cover
Contact Name
Trisnu Satriadi
Contact Email
sylva.scientaeae@ulm.ac.id
Phone
+6285101185530
Journal Mail Official
trisnu.satriadi@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani Km 36 Simpang Empat Banjarbaru Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Sylva Scienteae
ISSN : -     EISSN : 26228963     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Sylva Scienteae merupakan jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang kehutanan, meliputi Teknologi Hasil Hutan, Manajemen Hutan, Budidaya Hutan, dan Konservasi Hutan. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Terbit pertama kali di bulan Agustus 2018. Pada Tahun 2018 hanya mengeluarkan dua edisi yaitu Agustus dan Oktober. Selanjutnya pada tahun 2019 sampai sekarang, jurnal dipublikasikan sebanyak 6 edisi, yaitu Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember.
Articles 791 Documents
MANFAAT EKONOMI PROGRAM HUTAN KEMASYARAKATAN DALAM MENDUKUNG SISTEM USAHA TANI DI DESA SUNGAI PINANG KABUPATEN TANAH LAUT Rizain Noor Fikri; Hamdani Fauzi; Hafizianor Hafizianor
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i1.5050

Abstract

State Forest whose main use is aimed at empowering local communities is an effort to increase the capacity and independence of forest communities to obtain maximum and equitable benefits of forest resources through capacity building and providing access to support the welfare of local communities. The purpose of community forestry is to improve the welfare of the community around and in the forest through fair, optimal and continuous utilization of forestry resources while maintaining the preservation of forest, ecosystem, ecology and environmental functions. Forest areas that can be granted a permit as a HKm working area are protected forest areas and production forest areas. In principle, community forestry is a forest management system in which the community is involved in developing forest governance. in Permenhut P.37 / 2007, what is meant by community forest is State forest whose primary use is designated to empower local communities and within the forest. Local community is a social unit consisting of citizens of the Republic of Indonesia who live in and or around the forest, which forms a community, social with equal livelihoods that depend on the forest and its activities and can affect the forest ecosystemHutan Negara yang penggunaannya bertujuan untuk memberdayakan Masyarakat nantinya akan menunjang pengetahuan kemandirian dan kemampuan masyarakat sekitar hutan untuk memperoleh hasil dari sumber daya hutan dengan cara maksimal dan merata lewat pengembangan kapasitas serta pemberian akses dalam rangka menunjang kesejahteraan masyarakat sekitar. Hutan Kemasyarakatan bertujuan untuk menunjang kesejahteraan masyarakat yang berada diluar dan dalam hutan dimana pemanfaatan sumber daya hutan dapat dimanfaatkan secara maksimal, adil, serta terus menerus untuk tetap menjaga hutan agar hutan tetap lestari, serta ekosistem, ekologi dan lingkungan hidup terjaga. Areal hutan yang diberikan izin untuk areal kerja HKm merupakan areal hutan lindung serta areal hutan produksi. Prinsipnya, hutan kemasyarakatan ialah sebuah sistem pengelolaan hutan dimana masyarakat ikut serta terlibat dalam pengembangan tata kelola hutan. Dalam Permenhut P.37/2007, hutan kemasyarakatan adalah hutan Negara yang penggunaannya bertujuan untuk memberdayakan masyarakat sekitar dan dalam hutan. Masyarakat sekitar merupakan kesatuan sosial yang terdiri dari warga Negara Indonesia yang tinggal di dalam dan atau sekitar hutan, yang membentuk organisasi sosial dengan persamaan mata pencaharian yang bergantung pada hasil hutan kayu maupun non kayu dimana aktivitasnya  dapat memberi pengaruh terhadap kelestarian ekosistem yang ada di dalamnya
ETNOBOTANI TANAMAN OBAT OLEH MASYARAKAT DAYAK MERATUS DI KECAMATAN HALONG KABUPATEN BALANGAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Ahmad Hafizi; Adi Rahmadi; Diana Ulfah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i1.5041

