cover
Contact Name
Taufik Samsuri
Contact Email
empiric.journal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
empiric.journal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Empiricism Journal
ISSN : -     EISSN : 27457613     DOI : https://doi.org/10.36312/ej
Empiricism Journal was published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes empirical original research papers in the field of education and natural science.
Articles 26 Documents
Search results for , issue "vol. 7 no. 3: september 2026" : 26 Documents clear
Dampak Media Sosial Telegram Terhadap Terjadinya Friend With Benefit (FWB) Pada Mahasiswa FKIP Universitas Mataram Aulia, Dwi Yuliatul; Syafruddin , Syafruddin; Firmansyah, Agung
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.5798

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak penggunaan media sosial Telegram terhadap terjadinya relasi Friend with Benefit (FWB) pada mahasiswa FKIP Universitas Mataram. Fenomena ini penting dikaji karena perkembangan media sosial telah mengubah pola interaksi interpersonal mahasiswa melalui ruang komunikasi digital yang memungkinkan anonimitas, privasi, dan minimnya kontrol sosial, sehingga membuka peluang terbentuknya relasi intim tanpa komitmen. Meskipun penelitian terdahulu telah membahas FWB dari perspektif komunikasi interpersonal, makna relasi, dan Teori Pertukaran Sosial, kajian yang secara khusus mengulas peran fitur-fitur Telegram, seperti anonimitas akun, Secret Chat, grup privat, Bot Leomatch, dan kemudahan berbagi media terhadap terjadinya relasi FWB masih terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap enam mahasiswa FKIP Universitas Mataram yang pernah atau sedang menjalani relasi FWB melalui Telegram, serta enam informan pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur anonimitas, Secret Chat, komunitas privat, Bot Leomatch, serta kemudahan berbagi media memberikan dampak terhadap terjadinya relasi Friend with Benefit (FWB). Fitur-fitur tersebut mempermudah keterbukaan diri, meningkatkan rasa aman dalam berkomunikasi, mempercepat kedekatan emosional secara digital, serta memfasilitasi negosiasi relasi tanpa komitmen. Ditinjau melalui Teori Pertukaran Sosial George C. Homans, fitur-fitur tersebut menurunkan persepsi risiko sosial sekaligus meningkatkan reward berupa privasi, kenyamanan, dan kemudahan membangun relasi. Temuan ini memberikan kontribusi pada pengembangan kajian komunikasi digital dengan menjelaskan bagaimana karakteristik platform Telegram memengaruhi dinamika relasi interpersonal di kalangan mahasiswa. Penelitian ini juga mengimplikasikan pentingnya penguatan literasi digital, edukasi mengenai relasi yang sehat, serta perhatian institusi pendidikan terhadap risiko interaksi anonim di media sosial. The Impact of the Telegram Social Media Platform on the Occurrence of Friends with Benefits (FWB) Relationships Among FKIP Students at the University of Mataram Abstract This study aims to analyze the impact of Telegram social media use on the occurrence of Friends with Benefits (FWB) relationships among students of the Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. This phenomenon is important to examine because the rapid development of social media has transformed students' interpersonal communication patterns through digital communication spaces that provide anonymity, privacy, and minimal social control, thereby creating opportunities for the formation of intimate relationships without commitment. Although previous studies have examined FWB from the perspectives of interpersonal communication, relationship dynamics, and Social Exchange Theory, research specifically discussing the role of Telegram features, such as account anonymity, Secret Chat, private groups, the Leomatch Bot, and media-sharing facilities in facilitating the occurrence of FWB relationships remains limited. This study employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews, and documentation involving six students from the Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, who had experienced or were currently involved in FWB relationships through Telegram, as well as six supporting informants. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which consisted of data reduction, data display, and conclusion drawing. The trustworthiness of the data was ensured through source, technique, and time triangulation. The findings indicate that Telegram features, including account anonymity, Secret Chat, private communities, the Leomatch Bot, and media-sharing facilities, contribute to the occurrence of Friends with Benefits (FWB) relationships. These features facilitate self-disclosure, enhance users' sense of security in communication, accelerate the development of emotional intimacy in digital interactions, and support the negotiation of non-committed relationships. From the perspective of George C. Homans' Social Exchange Theory, these features reduce users' perceptions of social risks while increasing the perceived rewards in the form of privacy, comfort, and ease of establishing interpersonal relationships. These findings contribute to the development of digital communication studies by explaining how the characteristics of the Telegram platform influence the dynamics of interpersonal relationships among university students. The study also highlights the importance of strengthening digital literacy, promoting education on healthy relationships, and increasing educational institutions' awareness of the risks associated with anonymous interactions on social media.
