cover
Contact Name
Suwito
Contact Email
jurnal.unhan@idu.ac.id
Phone
+628121550347
Journal Mail Official
jurnal.unhan@idu.ac.id
Editorial Address
niversitas Pertahanan Republik Indonesia ( UNHAN RI) Kompleks IPSC Sentul - Bogor 15141 Telp. 021-29618754 Fax. 021-29618773 Website : www.idu.ac.id
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
ISSN : 26205262     EISSN : 26207400     DOI : 10.33172/jpbh
Jurnal Pertahanan & Bela Negara adalah merupakan wadah para dosen, peneliti, dan mahasiswa untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi akademik, sekaligus perwujudan kontribusi intelektual terhadap perkembangan keilmuan di bidang Pertahanan dan Bela Negara melalui tulisan ilmiah baik berupa kajian maupun hasil penelitian. Jurnal Pertahanan & Bela Negara diterbitkan setiap tiga bulan sekali dalam setahun, yakni bulan April, Agustus dan Desember. Tujuan utama Jurnal Pertahanan & Bela Negara adalah untuk mengembangkan, memperkaya, dan menjadi referensi kajian bidang ilmu pertahanan dan bela negara, serta menjadi bahan pembelajaran dan pengkajian bagi para akademisi yang memiliki fokus dan minat pada bidang ilmu pertahanan dan bela negara. Jurnal Pertahanan & Bela Negara melingkupi kajian ilmu pertahanan dan bela negara dari perspektif strategi, manajemen, kebijakan, dan teknologi pertahanan, serta bidang kajian lainnya yang terkait ilmu pertahanan dan bela negara.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 270 Documents
THE IMPLEMENTATION OF KODIM 0204/DS SOCIAL COMMUNICATION IN PREVENTING RADICALISM IN DELI SERDANG Rakhmat Shaleh Siregar; Bambang Wahyudi; Haposan Simatupang
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English)
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.571 KB) | DOI: 10.33172/jpbh.v9i2.575

Abstract

The current spread of radicalism has attacked all levels of society, especially the younger generation, which if not immediately prevented, will pose a threat for the stability and security in Indonesia, including in Deli Serdang. Kodim 0204/DS is a Teritorial Unit whose one of main duties is to carry out territorial development. Territorial development is carried using Social Communication method, TNI Service and Regional Resistance Development. This study is designed to gain an understanding of the implementation of Social Communication activities in preventing radicalism. This study aims to: first, analyze Social Communication by Kodim 0204/DS in Deli Serdang; second, analyze the implementation of social communication by Kodim 0204/DS in preventing radicalism in Deli Serdang. This study employs qualitative methods. The data were obtained through observation, interviews, documentation and triangulation. Data analysis techniques were mostly performed in conjunction with the data collection during field visit. Research sites is in Deli Serdang. This study finds that: 1) Social Communication can theoretically be implemented according to existing territorial development program even though its implementation is not optimal and needs to be improved on aspects that support communication processes, i.e. sources, messages, media, recipients, influences, feedback and environment; 2) The implementation of Social Communication is supported by means, ways and ends, namely to prevent radicalism in Deli Serdang. Social Communication by Kodim 0204/DS in preventing radicalism can be implemented but needs to be improved. This study recommends the optimization of elements that support communication process.Keywords: Implementation, social communication, prevention, radicalism
PERAN DIPLOMASI PERTAHANAN DALAM PENGADAAN ALUTSISTA : STUDI KASUS PENGADAAN HELIKOPTER ANGKUT BERAT TNI Sulaiman, Yohanes
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 6, No 3 (2016): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.623 KB) | DOI: 10.33172/jpbh.v6i3.316

Abstract

Pada tanggal 20 Juli 2016, Presiden Joko Widodo dalam amanatnya dalam Rapat Terbatas bidang pertahanan dan keamanan menegaskan agar kebijakan pengadaan alutsista TNI berdasarkan kebutuhan – bukan keinginan. Artikel ini mencoba mengelaborasi maksud dari amanat Presiden – dalam kerangka diplomasi pertahanan dengan menggunakan program pengadaan helikopter angkut berat di Kementerian Pertahanan sebagai studi kasusnya. Kasus itu menjelaskan amanat Presiden akan lebih efektif jika dilengkapi dengan dua prinsip tambahan, diplomasi pertahanan dan operasional. Kata kunci: tujuh kriteria Presiden Joko Widodo, kebijakan pengadaan alutsista TNI, kebutuhan, keinginan, diplomasi pertahanan, helikopter angkut berat
STRATEGI PEMBANGUNAN KESEHATAN DAN KETAHANAN NASIONAL DALAM PERSPEKTIF DAYA JUANG BANGSA Soroy Lardo
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.634 KB) | DOI: 10.33172/jpbh.v10i1.824

