cover
Contact Name
Enggar Patriono
Contact Email
epatriono@unsri.ac.id
Phone
+62711580306
Journal Mail Official
biovalentia@unsri.ac.id
Editorial Address
JURUSAN BIOLOGI FMIPA UNIVERSITAS SRIWIJAYA Jalan Raya Palembang-Prabumulih KM 32 Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan 30662 Indonesia
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Sriwijaya Bioscientia
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : 27220680     DOI : https://doi.org/10.24233/sribios
Publikasi karya ilmiah secara berkala melalui jurnal elektronik sebagai tujuan SRIWIJAYA BIOSCIENTIA. Karya ilmiah yang dipublikasi oleh SRIWIJAYA BIOSCIENTIA termasuk dalam bidang ilmu Biologi murni dan Biologi terapan. Biologi murni termasuk Ekologi, Biosistematika, Fisiologi, Biologi Perkembangan, Mikrobiologi, Genetika. Biologi terapan termasuk Bioteknologi dan ilmu-ilmu turunan Biologi murni. Karya ilmiah yang dipublikasi dapat berupa hasil penelitian, studi kasus, review.
Articles 70 Documents
Kekerabatan Pacar Cina (Aglaia odorata) Berdasarkan Gen rbcL Menggunakan Metode BLAST dan Filogenetik Arifah, Nur; Pragustiandi, Guntur; Sari, Diah Komala
Sriwijaya Bioscientia Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.6.01.2025.462

Abstract

Pacar Cina termasuk kedalam genus Aglaia yang merupakan genus yang cukup besar, sehingga terdapat beberapa karakteristik spesies didalamnya. Analisis kekerabatan Pacar Cina dengan spesies didalam genus Aglaia sendiri masih sedikit dilakukan, hal ini perlu dilakukan untuk melihat bagai mana kekerabatan yang ada antara Pacar Cina dan spesies lainnya didalam genus Aglaia. Beberapa gen yang biasa digunakan untuk melakukan analisis kekerabatan antar tumbuhan tingkat tinggi adalah Gen rbcL. Metode yang bisa digunakan untuk mencari beberapa spesies dalam Aglaia adalah metode Basic Local Alignment Search Tool (BLAST) di websiteNational Center for Biotechnology Information (NCBI) yang telah banyak digunakan untuk analisis molekuler dan rekonstruksi pohon filogenetik untuk melihat kekerabatan antar spesies. Hasil analisis menunjukkan bahwa bahwa analisis BLAST dan filogenetik menunjukkan bahwa sampel Pacar Cina memiliki kekerabatan yang dekat dengan Aglaia odorata dan dapat menjelaskan kekerabatan antara spesies-spesies yang ada didalamnya. Kata kunci: Aglaia odorata, rbcL Gene, Phylogenetic
Efektivitas atraktan air rendaman jerami Padi (Oryza sativa, L.) terhadap nyamuk Culex spp. dengan menggunakan perangkap (trapping) Analisa; Kamal, Mustafa
Sriwijaya Bioscientia Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.5.1.2024.454

Abstract

Penyakit penyakit kaki gajah disebabkan oleh cacing filaria melalui vektor utamanya nyamuk Culex spp. Upaya pengendalian nyamuk yang aman bagi lingkungan menggunakan bahan alami atraktan mengggunakan perangkap (trapping). Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui jumlah dan jenis nyamuk yang terperangkap, konsentrasi yang paling berpotensi mengundang nyamuk Culex spp. serta pengaruh lingkungan keadaan lingkungan. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Kemuning, Kota Palembang dan Laboratorium Biosistematika, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sriwijaya, Januari hingga Maret 2024. Penelitian eksperimental menggunakan RAK non faktorial dengan 6 perlakuan dan 4 pengulangan dengan total trapping 48, terdiri dari dua stasiun dan konsentrasi rendaman jerami padi 0.2%, 0.4%, 0.8%, 1.6%, 3.2% serta kontrol (asam laktat 20%). Parameter yang diamati yaitu jumlah dan jenis nyamuk yang terperangkap, konsentrasi yang paling banyak memerangkap nyamuk Culex spp., parameter atraktan pH, warna dan bau, serta parameter lingkungan suhu dan kelembaban. Analisis data menggunakan ANOVA dan uji Duncan. Hasil penelitian didapatkan 120 ekor Culex spp. yang terdiri dari 91 nyamuk Culex spp. dan 29 nyamuk Aedes spp., konsentrasi 0.8% paling banyak memerangkap nyamuk Culex spp.
Penerapan Kesejahteraan Hewan Dalam Pemeliharaan Kelinci: Review Nasihin, Ahmad
Sriwijaya Bioscientia Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.6.1.2025.469

