cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 585 Documents
POLA DISTRIBUSI PASIEN KOLELITIASIS DI RSU DR. SOEDARSO PONTIANAK PERIODE JANUARI 2010 PERIODE JANUARI 2010-DESEMBER 2011 ., Krisantus Hendrik
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa PSPD FK UNTAN Tahun 2014
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background:Gallstone disease known as cholelithiasis is one of the mostcommon digestive surgical disorder in the United States and in developedcountry in general. Individual with symptomatic gallstones may experiencevarious gartrointestinal symptoms and are also at risk of developing acutecholecystitis and other complications although the majority of individualswith gallstones remain asymptomatic.Objective: This research was aimed to know the distribution ofcholelithiasis patients according to age, sex, main symptom, additionalsymptom, and complication in dr. Soedarso General Hospital Pontianakduring the period of January 2010-December 2011.Method: This research was a descriptive study with cross-sectionalapproach which was conducted by using secondary data from medicalrecords.Result: Among a total of 99 cholelithiasis patients, 63 (63,6%) werefemales and 36 (36,4%) were males with ratio (F:M) was 1,75:1. Most ofpatients were in age group of 41-48 years (23,2%) with femalepredominance (ratio F:M=1,6:1). The most common main symptom wasupper right quadrant pain (55,6%) and followed by epigastrium pain(44,4%). The most common additional symptom was nausea and/orvomitting (76,8%). There were 47 (47,5%) patients had complication; 36(36,4%) had cholecystitis, 9 (9,1%) had jaundice, and 2 (2,0%) had acutepancreatitis.Conclusion: The most common cholelithiasis patients were female and inage group of 41-48 years. The most common main symptom was upperright quadrant pain. The most common additional symptom was nauseaand/or vomitting. The most common complication was acute cholecystitis.Keyword: cholelithiasis, age, sex, main symptom, additional symptom,complication, dr. Soedarso General Hospital Pontianak
KARAKTERISTIK PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DEWASA RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DR. SOEDARSO PONTIANAK PERIODE SEPTEMBER - NOVEMBER 2010 ., Freddy Panjaitan
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Tuberculosis (TB) become a national issue because this disease is the thirdmost deadly disease after heart disease and respiratory disease and the most deadlyinfectious disease. The aims of this study is to determine the characteristics of adultpulmonary tuberculosis patients.Methods: This research was a descriptive study using cross-sectional approach. Thisresearch was conducted in the ward dr. Soedarso General Hospital Pontianak duringSeptember to November 2010. Data collected from 45 patients that met the study criteria.Data were collected by questionnaire-based interview method.Result: The incidence of pulmonary TB was 77.8% in the reproductive age group.Pulmonary TB incidence was 60% in men and 40% in women. Educational background ofthe sample was still low with 26.7% of the sample were un-educated, 24.4% elementary,junior high 28.9%, 17.8% senior high school and only 2.2% college/university.Socioeconomic level of 84.4% sample was still low with income less than Rp. 705.000,-per month. Type of pulmonary tuberculosis patients the most was new cases as much as62.2%, followed by cases of relapse of 24.4% and 13.4% of cases defaulted. Nutritionalstatus of most patients was poor, 80.0% subjects had BMI less than 18.5 kg/m2.Conclusion: Pulmonary TB is still dominated by people in reproductive age with lowsocioeconomic levels and poor nutritional status.Keywords: Pulmonary tuberculosis, Characteristics, Age, Gender, Education grade,Social economy, Type of patient, Nutritional status.