Abstract

Daya tahan bangsa bermakna konsep dan kekuatan memelihara ketahanan nasional mencakup eksistensi di tengah peradaban dan perubahan lingkungan strategis, menuju kondisi dinamis ketahanan nasional untuk memelihara keteraturan, stabilitas, dan potensi terjadinya perubahan (the stability idea of changes). Tantangan dan problematika ketahanan nasional merupakan varian dinamik yang memerlukan pemikiran komprehensif terhadap sistem, kebijakan dan strategi perilaku kebangsaan (behaviour science) yang didukung patriotisme dan energi keamanan kesehatan bangsa terhadap peran TNI untuk mengisi zona dan akumulasi pembangunan kesehatan yang menggambarkan performance keswadayaan dan ketahanan nasional. Daya juang kesehatan bangsa dalam perspektif kekuatan struktural dan partisipatif bertitik tolak kepada kemampuan menggerakkan leadership, metabolic health community dan agent of change yang memenuhi nilai keandalan High Reliability Organization (HRO). Keandalan yang terbentuk akan memicu spirit inovasi dan out the box merangkai suatu jejaring (networking) untuk perubahan, sehingga termanifestasikan sebagai performance keandalan profesional yang menjunjung tinggi potensi kesehatan bangsa dan ketahanan nasional. Sinergitas Sistem Kesehatan Nasional (SKN) dan Sistem Kesehatan Pertahanan (Siskeshan) merupakan jaring yang saling bertaut untuk mendukung upaya pemberdayaan nilai strategis kesehatan nasional. Strategi ini menguatkan jejaring ketahanan nasional (one health) terhadap kompleksitas ancaman global kesehatan yang mengancam ketahanan nasional. Tantangan global dengan adanya Public Health Emergency berupa wabah yang sedemikian cepat dengan problematika yang sulit diprediksi, memicu setiap negara memperkuat daya juang bangsa untuk mensinergikan pembangunan kesehatan berasaskan sistem ketahanan nasional.Kata Kunci : daya tahan bangsa, leadership, agent of change, sinergitas skn-siskeshan, Unhan
PERAN DIPLOMASI PERTAHANAN DALAM MENGATASI TANTANGAN DI BIDANG PERTAHANAN Anwar, Syaiful
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.955 KB) | DOI: 10.33172/jpbh.v4i2.332

Abstract

Terdapat berbagai tantangan yang masih muncul dalam bidang pertahanan Indonesia. Tantangan-tantangan tersebut mencakup masalah-masalah perbatasan dengan beberapa negara tetangga, permasalahan-permasalahan regional, khususnya tumpang tindih pengakuan terhadap wilayah-wilayah maritim, masalah-masalah global khususnya ancaman pembajakan di laut dan rivalitas di antara kekuatan-kekuatan besar. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, diperlukan upaya diplomasi pertahanan secara layak. Indonesia telah menerapkan diplomasi pertahanan sebagai alat penyeimbang dari hard power. Namun, diplomasi pertahanan yang sesuai memerlukan kompetensi yang memadai dari orang-orang yang terlibat dalam diplomasi tersebut. Institusi Kementerian Pertahanan dan TNI perlu memperhatikan hal ini dalam mengembangkan personelnya agar memiliki kompetensi yang baik dalam menangani diplomasi pertahanan. Kata Kunci : diplomasi pertahanan, kompetensi, pertahanan, TNI, kerja sama internasional
THE ROLE OF INFORMATION AND ELECTRONIC TRANSACTIONS (ITE) LAW (LAW NO. 11 OF 2008) AND CYBER ETHICS: NURTURING POSITIVE BEHAVIOR IN THE CYBERSPACE ACCORDING TO PANCASILA FOR THE PEOPLE OF TANGERANG CITY Adi Rio Arianto; Jerry Indrawan; Gesti Anggraini; M. Chairil Akbar Setiawan
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English)
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.318 KB) | DOI: 10.33172/jpbh.v10i2.896

