cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285722923393
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Prodi Pengembangan Kurikulum, Gedung Sekolah Pascasarjana UPI Lt. 6 Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : -
curriculum development; curriculum design; curriculum implementation; curriculum evaluation; instructional development; model of instructional; media of instructional; evaluation of instructional
Articles 295 Documents
Implementation of the peer assessment evaluation model at MTS Ma'arif NU Cilongok Laelika Ambarokah; Fajry Sub'haan Syah Sinaga
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 1 (2023): Inovasi Kurikulum, February 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i1.53343

Abstract

In an implementation of learning can not be separated from the assessment or evaluation. This statement later became the author's background in conducting this research. In conducting learning evaluations, several evaluation models can be used, one of which is the peer assessment evaluation model or peer evaluation model. The aims of this study are: (1) To find out how the implementation of peer assessment or peer assessment is implemented in learning aqidah morals. (2) Creating an assessment instrument that has validity and reliability in the implementation of learning. (3) Supporting factors and inhibiting factors in the application of the peer assessment evaluation model. In this study, the authors used a qualitative approach, and in collecting data, the authors used observation and interview techniques. From the interviews conducted with one of the informants, it was found that in learning the aqidah of morality at MTs Ma'arif NU 2 Cilongok, the evaluation model per assessment had been implemented. Its application is to use an attitude assessment or evaluation instrument made by the teacher supporting the Aqidah Akhlak subject, which then the instrument will later be distributed to students during the implementation of learning. But previously, the students were divided into several groups first. Then, the application system is an assessment between groups using instruments provided by the teacher.  AbstrakDalam suatu pelaksanaan pembelajaran tidak dapat terlepas dari adanya penilaian atau evaluasi. Pernyataan tersebut yang kemudian menjadi latar belakang penulis melakukan penelitian ini. Dalam melakukan evaluasi pembelajaran terdapat berbagai model evaluasi yang biasa digunakan, salah satunya yaitu model evaluasi peer assessment atau evaluasi teman sejawat. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Mengetahui bagaimana implementasi dari evaluasi peer assessment atau teman sejawat dalam pembelajaran aqidah akhlak. (2) Menghasilkan instrumen penilaian yang memiliki validitas dan reliabilitas dalam pelaksanaan pembelajaran. (3) Faktor yang mendukung dan faktor faktor yang menghambat dalam penerapan model evaluasi peer assessment. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dan untuk teknik pengumpulan data penulis menggunakan teknik observasi dan wawancara. Dari wawancara yang dilakukan terhadap salah satu narasumber menghasilkan bahwa pada kegiatan pembelajaran aqidah akhlak di MTs Maarif NU 2 Cilongok sudah menerapkan evaluasi model peer assessment. Penerapannya yaitu dengan menggunakan instrumen penilaian atau evaluasi sikap yang dibuat oleh guru pengampu mata pelajaran aqidah akhlak, yang kemudian instrument tersebut nantinya dibagikan kepada peserta didik pada saat pelaksanaan pembelajaran. Namun sebelumnya peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok terlebih dahulu. Kemudian sistem penerapannya yaitu penilaian antar kelompok dengan menggunakan instrumen yang diberikan oleh guru.Kata Kunci: Aqidah akhlak; evaluasi; peer assesment
Educational robotics in Kurikulum Merdeka Dian Hendriana
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 1 (2023): Inovasi Kurikulum, February 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i1.54018

