cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 585 Documents
PENGARUH MINUMAN BEROKSIGEN TERHADAP NILAI FEV 1 , FVC, VO 2 Max DAN FREKUENSI NAFAS DENGAN LATIHAN FISIK METODE QUEEN’S COLLAGE STEP TEST PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA ANGKATAN 2010 - 2012 ., Indra Wijaya
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa PSPD FK UNTAN Tahun 2014
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Beberapa tahun terakhir ini, air beroksigen dalamkemasan semakin banyak dijumpai di pasar bebas. Iklan-iklan yangmengemukakan kelebihan produk ini pun terus membanjiri masyarakat diberbagai media massa. Para konsumen percaya bahwa denganmengkonsumsi minuman beroksigen ini, akan meningkatkan kapasitasoksigen di dalam darah dan memperkuat daya tahan tubuh. Tujuan:    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberianair minum beroksigen dibandingkan dengan air minum biasa terhadapperubahan FEV1, FVC, VO2Max dan  frekuensi napas pada laki-lakiberusia 18-21 tahun setelah melakukan latihan fisik. Metodologi:Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan metodecross over pre and post test. Data dikumpulkan dari 36 subjek denganmenggunakan kuisioner singkat dan uji coba dengan Queen’s CollageStep Test. Data dianalisa dengan Uji T. Hasil: Tidak terdapat perbedaanpengaruh minuman beroksigen dibanding minuman biasa terhadap nilaiFEV1 (p=0,631), FVC(p=0,765), frekuensi napas (p=0,594) dan VO2Max(p=0,723). Kesimpulan: Tidak ada perbedaan bermakna antaramengkonsumsi minuman beroksigen dengan minuman biasa terhadapperubahan nilai FEV1(p=0,631), FVC (p=0,765), frekuensi napas (p=0,594)dan VO2Max (p=0,723) setelah melakukan latihan fisik pada laki-laki usia18-21 tahun dengan rerata nilai pada masing-masing kelompok adalah:kelompok minuman oksigen FEV1= 3,313 L/menit; FVC=3,624 L/menit;Frekuensi Nafas= 30,08 x/menit dan VO2Max= 61,803 mL/menit/kgBB,kelompok minuman biasa FEV1= 3,256 L/menit; FVC=3,656 L/menit;Frekuensi Nafas= 29,22 x/menit dan VO2Max= 63,053 mL/menit/kgBB.Kata kunci: Minuman Oksigen, Queen’s Collage Step Test, FEV1, FVC, Frekuensi Nafas, VO2Max1) Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat.2) Depatemen Pulmonologi, Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Sudarso, Pontianak, Kalimantan Barat.3) Departemen Gizi, Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat.
HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN KEJADIAN SINDROM DISPEPSIA PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA Rahmadyah, Irvinia
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang. Pengalaman akademik yang berat pada mahasiswa kedokteran dapat menyababkan mahasiswa mengalami gangguan psikologi seperti kecemasan yang dapat berpengaruh pada kesehatan fisik, salah satunya sindrom dispepsia. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecemasan dengan sindrom dispepsia pada mahasiswa program studi pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. Metode. Penelitian analitik dengan desain penelitian potong lintang menggunakan kuesioner Beck Anxiety Inventory (BAI) dan kuesioner kriteria sindrom dispepsia Roma III. Penelitian dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura Pontianak. Sebanyak 150 mahasiswa menjadi sampel dalam penelitian ini. Hasil penelitian diuji dengan uji statistik Tau Kendall dengan bantuan program SPSS 20.0. Hasil. Sebanyak 44,7% mahasiswa mengalami kecemasan normal, kecemasan ringan sebanyak 32,7%, kecemasan sedang sebanyak 18%, kecemasan berat sebanyak 4,7% dan kejadian sindrom dispepsia dialami oleh 63,3% mahasiswa. Berdasarkan analisis statistik diperoleh nilai signifikansi (p) yang didapatkan dengan uji Tau-Kendall adalah 0,000 dan nilai korelasi (r) adalah 0,480. Kesimpulan. Terdapat hubungan yang bermakna antara kecemasan dengan kejadian sindrom dispepsia pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura.Kata kunci: kecemasan, sindrom dispepsia, BAI, kuesioner kriteria sindrom dispepsia Roma III
Analisis Spasial sebaran dan Faktor Resiko Lingkungan pada Kasus TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Rasau Jaya ., Prihan Fakri
