cover
Contact Name
suparna wijaya
Contact Email
life.jurnalku@gmail.com
Phone
+6287780663168
Journal Mail Official
life.jurnalku@gmail.com
Editorial Address
Serpong, Tangerang Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Science
Published by PT WIM Solusi Prima
ISSN : -     EISSN : 28091167     DOI : https://doi.org/10.54957/ijhs
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Science is a place for disseminating research results in the field of health, including, but not limited to topics of public health, environmental health, occupational health, pharmacy, nutrition, epidemiology, medical laboratories, physiotherapy, or other general health.
Articles 319 Documents
Evaluasi Ketepatan Penggunaan Obat Tukak Lambung Pada Pasien Penderita Tukak Lambung Di Poli BPJS Rumah Sakit X Ade Afriyanti; Dimas Adrianto
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.478

Abstract

Tukak lambung merupakan penyakit dengan gangguan pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh asam lambung dan pepsin yang disekresi berlebihan oleh mukosa lambung. Faktor utama penyebab tukak lambung adalah penggunaan Non Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID), steroids, merokok, Helicobacter pylori dan diet tinggi garam. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui ketepatan penggunaan obat tukak lambung pada pasien Poli BPJS di Rumah Sakit X periode tahun 2023. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang dilakukan secara retrospektif, yaitu dengan melakukan penelusuran pengobatan dalam data rekam medik pasien tukak lambung. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling pada data rekam medik pasien tukak lambung sejumlah 294 kasus. Berdasarkan hasil penelitian, karakteristik jenis kelamin pasien penderita tukak lambung banyak dijumpai pada pasien perempuan sebanyak 193 pasien (66%), karakteristik pasien berdasarkan usia yaitu sebagian besar pada usia 51-75 tahun sebanyak 66%. Penggunaan obat yang sering digunakan pada Rumah Sakit X adalah Lansoprazole dengan sebesar 57%. Berdasarkan kriteria 4 tepat (Tepat Pasien, Tepat Obat, Tepat Indikasi, Tepat Dosis) rasionalitas penggunaan obat golongan Pump Proton Inhibitor (PPI), H2RA, Antasida dan Sitoprotektif sesuai dengan standar British National Formulary (BNF) sebagai pengobatan tukak lambung di Rumah Sakit X diperoleh hasil tepat pasien 100%, tepat obat 80%, tepat indikasi 100% dan 70% tepat dosis.
Tingkat Pengetahuan Manfaat Tanaman Sirih Cina (Paperomia pellucida L. kunth) Sebagai Antiinflamasi Di Salah Satu Wilayah Kelurahan Cakung Barat Syiffa Fauziah; Varda Arianti
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.479

Abstract

Latar Belakang : Sirih Cina (Paperomia pellucida L. Kunth) sering dianggap sebagai gulma atau tanaman pengganggu kebanyakan tanaman ini hanya dibuang. Inflamasi adalah suatu respon protektif setempat yang ditimbulkan oleh kerusakan pada jaringan yang disebabkan oleh trauma fisik, zat kimia yang merusak, atau zat mikrobiologik. Tujuan : untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan manfaat tanaman Sirih Cina (Paperomia pellucida L. Kunth) sebagai antiinflamasi di salah satu wilayah Kelurahan Cakung Barat. Metode : kualitatif untuk memperoleh data, peneliti melakukan studi lapang dengan menggunakan dokumentasi dan angket (kuesioner) dan untuk penelitian ini menggunakan hasil data berbentuk persentase dengan menggunakan rumus skoring guttman. Hasil : diperoleh berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan manfaat tanaman Sirih Cina (Paperomia pellucida L. Kunth) Sebagai Antiinflamasi di RT 02 RW 08, Kelurahan Cakung Barat responden dengan kategori baik sebanyak 82%. Kesimpulan : masyarakat RT 02 RW 08 mengetahuai manfaat tanaman Sirih Cina sebagai antiinflamasi.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Balsam Dari Kombinasi Minyak Kayu Putih (Cajuputi Oil ) Dan Ekstrak Lengkuas (Alpinia Galanga L) Muhamad Ardiyansyah; Alif Cedric; Salsa Dea Ardita; Elma Arifiani; Rizky Anindya; Rahmania Prianti; Fani Aprilia
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.486

