cover
Contact Name
Mahbub Ghozali
Contact Email
mahbubghozali@gmail.com
Phone
+6281215517805
Journal Mail Official
mukaddimahjsi@gmail.com
Editorial Address
jl. Laksda Adisucipto, Sleman, D. I. Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam
ISSN : 25794957     EISSN : 23386924     DOI : 10.14421/mjsi
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam is a multidisciplinary academic journal published by Kopertais Region 3 Yogyakarta. The article published include Islamic studies that are reviewed from various perspectives, ranging from communication, anthropology, education, economics, sociology, philology, education, philosophy, ets.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1 (2024)" : 10 Documents clear
PROBLEMATIKA LINGKUNGAN DI ZAMAN MODERN PERSPEKTIF ISLAM DAN HINDU ;KOMPARASI KITAB SUCI AL-QURAN DAN WEDA DALAM PENJAGAAN KELESTARIAN ALAM Tubagus Syafiq Taftazani
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v9i1.3643

Abstract

Problem lingkungan merupakan problem yang dialami manusia modern hari ini. kita tidak dapat memungkiri bahwa persoalan-persoalan seperti pemanasan global, deforestrasi hutan, dan pembuangan limbah secara sembarangan sudah sedemikian menumpuknya kita alami sekarang. Atas dasar persoalan ini, keterkaitan agama sebagai solusi persoalan manusia sangatlah dibutuhkan. Artikel ini akan mengulas pembahasan isu lingkungan ini dengan mendasarkan pembahasan pada dua kitab suci dari agama Islam dan Hindu, yakni al-Quran dan Weda. Pemilihan islam dan hindu ini dilatarbelakangi karena dua agama ini merupakan dua agama paling dominan di indonesia. Secara prinsipal al-Quran sangat menekankan akan pentingnya manusia dalam menjauhi “kerusakan” (mafsadat), sedangkan Weda menekankan pentingnya manusia dalam menjaga “keseimbangan”. Termasuk dalam hal ini mencegah mafsadat (kerusakan) alam dan mewujudkan keseimbangan alam. Didalam al-Quran misalnya, melalui spirit dar al-mafaasid yuqaddim ‘ala jalbil masalih, maka al-Quran hendak menekankan akan adanya pelarangan kerusakan alam, terutama sebagaimana yang termuat dalam QS ar-Rum:41. Sedangkan dalam weda, melalui ajaran Tri Kita Kahana, kitab suci ini menekankan akan pentingnya menjaga hubungan antara tiga entitas , yakni Tuhan, manusia dan alam, dimana tiga hal tersebut saling berkaitan erat satu sama lain. Dalam ajaran tri kita kahana tersebut disebutkan jika, ada salah satu dari ketiga hal tersebut rusak, maka rusak pula yang lain, dengan kata lain, jika alam rusak, maka rusak pula manusia, dan hilang pula refleksi kehadiran eksistensi Tuhan didalamnya.
Ekologi Spiritual: Konsep dan Relevansi Pemikiran Nurcholish Madjid Majid, Nur Julian
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v9i1.3669

