cover
Contact Name
Trisnu Satriadi
Contact Email
sylva.scientaeae@ulm.ac.id
Phone
+6285101185530
Journal Mail Official
trisnu.satriadi@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani Km 36 Simpang Empat Banjarbaru Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Sylva Scienteae
ISSN : -     EISSN : 26228963     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Sylva Scienteae merupakan jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang kehutanan, meliputi Teknologi Hasil Hutan, Manajemen Hutan, Budidaya Hutan, dan Konservasi Hutan. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Terbit pertama kali di bulan Agustus 2018. Pada Tahun 2018 hanya mengeluarkan dua edisi yaitu Agustus dan Oktober. Selanjutnya pada tahun 2019 sampai sekarang, jurnal dipublikasikan sebanyak 6 edisi, yaitu Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember.
Articles 791 Documents
TINGKAT PENGUASAAN JENIS TUMBUHAN BAWAH PADA TEGAKAN AREN (Arenga pinnata Merr) DI KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Abdurrahman Sidik; Dina Naemah; Normela Rachmawati
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i5.6696

Abstract

Indonesia has a very large and very large forest area to be used for the benefit of living things, both in the form of wood and not wood, such as palm plants. Palm plants have high economic potential because almost all of their parts can provide financial benefits. One of the ecosystem members that plays an important role in the growth of palm tree stands and ecosystem balance is the lower plants. The diversity of lower plants is one that is very eye-catching around the palm stand because it is very diverse and provides a different community structure, so it is very interesting to study further. This study aims to look at the diversity of plant species below around the palm stand (Arenga pinnata Merr) in Hulu Sungai Selatan Regency. Data capture uses a circle measuring tile with a radius of 1 meter and a distance between measuring plots of 10 meters as much as 20 measuring plots with purposive sampling starting point determination. The inventory results showed that found as many as 21 types of lower plants with the greatest level of mastery in this study were the Type of Lyrics (Phrynium pubinerve) with an important value of 63.64%, ground orchids (Curculigo latifolia dryand) with an important value of 48.82%, Cambai (Piper baccatum Blume) with an important value of 38.90%.Indonesia memiliki kawasan hutan yang sangat luas dan sangat banyak manfaatnya bagi kepentingan makhluk hidup, baik berupa kayu maupun bukan kayu, seperti tanaman aren. Nilai ekonomi tanaman aren dianggap tinggi karena hampir semua bagiannya dari tanaman tersebut dapat dimanfaatkan sehingga memberikan keuntungan finansial. Salah satu anggota ekosistem yang berperan penting terhadap pertumbuhan tegakan pohon aren serta keseimbangan ekosistem adalah tumbuhan bawah. Keanekaragaman tumbuhan bawah merupakan salah satu yang sangat menarik perhatian di sekitar tegakan aren karena sangat beragam dan memberikan struktur komunitas yang berbeda, sehingga sangat menarik untuk dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat keanekaragaman jenis tumbuhan bawah di sekitar tegakan aren (Arenga pinnata Merr) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Pengambilan data menggunakan petak ukur lingkaran dengan jari-jari 1 meter dan jarak antar petak ukur 10 meter sebanyak 20 petak ukur dengan penentuan titik awal secara purposive sampling. Hasil inventarisasi menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 21 jenis tumbuhan bawah dengan tingkat penguasaan jenis terbesar pada penelitian ini adalah jenis Lirik (Phrynium pubinerve) dengan nilai penting 63,64%, Anggrek tanah (Curculigo latifolia dryand) dengan nilai penting 48,82%, Cambai (Piper baccatum Blume) dengan nilai penting 38,90%
UPAYA PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI MASA PANDEMI COVID-19 DI KAMPUNG SUNGAI KARANGAN KELURAHAN LANDASAN ULIN TIMUR Firdaus Firdaus; Fonny Rianawati; Rina Muhayah Noor Pitri
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i6.7137

