cover
Contact Name
Taufik Samsuri
Contact Email
empiric.journal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
empiric.journal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Empiricism Journal
ISSN : -     EISSN : 27457613     DOI : https://doi.org/10.36312/ej
Empiricism Journal was published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes empirical original research papers in the field of education and natural science.
Articles 3 Documents
Search results for , issue "vol. 7 no. 3: september 2026" : 3 Documents clear
Dampak Media Sosial Telegram Terhadap Terjadinya Friend With Benefit (FWB) Pada Mahasiswa FKIP Universitas Mataram Aulia, Dwi Yuliatul; Syafruddin , Syafruddin; Firmansyah, Agung
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.5798

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak penggunaan media sosial Telegram terhadap terjadinya relasi Friend with Benefit (FWB) pada mahasiswa FKIP Universitas Mataram. Fenomena ini penting dikaji karena perkembangan media sosial telah mengubah pola interaksi interpersonal mahasiswa melalui ruang komunikasi digital yang memungkinkan anonimitas, privasi, dan minimnya kontrol sosial, sehingga membuka peluang terbentuknya relasi intim tanpa komitmen. Meskipun penelitian terdahulu telah membahas FWB dari perspektif komunikasi interpersonal, makna relasi, dan Teori Pertukaran Sosial, kajian yang secara khusus mengulas peran fitur-fitur Telegram, seperti anonimitas akun, Secret Chat, grup privat, Bot Leomatch, dan kemudahan berbagi media terhadap terjadinya relasi FWB masih terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap enam mahasiswa FKIP Universitas Mataram yang pernah atau sedang menjalani relasi FWB melalui Telegram, serta enam informan pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur anonimitas, Secret Chat, komunitas privat, Bot Leomatch, serta kemudahan berbagi media memberikan dampak terhadap terjadinya relasi Friend with Benefit (FWB). Fitur-fitur tersebut mempermudah keterbukaan diri, meningkatkan rasa aman dalam berkomunikasi, mempercepat kedekatan emosional secara digital, serta memfasilitasi negosiasi relasi tanpa komitmen. Ditinjau melalui Teori Pertukaran Sosial George C. Homans, fitur-fitur tersebut menurunkan persepsi risiko sosial sekaligus meningkatkan reward berupa privasi, kenyamanan, dan kemudahan membangun relasi. Temuan ini memberikan kontribusi pada pengembangan kajian komunikasi digital dengan menjelaskan bagaimana karakteristik platform Telegram memengaruhi dinamika relasi interpersonal di kalangan mahasiswa. Penelitian ini juga mengimplikasikan pentingnya penguatan literasi digital, edukasi mengenai relasi yang sehat, serta perhatian institusi pendidikan terhadap risiko interaksi anonim di media sosial. The Impact of the Telegram Social Media Platform on the Occurrence of Friends with Benefits (FWB) Relationships Among FKIP Students at the University of Mataram Abstract This study aims to analyze the impact of Telegram social media use on the occurrence of Friends with Benefits (FWB) relationships among students of the Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. This phenomenon is important to examine because the rapid development of social media has transformed students' interpersonal communication patterns through digital communication spaces that provide anonymity, privacy, and minimal social control, thereby creating opportunities for the formation of intimate relationships without commitment. Although previous studies have examined FWB from the perspectives of interpersonal communication, relationship dynamics, and Social Exchange Theory, research specifically discussing the role of Telegram features, such as account anonymity, Secret Chat, private groups, the Leomatch Bot, and media-sharing facilities in facilitating the occurrence of FWB relationships remains limited. This study employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews, and documentation involving six students from the Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, who had experienced or were currently involved in FWB relationships through Telegram, as well as six supporting informants. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which consisted of data reduction, data display, and conclusion drawing. The trustworthiness of the data was ensured through source, technique, and time triangulation. The findings indicate that Telegram features, including account anonymity, Secret Chat, private communities, the Leomatch Bot, and media-sharing facilities, contribute to the occurrence of Friends with Benefits (FWB) relationships. These features facilitate self-disclosure, enhance users' sense of security in communication, accelerate the development of emotional intimacy in digital interactions, and support the negotiation of non-committed relationships. From the perspective of George C. Homans' Social Exchange Theory, these features reduce users' perceptions of social risks while increasing the perceived rewards in the form of privacy, comfort, and ease of establishing interpersonal relationships. These findings contribute to the development of digital communication studies by explaining how the characteristics of the Telegram platform influence the dynamics of interpersonal relationships among university students. The study also highlights the importance of strengthening digital literacy, promoting education on healthy relationships, and increasing educational institutions' awareness of the risks associated with anonymous interactions on social media.
