cover
Contact Name
Enggar Patriono
Contact Email
epatriono@unsri.ac.id
Phone
+62711580306
Journal Mail Official
biovalentia@unsri.ac.id
Editorial Address
JURUSAN BIOLOGI FMIPA UNIVERSITAS SRIWIJAYA Jalan Raya Palembang-Prabumulih KM 32 Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan 30662 Indonesia
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Sriwijaya Bioscientia
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : 27220680     DOI : https://doi.org/10.24233/sribios
Publikasi karya ilmiah secara berkala melalui jurnal elektronik sebagai tujuan SRIWIJAYA BIOSCIENTIA. Karya ilmiah yang dipublikasi oleh SRIWIJAYA BIOSCIENTIA termasuk dalam bidang ilmu Biologi murni dan Biologi terapan. Biologi murni termasuk Ekologi, Biosistematika, Fisiologi, Biologi Perkembangan, Mikrobiologi, Genetika. Biologi terapan termasuk Bioteknologi dan ilmu-ilmu turunan Biologi murni. Karya ilmiah yang dipublikasi dapat berupa hasil penelitian, studi kasus, review.
Articles 84 Documents
Kelimpahan mikroplastik pada saluran pencernaan ikan Sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis Castelnau, 1855) di Hulu dan Hilir Sungai Musi kota Palembang Doni Setiawan; Nur Fatimah Vita Sari; Yadi Oktariansyah; Enggar Patriono; Mustafa Kamal
Sriwijaya Bioscientia Vol 6 No 3 (2025)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.6.3.2025.544

Abstract

Sungai Musi di Kota Palembang memiliki peranan penting bagi masyarakat, namun tingginya aktivitas antropogenik seperti transportasi, pemukiman, dan kegiatan industri berpotensi  meningkatkan pencemaran plastic yang terdegradasi menjadi mikroplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan persentase kelimpahan mikroplastik pada saluran pencernaan  ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) serta membandingkan kelimpahannya antara bagian hulu dan hilir Sungai Musi. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive random sampling, diikuti dengan analisis laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan adanya lima jenis mikroplastik yaitu fiber, fragmen, film, pellet, foam, dengan dominasi fiber sebesar 85,87%. Total  mikroplastik  yang ditemukan mencapai 977 partikel, di bagian hulu (525 partikel) dan hilir (452 partikel) dengan rata-rata kelimpahan 32,56 partikel per individu. Persentase kelimpahan mikroplastik menunjukkan lokasi  hulu sedikit lebih tinggi dibanding hilir yang mengindikasikan adanya variasi tingkat pencemaran mikroplastik yang lebih tinggi dibagian hulu Sungai Musi bagian Kota Palembang.
Keanekaragaman dan struktur komunitas gulma pada variasi tahun pangkas di Perkebunan Teh PTPN VII, Pagar Alam, Sumatera Selatan Dwi Puspa Indriani; Dina Riana Elizabeth Saing; Hanifa Marisa; Sarno; Enggar Patriono
Sriwijaya Bioscientia Vol 7 No 1 (2026)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.7.1.2026.575

Abstract

Gulma merupakan salah satu faktor pembatas utama dalam pertumbuhan dan produksi perkebunan teh (Camellia sinensis L.). Pemangkasan dengan tahun pangkas yang berbeda membentuk kondisi mikroklimat tertentu yang mempengaruhi pertumbuhan dan dominansi spesies gulma tertentu. Informasi dominansi spesies gulma penting sebagai dasar pengelolaan Perkebunan teh. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengidentifikasi keanekaragaman dan (2) menganalisa struktur komunitas gulma pada tahun pangkas berbeda di perkebunan teh. Studi ini dilakukan pada bulan Juli – Agustus 2025 di PTPN VII Afdeling 1 (Talang Darat) Pagar Alam, Sumatera Selatan. Pengamatan dilakukan pada Blok T1 (1 tahun), T2 (2 tahun), T3 (3 tahun), dan T4 (4 tahun). Data vegetasi berupa identifikasi komposisi dan dominansi spesies selanjutnya dianalisa dengan Indeks Nilai Penting (INP), Indeks Keragaman Shannon-Wiener, Indeks Kesamaan Komunitas (Indeks Sorensen). Studi memperlihatkan terdapat 11 famili dengan 8 famili utama yang mendominasi, yaitu Asteraceae, Poaceae, Cyperaceae, Rubiaceae, Fabaceae, Acanthaceae, Apiaceae, dan Begoniaceae. Komposisi kelompok gulma meliputi berdaun lebar (broad leaf) (65,22%) kelompok rumput (grass) (26,09%) dan teki (sedge) (8,70%). Justicia procumbens dan Crassocephalum crepidioides adalah dua spesies yang mendominasi di ke empat blok pengamatan. Blok T4 tahun pangkas tertua (T4) yaitu 4 tahun memiliki jumlah spesies terbanyak (18 spesies) dan indeks keragaman tertinggi (2,85), (3) Indeks kesamaan komunitas tertinggi dimiliki antara T1 dan T2 (77,4%). Studi ini memperlihatkan bahwa perbedaan tahun pangkas mendukung preferensi habitat terhadap keragaman spesies dan struktur komunitas gulma tertentu.
Identifikasi jenis polimer mikroplastik pada ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis Castelnau, 1855) Sungai Musi Kota Palembang menggunakan analisis fourier transform infrared spectroscopy (FTIR) Doni Setiawan; Enggar Patriono; Mustafa Kamal
Sriwijaya Bioscientia Vol 7 No 1 (2026)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.7.1.2026.581

