yang sangat kental sehingga mempengaruhi artikulasi pengucapan bahasa Indonesianya dan hubungan komunikasinya dengan orang Indonesia. Oleh karena itu, untuk mewujudkan pembelajaran keterampilan berbicara BIPA yang aktif dan komunikatif, diperlukan media yang tepat untuk menunjangnya. Dalam pembelajaran keterampilan berbicara BIPA, pemanfaatan berbagai platform daring seperti modul digital dapat meningkatkan interaksi verbal dan pemahaman konteks bahasa. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Hal ini berdasarkan hasil penelitian yang berupa hasil wawancara kepada para pengajar BIPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajaran BIPA berbasis teknologi digital bermuatan wisata dan budaya Indonesia memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa BIPA frankofon. Peningkatan keterampilan berbicara tidak hanya terfokuskan pada peningkatan kosakata dan dialog sehari-hari, tetapi juga meliputi muatan wisata dan budaya Indonesia khususnya Bandung sebagai kota Paris Van Java.Kata Kunci: Frankofon; Penutur BIPA; Teknologi Digital; Wisata Bandung
Use of smartphone as ICT literacy media and learning resources among college students Al Halim Ali Sunan; Ananda Julia Yasmin; Kholid Abdullah Harras
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 2 (2023): Inovasi Kurikulum, August 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i2.46869

Abstract

This study aims to determine the extent to which students can use smartphones as ICT literacy media and learning resources. This is due to the development of increasingly advanced technology that requires the nation's generation to be able to face the challenges of the era, one of which is being able to use technologies, especially smartphones, for positive things, particularly in ICT literacy and as learning resources. The method used in this research is a descriptive method with a qualitative approach. The results of the study show that smartphones can be used as ICT literacy media and learning resources for college students. Also, students have been able to carry out ICT literacy well as evidenced by the use of existing applications on smartphones to search, obtain, and manage information, which later on this information can also be a source of learning. On the other hand, from the use of smartphones as learning and literacy media, there are also negative impacts, such as addiction and dependence on smartphones, the amount of negative content and fake news that can be found online. The solution that can be used to overcome this is the presence of self-control tools or high self-awareness from the students themselves. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana mahasiswa dapat menggunakan smartphone sebagai media literasi TIK dan sumber belajar. Hal ini dikarenakan perkembangan teknologi yang semakin maju menuntut para generasi bangsa untuk dapat menghadapi tantangan zaman, salah satunya adalah mampu menggunakan teknologi, khususnya smartphone untuk hal yang positif, utamanya dalam literasi TIK dan belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa smartphone dapat dijadikan sebagai media literasi TIK dan sumber belajar di kalangan mahasiswa. Selain itu, mahasiswa juga telah mampu melakukan literasi TIK dengan baik yang dibuktikan dengan penggunan aplikasi yang ada pada smartphone untuk mencari, mendapat, dan mengelola informasi, yang nantinya informasi tersebut dapat juga menjadi sumber belajar. Namun, dari penggunaan smartphone sebagai media belajar dan literasi tersebut, terdapat pula dampak negatif yang ditimbulkan, seperti kecanduan dan ketergantungan terhadap smartphone, banyaknya konten negatif yang ditemukan, serta banyaknya berita hoaks. Solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi hal tersebut adalah adanya kontrol diri atau kesadaran diri yang tinggi dari mahasiswa itu sendiri.Kata Kunci: Literasi TIK; mahasiswa; smartphone; sumber belajar
Teacher efforts' to prepare implementation of Kurikulum Merdeka in elementary school Isti Qotimah; R. Rusman
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.62003