PERBEDAAN PERTUMBUHAN BAYI USIA 3-6 BULAN YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DAN YANG TIDAK DIBERI ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS GANG SEHAT KECAMATAN PONTIANAK SELATAN ., Destia Ayu Conita
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa PSPD FK UNTAN Tahun 2014
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Bayi usia 0-6 bulan dapat tumbuh dan berkembangsecara optimal dengan hanya mengandalkan asupan gizi Air Susu Ibu (ASI). Pemberian susu formula dan makanan pendamping ASI (MP-ASI)pada bayi berumur kurang dari 6 bulan kurang baik bagi pertumbuhan bayi. Tujuan: Menganalisis perbedaan pertumbuhan antara bayi usia 3-6 bulanyang diberi ASI eksklusif dan yang tidak diberi ASI eksklusif. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan cross sectionalyang dilakukan terhadap 44 bayi usia ?6 bulan di poli Gizi Puskesmas Gang Sehat Pontianak Selatan. Data diperoleh melalui kuesioner dan KartuMenuju Sehat (KMS) kemudian dianalisis menggunakan uji t tidak berpasangan. Hasil: Rerata kenaikan berat badan per bulan bayi yangdiberi ASI eksklusif 0,44 0,03 kg sedangkan yang tidak diberi ASI eksklusif 0,62 0,03 kg dengan selisih rerata 0,18 kg. Hasil analisis statistikmenunjukkan terdapat perbedaan rerata bermakna dengan p<0,001. Adapun rerata kenaikan panjang badan per bulan bayi yang diberi ASIeksklusif 1,96 0,14 cm sedangkan yang tidak diberi ASI eksklusif 2,08 0,15 cm dengan selisih rerata 0,11 cm. Hasil analisis statistik menunjukkantidak terdapat perbedaan rerata bermakna dengan p=0,582(p>0,05). Kesimpulan: Terdapat perbedaan pertumbuhan berat badan antara bayiusia 3-6 bulan yang diberi ASI eksklusif dengan yang tidak diberi ASI eksklusif, tetapi tidak terdapat perbedaan pertumbuhan panjang badanantara keduanya. Kata kunci: ASI eksklusif, pertumbuhan
Hubungan antara Posisi Kerja terhadap Low Back Pain pada Pekerja Karet Bagian Produksi di PT. X Pontianak ., Sujono
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Cerebellum
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang.  Low back pain (LBP) merupakan suatu gejala nyeri pada punggung bawah berupa nyeri lokal, nyeri radikuler, maupun keduanya yang terasa diantara sudut iga terbawah hingga lipat bokong bawah. LBP merupakan penyebab utama pembatasan aktivitas dan absennya pekerjaan di sebagian besar dunia. Posisi kerja yang tidak ergonomi dapat mengakibatkan LBP pada sebagian besar pekerja. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan potong lintang. Data diambil dari 36 responden melalui pemeriksaan fisik untuk mendiagnosis LBP dan menilai posisi kerja dari pekerja dengan metode Ovako Working Posture Analysis System (OWAS). Data diolah dengan uji Chi square dan menggunakan SPSS 20.0. Hasil. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan antara posisi kerja terhadap LBP pada pekerja karet bagian produksi (p= 0,000). Kesimpulan. Terdapat hubungan antara posisi kerja terhadap LBP pada pekerja karet bagian produksi di PT. X Pontianak.
POLA DISTRIBUSI PENDERITA NODUL TIROID DI RSUD DR. SOEDARSO PONTIANAK PERIODE 2005 2009 ., Agung Bahtiar
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Nodul tiroid tidak memberikan keluhan yang begitu berarti. Nodultiroid ini mungkin saja merupakan suatu neoplasma (5-10%), baik itu jinak maupunganas. Keadaan ini bergantung pada usia penderita dan ukuran nodul tiroid.Tujuan : Mengetahui pola distribusi nodul tiroid yang terdapat pada penderita nodultiroid di Rumah sakit umum daerah dokter soerdarso pontianak.Metodologi : Penelitian deskriptif dengan studi cross sectional. Sampel diambilsesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data diambil dari rekam medis penderita nodultiroid di ruang rawat inap bedah laki-laki dan perempuan di RSUD dr.SoedarsoPontianak periode 2005-2009.Hasil : Dari total 196 penderita nodul tiroid terbanyak berasal dari kotamadyapontianak (67,3%), 173 (88,3,%) perempuan dan 23 (11,7%) laki-laki dengan rasio(P:L) adalah 7,5:1. Penderita terbanyak terdapat pada kelompok umur 41-50 tahun(33,1%). Jenis hasil patologi anatomi jinak dan ganas terbanyak adalahadenomotous goiter (98,7%) dan Papilary Carcinoma (80,5%). Penderita letaksebelah kanan (34,1%) dengan jenis tindakan operasi tesering adalah totaltirodektomi (56%).Kesimpulan : Insiden penyakit nodul tiroid dapat membantu tenaga medis dalammemberikan edukasi dan upaya preventif terhadap penderita penyakit nodul tiroid.Kata kunci: nodul tiroid, distribusi, kalimantan barat
HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK DENGAN KEJADIAN STROK DI BAGIAN SARAF RSU DOKTER SOEDARSO PONTIANAK PERIODE JUNI-JULI 2012 ., Marisa
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa PSPD FK UNTAN Tahun 2014
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang. Strok mempunyai morbiditas dan mortalitas yang tinggibagi penderitanya serta merupakan penyebab kematian keempat di dunia. Merokok merupakan salah satu faktor risiko strok dan belum adapenelitian tentang hubungan perilaku merokok terhadap kejadian strok di RSU dokter Soedarso Pontianak. Tujuan. Mengetahui hubungan antaraperilaku merokok, jumlah rokok yang dihisap per hari dan lama merokok dengan kejadian strok. Metode. Penelitian observasional denganrancangan cross sectional di lakukan di bagian saraf RSU dokter Soedarso periode Juni sampai Juli 2012. Sebanyak 90 sampel penelitiandipilih dengan teknik consecutive sampling berdasarkan kriteria inklusi daneksklusi. Data dikumpulkan dari wawancara dan rekam medis dankemudian dianalisis menggunakan SPSS 20.0. Hasil. Tidak terdapathubungan yang bermakna antara perilaku merokok dengan kejadian strok(p=0,094). Sedangkan untuk jumlah rokok yang dihisap per hari (p=0,047)dan lama merokok (p=0,017) terdapat hubungan yang bermakna dengankejadian strok. Kesimpulan. Perilaku merokok tidak mempunyaihubungan dengan kejadian strok, sedangkan untuk jumlah rokok yangdihisap per hari dan lama merokok mempunyai hubungan dengankejadian strok. Kata kunci: strok, merokok
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN ASMA BRONKIAL DENGAN GEJALA PENYAKIT REFLUKS GASTROESOFAGUS (PRGE) DI RSUD DR. SOEDARSO PONTIANAK ., Annisa Ratna Darmila
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerapan gejala PRGE pada pasien asma bronkialcukup tinggi. Penelitian mengenai hubungan antara jenis kelamin danderajat kontrol asma dengan gejala PRGE di RSUD dr. SoedarsoPontianak belum pernah dilaksanakan.
EFFECT OF OINTMENT FROM COMBINED Centella asiatica (L.) Urban AND Coleus amboinicus EXTRACTS ON SKIN WOUND TISSUE REPAIR IN DIABETIC RATS ., Tajul Anshor Fathullah Halimy
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa PSPD FK UNTAN Tahun 2014
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: A single Centella asiatica L. Urban (CALU) extract stimulated cellular proliferation in granulation tissue, while a single Coleus amboinicus L.(CAL) extract acted as antiseptic agent. Diabetic wound closure is sensitivelydifficult to be done because proliferation is likely inhibited by antisepticalteration resulted as infectious wound. Both extracts may give synergy incombination into ointment. Objective: to investigate the effect of combinedextractsointmentonangiogenesis,inflammatorycellsandmicroscopicwounddiameter.Methods:posttestonlygroupdesignwasexperimentallyconducted,sixtyratswererandomly divided into 5 groups; each group was treated withdifferent ointment constituent: single 1,5% CALU extract; single 5% CALextract; both extracts (1,5%CALU+ 5%CAL); placebo and Sanoskin MelladermPlus® (SMP). Diabetic rat’s skin was excised and treated with hydrocarbonbasedointment.Assessmentonangiogenesis,inflammatorycellsandwounddiameterwereobservedhistopathologicallyonday3,7and14aftertreatment.Thedata were analyzed by one-way ANOVA and LSD. Results: combinedextractsointmenteffectwassignificantlydifferent(p<0,05)comparedtoeithersingleCALU, single CAL, placebo or SMP® in term of angiogenesis andinflammatory cells, but not significantly different (p>0,05) compared to SMP®in term of wound diameter reduction. Conclusion: Combined-extractsointment is better than either single extract, placebo or SMP® in improvingangiogenesis and reducing number of inflammatory cells, but not better thanSMP® in reducing wound diameter.Keywords: combined-extracts, single extract, angiogenesis, inflammatory cells, wound diameter.1. Medical School, Faculty of Medicine, Universitas Tanjungpura, Pontianak 2. Departement of Pathology Anatomy, Faculty of Medicine, UniversitasTanjungpura, Pontianak 3. Departement of Physiology, Faculty of Medicine, Universitas Tanjungpura,Pontianak
Gambaran Tingkat Kecemasan Mahasiswa Kedokteran yang Mengikuti Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura Tahun 2017 ., Syafitri Khadijah Kesuma