Abstract

This study aims to determine the ability of Batra in his knowledge using traditional medicinal plants in Halong District, Balangan Regency, South Kalimantan Province. The knowledge of Batra and the community in the use of medicinal plants is very diverse both in terms of processing, how to use, the parts used and the efficacy of each type of plant that can cure a disease or be used as a prevention against a disease that is often suffered by the community. The method used was an interview with Batra in order to obtain information from the Meratus Dayak community in Halong sub-district, Balangan district about the use of plants used as medicine and determining key informants who knew more about medicinal plants. The results obtained from this study are approximately 20 types of plants that are often used as medicine by Batra in Halong sub-district. The percentage shows the highest utilization, namely 40% root, 30% leaf part, and 20% stem part. Utilization of thorns and feathers on plant parts was found to be only 5%. The type used by all parts of the plant is 5%Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan batra dalam pengetahuannya yang menggunakan tanaman obat tradisional di Kecamatan Halong Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan selatan. Pengetahuan Batra maupun masyarakat dalam pemanfaatan tumbuhan obat sangat beragam baik dari cara pengolahan, cara menggunakan, bagian-bagian yang digunakan serta khasiat dari masing-masing jenis tumbuhan yang dapat menyembuhkan suatu penyakit maupun digunakan sebagai pencegahan terhadap suatu penyakit yang sering di derita pada masyarakat. Metode yang digunakan adalah wawancara dengan Batra guna menggali informasi dari masyarakat Dayak Meratus di kecamatan Halong, kabupaten Balangan tentang tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat dan penentuan informan kunci yang mengetahui tentang tumbuhan obat. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu kurang lebih diperoleh 20 jenis tumbuhan yang sering digunakan sebagai obat oleh Batra yang ada di kecamatan Halong. Presentase menunjukkan pemanfaatan yang paling tinggi yaitu akar 40%, bagian daun 30%, dan bagian batang 20%. Pemanfaatan duri dan bulu pada bagian tumbuhan ditemukan hanya 5%. Jenis yang dimanfaatkan semua bagian tumbuhannya sebanyak 5%
PEMANFAATAN LIMBAH SERBUK KAYU KARET (Hevea brasiliensis) DAN SERBUK PELEPAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis) SEBAGAI BAHAN BAKU BIOPELET Muhammad Syamsudin; Muhammad Faisal Mahdie; Noor Mirad Sari
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i1.5056

Abstract

Rubber wood waste from sawmills is in the form of powder which is still rarely used and usually for burning, in the sawmill industry the total waste is 50.8% of the raw material processed. Post-pruning oil palm fronds waste is also not widely used, where each hectare of oil palm plantations can produce as much as 486 tons of dry fronds and 17.1 tons of dry palm leaves / year. Based on these wastes, it can be used as raw material for biopelets. The quality of the biopellets produced from rubber wood sawdust combined with palm frond powder based on American standards (PFI), has obtained the recommended formulation, namely the ratio of 75% rubber wood powder powder and 25% rubber wood frond powder (Treatment B). With a density of 0.4909 g / cm3, a moisture content of 5.5625%, 77.7000% of flying substances, 11.6924% of bound carbon, 1.8100% of ash, and a calorific value of 4.067.63 cal / gLimbah kayu karet dari penggergajian berupa serbuk yang masih jarang dimanfaatkan dan biasanya untuk di bakar, pada industri penggergajian total limbah sebesar 50,8% dari bahan baku yang diolah. Limbah pelepah kelapa sawit pasca pruning juga belum banyak dimanfaatkan, yang setiap hektarnya kebun sawit dapat menghasilkan sebanyak 486 ton pelepah kering dan 17,1 ton daun sawit kering/tahun. Berdasarkan dari limbah-limbah tersebut sehingga dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku biopelet. Kualitas biopelet yang dihasilkan dari serbuk kayu karet yang dipadukan serbuk pelepah kelapa sawit berdasarkan standar Amerika (PFI), telah diperoleh formulasi yang direkomendasikan yaitu pada perbandingan serbuk 75% serbuk kayu karet dan 25% serbuk pelepah kayu karet (Perlakuan B). Dengan kerapatan 0,4909 g/cm3, kadar air 5,5625 %, kadar zat terbang 77,7000%, karbon terikat 11,6924% kadar abu 1,8100%, dan nilai kalor 4.067,63 kal/g
PRODUKTIVITAS DAN RENDEMEN KERAJINAN ANYAMAN BAMBAN (Donax canniformis) TERHADAP KONTRIBUSI PENDAPATAN PENGRAJIN DI DESA TANAH HABANG KECAMATAN LAMPIHONG KABUPATEN BALANGAN Rizqa Ilma Nandya; Violet Violet; Zainal Abidin
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 3 Edisi Juni 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i3.5709