Abstract

Kesejahteraan hewan menjadi isu yang mengkhawatirkan seiring dengan peningkatan popularitas kelinci sebagai hewan peliharaan. Kelinci sering kali dipelihara dalam kondisi yang tidak memadai sehingga mengakibatkan terjadinya kematian dini. Tinjauan ini dilakukan untuk mengulas penerapan kesejahteraan hewan dalam pemeliharaan kelinci berdasarkan berbagai literatur dari berbagai sumber. Kelinci membutuhkan hijauan sebagai pakan utama dan konsentrat sebagai pelengkap, sementara air minum harus disediakan secara ad-libitum. Lingkungan dan perkandangan yang memadai dapat mendukung aktivitas dan perilaku alamiah sehingga meminimalisir stres. Penyakit umum seperti diare, kembung, dan scabies sering dijumpai akibat kondisi kandang yang buruk atau pemberian pakan yang tidak tepat. Kelinci memiliki perilaku alamiah yang harus difasilitasi sebagai upaya memenuhi salah satu kebutuhan dasarnya. Kelinci dapat dikawinkan pada saat umur 5-6 bulan. Perkawinan dapat dilakukan saat betina menunjukkan tanda-tanda berahi kemudian dimasukkan ke dalam kandang kelinci jantan dan dipisahkan kembali ketika perkawinan telah terjadi. Kelinci betina yang telah bunting membutuhkan pakan lebih banyak, kandang yang lebih luas, dan kotak untuk membuat sarang sebagai tempat merawat anaknya ketika lahir. Handling kelinci selama proses pemeliharaan juga harus dilakukan dengan metode yang benar untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi kelinci. Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa kesejahteraan hewan dapat dicapai melalui penerapan manajemen pemeliharaan yang baik.
Isolasi, karakterisasi jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) menggunakan media PDA dan pertumbuhannya di baglog Mega, Zakria Ferisya; Rahmat, Pratama; Safitri, Ayu
Sriwijaya Bioscientia Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.6.1.2025.480

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jenis jamur dari filum Basidiomycota yang mempunyai prospek sangat baik untuk dikembangkan dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi, namun tidak semua petani jamur dapat menyiapkan bibit jamur sendiri. Oleh karena itu pengadaan bibit sendiri harus bisa dilakukan petani yang serius untuk berbisnis jamur tiram untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Belum terdapat petani yang menanam langsung jamur tiram langsung, umumnya petani menanam jamur tiram dari bibit yang dibeli atau dibuat sendiri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menumbuhkan jamur tiram segar pada media PDA dan untuk melihat karakteristik pertumbuhan isolat jamur tersebut pada PDA, benih dan baglog. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling, sampel diambil di Desa Payakabung. Data hasil pertumbuhan inokulasi jamur tiram ke dalam botol dan pertumbuhan pada media baglog dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) diolah dengan bantuan program microsoft excel. Berdasarkan hasil penelitian tersebut didapatkan hasil bahwa isolasi yang dilakukan pada potongan tubuh buah jamur tiram segar dapat tumbuh dengan baik pada media PDA dan karakteristik pertumbuhan isolat PDA1 lebih lambat pertumbuhan miseliumnya dibandingkan dengan isolat PDA2. Kedua isolat memiliki koloni berwarna putih kecoklatan. Tidak ada perbedaan pertumbuhan kedua isolat jamur pada media benih yang disimpan pada suhu 20-25°C dan suhu 26-30°C pada media simpan benih. Pertumbuhan jamur tiram tumbuh dengan baik pada media kayu karet daripada kayu akasia.
Karakter morfologi dan kekayaan jenis lichen kortikulus pada batang pohon glodogan tiang (Polyalthia longifolia Sonn) di lokasi dengan kepadatan lalu lintas berbeda Harmida; Juni Arti, Widia; Aminasih, Nita
Sriwijaya Bioscientia Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.5.2.2024.481

Abstract

Lichen merupakan organisme simbiosis antara fungi dan alga/cyanobacteria yang sensitif terhadap perubahan kualitas udara, sehingga dapat dijadikan bioindikator polusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakter morfologi dan kekayaan jenis lichen kortikulus pada batang pohon glodogan tiang (Polyalthia longifolia) yang tumbuh di area dengan tingkat kepadatan lalu lintas berbeda (tinggi, sedang, dan rendah). Metode yang digunakan adalah survei eksploratif dan deskriptif kuantitatif, dengan pengambilan data lichen pada batang pohon menggunakan kuadrat 10 × 10 cm pada ketinggian 1–1,5 meter. Identifikasi dilakukan secara morfologi makroskopis dan mikroskopis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 14 spesies lichen dari 11 genera, dengan kekayaan jenis tertinggi pada area lalu lintas rendah. Morfotipe utama yang ditemukan adalah crustose dan foliose. Keanekaragaman tertinggi terdapat di area lalu lintas rendah , menurun pada kepadatan sedang , dan terendah di kepadatan tinggi . Hasil ini mengindikasikan bahwa polusi udara akibat lalu lintas berdampak negatif terhadap keragaman lichen kortikulus
Potensi bakteri termofilik asal kawah Domas Tangkuban Perahu sebagai agen biodekolorisasi zat warna Naphthol Asbo-Blue B Marcella, Maria; Muharni, Muharni
Sriwijaya Bioscientia Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.5.2.2024.484