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Cerebellum
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. TB paru masih menjadi masalah kesehatan yang utama, baik di dunia maupun di Indonesia. Indonesia menempati urutan ketiga di dunia setelah India dan China dalam hal jumlah penderita TB paru sekitar 583 ribu orang, dan diperkirakan sekitar 140 ribu orang meninggal dunia tiap tahun akibat TB paru. Tingginya angka kasus tersebut maka diperlukan pemetaan sebaran kasus menggunakan Geographic Information System (GIS). Metode.  Penelitian ini bersifat studi deksriptif kuantitatif cross sectional menggunakan pendekatan Geographic Information System (GIS). Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran spasial di tahun 2015-2017 terjadi penurunan rata-rata kelembaban udara yang diikuti dengan penurunan jumlah kasus baru TB paru, gambaran spasial TB paru berdasarkan suhu udara menunjukkan bahwa jumlah kasus baru menurun yang diikuti dengan peningkatan rata-rata suhu udara, gambaran spasial TB paru berdasarkan curah hujan menunjukkan bahwa jumlah kasus baru menurun yang diikuti dengan peningkatan rata-rata curah hujan, sedangkan Desa Rasau Jaya 1 merupakan daerah dengan jumlah rumah yang belum memenuhi syarat terbanyak diikuti dengan insidensi TB paru terbanyak di wilayah kerja Puskesmas Rasau Jaya. Kesimpulan.  Kelembaban udara, suhu udara, curah hujan, dan jumlah rumah sehat berpengaruh terhadap jumlah kasus TB paru di wilayah kerja Puskesmas Rasau Jaya.
EFEKTIVITAS PROMOSI KESEHATAN DENGAN METODE PEER EDUCATION TERHADAP PENGETAHUAN SISWA SMAN 1 RASAU JAYA TENTANG DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)TAHUN 2014 ., Apriyan Yudha Putranto
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: DBD merupakan salah satu penyakit yang sering menimbulkanKejadian Luar Biasa (KLB) dengan kematian yang besar. Salah satu upayaPenanggulangan Daerah Bermasalah Kesehatan adalah dengan Promosi Kesehatan.Peer education merupakan salah satu metode promosi kesehatan yang diharapkanlebih bermanfaat karena alih pengetahuan dilakukan antar kelompok sebaya yangmempunyai hubungan lebih akrab, bahasa yang digunakan sama, dapat dilakukan dimana saja, kapan saja dengan cara penyampaian yang santai, sehingga sasaranlebih nyaman berdiskusi tentang permasalahan yang dihadapi.Tujuan: Mengetahui efektifitas promosi kesehatan dengan metode peer educationdibandingkan dengan metode ceramah terhadap pengetahuan Siswa SMA/Sederajattentang DBD.Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi-experimental dengan rancangannon-equivalent control group design with pretest and postest yang dilakukan pada 81orang siswa SMAN 1 Rasau Jaya sebagai kelompok uji dan 79 orang siswa MANRasau Jaya sebagai kelompok kontrol. Uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon danuji Mann-Whitney.Hasil: Hasil uji Mann-Whitney dengan melihat perbandingan peningkatanpengetahuan kelompok uji terhadap kelompok kontrol didapatkan nilai significancy(sig) sebesar 0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna antaraperbandingan peningkatan pengetahuan responden kedua kelompok penelitian.Kesimpulan: Promosi kesehatan dengan metode peer education lebih efektifdalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang DBD dari pada metode ceramah.Kata Kunci: DBD, promosi kesehatan, peer education, pengetahuan
UJI EFEKTIVITAS AIR KELAPA MUDA (Cocos nucifera L.) TERHADAP HEMOGLOBIN PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) SEBAGAI ANTI ANEMIA SETELAH DIINDUKSI SIKLOFOSFAMID ., Karolus Sangapta Ketaren