Abstract

This study aims to determine and analyze the productivity, yield and income contribution of Bamban handicrafts in the form of bags and wallets for the community in Tanah Habang Village, Lampihong District, Balangan Regency.  The method used is direct observation at the site of the investigation and the interview method of the Bamban weavers as well as the use of the census method taken 100% of the 17 Bamban weavers in Tanah Habang village.  The results of this study indicate that the average time needed for craftsmen to make bags is 1.83 hours, while the average time needed to make wallets is 1.08.  The yield from Bamban Bags ranged from 63.38% to 80.98%, with the average yield from Bamban Bags being 71.2% while the average yield from Bamban Bags was 77.25%.  The average income contribution of artisans to Bamban weaving is 66% and there are three people with 100% contribution, namely Saripah, Riana and IsmiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis besarnya produktivitas, rendemen dan kontribusi terhadap pendapatan kerajinan Bamban berupa tas dan dompet bagi masyarakat di Desa Tanah Habang Kecamatan Lampihong Kabupaten Balangan. Metode yang digunakan adalah observasi langsung di lokasi penelitian dan metode wawancara terhadap pengrajin anyaman Bamban dan menggunakan metode sensus yang di ambil 100% dari 17 orang pengrajin anyaman Bamban di Desa Tanah Habang. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini bahwa rerata waktu yang diperlukan pengrajin untuk menghasilkan satu buah Tas yaitu 1,83 jam sedangkan rerata untuk membuat satu buah Dompet yaitu 1,08. Rendemen Tas Bamban berkisar antara 63,38% - 80,98% dengan rerata rendemen Tas Bamban yaitu 71,2%, sedangkan untuk rerata rendemen Dompet Bamban yaitu 77,25%.  Rerata kontribusi pendapatan pengrajin terhadap anyaman Bamban sebesar 66% dan terdapat tiga orang dengan kontribusi 100% yaitu pada responden Saripah, Riana, dan Ismi.
IDENTIFIKASI DAN KUALITAS HIDUP TANAMAN SISIPAN PADA LAHAN PASCATAMBANG BATUBARA PT JORONG BARUTAMA GRESTON Ramadhani Ramadhani; Yudi Firmanul Arifin; Gusti Seransyah Rudy; Ihsan Noor
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 2 Edisi April 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i2.5368