PENGARUH HERITAGE TOURISM DAN ICONIC BUILDING TERHADAP MINAT BERKUNJUNG YANG DIMEDIASI OLEH CULTURAL ATTRACTION PADA DESA WISATA ADAT BAYAN KABUPATEN LOMBOK UTARA Abka, Reza Kurniawan; Thohir, Lalu; Buana , Dwi Putra
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh heritage tourism dan iconic building terhadap minat berkunjung wisatawan dengan cultural attraction sebagai variabel mediasi pada Desa Adat Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya potensi warisan budaya dan keberadaan bangunan ikonik di Desa Adat Bayan yang belum sepenuhnya mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dibandingkan dengan destinasi wisata budaya lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif kausal. Pengumpulan data dilakukan melalui survei daring menggunakan kuesioner berskala diferensial semantik. Sampel penelitian terdiri atas 150 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria berusia minimal 18 tahun dan mengetahui Desa Adat Bayan. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa heritage tourism berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung (p = 0,000) dan cultural attraction (p = 0,003), sedangkan iconic building hanya berpengaruh terhadap cultural attraction (p = 0,000) dan tidak berpengaruh terhadap minat berkunjung (p = 0,914). Temuan penelitian juga mengonfirmasi bahwa cultural attraction tidak mampu memediasi pengaruh heritage tourism maupun iconic building terhadap minat berkunjung. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengembangan pariwisata berbasis warisan budaya tidak hanya bergantung pada keberadaan aset budaya dan bangunan ikonik, tetapi juga pada kemampuan pengelola destinasi dalam mengemas potensi tersebut menjadi pengalaman budaya yang autentik, interaktif, dan bermakna. Penelitian ini memperluas penerapan Theory of Planned Behavior dalam konteks pariwisata berbasis warisan budaya dan memberikan implikasi praktis bagi pengelola destinasi serta pemerintah daerah dalam merancang strategi pengembangan pariwisata budaya yang berkelanjutan.   The Influence of Heritage Tourism and Iconic Buildings on Visit Intention Mediated by Cultural Attractions in the Bayan Traditional Tourism Village, North Lombok Regency Abstract This study aims to analyze the influence of heritage tourism and iconic buildings on tourists' interest in visiting with cultural attraction as a mediating variable in Bayan Traditional Village, North Lombok Regency. This research is motivated by the high potential of cultural heritage and the existence of iconic buildings in the Bayan Traditional Village which have not been able to fully increase the number of tourist visits compared to other cultural tourism destinations. This study uses a quantitative approach with a causal associative research design. Data collection was carried out through an online survey using a semantic differential scale questionnaire. The research sample consisted of 150 respondents who were selected using the purposive sampling technique, with the criteria of being at least 18 years old and knowing the Bayan Traditional Village. The data was analyzed using Structural Equation Modeling (SEM). The results of the study show that heritage tourism has a positive and significant effect on interest in visiting (p = 0.000) and cultural attraction (p = 0.003), while iconic buildings only affect cultural attraction (p = 0.000) and do not affect interest in visiting (p = 0.914). The findings of the study also confirm that cultural attraction is unable to mediate the influence of heritage tourism and iconic buildings on interest in visiting. These findings indicate that the development of cultural heritage-based tourism does not only depend on the existence of cultural assets and iconic buildings, but also on the ability of destination managers to package this potential into authentic, interactive, and meaningful cultural experiences. This research expands the application of the Theory of Planned Behavior in the context of cultural heritage-based tourism and provides practical implications for destination managers and local governments in designing sustainable cultural tourism development strategies.
