cover
Contact Name
Taufik Samsuri
Contact Email
empiric.journal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
empiric.journal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Empiricism Journal
ISSN : -     EISSN : 27457613     DOI : https://doi.org/10.36312/ej
Empiricism Journal was published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes empirical original research papers in the field of education and natural science.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1: March 2026" : 14 Documents clear
Potensi Squalen dalam Anti-aging: Tinjauan Literatur Review Arumsari, Putri; Tajudin, Tatang; Indratmoko, Septiana; Issusilaningtyas, Elisa
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/skqxqk05

Abstract

Penuaan kulit semakin mendapat perhatian, namun pemahaman tentang peran senyawa alami sebagai agen anti-aging masih perlu diperdalam. Squalene, senyawa triterpen hidrokarbon alami (C30H50) yang ditemukan dalam minyak hati ikan hiu, minyak zaitun, amaranth, dedak padi, serta mikroba rekayasa genetik, menarik perhatian sebagai bahan aktif anti-aging alami. Kajian ini bertujuan menganalisis kandungan aktif, mekanisme kerja, bentuk konsumsi, dan bukti ilmiah squalene dalam potensi anti-aging melalui pendekatan systematic literature review. Penelitian ini menganalisis 14 artikel dari bidang kosmetologi, dermatologi, dan bioteknologi farmasi (2016-2025), yang sebagian besar merupakan penelitian eksperimental (in vitro, ex vivo, dan in vivo) serta beberapa studi klinis awal. Hasil menunjukkan bahwa squalene bekerja melalui empat mekanisme utama: aktivitas antioksidan (menetralkan ROS, menekan MMP-1, mengaktifkan jalur Nrf2/ARE), antiinflamasi (menghambat NF-KB dan sitokin proinflamasi), fotoprotektif (mencegah peroksidasi lipid akibat UV), dan regeneratif (menstimulasi TGF-B untuk pembentukan kolagen). Formulasi nanoemulsi dan oleogel berbasis squalene efektif meningkatkan kondisi kulit. Squalene nabati, seperti dari minyak zaitun dan amaranth, menunjukkan efektivitas setara dengan sumber hewani, mendukung keberlanjutan dan etika produksi kosmetik. Squalene berpotensi sebagai bahan aktif anti-aging generasi baru yang aman, efektif, dan ramah lingkungan, namun kajian lebih lanjut diperlukan untuk menilai efektivitas jangka panjang dan dosis optimalnya. The Potential of Squalene in Anti-aging: A Literature Review Abstract Skin aging is becoming an increasingly recognized issue, but understanding the role of natural compounds as anti-aging agents still requires further exploration. Squalene, a natural triterpene hydrocarbon (C30H50) found in shark liver oil, olive oil, amaranth, rice bran, and genetically engineered microbes, has gained attention as a natural anti-aging active ingredient. This review aims to analyze the active content, mechanisms of action, consumption forms, and scientific evidence supporting the anti-aging potential of squalene through a systematic literature review approach. The study analyzes 14 articles from the fields of cosmetology, dermatology, and pharmaceutical biotechnology (2016-2025), mostly experimental research (in vitro, ex vivo, and in vivo) supported by some early clinical studies. The results show that squalene works through four main mechanisms: antioxidant activity (neutralizing ROS, inhibiting MMP-1, activating Nrf2/ARE pathway), anti-inflammatory (inhibiting NF-KB and pro-inflammatory cytokines), photoprotective (preventing lipid peroxidation due to UV), and regenerative (stimulating TGF-B for collagen formation). Squalene-based nanoemulsion and oleogel formulations effectively improve skin conditions. Plant-based squalene, such as from olive oil and amaranth, shows comparable effectiveness to animal sources, supporting sustainability and ethical considerations in modern cosmetic production. Overall, squalene has great potential as a new generation of safe, effective, and environmentally friendly anti-aging active ingredients, though further studies are needed to assess long-term effectiveness and optimal dosages.
Studi in Vitro Uji Sitotoksisitas Gel Asap Cair Tempurung Kelapa terhadap Sel Ligamen Periodontal sebagai Bahan Perawatan Saluran Akar dengan Metode MTT Assay Setiawan, Linda Novelgia; Avrillia, Roselyn; Pohan, Sonia Salsabila
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/mjketr61

