cover
Contact Name
Mujahidah Basarang
Contact Email
mujahidahbasarang@yahoo.com
Phone
+6285255011014
Journal Mail Official
jurnalmedika@poltekkesmu.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. Ratulangi No. 101 / Jl. Tupai No. 112 Makassar Email: jurnalmedika@poltekkesmu.ac.id
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Medika: Media Ilmiah Analis Kesehatan
ISSN : 25407910     EISSN : 27971260     DOI : https://doi.org/10.53861/jmed
Core Subject : Health, Science,
Media Ilmiah Analis Kesehatan merupakan terbitan berkala untuk mendiseminasikan hasil-hasil penelitian dan pengembangan di bidang Analis Kesehatan (Laboratorium Medis) yang terbit 2 (dua) nomor dalam satu tahun, yaitu bulan Juni dan Desember. Media Ilmiah diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dengan pISSN; 2540-7910, eISSN; 2797-1260, menerima artikel hasil penelitian bidang teknologi laboratorium medis dengan fokus dan ruang lingkup yaitu; kimia klinik, mikrobiologi, parasitologi, imunoserologi, toksikologi klinik, hematologi, dan sitohistoteknologi.
Articles 120 Documents
PEMERIKSAAN Plasmodium sp PADA PENDERITA MALARIA BAGIAN PESISIR PANTAI DAN KOTA DI KABUPATEN SORONG Dewi Arisanti; Bakri Umar; Mentari Mentari
Jurnal Medika Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.302 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v1i2.101

Abstract

Malaria merupakan salah satu penyakit infeksi yang disebabkan oleh Plasmodium sp yang di tularkan melalui vektor nyamuk Anopheles betina. Plasmodium sp masuk melalui tusukan menuju ke sel hati, dan mengalami perkembangbiakan (stadium pra-eritrosit). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menentukan Plasmodium sp pada penderita malaria bagian pesisir pantai dan kota di Kabupaten Sorong, Penelitian ini bersifat observasi dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 20 sampel daridaerah pesisir pantai dan daerah kota dengan menggunakan sediaan darah tebal ditemukan di daerah Pesisir Pantai ditemukan 20% Plasmodium vivax gametocit, 25% Plasmodium falcivarum tropozoit, dan 5% ditemukan Plasmodium campuran dalam tubuh penderita di satu daerah. Sedangkan pada daerah Kota ditemukan 15% Plasmodium vivax gametocit, 25% Plasmodium falcivarum tropozoit, dan 10% ditemukan Plasmodium campuran dalam tubuh penderita di satu daerah. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa Plasmodium yang di temukan dalam tubuh penderita adalah Plasmodium Plamodium vivax, Plasmodium falciparum dan Plasmodium campuran Plasmodium Plamodium vivax dan Plasmodium falciparum dengan bentuk tropozoit dan gametosit pada daerah pesisir pantai dan kota.
GAMBARAN KANDUNGAN KALSIUM URINE PADA WANITA LANJUT USIA DI JALAN BALANG BARU Mardiah Mardiah
Jurnal Medika Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.064 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v1i2.102

Abstract

Kalsium adalah mineral yang paling banyak terdapat di dalam tubuh berhubungan dengan sejumlah mekanisme fisiologi tubuh. Kalsium berperan sebagai proses pembentukan tulang dan gigi, dan mencegah osteoporosis pada wanita lanjut usia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya ekskresi kalsium melalui urine wanita lanjut usia di Jl.Balang Baru Makassar. Penelitian ini bersifat deskriptif dimana sampel diambil secara Purposive sampling berdasarkan pertimbangan umur. Pemeriksaan gambaran kalsium urine menggunakan metode Sulkowitch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 sampel urine wanita lanjut usia diperoleh diperoleh 6 orang memiliki kalsium urine normal dan 4 orang lainnya memiliki ekskresi kalsium hiperkalsiuria (eksresi kalsium tinggi). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa 60% wanita yang telah lanjut usia orang menunjukkan ekskresi kalsium normal, dan 40% wanita yang telah lanjut usia menunjukan ekskresi kalsium tinggi.
BORAKS SEBAGAI PENGAWET BAKSO DI KECAMATAN MAMAJANG KOTA MAKASSAR Muawanah Muawanah
Jurnal Medika Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.889 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v1i2.103