Abstract

The benefits and objectives of this research are to identify and analyze the quality of life of the insert plant, as well as the fertility level of post-mining land, and its effect on the quality of life of the insert plant. The research method used is to conduct a survey to calculate the percentage of plant growth, plant health, while to determine soil fertility by observing the physical and chemical properties of the soil where the insert plant grows. The results showed that the highest percentage of plant growth was found at the UC West Dump location, planting year 2012 with a value of 84.44% while the highest percentage of plant health was found at location M45 C in 2010 planting year with a figure of 86.11%. The results of soil analysis show that PT JBG's post-mining land is considered infertile, both soil physics in the form of high sand fraction, low permeability, low porosity and high bulk density, while soil chemistry in the form of pH, CEC, KB, C-oranic content, phosphorus, potassium is low. The content of iron, sulfur, and manganese is high and is toxic to plantsAdapun Manfaat beserta tujuan dari penelitian ini ialah mengidentifikasi dan menganalisis kualitas hidup tanaman Sisipan, serta tingkat kesuburan lahan Pasca tambang, serta pengaruhnya terhadap kualitas hidup tanaman sisipan. Metode penelitian yang dilakukan adalah melakukan survei untuk menghitung persentase tumbuh tanaman, kesehatan tanaman, sedangkan untuk menentukan kesuburan tanah dengan melakukan pengamatan terhadap sifat fisika dan kimia tanah yang menjadi tempat tumbuh tanaman sisipan tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase tumbuh tertinggi tanaman sisipan terdapat pada lokasi UC West Dump, tahun tanam 2012 dengan nilai 84,44% sedangkan persentase kesehatan tanaman tertinggi ditemui di lokasi M45 C tahun tanam 2010 dengan angka 86,11%. Dari hasil analisis tanah menunjukan bahwa lahan pascatambang PT JBG termasuk kurang subur, baik fisika tanah berupa fraksi pasir yang tinggi, permeabilitas rendah, porositas yang rendah serta bulk density yang tinggi, sedangkan kimia tanah berupa pH, KTK, KB, kandungan C-orahanik, fosfor, kalium tergolong rendah.  Adapun kandungan besi, sulfur, juga mangan tergolong tinggi dan bersifat racun bagi tanaman.
RESPON PERTUMBUHAN KAYU PUTIH (Melaleuca leucadendron Linn.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK BIORGANIK GRANUL Muhammad Aldo Paat; Damaris Payung; Eny Dwi Pujawati
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 2 Edisi April 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i2.5357

Abstract

This study aimed to analyze the growth response of eucalyptus to the application of granule biorganic fertilizer. The study was conducted in the village of Cindai Alus, South Kalimantan for 3 months. Observations were made by giving eucalyptus 4 treatments with different doses of bioorganic fertilizer, namely treatment A with a dose of 0 kg, treatment B with a dose of 0.5 kg, treatment C with a dose of 1 kg, and treatment D with a dose of 2 kg. To find out the dose of granular biorganic fertilizer that gives the best growth. There are 3 parameters taken in this observation, namely the increase in height, increase in diameter, and increase in the number of shoots. Based on data collection that has been done, it is known that treatment D has the best growth response, observational data shows that the increase in height is 23.22 cm, diameter is 2.86 mm, and shoots increase is 19 shoots.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon pertumbuhan dari kayu putih terhadap pemberian pupuk biorganik granul. Penelitian dilakukan di desa Cindai Alus, Kalimantan Selatan selama 3 bulan. Pengamatan dilakukan dengan memberikan kayu putih 4 perlakuan dengan takaran pupuk biorganik yang berbeda yaitu perlakuan A dengan takaran 0 kg, perlakuan B dengan takaran 0,5 kg, perlakuan C dengan takaran 1 kg, dan perlakuan D dengan takaran 2 kg, pemberian perlakuan ini bertujuan untuk mengentahui takaran dari pupuk biorganik granul yang memberikan pertumbuhan terbaik. Terdapat 3 parameter yang diambil pada pengamatan ini yaitu pertambahan tinggi, pertambahan diameter, dan pertambahan jumlah tunas. Berdasarkan pengambilan data yang telah dilakukan diketahui bahwa perlakuan D memiliki respon pertumbuhan yang terbaik, data pengamatan menunjukkan bahwa pertambahan tinggi sebesar 23,22 cm, pertambahan diameter sebesar 2,86 mm, dan pertambahan tunas sebanyak 19 tunas.
Sampul Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 3 Edisi Juni 2022 Trisnu Satriadi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 3 Edisi Juni 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i3.5754

Abstract

INTENSITAS KERUSAKAN DAUN ULIN (Eusideroxylon zwageri) DI MINIATUR HUTAN HUJAN TROPIS (MH2T) BANJARBARU Wilda Destyan; Dina Naemah; Susilawati Susilawati
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 2 Edisi April 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i2.5325