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis yang memiliki berbagai macam sumber daya alam terutama tanaman obat. Di Kota Indramayu ditemukan berbagai jenis tanaman obat yang memiliki beragam kandungan, diantaranya minyak atsiri dan sineol, selain dapat menghasilkan bau khas aromatik, minyak kayu putih juga memiliki khasiat untuk kesehatan. Lengkuas (Alpinia Galanga L) merupakan tanaman obat yang mengandung diterpene dan eugenol serta mempunyai aktivitas anti fungi. Penggunaan lengkuas (Alpinia galanga L ) secara empiris ialah sebagai obat anti jamur pada area topikal yang telah diketahui sejak lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses formulasi sediaan balsam dari kombinasi zat aktif minyak kayu putih dan ekstrak lengkuas yang memenuhi persyaratan masing-masing pengujian secara fisika maupun kimia. Pengujian dapat dilakukan dengan uji organoleptik, uji homogenitas, uji daya lekat, uji daya sebar, uji pH dan uji stabilitas. Pada penelitian ini menggunakan pengujian kualitatif dengan menggunakan minyak kayu putih dengan konsentrasi 30% dan ekstrak lengkuas 0,5%. Formulasi sediaan balsam dilakukan evaluasi untuk mengetahui standar mutu dan kualitas sediaan balsam dengan hasil produk sediaan balam yang baik berdasarkan dari hasil pengamatan uji organoleptik, uji homogenitas, uji daya lekat, uji daya sebar, uji pH dan uji stabilitas. sediaan balsam dari kombinasi formulasi zat aktif minyak kayu putih 30% dan ekstrak lengkuas 0,5% dilakukan beberapa pengujian dengan siklus 5 hari, setelah siklus 5 hari diperoleh hasil yang paling baik pada hari ke-6 untuk pengujian daya lekat dan daya sebar sediaan, dan pada hari ke-6 dan ke-9 untuk hasil pengujian pH.
Penggunaan Long-Lasting Insecticide-Treated Bednets (LLINS) Modifikasi Terbaru (Olyset Duo) Dalam Pengendalian Malaria Insani Fitrahulil Jannah; Amalia Shari; Mike Permata Sari; Afifa Radhina; Steven Arianto
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.490

Abstract

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit protozoa genus Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Ada lima jenis Plasmodium yang diketahui menyerang manusia yakni Plasmodium falciparum, Plasmodium vivax, Plasmodium ovale, Plasmodium malariae, dan yang terakhir ditemukan yaitu Plasmodium knowlesi. Pengendalian malaria dapat dilakukan dengan diagnosa dan pengobatan yang tepat, penggunaan kelambu tidur berinsektisida atau nama lainnya insecticide-treated net (ITN), dan penggunaan spray insektisida (indoor residual spraying with insecticides). Insecticide-treated net (ITN) konvensional memiliki efektivitas selama satu tahun, sedangkan ITN jenis LLINs (Long-lasting insecticide-treated bednets) memiliki efektivitas selama tiga tahun. Senyawa kimia yang terdapat pada LLINs yaitu pyrethroid. Sedangkan Olyset Duo adalah modifikasi terbaru dari LLINs (Long lasting Insecticide Nets) yang merupakan kombinasi dari dua bahan kimia yakni permentrin dan pyriproxyfen (PPF-trated LLINs).  Sebanyak 27 negara di sub-Sahara Afrika melaporkan adanya resistensi nyamuk Anopheles terhadap pyrethroids. Pengendalian Long-lasting insecticide-treated bednets (LLINs) modifikasi terbaru (Olyset duo) yang terdiri dari pyrethroid dan pyriproxyfen lebih efektif daripada penggunaan model standar LLINs dalam pencegahan kasus malaria.  
Persepsi Dan Sikap Masyarakat Terhadap Konsumsi Obat Halal Di Desa Kedungrejo Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro Fud Khotul Ariddah; Ainu Zuhriyah; Romadhiyana Kisno Saputri
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.495