Abstract

Bahan irigasi yang saat ini banyak digunakan, seperti natrium hipoklorit (NaOCl), klorheksidin, dan EDTA, terbukti efektif menghilangkan bakteri namun memiliki risiko toksisitas terhadap sel dan jaringan sekitarnya. Paparan NaOCl pada konsentrasi tinggi dapat menyebabkan iritasi jaringan, nekrosis, hingga reaksi ekstrusi yang serius pada jaringan periapical. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sitotoksisitas gel asap cair tempurung kelapa (CS-LS) terhadap sel ligamen periodontal (PDL cells) sebagai kandidat bahan perawatan saluran akar menggunakan metode MTT assay. Penelitian eksperimental in vitro dengan rancangan pre-test dan post-test group design melibatkan tujuh kelompok perlakuan (kontrol media, kontrol sel, kontrol positif NaOCl 5,25%, serta gel CS-LS pada konsentrasi 6,25%, 12,5%, 50%, 75%, dan 100%) dengan lima replikasi per kelompok. Viabilitas sel dihitung berdasarkan nilai absorbansi MTT (= 570 nm) dan dianalisis secara statistik menggunakan uji Kruskal–Wallis diikuti uji Mann–Whitney bila diperlukan. Hasil menunjukkan perbedaan bermakna secara statistik pada nilai absorbansi antar kelompok (p<0,05). Persentase viabilitas sel tertinggi tercatat pada gel CS-LS 6,25% (76,30%), sehingga memenuhi kriteria biokompatibilitas (viabilitas >70% menurut ISO10993-5), sedangkan pada konsentrasi 12,5% viabilitas menurun menjadi sekitar 50,25% (mendekati nilai IC50). Konsentrasi tinggi (50–100%) menghasilkan penurunan viabilitas yang substansial (31–33%), meskipun masih menunjukkan viabilitas relatif lebih baik dibandingkan NaOCl 5,25%. Berdasarkan temuan ini, gel CS-LS pada konsentrasi di bawah 12,5% tampak aman dan berpotensi dikembangkan sebagai alternatif bahan irigasi endodontik; namun penelitian lanjutan yang memperluas rentang konsentrasi, menambahkan parameter biologis (misalnya: proliferasi, ekspresi gen osteogenik, marker inflamasi), serta studi in vivo dan uji biokompatibilitas jangka panjang direkomendasikan untuk mengonfirmasi keamanan dan potensi aplikasi klinis. In Vitro Study of Cytotoxicity Test of Liquid Coconut Shell Smoke Gel on Periodontal Ligament Cells as Root Canal Treatment Material Using MTT Assay Method Abstract Currently widely used irrigants, such as sodium hypochlorite (NaOCl), chlorhexidine, and EDTA, have been shown to be effective in eliminating bacteria but carry the risk of toxicity to surrounding cells and tissues. Exposure to NaOCl at high concentrations can cause tissue irritation, necrosis, and even serious extrusion reactions in periapical tissues. This study aimed to evaluate the cytotoxicity of coconut shell liquid smoke gel (CS-LS) on periodontal ligament (PDL) cells as a potential root canal treatment material using the MTT assay method. This research was an in vitro experimental study with a pre-test and post-test group design, involving seven treatment groups: media control, cell control, positive control (5.25% NaOCl), and CS-LS gel at concentrations of 6.25%, 12.5%, 50%, 75%, and 100%, with five replicates in each group. Cell viability was determined based on MTT absorbance values (= 570 nm) and statistically analyzed using the Kruskal–Wallis test followed by the Mann–Whitney post hoc test when appropriate. The results demonstrated a statistically significant difference in absorbance values among the treatment groups (p < 0.05). The highest cell viability was observed in the 6.25% CS-LS gel group (76.30%), meeting the biocompatibility criteria (cell viability > 70% according to ISO 10993-5), whereas the 12.5% concentration showed a reduced viability of approximately 50.25%, approaching the IC50 value. Higher concentrations (50–100%) resulted in a substantial decrease in cell viability (approximately 31–33%), although these values remained relatively higher than those observed with 5.25% NaOCl. In conclusion, CS-LS gel at concentrations below 12.5% exhibits low cytotoxicity and potential for development as an alternative endodontic irrigant; however, further studies incorporating a wider range of concentrations, additional biological parameters (such as cell proliferation, osteogenic gene expression, and inflammatory markers), as well as in vivo and long-term biocompatibility assessments, are necessary to confirm its safety and clinical applicability.
Pelaksanaan Fungsi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam Pengawasan Kinerja Kepala Desa (Studi di Desa Jago Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah) Hidayat, Ahmad Wahyu; Yuliatin, Yuliatin; Sawaludin, Sawaludin
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/qdtq8g65