Abstract

Boraks adalah jenis bahan kimia yang sering digunakan sebagai pengawet makanan yang dilarang penggunaanya oleh pemerintah karena dampaknya akan sangat merugikan kesehatan. Boraks digunakan untuk mengawetkan suatu makanan dalam waktu yang cukup lama, seperti bakso. Boraks digunakan agar bakso lebih kenyal, lebih awet dan tahan lama meskipun disimpan beberapa hari pada suhu ruang. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi boraks pada bakso yang diperjualbelikan di Kecamatan Mamajang Kota Makassar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif menggunakan metode uji nyala api. Sampel yang digunakan sebanyak 5 sampel yang diambil secara accidental sampling di beberapa pedagang bakso keliling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelima sampel yaitu sampel A, B, C, D, dan E diperoleh hasil negatif (-). Hal ini membuktikan bahwa kelima sampel bakso yang beredar di Kecamatan Mamajang Kota Makassar tidak menggunakan boraks sebagai pengawet.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN LAYANAN KESEHATAN DI PEMUKIMAN KUMUH KELURAHAN KARUWISI KECAMATAN PANAKUKKANG MAKASSAR Muh Rifo Rianto; Syaifullah Cangara; Rahmat Muhammad
Jurnal Medika Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.677 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v1i2.104

Abstract

Public health services in urban slums Karuwisi District of Makassar member a question into the background in this study The aim of the research is to describe the utilization of health services and factors related to the utilization of health services in slum residential area. The research method is qualitative approach with a case study. The research instrument is an in-depth interview and document study in data collection. Informers are communities residing in the area of slum residence. The results of the research indicated that the community’s responses on the symptoms or disease being suffered by them are varied, such as non-action, self-treatment, traditional remedy, modern health/private medication. Health service for the poor community enhances the efforts of the utilization of government health services, so that the community knows more about health services as a service needed urgently by poor community.
UJI VALIDITAS SABAROUD GLUKOSA AGAR HIPERTONIK UNTUK MENDETEKSI Candida sp Tuty Widyanti; Mujahidah Basarang; Nurul Afiah
Jurnal Medika Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.957 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v1i2.105

Abstract

Jamur merupakan agen yang juga memberi pengaruh pada penyakit paru disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Gejala umum infeksi jamur paru sama dengan infeksi tuberkulosis ataupun dengan mikroba lainnya. Infeksi jamur paru sering tidak terdiagnosa karena tidak ada gejala yang khas. Infeksi jamur paru sering menyertai penyakit lain sehingga pengobatan terhadap infeksi jamur paru sering terlambat diberikan. Identifikasi kultur konvensional dan dilanjutkan dengan tes biokimia membutuhkan waktu yang lama oleh karena itu diperlukan metode fenotip yang mudah, sederhana dan murah untuk mengidentifikasi antara Candida sp. Tujuan penelitian ini adalah mendeteksi keberadaan jamur dengan metode kultur dari sampel bilasan bronkus dan bilasan lambung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental untuk mengetahui pertumbuhan jamur Candida sp yang diidolasi dari bilasan lambung dan bronkus suspek tuberculosis yang negatif BTA pada medium Sabaroud Agar Hipertonik. Hasil penelitian ditemukan 100% sampel menunjukkan pertumbuhan Candida sp dari sampel bilasan bronkus dan bilasan lambung tumbuh pada medium SDA Hipertonik 370C dengan rata-rata pertumbuhan 24 jam. Koloni Candida sp yang tumbuh pada medium SDA Hipertonik 370C akan tampak berwarna putih, halus, licin, ukuran koloni dari kecil sampai ukuran besar, jika koloni sudah berumur tua akan berwarna kecoklatan. Candida sp secara mikroskopik berbentuk bulat sampai lonjong dan memiliki pertunasan yang dinamakan budding.
IDENTIFIKASI PARABEN PADA PRODUK PERAWATAN TUBUH Nur Qadri Rasyid; Muawanah Muawanah
Jurnal Medika Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.209 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v1i2.106