Abstract

Kerusakan lingkungan menjadi permasalahan kolektif manusia kontemporer, hal ini berkaitan erat dengan kesadaran hubungan manusia dan lingkungan. Artikel ini berangkat dari tesis fakta sosial menunjukkan kurangnya rasa religius dan nilai-nilai kemanusiaan adalah faktor pendorong terjadinya banyak kerusakan lingkungan. Nurcholish Madjid sebagai salah satu cendekiawan Muslim Indonesia yang cukup berpengaruh memberikan tawaran konsep reformasi bumi guna menjembatani hubungan ekologi dan spiritualitas. Fokus dalam artikel ini adalah untuk menganalisis lebih dalam pemikiran Nurcholish Madjid dalam isu ekologi spiritual. Artikel ini menggunakan metode sejarah yang meliputi tahapan heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsep yang digunakan oleh Nurcholish Madjid berpijak pada tugas manusia sebagai khalifah di bumi yang diinternalisasi dengan istilah reformasi bumi. Konsep ini berakar pada kata ishlah, shalih dan mashlahah (maslahat) yang mengacu pada kebaikan dan perbaikan. Reformasi bumi sendiri merujuk pada dua makna yakni pertama, larangan merusak bumi setelah reformasi atau perbaikan bumi itu telah berlangsung oleh Tuhan, saat Dia menciptakannya. Artinya tugas manusia untuk menjaga lingkungan. Kedua, larangan membuat kerusakan di bumi setelah terjadi perbaikan oleh sesama manusia (tugas reformasi aktif manusia yang berorientasi kemaslahatan). Konsep yang digagas Cak Nur sangat relevan dengan permasalahan manusia kontemporer, akan tetapi konsep ini terbatas pada tataran ide, wujud aplikatif belum terinternalisasi.
Internalisasi Agama dalam Program Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Mekar Janti Sebagai Bentuk Transformasi Ekonomi Lokal Mahatva Yoga Adi Pradana; Anggi Dwi Wahyuningsih; Muhammad Mansur; Asrul
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v9i1.3681

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang model pemberdayaan yang ada di Kelompok wanita tani Mekar Janti. Kelompok wanita tani Mekar Janti dinilai penulis memiliki potensi dan juga masih terdapat kerawanan sosial serta isu-isu strategis yang masih menjadi tantangan bagi Kelompok wanita tani Mekar Janti salah satunya kurangnya peremajaan anggota, alat yang kurang memadai dan lain-lain Penulis tertarik untuk mengkaji bagaimana pemberdayaan yang ada di Kelompok wanita tani Mekar Janti ini sebagai upaya transformasi ekonomi masyarakat Janti. Untuk itu penulis dalam penelitian menggunakan teori marginalisasi.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil pemberdayaan Kelompok wanita tani Mekar Janti dinilai telah menstansformasi ekonomi bagi anggota kelompok wanita tani Mekar Janti maupun masyarakat sekitar. Dimana hasil pemberdayaan Kelompok wanita tani Mekar Janti berupa sayuran seperti jamur tiram, cabe, tomat, bawang merah selada, sawi, kangkung dan lain-lain maupun buah seperti pisang, mangga kemudian mpon-mpon seperti jahe, kunyit, sereh, daun salam dll. Hasil pertanian lahan kelompok wanita tani Mekar Janti telah terjual dari mulai yang mentah sampai olahan.
Yusuf al-Qaradawi: Memposisikan Sunnah Ghairu Tasyriiyah Leli, Laili Zainab; Radifa Isnain Nafila
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v9i1.3706

Abstract

This paper discusses the Sunnah of Ghayru Tasyriiyah which wa pioneered by sheikh Mahmud Syaltut which was later developed by Yusuf al-Qardhawi. This research is focused on answering the position of Sunnah Ghayru Tasyriiyah according to Yusuf al-Qardhwai. The research method used is literature where the source is obtained from books, journals, dictionaries and so on. This research is descriptive in nature and intends to explain or explain the position of Sunnah Ghayru tasyriiyahn according to Yusuf al-Qardhwi. Yusuf al-Qardhawi shows that the position of Sunnah Ghayru Tasyriiyah is sunnah which is not prescribed as obligatory sunnah and does not change it, but if it is in the form of an act the sunnah is only permisibble. On the other hand, apart from not being obligated and having been given to the people of the Sunnah, Ghayru Tasyriiyah is also not considered a permissible act according to the Shari’a, it is only permitted rationally in the form of the Sunnah actions it is only recommended, and if the form of orders and prohibitions only applies to sunnah and hadith related to the worldly.
Tafsir Aplikatif: Poligami dalam Perspektif Ulama Klasik dan Kontemporer Diana, Wulan Nur; Siti Nur Khoiriyah
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v9i1.3714