Abstract

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memiliki peran strategis sebagai lembaga yang mewakili masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, terutama dalam fungsi pengawasan terhadap kinerja kepala desa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya  akuntabilitas dalam pelaksanaan program pembangunan desa agar sesuai dengan aspirasi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pelaksanaan fungsi BPD dalam mengawasi kinerja kepala desa di Desa dan apa saja faktor yang mempengaruhi pengawasan BPD terhadap kinerja kepala desa yang ada di desa Jago, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, dimana pengawasan yang dilaksanakan oleh BPD Mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. Jenis penelitian ini tergolong dalam penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. dari informan yang terdiri dari BPD, kepala desa, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPD telah melaksanakan fungsi pengawasan dengan cukup baik dengan pemantauan secara langsung di lapangan, terutama pada aspek penyelenggaraan pemerintahan desa, pembinaan, dan pemberdayaan masyarakat desa. Namun masih perlunya peningkatan pengawasan langsung pada aspek pembangunan desa yaitu pembangunan infrastruktur fisik desa. yang disebabkan oleh kurangnya partisipasi dari masyarakat dalam sama-sama mengawasi kinerja kepala desa dan juga integritas dari anggota BPD yang bervariasi sehingga menjadi sedikit kendala dalam mengawasi kinerja kepala desa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah desa dan BPD dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang lebih akuntabel dan partisipatif. The Implementation of the Village Consultative Body's (BPD) Function in Supervising the Performance of the Village Head (A study in Jago Village, Praya District, Central Lombok Regency) Abstract The Village Consultative Body (BPD) has a strategic role as an institution that represents the community in the administration of village governance, particularly in supervising the performance of the village head. This research is motivated by the importance of accountability in the implementation of village development programs so that they align with community aspirations. The purpose of this study is to identify and analyze how the BPD carries out its supervisory function over the performance of the village head and to examine the factors that influence BPD supervision of the village head’s performance in Jago Village, Praya Subdistrict, Central Lombok Regency. The supervision conducted by the BPD covers the stages of planning, implementation, and reporting. This research is classified as qualitative research using a descriptive approach. Data were obtained through interviews, observations, and documentation from informants consisting of BPD members, the village head, and community leaders. The results of the study indicate that the BPD has carried out its supervisory function fairly well through direct monitoring in the field, particularly in aspects of village governance administration, community development, and community empowerment. However, there is still a need to improve direct supervision in the aspect of village development, especially physical infrastructure development. This condition is caused by the lack of community participation in jointly supervising the performance of the village head, as well as the varying levels of integrity among BPD members, which becomes an obstacle in supervising the village head’s performance. This research is expected to serve as an evaluation material for the village government and the BPD in realizing more accountable and participatory village governance.
Pengaruh Work-Life Balance, Motivasi Kerja, dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan Generasi Z di Kota Medan Edward, Edward; Ernanda, Yovie; Wynne, Grace Feodora; Waruwu, Febriaman; Ardiani, Winda
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/wbt3pb05