Pengaruh Revitalisasi infrastruktur dan Kawasan terhadap Minat Berkunjung melalui Daya Tarik Wisata di Kota Tua Ampenan Saputri, Ayuni Septiani; Sakti, Dwi Putra Buana; Nugraha A.P, I Nyoman
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6216

Abstract

Revitalisasi kawasan wisata merupakan salah satu strategi yang diterapkan pemerintah untuk meningkatkan kualitas destinasi sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkelanjutan. Kota Tua Ampenan sebagai kawasan bersejarah di Kota Mataram memiliki potensi wisata budaya dan bahari yang besar, namun masih menghadapi berbagai permasalahan terkait kualitas infrastruktur dan estetika kawasan yang memengaruhi minat wisatawan untuk berkunjung. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh revitalisasi infrastruktur dan revitalisasi estetika terhadap minat berkunjung wisatawan dengan daya tarik wisata sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden yang pernah mengunjungi Kota Tua Ampenan. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling--Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi infrastruktur berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya tarik wisata (β = 0,346; p < 0,05), demikian pula revitalisasi estetika berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya tarik wisata (β = 0,574; p < 0,05). Daya tarik wisata terbukti berpengaruh positif terhadap minat berkunjung (β = 0,435; p < 0,05). Sebaliknya, revitalisasi infrastruktur (β = 0,105; p > 0,05) dan revitalisasi estetika (β = 0,136; p > 0,05) tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap minat berkunjung. Nilai R² untuk daya tarik wisata sebesar 0,489 dan minat berkunjung sebesar 0,549. Namun demikian, daya tarik wisata mampu memediasi secara signifikan pengaruh revitalisasi infrastruktur maupun revitalisasi estetika terhadap minat berkunjung wisatawan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas fisik kawasan perlu diintegrasikan dengan penguatan daya tarik destinasi agar mampu meningkatkan keinginan wisatawan untuk berkunjung kembali.   The Mediating Role of Tourist Attraction in the Relationship Between Infrastructure Revitalization, Area Aesthetic Revitalization, and Tourists' Visit Intention in Ampenan Old Town Abstract Area revitalization has become one of the main strategies employed by governments to improve destination quality and strengthen sustainable tourism development. Kota Tua Ampenan, a historical district in Mataram City, possesses considerable cultural and coastal tourism potential; however, inadequate infrastructure and declining environmental aesthetics continue to limit its attractiveness to visitors. This study aims to analyze the influence of infrastructure revitalization and aesthetic revitalization on tourists' intention to visit through tourism attractiveness as a mediating variable. A quantitative research approach was employed using a survey of 100 respondents who had visited Kota Tua Ampenan. Respondents were selected using purposive sampling techniques. The research instrument was tested for validity and reliability before being analyzed using Structural Equation Modeling--Partial Least Squares (SEM-PLS). The results indicate that infrastructure revitalization has a positive and significant effect on tourism attractiveness (β = 0.346; p < 0.05). Likewise, aesthetic revitalization significantly improves tourism attractiveness (β = 0.574; p < 0.05). Tourism attractiveness also has a positive and significant influence on visiting intention (β = 0.435; p < 0.05). However, infrastructure revitalization (β = 0.105; p > 0.05) and aesthetic revitalization (β = 0.136; p > 0.05) do not directly influence visiting intention. The R² values for tourism attractiveness and visiting intention are 0.489 and 0.549, respectively. Tourism attractiveness significantly mediates the relationship between both infrastructure revitalization and aesthetic revitalization toward visiting intention. These findings imply that physical improvements alone are insufficient to encourage tourist visits unless they simultaneously enhance the overall attractiveness of the destination.