Abstract

The calculation of the intensity of ulin leaf damage (Eusideroxylon zwageri) can provide information on leaf damage in Ulin (Eusideroxylon zwageri) on MH2T so that damage can be minimized and can be controlled. The purpose of this study was to calculate the intensity of leaf damage, and to calculate the percentage of leaf damage in ironwood plants as a whole. Determination of the direct sample point of ironwood (E.zwageri) by purposive sampling, observing one by one the ironwood plant (E.zwageri), especially the parts of the leaves, which were sorted based on defects and leaf spots in the research plot. The results showed that the form of damage to ironwood leaves (E.zwageri) had a damage intensity of 38.71%. The most dominant damage was spotting and leaf defects. From the results of the research conducted, the intensity of damage to ironwood leaves (E.zwageri) was 38.71%. The percentage of damage to the leaves of the Ulin plant was 27.73%.Perhitungan mengenai intensitas kerusakan daun ulin (Eusideroxylon zwageri) dapat memberikan informasi tentang kerusakan daun yang ada pada Tanaman Ulin (Eusideroxylon zwageri) di MH2T sehingga kerusakan dapat diminimalisasi dan dapat dikendalikan. Tujuan penelitian ini adalah menghitung intensitas kerusakan daun, dan menghitung peresentase kerusakan daun pada tanaman ulin secara keseluruhan. Penentuan titik sampel secara langsung tanaman ulin (E.zwageri) dengan cara purposive sampling, mengamati satu persatu tanaman ulin (E.zwageri) khususnya bagian daun yang dipilah berdasarkan cacat dan bercak daun dalam plot penelitian. Hasil penelitian menunjukan bentuk kerusakan daun ulin (E.zwageri) mempunyai intensitas kerusakan 38,71%. Adapun kerusakan yang paling dominan adalah bercak dan cacat daun.  Dari hasil penelitian yang dilakukan, intensitas kerusakan daun tanaman ulin (E.zwageri) 38,71%. Persentasi kerusakan pada daun tanaman Ulin adalah sebesar 27,73%
PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN LAHAN DENGAN SISTEM AGROFORESTRI DI PT. CITRA PUTRA KEBUN ASRI AREAL KERJASAMA OPERASI (KSO) PT. INHUTANI III KABUPATEN TANAH LAUT Alma Rohana; Hafizianor Hafizianor; Asysyifa Asysyifa
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 3 Edisi Juni 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i3.5715

Abstract

This study aims to describe the activities of the community's role in land management with agroforestry systems at PT. Citra Putra Kebun Asri Area of Joint Operation (KSO) PT. Inhutani III Tanah Laut District and Analyzing the factors that influence the role of the community At PT. Citra Putra Kebun Asri Area of Joint Operation (KSO) PT. Inhutani III Tanah Laut Regency. The object of this research is the community members of farmer groups who manage the land. The type of data from this research consists of what is needed to answer the research objectives in the form of primary data and secondary data. The results of the research on community participation amounted to 21 respondents 100% participating in managing land through farmer groups in Alur Sabuhur Village. There is one factor that influences participation, namely the variable area of land.Penelitian ini bertujuan Mendeskripsikan kegiatan peran masyarakat dalam pengolahan lahan dengan sistem agroforestri di PT. Citra Putra Kebun Asri Areal Kerjasama Operasi (KSO) PT. Inhutani III Kabupaten Tanah Laut dan Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi peran masyarakat Di PT. Citra Putra Kebun Asri Areal Kerjasama Operasi (KSO) PT. Inhutani III Kabupaten Tanah Laut. Obyek dari penelitian ini yaitu masyarakat anggota kelompok tani yang mengelola lahan. Jenis data dari penelitian ini terdiri atas apa yang diperlukan untuk menjawab tujuan penelitian berupa data primer dan data sekunder. Hasil dari penelitian   peran serta masyarakat berjumlah 21 responden 100% berperan serta  dalam  mengelola lahan melalui kelompok tani yang terdapat di Desa Alur Sabuhur. Terdapat 1 faktor yang berpengaruh terhadap peran serta yaitu variabel luas lahan
SEBARAN TUMBUHAN ULIN (Eusideroxylon zwageri) DI KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS (KHDTK) KINTAP PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Riski Dwi Saputro; Mufidah Asyari; Badaruddin Badaruddin
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 3 Edisi Juni 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i3.5734