Abstract

Polygamy has never been discussed, it can be seen from various perspectives, from a socio-cultural perspective to a theological-interpretive perspective. This article focuses on how ulama, from the past to the present, discuss polygamy. This research method is a library research using data analysis techniques. The aim of this research is to find out how they interpret the QS. al-Nisa' [4]: ​​3 which textually mentions the issue of polygamy from the perspective of classical and contemporary scholars. This research uses primary data sources and secondary data sources. The results of the research conclude that in the Islamic view, polygamy is permissible if it meets the conditions that are clear in the Koran, namely, being able to act fairly. Fairness referred to here includes several parts, namely: fairness in the distribution of time, fairness in living, fairness in housing and fairness in child expenses. There are two views of ulama, namely classical ulama and contemporary ulama, they argue about polygamy in Q.s An-nisa verse 3 as follows. First, classical ulama Zhahiriyah, Ibn al-Shabbagh, al-Umran, al-Qasim ibn Ibrahim, and some Shia groups allow polygamy with a maximum limit of 9 wives. Second, the views of contemporary ulama, according to Muhammmad Abduh and Qasim Amin, tolerate the practice of polygamy in emergency conditions. The emergency in question, among other things, is: the wife is infertile so she cannot give birth to offspring, the wife suffers from a permanent disease which causes the wife to be unable to carry out her obligations as a wife. Keyword: Al-quran, Polygamy, Contemporary Ulama, Classical Ulama
Implementasi Epistemologi Irfani dalam Membentuk Keluarga Sakinah, Mawadah, Warahmah NurKhoiriyah, Siti; Achmad Khudori Soleh; Wulan Nur Diana
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v9i1.3715

Abstract

This research discusses the implementation of Irfani epistemology in forming a sakinah mawadah warahmah family. The aim of this research is to find out if the Irfani epistemology is implemented in the family to form a sakinah mawadah warahmah family. This research method is library research with data analysis techniques. This research uses primary data sources and secondary data sources. Research results [1] Irfani's epistemology is a disclosure of knowledge obtained through illuminating the essence of God to His servants (kasyf) [2] The Sakinah Mawadah Warahmah family is a family built on the basis of a valid marriage, which is able to fulfill spiritual and material needs legally worthy and balanced, filled with affection between family members. [3] If the Irfani way of thinking is applied in the family, all problems in the household will be made easier and disappear because all problems no longer use human or worldly glasses but use higher glasses, namely divine glasses. So this creates a sakinah mawadah warrahmah family.
Potensi Dasar Manusia dalam Al-Quran dan Relevansinya dengan Skill Competence Building sulisno, sarwadi; Zaid Barzinji
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v9i1.3724

Abstract

Humans are special beings with many fascinating aspects to study. The essence of humanity is difficult to fully comprehend because it encompasses various dimensions. When one dimension is understood, another unexplored dimension emerges. This writing is motivated by a lack of awareness of human potential from an interpretive perspective, which has caused the direction of skill competence building to deviate from its natural path. Skill competence building, which should be a means of developing human potential, often fails to achieve its goals. One indication of this is the orientation of knowledge in competence building. This research is qualitative with a descriptive-analytical approach to describe and analyze skill competence building based on human potential from the perspective of tafsir maudu’i. The object of this study is humans, who act as both the object and subject of human potential. The results of this study are: 1) Skill building is the realization of human potential to develop and transform divine and human values, equipping students with productive abilities so they can function and develop according to the times. 2) Humans consist of physical, spiritual, and intellectual components; this concept requires a tangible development process, so skill competence building must be based on the concept of the unity of body, spirit, and mind to produce intellectually intelligent and morally commendable Muslims. 3) Humans have varied responses to each other; the task of skill competence building is to understand these differences and develop them according to each individual's response
Ketangguhan Lembaga dalam Membangun Human Capital Halal di Madura Menggunakan Metode Institusional Development Framework (IDF) Putri Rahayu, Alfina; Dzikrulloh
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v9i1.3746