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. Pada akhir masa studi tahap kepaniteraan klinik, untuk mendapatkan sertifikat profesi dari perguruan tinggi, mahasiswa kedokteran harus mengikuti UjiKompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD). Ujian merupakan salah satustressor yang sering dialami oleh mahasiswa kedokteran. Performa mahasiswa pada saatmengalami tingkat kecemasan yang tinggi dan sedang tidak akan lebih baik dari performamahasiswa yang mengalami tingkat kecemasan yang rendah. Metode. Penelitian inimenggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan Cross sectional. Sampeladalah semua populasi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, yangmemenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh dengan menggunakan kuisonerHamilton Anxiety Rating Scale (HRS-A). Hasil. Hasil yang didapat sebagian besarmahasiswa kedokteran yang mengikuti UKMPPD mengalami kecemasan yang sangat berat.Kesimpulan.  Institusi pendidikan dokter diharapkan lebih berperan aktif dalam membantumahasiswa yang akan mengikuti UKMPPD agar mahasiswa kedokteran dapat menampilkanperforma yang maksimal. Kata kunci : cemas, mahasiswa kedokteran, kuisioner HRS-A
Hubungan antara Glasgow Coma Scale dan Tingkat Mortalitas pada Pasien Cedera Kepala dengan Lesi Perdarahan Subarachnoid ., Mustarhfiroh
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. Salah satu penyebab utama mortalitas dan morbiditas pada usia produktif maupun usia lanjut  adalah cedera kepala. Diantara spektrum yang luas dari cedera kepala yang termasuk kedalam cedera otak traumatik, perdarahan subarachnoid karena trauma merupakan salah satu penyebab utama mordibitas. Glasgow Coma Scale (GCS) merupakan instrumen standar yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kesadaran pasien trauma kepala. Metode. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan potong lintang. Subjek penelitian berjumlah 30 orang. Data Glasgow Coma Scale (GCS) dan mortalitas diambil dari rekam medis di RSUD DR Abdul Aziz Kota Singkawang. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil. Analisis data dengan uji Chi-square mengindikasikan adanya perbedaan bermakna  antara Glasgow Coma Scale (GCS) dan tingkat mortalitas (p=0,003). Resiko GCS mempengaruhi mortalitas diwakili dengan nilai odd ratio yaitu 11,875 yang berarti pasien cedera kepala sedang (GCS 9-12) dan pasien cedera kepala berat (GCS 3-8) mempunyai peluang 11,875 kali lebih besar untuk meninggal dibandingkan dengan pasien cedera kepala ringan (GCS 13-15). Kesimpulan. Terdapat hubungan antara Glasgow Coma Scale (GCS) dan tingkat mortalitas yaitu terjadi peningkatan mortalitas pada pasien cedera kepala sedang (GCS 9-12) hingga pasien cedera kepala berat (GCS 3-8).

Filter by Year

2013 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 5, No 3a (2019): Jurnal Cerebellum Vol 5, No 3b (2019): Jurnal Cerebellum Vol 5, No 2b (2019): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 5, No 2a (2019): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Cerebellum Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Cerebellum Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar Vol 4, No 4 (2018): Jurnal Cerebellum Vol 4, No 3 (2018): Jurnal Cerebellum Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Cerebellum Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Cerebellum Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar Vol 3, No 4 (2017): Jurnal Cerebellum Vol 3, No 3 (2017): Jurnal Cerebellum Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Cerebellum Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Cerebellum Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 2, No 4 (2016): Jurnal Cerebellum Vol 2, No 3 (2016): Jurnal Cerebellum Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Cerebellum Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Cerebellum Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar Vol 1, No 4 (2015): Jurnal Cerebellum Vol 1, No 3 (2015): Jurnal Cerebellum Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Cerebellum Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Cerebellum Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa PSPD FK UNTAN Tahun 2014 Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Publikasi Mahasiswa PSPD FK UNTAN Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura More Issue