cover
Contact Name
suparna wijaya
Contact Email
life.jurnalku@gmail.com
Phone
+6287780663168
Journal Mail Official
life.jurnalku@gmail.com
Editorial Address
Serpong, Tangerang Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Science
Published by PT WIM Solusi Prima
ISSN : -     EISSN : 28091167     DOI : https://doi.org/10.54957/ijhs
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Science is a place for disseminating research results in the field of health, including, but not limited to topics of public health, environmental health, occupational health, pharmacy, nutrition, epidemiology, medical laboratories, physiotherapy, or other general health.
Articles 319 Documents
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Face Mist Spray Minyak Atsiri Serai Dapur (Cymbopogon citratus) Sebagai Pelembab Yeni Maria; Titi Agni Hutahaen; Abdul Basith
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.515

Abstract

Serai dapur (Cymbopogon citratus) adalah tanaman yang mengandung minyak atsiri dengan komposisi senyawa antioksidan yang berpotensi sebagai zat aktif dalam sediaan face mist spray sebagai pelembab alami wajah yang digunakan untuk memperlambat penuaan dini yang disebabkan oleh radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan minyak atsiri sereh dapur (Cymbopogon citratus) dapat diformulasikan menjadi bentuk sediaan face mist spray. Penelitian ini merupakan penelitian true experimental laboratory menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan adalah Completely Randomized Design atau Rancangan Acak Lengkap (RAL). Evaluasi pada sediaan yaitu dilakukan uji organoleptis, uji pH dan uji kelembaban wajah. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa minyak atsiri serai dapur (Cymbopogon citratus) dapat digunakan sebagai zat aktif dalam pembuatan sediaan face mist spray. Dan formulasi yang sediaan face mist spray yang terbaik diperoleh pada F2 yaitu dengan konsentrasi minyak astiri serai dapur (Cymbopogon citratus) sebanyak 3gr
Potensi Ekstrak Daun Jelatang (Urtica Dioica L)  Sebagai Krim Terapi Luka Bakar Derajat I Terhadap Kulit Mencit (Mus musculus) Nurin Chasanah; Akhmad Albari; Nawafila Februyani
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.520

Abstract

Daun jelatang (Urtica dioica L) merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat terutama berkhasiat untuk mengobati luka bakar. Daun jelatang memiliki kandungan tanin yang memiliki aktivitas terhadap proses penyembuhan pada luka bakar. Tujuan untuk penelitian ini adalah mengetahui keefektifan formulasi krim ekstrak daun jelatang untuk menyembuhkan luka bakar dan mengetahui jumlah ekstrak yang baik untuk krim ekstrak etanol daun jelatang terhadap laju penyembuhan luka bakar pada mencit. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi kemudian skrining fitokimia. Ekstrak daun jelatang diformulasikan dalam bentuk sediaan krim terhadap penyembuhan luka bakar. Jenis penelitian ini adalah eksperimental yang terdiri dari 2 kelompok kontrol yaitu kontrol negatif dengan basis krim dan kontrol positif dengan bioplacenton, serta kelompok formulasi dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Parameter yang diamati yaitu diameter luka bakar pada hari ke-1 sampai hari ke-14 yang diukur dengan menggunakan penggaris. Analisis statistika penurunan diameter luka menggunakan uji One Way Anova yang menunjukan nilai siginifikan < 0,05 kemudian dilakukan uji LSD (Least Significant Different). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan terhadap kelompok uji krim terutama pada konsentrasi 15% jadi dapat dikatakan bahwa ekstrak etanol daun jelatang memiliki efektivitas untuk mempercepat laju penyembuhan luka bakar.
Gambaran Ketepatan Peresepan Obat BPJS Rawat Jalan Dengan Formularium Nasional Di Rumah Sakit X Jakarta Timur Periode Desember 2022 – Februari 2023: - Yulina, Rani
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i2.487

