cover
Contact Name
Trisnu Satriadi
Contact Email
sylva.scientaeae@ulm.ac.id
Phone
+6285101185530
Journal Mail Official
trisnu.satriadi@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani Km 36 Simpang Empat Banjarbaru Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Sylva Scienteae
ISSN : -     EISSN : 26228963     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Sylva Scienteae merupakan jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang kehutanan, meliputi Teknologi Hasil Hutan, Manajemen Hutan, Budidaya Hutan, dan Konservasi Hutan. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Terbit pertama kali di bulan Agustus 2018. Pada Tahun 2018 hanya mengeluarkan dua edisi yaitu Agustus dan Oktober. Selanjutnya pada tahun 2019 sampai sekarang, jurnal dipublikasikan sebanyak 6 edisi, yaitu Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember.
Articles 791 Documents
SPOT SEBARAN DAN PEMANFAATAN SAGU (Metroxylon sagu) DI KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN Indra Saputra; Kissinger Kissinger; Daniel Itta
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 2 Edisi April 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i2.5355

Abstract

The distribution and utilization of sago plants need to be known in order to be more optimal in its management. The purpose of this study was to analyze the distribution of sago plants in Banjar Regency based on geographic position and habitat type and to analyze the use of sago plants by the community around the sago stand locations in Banjar Regency. The method of determining respondents usingmethod purposive sampling  of 14 respondents from 7 districts in Banjar Regency. Primary data were obtained from interviews with respondents and field observations about the distribution of sago plants based on their habitat type. The data were then analyzed by means of data tabulation and descriptive analysis. The distribution of sago plants in Banjar Regency is located in 7 (seven) sub-districts, namely Aluh-aluh, Astambul, Gambut, Martapura, Simpang Empat, Sungai Tabuk and Karang Intan sub-districts with 23 distribution spots. Habitat types are in the form of peatlands, swamps or riverbanks that are affected by tides. Sago is used by the community in Banjar district, especially on the stems and leaves. Sago stems are generally used as animal feed, the leaves are used for roof processing. The use of sago stalks to process sago flour is only done by people in the Sungai Tabuk sub-district in Banjar Regency. The management of sago production by the community is managed independently with the provision of socialization from the local government and the products are sold using online mediaPersebaran dan pemanfaatan Tumbuhan Sagu perlu untuk diketahui agar lebih optimal dalam pengelolaannya. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis sebaran tumbuhan sagu di Kabupaten Banjar berdasarkan posisi geografis dan tipe habitat serta menganalisis pemanfaatan tumbuhan sagu oleh masyarakat sekitar lokasi tegakan sagu di Kabupaten Banjar. Metode penentuan responden menggunakan metode Purposive Sampling sebesar 14 responden dari 7 Kecamatan di Kabupaten Banjar. Data primer diproleh dari wawancara kepada responden dan observasi lapangan tentang persebaran tanaman Sagu bedasarkan tipe habitatnya. Data kemudian dianalisis dengan cara tabulasi data dan analisis deskriptif. Persebaran tumbuhan sagu di Kabupaten Banjar terletak di 7 (tujuh) kecamatan yaitu kecamatan Aluh-aluh, Astambul, Gambut, Martapura, Simpang Empat, Sungai Tabuk dan Karang Intan dengan 23 spot sebaran. Tipe habitatnya berupa lahan gambut, rawa atau dipinggiran sungai yang terkena pasang surut. Sagu dimanfaatkan masyarakat di kabupaten Banjar terutama pada bagian batang dan daunnya. Batang sagu umumnya digunakan sebagai pakan ternak, daunnya dimanfaatkan untuk pengolahan atap. Pemanfaatan batang sagu untuk mengolah tepung sagu hanya dilakukan oleh masyarakat di kecamatan Sungai Tabuk di Kabupaten Banjar. Pengelolaan produksi sagu oleh masyarakat dikelola secara mandiri dengan bekal sosialisasi dari pemerintah setempat dan hasil produk dijual menggunakan media online
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN KAYU KUKU (Pericopsis mooniana) DENGAN MENGGUNAKAN PUPUK NPK Andini Dyah Hernanda; Eny Dwi Pujawati; Adistina Fitriani
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 3 Edisi Juni 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i3.5724

