cover
Contact Name
Elida Soviana
Contact Email
jurnalidcom@gmail.com
Phone
+6285157550006
Journal Mail Official
jurnalidcom@gmail.com
Editorial Address
Jalan Serma Mukhlas, Karangtengah, RT 02 RW 03, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kode pos 53416
Location
Kab. banjarnegara,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia
Published by CV Firmos
ISSN : 28076605     EISSN : 28076567     DOI : https://doi.org/10.54082/jamsi.IDPaper
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) terdaftar di LIPI dengan P-ISSN : 2807-6605 dan E-ISSN : 2807-6567. Selain itu, JAMSI terdaftar di Crossref dengan DOI : https://doi.org/10.54082/jamsi.idpaper Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) dipublikasikan dua bulan sekali, yaitu pada bulan Januari, Maret, Mei, Juli, September, dan November. Semua penerimaan naskah akan diproses secara double blind review oleh mitra bestari.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 919 Documents
Pelatihan Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) bagi Masyarakat Dusun Matasokon Desa Teun Kecamatan Raimanuk Kabupaten Belu Patrisius Maryanto Bria; Mikson Nahak; Rogerius Asa; Sergius Sakan
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 3 (2024): JAMSI - Mei 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1149

Abstract

Telah dilakukan pengabdian kepada masyarakat tentang pelatihan pembuatan VCO di dusun Matasokon, desa Teun, kecamatan Raimanuk, kabupaten Belu. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan memberikan pemahaman kepada Masyarakat dusun Matasokon desa Teun tentang pembuatan VCO dan meningkatkan nilai jual kelapa dengan memaksimalkan pemanfaatannya melalui pelatihan pembuatan VCO dengan metode pengendapan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini terdiri dari metode diskusi yang bertujuan untuk menjelaskan kepada Masyarakat tentang pengertian, manfaat VCO seperti meningkatkan kesehatan jantung, membantu menurunkan berat badan, meningkatkan kesehatan pencernaan, memperkuat sistem kekebalan tubuh, kegunaan serta cara pembuatan VCO dan metode eksperimen yang bertujuan untuk mendemokan kepada Masyarakat cara membuat VCO. Tahapan-tahapan yang digunakan pada metode eksperimen menghasilkan VCO yang memiliki ciri khas warna bening dan beraroma khas kelapa. selain itu pemahaman Masyarakat tentang pembuatan VCO dilihat dari hasil kuisioner yang dibagikan Dimana semua Masyarakat (100%) yang mengikuti pelatihan pembuatan VCO ini mampu membuat VCO sendiri.
Edukasi kepada Remaja untuk Mencegah Terjadinya Stunting dari Faktor Kesehatan saat Masa Remaja di SMAN 1 Banyuwangi Wafa Zakiyanpri; Syifa'ul Lailiyah; Ghani Armando; Regina Salsabila; Sarah Theresa; Putri Anggita; Arina Arofatus; Ayun Zul Silmi; Nabila Rahma; Dina Salsabila
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 3 (2024): JAMSI - Mei 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1151

Abstract

Kejadian stunting di Indonesia mengalami penurunan namun masih diatas standar yang ditetapkan WHO dibawah 20%. Jika stunting tidak segera diatasi akan berpengaruh pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dimasa mendatang. Remaja sebagai cikal bakal penerus bangsa perlu dikenalkan terkait stunting agar dimasa mendatang dapat mencegah stunting pada keturunannya. Diperlukan intervensi untuk memberikan pemahaman terkait stunting pada remaja, salah satu intervensi yang dapat dilakukan yaitu memberikan edukasi terkait stunting melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan sekolah. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai stunting mulai dari faktor penyebab hingga peran remaja dalam mencegah terjadinya stunting. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 21 Januari 2023 berlokasi di SMAN 1 Banyuwangi dengan sasaran remaja berjumlah 50 remaja perwakilan dari setiap kelas. Edukasi dilaksanakan dengan metode ceramah dan brainstorming terkait pengertian stunting, penyebab stunting, cara pencegahan stunting, dan peran remaja dalam mencegah stunting. Cara untuk mengetahui hasil edukasi dengan analisis pretest post-test. Hasil dari edukasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari rata-rata nilai 50,7 menjadi 85,9. Dengan adanya edukasi di sekolah remaja mampu memahami pengertian dari stunting, penyebab stunting, cara pencegahan stunting, dan peran remaja dalam mencegah stunting sehingga edukasi perlu dilakukan oleh pihak-pihak yang berperan dalam penanganan stunting untuk mencegah terjadinya stunting sedini mungkin.
Pelatihan Deskripsi Mineral secara Megaskopis bagi Siswa Praktek Kerja Lapangan SMKN 1 Karanggayam di Laboratorium Mineralogi dan Petrologi, Universitas AKPRIND Indonesia Danis Agoes Wiloso
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 3 (2024): JAMSI - Mei 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1152