Abstract

Work-life balance menjadi topik populer di media sosial dan berperan penting dalam meningkatkan kinerja karyawan. Konsep ini bertujuan untuk menyeimbangkan berbagai aspek kehidupan, seperti pekerjaan, keluarga, kehidupan pribadi, spiritualitas, dan interaksi sosial, tanpa mengabaikan salah satunya. Tujuan riset ini untuk menganalisis pengaruh Work – Life Balance, Motivasi Kerja, serta Lingkungan Kerja kepada Kinerja Karyawan. Informasi yang dipakai pada studi ini diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 91 responden. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan generasi Z yang bekerja di Kota Medan. Menggunakan teknik  analisis  ialah  uji  statistik  dengan metode regresi berganda serta digunakan uji hipotesis yakni uji F dan uji T yang sebelumnya sudah dilaksanakan  uji  asumsi  klasik  terlebih  dahulu. Hasil analisis menunjukkan bahwa work – life balance dan lingkungan kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Sebaliknya, motivasi kerja terbukti memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja, yang menunjukkan bahwa dorongan internal karyawan memainkan peran penting dalam meningkatkan produktivitas. Secara simultan, ketiga variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Namun, nilai Adjusted R Square yang rendah sebesar 0.076 atau 7,6% mengindikasikan bahwa model penelitian ini hanya mampu menjelaskan sebagian kecil variasi kinerja, sementara faktor lain di luar model turut memberikan kontribusi yang lebih besar. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi manajemen dalam menyusun strategi peningkatan kinerja karyawan dengan lebih menitikberatkan pada aspek motivasional. The Influence of Work-Life Balance, Work Motivation, and Work Environment on the Performance of Generation Z Employees in Medan City Abstract Work-life balance has become a popular topic on social media and plays a crucial role in improving employee performance. This concept aims to balance various aspects of life, such as work, family, personal life, spirituality, and social interactions, without neglecting any of them. The purpose of this research is to analyze the influence of Work-Life Balance, Work Motivation, and Work Environment on Employee Performance. The data used in this study were obtained through the distribution of questionnaires to 91 respondents. The population in this research consists of Generation Z employees working in Medan City. The analysis technique employed is statistical testing using multiple regression analysis, accompanied by hypothesis testing through F-tests and T-tests, which were preceded by classical assumption tests. The results show that Work-Life Balance and Work Environment do not have a significant effect on employee performance. Conversely, Work Motivation is found to have a significant and positive influence, indicating that employees’ internal drive plays a crucial role in enhancing productivity. Simultaneously, the three independent variables significantly influence employee performance. However, the low Adjusted R Square value of 0.076 or 7.6% indicates that the model explains only a small portion of the variance in performance, while other factors outside the model contribute more substantially. These findings have important implications for management in formulating strategies to improve employee performance by focusing more on motivational aspects.
Gaya Hidup Hedonis dan Perilaku Konsumtif pada Remaja di Jereweh Kabupaten Sumbawa Barat Mardyanti, Eka Shophia; Masyhuri, Masyhuri; Sumitro, Sumitro
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jxypyc62