Abstract

Ketidaktepatan dokter dalam menuliskan resep dengan Formularium Nasional masih sering terjadi, sehingga pasien harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan obat yang sesuai dengan dosis dan lama terapi yang dianjurkan. Ketidakpatuhan terhadap Formularium juga akan mempengaruhi mutu pelayanan rumah sakit terutama mutu pelayanan Instalasi Farmasi. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan studi deskriptif tentang kesesuaian peresepan obat dengan Formularium Nasional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien BPJS Rumah Sakit X di Jakarta Timur periode Desember 2022 – Februari 2023 dengan menggunaakan rumus slovin. Hasil penelitian dari total item obat kronis periode Desember 2022- Februari 2023 didapatkan 703 item obat kronis, yang sesuai Formularium Nasional 694 item obat kronis sebanyak 98,71%. Dari total item obat akut periode Desember 2022-Februari 2023 didapatkan 330 item obat akut, yang sesuai Formularium Nasional 269 item obat akut sebanyak 79,4 %. Dari total seluruh item obat periode Desember 2022 - Februari 2023 didapatkan 1040 item obat, yang sesuai Formularium Nasional berdasarkan kelas terapi 963 item obat sebanyak 92,6%. Kesesuaian peresepan obat dengan Formularium Nasional di Rumah Sakit Umum Hermina Jatinegara belum memenuhi standar Kepmenkes RI No. 129/Menkes/SK/11/2008, bahwa penulisan resep seluruhnya harus mengacu pada Formularium dengan standar 100%.
Systematic Review: Efektivitas Penerapan Strengthening Dan Stretching Exercise Pada Kasus Erb’S Palsy Hayuningrum, Cicilia Febriani; Annisa, Alya Nur; Apriliani, Tika; Pamungkas, Vincencius Ganesa
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i1.492

Abstract

Background: Brachial plexus or lesion of the brachial nerve is an injury to the peripheral nerve strands in the neck (cervical) and shoulder areas which results in paralysis of the muscles of the shoulders, elbows, wrists and fingers. Brachial plexus injuries are usually unilateral or only one side is affected and most often occurs in trauma at birth in the form of a small maternal pelvis, shoulder dystocia, and sundang position while in the womb. Erb's Palsy is also called Duchenne-Erb or Dejerine-Klumpke syndrome, which is paralysis of the brachial plexus at (C5-C6) or (C7-T1) which is characterized by impaired abduction and external rotation of the shoulder and flexion of the elbow, so that it can interfere with the function of the hand and wrist. Objective: To find out the effectiveness of giving stretching and strengthening exercises in the case of Erb's Palsy. Results: There were 8 articles that met the predeter mined inclusion and exclusion criteria. Conclusion: Modifications in various stretching and strengthening exercises for sufferers of Erb's Palsy are considered effective for preventing progression, preventing contractures, increasing strength, and increasing active movement range of motion. These modifications include Pylometric Exercise, Proprioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF), dynamic elbow brace, bimanual exercises, and other interventions that can improve the quality of life of ERB's palsy patients from newborns to adults Background: Brachial Pleksus atau lesi pada saraf brakialis merupakan cedera dari untaian saraf tepi di daerah leher (Cervical) dan bahu yang mengakibatkan kelumpuhan pada otot-otot bahu, siku, pergelangan tangan, dan jari-jari tangan. Cedera pleksus brakialis biasanya unilateral atau hanya salah satu sisi yang terdampak dan paling sering terjadi pada trauma saat lahir berupa ukuran panggul ibu yang kecil, shoulder dystocia, dan posisi sundang pada saat di dalam kandungan. Erb’s Palsy disebut juga sindrom Duchenne-Erb atau Dejerine-Klumpke, yaitu kelumpuhan pleksus brakialis pada (C5-C6) atau (C7-T1) yang ditandai dengan gangguan abduksi dan eksternal rotasi shoulder serta fleksi elbow, sehingga dapat mengganggu fungsi tangan dan pergelangan tangan. Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas pemberian stretching dan strengthening exercise pada kasus Erb’s Palsy. Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah systematic review. Pengumpulan data secara kualitatif dengan menelusuri, mendokumentasikan, serta mereview semua artikel dan jurnal terkait penatalaksanaan fisioterapi pada kasus Erb’s Palsy dalam kurun waktu 2012-2022. Artikel yang digunakan pada penelitian ini diperoleh dari dua database yaitu Google Scholar dan PubMed. Hasil: Didapatkan 8 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan sebelumnya. Kesimpulan: Modifikasi dalam stretching dan strengthening exercise yang beragam untuk penderita Erb’s Palsy dinilai efektif untuk mencegah progresifitas, mencegah kontraktur, meningkatkan kekuatan, dan meningkatkan lingkup gerak sendi gerakan aktif. Modifikasi tersebut diantaranya ada Pylometric Exercise, Proprioseptive Neuromuscular Facilitation (PNF), elbow dynamic brace, Latihan bimanual, dan intervensi lainnya yang dapat memperbaiki kualitas hidup pasien erb’s palsy dari mulai bayi baru lahir hingga dewasa.  
Penentuan Biaya Detox Xylene Karsinogen Pada Pekerja Di Industri Sepatu Di Surabaya Irianingtyas, Riza
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i2.502