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan deskripsi mineral secara megaskopis ini berangkat dari kurangnya pemahaman mendeskripsi mineral secara baik dan benar bagi siswa SMKN 1 Karanggayam, karena kurangnya materi pelajaran dalam mendeskripsi mineral berdasarkan sifat fisik mineral. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan mengenai cara mendeskripsi mineral berdasarkan sifat fisik mineral bagi siswa SMKN 1 Karanggayam. Metode yang digunakan adalah dengan pemapan materi tentang sifat fisik mineral secara megaskopis, praktek langsung mendeskripsi mineral berdasarkan sifat fisiknya, penamaan mineral berdasarkan deskripsi sifat fisik mineral, pendampingan selama mendeskripsi mineral. Untuk mendapatkan umpan balik tentang pelatihan dilakukan dengan menggunakan kuisioner, pengisian kuisioner dilakukan sebelum pelatihan dan sesudah pelatihan. Sebelum pelatihan menyatakan 100% tidak tahu definisi mineral, sifat fisik mineral, mendeskripsi mineral, dan setelah pelatihan rata-rata peserta menyatakan bahwa pelatihan penting (25%-50%) sampai sangat penting (50%-100%), dan berdasarkan kinerja menyatakan cukup puas (25%-50%) sampai sangat puas (50%-100%) terhadap pelaksanaan pelatihan. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya keterampilan dan keahlian siswa dalam cara mendeskripsi mineral berdasarkan sifat fisiknya.
Sosialisasi Pencegahan Kenakalan Remaja kepada Remaja di Yayasan Hidayatul Wildan Cileungsi, Jawa Barat Gavra Nugroho Ramadhan Tarmizi; Edi Priyono; Cakra Widya Amarta; Baiq Hikarin Nisa; Intan Arfaturahmah; Qonita Anis Nabilla; Riris Simangunsong; Sherlita Rahma Isra; Arland Julian Bulo; Adlina Maritza Putri; Samuel Hotmian Sinambela
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 3 (2024): JAMSI - Mei 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1153