Abstract

Pencemaran mikroplastik pada ekosistem perairan tawar menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang meningkat salah satunya di Sungai Musi Kota Palembang yang berpotensi mengalami akumulasi limbah plastik yang berasal dari aktivitas domestik, industri, transportasi, dan perikanan. Ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) merupakan jenis ikan yang memiliki kemampuan mengakumulasi partikel mikroplastik akibat degradasi dari limbah plastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis polimer mikroplastik pada saluran pencernaan ikan sapu-sapu di Sungai Musi Kota Palembang menggunakan metode Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Penelitian dilaksanakan pada November-Desember 2025 di kawasan Sungai Keramasan dan Musi II. Hasil analisis FTIR menunjukkan bahwa mikroplastik pada saluran pencernaan ikan sapu-sapu teridentifikasi sebagai polimer polypropylene (PP) dan polyethylene terephthalate (PET). Polimer PP ditandai oleh keberadaan gugus C–H alifatik, sedangkan PET dicirikan oleh pita serapan gugus karbonil ester (C=O). Beberapa spektrum menunjukkan indikasi proses pelapukan akibat oksidasi selama berada di lingkungan perairan. Keberadaan polimer tersebut menunjukkan bahwa sumber mikroplastik di Sungai Musi diduga berasal dari limbah kemasan plastik, botol minuman, tekstil sintetis, peralatan perikanan, dan aktivitas antropogenik lainnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa ikan sapu-sapu berpotensi digunakan sebagai bioindikator pencemaran ikroplastik serta memberikan informasi dasar mengenai karakteristik polimer mikroplastik sebagai dasar pemantauan kualitas perairan dan pengelolaan pencemaran plastik berkelanjutan.
Monograf Senduduk (Melastoma malabathricum L.) di Kawasan Universitas Sriwijaya Indralaya Nita Aminasih; Dini Aprillia Permatasari
Sriwijaya Bioscientia Vol 7 No 1 (2026)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.7.1.2026.583

Abstract

Senduduk (Melastoma malabathricum L.) merupakan tumbuhan semak dari famili Melastomataceae yang banyak ditemukan di daerah tropis dan memiliki berbagai potensi pemanfaatan. Di kawasan Universitas Sriwijaya Indralaya, senduduk (Melastoma malabathricum L.) tumbuh liar pada area terbuka, semak belukar, dan tepi jalan kampus dengan kondisi lingkungan tropis yang mendukung pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun monograf senduduk (Melastoma malabathricum L.) di kawasan Universitas Sriwijaya Indralaya melalui pengamatan langsung terhadap karakter morfologi, ekologi, persebaran, serta studi literatur mengenai kandungan metabolit sekundernya. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif melalui observasi lapangan dan studi literatur. Pengamatan meliputi karakter morfologi akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji, serta analisis kondisi habitat dan persebaran tumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senduduk (Melastoma malabathricum L.) di kawasan Universitas Sriwijaya termasuk dalam subsp. malabathricum yang memiliki habitus semak dengan daun bertulang triplinerved, bunga ungu dengan benang sari dimorfik, dan buah bulat berbiji banyak. Tumbuhan ini tersebar pada area terbuka dan semak belukar di kawasan kampus dengan pola distribusi mengelompok. Spesies ini mengandung flavonoid, fenol, tanin, saponin, dan antosianin yang berpotensi sebagai antioksidan, antimikroba, antiinflamasi, serta pewarna alami.