Abstract

Gaya hidup hedonis dan perilaku konsumtif pada remaja merupakan fenomena sosial yang semakin berkembang dan berpengaruh terhadap kehidupan sosial mereka. Namun, penelitian terdahulu umumnya masih membahas gaya hidup hedonis secara umum, tanpa mengkaji secara spesifik faktor-faktor yang mempengaruhinya, dampak perilaku konsumtif terhadap kehidupan sosial, serta bentuk perilaku hedonis dan konsumtif yang dominan pada konteks wilayah tertentu. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada remaja di Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat sebagai objek kajian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi gaya hidup hedonis, mengidentifikasi dampak perilaku konsumtif terhadap kehidupan sosial remaja, serta mengidentifikasi aspek perilaku hedonis dan perilaku konsumtif yang paling dominan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh dari subjek dan informan penelitian yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 remaja yang menjadi subjek penelitian, 5 remaja menunjukkan perilaku hedonis yang ditandai dengan kebiasaan membeli barang bermerek dan sering mengunjungi kafe tanpa mempertimbangkan anggaran. Sementara itu, 5 remaja lainnya menunjukkan perilaku konsumtif tingkat sedang, seperti membeli pakaian secara rutin meskipun tidak dibutuhkan serta membeli barang karena adanya diskon. Faktor yang mempengaruhi gaya hidup hedonis meliputi faktor internal dan eksternal. Dampak perilaku konsumtif meliputi dampak positif berupa peningkatan interaksi sosial dan kepercayaan diri, serta dampak negatif berupa perilaku pemborosan dan menurunnya stabilitas finansial. In Vitro Study of Cytotoxicity Test of Liquid Coconut Shell Smoke Gel on Periodontal Ligament Abstract Hedonistic lifestyles and consumptive behavior among adolescents are social phenomena that are increasingly developing and influencing their social lives. However, previous studies have generally discussed hedonistic lifestyles in a general manner, without specifically examining the factors that influence them, the impact of consumptive behavior on social life, and the dominant forms of hedonistic and consumptive behavior within a specific regional context. Therefore, this study focuses on adolescents in Jereweh, West Sumbawa Regency, as the object of analysis. This study aims to analyze the factors influencing hedonistic lifestyles, identify the impact of consumptive behavior on adolescents’ social lives, and determine the most dominant aspects of hedonistic and consumptive behavior. This research employs a qualitative approach using a case study method. Data were obtained from research subjects and informants selected through purposive sampling, with data collection techniques including interviews, observations, and documentation. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that out of ten adolescents who participated as research subjects, five exhibited hedonistic behavior characterized by the habit of purchasing branded products and frequently visiting cafés without considering their budget. Meanwhile, the other five adolescents demonstrated a moderate level of consumptive behavior, such as regularly purchasing clothing despite not needing it and buying items due to discounts. The factors influencing hedonistic lifestyles include internal and external factors. The impacts of consumptive behavior include positive effects, such as increased social interaction and self-confidence, as well as negative effects, including wasteful behavior and decreased financial stability.
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan VO2Max Peserta Ekstrakurikuler Futsal Putra SMPN 2 Sungai Pandan Zikri, Muhammad Said; Arifin, Ramadhan; Amirudin, Akhmad
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/wtpqyy13

Abstract

Aktivitas fisik berat yang bersifat dinamis. Postur tubuh yang ideal dengan berat badan yang seimbang dan kondisi fisik yang prima sangat penting untuk mencapai prestasi olahraga yang tinggi. Oleh karena itu, pemain futsal harus memperhatikan indeks massa tubuh (IMT) dan daya tahan kardiovaskular yang baik untuk meningkatkan kualitas permainan. IMT dan daya tahan kardiovaskular memiliki peran yang sama pentingnya dalam menentukan kinerja pemain futsal. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil IMT dan daya tahan kardiovaskular pemain ekstrakurikuler futsal di SMPN 2 Sungai Pandan Hulu Sungai Utara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Subjek penelitian ini adalah 15 orang peserta ekstrakurikuler futsal aktif di SMPN 2 Sungai Pandan Hulu Sungai Utara. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes pengukuran berat badan, tinggi badan (IMT) dan tes VO2Max (bleep test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kaegori kurus berat 33%, kurus ringan 20%, dan normal 33%, serta gemuk ringan dan gemuk berat masing masing 6,7% kondisi daya tahan kardiovaskular, dan Kategori Indeks Masa Tubuh (IMT) peserta sebesar 7% sangat kurang, 13% kurang, dan Cukup 33% serta Baik 41% berdasarkan IMT. Body Mass Index and VO2Max Relationship among Male Futsal Students at SMPN 2 Sungai Pandan Abstract A good physique is crucial for achieving high athletic performance. Therefore, futsal players must pay attention to their body mass index (BMI) and cardiovascular endurance to improve their game quality. BMI and cardiovascular endurance play equally important roles in determining futsal player performance. Therefore, this study aims to determine the BMI and cardiovascular endurance profiles of futsal extracurricular players at SMPN 2 Sungai Pandan Hulu Sungai Utara. This study used a quantitative descriptive method with a survey approach. The subjects were 15 active futsal extracurricular participants at SMPN 2 Sungai Pandan Hulu Sungai Utara. The research instruments used were a weight and height measurement test (BMI), and a VO2Max test (bleep test). The results of the study showed that there were categories of severely underweight 33%, mild underweight 20%, and normal 33%, as well as mild obesity and severe obesity each 6.7% of cardiovascular endurance conditions, and the Body Mass Index (BMI) category of participants was 7% very poor, 13% poor, and Sufficient 33% and Good 41% based on BMI.
Inovasi Pembelajaran Seni Rupa: Pemanfaatan Kotak Susu Bekas sebagai Media Cap Batik di SMAN 2 Pujut Usman, Usman; Al_Pansori, Muh Jaelani; Purnawan, Lalu Dedi; Sari, Rini Kurniatun
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/eazabw80