Abstract

Consuming drugs is one of the human efforts to maintain and restore physical health. The drugs we consume have active ingredients and auxiliary ingredients, one of which comes from animals. Indonesia is the largest pharmaceutical market in ASEAN and ranks fourth in the world among Muslim consumer markets in the pharmaceutical sector. The pharmaceutical industry in Indonesia is growing rapidly, and the state controls up to 70% of the domestic market, most (90%) of the country's medicines are imported from countries with non-Muslim majority populations. These countries include China (60%), India (25%), and the United States and Europe, so there is no guarantee that the ingredients used in medicines are halal. The purpose of this study is to assess how people's perceptions and attitudes about halal medicine are. This research method is descriptive observational with data collection through questionnaires distributed to respondents. The respondents of this study were the Muslim community of Kedungrejo Village who were selected randomly. purposive sampling, as many as 90 respondents. Data testing was carried out using Microsoft Excel which included the process of testing the validity and reliability of research instruments on people's perceptions and attitudes towards halal medicines. In this study, perception of halal drugs used four indicators, including the Security of Religious Values, Health and Specificity. The results of this study state that the perception of the Kedungrejo community is in the good category with a percentage of 63% and the remaining 37% is very good. As for research on public attitudes, there are four indicators, namely satisfaction, positive impression, pleasure to buy, and perceptions of halalness. The result is that 36% of the public's attitude towards halal medicines is not good, while the remaining 64% show a good attitude towards halal medicines. Mengkonsumsi obat merupakan salah satu upaya manusia untuk menjaga dan memulihkan kesehatan jasmani. Obat yang kita konsumsi memiliki komposisi bahan aktif dan bahan pembantu salah satunya berasal dari hewani. Indonesia merupakan pasar farmasi terbesar di ASEAN dan menempati urutan keempat dunia di antara pasar konsumen Muslim di sektor farmasi. Industri farmasi di Indonesia berkembang pesat, dan negara menguasai hingga 70% pasar domestik, sebagian besar (90%) obat-obatan negara diimpor dari negara-negara dengan populasi mayoritas non-Muslim. Negara-negara ini termasuk Cina (60%), India (25%), dan Amerika Serikat dan Eropa, sehingga tidak ada jaminan bahwa bahan yang digunakan dalam obat-obatan itu halal. Tujuan dari penelitian ini untuk menilai bagaimana persepsi dan sikap masyarakat tentang obat halal. Metode penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebar kepada responden, responden dari penelitian ini adalah masyarakat muslim Desa Kedungrejo yang dipilih secara purposive sampling, sebanyak 90 responden. Pengujian data dilakukan dengan menggunakan Microsoft Excel yang meliputi proses pengujian validitas dan reliabilitas instrument penelitian terhadap persepsi dan sikap masyarakat terhadap obat halal. Dalam penelitian ini persepsi masyarakat terhadap obat halal menggunakan empat indikator, antaralain adalah keamanan, nilai keagamaan, kesehatan dan kekhususan. Hasil dari penelitian ini menyatakan persepsi masyarakat kedungrejo berkategori baik dengan presentase 63% dan sisanya 37% sangat baik. Sedangkan untuk penelitian sikap masyarakat ada empat indikator yaitu kepuasan, kesan positif, senang membeli, dan persepsi kehalalan. Hasilnya 36% sikap masyarakat terhadap obat halal tidak baik, sedangkan sisanya 64% menunjukkan sikap baik terhadap obat halal. 
Uji Antioksidan Sediaan Suspensi Ekstrak Sereh Dapur (Cymbopogon Citratus) Dengan Variasi Konsentrasi Suspending Agent PGA (Pulvis Gummi Arabici) Dan CMC-NA (Carboxymethylcellulosum Natrium) Bintari Anggi Dwi Sugiarti; Nawafila Februyani; Romadhiyana Kisno Saputri
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.497

Abstract

Suspensi merupakan sediaan yang mengandung bahan obat padat dalam bentuk halus dan tidak larut, serta terdispersi dalam cairan pembawa. Agar mendapatkan sediaan suspensi yang stabil diperlukan adanya suspending agent, suspending agent merupakan zat yang dapat memperlambat pengendapan serta mencegah terjadinya penurunan ukuran partikel, dapat meningkatkan viskositas suatu sediaan. Suspensi dalam penelitian ini berfungsi sebagai antioksidan. Sumber antioksidan alami yang dapat dimanfatkan sebagai alternatif obat herbal adalah tanaman sereh dapur (Cymbopogon citratus). Tanaman sereh dapur (Cymbopogon citratus) memiliki berbagai senyawa bioaktif dan mengandung antioksidan tinggi yang terdapat pada bagian batang dan akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari adanya variasi konsentrasi suspending agent PGA  dan CMC-Na terhadap nilai aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menujukkan bahwa variasi konsentrasi suspending agent dapat mempengaruhi aktivitas antioksidan dengan hasil kategori aktivitas sedang dan sangat lemah.  
Efektivitas Intervensi Hidroterapi Terhadap Gangguan Muskuloskeletal: Systematic Review Putri Karina Syafitri
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.507