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan obat siklofosfamid menimbulkan efek samping berupa supresi sumsum tulang sehingga menurunkan jumlah hemoglobin. Air kelapa yang mengandung zat-zat yang diduga mampu menstimulasi proliferasi sel sumsum tulang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian air kelapa muda terhadap jumlah hemoglobin darah tepi. Metodologi: Desain penelitian ini adalah true experimental dengan pendekatan pretest and posttest control group design. Penelitian ini menggunakan 30 tikus dan dibagi menjadi 5 kelompok. Kontrol positif (K1) diberikan injeksi intraperitoneal akuades 5ml/kgBB; kelompok kontrol negatif (K2) diberikan injeksi intraperitoneal cyclophosphamide 50mg/kgBB; kelompok perlakuan dosis 1,2,3 (D1,D2,D3) diberikan injeksi intraperitoneal cyclophosphamide 50mg/kgBB dan air kelapa dengan dosis masing-masing 2ml/100g BB, 4ml/100g BB dan 6ml/100g BB. Semua perlakuan dilakukan selama 14 hari. Pemberian cyclophosphamide dilakukan sekali pada hari ke-1. Pemeriksaan darah pretest dilakukan pada hari ke-1, posttest 1 ke-4, dan posttest 2 ke-15 masa perlakuan. Data dianalisa dengan uji Repeated ANOVA dan One way ANOVA yang dilanjutkan dengan analisis Post Hoc Test. Hasil: Penilaian jumlah hemoglobin darah tepi berdasarkan kelompok dosis menunjukan tidak terjadi peningkatan jumlah hemoglobin yang bermakna (p<0,05) pada kelompok K2, D1, D2, dan D3. Kesimpulan: Pemberian air kelapa tidak mampu meningkatkan jumlah hemoglobin darah tepi pada tikus yang diinduksi siklofosfamid.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PERAWAT TENTANG KEWASPADAAN UNIVERSAL DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR.SOEDARSO PONTIANAK KALIMANTAN BARAT ., John Esmar Jikow Gultom
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kewaspadaan universal adalah upaya pengendalianinfeksi di rumah sakit. Pada tahun 2013 masih terdapat kejadian infeksinosokomial di Rumah Sakit Umum Dr. Soedarso yaitu yang terbanyak padaruangan bedah (7 kasus), ruang anak (7 kasus), ruang kebidanan (7 kasus)dan ruang ICU (11 kasus). Petugas kesehatan khususnya perawat setiapharinya 7-8 jam melakukan kontak langsung dengan pasien. Perilakumencuci tangan perawat yang kurang adekuat akan memindahkanorganisme – organisme bakteri patogen secara langsung kepada hospesyang menyebabkan infeksi nosokomial di semua jenis lingkungan pasien.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuandan perilaku perawat tentang kewaspadaan universal di Rumah SakitUmum Daerah Dr. Soedarso Pontianak Kalimantan Barat. Metodologi:  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif denganpendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada 17 Mei-8 Juni2014. Total sampel sebanyak 71 responden. Pengumpulan datamenggunakan instrumen kuesioner dan diambil dengan metode totalsampling. Data dianalisis dengan analisis deskriptif. Hasil: Hasil gambaran pengetahuan menunjukan 54,93% respondenmemiliki pengetahuan baik, 45,07% memiliki pengetahuan yang cukup baik,dan hasil gambaran perilaku menunjukan 91,55% responden memilikiperilaku yang baik, 7,04% memiliki perilaku yang cukup baik, 1,41%memiliki perilaku yang kurang.Kesimpulan: Tingkat pengetahuan dan perilaku perawat tentangkewaspadaan universal di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedarsosebagian besar dalam kategori baik. Diharapkan dari pihak Rumah SakitUmum Daerah Dr. Soedarso untuk memberikan pelatihan berkalamengenai kewaspadaan universal serta mensosialisasikan SOP yangterkait kewaspadaan universal.Kata Kunci: Kewaspadaan Universal, Pengetahuan, Perilaku 1. Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, UniversitasTanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat (jikowgultom@gmail.com) 2. Departemen Kesehatan Komunitas, Fakultas Kedokteran, UniversitasTanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat 3. Departemen Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura,Pontianak, Kalimantan Barat
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS PURNAMA KECAMATAN PONTIANAK SELATAN KOTA PONTIANAK ., Sri Hotnauli Panjaitan
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus (DM), penyakit kronik dengan karakteristik hiperglikemia, 90% dari populasinya merupakan DM  tipe 2.Aktivitas fisik, salah satu pilar dalam penatalaksanaan DM tipe 2. Tujuanutama dalam penatalaksanaan DM adalah meningkatkan kualitas hiduppasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubunganantara aktivitas fisik dan kualitas hidup pasien DM tipe 2 di PuskesmasPurnama Kecamatan Pontianak Selatan Kota Pontianak. Metodologi:Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional denganpendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan metode