Abstract

The Kurikulum Merdeka seeks to improve the quality of human resources according to community needs. This research aims to describe and analyze teacher readiness in implementing the Kurikulum Merdeka for elementary schools in Coblong District to determine the curriculum's implementation based on diverse school backgrounds. This research uses a quantitative approach through descriptive methods with instruments like questionnaires and documentation studies. The sample for this research was all elementary school teachers who implemented the Kurikulum Merdeka and were selected to run the Sekolah Penggerak program, totaling 45 teachers. The findings relate to teachers' emotional, cognitive, and behavioral readiness in implementing Kurikulum Merdeka. Most teachers are ready to implement Kurikulum Merdeka by participating in training and socializing with other teachers. Readiness is also demonstrated in designing, implementing, and assessing learning. Positive behavior towards curriculum implementation is realized through partnerships and time management efforts to achieve goals. Overall, in every aspect of teacher readiness, it shows that most Sekolah Penggerak elementary school teachers in Coblong District, Bandung City, are ready to implement Kurikulum Merdeka. AbstrakKurikulum merdeka berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sesuai kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kesiapan guru dalam implementasi kurikulum merdeka sekolah dasar Kecamatan Coblong guna mengetahui implementasi kurikulum berdasarkan latar belakang sekolah yang beragam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode deskriptif dengan instrumen berupa angket dan studi dokumentasi. Sampel penelitian ini adalah seluruh guru sekolah dasar yang menerapkan kurikulum merdeka dan terpilih untuk menjalankan program sekolah penggerak berjumlah 45 guru. Hasil temuan berkaitan dengan kesiapan emosi, kognitif dan perilaku guru dalam implementasi kurikulum merdeka. Sebagian besar guru siap mengimplementasikan kurikulum merdeka dengan mengikuti pelatihan maupun bersosialisasi kepada guru lainnya. Kesiapan juga ditunjukan dalam merancang, melaksanakan, dan menilai pembelajaran. Perilaku positif terhadap implementasi kurikulum terwujud melalui adanya kemitraan dan upaya manajemen waktu untuk mencapai tujuan. Secara keseluruhan, pada setiap aspek kesiapan guru menunjukkan bahwa sebagian besar guru sekolah dasar penggerak di Kecamatan Coblong Kota Bandung telah siap mengimplementasikan kurikulum merdeka.Kata Kunci: Pendidikan; kurikulum; kesiapan guru; sekolah dasar.
Utilization of Kurikulum Merdeka to develop diversity character at Mentari Ambarawa School Rosi Tunas Karomah; Santi Fahrima; Kulsum Nur Hayati; Andi Prasetyo
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.64108

Abstract

Good education races in an independent curriculum that promotes freedom in regulating learning patterns. A good education will produce good character in diversity. This study aims to analyze the results of using the independent curriculum in developing the character of diversity in children. The method used in this research is a phenomenological qualitative approach that relates to the findings. The subjects of this study were class teachers and observation to 25 students. Data collection techniques are done by observing, interviewing, and documenting. Data analysis by doing data reduction, presentation, and data verification. The results of this study indicate that the use of the independent curriculum to develop the character of diversity that has been implemented results in students becoming more polite in their actions, then adding broader insights related to diversity and full or supportive support in the implementation of other people's religious activities. The results of this study have implications related to the character of diversity which can be developed by applying independent curriculum-based teaching. And implementing an independent curriculum to form children’s character who is high intolerance AbstrakPendidikan yang baik berpacu pada kurikulum merdeka yang mengedepankan kebebasan dalam mengatur pola pembelajaran. Pendidikan yang baik akan menghasilkan karakter yang baik dalam keberagaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana hasil penggunaan kurikulum mandiri dalam mengembangkan karakter keberagaman pada anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif fenomenologis yang berkaitan dengan temuan-temuan di sekitar. Subjek penelitian ini adalah guru kelas dan observasi kepada peserta didik sebanyak 25 orang. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan melakukan reduksi data, penyajian dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan kurikulum mandiri untuk mengembangkan karakter keberagaman yang telah diterapkan menghasilkan peserta didik menjadi lebih santun dalam bertindak, kemudian menambah wawasan yang lebih luas terkait keberagaman dan dukungan penuh atau suportif dalam penerapan lainnya. kegiatan keagamaan masyarakat. Hasil penelitian ini mempunyai implikasi terkait karakter keberagaman yang dapat dikembangkan dengan menerapkan pembelajaran berbasis kurikulum mandiri. Menerapkan kurikulum merdeka untuk membentuk karakter anak yang tinggi akan toleransiKata Kunci: Karakter kebhinekaan; karakter kesetaraan; Kurikulum Merdeka
Summative assessment planning in the Kurikulum Merdeka on two-dimensional figure materials Mar'atu Sholikhah; Yulia Maftuhah Hidayati
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.65594