Abstract

The purpose of this study was to determine the percentage of nail wood seedlings and to determine the effect of the concentration of NPK fertilizer on the growth of nail wood seedlings. Parameters used include plant height, plant diameter, plant health. Based on the results of the study, the percentage of survival for nail wood grew medium success, namely 70% with 28 live seedlings from 40 seedlings, the highest percentage of survival was found in the NPK fertilizer dose of 7gr (80%) and the smallest was found in the control (60%). The increase in nail wood height with the highest value was in the treatment (2.5gr) with an average value of 3.9cm and the lowest value was found in the control. The diameter of the nail wood has the highest value at 5gr with an average value of 0.9cm increase. The increase in the number of leaves was not significantly different between the controls, 2.5gr, 5gr, and 7.5gr because the average leaf growth was 3 strandsAdapun maksud percobaan ini ialah demi memahami keuntungan semai kayu kuku serta mengetahui kontrol konsentrasi Pupuk NPK terhadap pertumbuhan semai kayu kuku. Parameter yang  digunakan diantaranya, tinggi tanaman, diameter tanaman, kesehatan tanaman. Berdasarkan hasil penelitian Persentase hidup kayu kuku tumbuh keberhasilan sedang yaitu 70% dengan 28 bibit yang hidup dari 40 bibit, persentase hidup tertinggi terdapat pada dosis pupuk NPK 7gr (80%) dan yang terkecil terdapat pada Kontrol (60%). Pertambahan tinggi kayu kuku dengan nilai tertinggi yaitu pada perlakuan (2,5gr) dengan nilai rata-rata 3.9cm dan nilai terendah terdapat pada kontrol. Diameter kayu kuku nilai tertinggi pada 5gr dengan nilai rata-rata pertambahan 0.9cm. Pertambahan jumlah daun tidak berbeda nyata antara kontrol, 2,5gr, 5gr, 7,5gr karena pertumbuhan daunnya rata-rata 3 helai.
IDENTIFIKASI JENIS DAN BAGIAN TUMBUHAN OBAT PADA SUKU DAYAK NGAJU DI DESA MENTAYA SEBERANG KECAMATAN SERANAU KABUPATEN KOTAWARINGLN TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Muhammad Riza Fahlevi; Adi Rahmadi; Sunardi Sunardi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 3 Edisi Juni 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i3.5711

