cover
Contact Name
Pipin Sumantrie
Contact Email
pipinsitorus99@gmail.com
Phone
+6285373183251
Journal Mail Official
pipin.sumantrie@suryanusantara.ac.id
Editorial Address
Pipin Sumantrie. Komp Advent Jln Rakutta Sembiring. Kel Pondok Sayur, Kec Siantar MArtoba. Pematangsiantar 21137. Sumatera Utara. Indonesia
Location
Kota pematangsiantar,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurkessutra/Jurnal Kesehatan Surya Nusantara
ISSN : 2086700X     EISSN : 26228939     DOI : https://doi.org/10.48134/jurkessutra.
Core Subject : Health,
JURKESSUTRA is published two times a year; in January and Juli, Jurkessutra was published in Indonesia and English. The process of publishing Jurnal Kesehatan Surya Nusantara is conducted through a quick submit since 2012, then is full-online using the Online Journal System (OJS) since 2018 (Vol 7 No. 1 of 2019) through the website: https://jurnal.suryanusantara.ac.id. Focus and range of encryption include: Fundamental of Nursing Pediatric Nursing Maternity Nursing Psychiatric Nursing Family and Community Health Nursing Critical and Intensive Care Nursing Medical Surgical Nursing
Articles 119 Documents
HUBUNGAN HIGIENE SANITASI DENGAN KEJADIAN KECACINGAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR Martalina Limbong
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 7, No 1 (2019): Edisi Januari
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.523 KB) | DOI: 10.48134/jurkessutra.v7i1.11

Abstract

Pendahuluan. Kecacingan merupakan salah satu penyakit berbasis lingkungan yang menjadi masalah bagi kesehatan masyarakat. Kecacingan dapat disebabkan oleh sejumlah cacing perut yang ditularkan melalui tanah disebut Soil Transmitted Helminths (STH) seperti cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing tambang (Ancylostoma duodenale dan Necator americanus) dan cacing cambuk (Trichuris trichiura). Higiene perorangan dan sanitasi lingkungan yang kurang baik pada anak-anak merupakan faktor yang memudahkan penularan kecacingan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dan hubungan hygiene sanitasi dengan kejadian penyakit cacingan.Metode. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif analitik dengan pendekatan Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas  III, IV, V, dan VI Sekolah Dasar Pematangsiantar. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dengan criteria inklusi dan eksklusi, Sampel dalam penelitian ini adalah 60 orang. Instrumen penelitian berbentuk kuesioner dan diolah menggunakan program excel dan SPSS for windows realease 21.0. Penelitian di lakakuna pada bulan April 2017.Hasil. Penelitian menunjukkan terdapat hubungan hygiene terhadap kejadian penyakit cacingan dengan nilai p-Value=0.264 dimanater dapat hubungan hygiene sanitasi terhadap penyakit cacingan.
PELAKSANAAN TINDAKAN PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL DI RSUD DR. PIRNGADI MEDAN TAHUN 2019 Siti Meilan Simbolon
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 8, N0 2 (2020): Edisi Juli
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.89 KB) | DOI: 10.48134/jurkessutra.v8i2.30

Abstract

Infeksi Nosokomial merupakan infeksi pada waktu penderita dirawat di Rumah Sakit tidak sedang dalam masa inkubasi dari infeksi tersebut, yang terjadi karena adanya interaksi antara host, agent, dan environment. Infeksi nosokomial bisa bersumber dari petugas kesehatan, pasien yang lain, alat dan bahan yang di gunakan untuk pengobatan maupun dari lingkungan rumah sakit. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya infeksi nosokomial antara lain : faktor internal (seperti usia, penggunaan obat, penyakit penyerta, malnutrisi, kolonisasi flora normal tubuh, personal hygiene yang rendah, perilaku personal dan lain-lain) serta faktor eksternal (seperti banyaknya petugas kesehatan yang kontak langsung dengan pasien, banyaknya prosedur invasive, lama tinggal di RS, lingkungan yang terkontaminasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan tindakan pencegahan infeksi nosokomial di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Medan 2019. jenis penelitian deskriptif, pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling dengan jumlah 90 orang perawat, dan pengambilan data dikumpulkan dengan menggunakan kueisiner. Dari hasil penelitian di peroleh dari 90 responden dengan kesimpulan pelaksanaan tindakan pencegahan infeksi nosokomial berdasarkan distribusi kepadatan penderita  mayoritas buruk sebanyak 40 orang (44,4%).Kata Kunci: Pencegahan Infeksi, Nosokomial
TINGKAT STRES IBU ANGGOTA GMAHK YANG MEMILIKI BALITA DI KECAMATAN PARONGPONG PADA MASA PANDEMI COVID-19 ika prika simatupang
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 9. No 2 (2021) Edisi Juli
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.98 KB) | DOI: 10.48134/jurkessutra.v9i2.68