Abstract

Technological developments influence educational changes. Various skills are needed to prepare society for the 21st Century. Educational robotics provides a comprehensive offering to provide the required skills and experience. This research aims for educators in an educational institution to know how robotics can be utilized in learning and teaching activities to provide convenience. Thus requiring any institution to be able to implement these skills in an institution, especially educational institutions. The type of research used is the study of literature/literature. Learning programs can be carried out by integrating Science, Technology, Engineering, and Mathematics/STEM and can be expanded with other subjects. The System Thinking Approach is a subject integration approach. The involvement of parents, teachers, university researchers, industry, and robotics course organizations is necessary for designing the robotics curriculum. The Approach Activity Template as a form of school operational curriculum can assist in the initial steps of program design. The Kurikulum Merdeka imposes a third of the learning load in an integrated manner and provides opportunities for robotics to be applied to create a Profil Pelajar Pancasila. AbstrakPerkembangan teknologi membawa pengaruh terhadap perubahan pendidikan. Berbagai keterampilan dibutuhkan untuk mempesiapkan masyarakat di Abad ke-21. Robotika pendidikan memberikan tawaran yang menyeluruh untuk membekalkan pengalaman keterampilan yang dibutuhkan. Tujuan dari penelitian ini adalah agar tenaga pendidik dalam sebuah institusi Pendidikan mengetahui bagaimana sebuah robotika dapat dimanfaatkan dalam pelaksanaan kegiatan belajar dan mengajar sehingga memberikan kemudahan pada setiap kegiatannya, Alasam dilakukan nya penelitian ini karena melihat peluang bagaimana masyarakat abad ke-21 mulai mengembangkan berbagai macam skill sehingga mengharuskan institusi manapun agar dapat mengimplementasikan keterampilan tersebut dalam sebuah institusi terutama institusi Pendidikan. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi literatur/kepustakaan. Program pembelajaran dapat dilakukan melalui integrasi Science, Technology, Engineering, and Mathematics/STEM dan dapat diperluas dengan mata pelajaran lainnya. System Thinking Approach menjadi pendekatan integrasi mata pelajaran. Pelibatan orangtua, guru, peneliti universitas, industri, dan organisasi kursus robotika diperlukan dalam merancang kurikulum robotika. Approach Activity Template sebagai salah satu bentuk kurikulum operasional di sekolah dapat membantu langkah awal perancangan program. Kurikulum Merdeka membebankan sepertiga beban belajar dilakukan secara terintegrasi dan memberikan peluang bagi robotika diterapkan untuk menciptakan Profil Pelajar Pancasila.Kata Kunci: Keterampilan abad 21; Kurikulum Merdeka; robotika pendidikan; system thinking approach
Implementation of Educational Technology for teacher profession in Vocational High Schools Aisyah Argyanti; Monica Fajriana; Linda Setiawati
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 1 (2023): Inovasi Kurikulum, February 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i1.54042

Abstract

Educational technology is a field of science engaged in study and practice in facilitating learning, managing resources and processes, and improving performance. The profession and scope of work for educational technology graduates are wide and varied. Still, many educational technology graduates work in the education sector, especially as vocational high school teachers. Regarding this, of course, there is a lot of experience and knowledge related to educational technology that must be applied to the scope of learning. So, studies and research were designed regarding applying educational technology science to the teaching profession in vocational high schools. The analysis was carried out using a descriptive qualitative approach by collecting data through interviews with several graduates of educational technology who work as teachers in vocational high schools. Interviews were conducted to determine the challenges of educational technology graduates, the application of educational technology science, and the code of ethics in schools. The results obtained are that educational technology graduates have a strong foundation and study in managing and facilitating learning so that teachers of educational technology graduates can easily apply knowledge and a code of ethics within the scope of vocational high schools. It can be concluded that the application of educational technology science to the teaching profession in vocational high schools is well and optimally applied regarding the application of knowledge, the applicable code of ethics, and the constraints and challenges faced. AbstrakTeknologi pendidikan merupakan suatu bidang ilmu yang bergerak pada studi dan praktis dalam memfasilitasi pembelajaran, pengelolaan sumber dan proses, serta peningkatan kinerja. Profesi dan ruang lingkup pekerjaan lulusan teknologi pendidikan sangat luas dan beragam, tetapi tidak sedikit juga lulusan teknologi pendidikan yang bekerja pada bidang pendidikan, terutama sebagai guru sekolah menengah kejuruan. Berangkat dari hal tersebut, tentu banyak pengalaman dan ilmu terkait teknologi pendidikan yang harus diterapkan pada ruang lingkup pembelajaran. Maka, dirancanglah studi dan penelitian mengenai penerapan ilmu teknologi pendidikan pada profesi guru di sekolah menengah kejuruan. Adapun penelitian yang dilaksanakan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melakukan pengumpulan data melalui wawancara kepada beberapa lulusan teknologi pendidikan yang berprofesi sebagai guru di sekolah menengah kejuruan. Wawancara dilakukan untuk mengetahui apa saja tantangan lulusan teknologi pendidikan, penerapan ilmu teknologi pendidikan, dan kode etik yang diterapkan di sekolah. Hasil yang didapat yaitu lulusan teknologi pendidikan memiliki dasar dan studi yang kuat dalam mengelola dan memfasilitasi pembelajaran, sehingga pada guru lulusan teknologi pendidikan dapat dengan mudah menerapkan ilmu serta kode etik dalam ruang lingkup sekolah menengah kejuruan. Dapat disimpulkan bahwa penerapan ilmu teknologi pendidikan pada profesi guru di sekolah menengah kejuruan dapat diimplementasikan dengan baik dan optimal menyangkut penerapan ilmunya, kode etik yang berlaku, dan kendala serta tantangan yang dihadapi.Kata Kunci: Guru; profesi; Sekolah Menengah Kejuruan; teknologi pendidikan
Internationalization of the French Language Curriculum through the Application of the Common European Framework of Reference Siti Umaya
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 1 (2023): Inovasi Kurikulum, February 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i1.54214