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pemanfaatan kotak susu bekas sebagai media cap batik dalam pembelajaran seni rupa di SMAN 2 Pujut, Lombok Tengah, yang menghadapi kendala keterbatasan sarana dan prasarana. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan siswa, kreativitas, dan keterampilan teknis mereka dalam seni batik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi karya batik siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kotak susu bekas secara signifikan meningkatkan keterlibatan aktif siswa pada setiap tahap pembelajaran, dari perancangan motif hingga penerapan cap batik. Peningkatan yang terukur juga terlihat pada kreativitas siswa, dengan mereka berhasil menciptakan pola batik yang beragam dan terstruktur dengan baik, serta keterampilan teknis, terutama dalam ketepatan pemotongan dan penerapan teknik batik. Selain itu, kesadaran terhadap keberlanjutan dan pengelolaan limbah juga meningkat. Penggunaan motif batik lokal, seperti motif SASAMBO, memperkuat identitas budaya siswa. Inovasi ini tidak hanya mengatasi keterbatasan sarana dan prasarana, tetapi juga menawarkan model pembelajaran seni yang lebih kreatif, inklusif, dan berkelanjutan, serta dapat diadaptasi oleh sekolah lain yang menghadapi tantangan serupa. Innovative Art Education: Utilizing Used Milk Cartons as Batik Stamp Media at SMAN 2 Pujut Abstract This study explores the use of used milk cartons as a batik stamp medium in visual arts education at SMAN 2 Pujut, Central Lombok, which faces challenges due to limited facilities and infrastructure. This approach aims to enhance student engagement, creativity, and technical skills in batik art. The research method used is qualitative descriptive with a case study approach, involving observations, interviews, and documentation of student batik works. The results show that the use of used milk cartons significantly increased student engagement at every stage of the learning process, from motif design to the application of batik stamps. Measurable improvements were also observed in students' creativity, as they successfully created diverse and well-structured batik patterns, and in technical skills, particularly in precision cutting and batik technique application. Additionally, awareness of sustainability and waste management was also heightened. The use of local batik motifs, such as the SASAMBO motif, strengthened students' cultural identity. This innovation not only addresses the limitations of facilities and infrastructure but also offers a more creative, inclusive, and sustainable art education model, which can be adapted by other schools facing similar challenges.
Hak-Hak Perempuan Pascaperceraian (Studi Komparatif Negara Indonesia, Malaysia) Khairi, Muazzam; Mutawali, Mutawali; Ghazali, Muhammad Said
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/npn7zg05