Abstract

Merawat anak balita merupakan tanggung jawab umum seorang ibu. Beberapa ibu yang memiliki balita mengeluh stres selama pandemik karena lelah mengurus anak, rumah yang selalu berantakan, pekerjaan rumah yang menumpuk, dan sering marah. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat stres ibu yang memiliki balita selama masa pandemik Covid-19. Metode penelitian menggunakan kuantitatif deskriptif. Tehnik sampling yang digunakan adalah total sampling.  Sampel penelitian ini berjumlah 49 orang dari 86 orang ibu yang memiliki balita di empat GMAHK Kecamatan Parongpong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat stres ibu yang memiliki balita di empat GMAHK berada pada kategori stres ringan. Faktor-faktor yang sangat mempengaruhi tingkat stres dan jumlah sampel yang lebih banyak dapat dilakukan pada penelitian berikutnya.
HUBUNGAN PROMOSI SUSU FORMULA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KELURAHAN SIMARITO KECAMATAN SIANTAR BARAT PEMATANG SIANTAR Dian Permata Nasution
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 7, No 1 (2019): Edisi Januari
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48134/jurkessutra.v7i1.6

Abstract

Pendahuluan. ASI eksklusif adalah pemberian air susu ibu pada bayi tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi dan tim kecuali vitamin, sirup obat sampai dengan usia 6 bulan. Promosi susu formula adalah berbagai kegiatan yang dilakukan oleh produsen untuk mengkomunikasikan manfaat dari produk susu formula sebagai pengganti ASI dengan tujuan membujuk dan mengingatkan para konsumen agar membeli produk susu formula. Di Kelurahan Simarito dari 10 orang ibu yang mempunyai bayi 6-24 bulan, diketahui 9 orang yang tidak memberikan ASI eksklusif semuanya mendapat promosi susu formula berupa pemberian susu dan informasi tentang susu formula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan promosi susu formula dengan pemberian ASI Eksklusif di Kelurahan Simarito Kecamatan Siantar Barat.Metode. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki bayi berumur 6-24 bulan di Kelurahan Simarito yaitu 58 orang dan sampel adalah sebagian populasi yang mempunyai ASI sebanyak 51 orang. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data dengan uji Chi-Square pada tingkat kemaknaan 0,05.Hasil.  Hasil analisis bahwa 82,3% ibu mendapat promosi susu formula dari tenaga kesehatan. Ada tidaknya promosi susu formula berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif (p = 0,043). Ada hubungan pengetahuan ibu mengenai makanan yang baik bagi bayi 0-6 bulan dengan pemberian ASI eksklusif (p = 0,01).Kesimpulan. Adapun kesimpulan diharapkan Puskesmas untuk melarang tenaga kesehatan dengan memberikan pengarahan di wilayah kerjanya untuk tidak terlibat dalam mempromosikan susu formula dan memberikan sanksi apabila melanggar aturan yang sudah diberikan juga meningkatkan pengetahuan ibu tentang makanan yang baik bagi bayi 0-6 bulan dengan memberikan informasi langsung kepada ibu pada saat melakukan kunjungan pemeriksaan kehamilan.
ANALISIS PENGARUH TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK STIMULUS PERSEPSI TERHADAP KEMAMPUAN PASIEN MENGONTROL PERILAKU KEKERASAN DI RSJ PROF. ILDREM MEDAN TAHUN 2019 Murni Aritonang
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 8, N0 2 (2020): Edisi Juli
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.479 KB) | DOI: 10.48134/jurkessutra.v8i2.25