Abstract

The research entitled “Internationalization of the French Language Curriculum through the Application of the Common European Framework of Reference (CEFR) is a descriptive study that aims to provide an overview of the internationalization of the French language curriculum in the French language study program STBA YAPARI ABA Bandung by adopting the CEFR. The form of implementation of the CEFR is carried out in several curriculum components, namely, graduate profiles, graduate learning outcomes (CPL), learning approaches and methods, as well as learning evaluations, especially assessments carried out on the four language skills, namely speaking skills (production orale), writing skills (production écrite)., listening skills (comprehension orale), and reading skills (comprehension écrite). The changes that occurred after the implementation of the CEFR were the addition of a minimum language competency standard of B1 CEFR as a graduate profile and learning outcomes. Furthermore, another change is the use of an action-based approach (actionnelle) and the addition of project-based learning, problem-based learning, and task-learning methods. AbstrakPenelitian yang berjudul “Internasionalisasi Kurikulum Bahasa Prancis melalui Penerapan Common European Framework of Reference (CEFR) merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai internasionalisasi kurikulum bahasa Prancis di prodi bahasa Prancis STBA YAPARI-ABA Bandung dengan mengadopsi CEFR. Bentuk penerapan CEFR tersebut dilakukan dalam beberapa komponen kurikulum yaitu profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), pendekatan dan metode pembelajaran, serta evaluasi pembelajaran khususnya penilaian yang dilakukan terhadap empat keterampilan berbahasa yaitu keterampilan berbicara (production orale), keterampilan menulis (production écrite), keterampilan mendengar (comprehension orale), dan keterampilan membaca (comprehension écrite). Perubahan yang terjadi setelah penerapan CEFR adalah penambahan standar kompetensi berbahasa minimal B1 CEFR sebagai dalam profil lulusan dan capaian pembelajaran. Selanjutnya, perubahan lainnya adalah penggunaan pendekatan berbasis tindakan (actionnelle) dan penambahan metode pembelajaran project-based learning, problem-based learning, dan tugas.Kata Kunci: Bahasa Prancis; CEFR; Internasionalisasi; Kurikulum
Smart campus-based information systems: case studies of implementing academic information systems in higher education Ana Ratnasari
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 1 (2023): Inovasi Kurikulum, February 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i1.53884

Abstract

The continuous use of information technology in tertiary institutions proposes a campus development strategy through an application service system that integrates teaching, research, management, and campus life. The need for ease of access to various forms of governance in higher education management is required to implement an integrated information system. The academic information system by, utilizing applications from SIAKAD-Sevima, aims to provide convenience in the administration of higher education in improving the quality of academic services in the STKIP Muhammadiyah Bogor environment. This research describes implementing academic information system management to support the formation of a smart campus. The qualitative research method describes the research subjects, namely lecturers, students, and academic staff of STKIP Muhammadiyah Bogor. The research results include (1) an overview of the quality of academic services that prioritizes the principles of convenience, effectiveness, and efficiency by describing clear, measurable, and possible goals and strategies to be achieved and feedback for various improvements needed during the process. Furthermore, (2) an overview of the supporting and inhibiting factors in implementing an academic information system at STKIP Muhammadiyah Bogor. In detail, the supportive aspects felt by users are described, starting from features that are easy to use, easy to understand each content in the application and continuous development. AbstrakGencarnya pemanfaatan teknologi informasi di perguruan tinggi mengusulkan strategi pengembangan kampus melalui sistem layanan aplikasi yang mengintegrasikan pengajaran, penelitian, manajemen bahkan kehidupan kampus. Kebutuhan akan kemudahan terhadap berbagai akses menjadi sebuah tata kelola pada manajemen perguruan tinggi dituntut dapat menerapkan sistem informasi yang terintegrasi. Sistem informasi akademik dengan memanfaatkan aplikasi dari SIAKAD-Sevima memiliki tujuan untuk memberikan kemudahan dalam tata Kelola administrasi pendidikan tinggi dalam meningkatkan mutu layanan akademik di lingkungan STKIP Muhammadiyah Bogor. Penelitian ini berfokus pada mendeskripsikan jalannya pelaksanaan pengelolaan sistem informasi akademik dalam rangka mendukung pada terbentuknya smart campus. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan mendeskripsikan subjek penelitian yaitu dosen, mahasiswa dan staff akademik STKIP Muhammadiyah Bogor. Hasil penelitian yang diperoleh meliputi: (1) gambaran mengenai mutu layanan akademik yang mengedepankan prinsip kemudahan, efektif dan efisien dengan menggambarkan tujuan dan strategi yang jelas, terukur dan memungkinkan untuk dapat dicapai, serta feedback untuk berbagai perbaikan yang dibutuhkan selama proses berlangsung. Selanjutnya yang ke (2) gambaran mengenai faktor pendukung dan penghambat dalam proses penerapan sistem informasi akademik di STKIP Muhammadiyah Bogor. Secara rinci tergambar faktor pendukung yang dirasakan oleh para pengguna mulai dari fitur yang mudah digunakan, kemudahan dalam memahami setiap konten isi dalam aplikasi, dan pengembangan yang terus menerus.Kata Kunci: Aplikasi; Sistem Informasi Akademik; Smart Campus
Implementation of ISO 9001:2015 in e-Learning services in higher education Gunadi, Mochamad Rizal Fikri; Dewi, Laksmi
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 1 (2023): Inovasi Kurikulum, February 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i1.54458