Abstract

This paper aims to find out the factors behind the lack of awareness toward digital literacy and cyber ethics among the people of Tangerang City – specifically, those who live in Neighborhood (RT 03) and Community Associations (RW 01) in Sandratex Street No. 106, Rempoa Urban Village, East Ciputat Sub-district, South Tangerang City, Banten Province, Indonesia. Digital literacy is related to the positive and negative impact of the internet. This paper employs a qualitative method and collects data through an interview and survey with forty people, which is consisted of 30 students, 5 Karang Taruna Rempoa activists, and 5 students’ parents. This paper finds that the implementation of ITE Law has positively impacted the people of Tangerang through various means: first, the people of Tangerang City can make a contribution by becoming a social agent that can prevent and address online radicalism, hoax and online persecution in their neighborhood. This is possible because the ITE Law improves students’ and the community’s cyber literacy significantly; second, the people of Tangerang City can understand about ethics and legal foundation through the socialization of “The Role of ITE Law (Law No. 11 of 2008) and Cyber Ethics” as part of the efforts to prevent online radicalism, hoax and online persecution resulting from free access to the cyberspace; third, the people of Tangerang City can act upon the values of nationalism, national defense and Pancasila that are all contained within the ITE Law (Law No. 11 of 2008) in order to nurture positive behavior in the cyberspace; and fourth, the people of Tangerang City are more aware about the importance of cyber law and ethics in the cyberspace to control positive internet behavior and prevent the negative impact of the internet in all walks of life.Keywords: Cyber, Digital, Ethics, Information and Electronic Transactions (ITE) Law, Pancasila, Tangerang.
KEPEMIMPINAN BERBASIS PEMBERDAYAAN DALAM ALIH TEKNOLOGI: SEBUAH UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS SDM PERTAHANAN INDONESIA Indrawan, Jerry
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.879 KB) | DOI: 10.33172/jpbh.v5i1.349

Abstract

Perkembangan dunia pertahanan dan keamanan global yang sedemikian cepat merupakan tantangan berat yang harus dihadapi Indonesia. Untuk itu, harus ada pemenuhan peningkatan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia pertahanan Indonesia untuk merespon tantangan tersebut. Kualitas sumber daya manusia Indonesia di bidang pertahanan harus dimulai dari sumber daya pemimpin yang mumpuni dan siap bersaing secara global. Dalam dunia militer yang dinamis, pemimpin harus bereaksi cepat dengan wawasan yang tajam agar mampu menganalisa situasi dan mendorong anak buahnya untuk bersikap tanggap menghadapi tantangan yang muncul. Kemandirian industri pertahanan (capability based planning) di Indonesia menjadi concern utama semua stakeholder yang terkait di negeri ini. Jika sebuah negara mampu mandiri dalam pengadaan, maupun pengembangan industri pertahanannya, apalagi mampu meningkatkan penggunaan teknologi canggih dalam industri pertahanannya, posisi tawar negara tersebut pastilah lebih tinggi dalam percaturan politik internasional. Kepemimpinan menjadi penting karena bicara capability based planning tidak mungkin tidak diputuskan di tingkat pengambilan keputusan. Indonesia memerlukan alih teknologi (Transfer of Technology) untuk meningkatkan kualitas sumber daya pertahanannya. Kebijakan alih teknologi juga sangat berkaitan dengan kemampuan pemimpin-pemimpin kita. Itulah sebabnya faktor kepemimpinan yang berbasis pemberdayaan menjadi kunci kebijakan alih teknologi. Tulisan ini akan membahas bagaimana kaitan antara faktor kepemimpinan berbasis pemberdayaan dengan kebijakan alih teknologi sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pertahanan Indonesia. Kata kunci: kepemimpinan, sumber daya manusia pertahanan, industri pertahanan, dan alih teknologi 
METODE PENDIDIKAN BELA NEGARA BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KOTA BANDUNG DALAM MEMBANGUN GENERASI MUDA YANG TANGGUH Mursyid Setiawan; Hilal Ramdhani
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 11, No 1 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.789 KB) | DOI: 10.33172/jpbh.v11i1.1168

Abstract

Metode pendidikan bela negara yang dilakukan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Bandung sangat penting dalam memperbaiki dengan generasi muda yang menunjukkan adanya penurunan sikap nasionalisme, serta merubahnya menjadi generasi muda yang tangguh. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis metode pendidikan bela negara yang dilakukan oleh Bakesbangpol Kota Bandung dalam mewujudkan generasi muda yang tangguh dan menghadapi berbagai ancaman yang dihadapi oleh generasi muda akibat adanya globalisasi. Teori yang digunakan yaitu teori metode pendidikan, pertahanan keamanan negara dan konsepsi bela negara. Analisis ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan strategi pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penemuan telah menunjukkan pendidikan bela negara dari Bakesbangpol Kota Bandung diselenggarakan dengan menggunakan model pentahelix. Keunggulan dari metode pendidikan bela negara yang dilaksanakan oleh Bakesbangpol Kota Bandung yaitu mengembangkan generasi muda yang tangguh dengan memiliki dimensi geografis, psikologis, security, dan dedikasi, sedangkan kelemahannya yaitu belum adanya metode tindak lanjut dan media bagi generasi muda dalam menjalin komunikasi
CHINA’S SOFT POWER: THE MAKING OF FOOTBALL SUPERPOWER (‘SOFT POWER’ CINA : MENUJU KEKUATAN ADIDAYA DALAM SEPAKBOLA) Ganjar Ariel Santosa
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 7, No 1 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.025 KB) | DOI: 10.33172/jpbh.v7i1.133