Abstract

Latar belakang: Hidroterapi merupakan pelatihan dalam air dengan pendekatan terapeutik untuk meningkatkan keseimbangan dan mengurangi rasa nyeri pada gangguan muskuloskeletal. Tujuan: mengetahui secara sistematis pengaruh latihan hidroterapi terhadap gangguan muskuloskeletal. Review: pencarian artikel dari beberapa database jurnal untuk tinjauan sistematis ini dilakukan pada bulan Januari 2023. Menggunakan metode PRISMA dan Boolean Search dalam menyeleksi artikel yang memenuhi syarat sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Ditemukan bahwa terdapat 15 artikel terpilih dalam studi ini, yang terdiri dari 5 artikel low back pain, 2 artikel cedera bahu, 1 artikel osteochondrosis, 2 artikel ankylosing spondylitis, 1 artikel muskuloskeletal, 2 artikel fibromyalgia, 1 artikel tentang osteoarthritis, dan 1 artikel luka bakar dengan intervensi hidroterapi. Kesimpulan: hidroterapi merupakan intervensi yang cukup efektif dan tidak memberikan efek samping pada pasien dengan gangguan muskuloskeletal. Gerakan yang dapat dilakukan dengan intervensi hidroterapi mengadopsi dari beberapa metode latihan, seperti metode latihan McKenzie dan Williams sama halnya dengan land-based therapy.
Uji Toksisitas Akut Sirup Obat Batuk Ekstrak Sereh (Cymbopogon citratus) Dan Kemangi (Ocimum basillicum) Secara In Vivo Pada Mencit (Mus musculus) Dinda Intan Pramesti; Nawafila Februyani; Titi Agni Hutahaen
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.511

Abstract

Tanaman obat tradisional merupakan tanaman yang didapat dari alam yang dipercaya oleh generasi terdahulu yang telah digunakan dan dibuktikan oleh pengalaman-pengalaman generasi terdahulu. Contoh tanaman obat yang ada di Indonesia adalah Serai dapur (Cymbopogon citratus) dan Kemangi (Ocimum basilicum). Kedua tanaman ini memiliki beberapa kandungan senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid dan juga flavonoid. Dari penelitian sebelumnya, senyawa metabolit tersebut dapat dimanfaatkan sebagai obat batuk. Modifikasi tanaman Serai dapur (Cymbopogon citratus) dan Kemangi (Ocimum basilicum) dapat diolah menjadi sirup obat batuk dengan beberapa tahapan guna memenuhi standar kemanan untuk dikonsumsi manusia. Salah satunya adalah uji toksisitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek toksik serta nilai LD50 dari sirup obat batuk esktrak Serai dapur (Cymbopogon citratus) dan Kemangi (Ocimum basilicum). Penelitian ini dilakukan dengan memberikan sediian sirup terhadap hewan uji dengan variasi dosis yang dipakai 5, 50, 300 dan 2000mg/Kg BB. Hasil dari penelitian ini adalah sediian sirup obat batuk dari tanaman Serai dapur (Cymbopogon citratus) dan Kemangi (Ocimum basilicum) tidak dapat membunuh hewan uji hingga dosis tertinggi 2000mg/Kg, dan hanya memberikan sedikit efek toksik seperti lemas dan tremor pada dosis 2000mg/Kg. Hasil nilai LD50 dari penelitian sediaan sirup obat batuk dari tanaman Serai dapur (Cymbopogon citratus) adalah LD50 semu > 2000mg/Kg.
Formulasi Sediaan Gel Antiacne Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L.) Sebagai Alternatif Terapi Acne Vulgaris Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes Secara In Vitro Putri Atika Julianti; Titi Agni Hutahaen; Nawafila Februyani
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.512