Abstract

Needs for using a Learning Management System (LMS) in curriculum development in higher education is increasing, including what has happened at the Bandung Institute of Technology. LMS is not only a complementary medium but also a substitute medium for the learning system during the COVID-19 pandemic. This study aims to determine the process of implementing ISO 9001: 2015 in online learning services at the Directorate of Education Development and assess risk mitigation in overcoming obstacles to the curriculum management process. This research was carried out based on the urgency of the management process in curriculum development to support the achievement of curriculum objectives. The method used in this research is qualitative with a descriptive approach. The findings from this study indicate that the Directorate of Educational Development at the Bandung Institute of Technology has implemented ISO 9001:2015 properly, which means it has carried out its duties according to the applicable rules and regulations. Implementing the LMS at the Bandung Institute of Technology applies several criteria related to the Quality Management System (QMS), which is supported by the PDCA (Plan-Do-Check-Act) process and cycle model so that an organization can achieve the desired results. AbstrakKebutuhan akan pemanfaatan Learning Management System (LMS) dalam pengembangan kurikulum di pendidikan tinggi semakin tinggi, termasuk yang terjadi di Institut Teknologi Bandung. LMS tidak hanya sebagai media komplementer, akan tetapi juga sebagai media substitusi sistem pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penerapan ISO 9001:2015 dalam layanan pembelajaran daring di Direktorat Pengembangan Pendidikan, serta mengetahui mitigasi resiko dalam mengatasi kendala pada proses manajemen kurikulum. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan urgensi proses manajemen dalam pengembangan kurikulum untuk mendukung ketercapaian tujuan kurikulum. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil temuan yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa Direktorat Pengembangan Pendidikan di Institut Teknologi Bandung telah mengimplementasikan ISO 9001:2015 dengan baik, dan artinya telah menjalani tupoksinya sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku. Pelaksanaan LMS di Institut Teknologi Bandung menerapkan beberapa kriterai terkait Sistem Manajemen Mutu (SMM) yang didukung oleh model proses dan siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act) sehingga sebuah organisasi dapat mencapai hasil yang diinginkan.Kata Kunci: ISO 9001:2015; learning management system; manajemen kurikulum; pembelajaran daring
Application of backward design in the implementation of curriculum management Dano Ali, Yusuf Nugraha; Hernawan, Asep Herry
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 1 (2023): Inovasi Kurikulum, February 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i1.54438