Abstract

Efforts to control forest and land fires during the COVID-19 pandemic in East Ulin Basin Village, Sungai Karangan Village, Landasan Ulin District, Banjarbaru. Tambak Buluh, Kampung Sungai Karangan was chosen as the research location because from information from Manggala Agni and field surveys, repeated fires have occurred in recent years, and the COVID-19 pandemic can affect communities around the burned areas. This study uses quantitative methods with a qualitative approach, namely processing all data obtained from questionnaires during the study and processed using simple statistics. Data processing is carried out through the stages of reduction, presentation of data and drawing conclusions. The data collected is data on characteristics and efforts to control forest and land fires during the Covid-19 pandemic and before the Covid-19 pandemic in Sungai Karangan Village, East Ulin Landas Village. The forest and land fire control carried out in Sungai Karangan Village is in the moderately active category with a total score of 147 and an average of 1.93 rounded up to a score of 2. The assessment of the individual characteristics of the Sungai Karangan community based on the assessment shows moderate individual characteristics with a score of 17.08 and has potential in developing efforts to control forest and land firesUpaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan saat pandemi COVID-19 di Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kampung Sungai Karangan, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru. Tambak Buluh, Kampung Sungai Karangan dipilih menjadi lokasi penelitian karena dari informasi Manggala Agni dan survei lapangan, terus terjadi kebakaran berulang dari beberapa tahun terakhir, serta dengan adanya pandemi COVID-19 dapat mempengaruhi masyarakat di sekitar kawasan yang terbakar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan kualitatif yaitu mengolah seluruh data yang diperoleh dari kuesioner selama penelitian dan diolah menggunakan statistik sederhana. Pengolahan data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Data yang dikumpulkan data karakterisitik dan upaya-upaya pengendalian karhutla selama pandemi Covid-19 dan sebelum pandemi Covid-19 di Kampung Sungai Karangan, Kelurahan Landasan Ulin Timur. Pengendalian karhutla yang dilaksanakan di Kampung Sungai Karangan berada dalam kategori cukup aktif dengan nilai total 147 dan rata-rata 1,93 dibulatkan menjadi skor 2. Penilaian karakteristik individu masyarakat Kampung Sungai Karangan berdasarkan penilaian menunjukkan karakteristik individu sedang dengan skor 17,08 dan memiliki potensi dalam mengembangkan upaya pengendalian karhutla
Sampul Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022 Trisnu Satriadi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i4.6266

Abstract

ANALISIS KUALITAS HIDUP DAN KESEHATAN TANAMAN POKOK DI DESA RANTAU BAKULA OLEH PD. BARAMARTA KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN Arief Eddy Suprapto; Gusti Syeransyah Rudy; Setia Budi Peran
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i6.7128

Abstract

There is an obligation to provide compensation land, carry out reforestation of compensation land and planting in the framework of forest reclamation for owners of Forest Area Loan Permits (IPPKH). Carrying out the reclamation requires some treatment such as silviculture actions in order for its reclamation activities to succeed, to increase the success of plant health is needed as a guideline in the future in the implementation of forest reclamation. The purpose of this study was to evaluate the health of reclaimed plants of rubber and hazelnut types that exist in PD. Baratama Rantau Bakula Village, Sungai Pinang District, Banjar Regency, South Kalimantan. The results showed that at the observation site found each as many as 63 plants in the type of rubber and hazelnut plants. In rubber plants there are as many as 38 healthy rubber plants, 6 plants are less healthy, 7 plants languish and 12 plants that die with a percentage of plant life of 80.9% and the percentage of plant health of 74.5% in healthy plant conditions. In hazelnut plants there are 44 healthy plants, 7 plants are less healthy, 3 plants languish and 9 plants that die with a percentage of plant life of 85.7% and the percentage of plant health of 81.5% healthy conditionsAdanya kewajiban untuk menyediakan lahan kompensasi, melaksanakan reboisasi lahan kompensasi dan melakukan penanaman dalam rangka reklamasi hutan bagi pemilik Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH). Melaksanakan reklamasi tersebut diperlukan beberapa perlakuan seperti tindakan-tindakan silvikultur agar kegiatan reklamasinya berhasil, untuk meningkat keberhasilan tersebut diperlukan evaluasi kesehatan tanaman sebagai pedoman ke depannya dalam pelaksanaan reklamasi hutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kesehatan tanaman reklamasi jenis karet dan kemiri yang ada di PD. Baratama Desa Rantau Bakula Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lokasi pengamatan ditemukan masing-masing sebanyak 63 tanaman pada jenis tanaman karet dan kemiri. Pada tanaman karet terdapat sebanyak 38 tanaman karet yang sehat, 6 tanaman kurang sehat, 7 tanaman merana dan 12 tanaman yang mati dengan persentase hidup tanamannya sebesar 80,9% dan persentase kesehatan tanamannya sebesar 74,5% pada kondisi tanaman sehat. Pada tanaman kemiri terdapat 44 tanaman sehat, 7 tanaman kurang sehat, 3 tanaman merana dan 9 tanaman yang mati dengan persentase hidup tanamannya sebesar 85,7% dan persentase kesehatan tanamannya sebesar 81,5% kondisi sehat
PERSEPSI DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP RENCANA KAWASAN EKONOMI KHUSUS KEPARIWISATAAN DESA KIRAM KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR Selimi Guspianor; Hafizianor Hafizianor; Setia Budi Peran
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i4.6149