Abstract

Pendahuluan: xylene merupakan senyawa pelarut organic berbahaya yang sering ditemukan di perusahaan home industry sepatu yang digunakan sebagai salah satu bahan dalam penggunaan lem sepatu. Untuk mengurangi dan menghilangkan toksin Xylene dari dalam tubuh, dapat dilakukan melalui proses detoksifikasi. Salah satu pendekatan proses detoksifikasi adalah menggunakan makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung asupan makanan dan penentuan biaya detox pada makanan yang mengandung enzim CYP2E1 dan asam glukuronat yang dibutuhkan untuk mendetoksifikasi xylene. Metode: jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah 12 pekerja. Lokasi penelitian ini adalah di home industry sepatu Oso Wilangun, Surabaya. Variabelnya adalah berat badan, lama kerja (tahun), waktu kerja setiap hari (jam), dan waktu kerja dalam seminggu (hari) serta pengukuran konsentrasi. Setelah mendapatkan semua variabel di atas, intake xylene, massa detox dan biaya detox per responden dapat dihitung. Kemudian, dosis efektif dan biaya yang diperlukan untuk makanan yang mengandung enzim CYP2El dan asam glukuronat  akan diperoleh. Hasil: Semua responden yang berada di tempat kerja menunjukkan konsentrasi Xylene di bawah Nilai Ambang Batas (NAB). Responden dengan biaya detox xylene paling tinggi adalah responden dengan konsentrasi paparan tertinggi serta masa kerja dan waktu kerja yang lama. Kesimpulan: Tingkat kecukupan enzim masing-masing responden berbeda. Tingkat biaya detox masing-masing responden tergantung pada dosis efektif, harga makanan, konsentrasi xylene, masa kerja dan waktu kerja. Setiap responden dapat memilih makanan tergantung pada kebutuhan dan selera mereka.
Pengaruh Suhu Refluks Terhadap Aktivitas Antioksidan Pada Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) Dan Formulasinya Sebagai Sediaan Serum Wajah Pratiwi, Fitria Kusuma Dyas
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i2.508