Abstract

Ulin (Eusideroxylon zwageri) is a tree composed of wet tropical forests which is spread over almost the entire southern part of Sumatra, The Bangka-Belitung Islands and the entire Kalimantan region, this type of ironwood (Eusideroxylon zwageri) which is also known as belian and borneo iron wood, including one of the native tree species on the island of Borneo. The purpose of this study was to calculate the potential distribution of ironwood in the Kintap Special Purpose Forest Area (KHDTK). Mapping the distribution of ironwood found in the Kintap Special Purpose Forest Area (KHDTK) plot. The method used is the transect line method. The results of the potential distribution of ironwood at the tree level are 17 and have an IVI value of 168,45, for the pole level as much as 16 and has an INP value of 55,63, for the stake level there is 1 has an INP value of 6.14, there are 8 seedlings, which have an IVI value of 53,87. Ironwood plants are mostly located at an altitude of 50-65 m above sea level because of rare flooding and erosion, so that ironwood plants can grow well from an ecological aspect and ironwood grows well in tropical forestsUlin (Eusideroxylon zwageri) merupakan pohon yang tersusun dari hutan tropis basah yang tersebar dihampir seluruh wilayah Sumatera bagian selatan, Kepulauan Bangka-Belitung dan seluruh wilayah Kalimantan, jenis Ulin ini (Eusideroxylon zwageri) yang juga dikenal dengan nama belian dan kayu besi borneo, termasuk salah satu jenis pohon asli pulau Kalimantan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menghitung potensi sebaran tumbuhan Ulin di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kintap. Memetakan sebaran tumbuhan Ulin yang terdapat di Plot Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kintap. Metode yang dilakukan yaitu metode jalur transek . Hasil potensi sebaran tumbuhan Ulin yang paling banyak tingkat pohon sebanyak 17 dan memiliki nilai INP sebesar 31,06, untuk tingkat tiang sebanyak 16 dan memiliki nilai INP sebesar 55,63, untuk tingkat pancang ada 1 memiliki nilai INP sebesar 6,14, untuk tingkat semai ada 8 memiliki nilai INP sebesar 53,87. Tumbuhan Ulin sebagian besar berada pada ketinggian 50-65 m dari permukaan laut karena jarang terjadi banjir dan erosi sehingga membuat tumbuhan Ulin tersebut dapat tumbuh dengan baik dari aspek ekologi dan Ulin tumbuh dengan baik pada hutan tropis

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025 Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024 Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024 Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024 Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024 Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024 Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024 Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023 Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023 Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023 Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 3 Edisi Juni 2023 Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 2 Edisi April 2023 Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 1 Edisi Februari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022 Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022 Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022 Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 3 Edisi Juni 2022 Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 2 Edisi April 2022 Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022 Vol 3, No 6 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Volume 3 No 6 Edisi Desember 2020 Vol 4, No 6 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 6 Edisi Desember 2021 Vol 4, No 5 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 5 Edisi Oktober 2021 Vol 4, No 4 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 4 Edisi Agustus 2021 Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 3 Edisi Juni 2021 Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 2 Edisi April 2021 Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 1 Edisi Februari 2021 Vol 3, No 5 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 5, Edisi Oktober 2020 Vol 3, No 4 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 4, Edisi Agustus 2020 Vol 3, No 3 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 3, Edisi Juni 2020 Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 2, Edisi April 2020 Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 1, Edisi Februari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 6, Edisi Desember 2019 Vol 2, No 5 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 5, Edisi Oktober 2019 Vol 2, No 4 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 4, Edisi Agustus 2019 Vol 2, No 3 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 3, Edisi Juni 2019 Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 2, Edisi April 2019 Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 1, Edisi Februari 2019 Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 2, Edisi Oktober 2018 Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 1, Edisi Agustus 2018 More Issue