cover
Contact Name
Pipin Sumantrie
Contact Email
pipinsitorus99@gmail.com
Phone
+6285373183251
Journal Mail Official
pipin.sumantrie@suryanusantara.ac.id
Editorial Address
Pipin Sumantrie. Komp Advent Jln Rakutta Sembiring. Kel Pondok Sayur, Kec Siantar MArtoba. Pematangsiantar 21137. Sumatera Utara. Indonesia
Location
Kota pematangsiantar,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurkessutra/Jurnal Kesehatan Surya Nusantara
ISSN : 2086700X     EISSN : 26228939     DOI : https://doi.org/10.48134/jurkessutra.
Core Subject : Health,
JURKESSUTRA is published two times a year; in January and Juli, Jurkessutra was published in Indonesia and English. The process of publishing Jurnal Kesehatan Surya Nusantara is conducted through a quick submit since 2012, then is full-online using the Online Journal System (OJS) since 2018 (Vol 7 No. 1 of 2019) through the website: https://jurnal.suryanusantara.ac.id. Focus and range of encryption include: Fundamental of Nursing Pediatric Nursing Maternity Nursing Psychiatric Nursing Family and Community Health Nursing Critical and Intensive Care Nursing Medical Surgical Nursing
Articles 119 Documents
Analisis Lingkungan Fisik dan Perilaku Keluarga Terhadap Kejadian ISPA Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Pematang Raya Tahun 2023 Sidabutar, Sondang; Wahyanto, Tatin; Jafar, Ibnu
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 12, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48134/jurkessutra.v12i2.174

Abstract

ABSTRAK Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit infeksi yang dapat mempengaruhi kerja system pernapasan manusia. Angka kejadian ISPA di Puskesmas Pematang Raya pada balita bulan Januari - Mei tahun 2023 mencapai 35%. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan adanya hubungan yang bermakna antara lingkungan fisik dan perilaku keluarga dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja puskesmas pematang raya tahun 2023. Jenis penelitan ini adalah survei analitik dengan rancangan cross sectional. Populasinya adalah seluruh balita yang ada di Kelurahan Baringin Raya wilayah kerja Puskesmas Pematang Raya sebanyak 168 balita dan sampel sebanyak 36 balita diperoleh dengan rumus Slovin. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan roll meter. Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara luas ventilasi (p-value 0,030) , jenis dinding (p-value 0,005), kepadadatan hunian (p-value 0,000), dan perilaku merokok (p-value 0,005) dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pematang Raya. Dan Tidak ada hubungan antara jenis lantai (p-value 0,0796) dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pematang Raya. Masyarakat yang mempunyai balita diharapkan lebih memperhatikan kondisi fisik lingkungan rumah dan sebisa mungkin menerapkan lingkungan fisik yang memenuhi syarat serta tidak merokok saat berada didekat balita. Kata Kunci : Balita, ISPA, Lingkungan Fisik, Perilaku Keluarga
LATIHAN NAPAS DALAM UNTUK NYERI AKUT PADA TN. J DENGAN GANGGUAN SISTEM MUSKULOSKELETAL: FRAKTUR METATARSAL DEXTRA DISTAL FALANG DIGITI I Sinaga, Rosnancy Renolita; Panjaitan, Josia
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 12, No 1 (2024): Edisi Januari
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48134/jurkessutra.v12i1.165