PENGARUH KUALITAS LAYANAN DAN PERSEPSI HARGA TERHADAP KEPUASAN WISATAWAN MELALUI KEMUDAHAN MOBILITAS SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA PELAYANAN PENYEWAAN MOTOR DI KUTA LOMBOK Faizin , Muhamad; Athar, Handry Sudiartha; Supryadi, Didy Ika
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v6i2.6412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas layanan dan persepsi harga terhadap kepuasan wisatawan dengan kemudahan mobilitas sebagai variabel mediasi pada jasa penyewaan motor di Kuta Lombok. Populasi dalam penelitian ini adalah wisatawan mancanegara yang menggunakan jasa penyewaan motor di Kuta Lombok. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif eksplanatori dengan pendekatan survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 150 responden, dan analisis data menggunakan Structural Equation Modeling – Partial Least Squares (SEM‑PLS) melalui program SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan dan persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan wisatawan secara langsung maupun tidak langsung melalui kemudahan mobilitas. Kemudahan mobilitas terbukti berperan sebagai mediasi parsial dalam memperkuat hubungan antara kualitas layanan serta persepsi harga terhadap kepuasan wisatawan. Temuan ini menegaskan pentingnya efisiensi dan fleksibilitas mobilitas lokal dalam mendukung kepuasan pengalaman berwisata di destinasi berkembang seperti Kuta Lombok. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pengelola jasa penyewaan motor dan pemangku kepentingan pariwisata Kuta Lombok dalam meningkatkan kepuasan wisatawan melalui perbaikan kualitas layanan, transparansi harga, dan fasilitas mobilitas.     The Influence of Service Quality and Price Perception on Tourist Satisfaction, with Ease of Mobility as a Mediating Variable, in Motorcycle Rental Services in Kuta, Lombok Abstract This study aims to analyze the effect of service quality and perceived price on tourist satisfaction, with ease of mobility serving as a mediating variable in motorcycle rental services in Kuta Lombok. The population consists of international tourists who have used motorcycle rental services in Kuta Lombok. This research applies an explanatory quantitative approach with a survey methodology. The sampling technique used was purposive sampling with a sample size of 150 respondents, and the data were analyzed using Structural Equation Modeling – Partial Least Squares (SEM‑PLS) via SmartPLS. The results reveal that service quality and perceived price have a positive and significant effect on tourist satisfaction, both directly and indirectly through ease of mobility. Ease of mobility is proven to act as a partial mediating variable that reinforces the relationship between service quality, perceived price, and tourist satisfaction. These findings highlight the critical role of local mobility efficiency and flexibility in driving tourist satisfaction in developing destinations like Kuta Lombok. This study provides practical contributions for motorcycle rental service providers and tourism stakeholders in Kuta Lombok to enhance tourist satisfaction through improved service quality, price transparency, and mobility facilities.
Analisis Fungsi Bale Tani sebagai Modal Sosial untuk Eco-Resilience dan Ruang Komunal di Desa Ende Lombok Tengah Rabbani, Lalu Muhammad Nafi’; Baenarti, Nadira; Akhamdi, Lalu Muslihul A. Akhamdi; Yuliana, Devi; Zulkifli, Muhammad Irwan; Sumitro, Sumitro
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.5691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam fungsi Bale Tani sebagai modal sosial dalam mendukung ketahanan ekologis (eco-resilience) dan sebagai ruang komunal bagi masyarakat Desa Adat Ende, Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data primer dikumpulkan melalui observasi partisipasi pasif serta wawancara tidak terstruktur dengan penghuni Bale Tani, pemandu wisata, dan masyarakat lokal yang aktif. Sementara itu, data sekunder diperoleh melalui studi dokumentasi berupa foto dan video kegiatan. Teknik analisis data menerapkan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup tahapan reduksi data, penyajian data dalam bentuk tabel, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik arsitektural Bale Tani memanfaatkan material organik lokal seperti kayu, bambu, dan alang-alang yang adaptif terhadap aktivitas seismik serta memberikan efisiensi termal alami. Secara sosiologis, pembagian ruang interior terbagi secara rigid menjadi sesangkok sebagai ruang publik-komunal, dalam bale sebagai ruang privat untuk proteksi gender, dan pawon sebagai pusat logistik. Struktur spasial ini memfasilitasi interaksi sosial intensif yang mengonstruksi modal sosial berupa kepercayaan, norma etika andap asor, dan jaringan sosial. Modal sosial tersebut terinstitusionalisasi secara komunitarian melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam siklus pembangunan desa wisata, penggalangan dana swadaya, dan distribusi peran ekonomi-kultural. Kesimpulannya, Bale Tani bertindak sebagai ruang komunal strategis yang menjaga kohesi sosiokultural sekaligus penopang ketahanan ekologis dalam menghadapi arus modernitas. Integrasi fungsi ini secara nyata mendukung ketercapaian target pembangunan berkelanjutan (SDGs) di tingkat lokal.   