Abstract

The perceptions and attitudes necessary to know of the community to support the existence of the Special Economic Zone for Tourism Plan which is located in Kiram Village, Karang Intan District, Banjar Regency. This study aims to determine the perceptions and attitudes of the community towards the special economic zone for tourism in Kiram Village. This study uses a quantitative social approach that prioritizes a mathematical approach with a total of 110 respondents. Data collection methods used in this study using questionnaires, observation and literature study. Data analysis used a quantitative approach with the Linkert formula and Levis modification. The assessment of public perceptions of the existence of the Kiram Village special economic zone is good (83.87%), while the assessment of community attitudes towards the existence of the Kiram Village special economic zone is strongly agree (88.47%). Some of the respondents who did not have an opinion on the assessment of community perceptions and were neutral on the assessment of attitudes towards the existence of the special economic zone for tourism in Kiram Village because they did not understand the concept of the special economic zone for tourism. In general, the existence of special economic zones for tourism is supported by the local government and the community. An integrated ecotourism management system is needed to build sustainable and community-based ecotourism.Persepsi dan sikap masyarakat perlu diketahui untuk mendukung adanya Rencana Kawasan Ekonomi Khusus Kepariwisataan yang terletak di Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan sikap masyarakat terhadap kawasan ekonomi khusus kepariwisataan Desa Kiram. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosial kuantitatif yang mengutamakan pendekatan matematis dengan jumlah responden 110 responden. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan kuisioner, observasi dan studi literatur. Analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rumus Linkert dan Modifikasi Levis. Penilaian persepsi masyarakat terhadap keberadaan kawasan ekonomi khusus kepariwisataan Desa Kiram termasuk baik (83,87%), sedangkan untuk penilaian sikap masyarakat terhadap keberadaan kawasan ekonomi khusus kepariwisataan Desa Kiram termasuk sangat setuju (88,47%). Sebagian responden yang tidak berpendapat pada penilaian persepsi masyarakat dan netral pada penilaian sikap terhadap keberadaan kawasan ekonomi khusus kepariwisataan Desa Kiram karena tidak memahami konsep kawasan ekonomi khusus kepariwisataan. Secara umum keberadaan kawasan ekonomi khusus kepariwisataan didukung oleh pemerintah daerah dan masyarakat. Sistem pengelolaan ekowisata agar menjadi berkelanjutan harus dilakukan berbasis masyarakat dan secara terpadu.
ANALISIS VEGETASI TUMBUHAN BAWAH DI HUTAN RAWA GAMBUT KABUPATEN BANJAR Kardiannor Kardiannor; Dina Naemah; Normela Rachmawati
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i4.6137