Abstract

Pendahuluan. Fraktur adalah hilangnya kontinuitas tulang, tulang rawan, yang bersifat total atau sebagian, akibat trauma langsung dan tidak langsung. Riskesdas (2018) mencatat prevalensi kasus cedera secara nasional sekitar 5,5%, dengan jenis kasus terbanyak adalah cedera ekstrimitas bawah dengan persentase 67,9% dan cedera ekstrimitas atas sebesar 32,7%. Fraktur sering terjadi pada sistem skeletal dan dianggap remeh adalah fraktur falang. Fraktur menyebabkan nyeri dan menganggu aktivitas pasien. Satu intervensi penanganan nyeri yang bisa dilakukan perawat adalah latihan napas dalam. Tujuan umum penelitian ini untuk memberikan asuhan keperawatan kepada pasien meliputi pengkajian, menegakkan diagnosa, membuat intervensi dan melaksanakannya dan mengevaluasi asuhan. Terutama perawat memberikan intervensi penanganan nyeri melalui latihan napas dalam. Metode. Penelitian ini adalah studi kasus selama tiga hari yang dilakukan pada pasien Tn. J dengan fraktur metatarsal dextra distal falang digiti 1 dengan pengumpulan data melalui wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, studi kepustakaan dan media internet. Hasil Penelitian. Berdasarkan studi kasus studi kasus pada Tn. J ditemukan adanya keluhan nyeri dan gangguan mobilitas fisik. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan adalah nyeri akut, gangguan mobilitas fisik, resiko infeksi dan gangguan pola tidur. Pada pelaksanaan tindakan, perawat tidak menemukan hambatan karena perawat bekerjasama dengan klien dan keluarganya serta dengan tim medis. Pada tahap evaluasi keperawatan, dari empat diagnosa keperawatan, masalah nyeri akut dan gangguan mobilitas teratasi sebagian, sedangkan diagnosa resiko infeksi dan gangguan tidur dapat diatasi. Kesimpulan. Masalah nyeri pada fraktur dapat diatasi dengan latihan napas dalam, walaupun dalam studi kasus ini rasa nyeri dapat teratasi sebagaian. Perlu ada penelitian lain dengan menggunakan tekhnik lain untuk mengatasi nyeri fraktur. Kata kunci: Napas dalam, nyeri akut, fraktur
Implementasi Oral Hygiene Pada Nn. N Dengan Gangguan Sistem Pencernaan: Demam Tifoid Untuk Meningkatkan Pemenuhan Nutrisi Di Rumah Sakit X Pematangsiantar Sianturi, Pestani Sry Juliana; Silaban, Cesarina; Sinaga, Rosnancy Renolita; Purba, Yunis Veronika; Manalu, Jespin Saurlina
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 12, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48134/jurkessutra.v12i2.176

Abstract

Pendahuluan: Demam tifoid atau yang lebih sering dikenal tipes merupakan penyakit akut yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Thypi. Bakteri ini biasanya ditemukan di air atau makanan yang terkontaminasi. Selain itu, bakteri ini juga bisa ditularkan dari orang yang terinfeksi. Pemenuhan asupan nutrisi pada pasien demam tifoid sangat penting untuk menjaga nafsu makan pasien, maka dari itu pasien harus rutin untuk melakukan oral hygine setiap hari sebelum dan sesudah makan demi menjaga kebersihan gigi dan mulut. Tujuan dari implementasi oral hygiene ini adalah untuk meningkatkan kebersihan mulut dan nafsu makan. Metode: Penulisan menggunakan metode studi kasus berdasarkan studi literatur Evidence Based Practice pada Nn.N selama tiga hari dengan intervensi oral hygiene. Hasil: penulis mampu melakukan pengkajian dan di dapati adanya keluhan nyeri akut, hipertermi, gangguan nutrisi, diare, dan defisit pengetahuan. Secara garis besar semua intervensi dapat di implementasikan kepada pasien. pendidikan kesehatan oral hygiene, pemenuhan nutrisi pada pasien teratasi sebagian. Kesimpulan: Setelah diberikan implementasi oral hygiene kebutuhan nutrisi pada pasien dapat terpenuhi dengan baik ditandai dengan nafsu makan yang meningkat, kulit tidak kering, dan bising usus normal.
LATIHAN BATUK EFEKTIF UNTUK BERSIHAN JALAN NAPAS PADA PASIEN NY. L DENGAN GANGGUAN SISTEM PERNAPASAN: PNEUMONIA Sinaga, Rosnancy Renolita; Nababan, Cornelia Fitri Yanti
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 13, No 1 (2025): Edisi Januari
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48134/jurkessutra.v13i1.204