Abstract

Perilaku kekerasan adalah tingkah laku individu yang ditujukan untuk melukai atau mencelakakan individu lain yang tidak menginginkan datangnya tingkah laku tersebut yang dapat membahayakan bagi diri pasien sendiri, orang lain, dan lingkungan. Salah satu kegiatan kelompok yang diberikan pada pasien perilaku kekerasan adalah Terapi Aktivitas Kelompok: Stimulasi Persepsi. Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Persepsi adalah terapi yang menggunakan aktivitas sebagai stimulasi dan terkait dengan pengalaman dan atau kehidupan untuk didiskusikan dalam kelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh terapi aktivitas kelompok: stimulasi persepsi terhadap kemampuan pasien mengontrol perilaku kekerasan di RSJ Prof. Ildrem Medan 2019. Jenis penelitian ini adalah Quasi eksperimen yang menggunakan rancangan one group pre test post test .Populasi adalah seluruh pasien perilaku kekerasan sebanyak 367 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling berjumlah 10 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi berdasarkan format sesi TAKSP yang ada. Data dianalisis dengan uji t dependent menunjukkan bahwa ada pengaruh TAKSP: mengenal perilaku kekerasan terhadap kemampuan pasien mengontrol perilaku kekerasan (p=0,018); ada pengaruh TAKSP :mencegah perilaku kekerasan fisik terhadap kemampuan pasien mengontrol perilaku kekerasan (p=0,000); ada pengaruh TAKSP: mencegah perilaku kekerasan sosial terhadap kemampuan pasien mengontrol perilaku kekerasan (p= 0,002); ada pengaruh TAKSP :mencegah perilaku kekerasan spiritual terhadap kemampuan pasien mengontrol perilaku kekerasan (p=0,005); ada pengaruh TAKSP :mencegah perilaku kekerasan patuh minum obat terhadap kemampuan pasien mengontrol perilaku kekerasan (p=0,005). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Persepsi Terhadap Kemampuan Pasien Mengontrol Perilaku Kekerasan di RSJ Prof. Ildrem Medan 2019. Untuk itu diharapkan kepada perawat untuk melakukan TAKSP secara rutin dan berkelanjutan sehingga mempercepat proses penyembuhan pasien.Kata kunci: Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Persepsi, Kemampuan                                Mengontrol Perilaku Kekerasan, Pasien Perilaku Kekerasan
KARAKTERISTIK PENDERITA ASMA BRONCHIAL DI PUSKESMAS PADANG BULAN MEDAN TAHUN 2020 Nurliaty Nurliaty
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 9. No 1 (2021) Edisi Januari
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.304 KB) | DOI: 10.48134/jurkessutra.v9i1.59

Abstract

Asma bronkial adalah kesulitan bernafas yang ditandai dengan gejala sesak napas, batuk dan mengi. Pada umumnya serangan asma disebabkan oleh alergen yang tampil dalam bentuk Asma merupakan suatu kondisi paru-paru yang kronis yang ditandai dengan kesulitan bernafas. Asma dapat menyerang semua lapisan masyarakat tanpa mengenal status sosial, umur dan jenis ingestan, inhalan dan kontakdengan kulit. Karakteristik Penderita Asma Bronkial di Puskesmas Padang Bulan Medan Tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah bersifat deskriptif  yaitu untuk mengetahui Karakteristik Penderita Asma Bronkial di Puskesmas Padang Bulan Medan Tahun 2020. Populasi sebanyak 30 responden yang keseluruhannya dijadikan sampel (total sampling). Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan mengambil data sekunder dari rekam medik, dimana peneliti mengambil data dari rekam medik pada tahun 2020 tentang kasus pasien dengan diagnosa medis asma bronkial dengan menggunakan format pengumpulan data. Karakteristik Penderita Asma Bronkial berdasarkan usia di Puskesmas Padang Bulan Medan Tahun 2020 mayoritas terdapat pada kelompok usia 30-39 tahun sebanyak 10 orang (33,3%), dan minoritas pada usia 20-29 tahun sebanyak 5 orang (16,7%)berdasarkan usia asma pada orang dewasa sering kemungkinan itu terjadi dari mulai anak-anak, makin dewasa seseorang itu makin lemah kekuatan anti bodinya jadi di harapkan supaya menjaga kesehatannya masing-masing misalnya dengan memakan makanan yang bergizi,minum vitamin,dan sebagainya, berdasarkan pekerjaan mayoritas terdapat pada wiraswasta sebanyak 11 orang (36,7%), orang yang bekerja disuatu pabrik akan lebih rentang terkena asma dibanding yang bekerja di perkantoran jadi bagi yang pekerjaannya di pabrik harap menggunakan masker sewaktu bekerja supaya debu-debu dari pabrik tersebut tidak terhirup oleh hidung, dan minoritas terdapat pada PNS sebanyak 3 orang (10%), berdasarkan jenis kelamin  mayoritas  laki-laki sebanyak 18 orang (60 %), dan minoritas adalah perempuan sebanyak 12 orang (40%), asma sering terjadi pada laki-laki dua kali lipat lebih banyak dibanding perempuan oleh karena itu kita harus menjaga kesehatan dengan baik terutama bagi kaum laki-laki karena lebih rentan terserang asma dibanding perempuan. Kata kunci: Karakteristik Penderita Asma Bronkial 
RELATIONSHIP BETWEEN CHARACTERISTICS OF MOTHERS AND EATING PATTERNS TO THE GROWTH AND DEVELOPMENT OF INFANTS AT PANGKALAN SUSU DISTRICT LANGKAT REGENCY nurhikma panjaitan
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 10, No 1 (2022): Edisi Januari
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.995 KB) | DOI: 10.48134/jurkessutra.v10i1.91