Abstract

Kenakalan remaja adalah fenomena kompleks yang memerlukan pemahaman mendalam terhadap faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktor psikologis, sosial, dan lingkungan memainkan peran krusial dalam perkembangan perilaku negatif pada remaja. Tema kegiatan ini adalah “Pembangunan Manusia dan Penguasaan Iptek” dipilih dengan tujuan menggali aspek pertumbuhan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai rangkaian upaya untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Kegiatan ini dilakukan dengan metode sosialisasi dan survey tentang pencegahan kenakalan remaja di Yayasan Hidayatul Wildan yang berlokasi di Cileungsi, Jawa Barat dengan sasaran remaja SMA. Hasil analisis data menunjukan terdapat peningkatan pengetahuan remaja Yayasan Hidayatul Wildan antara sebelum dan sesudah kegiatan sosialisasi dibuktikan dengan meningkatnya hasil nilai pretest dan post-test . Pada pretest ini berisi 10 soal pilihan ganda 5 opsi dengan masing masing soal memiliki bobot 10 poin dengan diberi waktu selama 5 menit. Rata-rata nilai dari peserta yang telah menjawab adalah 61 dari 100 dengan nilai terendah 20 dan tertingginya 80 sedangkan pada Post-test berisi 10 soal pilihan ganda 5 opsi yang sama dengan pretest dengan masing masing soal memiliki bobot 10 poin dengan diberi waktu yang sama. Rata-rata nilai dari peserta yang telah menjawab adalah 73 dari 100 dengan nilai terendah 30 dan tertingginya 100. Hal ini menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari pretest dan telah mencapai target. Kekurangan kegiatan ini memiliki keterbatasan waktu sehingga terdapat keterbatasan bertanya, oleh karena itu untuk kedepannya dalam melakukan kegiatan sosialisasi sebaiknya memperhatikan waktu lebih baik lagi agar peserta dapat menambah pengetahuannya tentang materi yang diberikan.
Sosialisasi Pengenalan IPCam Cloud Berbasis Mobile untuk Keamanan Pasien dan Fasilitas Kesehatan pada Klinik Pratama di Desa Kebongembong, Kabupaten Kendal Amelia Devi Putri Ariyanto; Fari Katul Fikriah; Arif Fitra Setyawan
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 3 (2024): JAMSI - Mei 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1154

Abstract

Klinik pratama di desa memiliki peran penting dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Namun, kondisi geografis di desa yang sulit dijangkau dan kurangnya pengawasan membuat klinik rentan terhadap risiko kejahatan seperti pencurian. Hasil observasi menunjukkan bahwa salah satu klinik pratama di Desa kebongembong, Kabupaten Kendal masih terdapat banyak dokumen kartu rekam medis pasien maupun obat-obatan yang berada diluar sehingga rawan untuk dicuri. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan dan melakukan sosialisasi pengenalan IPCam Cloud berbasis mobile kepada klinik pratama di Desa kebongembong tersebut. IPCam Cloud menawarkan solusi untuk memantau keamanan secara menyeluruh dari jarak jauh menggunakan aplikasi mobile atau melalui platform web. Pengabdian dilakukan pada tanggal 21 Maret 2024 oleh dosen-dosen dan mahasiswa dari Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi Universitas Widya Husada Semarang. Metode yang dilakukan selama pengabdian adalah koordinasi dengan pemilik klinik, analisis kebutuhan, pemasangan, dan sosialisasi pengenalan IPCam Cloud berbasis mobile. Sosialisasi dilakukan kepada pemilik beserta karyawan klinik, dimana tim pengabdian berada di antara peserta dan memberikan arahan tentang penggunaan IPCam Cloud berbasis mobile secara bertahap untuk mencegah kebingungan. Pengabdian masyarakat berjalan dengan lancar dan sekitar 80% peserta meyakini bahwa sosialisasi ini bermanfaat.
Pengembangan Potensi Buah Kolang Kaling sebagai Bahan Pangan untuk Kesehatan di Desa Karang Sari Dusun IVB Kecamatan Jatimulyo Kabupaten Lampung Selatan Yulianty Yulianty; Emantis Rosa; Hendri Busman; Endang Nurcahyani
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 3 (2024): JAMSI - Mei 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1155

Abstract

Kolang kaling merupakan salah satu buah yang memiliki banyak manfaat. Buah ini berasal dari tanaman Arenga pinnata (Wurmb) Merr. Pemanfaatan buah kolang kaling oleh masyarakat khususnya di Desa Karang Sari Dusun IVB hanya sebagai manisan, kolak dan es buah. Belum banyak yang memanfaakannya sebagai puding maupun salad. Adanya kandungan kalsium yang tinggi, buah kolang kaling sangat penting dikonsumsi untuk menjaga kesehatan tulang. Selain untuk kesehatan tulang, kolang kaling juga penting untuk mengatasi penuaan dini. Oleh sebab itu perlu suatu upaya untuk mengolah buah kolang kaling yang lebih bervariasi sehingga disukai oleh anak-anak dan orang dewasa. Kegiatan yang dilakukan berupa ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik. Kegiatan ini diawali dengan pretest dan diakhiri dengan post-test. Rata-rata nilai pretest adalah 85,14, sedangkan nilai post-test adalah 98,38. Terjadi peningkatan point pengetahuan dan ketrampilan dari peserta pengabdian kepada masyarakat sebesar 13,24 poin. Adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan ini, masyarakat di Desa Karang Sari Dusun IVB dapat memanfaatkan buah kolang kaling sebagai makanan yang lebih bervariasi dalam kehidupan sehari-hari dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan tubuh.
Intervensi Stunting dan Wasting dari Hulu melalui Health Education kepada Ibu Balita dan Wanita Usia Subur (Studi di Desa Bantengan Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun) Putri Anggita Dewi; Jayanti Dian Eka Sari
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 3 (2024): JAMSI - Mei 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1156