Abstract

Pendahuluan. Pneumonia adalah infeksi saluran pernapasan disebabkan bakteri, virus, jamur dan parasit atau protozoa dengan manifestasi klinis demam, sesak napas, penggunaan otot bantu, serta dispneu. Ini memicu peradangan pada alveoli paru-paru dan menyebabkan alveoli terisi cairan yang mengakibatkan terjadinya penumpukan sputum. Menurut World Health Organization (2022) kejadian pneumonia lebih dari 3,8 juta pertahunnya pada orang dewasa. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui lebih jauh tentang asuhan keperawatan pada pasien pneumonia dengan gangguan bersihan jalan napas.Metode. Penelitian ini adalah studi kasus selama tiga hari yang dilakukan pada pasien Ny. L dengan pneumonia dengan pengumpulan data melalui wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, studi kepustakaan dan media internet.Hasil Penelitian. Berdasarkan studi kasus studi kasus pada Ny. L ditemukan adanya batuk terus menerus, dahak warna hijau kekuningan, sulit mengeluarkan dahak, ada sesak napas. Pasien juga mengeluh mual, nafsu makan menurun, lemas. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan adalah bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan  sekresi yang tertahan, gangguan pertukaran gas berhubungan dengan ketidakseimbangan alveolus– kapiler, pola napas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya napas, intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara  suplai dan oksigen, resiko defisit nutrisi berhubungan dengan faktor psikologi. Pada pelaksanaan tindakan, perawat tidak menemukan hambatan karena perawat kerjasama  yang baik dengan klien, keluarga dan tim medis. Pada tahap evaluasi, masalah keperawatan yang dapat teratasi sebagian adalah bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan  sekresi yang tertahan, gangguan pertukaran gas berhubungan dengan ketidakseimbangan alveolus– kapiler, pola napas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya napas teratasi sebagian, sedangkan intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara  suplai dan oksigen, resiko defisit nutrisi berhubungan dengan faktor psikologis, dapat diatasi.Kesimpulan. Masalah bersihan jalan napas dapat teratasi sebagian dengan latihan batuk efektif dan pemberian terapi lain. 
IMPLEMENTASI PEMENUHAN NUTRISI PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN : DEMAM TYPOID DI RUMAH X MEDAN Sinambela, Ayu Lovian
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 12, No 1 (2024): Edisi Januari
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48134/jurkessutra.v12i1.171

Abstract

Pendahuluan. Demam tifoid merupakan infeksi akut pada usus halus dengan gejala demam lebih dari satu minggu, mengakibatkan gangguan pencernaan dan dapat menurunkan tingkat kesadaran. Tujuan dari literatur review adalah untuk mengidentifikasi keefektifan manajemen nutrisi dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi pada pasien demam tifoid. Metodologi. Metodologi dalam penelitian ini menggunakan metode studi kasus, yaitu mengimplementasikan intervensi keperawatan berdasarkan studi literatur dan literature review yang berisi uraian tentang teori dan temuan peneliti terdahulu sebagai landasan dalam pemenuhan nutrisi pasien. Hasil Penelitian. Setelah melakukan penelitian melalui pemberian asuhan keperawatan pada pasien maka ditemukan hasil bahwa nutrisi pasien terpenuhi. Kesimpulan. Penerapan intervensi manajemen nutrisi dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi pada pasien demam tifoid sangat efektif dalam upaya mencapai kebutuhan nutrisi yang adekuat.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. R DENGAN GANGGUAN PERNAPASAN: TUBERKULOSIS PARU DALAM DUKUNGAN KEPATUHAN PADA MASALAH KETIDAKPATUHAN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS DI RS. X PEMATANGSIANTAR Sinaga, Rosnancy Renolita; Manurung, Bintang; Silaban, Cesarina
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 12, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48134/jurkessutra.v12i2.177