consecutivesampling. Pengumpulan data dilakukan di Puskesmas PurnamaKecamatan Pontianak Selatan pada tanggal 1 sampai 30 juni 2013. Datadiambil dari 38 pasien DM tipe 2 melalui kuesioner Global Physical ActivityQuestionnairre (GPAQ) dan kuesioner World Health Organization Qualityof Life (WHOQoL)-BREF. Data dianalisis secara univariat dan bivariatmenggunakan SPSS 20. Hasil: Sebanyak 17 subjek dengan aktivitas fisiktinggi, semua subjek (100%) memiliki kualitas hidup yang baik, sedangkandari 21 subjek dengan aktivitas tidak tinggi hanya 8 subjek (38,09%) yangmemiliki kualitas hidup baik dan 13 subjek (61,91%) memiliki kualitashidup kurang baik. Terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitasfisik dan kualitas hidup pasien DM tipe 2 (p=0,000). Kesimpulan:Terdapat hubungan antara aktivitas fisik dan kualitas hidup pasien DM tipe2.Kata kunci: diabetes melitus tipe 2, aktivitas fisik, kualitas hidup
Tingkat Pengetahuan Pegawai Kantor Dinas XX Provinsi Kalbar tentang Air Bersih Putri, Eka Ardiani; Irsan, Abror
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang . Manusia adalah mahluk yang tidak bisa dipisahkan dengan alam. Karna alam memberikan pengaruh terhadap manusia, begitu juga sebaliknya manusia memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap alam. Hubungan dan keterikatan antara manusia dengan alam memiliki pengaruh yang sangat besar. Air alami adalah air yang keluar dari tanah yang sudah disaring secara alami oleh bumi yang tadinya berasal dari air hujan. Metode. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi deskriptif dengan pendekatan cross sectional untuk mengetahui tingkat pengetahuan air bersih pegawai dinas XX provinsi Kalimantan Barat. Hasil. Terdapat 60 subjek penelitian dengan tingkat pengetahuan yang beragam. Kesimpulan. Tingkat pengetahuan air bersih, air layak konsumsi dan air untuk kegiatan rumah tangga baik. Kata Kunci : Air, tingkat pengetahuan Background . Humans are creatures that can not be separated from nature. Because nature has an influence on humans, and vice versa human beings give a considerable influence on nature. Relationships and attachments between humans and nature have an enormous influence. Natural water is water that comes out of the soil that has been filtered naturally by the earth that had originated from rain water. Method. The research design used in this research is descriptive study with cross sectional approach to know the level of knowledge of clean water of employee of XX office in West Kalimantan province . Result. There are 60 research subjects with varying levels of knowledge. Conclusion. The level of knowledge is good for clean water, water consumption and water for household activities. Keywords: Water, level of knowledge
Uji Aktivitas Antibakteri Senyawa Kitosan terhadap Neisseria gonorrhoeae yang diisolasi dari Pasien dengan Penyakit Infeksi Seksual secara In Vitro ., Gilang Pramanayudha
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 4, No 3 (2018): Jurnal Cerebellum
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. Infeksi merupakan penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme. Neisseria gonorrhoeae merupakan salah satu mikroorganisme berupa bakteri potensial patogen penyebab penyakit infeksi dan sering bersifat multidrug resistance. Peningkatan resistensi antibiotik menyebabkan peningkatan penggunaan bahan alami. Kitosan merupakan bahan alam yang terkandung dalam kulit udang (crustacea) yang mengandung metabolit aktif yang bersifat sebagai antibakteri. Metode. Kitosan yang sudah diolah kemudian dilarutkan dengan menggunakan asam asetat 0.1 M. Kitosan kemudian dibagi kedalam beberapa konsentrasi. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 1000 ppm, 2000 ppm, 3000 ppm, 4000 ppm, 5000 ppm dan 6000 ppm. Kontrol positif menggunakan ceftriaxone 15 µg/disk dan kontrol negatif menggunakan asam asetat 0,1 M. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode sumuran. Hasil.  Tidak ditemukan zona hambat terhadap pertumbuhan Neisseria gonorrhoeae. Kesimpulan.  Senyawa kitosan tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap Neisseria gonorrhoeae.  