Abstract

Hasil survei SSGI pada tahun 2022 menunjukkan bahwa 1 dari 12 anak balita di Indonesia mengalami wasting serta 1 dari 5 anak balita menderita stunting. Diperlukan intervensi untuk memberikan pemahaman terkait stunting dan wasting pada ibu balita dan wanita usia subur, salah satu intervensi yang dapat dilakukan yaitu memberikan edukasi terkait stunting dan wasting melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan masyarakat. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita dan wanita usia subur mengenai stunting dan wasting mulai dari faktor penyebab hingga cara mencegah terjadinya stunting dan wasting serta cara membuat makanan tambahan pada balita. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 22 Juli 2023 berlokasi di Desa Bantengan Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun dengan sasaran berjumlah 30 perempuan yang terdiri dari ibu balita dan wanita usia subur. Kegiatan pengabdian ini berlangsung mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi yang berlangsung selama 2 minggu. Edukasi dilaksanakan dengan metode ceramah terkait pengertian stunting, penyebab stunting, cara pencegahan stunting, 1000 HPK, dan cara mengatasi stunting serta demosntrasi pembuatan makanan tambahan untuk balita. Cara untuk mengetahui hasil edukasi dengan analisis pre-test post-test. Hasil analisis pre-test post-test menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan setelah dilakukan edukasi kepada sasaran. Setelah dilakukan pemaparan materi dan pengisian pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari rata-rata nilai pre-test 50,0 menjadi 95,2. Dapat disimpulkan bahwan dengan adanya edukasi kesehatan kepada ibu balita dan wanita usia subur (WUS) mampu memberikan pemahaman terkait dengan stunting dan wasting di desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.  
Pelatihan Media Sosial Instagram dalam Pembelajaran AL-Qur’an di Lembaga Pendidikan Islam El-Salim Azam Muzakhim Imammuddin; Septriandi Wira Wirayoga; Farida Arinie Soelistianto; Waluyo Waluyo; Hudiono Hudiono; Koesmarijanto Koesmarijanto
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 3 (2024): JAMSI - Mei 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1157

Abstract

Pada saat ini media sosial sudah menjadi sesuatu kebutuhan dalam masyarakat modern. Beberapa media sosial yang populer yaitu: facebook, tiktok, dan instagram. Instagram merupakan media sosial yang telah disukai oleh berbagai kalangan seperti dari anak-anak sampai orang tua, dari siswa sekolah sampai pebisnis. Instagram memiliki kelebiah dibanding media sosial yang lain yaitu: bersifat masif dan populer, membuaat feed posting yang rapi, ideal untuk toko online, keamanan dan privasi, dan gratis. Instagram memiliki fitur-fitur yang istimewa yaitu berbagi foto dan video, komentar dan like, explore, Instagram Story, IGTV, dan siaran langsung. Berdasarkan kemampuan dan fitur-fitur yang dimilik media sosial Instagram maka media sosial Instragram dapat digunakan sebagai media pembelajaran terutama pembelajaran Al-Qur’an. Dimana dengan fitur berbagi video pembacaan Al Qur’an baik secara langsung maupun tidak langsung, maka hubungan antara murid dan guru pada pembelajaran Al Qur’an bisa lebih interaktif sehingga lebih menyenangkan. Pelatihan media sosial Instargam yang akan dilaksanakan di Lembaga Pendidikan Islam (LPI) El- Salim Malang memiliki harapan murid atau siswa dapat lebih intensif lagi untuk belajar Al Qur’an sehingga menambah kecepatan proses pembelajaran Al Qur’an.  Hasil yang didapatkan dari pelatihan ini menunjukkan bahwa Guru-guru LPI El-Salim merasakan manfaat media sosial Instagram dengan nilai rata rata tertinggi 4,6 (Sangat Baik) dan nilai rata rata terendah 4,25 (Baik) berdasarkan kuisoner yang dibuat. Untuk pembelajaran Al-Qur’an dan menurut guru-guru tersebut fitur upload video dari Instagram dianggap paling cocok digunakan untuk pembelajaran Al-Qur’an.
Pelatihan Pengelolaan Keuangan Berbasis Ramah Lingkungan untuk Keberlanjutan Usaha UMKM Nasabah PNM Mekaar Andam Dewi Syarif
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 3 (2024): JAMSI - Mei 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1159