Abstract

The curriculum is an educational experience that has been planned in a systematic and integrated manner where curriculum management is needed. It includes planning, organizing, implementing, and evaluating the curriculum applicable in management activities outside the classroom and the school in its application. The Backward Design model is also a form of curriculum that focuses on goals and identifying the expected results then moves backward to design activities aligned with predetermined outcomes. Seeing this, this study aims to explain the application of Backward Design in curriculum management. This must be described as a form of school preparation to guide students to achieve educational goals. The purpose of this study was to examine using scientific literature review methods to find data regarding flow and recommendation models that can be applied by schools related to the Backward Design curriculum model. The study's results suggest that this model can be carried out in-class learning and within the scope of curriculum management. It can also be carried out so that each step of curriculum management and its principles can be measured and carried out following predetermined goals. AbstrakKurikulum merupakan sebuah pengalaman pendidikan yang telah direncanakan secara sistematis dan terpadu dimana diperlukan sebuah manajemen kurikulum yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi kurikulum dan dapat diaplikasikan dalam kegiatan pengelolaan di luar kelas serta di luar sekolah dalam pengaplikasiannya. Model Backward Design pun hadir sebagai sebuah salah satu bentuk kurikulum yang berfokus pada tujuan dan pengidentifikasian hasil yang diharapkan kemudian bergerak mundur untuk merancang kegiatan yang selaras dengan hasil yang telah ditentukan sebelumnya. Melihat hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan Backward Design dalam pengaplikasian manajemen kurikulum. Hal ini perlu dijelaskan sebagai bentuk persiapan sekolah membimbing peserta didik mencapai tujuan pendidikan Tujuan penelitian ini dikaji menggunakan metode kajian literatur ilmiah untuk mencari data mengenai alur dan model rekomendasi yang dapat diterapkan oleh sekolah terkait model kurikulum Backward Design. Hasil penelitian mengemukakan bahwa model ini tidak hanya dapat dilakukan secara khusus dalam pembelajaran di kelas tetapi juga dalam jangkauan yang lebih luas agar setiap langkah manajemen kurikulum serta prinsip nya dapat terukur dan dilakukan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan.Kata Kunci: Backward Design; Desain Kurikulum; Manajemen Kurikulum
Utilization of video-based learning media in Biology Lessons at MAN 1 Semarang Irfan Aziz Adianto; Rohmat Nugroho; Naila Amalia; Riska Dami Ristanto
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 2 (2023): Inovasi Kurikulum, August 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i2.52965

Abstract

This research was carried out for aiming of producing learning media using the Quizizz platform; Knowing student responses and reactions regarding the use of video-based learning media and the Quizizz platform; and Knowing student learning outcomes from using video- and Quizizz-based learning media. The method used in research is Research and Development (R and D). The subjects in this study were students of class 10 MIPA 5 MAN 1 Semarang City totaling 36 students consisting of 11 boys and 21 girls. In this research, the implementation of R and D method research has 7 stages, namely potential and problems; data collection; product design; design validation; design revisions; product trials; analysis, and reporting. The results of this study indicate that: The application of video-based learning media and the Quizizz platform is classified as adequate; Video-based learning media and the Quizizz platform are well received; After the application of video-based learning media, the average value of student learning outcomes increased as enough criteria. AbstrakPenelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk : Menghasilkan media pembelajaran dengan menggunakan platform Quizizz yang valid; Mengetahui respon dan tanggapan siswa mengenai penggunaan media pembelajaran berbasis Video dan platform Quizizz; Mengetahui hasil belajar siswa dari penggunaan media pembelajaran berbasis Video dan Quizizz. Metode yang digunakan pada penelitian adalah Research and Development (R and D). Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas 10 MIPA 5 MAN 1 Kota Semarang berjumlah 36 siswa terdiri dari 11 laki laki dan 21 perempuan. Pelaksanaan pada penelitian metode R and D memiliki 7 tahapan menurut Sugiyono dalam bukunya yang berjudul “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R and D”), yaitu potensi dan masalah; pengumpulan data; desain produk; validasi desain; revisi desain; uji coba produk; analisis dan pelaporan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Penerapan media pembelajaran berbasis video dan platform Quizizz tergolong kriteria cukup; Media pembelajaran berbasis video dan platform Quzizz diterima dan ditanggapi dengan baik oleh siswa; Setelah penerapan media pembelajaran berbasis video nilai rata-rata hasil belajar siswa meningkat dan tergolong kriteria cukup.Kata Kunci: Biologi; media pembelajaran; pembelajaran audio-visual
Construction of an Adaptive Blended Curriculum (ABC) model in implementing local content curriculum Zahid Zufar At Thaariq; Muhamad Fahmi Yulianto; Reno Nurdiyanto
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 2 (2023): Inovasi Kurikulum, August 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i2.55882