Analysis of the Function of Bale Tani as Social Capital for Eco-Resilience and Communal Space in Ende Village, Central Lombok Abstract This study aims to analyze in depth the function of Bale Tani as social capital in supporting ecological resilience (eco-resilience) and as a communal space for the people of Ende Traditional Village, Central Lombok. This study uses a qualitative approach with ethnographic methods. Primary data were collected through passive participant observation and unstructured interviews with Bale Tani residents, tour guides, and active local residents. Meanwhile, secondary data were obtained through documentation studies in the form of photos and videos of activities. The data analysis technique applies the interactive model of Miles and Huberman which includes the stages of data reduction, data presentation in tabular form, and drawing conclusions. The results show that the architectural characteristics of Bale Tani utilize local organic materials such as wood, bamboo, and alang-alang that are adaptive to seismic activity and provide natural thermal efficiency. Sociologically, the division of interior space is rigidly divided into sesangkok as a public-communal space, dalam bale as a private space for gender protection, and pawon as a logistics center. This spatial structure facilitates intensive social interactions that construct social capital in the form of trust, ethical norms andap asor, and social networks. This social capital is institutionalized in a communitarian manner through the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) within the cycle of tourism village development, self-help fundraising, and the distribution of economic and cultural roles. In conclusion, Bale Tani acts as a strategic communal space that maintains socio-cultural cohesion while simultaneously supporting ecological resilience in the face of modernity. This functional integration significantly supports the achievement of sustainable development goals (SDGs) at the local level.
Hubungan Fleksibilitas dan Nyeri Otot Doms pada Atlet Karate Lombok Barat Pratama, Gandi Darma; Esser, Balkis Ratu Nurul Laela; Suprawesta, Lalu
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6014

Abstract

Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) merupakan nyeri otot yang sering dialami atlet setelah melakukan latihan dengan intensitas tinggi dan dapat memengaruhi proses pemulihan serta performa latihan. Salah satu komponen kondisi fisik yang diduga berhubungan dengan tingkat nyeri DOMS adalah fleksibilitas, namun penelitian mengenai hubungan kedua variabel tersebut pada atlet karate masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fleksibilitas dengan nyeri otot DOMS pada atlet karate Kabupaten Lombok Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 33 atlet yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan V-Sit and Reach Test untuk mengukur fleksibilitas dan Numeric Rating Scale (NRS) untuk mengukur nyeri otot DOMS. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas (Shapiro-Wilk), uji Korelasi Pearson Product Moment untuk menganalisis hubungan antara fleksibilitas dan nyeri otot DOMS, serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif yang sangat kuat dan signifikan antara fleksibilitas dengan nyeri otot DOMS (r = -0,814; p < 0,001). Fleksibilitas memberikan kontribusi sebesar 66,3% terhadap variasi nyeri otot DOMS, sedangkan 33,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Semakin baik tingkat fleksibilitas atlet, semakin rendah tingkat nyeri otot DOMS yang dialami setelah latihan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa fleksibilitas merupakan salah satu komponen kondisi fisik yang perlu mendapat perhatian dalam penyusunan program latihan guna mendukung proses pemulihan dan menjaga performa atlet.   The Relationship Between Flexibility and Delayed-Onset Muscle Soreness (DOMS) Among Karate Athletes in West Lombok Abstract Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) is a common form of muscle pain experienced by athletes following high-intensity exercise and may affect the recovery process as well as training performance. One physical fitness component that is presumed to be associated with the severity of DOMS is flexibility. However, studies examining the relationship between these two variables among karate athletes remain limited. This study aimed to determine the relationship between flexibility and DOMS among karate athletes in West Lombok Regency. This research employed a quantitative approach using a correlational research design. The sample consisted of 33 athletes selected through purposive sampling. Data were collected using the V-Sit and Reach Test to measure flexibility and the Numeric Rating Scale (NRS) to assess DOMS intensity. Data were analyzed using descriptive statistics, the Shapiro–Wilk normality test, Pearson Product–Moment correlation analysis to examine the relationship between flexibility and DOMS, and the coefficient of determination. The results revealed a very strong and statistically significant negative correlation between flexibility and DOMS (r = −0,814, p < 0,001). Flexibility accounted for 66.3% of the variance in DOMS, while the remaining 33.7% was influenced by other factors not examined in this study. These findings indicate that athletes with higher levels of flexibility tend to experience lower levels of DOMS following exercise. Therefore, flexibility should be considered an essential component in the development of training programs to support recovery and maintain athletes' performance.