Abstract

Perceraian tidak hanya berimplikasi pada putusnya hubungan perkawinan, tetapi juga menimbulkan persoalan serius terkait pemenuhan hak-hak perempuan dan anak pascaperceraian. Dalam praktiknya, masih terdapat kesenjangan antara norma hukum dan implementasi pemenuhan hak perempuan, khususnya dalam aspek nafkah pascaperceraian, hak asuh anak, dan pembagian harta bersama. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif pengaturan dan pelaksanaan hak-hak perempuan pascaperceraian di Indonesia dan Malaysia, dengan menyoroti perbedaan sistem hukum serta tantangan implementatif yang dihadapi di kedua negara. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan perbandingan hukum, melalui kajian terhadap peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, dan literatur hukum keluarga Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Indonesia, pemenuhan hak perempuan pascaperceraian diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam (KHI), namun masih menghadapi kendala dalam aspek eksekusi putusan, khususnya terkait nafkah dan hak ekonomi perempuan. Sementara itu, Malaysia memiliki mekanisme penegakan yang relatif lebih tegas dan terstruktur melalui Mahkamah Syariah, meskipun tetap menghadapi tantangan sosial dan administratif. Women's Rights After Divorce (Comparative Study of Indonesia and Malaysia) Abstract Divorce not only results in the dissolution of a marriage but also raises serious issues related to the fulfillment of women's and children's rights after the divorce. In practice, there is still a gap between legal norms and the implementation of women's rights, particularly regarding post-divorce support, child custody, and the division of joint property. This article aims to comparatively analyze the regulation and implementation of women's rights after divorce in Indonesia and Malaysia, highlighting the differences in legal systems and the implementation challenges faced in both countries. This research uses a normative juridical method with a statutory and comparative legal approach, through a review of legislation, court decisions, and Islamic family law literature. The results show that in Indonesia, the fulfillment of women's rights after divorce is regulated by Law Number 1 of 1974 concerning Marriage and the Compilation of Islamic Law (KHI), but still faces obstacles in the implementation of decisions, particularly regarding support and women's economic rights. Meanwhile, Malaysia has a relatively firmer and more structured enforcement mechanism through the Sharia Court, although it still faces social and administrative challenges.
Analisis Komparasi Produksi, Pendapatan dan Efisiensi Usahatani Semangka Musim Tanam I & Musim Tanam II di Kecamatan Lape Kabupaten Sumbawa Fibriyani, Eka; Siddik, Muhamad; Widiyanti, Ni Made Nike Zeamita
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sct88a21

Abstract

Usahatani semangka merupakan komoditas hortikultura yang berperan penting dalam meningkatkan pendapatan petani di Kecamatan Lape. Petani rata-rata menanam semangka setelah menanam padi dua kali dalam setahun, yaitu pada musim tanam kemarau I dan musim tanam kemarau II. Perbedaan kondisi iklim dan serangan hama antar musim tanam sering menyebabkan ketimpangan produksi yang berdampak pada fluktuasi pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan produksi, pendapatan, serta efisiensi usahatani semangka pada kedua musim tanam tersebut. Penelitian dilakukan di Kecamatan Lape Kabupaten Sumbawa dengan mengambil dua desa sampel, yaitu Desa Lape dan Desa Labuan Kuris yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan produksi semangka terbanyak. Penelitian menggunakan metode deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif terhadap 34 petani semangka yang dipilih secara  proportional random sampling. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif  melalui perhitungan produksi, pendapatan, efisiensi usahatani; kemudian diuji secara statistik dengan uji t untuk membandingkan kedua musim di atas. Hasil analisis menunjukkan bahwa produksi, pendapatan dan efisiensi usahatani semangka pada musim tanam kemarau I lebih tinggi dan berbeda siginifikan dengan musim tanam kemarau II. Temuan ini menegaskan bahwa kinerja usahatani semangka pada musim tanam kemarau I di Kecapatan Lape lebih baik  dibandingkan musim tanam kemarau II. Comparative Analysis of Production, Income and Efficiency of Watermelon Farming During Dry Season I and II in Lape District Sumbawa Regency Abstract Watermelon farming is a horticultural commodity that plays an important role in increasing farmer income in Lape District. Farmers generally plant watermelon after planting rice twice a year, namely in the first dry planting season and the second dry planting season. Differences in climate conditions and pest attacks between planting seasons often cause production imbalances that impact farmer income fluctuations. This study aims to analyze and compare watermelon production, income, and farming efficiency in the two planting seasons. The study was conducted in Lape District, Sumbawa Regency, by selecting two sample villages, namely Lape Village and Labuan Kuris Village, which were selected by purposive sampling based on the highest watermelon production. The study used a comparative descriptive method with a quantitative approach to 34 watermelon farmers selected by proportional random sampling. Data were analyzed descriptively quantitatively through calculations of production, income, and farming efficiency; then tested statistically with a t-test to compare the two seasons above. The results of the analysis showed that watermelon production, income, and farming efficiency in the first dry planting season were higher and significantly different from those in the second dry planting season. This finding confirms that the performance of watermelon farming in the first dry planting season in Lape District was better than in the second dry planting season.
Hubungan Intensitas Nyeri Sendi, Aktivitas Fisik dan Kualitas Tidur dengan Kualitas Hidup Lansia di Puskesmas Pagesangan Jundini, Dyah Farah; Sherliyanah, Sherliyanah; Anditiarina, Dasti; Rinayu, Nisia Putri
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/nhhfkg26