Abstract

Summative assessment is part of Kurikulum Merdeka which is expected not to be put aside because it has an important influence in determining students' final grades or grade promotion. This research aims to analyze summative assessment planning in Kurikulum Merdeka on plane material. The research method used is qualitative. There are three subjects of this research, namely the school principal, mathematics teacher, and homeroom teacher. Research data collection techniques are interviews and documentation. The data that has been collected is analyzed, starting with data reduction, data presentation, and conclusions. The results of the research analyzed the planning of summative assessment of scope material, namely the teacher gave questions about the area perimeter of triangles and parallelograms, the area of rectangles, trapezoids, and kites, while the assessment technique used essays. In the mid-semester summative assessment, the teacher gives questions about the area perimeter of a triangle, the area parallelogram, the area square, and the perimeter of a rectangle. In the end-of-semester summative assessment, the teacher gave questions about the area of the perimeter of a square and rectangle, the area of a trapezoid, the area of a triangle, and the perimeter of a parallelogram. The assessment techniques used are multiple-choice, essay, and essay questions. AbstrakAsesmen sumatif menjadi bagian dari kurikulum merdeka yang diharapkan untuk tidak dikesampingkan dikarenakan Asesmen Sumatif memiliki pengaruh penting dalam menentukan nilai akhir atau kenaikan kelas peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang perencanaan asesmen sumatif dalam kurikulum merdeka pada materi bangun datar. Metode penelitian yang digunakan kualitatif. Subyek penelitian ini ada tiga yaitu kepala sekolah, guru matematika dan wali kelas. Teknik pengumpulan data penelitian ialah wawancara dan dokumentasi. Data yang telah dikumpulkan dilakukan analisis data mulai dari reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menganalisis tentang perencanaan Asesmen sumatif lingkup materi yaitu guru memberi soal tentang luas keliling segitiga dan jajargenjang, luas persegi panjang, trapesium dan layang-layang sedangkan teknik penilaian menggunakan essay. Asesmen sumatif tengah semester, guru memberikan soal tentang luas keliling segitiga, luas jajargenjang, luas persegi dan keliling persegi panjang. Asesmen sumatif akhir semester, guru memberi soal tentang luas keliling persegi dan persegi panjang, luas trapesium, luas segitiga, dan keliling jajargenjang. Teknik penilaian yang digunakan yaitu pilihan ganda, essay dan soal uraian.Kata Kunci: Asesmen sumatif: bangun datar; Kurikulum Merdeka; rencana asesmen
Teacher skills in classroom management at MI Muhammadiyah Gonilan Desma Dzuriansyah; Almuntaqo Zainuddin
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.67297

Abstract

Teacher skills in classroom management are needed so that the learning process in the classroom can run well and follow the goals desired by teachers and students. This research was conducted to determine and describe teachers' skills in classroom management at MI Muhammadiyah Gonilan using a qualitative descriptive approach and phenomenological model. The techniques used in collecting data are observation, interviews, and documentation. This research involved two resource persons: IVa and IVb homeroom teachers. The research results, among other things, show preparation for classroom management. Before entering class, the teacher prepares lesson plans and reference books and prepares students to participate in learning. Furthermore, in building positive relationships, the teacher is in charge of creating a comfortable atmosphere. Other research results relate to the implementation of classroom management. In classroom management, some factors support the implementation process. Several supporting factors include teaching aids, teachers' accompanying books or complete teaching materials, student books, and teachers and students arriving on time. Inhibiting factors are different children's concentration and different children's comprehension abilities. AbstrakKeterampilan guru dalam pengelolaan kelas sangat dibutuhkan sehingga proses pembelajaran di kelas dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang diinginkan oleh guru dan peserta didik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mendeskripsikan keterampilan guru dalam pengelolaan kelas di MI Muhammadiyah Gonilan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan model fenomenologi. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini melibatkan dua narasumber yakni wali kelas IVa dan IVb. Hasil penelitian antara lain memperlihatkan tentang persiapan pengelolaan kelas. Sebelum memasuki kelas, guru mempersiapkan RPP, buku referensi dan menyiapkan peserta didik untuk siap mengikuti pembelajaran. Selanjutnya, dalam membangun hubungan positif, di sini guru yang bertugas menciptakan suasana nyaman. Hasil penelitian lainnya berkaitan dengan pelaksanaan pengelolaan kelas. Dalam pengelolaan kelas, terdapat faktor yang mendukung proses pelaksanaannya. Beberapa faktor pendukung seperti alat peraga, buku pendamping guru atau bahan ajar lengkap, buku peserta didik lengkap, guru dan peserta didik datang tepat waktu. Faktor penghambat adalah konsentrasi anak yang berbeda, daya tangkap anak yang berbeda-beda.Kata Kunci: Keterampilan guru; pendidikan; pengelolaan kelas.
The conformability of french listening skills learning materials in Frenchblabla Podcasts with the CEFR curriculum and the Kurikulum Merdeka Nabilah Hendrayani; Tri Indri Hardini; Dante Darmawangsa
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 2 (2023): Inovasi Kurikulum, August 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i2.61298