Abstract

This study aims to identify the types and parts of pIants that are useful as medicine for the Dayak Ngaju tribe in Mentaya Seberang ViIIage, Seranau District, East Kotawaringin Regency, CentraI KaIimantan Province. The data was obtained by using semi-structured interview technique and using a questionnaire with snowbaII sampIing technique. The resuIts of this study found as many as 25 species, namely Imperata (Imperata cylindrica L.), Leaf Sawang (Cordyline fruticosa L.), Bajakah (Spatholobus littoralis Hassk), Shallot (Allium ascalonicum L.), Garlic (Allium sativum L.), .), Onion Dayak (Eleutherine bulbosa), Antidote Until (Tinospora crispa L.), Daun Bangun (Bryophylum pinnatum), Daun Dewa (Gynura divaricate), Guava (Psidium guajava), Ginger (Zingiber officulae), Jeringau (Acorus calamus) ), Lime (Citrus aurantifolia), Katuk (Sauroporus androgynous), Yellow Wood (Areangelesia flava L.), Kemunting (Rhodomyrtus tomentosa), Chinese Ketepeng (Senna alata), Cat's Whisker (Orthosiphon aristatus), Laos (Alpiria galangal), Aloe Vera (Aloe vera L.), Noni (Morinda citrifolia), Meniran (Phyllanthus ninuri L.), Cucumber (Cucumis sativus), Red Betel (Piper Crocatum), and Green Betel (Piper betle). The parts used for traditional medicine are leaves (44%), fruit (16%), rhizomes (16%), tubers (12%), roots (4%), stems (4%), and wood (4%).PeneIitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan bagian tumbuhan yang bermanfaat sebagai obat pada suku dayak ngaju di Desa Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi KaIimantan Tengah. Data diperoleh dengan teknik wawancara semi terstruktur dan menggunakan kuisioner dengan teknik snowball sampling. Hasil penelitian ini ditemukan sebanyak 25 jenis yaitu yaitu AIang-aIang (lmperata cyIindrica L.), Daun Sawang (Cordyline fruticosa L.), Bajakah (Spatholobus littoralis Hassk), Bawang Merah (AIIium  ascaIonicum L.), Bawang Putih (AIIium sativum  L.), Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa), Penawar Sampai (Tinospora crispa L.), Daun Bangun (Bryophylum pinnatum), Daun Dewa (Gynura divaricate), Jambu Biji (Psidium guajava), Jahe (Zingiber officulae), Jeringau (Acorus calamus), Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia), Katuk (Sauroporus androgynous), Kayu Kuning (Areangelesia flava L.), Kemunting (Rhodomyrtus tomentosa), Ketepeng Cina (Senna alata), Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus), Laos (Alpiria galangal), Lidah Buaya (AIoe vera L.), Mengkudu (Morinda citrifoIia), Meniran (Phyllanthus ninuri L), Mentimun (Cucumis sativus), Sirih Merah (Piper Crocatum), dan Sirih Hijau (Piper betIe). Bagian – bagian yang dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional yaitu daun (44%), buah (16%), rimpang (16%), umbi (12%), akar (4%), batang (4%), dan kayu (4%).
Sampul Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 2 Edisi April 2022 Trisnu Satriadi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 2 Edisi April 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i2.5400

Abstract

ANALISIS TINGKAT BAHAYA EROSI DI DAS MALUKA DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) Ilmi Akbar; Eko Rini Indrayatie; Badaruddin Badaruddin
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 2 Edisi April 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i2.5360

Abstract

Analysis of Erosion Hazard Levels using Geospatial Information Systems in a watershed needs to be known so that it does not become dangerous, especially in the Maluka watershed. This study aims to determine the level of erosion hazard in the Maluka watershed using the USLE (equationUniversal Soil Loss Equation), calculate the rate of erosion and determine the level of erosion hazard using Geographic Information System (GIS). The calculation of the erosion rate in this study ranged from 36.83 tons/ha/year to 3,339.71 tons/ha/year. The type of soil with the highest erosion rate is alluvial type with Open Land Cover (OLC) on steep slopes of 3,339.71 tons/ha/year. While the type of soil with the lowest erosion rate is the type of red yellow pedsolic with Plantation Land Cover (PLC) on flat slopes of 36.83 tons/ha/year. The Erosion Hazard Level (EHL) of the Maluka watershed in this study was grouped into low, medium to high. The level of Erosion Hazard on the low criteria has an area of 3,370.44 ha, on the medium criteria it has an area of 402.92 ha, and on the high criteria it has an area of 6.00 ha. From the observed land units, it was found that EHL in the Maluka watershed was dominated by low criteria, namely plantation land cover. Meanwhile, with high EHL criteria, the total area is low, namely in open land cover.Analisa Tingkat Bahaya Erosi menggunakan Sistem Informasi Geospasial dalam suatu DAS perlu diketahui agar tidak menjadi membahayakan, khususnya di DAS Maluka. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat bahaya erosi di DAS Maluka menggunakan persamaan USLE (Universal Soil Loss Equation), menghitung besarnya laju erosi  serta menentukan tingkat bahaya erosi menggunakan Sisten Informasi Geografis (SIG). Perhitungan nilai laju erosi pada penelitian ini berkisar antara 36,83 ton/ha/thn sampai dengan 3.339,71 ton/ha/thn. Jenis tanah dengan nilai laju erosi terbesar ialah jenis alluvial dengan penutupan lahan terbuka (LTK) pada kelerengan curam yaitu sebesar 3.339,71 ton/ha/thn. Sedangkan jenis tanah dengan nilai laju erosi terendah ialah jenis tanah pedsolik merah kuning dengan penutupan lahan perkebunan (PKB) pada kelerengan datar yaitu sebesar 36,83 ton/ha/thn. Nilai Tingkat Bahaya Erosi (TBE) dari DAS Maluka pada penelitian ini dikelompokkan menjadi rendah, sedang hingga tinggi. Tingkat Bahaya Erosi pada kriteria rendah mempunyai luasan 3.370,44 ha, pada kriteria sedang mempunyai luasan 402,92 ha, dan pada kriteria tinggi mempunyai luasan 6,00 ha. Dari satuan lahan yang diamati, didapatkan hasil bahwa TBE di DAS Maluka didominasi oleh kriteria rendah yaitu pada penutupan lahan perkebunan. Sedangkan, pada kriteria TBE tinggi, total luasannya rendah yaitu pada penutupan lahan terbuka
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT SUKU DAYAK MERATUS TERHADAP HUTAN PAMALI (HUTAN KERAMAT) DI KAMPUNG KIYU Muhamad Hamidi; Hafizianor Hafizianor; Setia Budi Peran
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 2 Edisi April 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i2.5370