Abstract

Radikal bebas dapat menyebabkan permasalahan pada kesehatan kulit seperti munculnya penuaan dini. Penuaan dini pada kulit dapat diatasi melalui penggunaan antioksidan. Salah satu bahan alam yang mengandung antioksidan adalah daun salam (Syzygium polyanthum). Senyawa antioksidan ekstrak daun salam dapat diperoleh melalu proses ekstraksi dengan metode refluks. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif true experimental yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu refluks dan variasi formulasi pada sediaan serum terhadap aktivitas antioksidan ekstrak dan serum ekstrak daun salam. Pada penelitian ini daun salam diekstraksi dengan metode refluks dengan variasi suhu 58℃, 68℃ dan 78℃. Kemudian hasil ekstrak diuji aktivitas antioksidanya dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Hasil aktivitas antioksidan ekstrak terbaik diperoleh dari ekstraksi pada suhu 58℃ dengan nilai IC50 sebesar 50,40 ppm dengan kategori antioksidan kuat. Selanjutnya ekstrak diformulasikan menjadi sediaan serum wajah. Sediaan serum yang diperoleh kemudian dilakukan evaluasi sesuai dengan SNI 16-4399-1996 berupa uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji berat jenis, uji viskositas, dan uji aktivitas antioksidan. Hasil pengujian organoleptik semua formulasi serum ekstrak daun salam berwarna hijau kecoklatan, bertekstur kental dan berbau khas daun salam. Semua sediaan homogen. pH berkisar 6-7. Bobot jenis semua sediaan pada rentang 1,00. Viskositas semua sediaan pada rentang 237-240 cPs. Nilai aktivitas antioksidan serum terbaik adalah pada formulasi 3 dengan penambahan ekstrak sebesar 8% yang diperoleh dari hasil ekstraksi pada suhu 58℃ sebesar 55,43 ppm dengan kategori antioksidan kuat.
Pengaruh Pemberian Infusa Daun Pandan Wangi (Pandanus Ammarylifolius) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Pada Mencit (Mus Muculus) Febrianti, Erika
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i1.518

Abstract

Pandan Wangi leaves (Pandanus ammaryllifolius) is a native Indonesian plant originating from Bangka and widely distributed in Southeast Asia. Fragrant pandan leaves (Pandanus ammaryllifolius) have chemical constituents including alkaloids, saponins, flavonoids, tannins, polyphenols, and dyes. Each of these chemical compounds can help lower blood glucose levels in the body. This study aims to determine the effectiveness of Pandanus ammaryllifolius leaf extract in reducing blood glucose levels in mice. Induction of hyperglycemia was carried out by administering a 50 gram glucose solution to male mice (Mus Musculus). This study used the extraction method and diabetes level reduction test using fragrant pandan leaf infusion (Pandanus ammarylifolius). Mice were divided into 5 experimental groups consisting of 3 treatment groups (F1, F2 and F3) and 2 control groups (K+ and K-). The dose used was the F1 dose of 0.3 ml/30 gram BW/day, the F2 dose was 0.6 ml/30 gram BW/day and the F3 dose was 0.9 ml/30 gram BW/day, while the K+ group used 5 mg glibenclamide and K- used aqua injection. The results showed that at a dose of 0.3 ml/30 grams BW/day, the average diabetes level was quite high, namely 156.8 mg/dL, at a dose of 0.6 ml/30 grams BW/day it decreased by 155.2 mg/dL and at a dose of 0.9 ml/30 grams BW/day decreased with a low average of 165.2 mg/dL. However, a dose of 0.9 ml/30 grams BW/day was the best dose because it was able to reduce diabetes levels quickly on the 14th day normal. Tanaman Daun Pandan wangi (Pandanus ammaryllifolius) adalah tanaman asli Indonesia yang berasal dari Bangka dan tersebar luas di daerah Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui apakah efektivitas ekstrak daun pandan wangi (Pandanus ammaryllifolius) dalam menurunkan kadar gula darah pada mencit dan Untuk mengetahui apakah larutan gula dapat meningkatkan kadar glukosa darah pada mencit. Induksi hiperglikemia dilakukan dengan pemberian larutan gula dengan 50 gram pada mencit jantan (Mus Musculus). penelitian ini menggunakan metode ekstraksi dan uji penurunan kadar diabetes menggunakan infusa daun pandan wangi (pandanus ammarylifolius). Mencit dibagi menjadi 5 kelompok percobaan yang terdiri dari 3 kelompok perlakuan (F1, F2 Dan F3) dan 2 kelompok kontrol (K+ dan K-). Dosis yang digunakan dosis F1 0,3ml/30gram BB/hari, dosis F2 0,6ml/30gram BB/hari dan dosis F3 0,9ml/30gram BB/hari, sedangkan pada kelompok K+ menggunakan glibenclamid 5mg dan K- menggunakan aqua injeksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 0,3ml/30gram BB/hari terjadi rata-rata kadar diabetes yang cukup tinggi yaitu 156,8 mg/dL, pada dosis 0,6ml/30gram BB/hari mengalami penurunan 155,2 mg/dL dan pada dosis 0,9ml/30gram BB/hari terjadi penurunan dengan ratarata rendah yaitu 165,2 mg/dL, Namun dosis 0,9ml/30gram BB/hari merupakan dosis yang terbaik karena mampu menurunkan kadar diabetes dengan cepat pada hari ke 14 sudah mencapai kadar normal.
Formulasi Dan Uji Efektivitas Aantipiretik Sediaan Teh Herbal Kombinasi Rimpang Sereh (Cymbopogon citratus) Dan Daun Kemangi (Ocimum basilicum) Terhadap Mencit Putih Jantan (Mus musculus) Nadhifah, Puji Aning Nur
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i2.523