Abstract

Sejak dahulu diyakini bahwa UMKM mempunyai peran penting dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara. Secara khusus, dipercaya bahwa keberadaan UMKM akan membantu mengakhiri kemiskinan dengan terbentuknya lapangan kerja. Namun, ada banyak hambatan yang menghalangi pertumbuhan UMKM. Akibatnya, diperlukan upaya strategis untuk meningkatkan pertumbuhan UMKM. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan pengetahuan pelaku UMKM tentang pengelolaan keuangan, yang memungkinkan peningkatan keuangan usaha. Dilain pihak, Pemerintah Indonesia berusaha membangun ekonomi hijau yang ramah lingkungan untuk mendukung pembangunan usaha berkelanjutan. Untuk itu, kegiatan ini ditujukan untuk memberikan pemahaman tentang pengelolaan keuangan usaha yang tidak merusak lingkungan bagi nasabah PNM Mekaar berjumlah 48 orang, yang merupakan perempuan prasejahtera pelaku usaha mikro. Adapun metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ceramah, tutorial, dan diskusi. Hasil kuesioner peserta pengabdian memperlihatkan bahwa mayoritas peserta (diatas 90%) merasa puas dengan kegiatan pengabdian ini. Hal ini  karena para peserta menjadi lebih memahami cara mengelola keuangan yang ramah lingkungan dan mampu menerapkan konsep 3 R (reducing, reuse, and recycle) dalam usaha mereka sehingga dapat meningkatkan pendapatan mereka sambil menjaga lingkungan.
Strategi Pengembangan Pemasaran Usaha Tempe di UMKM “Sunan Tempe”, Kedungleper, Jepara, Jawa Tengah Dwi Agung Nugroho Arianto; Mahfudlah Fajrie
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 3 (2024): JAMSI - Mei 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1160

Abstract

Usaha tempe begitu banyak di Kecamatan Bangsri, bahkan serupa dengan usaha olahan “Sunan Tempe” sehingga menyebabkan persaingan yang ketat. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi-strategi yang tepat untuk meningkatkan daya saing produk tempe dari UMKM “Sunan Tempe”. Pengabdian ini berbentuk pendampingan, dengan memfokuskan pada analisis permasalahan untuk membantu pemilik usaha tempe “Sunan Tempe” dalam meningkatkan daya saing UMKM-nya agar mampu bersaing dengan UMKM lain sejenis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui tahap persiapan, observasi pada usaha mitra dan pelaksanaan pendampingan mitra, serah terima alat dan monitoring usaha mitra. Hasil dari pendampingan ini meliputi beberapa aspek yaitu aspek manejemen pemasaran dan aspek produksi. Program kemitraan masyarakat ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian dan ikut membantu masyarakat dalam meningkatkan perekonomian dengan program kemitraan agar UMKM mampu meningkatkan jumlah produksi dan daya saing melalui inovasi baik di bidang operasional, manajemen maupun pemasaran.