Abstract

The purpose of this research is to study the local wisdom of the pamali forest by the Dayak Meratus tribe in the Kiyu village, namely the impact of this local wisdom on the composition and level of diversity and uniformity of pamali forest vegetation types in Kiyu village. This research was conducted in Kiyu Village, Hinas Kiri Village, Batang Alai Timur District, Hulu Sungai Tengah Regency, South Kalimantan. The reason why the kiyu village was chosen was because most of the people of the kiyu village were close to a protected forest area. The research was carried out for 3 months. The method used to extract information on local wisdom data (socio-cultural aspects) is by conducting observations and interviews with informants in the Kiyu village, while for the condition of the Pamali forest (ecological aspects), especially regarding the composition and diversity and uniformity of vegetation types using plots an example is a checkered path. The results showed that local wisdom in the form of traditional community knowledge, culture in seeing the forest was passed down from their ancestors from generation to generation from generation to generation until now. The results of the vegetation analysis on the pamali forest community show that the diversity of vegetation and community of the pamali forest, both in the community of seedlings, saplings, poles, and trees, is still widely found, the diversity of vegetation is relatively large, reaching 327 types of vegetation which are classified as high for both the seedling community saplings, poles, and trees and that shows the stable condition of the pamali forest vegetation.Tujuan penelitian ini adalah mengkaji kearifan lokal terhadap hutan pamali oleh masyarakat suku dayak meratus di kampung kiyu, yaitu dampak kearifan lokal tersebut terhadap komposisi serta tingkat keanekaragaman dan keseragaman jenis vegetasi hutan pamali di kampung kiyu. Penelitian ini dilaksanakan di Kampung Kiyu desa Hinas Kiri, Kecamatan Batang Alai Timur Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Alasan kampung kiyu dipilih karena sebagian besar masyarakat kampung kiyu, berdekatan dengan kawasan hutan lindung. Pelaksanaan penelitian ini selama 3 bulan. Metode yang digunakan untuk menggali informasi data kearifan local (aspek sosial-budaya) adalah dengan melakukan observasi dan wawancara dengan informan yang berada di kampung kiyu, sedangkan untuk kondisi hutan pamali (aspek ekologis), terutama tentang komposisi serta keanekaragaman dan keseragaman jenis vegetasi menggunakan plot contoh berupa jalur berpetak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal setempat berupa pengetahuan tradisional masyarakat, budaya dalam memandang hutan diwariskan oleh nenek moyang secara turun temurun dari generasi kegenerasi sampai sekarang ini. Hasil analisis vegetasi terhadap komunitas hutan pamali menunjukkan bahwa keanekaragaman vegetasi dan komunitas hutan pamali baik komunitas semai, pancang, tiang, maupun pohon masih banyak ditemukannya, keragaman vegetasi yang jumlahnya sangat relatif banyak yaitu, mencapai 327 jenis vegetasi  yang tergolong tinggi baik untuk komunitas semai, pancang, tiang, dan pohon dan bahwa menunjukkan kondisi vegetasi hutan pamali stabil.
POTENSI DAN PROSPEK PENGEMBANGAN TANAMAN SIMPUR(Dillenia indica L) DI KHDTK KINTAP KECAMANTAN KINTAP KALIMANTAN SELATAN Ester Nien R Siahaan; Gusti Muhammad Hatta; Gusti Seransyah Rudy
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 3 Edisi Juni 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i3.5718