Abstract

ABSTRAK Masa bayi ( 0-12 bulan ) merupakan masa perkembangan yang kritis. Masa ini ditandai dengan tumbuh kembang yang cepat baik fisik maupun mentalnya. Apabila pada masa ini bayi tidak mendapatkan ASI Eksklusif dan gizi yang cukup serta pola asuh yang baik, dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangn pada bayi . Di Kabupaten Langkat kecamatan Pangkalan Susu ditemukan cakupan ASI Eksklusif hanya 20% status gizi bayi kategori kurang 28% dan kategori buruk  5%, Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan karakteristik ibu dan pola asuh makan terhadap tumbuh kembang bayi di kecamatan Pangkalan Susu Kabupaten Langkat. Jenis penelitian yang digunakan pendekatan cross sectional dengan sampel sebanyak 100 orang ibu yang memiliki bayi. Pengumpulan data karakteristik ibu , pola asuh makan dan tumbuh kembang dilakukan dengan wawancara, pengukuran antropometri dan observasi bayi dengan menggunakan kuesioner pra skrining perkembangan. Data yang di analisis dengan univariat, bivariat dan multivariate. Setelah dilakukan  dengan Uji Regresi Logistik.  menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan perkembangan bayi adalah umur, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, jumlah anak, pendapatan, jenis makanan, frekuensi makan, waktu pertama pemberian ASI, waktu pertama pemberian MP ASI. Variabel yang berpengaruh dominan terhadap pertumbuhan perkembangan pertumbuhan perkembangan bayi adalah pengetahuan (OR 26,950). Disarankan supaya adanya kebijakan pemerintah daerah Kabupaten Langkat untuk mengatasi masalah pertumbuhan perkembangan bayi secara berkesinambungan, dan melakukan pemantauan melalui upaya pemberdayaan wanita dan keluarga serta peningkatan pengetahuan ibu mengenai tumbuh kembang bayi melalui penyuluhan kesehatan.
TERAPI MUSIK UNTUK MENGATASI STRES DALAM ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN GANGGUAN ENDOKRIN: DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT ADVENT MEDAN jumianus, jumianus; Sumantrie, Pipin
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 10, No 2 (2022): Edisi Juli
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48134/jurkessutra.v10i2.97

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus tipe 2 adalah salah satu penyakit kronis paling umum di Indonesia. Indonesia berada di posisi kelima dengan jumlah pengidap diabetes sebanyak 19,47 juta. Biasanya lebih mungkin terjadi pada orang dewasa dan lansia dengan ciri-ciri meningkatnya frekuensi buang air kecil, rasa haus berlebihan, penurunan berat badan, pandangan yang kabur, keletihan, kelaparan, kulit menjadi bermasalah. Diabetes melitus dapat terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu umur, faktor genetik, berat badan, aktifitas fisik kurang, merokok, hipertensi dan stres. Penulian karya tulis ilmiah ini memiliki dua tujuan yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum adalah untuk mendapatkan pengalaman dalam melaksanakan asuhan keperawatan khususnya terapi musik terhadap gangguan endokrin pada pasien diabetes melitus tipe 2. Adapun tujuan khusus adalah melakukan pengkajian, menentukan diagnosa, membuat rencana asuhan keperawatan, mengevaluasi tindakan keperawatan, mendokumentasikan asuhan keperawatan serta menerapkan terapi musik dalam setiap melakukan tindakan. Pelaksanaan asuhan keperawatan pada karya tulis ini lebih berfokus mendalami tentang tingkat stres pada pasien diabetes melitus tipe 2. Saran yang diberikan Penulis adalah agar perawat meningkatkan pengetahuan tentang diabetes melitus tipe 2 sehingga dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan dapat melakukannya dengan profesional dan hendaknya perawat dapat menerapkan Evidence Based Practice (EBP), sehingga dapat membantu mengurangi tingkat stres menggunakan metode terapi musik.
ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN GANGGUAN SISTEM MUSKULOSKELETAL: PASKA ORIF FRAKTUR FEMUR DEXTRA DENGAN INTERVENSI TERAPI MUSIK DI RUMAH SAKIT ADVENT MEDAN silalahi, tota rudi; Sumantrie, Pipin
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 10, No 2 (2022): Edisi Juli
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48134/jurkessutra.v10i2.98