Abstract

Ester alkil dari asam p-hidroksibenzoat (paraben) digunakan secara luas sebagai agen antimikroba, dengan aktivitas antimikroba meningkat seiring dengan meningkatnya panjang rantai alkil. Senyawa ini digunakan secara luas dalam ribuan produk perawatan tubuh yang digunakan setiap hari untuk mencegah tumbuhnya bakteri pada produk tersebut. Penelitian yang dilakukan oleh Barr et al., (2011) mengkofirmasi mengenai toksisitas paraben yang dapat diserap secara sistematik pada manusia dan ditemukan paraben utuh di empat lokasi di seluruh bagian payudara pada penderita kanker payudara primer di Inggris antara tahun 2005 dan 2008. Secara keseluruhan jenis paraben yang tertinggi yaitu n-propil paraben dan metilparaben dan tingkat yang lebih rendah untuk n-butilparaben, etilparaben dan isobutilparaben. Pada penelitian ini sumber paraben tidak dapat diindentifikasi. Tetapi, paraben diukur dalam 7/40 pasien melaporkan pernah menggunakan kosmetik pada bagian ketiak selama hidup mereka. Di Indonesia penggunaan paraben dalam produk perawatan tubuh masih digunakan untuk memperpajang masa pakai produk. Oleh karena itu penelitian awal dibutuhkan untuk mengidentifikasi adanya paraben yang digunakan dalam beberapa produk perawatan tubuh sehingga dapat digunakan sebagai acuan untuk penelitian lanjutan ke tingkat toksisitas paraben terhadap pajanan dalam tubuh manusia. Metode identifikasi paraben yang digunakan adalah uji warna pada 20 jenis produk perawatan tubuh terkenal yang beredar di Indonesia. Hasil identifikasi paraben pada 20 sampel produk perawatan tubuh diperoleh sekitar 75% mengandung paraben. Nilai ini menunjukkan angka yang tinggi mengingat produk perawatan tubuh yang digunakan konsumen sekitar 1-5 produk yang berbeda setiap harinya. Hal ini dapat memicu penyerapan paraben secara dermal.
ANALISIS KUALITATIF FORMALIN PADA IKAN ASIN YANG BEREDAR DI KOTA MAKASSAR Rahmawati Rahmawati
Jurnal Medika Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.351 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v1i2.107

Abstract

Penilitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan formalin yang digunakan sebagai bahan pengawet yang disalahgunakan sebagai Bahan Tambahan Makanan (BTM). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya zat formalin pada ikan asin yang beredar di Kota Makassar. Teknik pengambilan sampel adalah Random Sampling dimana sampel pemeriksaan dalam penelitian ini sebanyak 10 sampel. Analisis kualitatif formalin pada ikan asin dilakukan menggunakan metode fenilhidrazin yaitu hasil destilasi direaksikan dengan fenilhidrazin 1%, K3(Fe(CN)6) 1%, dan HCl pekat, adanya formalin ditandai dengan adanya perubahan warna menjadi merah. Hasil analisis kualitatif formalin pada ikan asin yang beredar di Kota Makassar didapatkan 10% sampel positif dari 10 sampel yang dianalisis mengandung formalin
VARIASI KONSENTRASI AKTIVATOR ASAM SULFAT (H2SO4) PADA KARBON AKTIF AMPAS TEH TERHADAP KAPASITAS ADSORPSI LOGAM TIMBAL (PB) Wa Ode Rustiah
Jurnal Medika Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.836 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v1i2.108