Abstract

The purpose of this study was to determine the potential and prospects of Simpur plant development in KHDTK Kintap. The method used is data collection used to calculate the frequency and density, the frequency with the growth area of the species in each plot is calculated to find the Important Value Index. Based on the results of the study, the dominant plant species with the highest INP at the seedling level were birik with an INP of 61.40% and the sapling level, namely Mawai with an INP of 36.11%, the dominant plant at the pole level was simpur with an INP of 51.58% and at the tree level. namely simpur with INP 23.09%. The type of simpur determined at the pole and tree level allows it to be used as a seed-producing broodstock to start cultivation and use other parts other than wood. Simpur plants can be a beneficial source of NTFPs for communities around the forest, especially KHDTK Kintap and South Kalimantan. Simpur is very promising to be developed as a prospect in developing the local potential of the regionTujuan dari penelitian ini Mengetahui Potensi dan Prospek Pengembangan Tanaman Simpur di KHDTK Kintap. Metode yang digunakan adalah pengumpulan data digunakan untuk menghitung frekuensi dan kerapatan, frekuensi dengan daerah pertumbuhan spesies disetiap plot dihitung untuk menemukan Indeks Nilai Penting. Berdasarkan hasil penelitian jenis tumbuhan yang dominan dengan INP tertinggi pada tingkat semai yaitu birik dengan INP 61,40% dan tingkat pancang yaitu Mawai dengan INP 36,11% tumbuhan yang dominan pada tingkat tiang yaitu simpur dengan INP 51,58% dan pada tingkat pohon yaitu simpur dengan INP 23,09%. Jenis simpur yang ditentukan pada tingkat tiang dan pohon memungkinkan untuk dijadikan sebagai indukan penghasil biji untuk memulai budidaya serta pemanfaatan bagian lainnya selain kayu. Tumbuhan simpur dapat menjadi sumber HHBK yang menguntungkan bagi masyarakat sekitar hutan khususnya KHDTK Kintap dan Kalimantan Selatan.Simpursangat menjanjikan untuk dikembangkan sebagai prospek dalam mengembangkan potensi lokal daerah
PENGARUH KEPUASAN PENGUNJUNG TERHADAP PERTUMBUHAN PENGUNJUNG EKOWISATA TAHURA SULTAN ADAM MANDIANGIN KALIMANTAN SELATAN Hairul Fauzan; Fonny Rianawati; Muhammad Helmi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 3 Edisi Juni 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i3.5707