Abstract

Abstract – A significant economic rise provides an opportunity for China to expand its influence globally, especially in sectors where China does not have strong influences. One of them is football.The average achievement of its National football has pushed the government to implement soft power strategy to improve the quality and the competitiveness of its national football. This strategy is carried out with a strong synergy between the government and private sector businesses nationwide. This paper will analyze how China’s soft power strategy implemented in order to advance its national football and their national pride globally. Keywords : China, soft power, economy, football, investment  Abstrak – Kebangkitan ekonomi Cina memberikan peluang untuk memperluas pengaruh secara global, terutama pada sektor-sektor dimana Tiongkok tidak memiliki pengaruh yang cukup kuat. Salah satunya adalah sepakbola. Prestasi sepakbola nasional yang biasa-biasa saja membuat pemerintah menerapkan strategi soft power untuk mendorong perbaikan kualitas dan persaingan sepakbola nasional. Strategi ini dilakukan dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dengan sektor bisnis swasta nasional. Makalah ini akan menganalisis bagaimana strategi soft power tersebut diimplementasikan demi kemajuan sepakbola nasional dan kehormatan bangsa di mata dunia. Kata kunci : Cina, soft power, ekonomi, sepakbola, investasi
PEMETAAN KONFLIK IDENTITAS: STUDI KASUS ETNIS SAMAWA DENGAN ETNIS BALI DI SUMBAWA, NUSA TENGGARA BARAT Jerry Indrawan; Adinda Putri Kirana Lutfi
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.846 KB) | DOI: 10.33172/jpbh.v11i2.1257

Abstract

Konflik yang terjadi di Indonesia sering kali didasari karena permasalahan identitas etnis. Salah satu konflik etnis yang pernah terjadi di Indonesia adalah konflik antara etnis Samawa dengan Etnis Bali di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat pada tahun 2013. Konflik di Sumbawa terjadi karena berkembangnya prasangka akibat watak privasi etnisitas yang terlalu mencolok, sehingga terjadilah benturan etnisitas atau budaya. Etnis pribumi umumnya memandang negatif terhadap watak dan perilaku (budaya) etnis pendatang, apalagi jika didukung oleh adanya perbedaan agama. Artikel ini mencoba untuk menggambarkan pemetaan konflik identitas yang melibatkan etnis Samawa dengan etnis Bali dengan menggunakan Segitiga SPK (Sikap, Perilaku, Konteks) dari Simon Fisher. Pemetaan dengan Segitiga SPK dianggap bisa menggambarkan penyebab konflik yangbernuansa etnis dengan cara mengidentifikasi prasangka-prasangka yang berkembang antar-etnis yang berkonflik. Dengan melakukan pemetaan dengan segitiga SPK ini, langkah-langkah resolusi konflik yang tepat dapat ditemukan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif melalui studi kepustakaan. Sumber data didapatkan dari berbagai sumber, seperti buku, jurnal, koran, majalah, dan berita di internet. Hasil penelitian berdasarkan Segitiga SPK adalah harus ada sebuah upaya untuk mendirikan hubungan baru yang dapat bertahan lama pada kedua etnis untuk mencapai suatu kesepakatan yang dapat mengakhiri konflik tersebut.
PERAN DAN KAPABILITAS TNI DALAM PENGAWASAN LINTAS BATAS : STUDI KASUS KAPABILITAS KOMPI TEMPUR I YONIF 631/ANTANG DI PULAU SEBATIK TAHUN 2010-2011 Abdullah, M. Si (Han), Mayor Inf Hasan
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.819 KB) | DOI: 10.33172/jpbh.v3i1.377

Abstract

This research aims to reveal the role and capability of TNI in monitoring border crossing. Case study was conducted in Sebatik Island, where border situation comprises complex vulnerabilities. However, TNI border security task force in charge succeeded to foil only small number of illegal activities. Research was conducted by qualitative methods based on military capability and border security management concepts, towards documents and interview to selected figures. Result of this study shows that force posture organised in accordance with border security operational standard, will be able to achieve optimum capability in monitoring border crossing if the main role is exercised in activities which are stick with determined strategy, and supported with actual intelligent information. Additional roles related to main tasks of the strategy may emerge in the effects of contributing factors. Whereas in the existence of contributing partners, formal framework is needed to synergize strategies among parties and ensure comprehensive capabilities. Keywords : role of TNI, border security, border crossing, capability, monitoring

Filter by Year

2013 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2023): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 12, No 3 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 12, No 1 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 11, No 3 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 11, No 1 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 10, No 3 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 10, No 3 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol 9, No 3 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol 9, No 3 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol 8, No 3 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 8, No 3 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol 7, No 3 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol 7, No 3 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 7, No 1 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 7, No 1 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol 6, No 3 (2016): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 6, No 1 (2016): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 5, No 3 (2015): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 4, No 3 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 4, No 1 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara More Issue