PENGARUH HERITAGE TOURISM DAN ICONIC BUILDING TERHADAP MINAT BERKUNJUNG YANG DIMEDIASI OLEH CULTURAL ATTRACTION PADA DESA WISATA ADAT BAYAN KABUPATEN LOMBOK UTARA Abka, Reza Kurniawan; Thohir, Lalu; Buana , Dwi Putra
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh heritage tourism dan iconic building terhadap minat berkunjung wisatawan dengan cultural attraction sebagai variabel mediasi pada Desa Adat Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya potensi warisan budaya dan keberadaan bangunan ikonik di Desa Adat Bayan yang belum sepenuhnya mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dibandingkan dengan destinasi wisata budaya lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif kausal. Pengumpulan data dilakukan melalui survei daring menggunakan kuesioner berskala diferensial semantik. Sampel penelitian terdiri atas 150 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria berusia minimal 18 tahun dan mengetahui Desa Adat Bayan. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa heritage tourism berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung (p = 0,000) dan cultural attraction (p = 0,003), sedangkan iconic building hanya berpengaruh terhadap cultural attraction (p = 0,000) dan tidak berpengaruh terhadap minat berkunjung (p = 0,914). Temuan penelitian juga mengonfirmasi bahwa cultural attraction tidak mampu memediasi pengaruh heritage tourism maupun iconic building terhadap minat berkunjung. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengembangan pariwisata berbasis warisan budaya tidak hanya bergantung pada keberadaan aset budaya dan bangunan ikonik, tetapi juga pada kemampuan pengelola destinasi dalam mengemas potensi tersebut menjadi pengalaman budaya yang autentik, interaktif, dan bermakna. Penelitian ini memperluas penerapan Theory of Planned Behavior dalam konteks pariwisata berbasis warisan budaya dan memberikan implikasi praktis bagi pengelola destinasi serta pemerintah daerah dalam merancang strategi pengembangan pariwisata budaya yang berkelanjutan.   The Influence of Heritage Tourism and Iconic Buildings on Visit Intention Mediated by Cultural Attractions in the Bayan Traditional Tourism Village, North Lombok Regency Abstract This study aims to analyze the influence of heritage tourism and iconic buildings on tourists' interest in visiting with cultural attraction as a mediating variable in Bayan Traditional Village, North Lombok Regency. This research is motivated by the high potential of cultural heritage and the existence of iconic buildings in the Bayan Traditional Village which have not been able to fully increase the number of tourist visits compared to other cultural tourism destinations. This study uses a quantitative approach with a causal associative research design. Data collection was carried out through an online survey using a semantic differential scale questionnaire. The research sample consisted of 150 respondents who were selected using the purposive sampling technique, with the criteria of being at least 18 years old and knowing the Bayan Traditional Village. The data was analyzed using Structural Equation Modeling (SEM). The results of the study show that heritage tourism has a positive and significant effect on interest in visiting (p = 0.000) and cultural attraction (p = 0.003), while iconic buildings only affect cultural attraction (p = 0.000) and do not affect interest in visiting (p = 0.914). The findings of the study also confirm that cultural attraction is unable to mediate the influence of heritage tourism and iconic buildings on interest in visiting. These findings indicate that the development of cultural heritage-based tourism does not only depend on the existence of cultural assets and iconic buildings, but also on the ability of destination managers to package this potential into authentic, interactive, and meaningful cultural experiences. This research expands the application of the Theory of Planned Behavior in the context of cultural heritage-based tourism and provides practical implications for destination managers and local governments in designing sustainable cultural tourism development strategies.