Abstract

This research aims to test and analyze the effect of visitors satisfaction with variable of service quality (X1), entrance fees (X2) and facilities (X3) on the visitors growth (Y) ecotourism Tahura Sultan Adam Mandiangin. Primary data is obtained through online interviews of tourists conducted over several months until it reaches the target number of respondents. To see how the effect visitors satisfaction on the visitors growth, using multiple linear regression analysis with IBM SPSS Statistics 25. The results of this study showed that variable services quality (X1) with an average value of 3.69, which means that the average visitors is satisfied but does not affect visitors growth (Y), entrance fees­ (X2) with an average value of 3.74, which means that the average visitors is satisfied but does not affect visitors growth (Y) and facilities (X3) with an average value of 4.10, which means that the average visitors is satisfied but does not affect visitors growth (Y), so that it is indicates there are other variables and indicators affect visitors growth. This other variables and indicators can be internal factors such as geographical or uniqueness of ecotourism Tahura Sultan Adam Mandiangin South Kalimantan and external factors such as the perception of tourists in choosing tour they want to visit.Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh kepuasan pengunjung dengan variabel kualitas pelayanan, biaya/harga dan fasilitas terhadap pertumbuhan pengunjung ekowisata Tahura Sultan Adam Mandiangin. Pengumpulan data primer diperoleh melalui wawancara secara online terhadap wisatawan yang dilakukan selama beberapa bulan sampai mencapai target jumlah responden. Untuk melihat adanya pengaruh kepuasan pengunjung terhadap pertumbuhan pengunjung digunakan analisis regresi linier berganda menggunakan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian ini menunjukkan variabel kualitas pelayanan (X1) dengan nilai rata-rata 3,69 yang artinya rata-rata pengunjung merasa puas tetapi tidak mempengaruhi pertumbuhan pengunjung (Y), biaya/harga (X2) dengan nilai rata-rata 3,74 yang artinya rata-rata pengunjung merasa puas tetapi tidak mempengaruhi pertumbuhan pengunjung (Y) dan fasilitas (X3) dengan nilai rata-rata 4,10 yang artinya rata-rata pengunjung merasa puas tetapi tidak mempengaruhi pertumbuhan pengunjung (Y), sehingga diindikasikan ada variabel dan indikator lain yang mempengaruhi pertumbuhan pengunjung. Variabel dan indikator lain tersebut bisa dari faktor internal seperti geografis atau keunikan dari Tahura Sultan Adam Mandiangin dan faktor eksternal seperti persepsi wisatawan dalam memilih wisata yang ingin mereka kunjungi.
KESEHATAN TANAMAN KAYU PUTIH (Melaleuca leucadendra Linn) DI LAHAN REHABILITASI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) GUNUNG BATU DESA TEBING SIRING PELAIHARI KABUPATEN TANAH LAUT Siti Raudatul Jannah; Gusti Muhammad Hatta; Basir Basir
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 2 Edisi April 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i2.5366

Abstract

Watershed (DAS) which is included in the category that must be restored is the Gunung Batu watershed in Tebing Siring Pelaihari Village. High land clearing for both the mining sector and oil palm plantations makes the watershed area in South Kalimantan very vulnerable to flooding so that it clearly has a major impact on increasing flood vulnerability, coupled with the number of land fires during the dry season so that the rainwater infiltration process is no longer running properly (Aulina et al. 2017). Watershed Rehabilitation Land in Gunung Batu Village was restored by replanting various types of forestry plants, one of which is eucalyptus (Melaleuca leucadendra). Eucalyptus was chosen as a revegetation plant because it is able to live in dry soil and does not have specific growing conditions. In order to know the state and condition of eucalyptus plants, data is needed as raw material for analysis. There is no record or data on the health of eucalyptus oil for the rehabilitation of the Gunung Batu watershed, so the authors are interested in conducting research on the health of the eucalyptus oil plant on the land. Based on the results of the study, the percentage of live eucalyptus plants in the rehabilitation area of the Gunung Batu watershed was 97.73% with an average height of 3.15 m and a diameter of 5.84 cm, the most damage was in the leaves. However, in general, eucalyptus plants in the Gunung Batu watershed, Tebing Siring Pelaihari Village, were healthy with an INK of 1.00.Daerah Aliran Sungai (DAS) yang termasuk kategori harus dipulihkan adalah DAS Gunung Batu Desa Tebing Siring Pelaihari. Pembukaan lahan yang tinggi baik untuk sektor pertambangan maupun perkebunan kelapa sawit membuat wilayah DAS di Kalimanatan Selatan sangat rentan banjir sehingga sangat jelas berdampak besar terhadap meningkatnya kerawanan banjir, ditambah dengan banyaknya kebakaran lahan sepanjang musim kemarau sehingga proses infiltrasi air hujan tidak lagi berjalan secara baik (Aulina et al. 2017). Lahan Rehabilitasi DAS Desa Gunung Batu dipulihkan dengan cara menanam kembali berbagai jenis tanaman kehutanan, satu diantaranya adalah jenis kayu putih (Melaleuca leucadendra). Tanaman kayu putih dipilih sebagai tanaman revegetasi karena mampu hidup di tanah yang kering serta tidak memiliki syarat tumbuh yang spesifik. Agar dapat mengetahui keadaan dan kondisi tanaman kayu putih maka diperlukan data sebagai bahan mentah analisis.  Pencatatan atau data kesehatan tanaman minyak kayu putih untuk lahan rehabilitasi DAS Gunung Batu sampai saat ini belum ada, sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai kesehatan tanaman minyak kayu putih dilahan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian persentase hidup tanaman kayu putih pada lahan rehabilitasi DAS Gunung Batu 97.73% dengan rerata tinggi 3,15 m dan diameter 5,84 cm, kerusakan paling banyak di bagian daun.  Namun secara umum tanaman kayu putih di DAS Gunung Batu Desa Tebing Siring Pelaihari adalah sehat dengan INK 1,00
UJI FITOKIMIA TERHADAP TANAMAN OBAT KRATOM (Mitragyna speciosa) DI KHDTK ULM Nadya Sofia; Yuniarti Yuniarti; Rosidah Rosidah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 2 Edisi April 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i2.5356