Abstract

Indonesia is famous for its rich and diverse local wisdom. This diversity makes the wealth of human resources has the potential that can be developed in the realm of local content curriculum. It clearly aims to maintain Indonesia's cultural and natural diversity, and can be a source of local economic development and environmental sustainability. Through these considerations, this article reviews the construction of an adaptive blended curriculum (ABC) model that aims to manifest the potential of local content using a narrative approach. This implies that the author presents the results of the review based on existing literature. The review revealed the ABC Model as a curriculum construct oriented towards a combination of adaptive learning, adaptive curriculum and blended learning concepts adaptable to existing local potential. So, the submission of this model is considered important to optimize regional potential through the application of local content curriculum. Thus, this article can be used as a consideration of appropriate curriculum models that optimize the potential of local wisdom in Indonesia.AbstrakIndonesia terkenal dengan kearifan lokal yang sangat kaya dan beragam. Keberagaman ini menjadikan kekayaan sumber daya manusia memiliki potensi yang bisa dikembangkan dalam ranah kurikulum muatan lokal. Ini secara jelas bertujuan untuk mempertahankan keanekaragaman budaya dan alam Indonesia, serta dapat menjadi sumber pengembangan ekonomi lokal dan keberlanjutan lingkungan. Melalui pertimbangan tersebut, maka artikel ini meninjau konstruksi model adaptive blended curriculum (ABC) yang bertujuan untuk memanifestasikan potensi muatan lokal dengan menggunakan pendekatan naratif. Ini berarti penulis memaparkan hasil tinjauan berdasarkan literatur-literatur yang ada. Hasil tinjauan mengungkapkan Model ABC sebagai konstruk kurikulum yang berorientasi pada gabungan konsep adaptive learning, adaptive curriculum dan blended learning yang bisa diadaptasikan dengan potensi lokal yang ada. Maka, pengajuan model ini dirasa penting untuk mengoptimalkan potensi daerah melalui penerapan kurikulum muatan lokal. Dengan demikian, artikel ini bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan model kurikulum tepat guna (appropriate) yang mengoptimasi potensi kearifan lokal di Indonesia.Kata Kunci: Kurikulum muatan lokal; model ABC; model kurikulum
Professional analysis of Educational Technology students with appropriate specializations Lintang Putri Nurchalia; Yudis Ghifari; Jeremy Artistico Limbong; Linda Setiawati
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 2 (2023): Inovasi Kurikulum, August 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i2.53904

Abstract

Students majoring in Educational Technology have expertise in analyzing, designing, developing, implementing, evaluating, and managing the use of technology to help solve learning problems. However, not all Educational Technology students have the same interest in choosing a specialization. Therefore This study aims to analyze the profession of educational technology students who choose specializations according to their interests and abilities. This study used a descriptive method by interviewing three educational technology students at the Indonesian University of Education. The results of the study show that educational technology students choose specializations that suit their interests and abilities. The suitability of the specialization chosen by Educational Technology students with their interests and abilities, as well as the demands of the job market in the field of education, is an important factor influencing the profession they will take after graduation. In addition, the research results also show that educational technology students who choose specializations that suit their interests and abilities tend to be more self-confident and feel more assisted in determining the profession they will pursue after graduation. The conclusion of this study is the importance of choosing a specialization that is by the interests and abilities of educational technology students in determining the profession they will pursue after graduation. AbstrakMahasiswa jurusan Teknologi Pendidikan memiliki keahlian dalam menganalisis, mendesain, mengembangkan, menerapkan, mengevaluasi, dan mengatur penggunaan teknologi untuk membantu menyelesaikan masalah pembelajaran. Namun, tidak semua mahasiswa Teknologi Pendidikan memiliki minat yang sama dalam memilih peminatan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profesi mahasiswa teknologi pendidikan yang memilih peminatan pilihan sesuai dengan minat dan kemampuan mereka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan mewawancarai kepada tiga orang mahasiswa teknologi pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa teknologi pendidikan memilih peminatan pilihan yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka. Kesesuaian peminatan yang dipilih oleh mahasiswa Teknologi Pendidikan dengan minat dan kemampuannya serta tuntutan pasar kerja di bidang pendidikan merupakan faktor penting yang mempengaruhi profesi yang akan diambil setelah lulus. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa mahasiswa teknologi pendidikan yang memilih peminatan pilihan yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka cenderung lebih percaya diri dan merasa lebih terbantu dalam menentukan profesi yang akan mereka tekuni setelah lulus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pentingnya memilih peminatan pilihan yang sesuai dengan minat dan kemampuan bagi mahasiswa teknologi pendidikan dalam menentukan profesi yang akan mereka tekuni setelah lulus.Kata Kunci: peminatan; profesi; teknologi pendidikan

Page 11 of 30 | Total Record : 295