STRATEGI INOVATIF GURU BERBASIS SYSTEMS THINKING UNTUK KELANCARAN MEMBACA SISWA (Studi di Kelas II SDN 3 Plampang Sumbawa) Susilawati, Maya; Yamin, Ahmad
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6220

Abstract

Kemampuan membaca permulaan merupakan fondasi utama pendidikan dasar yang menentukan keberhasilan akademik siswa. Namun, realita di kelas II SDN 3 Plampang menunjukkan hampir separuh siswa mengalami kesulitan kelancaran membaca (reading fluency), seperti lambatnya decoding dan kesalahan fonologis, akibat pendekatan pembelajaran konvensional yang linear. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi, kendala, dan dampak strategi inovatif guru berbasis Systems Thinking dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa.  Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini dilaksanakan di SDN 3 Plampang, Kabupaten Sumbawa. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi guru kelas II, siswa, kepala sekolah, dan orang tua. Analisis data menerapkan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan teknik.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi inovatif guru berbasis Systems Thinking diterapkan secara holistik melalui metode multisensori, bimbingan scaffolding individu, dan pembelajaran kolaboratif tutor sebaya. Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan fasilitas media literasi berjenjang, heterogenitas kemampuan siswa yang tinggi, serta rendahnya dukungan literasi di lingkungan keluarga. Meskipun demikian, penerapan strategi sistemik ini terbukti memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kelancaran membaca siswa, mereduksi kesalahan fonologis, mempercepat otomatisasi visual-auditori, serta mengubah model mental siswa menjadi lebih termotivasi dan percaya diri dalam belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan berpikir sistem efektif mentransformasi ekosistem literasi dasar di sekolah secara adaptif dan berkelanjutan.   Systems Thinking-Based Innovative Teacher Strategies to Improve Students’ Reading Fluency: A Study in Grade II at SDN 3 Plampang, Sumbawa Abstract Early reading ability is the fundamental foundation of primary education that determines students' academic success. However, reality in Grade II at SDN 3 Plampang shows that nearly half of the students experience reading fluency difficulties, such as slow decoding and phonological errors, due to conventional, linear learning approaches. This study aims to describe the implementation, constraints, and impact of innovative teacher strategies based on Systems Thinking in improving students' early reading skills. Using a descriptive qualitative approach, this research was conducted at SDN 3 Plampang, Sumbawa Regency. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation. The research informants included the Grade II teacher, students, the school principal, and parents. Data analysis applied the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing/verification, with trustworthiness tested through source and technique triangulation. The results show that innovative teacher strategies based on Systems Thinking are implemented holistically through multisensory methods, individual scaffolding guidance, and peer-tutor collaborative learning. The main constraints encountered include limited leveled literacy media facilities, high student ability heterogeneity, and low literacy support in the family environment. Nevertheless, the implementation of this systemic strategy is proven to have a significant impact on improving students' reading fluency, reducing phonological errors, accelerating visual-auditory automatization, and shifting students' mental models to become more motivated and confident in learning. This study concludes that the systems thinking approach is effective in adaptively and sustainably transforming the basic literacy ecosystem in schools.