Abstract

The active chemical compounds known from the medicinal plant kratom (Mitragyna speciosa) can determine the chemical group in the medicinal plant kratom (Mitragyna speciosa), as well as provide additional information about the benefits and uses of the medicinal plant kratom (Mitragyna speciosa). This study aims to identify groups of chemical compounds such as alkaloids, flavonoids, terpenoids (triterpenoids and steroids), quinones, saponins and tannins qualitatively. The samples tested came from the leaves (young and old), stems and twigs. The results showed that the active chemical compounds found in the leaves and stems were alkaloids, steroids, quinones, saponins and tannins, while in the twigs the active chemical compounds found were alkaloids, quinones, and saponins.Senyawa kimia aktif yang diketahui dari tanaman obat kratom (Mitragyna speciosa) dapat mengetahui golongan kimia di dalam tanaman obat kratom (Mitragyna speciosa), serta memberikan informasi tambahan mengenai manfaat dan kegunaan dari tanaman obat kratom (Mitragyna speciosa). Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi golongan senyawa kimia seperti alkaloid, flavonoid, terpenoid (triterpenoid dan steroid), quinon, saponin dan tannin secara kualitatif. Sampel yang diuji berasal dari bagian daun (muda dan tua), batang dan ranting. Hasil penelitian menunjukkan senyawa kimia aktif yang ditemukkan pada bagian daun dan batang adalah alkaloid, steroid, quinon, saponin dan tannin, sedangkan pada ranting senyawa kimia aktif yang ditemukkan yaitu alkaloid, quinon, dan saponin.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025 Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024 Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024 Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024 Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024 Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024 Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024 Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023 Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023 Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023 Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 3 Edisi Juni 2023 Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 2 Edisi April 2023 Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 1 Edisi Februari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022 Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022 Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022 Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 3 Edisi Juni 2022 Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 2 Edisi April 2022 Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022 Vol 3, No 6 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Volume 3 No 6 Edisi Desember 2020 Vol 4, No 6 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 6 Edisi Desember 2021 Vol 4, No 5 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 5 Edisi Oktober 2021 Vol 4, No 4 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 4 Edisi Agustus 2021 Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 3 Edisi Juni 2021 Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 2 Edisi April 2021 Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 1 Edisi Februari 2021 Vol 3, No 5 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 5, Edisi Oktober 2020 Vol 3, No 4 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 4, Edisi Agustus 2020 Vol 3, No 3 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 3, Edisi Juni 2020 Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 2, Edisi April 2020 Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 1, Edisi Februari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 6, Edisi Desember 2019 Vol 2, No 5 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 5, Edisi Oktober 2019 Vol 2, No 4 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 4, Edisi Agustus 2019 Vol 2, No 3 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 3, Edisi Juni 2019 Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 2, Edisi April 2019 Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 1, Edisi Februari 2019 Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 2, Edisi Oktober 2018 Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 1, Edisi Agustus 2018 More Issue