Abstract

Penurunan kualitas hidup pada lansia sering dipengaruhi oleh keluhan nyeri sendi, rendahnya aktivitas fisik, serta gangguan kualitas tidur. Di Puskesmas Pagesangan, keluhan musculoskeletal termasuk dalam sepuluh besar penyakit terbanyak pada lansia, sehingga diperlukan kajian ilmiah untuk memahami faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan intensitas nyeri sendi, aktivitas fisik, dan kualitas tidur dengan kualitas hidup lansia di Puskesmas Pagesangan. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan rancangan cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 110 lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner EQ-5D-5L untuk kualitas hidup, PASE untuk aktivitas fisik, SQS untuk kualitas tidur, serta Numeric Rating Scale (NRS) untuk intensitas nyeri sendi, yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Rank Spearman melalui program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami nyeri sendi sedang (46,4%), aktivitas fisik buruk (58,2%), kualitas tidur buruk (36,4%), dan kualitas hidup buruk (39,1%). Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara intensitas nyeri sendi, aktivitas fisik, dan kualitas tidur dengan kualitas hidup lansia (p < 0,05). Simpulan penelitian ini adalah bahwa peningkatan aktivitas fisik, pengendalian nyeri sendi, serta perbaikan kualitas tidur berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup lansia. The Relationship between Joint Pain Intensity, Physical Activity and Sleep Quality with the Quality of Life of the Elderly at Pagesangan Community Health Center Abstract The decline in quality of life among older adults is often associated with joint pain, low physical activity, and poor sleep quality. In Pagesangan Public Health Center, musculoskeletal disorders are among the ten most common diseases in the elderly, indicating the urgency of this study. This research aimed to analyze the relationship between joint pain intensity, physical activity, and sleep quality with the quality of life of older adults. A quantitative correlational study with a cross-sectional design was conducted involving 110 elderly respondents selected through purposive sampling. Data were collected using the EQ-5D-5L questionnaire to measure quality of life, the Physical Activities Scale for the Elderly (PASE) for physical activity, the Sleep Quality Scale (SQS) for sleep quality, and the Numeric Rating Scale (NRS) for joint pain intensity. All instruments were tested and declared valid and reliable. Data analysis consisted of univariate and bivariate analysis using the Spearman Rank correlation test with SPSS software. The results showed that most respondents experienced moderate joint pain (46.4%), poor physical activity (58.2%), poor sleep quality (36.4%), and poor quality of life (39.1%). Statistical analysis indicated significant relationships between joint pain intensity, physical activity, and sleep quality with the quality of life of older adults (p < 0.05). In conclusion, managing joint pain, improving physical activity, and enhancing sleep quality are important factors in improving the quality of life of the elderly.

Page 1 of 2 | Total Record : 14