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan. Menurut data World Health Organization (WHO) TBC berada di urutan kedua untuk penyakit infeksius yang paling banyak menyebabkan kematian setelah COVID-19 (WHO, 2022). Di Indonesia, TBC termasuk masalah kesehatan dengan angka kasus dan kematian yang tinggi. Pada 2021 Indonesia menempati posisi kedua di dunia setelah India dengan estimasi sebanyak 969.000 kasus. Estimasi kasus pada 2022 juga sebanyak 969.000 kasus, terdiri dari TBC sensitif obat (SO) dan TBC resisten obat (RO). Nyatanya, capaian penemuan kasus TBC pada November 2022 hanya 52% dari sebesar 90% (Kemenkes RI, 2022). Kesenjangan ini menunjukkan Indonesia belum mencapai target penemuan kasus sehingga berpengaruh terhadap jumlah penderita TBC yang belum mendapat pengobatan dan menyebabkan tingginya penularan. Tujuan umum penelitian ini untuk memberikan asuhan keperawatan kepada pasien meliputi pengkajian, menegakkan diagnosa, membuat intervensi dan melaksanakannya dan mengevaluasi asuhan, secara khusus perawat memberikan intervensi kepatuhan pada program pengobatan dan pencegahan penyakit. Metode. Penelitian ini adalah studi kasus dengan empat hari proses perawatan yang dilakukan pada pasien Ny. R dengan TB Paru dengan pengumpulan data melalui wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, studi kepustakaan dan media internet. Hasil Penelitian. Pada studi kasus pada Ny. R ditemukan batuk berdarah, sesak, dan nafsu makan menurun. Diagnosa keperawatan Ny. R adalah ketidakpatuhan berhubungan dengan program terapi kompleks dan/atau lama, bersihan jalan nafas tidak efektif, gangguan pertukaran gas, resiko defisit nutrisi, managemen kesehatan tidak efektif. Pada tahap intervensi dan pelaksanaan tindakan, perawat tidak menemukan hambatan karena bekerjasama dengan klien dan tim medis. Pada tahap evaluasi keperawatan, dari lima masalah keperawatan, masalah ketidakpatuhan dapat teratasi dan masalah lain belum dapat diatasi. Kesimpulan. Dari lima masalah keperawatan pasien, masalah ketidakpatuhan dapat diatasi dengan pemberian edukasi kesehatan terkait pencegahan dan program pengobatan. Kata kunci: Asuhan keperawatan, Tuberkulosis paru, Kepatuhan, Ketidakpatuhan
PENGARUH PERSEPSI PASIEN TENTANG MUTU PELAYANAN RAWAT INAP TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS RAWAT INAP SIMPANG EMPAT KABUPATEN ASAHAN Hutagaol, Netty Herawati; Sidabutar, Sondang; Sirait, Paul
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 12, No 1 (2024): Edisi Januari
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48134/jurkessutra.v12i1.168

Abstract

Kepuasan pasien perlu diupayakan karena merupakan hal penting yang akan mempengaruhi kualitas layanan kesehatan di Puskesmas. Pengukuran kepuasan pasien relatif mudah dikerjakan dan diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai mutu pelayanan Puskesmas dalam segi persepsi kepuasan pasien. Pessepsi kepuasan pasien berkaitan erat dengan mutu pelayanan. Pengguna jasa pelayanan kesehatan di Puskesmas menuntut pelayanan yang bermutu. Tujuan Penelitian Menganalisa pengaruh persepsi daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), jaminan (assurance), bukti fisik (tangible), empati (empathy), keandalan (reliability) terhadap tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Rawat Inap Simpang Empat. Penelitian ini merupakan penelitian survei bersifat analitik menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yang bersifat cross sectional. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Simpang empat Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Asahan, dari bulan Desember 2021 sampai dengan bulan Maret 2022 dengan sample 68 orang. Hasil ada pengaruh persepsi daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), jaminan (assurance), bukti fisik (tangible), empati (empathy), keandalan (reliability) terhadap tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Rawat Inap Simpang Empat Kata Kunci, responsiveness, assurance, tangible, empathy, reliability,Kepuasan
IMPLEMENTASIKAN TERAPI MUSIK DALAM KECEMASAN PADA PASIEN DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2. Limbong, Martalina; Simatupang, Regina
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 12, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48134/jurkessutra.v12i2.179