Abstract

Betel (Piper betle L.) is one of the plants that has the potential to be developed as a traditional medicine where its existence in Indonesia is abundant, grows independent of the season and is easily found. Preliminary research on phytochemicals from betel leaf shows the content of flavonoid and phenolic compounds and their derivatives, terpenoids, steroids, saponins, tannins, alkaloids and essential oils that can work as antibacterials. The purpose of this study was to formulate betel leaf extract as a gel that meets the requirements in evaluating the physical stability of the preparation as well as knowing the antibacterial activity against Propionibacterium acnes. The research method is true experimental laboratory. The results showed that betel leaf extract concentration of 20% can be formulated into gel preparations with different concentrations of carbopol gel base (0.5%, 1% and 2%) that meet the requirements in the evaluation of physical quality stability of preparations for organoleptic test parameters, homogeneity test, pH test, adhesion test and dispersion test. However, in the adhesion test only F III (2%) meets the standard requirements. Betel leaf extract gel has antibacterial activity against Propionibacterium acnes. The best resistance is found in F I (0.5%) with an average of 10.0 mm, then F II (1%) with an average of 8.5 mm and F III (2%) with an average of 7.3 mm. Sirih (Piper betle L.) merupakan salah satu tanaman yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat tradisional yang dimana keberadaanya di Indonesia berlimpah, tumbuh tidak tergantung pada musim dan mudah dijumpai. Riset pendahuluan fitokimia dari daun sirih menunjukkan adanya kandungan senyawa flavonoid dan fenolik beserta turunannya, terpenoid, steroid, saponin, tanin, alkaloid dan minyak atsiri yang dapat bekerja sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasikan ekstrak daun sirih sebagai gel yang memenuhi persyaratan dalam evaluasi stabilitas fisik sediaan serta mengetahui aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes. Metode penelitian adalah true experimental laboratory. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun sirih konsentrasi 20 % dapat diformulasikan ke dalam sediaan gel dengan konsentrasi basis gel carbopol yang berbeda (0,5 %, 1 % dan 2 %) yang memenuhi persyaratan dalam evaluasi stabilitas mutu fisik sediaan untuk parameter uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat dan uji daya sebar. Namun, pada uji daya lekat hanya F III (2 %) yang memenuhi standar persyaratan. Gel ekstrak daun sirih memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes. Daya hambat terbaik terdapat pada F I (0,5 %) dengan rerata 10,0 mm, kemudian F II (1 %) dengan rerata 8,5 mm dan F III (2 %) dengan rerata 7,3 mm.
Formulasi Dan Uji Aktivitas Antibakteri Pada Sediaan Gel Serum Antijerawat Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Rosyida Kuayyisin Nafi; Nawafila Februyani; Akhmad Al-Bari
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.513

Abstract

One of the infectious diseases on the skin that is often experienced by the Indonesian population is acne. The main bacteria that cause acne is Propionibacterium acnes. Efforts to treat acne are by using cosmetics in the form of skincare and antibiotics, but long-term use of antibiotics can cause resistance. Papaya leaves have secondary metabolite compounds in the form of alkaloids, tannins, and flavonoids that have antibacterial activity. This study aims to determine the formulation of papaya leaf extract serum gel preparation that meets the requirements in the evaluation and to determine the antibacterial activity of papaya leaf extract serum gel preparation against P.acnes bacteria. This research is a true experimental research. Papaya leaves were extracted with 96% ethanol solvent. Serum gel preparations were made with different extract concentrations of 5%, 10%, and 15%. The results of the preparation evaluation during 28 days storage showed a stable preparation. The largest antibacterial test results produced were in formulation III with an average of 10.3 mm. Based on the results obtained, it can be concluded that papaya leaf extract (Carica papaya L.) can be formulated into a serum gel preparation and can inhibit the growth of Propionibacterium acnes bacteria. Penyakit infeksi pada kulit yang sering dialami oleh penduduk indonesia salah satunya yaitu jerawat. Bakteri utama penyebab jerawat yaitu bakteri Propionibacterium acnes. Upaya pengobatan jerawat yaitu dengan penggunaan kosmetik berupa skincare dan antibiotik,  akan tetapi penggunaan antibiotik dalam jangka panjang dapat menyebabkan  resistensi. Daun pepaya memiliki senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, tanin, dan flavonoid yang memiliki aktifitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui formulasi sediaan gel serum ekstrak daun pepaya yang memenuhi persyaratan dalam evaluasi dan Untuk mengetahui aktifitas antibakteri sediaan gel serum ekstrak daun papaya terhadap bakteri P.acnes. Penelitian ini merupakan penelitian dengan jenis penelitian true eksperimental. Daun pepaya diekstraksi dengan pelarut etanol 96%. Sediaan gel serum dibuat dengan konsentrasi ekstrak berbeda 5%, 10%, dan 15%. Hasil evaluasi sediaan selama penyimpanan 28 hari menunjukan sediaan yang stabil. Hasil uji antibakteri terbesar yang dihasilkan terdapat pada formulasi III dengan rata-rata 10,3 mm. Berdasarkan hasil yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan gel serum dan dapat menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes.

Page 6 of 32 | Total Record : 319