Abstract

The variety of emerging digital technology platforms for learning French, including the Podcast platform, continues to increase. These platforms allow users to be able to learn independently. Therefore, it is essential to study the material presented in the media. This study focuses on analyzing the suitability of the material on the frenchblabla podcast with the CEFR curriculum and the Merdeka curriculum in order to improve French listening skills for level A1. The study employs qualitative methods in the form of descriptive analysis. In this study, researchers identified learning French for level A1 through the Frenchblabla podcast. The results of the study show that the relevance of the material presented in this podcast meets all the CEFR-based entry-level competency indicators, which are spread across different podcast episodes. This study concluded that the Frenchblabla podcast provides content that fully complies with the European Standards for Learning Foreign Languages (CEFR) and also answers the demands of the Merdeka Indonesia Curriculum for beginner levels, especially A1-A2 levels. Furthermore, the material for this podcast conforms to the Merdeka curriculum structure for Stage F. Therefore, the alignment and arrangement of the material make this podcast media have great potential as a learning aid that can improve students' French listening skills. AbstrakBeragamnya kemunculan platform teknologi digital untuk pembelajaran bahasa Prancis terus meningkat, salah satunya adalah platform Podcast. Platform-platform ini memungkinkan pengguna untuk dapat belajar secara mandiri. Oleh karena itu, penelaahan materi yang disajikan dalam media tersebut menjadi penting untuk dilakukan. Penelitian ini berfokus pada analisis kesesuaian materi pada podcast Frenchblabla dengan kurikulum CEFR dan kurikulum Merdeka guna meningkatkan keterampilan menyimak bahasa Prancis untuk tingkat A1. Peneliti menggunakan metode kualitatif berupa analisis deskriptif. Dalam penelitian ini, peneliti mengidentifikasi pembelajaran bahasa perancis untuk level A1 melalui podcast Frenchblabla. Hasil penelitian menunjukan bahwa relevansi materi yang disajikan dalam podcast ini memenuhi semua indikator kompetensi tingkat pemula berbasis CEFR yang tersebar dalam episode podcast yang berbeda. Penelitian ini sampai pada kesimpulan bahwa podcast Frenchblabla menyajikan konten yang sepenuhnya sesuai dengan Standar Eropa untuk Pembelajaran Bahasa Asing (CEFR) dan juga menjawab tuntutan Kurikulum Merdeka Indonesia untuk tingkat pemula, khususnya tingkat A1-A2. Lebih lanjut, materi podcast ini sesuai dengan struktur kurikulum Merdeka untuk Tahap F. Oleh karena itu, keselarasan dan penataan materi tersebut menjadikan media podcast ini memiliki potensi besar sebagai alat bantu pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan menyimak bahasa Prancis siswa.Kata Kunci: Keterampilan menyimak; kurikulum CEFR; Kurikulum Merdeka; materi pembelajaran bahasa Perancis; media pembelajaran; podcast
Trend analysis of the development of Indonesian local disaster: A bibliometric study Aminkun Imam Rafii
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.61796

Abstract

This study aims to analyze trends in the development of disaster education studies in Indonesia by considering the literature and its implementation. Bibliometric and network analysis is carried out based on the visualization of research trends in disaster education in Indonesia. Based on 35 articles analyzed, the result shows that disaster education has received increasing attention from researchers in recent years. Then, research mainly focused on simulation-based disaster education and limited training. However, this trend in disaster education research has overgrown since mid-2016 and will peak in 2022. This study also involves geographic mapping of disaster education research in several regions of Indonesia. The findings show that Central Java is the main focus of the study. However, the research also involves other areas in Indonesia vulnerable to disasters, such as Aceh, South Sumatra, North Sumatra, Jakarta, East Java, Sulawesi, and Jayapura. This study also found that disaster education literature's dominant discussion trend is "Local Wisdom-Based Disaster Education." This research underscores the importance of innovation in disaster education through local wisdom and various tools. The results of this study also show that journals with SINTA 3 and SINTA 5 indexes have more publications related to disaster education. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren perkembangan kajian pendidikan bencana di Indonesia dengan mempertimbangkan literatur dan implementasinya. Analisis bibliometrik dan jaringan dilakukan berdasarkan visualisasi tren penelitian pendidikan bencana di Indonesia. Berdasarkan 35 artikel yang dianalisis, hasilnya menunjukkan bahwa pendidikan kebencanaan semakin mendapat perhatian para peneliti dalam beberapa tahun terakhir. Kemudian, penelitian terutama difokuskan pada pendidikan kebencanaan berbasis simulasi dan pelatihan terbatas. Namun tren penelitian pendidikan bencana ini telah berkembang sejak pertengahan tahun 2016 dan akan mencapai puncaknya pada tahun 2022. Kajian ini juga melibatkan pemetaan geografis penelitian pendidikan bencana di beberapa wilayah di Indonesia. Temuan menunjukkan bahwa Jawa Tengah menjadi fokus utama penelitian. Namun penelitian tersebut juga melibatkan daerah lain di Indonesia yang rawan bencana, seperti Aceh, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi, dan Jayapura. Penelitian ini juga menemukan bahwa tren pembahasan literatur pendidikan kebencanaan yang dominan adalah “Pendidikan Kebencanaan Berbasis Kearifan Lokal”. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya inovasi dalam pendidikan kebencanaan melalui kearifan lokal dan berbagai alatnya. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa jurnal dengan indeks SINTA 3 dan SINTA 5 memiliki publikasi terkait pendidikan kebencanaan lebih banyak.Kata Kunci: Analisis bibliometric; analisis jaringan; mitigasi bencana; pendidikan kebencanaan; tren bencana lokal.