Abstract

Penelitian ini memanfaatkan rimpang sereh dan daun kemangi yang dibuat dalam bentuk sediaan teh herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan kandungan senyawa metabolit sekunder sediaan teh herbal kombinasi rimpang sereh (Cymbopogon citratus)  dan daun kemangi (Ocimum basilicum), mengetahui hasil evaluasi sediaan, serta mengetahui efektivitas antipiretiknya. Metode yang digunakan untuk menentukan kandungan metabolit sekunder adalah uji skrining fitokimia, evaluasi sediaan yang dilakukan adalah uji organoleptis dan uji pH, serta metode untuk uji antipiretik yaitu menggunakan hewan mencit yang diberikan pepton sebagai penginduksi demamnya. Hasil yang diperoleh yaitu sediaan teh herbal dibuat dalam 3 formulasi, memiliki kandungan metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, saponin, dan juga polifenol, hasil pH yang diperoleh yaitu 6 pada formulasi 1 dan 2, pada formulasi 3 yaitu 5. Hasil uji antipiretik sediaan teh herbal positif dapat menurunkan demam. Kesimpulannya adalah formulasi sediaan teh herbal kombinasi rimpang sereh (Cymbopogon citratus) dan daun kemangi (Ocimum basilicum) dibuat dengan berbagai perbandingan yaitu F1 0,30:1,70, F2 1,70: 0,30, dan F3 1:1. Kandungan metabolit sekunder yang terkandung didalam sediaan tersebut adalah alkaloid, flavonoid, saponin, dan plifenol. Hasil evaluasi pada ketiga formulasi sama-sama memiliki rasa pedas khas dan berbentuk serbuk kasar.  formulasi satu memiliki karakteristik warna hijau tua, dan bau khas daun kemangi. pH yang diperoleh pada formulasi 1 dan 2 adalah 6 sedangkan pada formulasi 3 adalah 5. Sediaan teh herbal kombinasi rimpang sereh (Cymbopogon citratus)  dan daun kemangi (Ocimum basilicum) memiliki kemampuan sebagai antipiretik, formulasi terbaik sebagai antipiretik terdapat pada formulasi satu.
Pola Persediaan Obat Generik Dengan Metode Analisis ABC (Always Better Control), Metode Analisis Economic Order Quantity (EOQ), Dan Metode Analisis Reorder Point (ROP) Di Apotek Asyifa Indah, Denada Puspa
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i2.526