LITERASI DIGITAL BERBASIS CERITA BERGAMBAR PERSPEKTIF LEARNING SYSTEM PADA MATA PELAJARAN IPAS (Studi di SDN IV Plampang Kabupaten Sumbawa) Hastati, Hastati; Yamin, Ahmad
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kebutuhan, praktik integrasi, serta faktor pendukung dan penghambat implementasi literasi digital berbasis cerita bergambar perspektif learning system pada mata pelajaran IPAS kelas VI di SDN IV Plampang, Kabupaten Sumbawa. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari kepala sekolah, guru, operator, dan siswa. Analisis data menerapkan model interaktif Miles dan Huberman, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa membutuhkan media pembelajaran IPAS yang visual, interaktif, dan kontekstual. Praktik integrasi cerita bergambar digital berbasis kearifan lokal terbukti efektif meningkatkan keterlibatan, motivasi, pemahaman konsep abstrak, dan kemampuan interpretasi visual siswa, serta menciptakan pembelajaran yang lebih komunikatif.  Faktor pendukung implementasi meliputi komitmen sekolah, ketersediaan gawai/proyektor, motivasi guru, dan relevansi materi lokal. Sementara itu, faktor penghambatnya adalah keterbatasan jaringan internet, kompetensi digital guru yang belum merata, dan keterbatasan fasilitas teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media cerita bergambar digital dalam perspektif learning system mampu mengoptimalkan pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Direkomendasikan adanya peningkatan kompetensi guru dan penguatan infrastruktur secara berkelanjutan. Kata Kunci: literasi digital, cerita bergambar digital, learning system, Digital Literacy Through Illustrated Stories from a Learning System Perspective in Integrated Science and Social Studies (IPAS): A Study at SDN IV Plampang, Sumbawa Regency Abstract This study aims to analyze the characteristic needs, integration practices, as well as supporting and inhibiting factors in implementing digital literacy based on picture stories from a learning system perspective in Grade VI Social and Natural Sciences (IPAS) subjects at SDN IV Plampang, Sumbawa Regency. Utilizing a qualitative approach with a case study design, data were collected through observation, interviews, and documentation involving the principal, teachers, IT operator, and students. Data analysis applied the Miles and Huberman interactive model, while data validity was tested through source and technique triangulation. The results showed that students require visual, interactive, and contextual IPAS learning media. The integration practice of digital picture stories based on local wisdom proved effective in increasing student engagement, motivation, comprehension of abstract concepts, and visual interpretation skills, as well as creating more communicative learning environments. Supporting factors for implementation include school commitment, availability of devices/projectors, teacher motivation, and the relevance of local material. Meanwhile, the inhibiting factors consist of limited internet connectivity, uneven teacher digital competence, and technological facility constraints. This study concludes that digital picture story media, within a learning system perspective, can optimize IPAS learning in elementary schools. Continuous enhancement of teacher competence and infrastructure strengthening are recommended.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS INTERACTIVE FLAT PANEL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA (STUDI DI SDN SELANTE KECAMATAN PLAMPANG) Supriana, Supriana; Yamin, Ahmad
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6222

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar akibat pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan berpusat pada guru. Di SDN Selante Kecamatan Plampang, keterbatasan media visual statis membuat siswa pasif dan kesulitan memahami konsep abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan, penggunaan, dan implementasi model pembelajaran berbasis Interactive Flat Panel (IFP) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi IFP melalui fitur multi-touch dan multimedia interaktif mampu meningkatkan partisipasi aktif, mempermudah visualisasi konsep abstrak, serta menstimulasi keterampilan berpikir tingkat tinggi melalui kolaborasi dan pemecahan masalah. Kesimpulannya, model pembelajaran berbasis IFP efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar di daerah rural, dengan catatan perlunya penguatan infrastruktur dan kompetensi pedagogis guru secara berkelanjutan.   Development of an Interactive Flat Panel-Based Learning Model to Enhance Students’ Critical Thinking Skills: A Study at SDN Selante, Plampang District Abstract This study is motivated by the low critical thinking skills of elementary school students due to conventional and teacher-centered learning approaches. At SDN Selante, Plampang District, the limitations of static visual media cause students to remain passive and struggle with understanding abstract concepts. This study aims to describe the development, utilization, and implementation of an Interactive Flat Panel (IFP)-based learning model in enhancing students' critical thinking skills. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, interviews, and documentation, and subsequently analyzed using the Miles and Huberman model. The results indicate that the integration of IFP through multi-touch features and interactive multimedia effectively increases active participation, facilitates the visualization of abstract concepts, and stimulates higher-order thinking skills through collaboration and problem-solving. In conclusion, the IFP-based learning model is effective in improving elementary students' critical thinking skills in rural areas, provided there is continuous reinforcement of infrastructure and teachers' pedagogical competence.