Abstract

ABSTRAK Fraktur femur adalah hilangnya kontinuitas tulang pada kondisi fraktur femur secara klinis bisa berupa fraktur femur terbuka yang disertai adanya kerusakan jaringan lunak (otot, kulit, jaringan saraf, dan pembuluh darah) dan fraktur femur yang tertutup dapat disebabkan oleh trauma langsung pada paha. Fraktur adalah patahnya tulang yang utuh yang diakibatkan oleh trauma langsung dan trauma tidak langsung seperti kecelakaan lalu lintas, olahraga, jatuh dari permukaan tinggi dan pukulan langsung. Tujuan penulisan karya tulis ilmiah ini memiliki dua tujuan, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum adalah untuk memperoleh gambaran yang nyata serta untuk mendapatkan pengalaman dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan paska orif fraktur femur dextra berdasarkan ilmu keperawatan yang didapatkan selama menempuh pendidikan. Tujuan khusus adalah mampu melakukan pengkajian, menentukan diagnosa, merencanakan tindakan keperawatan, melakukan asuhan keperawatan, mendokumentasikan asuhan keperawatan serta mampu memberikan edukasi dan mengurangi nyeri klien paska orif fraktur femur dextra dengan memberikan terapi musik terhadap klien. Selama penulis memberikan asuhan keperawatan, Penulis mendapat kesimpulan bahwa dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien paska orif fraktur femur dextra adalah dengan memberikan promosi kesehatan untuk mencegah terjadinya fraktur, merawat luka fraktur dan melibatkan keluarga klien dalam melaksanakan asuhan keperawatan yang optimal.Kata kunci       : Terapi relaksasi musik, asuhan keperawatan fraktur femur
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU BIDAN DALAM PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI DI KECAMATAN SECANGGANG KABUPATEN LANGKAT caniago, ernita ruslaini
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 10, No 2 (2022): Edisi Juli
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48134/jurkessutra.v10i2.99

Abstract

ABSTRAKAngka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan tingkat kesehatan masyarakat. Banyak tindakan yang relatif murah dan mudah diterapkan untuk meningkatkan kesehatan dan kelangsungan hidup bayi baru lahir. Salah satunya adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI) segera setelah lahir atau biasa disebut inisiasi menyusu dini (IMD). Menurut hasil laporan Riskesdas (2007), sebagian besar proses mulai menyusui dilakukan pada kisaran waktu 1-6 jam setelah bayi lahir tetapi masih ada  proses mulai disusui dilakukan setelah 48 jam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran perilaku bidan dalam pelaksanaan inisiasi menyusu dini di wilayah kerja Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat. Jenis penelitian adalah penelitian  survey kuantitatif dengan  menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 87 responden (total populasi). Pengumpulan data primer  menggunakan kuesioner dan  data sekunder diperoleh dari Puskesmas dan Kecamatan Secanggang. Data dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji Chi-square dan multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda dengan CI 95%. Hasil  penelitian dengan uji univariat  ditemukan bidan yang melaksanakan IMD sebanyak 41,4%. Hasil uji bivariat diperoleh variabel yang bermakna dalam penelitian ini adalah pendidikan  nilai p = 0,028, lama kerja nilai p = 0,033, pengetahuan nilai p = 0,000, sikap nilai p = 0,013, pelatihan nilai p = 0,000 dan kebijakan nilai p = 0,018. Hasil uji multivariate ditemukan faktor dominan mempengaruhi  bidan dalam pelaksanaan IMD adalah pelatihan dengan nilai OR 7,875. Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat untuk memberikan pelatihan – pelatihan IMD kepada bidan dan memberikan reward/penghargaan kepada bidan yang melaksanakan IMD sesuai dengan kebijakan Pemerintah dan aturan Organisasi IBI. Kata Kunci      :  Perilaku Bidan, Inisiasi Menyusu Dini

Page 6 of 12 | Total Record : 119