Abstract

The pharmacy is a pharmaceutical service facility where pharmacists practice pharmacy (Ministry of Health, 2016). In this study, an analysis of the investment value was carried out to find out which generic drugs belong to groups A, B, and C. The Economic Order Quantity (EOQ) Reorder Point (ROP) was then calculated. . The results showed that the ABC analysis included in group A as many as 10 types of drugs. group B 4 types of group C 2 types of drugs. The EOQ and ROP calculation results for 2023 were obtained, the EOQ dan ROP tahun 2023 hasil EOQ Paracetamol 100, ibuprofen 90, allopurinol, ranitidin 49, captopril, metil prednisone 59, simvastatin 57, natrium diklofenac, salbutamol 48, cefadroxil dan klindamisin 64, spironolactone 18.000, zink sulphate, natrium diclofenac, spinorolakton 52, meloxicam 51, loratadine 40, lisinopril 46. ROP Paracetamol 520, ibuprofen 390, aloporinol 49, captopril, metil prednisone 169, simvastatin 156, natrium diklofenac, salbutamol, cefadroxil 130, spironolactone 123, meloxicam, zink sulfate 117, klindamisin 110, loratadine 104, lisinopril 78. Control of generic drug supplies at Asyifa Pharmacy has not used a special control method. This calculation is useful to assist pharmacies in procuring drugs so that there is a balance between service levels and costs. Apotek merupakan sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukannya praktik kefarmasian oleh apoteker. Penelitian ini bertujuan menganalisis persediaan obat generik di Apotek Asyifa tahun 2023. Metode pengumpulan data yang dilakukan penelitian adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi dalam penelitian ini dilakukan analisis nilai investasi untuk mengetahui obat generik mana yang termasuk kelompok A, B, dan C. Selanjutnya dilakukan perhitungan Economic Order Quantity (EOQ) Reorder Point (ROP). Hasil menunjukkan analisis ABC yang masuk ke dalam kelompok A sebanyak 10 jenis obat. golongan B 4 jenis golongan C 2 jenis obat. Didapatkan hasil perhitungan EOQ dan ROP tahun 2023 hasil EOQ Paracetamol 100, ibuprofen 90, allopurinol dan ranitidin 49, captopril dan metil prednisone 59, simvastatin 57, natrium diklofenac, salbutamol 48, cefadroxil dan klindamisin 64, spironolactone 18.000, zink sulfate, natrium diclofenac dan spinorolakton 52, meloxicam 51, loratadine 40, lisinopril 46. ROP Paracetamol 520, ibuprofen 390, aloporinol 49, captopril dan metil prednisone 169, simvastatin 156, natrium diklofenac, salbutamol dan cefadroxil 130, spironolactone 123, meloxicam, zink sulfate 117, klindamisin 110, loratadine 104, dan lisinopril 78. Pengendalian persediaan obat generik di Apotek Asyifa belum menggunakan metode pengendalian khusus. Adanya perhitungan ini bermanfaat untuk membantu apotek dalam pengadaan obat sehingga terjadi keseimbangan antara tingkat pelayanan dan biaya.
Perbandingan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Binahong Merah (Anredera cordifolia ) Dengan Perbedaan Jenis Pelarut Dan Waktu Ekstraksi Wardani, Kharisma Kusuma
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i2.532

Abstract

Daun binahong merah (Anredera cordifolia) sering digunakan sebagai obat tradisional. Beberapa faktor mempengaruhi proses ekstraksi meliputi waktu dan kepolaran pelarut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan daun binahong merah (Anredera cordifolia) dengan pelarut etanol, etil asetat dan n-heksan dan waktu ekstaksi 3, 5, 7 hari. Daun binahong merah (Anredera cordifolia) diekstraksi dengan metode maserasi dengan 9 jenis perlakuan meliputi penggunaan pelarut etanol, n-heksan dan etil asetat.dengan waktu 3, 5, 7 hari. Kemudian dilakukan uji skrinning fitokimia dan uji aktifitas antioksidan dengan metode DPPH. Hasil uji skrinning fitokimia ekstrak daun binahong merah (Anredera cordifolia) dengan perbedaan pelarut dan waktu ekstraksi diperoleh hasil dengan perbedaan yang signifikan pada hasil uji saponin dan uji triterpenoid/steroid. Aktivitas antioksidan daun binahong (Anredera cordifolia) dengan perbedaan jenis pelarut etanol, etil asetat dan n-heksan dengan variasi lama waktu ekstraksi diperoleh hasil nilai paling tinggi 95,70 μg/mL dari pelarut etanol dengan variasi lama waktu ekstraksi 3 hari.

Page 7 of 32 | Total Record : 319