Abstract

Limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) yang semakin meningkat dikhawatirkan menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan hidup. Limbah cair merupakan masalah utama dalam pengendalian dampak lingkungan. Masuknya zat pencemar dari limbah ke perairan mengakibatkan karakter fisika dan kimia dari sumber daya air berubah. Agar dapat memenuhi baku mutu, limbah cair harus diolah secara terpadu, baik yang dihasilkan selama proses produksi maupun setelah proses produksi. Pengelolaan limbah cair di dalam proses produksi dimaksudkan untuk meminimalkan volume, konsentrasi, dan toksisitas limbah. Pengelolaan limbah cair setelah proses produksi dimaksudkan untuk menghilangkan atau menurunkan kadar bahan pencemar yang terkandung di dalamnya, sampai limbah cair memenuhi syarat untuk dapat dibuang (memenuhi baku mutu yang ditetapkan). Metode yang digunakan pada penelitian ini yang dapat mereduksi zat pencemar yang ditimbulkan adalah metode Adsorpsi. Dua manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini adalah perolehan sumber adsorben alternatif baru dan penanganan limbah laboratorium. Teh sebagai bahan alami aman bagi lingkungan, ampasnya mudah didapat sebagai limbah industri minuman teh. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh kadar logam berat timbal yang mampu diserap oleh karbon aktif ampas teh dengan konsentrasi aktivator H2SO4 (5%, 10%, 15%, 20% dan 25%) berturut-turut adalah 9,823 ppm, 9,839 ppm, 9,864 ppm, 9,884 ppm dan 9,906 ppm dengan efisiensi serapan berturut-turut yaitu 98,23%, 98,39%, 98,64%, 98,84% dan 99,06%.
CHOLINESTERASE PADA DARAH PETANI PENYEMPROT PESTISIDA DI DESA LOKA KABUPATEN BANTAENG Effendy Rasiyanto; Muh Rifo Rianto; Farida Hidayati
Jurnal Medika Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.281 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v1i2.109

Abstract

Enzim Cholinesterase adalah suatu bentuk dari kata lisbiologik yang didalam jaringan tubuh berperan untuk menjaga agar otot-otot, kelenjar-kelenjar dan sel-sel syaraf bekerja secara terorganisir dan harmonis. Enzim Cholinesterase dapat terganggu oleh pemakain pestisida secara berlebihan dan juga tidak menggunakan alat pelindung diri.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil Cholinesterase pada petani penyemprot pestisida di Desa Loka Kabupaten bantaeng. Objek dalam penelitian ini adalah 5 serum petani dan di periksa di Balai Besar Labolatorium Kesehatan dengan metode fotometri. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa petani di Desa Loka Kabupaten Bantaeng tidak terpapar pestisida dilihat dari hasil pemeriksaan Cholinesterase yang normal, gambaran hasil yang didapatkan adalah7857-9177 U/L dengan nilai normal 4620-11500 U/L. Setelah dilakukan pemeriksaan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa petani di Desa Loka Kabupaten Bantaeng tidak terpapar dengan pestisida.
PENAMBAHAN GLUKOSA PADA MEDIA BEKATUL AGAR UNTUK PERTUMBUHAN Aspergillus sp Mujahidah Basarang; Muh Rifo Rianto; Magfirah Arifuddin
Jurnal Medika Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.528 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v1i2.110

Abstract

Pembiakan jamur di laboratorium dipengaruhi oleh komponen nutrien media. Media harus mengandung semua nutrisi yang mudah digunakan mikroba. Persyaratan media petumbuhan jamur adalah tersedianya karbohidrat dan nitrogen. Bekatul mengandung karbohidrat sebanyak 84,36% yang merupakan salah satu sumber energi utama dalam pertumbuhan dan perkembangan jamur. Selain itu bekatul merupakan sumber nitrogen yang kompleks. Oleh karena itu bekatul dapat dijadikan sebagai media alternatif pertumbuhan jamur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan jamur Aspergillus sp pada media bekatul agar. Selain itu penelitian ini bertujuan membandingkan pertumbuhan Aspergillus sp pada bekatul agar dengan penambahan glukosa dan bekatul agar tanpa penambahan glukosa. Metode yang digunakan adalah single dot dengan cara inokulasi Aspergillus sp menggunakan ose jarum yang ditusukkan di bagian tengah permukaan agar dan diinkubasi pada suhu 25 0C. Pertumbuhan jamur dilihat dari hasil pengukuran diameter koloni jamur dilakukan setiap 24 jam selama 5 hari. Hasil pengamatan memperlihatkan gambaran pertumbuhan optimum Aspergillus sp. pada media bekatul agar, media bekatul agar penambahan glukosa. Pertumbuhan eksponensial Aspergillus sp. dimulai pada jam ke-24, jamke-48 dan jam ke-72. Kemudian dari jam ke-72 sampai jam ke-102 Aspergillus sp. mengalami fase pertumbuhan stasioneri. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bekatul dapat dimanfaatkan sebagai media pertumbuhan jamur Aspergillus sp

Page 2 of 12 | Total Record : 120