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan. Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Diabetes melitus dapat terjadi karena ada beberapa faktor yaitu umur, faktor genetik, berat badan, aktivitas fisik kurang, merokok, hipertensi dan kecemasan. Tujuan. Tujuan penulisan ini adalah mampu memberikan asuhan keperawatan secara komprehensif dengan mengimplementasikan terapi musik dalam kecemasan pada Pasien dengan DM Tipe 2. Metode. Penulisan menggunakan metode studi kasus berdasarkan studi literatur Evidence Based Practice pada Ny.R selama tiga hari dengan intervensi terapi musik. Hasil. Setelah melakukan asuhan keperawatan, maka hasil yang ditemukan bahwa terapi musik dapat menurunkan kecemasan pada pasien dengan DM Tipe 2 melalui nilai kadar glukosa darah dalam kondisi terkontrol. Saran. Diharapkan masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan mengurangi stres, berolahraga secara teratur, mengontrol pola makan, dan rutin mengotrol gula darah. Perawat meningkatkan pengetahuan tentang DM tipe 2 sehingga dalam melakukan asuhan keperawatan dapat melakukannya dengan profesional dan hendaknya perawat dapat menerapkan Evidence Based Pratice (EBP) sehingga membantu mengurangi kecemasan menggunakan metode terapi musik. Kata kunci: DM tipe 2, Insulin, Hiperglikemia
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MASYARAKAT DALAM MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN DI DAERAH WISATA KELURAHAN TIGA RAJA KECAMATAN GIRSANG SIMPANGAN BOLON KABUPATEN PARAPAT SIMALUNGUN Sihombing, Eka Saudur; Tarigan, Sri Wahyuni; Sidabutar, Sondang; Masdalifah, Nur
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 12, No 1 (2024): Edisi Januari
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48134/jurkessutra.v12i1.170

Abstract

Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia yang belum memiliki nilai ekonomis yang letaknya mempengaruhi nilai estetika dan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku masyarakat dalam membuang sampah sembarangan di Daerah Wisata Kelurahan Tiga Raja Kecamatan Girsang Simpang Bolon Kabupaten Parapat Simalungun dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel 65 responden. Hasil penelitian dari data yang dikumpulkan melalui kuisioner dengan uji Chi Square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan perilaku buang sampah (p value = 0,1 > 0,05), tidak ada hubungan antara umur dengan perilaku buang sampah (p value = 0,658 > 0,05), tidak ada hubungan antara pekerjaan dengan perilaku buang sampah (p value = 0,901 > 0,05), ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku buang sampah (p value = 0,014 < 0,05), ada hubungan antara sikap dengan perilaku buang sampah (p value = 0,029 < 0,05), ada hubungan antara factor penguat (sarana dan prasarana) dengan perilaku buang sampah (p value = 0,003 < 0,05). Kesimpulan nya bahwa pengetahuan, sikap, sarana dan prasarana merupakan faktor yang berhubungan dengan perilaku masayrakat dalam membuang sampah sembarangan di daerah wisata kelurahan Tiga Raja Kecamatan Girsang Simpang Bolon Kabupaten Parapat Simalungun. Saran untuk dilakukan kegatan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap masyarakat setempat dengan melaksanakan penyuluhan atau membuat poster-poster untuk membuang sampah pada tempatnya, pemerintah menyediakan sarana dan prasarana supaya sampah dibuang pada tempatnya. Kata kunci: Sampah; perilaku

Page 12 of 12 | Total Record : 119