Abstract

Salah satu permasalahan utama pengembangan halal adalah kualitas sumber daya manusia. Beberapa pendekatan meningkatkan kualitas sumber daya manusia pada organisasi adalah human capital. Karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengukur ketangguhan lembaga pada program peningkatan sumber daya manusia. Metode penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan Institutional Development Framework. Objek penelitian ini adalah lembaga yang fokus pada pengembangan halal di Indonesia. Objek penelitian ini dibatasi pada Kementerian Agama. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, kuesioner dengan mengisi matriks IDF, Indeks IDF, grafik sasaran prioritas dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan nilai indeks ketahanan lembaga pada sumber daya kelembagaan dan manajemen, sumber daya manusia, sumber daya eksternal kelembagaan, sumber daya keuangan dan indikator program pengembangan human capital. Hasil tersebut menggambarkan perangkat organisasi yang komprehensif dari sisi manajemen, sumber daya manusia, kepemimpinan, keuangan dan program pengembangan human capital. Implikasi penelitian ini bermanfaat bagi lembaga terkait dalam menyusun program dan kebijakan dalam pengembangan sumber daya manusia halal pada masa yang akan datang, karena output penelitian ini adalah indeks ketahanan lembaga yang dapat dijadikan dasar evaluasi program pengembangan human capital. Kata Kunci : Ketangguhan Lembaga, Human Capital, Institutional Development Framework, IDF
HARMONISASI LINGKUNGAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI Rohmah, Ni'matur; Rosyidin, Muhammad Abror; Kibtiyah, Asriana
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v9i1.3767

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang analisis filosofis terhadap harmonisasi lingkungan pendidikan Islam dalam menghadapi globlalisasi. Era globalisasi semakin membawa perubahan dalam pendidikan, di mana semakin tidak ada batas dalam sistem global, sehingga pendidikan harus dapat mengharmoinisasikan perubahan sosial yang terjadi dalam lingkungannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi literatur dengan analsis data deskriptif analitis. Dari penelitian tersebut, dapat dihasilkan sebuah kesimpulan bahwa globalisasi pendidikan membawa dampak adanya kesenjangan sosial di dalam dunia pendidikan, institusi pendidikan bukan merupakan entitas yang tetap dan tidak berubah, sehingga harus dianalogikan sebagai siklus pendidikan, Untuk mewujudkan kelestarian harmonisasi lingkungan pendidikan maka dibutuhkan konsep perbaikan secara terus menerus lembaga pendidikan guna mengantisipasi perubahan lingkungan pendidikan yang begitu cepat.
Tradisi Tiu: Upaya Kembali ke Akar Tradisi Rahman, haliza rosita; Moh Syaiful Bahri
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v9i1.3769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tradisi tiu dalam kehidupan masyarakat Desa Jantuk, Lombok Timur, dimana masyarakat Jantuk mempunyai tradisi pacuan kuda yang khas. Tentu hal ini menjadi aktivitas sosial kemasyarakatan yang cukup erat dengan identitas ke-Sumbawa-an sebagai leluhur mereka. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif analisis dengan pendekatan teori diskursif Talal Asad. Melalui pendekatan teori diskursif untuk menyoroti tradisi tiu dan praktik tradisi yang merupakan produk dari interaksi kompleks antara pengetahuan lokal, sejarah dan kekuasaan yang memengaruhi cara Masyarakat melihat dan memahami tradisi tiu. Hasil dari penelitian bahwa masyarakat Desa Jantuk melalui tradisi tiu telah mampu membuktikan dirinya sebagai keturunan dari Sumbawa melepas diri dari sifat ambiguitas antara Sasak dengan Sumbawa yang bermukim di pulau Lombok. Kedatuan Jerewe sebagai nenek moyang masyarakat Jantuk merupakan bagian dari wilayah kesultanan Sumbawa yang memiliki keterkaitan yang begitu kuat dengan agama Islam. Tradisi Tiu sebagai upaya untuk kembali menuju ke akar dari pada ajaran Rasulullah Saw. untuk menciptakan ruang keragaman melalui ekspresi budaya. Kata kunci: Tradisi Tiu, Sumbawa dan Identitas Lokal56

Page 1 of 1 | Total Record : 10