Gambaran Histopatologi dan Kemampuan Regenerasi Hepar Tikus Wistar Jantan Dewasa Pasca penghentian Pajanan Monosodium Glutamat ., Ariski Pratama Johan
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 4, No 4 (2018): Jurnal Cerebellum
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. Monosodium glutamat (MSG) adalah bahan aditif yang banyak digunakan sebagai penyedap. Beberapa penelitian sebelumnya melaporkan bahwa terjadi kerusakan pada hepar akibat pajanan MSG. Namun penelitian lain menunjukkan adanya kemampuan hepar untuk beregenerasi. Metode. Penelitian ini merupakan studi in vivo dengan pendekatan eksperimental murni. Dua puluh tujuh tikus dibagi dalam 9 kelompok, terdiri atas 3 kelompok perlakuan dengan 3 periode penghentian pajanan yang berbeda; Kelompok kontrol (K), perlakuan 1 (P1), dan perlakuan 2 (P2) diberikan aquades, MSG dosis 4 dan 6 g/kgBB, masing-masing selama 28 hari dan dikorbankan pada hari ke 1, 28, dan 56 pasca pajanan dihentikan. Pembuatan preparat jaringan hepar menggunakan pewarnaan Haematoxylin-Eosin. Skoring derajat kerusakan histopatologi hepar ditentukan menggunakan mikroskop cahaya pada perbesaran 400x. Data dianalisa menggunakan uji One way ANOVA kemudian dilanjutkan uji Post hoc LSD. Hasil. Derajat kerusakan hepar pada P1 dan P2 lebih tinggi dari K setelah satu hari penghentian pajanan MSG (p<0,05). Setelah pajanan MSG dihentikan selama 28 dan 56 hari, derajat kerusakan hepar pada P1 dan P2 tidak berbeda bermakna dengan K yang menandakan terjadinya proses regenerasi (p>0,05). Kesimpulan. Penghentian pajanan MSG menyebabkan penurunan derajat kerusakan hepar yang menunjukkan terjadinya proses regenerasi.

Filter by Year

2013 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 5, No 3a (2019): Jurnal Cerebellum Vol 5, No 3b (2019): Jurnal Cerebellum Vol 5, No 2b (2019): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 5, No 2a (2019): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Cerebellum Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Cerebellum Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar Vol 4, No 4 (2018): Jurnal Cerebellum Vol 4, No 3 (2018): Jurnal Cerebellum Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Cerebellum Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Cerebellum Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar Vol 3, No 4 (2017): Jurnal Cerebellum Vol 3, No 3 (2017): Jurnal Cerebellum Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Cerebellum Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Cerebellum Vol 2, No 4 (2016): Jurnal Cerebellum Vol 2, No 3 (2016): Jurnal Cerebellum Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Cerebellum Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Cerebellum Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar Vol 1, No 4 (2015): Jurnal Cerebellum Vol 1, No 3 (2015): Jurnal Cerebellum Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Cerebellum Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Cerebellum Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa PSPD FK UNTAN Tahun 2014 Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Publikasi Mahasiswa PSPD FK UNTAN Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura More Issue