Abstract

Undergrowth has an important function for soil fertility because it is a source of litter. The undergrowth plants on peatlands that have various types can be used by the surrounding community for both medicinal plants and food sources. Peatlands have an important ecological function as a life support ecosystem. The composition and structure of plants can be used to see the dominance of a plant species in the area. This study aims to identify understorey species, analyze the level of control of understorey species found in the Peat Swamp Forest, Gambut District, Banjar Regency. This peat swamp area has a characteristic that it is always flooded and acidic, therefore only certain plants can live. Collecting data from the field using the checkered path method. Data analysis used the calculation of Significant Value (INP), Species Diversity Index the Shanon-Wiener (H') and Summed Dominance Ratio (SDR). The types of understorey found in this study were 25 species of understorey from 19 families. The three understorey species that have the highest importance are Chrysopogon aciculatus: 48.83% (Poaceae: Fam), Ludwigia adscendens: 31.40% (Poaceae: Fam), Lepironia articulate: 24.01% (Cyperaceae: Fam), Rhodomyrtus tomentosa: 19.21% (Myrtaceae: Fam), and Cyperus esculentus: 19.17% (Cyperaceae: Fam)Tumbuhan bawah memiliki fungsi penting untuk kesuburan tanah karena merupakan salah satu sumber serasah. Tumbuhan bawah di lahan gambut yang memiliki bervariasi dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar baik untuk tumbuhan obat maupun sumber pangan. Lahan gambut memiliki fungsi ekologis penting sebagai ekosistem penyangga kehidupan. Komposisi dan struktur tumbuhan dapat digunakan untuk melihat dominansi suatu jenis tumbuhan di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan bawah, menganalisa tingkat penguasaan jenis tumbuhan bawah yang terdapat di Hutan Rawa Gambut Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar. Wilayah rawa gambut ini memiliki ciri khas selalu tergenang dan bersifat masam oleh karena itu hanya tumbuhan tertentu saja yang dapat hidup. Pengambilan data dari lapangan menggunakan metode jalur berpetak. Analisis data menggunakan perhitungan Nilai Penting (INP), Indeks Keanekaragaman jenis Shanon-Wiener (H’), dan Summed Dominance Ratio (SDR) dan. Jenis tumbuhan bawah yang ditemukan pada penelitian ini adalah 25 jenis tumbuhan bawah dari 19 famili. Tiga jenis tumbuhan bawah yang memiliki nilai penting tertinggi ialah jenis Chrysopogon aciculatus: 48,83% (Poaceae: Fam), jenis Ludwigia adscendens: 31,40% (Poaceae: Fam), jenis Lepironia articulate: 24,01% (Cyperaceae: Fam), Rhodomyrtus tomentosa: 19,21% (Myrtaceae: Fam), dan jenis Cyperus esculentus: 19,17% (Cyperaceae: Fam).
ANALISIS KORELASI NILAI NORMALIZED DIFFERENCE VEGETATION INDEX (NDVI) DENGAN SUHU PERMUKAAN TANAH DI KHDTK UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT Wilda Hatipah Yasmine; Ahmad Jauhari; Rina Muhayah Noor Pitri
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i5.6701

Abstract

This study means to examine the correlation of the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) with the land surface temperature at KHDTK of Lambung Mangkurat University using a combination of remote sensing, GIS, and field observations. The results showed that in the KHDTK area, the NDVI values ranged from 0.07 to 0.88. The estimation of land surface temperature based on the validation between the temperature of the image analysis results and the results of field observations ranged from 25.60°C to 31.90°C. The results of the geostatistical correlation analysis obtained the equation y = 35.5551 – 8.86213x with a coefficient of determination (R2) of 0,3623 and a correlation coefficient (r) of 0.6019. From this equation, it can be interpreted that NDVI and land surface temperature have a negative correlation or are inversely proportional to the level of a strong correlationPenelitian ini bertujuan menganalisis korelasi nilai Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dengan suhu permukaan tanah di KHDTK Universitas Lambung Mangkurat menggunakan teknik kombinasi antara penginderaan jauh, SIG dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan pada area KHDTK nilai NDVI berkisar antara 0,07 sampai 0,88. Estimasi suhu permukaan tanah berdasarkan validasi antara suhu hasil analisis citra dengan hasil observasi lapangan berkisar antara 25,60°C sampai dengan 31,90°C. Hasil analisis korelasi geostatistik didapatkan persamaan y = 35,5551 – 8,86213x dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,3623 dan koefisien korelasi (r) sebesar 0,6019. Dari persamaan tersebut dapat diartikan antara NDVI dengan suhu permukaan tanah memiliki korelasi negatif atau berbanding terbalik dengan tingkat hubungan korelasi kuat
ANALISIS KOMPOSISI DAN STRUKTUR VEGETASI HUTAN SEKUNDER DI HUTAN LINDUNG GUNUNG KERAMAIAN DESA UJUNG BATU KECAMATAN PLEIHARI KABUPATEN TANAH LAUT Akhmad Muhadjir; Gusti Syeransyah Rudy; Basir Achmad
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i6.7142