Pengaruh Revitalisasi infrastruktur dan Kawasan terhadap Minat Berkunjung melalui Daya Tarik Wisata di Kota Tua Ampenan Saputri, Ayuni Septiani; Sakti, Dwi Putra Buana; Nugraha A.P, I Nyoman
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6216

Abstract

Revitalisasi kawasan wisata merupakan salah satu strategi yang diterapkan pemerintah untuk meningkatkan kualitas destinasi sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkelanjutan. Kota Tua Ampenan sebagai kawasan bersejarah di Kota Mataram memiliki potensi wisata budaya dan bahari yang besar, namun masih menghadapi berbagai permasalahan terkait kualitas infrastruktur dan estetika kawasan yang memengaruhi minat wisatawan untuk berkunjung. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh revitalisasi infrastruktur dan revitalisasi estetika terhadap minat berkunjung wisatawan dengan daya tarik wisata sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden yang pernah mengunjungi Kota Tua Ampenan. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling--Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi infrastruktur berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya tarik wisata (β = 0,346; p < 0,05), demikian pula revitalisasi estetika berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya tarik wisata (β = 0,574; p < 0,05). Daya tarik wisata terbukti berpengaruh positif terhadap minat berkunjung (β = 0,435; p < 0,05). Sebaliknya, revitalisasi infrastruktur (β = 0,105; p > 0,05) dan revitalisasi estetika (β = 0,136; p > 0,05) tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap minat berkunjung. Nilai R² untuk daya tarik wisata sebesar 0,489 dan minat berkunjung sebesar 0,549. Namun demikian, daya tarik wisata mampu memediasi secara signifikan pengaruh revitalisasi infrastruktur maupun revitalisasi estetika terhadap minat berkunjung wisatawan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas fisik kawasan perlu diintegrasikan dengan penguatan daya tarik destinasi agar mampu meningkatkan keinginan wisatawan untuk berkunjung kembali.   The Mediating Role of Tourist Attraction in the Relationship Between Infrastructure Revitalization, Area Aesthetic Revitalization, and Tourists' Visit Intention in Ampenan Old Town Abstract Area revitalization has become one of the main strategies employed by governments to improve destination quality and strengthen sustainable tourism development. Kota Tua Ampenan, a historical district in Mataram City, possesses considerable cultural and coastal tourism potential; however, inadequate infrastructure and declining environmental aesthetics continue to limit its attractiveness to visitors. This study aims to analyze the influence of infrastructure revitalization and aesthetic revitalization on tourists' intention to visit through tourism attractiveness as a mediating variable. A quantitative research approach was employed using a survey of 100 respondents who had visited Kota Tua Ampenan. Respondents were selected using purposive sampling techniques. The research instrument was tested for validity and reliability before being analyzed using Structural Equation Modeling--Partial Least Squares (SEM-PLS). The results indicate that infrastructure revitalization has a positive and significant effect on tourism attractiveness (β = 0.346; p < 0.05). Likewise, aesthetic revitalization significantly improves tourism attractiveness (β = 0.574; p < 0.05). Tourism attractiveness also has a positive and significant influence on visiting intention (β = 0.435; p < 0.05). However, infrastructure revitalization (β = 0.105; p > 0.05) and aesthetic revitalization (β = 0.136; p > 0.05) do not directly influence visiting intention. The R² values for tourism attractiveness and visiting intention are 0.489 and 0.549, respectively. Tourism attractiveness significantly mediates the relationship between both infrastructure revitalization and aesthetic revitalization toward visiting intention. These findings imply that physical improvements alone are insufficient to encourage tourist visits unless they simultaneously enhance the overall attractiveness of the destination.

Page 1 of 1 | Total Record : 3