Pengembangan Nilai-Nilai Filosofi Tradisi Tonjokan Untuk Meningkatkan _Self-acceptance_ Siswa SMP Negeri 1 Ajung Sari, Finka Nanda; Isriyah, Mudafiatun; Fauziyah, Nailul
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul konseling individu berbasis nilai-nilai filosofi Tradisi Tonjokan untuk membantu meningkatkan self-acceptance siswa SMP Negeri 1 Ajung serta mengetahui kelayakan dan hasil implementasi terbatas modul yang dikembangkan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya siswa yang mengalami kesulitan dalam menerima dan menghargai dirinya, seperti rendahnya kepercayaan diri, kecenderungan membandingkan diri dengan teman, serta kesulitan menerima kelebihan dan kekurangan diri. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri atas Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Produk yang dikembangkan berupa modul konseling individu yang memuat materi self-acceptance, nilai-nilai filosofi Tradisi Tonjokan, prosedur konseling individu, RPL, LKPD, lembar refleksi, dan evaluasi. Nilai yang diintegrasikan meliputi penghargaan dan timbal balik, tanggung jawab sosial dan gotong royong, serta kesederhanaan dan kearifan lokal. Hasil validasi menunjukkan persentase 85,5% dari guru Bimbingan dan Konseling dan 78% dari ahli media. Berdasarkan kriteria yang digunakan, 85,5% termasuk sangat valid, sedangkan 78% termasuk valid dan dapat digunakan dengan revisi kecil. Implementasi terbatas pada satu konseli menunjukkan peningkatan skor self-acceptance dari 33 (25,78%) menjadi 104 (81,25%). Karena implementasi hanya dilakukan pada satu konseli tanpa kelompok pembanding, hasil tersebut ditafsirkan sebagai temuan implementasi terbatas dan belum dapat digeneralisasikan sebagai bukti efektivitas modul untuk seluruh siswa.   Integrating the Philosophical Values of the Tonjokan Tradition to Enhance Students’ Self-Acceptance at SMP Negeri 1 Ajung Abstract This study aims to develop an individual counseling module based on the philosophical values of the Tonjokan Tradition to help improve students' self-acceptance at SMP Negeri 1 Ajung and to determine the feasibility and limited Implementation results of the developed module. The study was motivated by the finding that some students experienced difficulties in accepting and appreciating themselves, including low self-confidence, a tendency to compare themselves with peers, and difficulties in accepting their strengths and weaknesses. The study employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE Development model, consisting of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The developed product was an individual counseling module containing self-acceptance materials, philosophical values of the Tonjokan Tradition, individual counseling procedures, a Service Implementation Plan (RPL), Student Worksheets (LKPD), reflection sheets, and Evaluation activities. The integrated values included appreciation and reciprocity, social responsibility and mutual cooperation, as well as simplicity and local wisdom. Validation results showed percentages of 85.5% from the guidance and counseling practitioner and 78% from the media expert. Based on the criteria used, 85.5% was categorized as highly valid, while 78% was categorized as valid and usable with minor revisions. Limited Implementation with one counselee showed an increase in self-acceptance score from 33 (25.78%) to 104 (81.25%). Because the Implementation involved only one counselee without a comparison group, the finding is interpreted as a limited Implementation result and cannot be generalized as evidence of module effectiveness for all students.

Page 1 of 3 | Total Record : 26