Abstract

Tanah Laut District has an area of 9,375 hectares of protected forest which is spread out in one unified whole, one of which is the Gunung Keramian protected forest. The role of protected forests is very important as a life support, but damage to the protected forest area of Gunung Keramaian continues to occur, such as conversion of land to plantations and natural disasters (landslides). Therefore it is necessary to improve vegetation in protected forest areas, but before making improvements by planting, it would be better to first know the local species that grow and develop in the protected forest area of Gunung Keramaian. This study aims to determine the composition and structure of the vegetation. The method of determining the Starting Point for the placement of observation plots used purposive sampling. Processing of data to determine the composition of vegetation types and to determine the structure of the vegetation used an important value index (INP), and an analysis of the diversity and evenness indices. The results showed that the species composition contained 46 plant species. The seedling and sapling levels were dominated by mali-mali, the pole level was dominated by mahang and tree level was dominated by luwa. The diversity index was in the medium criteria, while the evenness index was in the high criteriaKabupaten Tanah Laut memiliki luas kawasan hutan lindung mencapai 9.375 hektar yang tersebar tidak menyatu dalam satu-kesatuan yang utuh, salah satunya hutan lindung Gunung Keramian. Peran hutan lindung sangat penting sebagai penyangga kehidupan, namun kerusakan pada kawasan hutan lindung Gunung Keramaian terus saja terjadi, seperti konversi lahan menjadi perkebunan dan bencana alam (tanah longsor). Oleh karena itu perbaikan vegetasi pada kawasan hutan lindung perlu dilakukan, namun sebelum melakukan perbaikan dengan cara penanaman maka alangkah baiknya terlebih dahulu mengetahui jenis lokal yang tumbuh dan berkembang di kawasan hutan lindung Gunung Keramaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan struktur vegetasi. Metode penentuan Starting Point untuk penempatan plot pengamatan menggunakan purpossive sampling. Pengolahan data untuk mengetahui komposisi jenis vegetasi serta mengetahui struktur vegetasi menggunakan indeks nilai penting (INP), menggunakan analisis indeks keanekaragaman dan indeks kemerataan. Hasil yang didapat menunjukkan komposisi jenis terdapat 46 jenis tumbuhan. Tingkat semai dan pancang didominansi oleh mali-mali, tingkat tiang didominansi oleh mahang dan tingkat pohon didominansi oleh luwa. Indeks keanekaragaman berada pada kriteria sedang, semetara indeks kemerataan berada pada kriteria tinggi.
ANALISIS DEBIT AIR DI DAERAH TANGKAPAN AIR (DTA) BARABAI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Noraito Gultom; Badaruddin Badaruddin; Syarifuddin Kadir
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i5.6693

Abstract

Water discharge is the rate of water flow in a river channel in a certain volume per unit time. This study aims to analyze water discharge and water level, analyze the relationship between water discharge and water level in the Barabai catchment area, Hulu Sungai Tengah Regency. Measurement of water discharge is done using the float method. The resulst obtained at the first point mean that the water discharge is 17.31 m3/second with an average water level of 1 m. At the second point the average water discharge is 15.43 m3/second  with an average water level of 0.98 m. At the third point the average water discharge is 16.61 m3/second with an average water level of 0.46 m. The relationship between water discharge and water level at the first point is 0.9835, the second point is 0.9969, and at the third point is 0.9948, which means that the three have a very strong correlationDebit air merupakan laju aliran air pada saluran sungai dalam volume persatuan waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis debit air dan tinggi muka air, menganalisis hubungan antara debit air dan tinggi muka air di DTA Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Pengukuran debit air dilakukan dengan menggunakan metode pelampung. Hasil yang diperoleh pada titik pertama rata-rata debit air 17,31 m3/detik dengan tingi muka air rata-rata 1 m. Pada titik kedua rata-rata debit air 15,43 m3/detik dengan tinggi muka air rata-rata 0,98 m. Pada titik ketiga rata-rata debit air 16,61 m3/detik dengan tinggi muka air rata-rata 0,46 m. Hubungan debit air dengan tinggi muka air pada titik pertama adalah 0,9835, titik kedua adalah 0,9969, dan pada titik ketiga adalah 0,9948 yang berarti ketiganya memiliki korelasi yang sangat kuat.
PERAN SERTA MASYARAKAT PEDULI API (MPA) DALAM PENANGGULANGAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI DESA AWANG BANGKAL TIMUR, KALIMANTAN SELATAN Mega Mendawai Putri Utami; Normela Rachmawati; Susilawati Susilawati
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i6.7133

