cover
Contact Name
Wike Adhi Anggono
Contact Email
wike73@gmail.com
Phone
+6282329620776
Journal Mail Official
jmmt_pstm@yudharta.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Mesin, Universitas Yudharta, Jl. Yudharta 07 Pandean Sengonagung Purwosari Pasuruan
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
Journal mechanical and manufacture technology (JMMT)
ISSN : -     EISSN : 27214664     DOI : https://doi.org/10.35891/jmmt
Journal mechanical and manufacture technology adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh program studi Teknik Mesin Universitas Yudharta. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu Bulan Maret dan September. Scope bidang jurnal ini meliputi : Mekanika dan rekayasa teknologi Fokus dan ruang lingkup - Konversi Energi - Proses Produksi - Teknologi Rekayasa - Mekanika Teknik - Perancangan Mesin
Articles 72 Documents
PENGARUH VARIASI TEKANAN DAN JARAK INJEKSI TERHADAP EMISI GAS BUANG MESIN DIESEL BERBAHAN BAKAR BIODIESEL Achmad Aminudin

Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.73 KB) | DOI: 10.35891/jmmt.v2i1.2475

Abstract

Biodiesel merupakan salah satu energi alternatif yang sering digunakan untuk bahan bakar kendaraan mesin diesel. Biodiesel biasanya berasal dari minyak nabati seperti minyak jarak, sawit dan lain-lain. Biodiesel digunakan sebagai energi alternatif dengan tujuan untuk menghasilkan performa terbaik dari kendaraan mesin diesel. Biodiesel yang digunakan pada penelitian ini berasal dari campuran solar dengan minyak jelantah hasil penggorengan kerupuk atau yang lebih dikenal dengan istilah B10. Campuran dari kedua bahan tersebut mempunyai komposisi 90% solar dan 10% biodiesel dari bahan minyak jelantah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari variasi tekanan dan jarak injeksi terhadap emisi gas buang mesin diesel multi silinder dengan bahan bakar B10. Variasi tekanan yang digunakan yaitu 20 MPa, 25 MPa dan 30 Mpa. Sedangkan jarak injeksi yang diamati yaitu dengan penambahan 0,05 mm dan 0,10 mm dari ukuran standar. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa kandungan gas buang terendah terjadi pada saat tekanan 20 MPa yakni sebesar 4,7%. Sedangkan pada variasi injeksi pada ring kandungan gas buang terendah diperoleh saat jarak injeksi pada ring sebesar 0,05 mm yakni sebesar 15,8%.
PERFORMA MOTOR 4 LANGKAH BERBAHAN BAKAR CAMPURAN BIOETHANOL DAN PERTALITE DENGAN PERUBAHAN IGNITION TIMING Farid Majedi; Ratna Muninggar; Nanang Romandoni

Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.816 KB) | DOI: 10.35891/jmmt.v2i1.2476

Abstract

Mesin empat langkah didesain untuk bahan bakar yang sesuai standart pabrikan yang telah ditentukan. Dengan adanya penambahan bioethanol E50 pada campuran bahan bakar maka diperlukan beberapa modifikasi pada mesin. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu memodifikasi timing pengapian yang tepat agar dapat meningkatkan performa dan menurunkan emisi gas buang. Metode yang digunakan adalah memajukan sudut pengapian sebesar 28° dan 32°, dari kondisi standar yaitu 15°. Pemajuan sudut pengapian dilakukan dengan cara merubah posisi pick up (tonjolan) magnet. Pengujian dilakukan menggunakan dynotest untuk performa dan gas analyzer untuk emisi gas buang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui performa mesin dan emisi gas buang dengan perubahan Ignition Timing : 28˚ dan 32˚ terhadap pada sepeda motor berbahan bakar E50. Berdasarkan hasil pengujian, penambahan bioethanol E50 kedalam bahan bakar meningkatkan daya dan torsi dari kondisi standart E50. Daya maksimum dicapai oleh sudut pengapian 28° sebesar 5,1 KW pada 6000 rpm naik 66,7% dari mesin standar E50. Torsi maksimum dicapai oleh sudut pengapian 28° sebesar 9,4 Nm pada 4500 rpm naik 16% dari mesin standar E50. Untuk emisi gas buang, konsentrasi CO terendah dicapai oleh sudut pengapian 28° E50 sebesar 2,53% pada 4000 rpm, turun 19,4% dari mesin standar E50. Konsentrasi HC terendah dicapai oleh sudut pengapian 32° E50 sebesar 102 ppm pada 4000 rpm, turun 93,4% dari kondisi standar E50. Konsentrasi CO₂ terendah dihasilkan oleh sudut pengapian 28° E50 sebesar 1 % pada 4000 rpm, turun 37,5% dari kondisi standar E50. Konsentrasi O₂ naik dikedua variasi.
PERSEDIAAN BAHAN BAKU TEMBAKAU DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) PADA PR LOHJINAWI PASURUAN Hasan Bashori

Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.528 KB) | DOI: 10.35891/jmmt.v2i1.2477

Abstract

Bahan baku merupakan faktor utama di dalam perusahaan untuk menunjang kelancaran proses produksi, baik dalam perusahaan besar maupun perusahaan kecil. Masalah penentuan besarnya permintaan merupakan masalah yang penting dalam perusahaan, karena persediaan mempunyai efek yang langsung terhadap keuntungan perusahaan. Kesalahan dalam menentukan besarnya investasi (modal yang tertanam) dalam persediaan akan menentukan keuntungan perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah ukuran pemesanan yang ekonomis, mengurangi biaya penyimpanan, dan mengetahui kapan waktu pemesanan atau pembuatan harus dilakukan. Penelitian ini difokuskan pada bahan baku tembakau yang diproduksi oleh P.R LOHJINAWI Pasuruan untuk menjadi rokok. Adapun hasil perhitungan dari pengolahan data yang dilakukan adalah dengan prediksi permintaan untuk periode selanjutnya (Januari 2021) adalah sebesar 96 ball. Dalam menentukan sistem pengendalian persediaan bahan baku, dipilih total biaya persediaan tahunan yang terkecil. Dari sini sistem pengendalian persediaan bahan baku model EOQ merupakan sistem pengendalian persediaan bahan baku yang baik karena memiliki nilai TIC sebesar Rp.80.796,04 yang lebih kecil jika dibandingkan dengan sistem pengendalian persediaan sebelumnya sebesar Rp.118.000,00 yang dipakai oleh perusahaan, dengan frekuensi pemesanan 2 kali dan jarak siklus pemesanan 12 sampai 13 hari. Dengan menggunakan model EOQ, maka perusahaan dapat melakukan penghematan sebesar 31,61 %.
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PROTOTIPE MESIN PENGEPRESS HIDROLIK LIMBAH PLASTIK Rendra Agviola Putra; Abdul Wahid

Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.9 KB) | DOI: 10.35891/jmmt.v2i1.2478

Abstract

Indonesia merupakan negara penghasil sampah terbesar kedua di dunia, oleh karena itu permasalahan sampah di Indonesia tidak bisa dianggap mudah. Berbagai inovasi telah dilakukan untuk mengurangi sampah di Indonesia. Pembuatan mesin press sampah plastik hidrolik dalam skala kecil memudahkan warga dan pemerintah yang bertugas untuk menekan sampah plastik dengan mesin press hidrolik, bahkan setiap hari bisa dilakukan untuk mengurangi volume sampah plastik. Tujaun dari penelitian ini Untuk mengurangi terjadinya penumpukan limbah plastic di tempat pembuangan sementara. Pemanfaatan limbah plastic agar bisa di olah lebih lanjut Mengurangi massa limbah plastic tersebut. Mesin press hidrolik yang dikerjakan sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia. Semua desain dilakukan dengan memperhatikan cita-cita tubuh manusia Indonesia, pengembangan mesin press hidrolik terus dikembangkan agar mampu mengatasi volume penumpukan sampah di setiap daerah.
PENENTUAN WAKTU BAKU PENENUNAN LAP KAIN DI HOME INDUSTRI YULITA PASURUAN Hasan Bashori; Muhammad Rosyadi

Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.81 KB) | DOI: 10.35891/jmmt.v2i1.2479

Abstract

Yulita adalah sebuah industri rumah tangga yang bergerak di bidang manufaktur, yakni memproduksi lap kain (kain untuk membersihkan debu/kotoran). Dalam proses produksinya, menggunakan bahan baku benang yang berjenis TC dan katon. Bahan baku ini didapatkan bekerja sama dengan perusahaan benang di Semarang dan Surabaya. Waktu produksi merupakan salah satu faktor utama permasalahan perusahaan. Hal ini untuk menunjang kelancaran proses produksi dan meningkatkan produktifitas karyawan. Dengan perbaikan, yang sederhana, murah dan mudah dilaksanakan, diharapkan ada peningkatan produksi dan produktifitas. Bisa dalam bentuk berkurangnya kelelahan kerja, rasa sakit, beban tambahan, penghematan waktu untuk pekerjaan yang sama, sampai pada peningkatan jumlah produksi untuk waktu jam kerja yang sama. Tujuan penelitian ini menentukan waktu baku dalam proses penenunan lap kain untuk memperoleh penghemetan waktu kerja. Metode pengukuran dilakukan dengan menggunakan metode direct stopwatch time study. Dari hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh prosentase pengehematan waktu kerja operator 1 sebesar 21,16% dan operator 2 sebesar 21,74%.
OPTIMASI LP (LOW PRESSURE) AUXILIARY STEAM PADA DESALINATION PLANT UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI STEAM TURBINE PLTGU GRATI Deni Prasetio; Muhammad Agus Sahbana; Dadang Hermawan

Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.392 KB) | DOI: 10.35891/jmmt.v2i2.2701

Abstract

Desalination Plant, which is an equipment that functions to distill sea water into fresh water by a heating process. The operation of the desalination plant in the generating system affects the production results produced by the steam turbine. The steam used is HP (High Pressure) Auxiliary steam on the ejector which functions to make the chamber a vacuum, and LP (Low Pressure) Auxiliary steam on the brine heater which functions to heat sea water. The use of HP (High Pressure) Auxiliary steam at the ejector causes a greater reduction in electricity production in the steam turbine when compared to the use of LP (Low Pressure) Auxiliary steam. This causes the cost to produce distillate to be more expensive and the production of electricity generated in the steam turbine is not optimal. Currently, the operation of the desalination plant of the Grati PLTGU is still using HP (High Pressure) Auxiliary steam to make the desalination plant chamber into a vacuum condition. The innovation is to replace the use of HP (High Pressure) Auxiliary steam with LP (Low Pressure) Auxiliary steam at the ejector desalination plant, with the aim of reducing distillate costs and increasing the optimization of electricity production generated by the steam turbine. The use of LP (Low Pressure) Auxiliary steam on the ejector is proven that the distillate value, condensate value and load setter are in normal conditions and the performance of the desalination plant is maintained. steam turbine of 26,761 kWh
ANALISA VARIASI SUDUT PENGUAT DAN VARIASI BAJA PROFIL HOLLOW PADA PORTABLE JACKSTAND DENGAN METODE SIMULASI Rama Agus Santoso; Akhmad Farid; Purbo Suwandono

Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.412 KB) | DOI: 10.35891/jmmt.v2i2.2702

Abstract

Jackstand portable trail merupakan sebuah alat bantu khusus mototrail yang berfungsi sebagai pengganti standar tengah. Desain ulang pada jackstand portable menjadi sangat penting untuk mengetahui tingkat keamanan dan kekuatan dalam menahan beban, sehingga perlu dilakukan desain ulang dan diuji melalui simulasi untuk mengetahui faktor keamanannya. (Affairs et al., 2018). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode simulasi yang merupakan metode dengan memperagakan sesuatu dalam bentuk tiruan yang mirip keadaan sesungguhnya serta penggambaran suatu system atau proses dengan peragaan berupa model statistic atau pemeran. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu sudut penguat pada jackstand portable yang disimulasikan dengan menggunakan software solidwork pada sudut 40°, 45°, 50°, 55°, 60°, 65°, 70°, 75°, dan 80° dengan variasi material berupa pipa 40x20 mm dan pipa 20x20 mm dengan diberikan beban yang sama yaitu 3000 N. Kemudian dapat diketahui nilai tegangan maksimun (Mpa) dan safety factor (FoS) yang dihasilkan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pada variasi material pipa 40x20 mm diperoleh nilai yang paling optimal pada variasi sudut penguat 60° dengan yield strength/kekuatan bahannya 220,6 Mpa dan tegangan maksimumnya 88,0 Mpa dengan angka safety factor yang tinggi yaitu 2,5. Sedangkan pada variasi material pipa 20x20 mm diperoleh nilai yang paling optimal pada variasi sudut penguat 65° dengan yield strength/kekuatan bahannya 220,6 Mpa dan tegangan maksimumnya 80,8 Mpa dengan angka safety factor yang tinggi yaitu 2,7. Pada sudut 65° inilah yang menghasilkan percobaan simulasi yang paling kuat jika diberi beban dan disudut 65° dari variasi material pipa 20x20 mm juga memperoleh nilai tegangan maksimum paling dibandingkan dengan material pipa 40x20 mm. Selain itu material pipa 20x20 mm memiliki harga yang lebih murah dibandingkan material pipa 40x20 mm sehingga lebih efisien.
ANALISIS PENGARUH CAMPURAN BAHAN BAKAR PERTALITE DENGAN BIOADITIF MINYAK CENGKEH TERHADAP EMISI GAS BUANG DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR MOTOR 4 LANGKAH Aditya Wahyu Pratama; Abdul Aziz

Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.567 KB) | DOI: 10.35891/jmmt.v2i2.2703

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang muncul pada kombinasi minyak cengkeh dengan bahan bakar pertalite terhadap nilai oktan, emisi gas buang, serta konsumsi bahan bakar motor 4 langkah sistem karburator dan injeksi dengan CC (Cubical Centimeter) yang sama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pencampuran minyak cengkeh dengan bahan bakar pertalite yang dilakukan dengan beberapa perbandingan. Perbandingan minyak cengkeh dengan pertalite antara lain 0% (100% pertalite), 5% (95% pertalite + 5% minyak cengkeh), 10% (90% pertalite + 10% minyak cengkeh), 15% (85% pertalite + 15% minyak cengkeh), 20% (80% pertalite + 20% minyak cengkeh), 25% (75% pertalite + 25% minyak cengkeh). Hasil dari penelitian ini adalah penambahan bioaditif minyak cengkeh kedalam bahan bakar dapat menaikkan nilai oktan sebesar 9,5% pada persentase campuran 10%. Hasil pengujian emisi gas buang pada motor 4 langkah sistem karburator dapat menurunkan kadar HC sebesar 88,8%, CO sebesar 73,1%, CO2 sebesar 42% pada persentase campuran 25%. Hasil pengujian emisi gas buang pada motor 4 langkah sistem injeksi dapat menurunkan kadar HC sebesar 7,7%, CO sebesar 10,2% pada persentase campuran 25%. Hasil pengujian konsumsi bahan bakar dapat menurunkan konsumsi bahan bakar sebesar 9,1% pada motor sistem karburator dan 3,8% pada motor sistem injeksi dengan persentase campuran 25%.
Analisis posisi kerja karyawan pada proses pelintingan rokok dengan pendekatan anthropometri di PT. XYZ Pasuruan Hasan Bashori

Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (978.708 KB) | DOI: 10.35891/jmmt.v3i1.2704

Abstract

Dalam mencapai suatu produktifitas yang tinggi, diperlukan perbaikan yang terus-menerus untuk mendapatkan sistem dan metode kerja yang efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui posisi tubuh karyawan dalam proses pelintingan rokok berdasarkan prinsip ergonomi sesuai dengan sikap kerja dan anthropometri manusianya, menganalisa pengaruh faktor karyawan terhadap peningkatan produktivitas kerja dari aspek sistem produksi menurut proses menghasilkan output. Metode penelitian dengan survey lapangan, pengumpulan data anthropometri yang berhubungan dengan posisi tubuh karyawan produksi pelintingan rokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara fisiologis, kerja otot statis kurang efisien dari pada otot dinamis. Hasil perhitungan produktifitas konsumsi kalori yang digunakan oleh para operator pelintingan rokok lebih besar dari konsumsi oksigen, yaitu kalori 6,4 Kkal/menit sedangkan oksigen 1,8 Kkal/menit. Jadi besarnya tingkat kalori yang dibutuhkan memberikan efek positif terhadap peningkatan produktifitas. Output standar dapat memberikan gambaran bahwa waktu yang dapat digunakan dalam menyelesaikan pekerjaan output standar adalah 60 rokok/jam.
PENGARUH HASIL KERAPATAN DOUBLE SEAM TERHADAP PENUTUP KALENG IKAN TUNA PADA SETTINGAN MESIN SEAMER Mohammad Effendi

Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.662 KB) | DOI: 10.35891/jmmt.v2i2.2705

Abstract

Indonesia mempunyai potensi ekonomi yang besar dari hasil laut berupa ikan. Ikan akan cepat rusak jika tidak segera dilakukan pengawetan karena ikan mempunyai kandungan protein yang tinggi. Pengawetan yang sering digunakan adalah cara pengalengan dengan tujuan meningkatkan harga jual dan dapat dipasarkan secara luas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan variabel bebasnya kerapatan overlap dan variabel terikat kerapatan roll atas, kerapatan samping roll, dan tekanan spring yang bertujuan 1) Mengetahui pengaruh settingan kerapatan atas roll terhadap over lap hasil seaming, 2) Mengetahui pengaruh settingan kerapatan samping roll terhadap over lap hasil seaming, dan 3) Mengetahui pengaruh tekanan spring lifter terhadap Over Lap kerapatan Double Seam. Hasil penelitian berupa usulan atau rekomendasi untuk settingan mesin seamer Varin-41, dengan jenis kaleng T3 211x109 agar mendapatkan Kerapatan Double Seam maksimal yaitu Kerapatan Atas (Ka) 0,10 mm, Kerapatan Samping (Ks) 1,10 mm, Tekanan Spring (T) sebesar 1300 N.