Abstract

This study aims to analyze the factors causing forest and land fires in Awang Bangkal Timur Village and the role of the Palawangan MPA in Awang Bangkal Timur. Collecting data using a questionnaire by conducting interviews in the field. Data analysis and data processing in this study were grouped into 2, namely the factors causing forest and land fires using tabulation, while for data analysis to measure the factors causing forest and land fires using the chi square test. The participation of the MPA uses descriptive qualitative methods and quantitative analysis. MPA participation analysis using Likert scale. The causes of forest and land fires in Awang Village, East Bangkal were caused by search (53%), cultivation (21%), grazing (5%), fire from other areas (11%) and unknown cause (11%). The results of the research on the Participation of the Palawangan MPA in Awang Bangkal Timur show that the Palawangan MPA has actively participated in the prevention and control of forest and land fires, this is based on the questionnaire getting a high score and category which means that every activity is carried out wellPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab karhutla di Desa Awang Bangkal Timur dan peran serta MPA Palawangan Awang Bangkal Timur. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan melakukan wawancara di lapangan. Analisis data dan pengolahan data pada penelitian ini dikelompokan menjadi 2 yaitu pada faktor penyebab karhutla menggunakan analisis tabulasi, sedangkan untuk data kuantitatif untuk mengukur faktor-faktor penyebab karhutla menggunakan uji chi square. Peran serta MPA menggunakan metode deskriptif kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis peran serta MPA dengan menggunakan Skala likert. Faktor penyebab karhutla di Desa Awang Bangkal Timur disebabkan perkemahan dan perburuan (53%), perladangan (21%), penggembalaan (5%), api dari daerah lain (11%) dan tidak diketahui penyebab (11%). Hasil penelitian mengenai Peran serta MPA Palawangan Awang Bangkal Timur menunjukan bahwa MPA Palawangan telah berperan serta aktif dalam hal pencegahan dan penanggulangan karhutla, hal ini didasarkan pada kuesioner mendapatkan skor dan kategori tinggi yang berarti setiap kegiatan dijalankan dengan baik

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025 Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024 Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024 Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024 Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024 Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024 Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024 Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023 Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023 Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023 Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 3 Edisi Juni 2023 Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 2 Edisi April 2023 Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 1 Edisi Februari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022 Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022 Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022 Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 3 Edisi Juni 2022 Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 2 Edisi April 2022 Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022 Vol 3, No 6 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Volume 3 No 6 Edisi Desember 2020 Vol 4, No 6 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 6 Edisi Desember 2021 Vol 4, No 5 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 5 Edisi Oktober 2021 Vol 4, No 4 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 4 Edisi Agustus 2021 Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 3 Edisi Juni 2021 Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 2 Edisi April 2021 Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 1 Edisi Februari 2021 Vol 3, No 5 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 5, Edisi Oktober 2020 Vol 3, No 4 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 4, Edisi Agustus 2020 Vol 3, No 3 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 3, Edisi Juni 2020 Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 2, Edisi April 2020 Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 1, Edisi Februari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 6, Edisi Desember 2019 Vol 2, No 5 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 5, Edisi Oktober 2019 Vol 2, No 4 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 4, Edisi Agustus 2019 Vol 2, No 3 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 3, Edisi Juni 2019 Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 2, Edisi April 2019 Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 1, Edisi Februari 2019 Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 2, Edisi Oktober 2018 Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 1, Edisi Agustus 2018 More Issue