Abstract

Industri batik memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, namun banyaknya jumlah industri batik di Indonesia tidak diimbangi dengan pengolahan limbah cair dengan baik dan benar. Salah satu komponen air limbah batik adalah pewarna sintetis Naphthol ASBO-Blue B. Pengolahan secara biologis dengan menggunakan bakteri dapat mengurangi dampak tersebut, dan perlu dilakukan eksplorasi lebih lanjut terhadap bakteri termofilik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat bakteri termofilik yang berpotensi mendekolorisasi zat warna Naphthol ASBO-Blue B., serta mengetahui jenis isolat yang memiliki kemampuan dekolorisasi lebih dari 50% melalui analisis gen 16S rRNA. Enam isolat bakteri dari sumber air panas Tangkuban Perahu mampu mendekolorisasi Naphthol ASBO-Blue B. pada konsentrasi 100 ppm selama 7 hari dengan persentase kemampuan biodekolorisasi terbesar dimiliki oleh isolat DS2D yaitu 53,03 ± 0,28%. Isolat DS2D memiliki bentuk streptobasil, bersifat gram positif, dan menghasilkan endospora. Sekuen isolat DS2D menunjukkan kemiripan yang tinggi dengan Bacillus tropicus strain MCCC 1A01406, yaitu sebesar 97,90%.
Pengaruh bioinsektisida daun Kirinyuh (Chromolaena odorata L.) terhadap mortalitas Jangkrik (Gryllus sp.) Marisa, Hanifa; Kencana, Aulia
Sriwijaya Bioscientia Vol 4 No 3 (2023)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.4.3.2023.455

Abstract

Penggunaan pestisida kimia yang tidak memperhatikan lingkungan dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kelangsungan hidup manusia. Daun kirinyuh (Cromolaena odorata L.) dapat dikatakan sebagai salah satu jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan insektisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak etanol daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) terhadap mortalitas jangkrik (Gryllus sp.), mengetahui golongan senyawa bioaktif yang terkandung dalam ekstrak etanol daun kirinyuh, serta mengetahui perilaku jangkrik yang terpapar ekstrak daun kirinyuh. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan konsentrasi larutan uji yang digunakan control negative, 2%, 4%, 6%, 8% dan control positive yang dilakukan sebanyak 5 pengulangan. Nilai LC50 dari ekstrak etanol daun kirinyuh dianalisis menggunakan One Way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Duncan dan Regresi Linear Sederhana, kandungan senyawa bioaktif ekstrak etanol daun kirinyuh dapat diketahui melalui uji Kromatografi Lapis Tipis. Hasil penelitian diketahui bahwa ekstrak etanol daun kirinyuh memiliki pengaruh terhadap mortalitas jangkrik dengan nilai LC50 sebesar 6,79% pada perlakuan 1 jam dan nilai LC50 sebesar 2,76% pada perlakuan 24 jam. Ekstrak etanol daun kirinyuh mengandung senyawa bioaktif terpenoid, steroid, flavonoid dan tanin. Jangkrik yang terpapar ekstrak daun kirinyuh menunjukkan perubahan perilaku dari bergerak aktif menjadi bergerak melambat, kejang lalu kemudian mati.
Studi Kualitas Air Hulu Sungai Ogan Di Kecamatan Semidang Aji, OKU Ditinjau dari Keanekaragaman Dan Famili Biotik Indeks Makrozoobenthos Setiawan, Doni; Kusma Sitorus, Andini; Pragustiandi, Guntur
Sriwijaya Bioscientia Vol 5 No 3 (2024)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.5.3.2024.489

Abstract

Sungai Ogan merupakan sungai utama di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu dengan meningkatnya aktivitas penduduk di sekitar perairan Sungai Ogan bagian hulu dapat berdampak pada kualitas airnya. Kualitas suatu perairan sungai dapat diketahui dari keanekaragaman jenis dan jumlah individu organisme yang ada didalam perairan tersebut salah satunya makroozobenthos yang  dapat dijadikan sebagai bioindikator perairan. Oleh karena itu, dilakukanlah penelitian tentang studi kualitas air Sungai Ogan bagian hulu di Kecamatan Semidang Aji, OKU yang ditinjau dari keanekaragaman jenis dan Famili Biotik Indeks. Penentuan 5 lokasi stasiun penelitian dengan metode purposive sampling berdasarkan pertimbangan yang mewakili kondisi lokasi penelitian. Analisis data dilakukan dengan menganalisis komposisi jenis, dan Indeks Keanekaragaman, dan Family Biotic Index (FBI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 34 genera makrozoobenthos yang termasuk ke dalam 29 famili, 11 ordo dan 5 kelas di Sungai Ogan bagian hulu Kecamatan Semidang Aji dengan nilai keanekaragaman sedang dengan kisaran H’ = 2,0 - 2,7. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kualitas perairan Sungai Ogan bagian hulu Kecamatan Semidang Aji, OKU masih tergolong baik.
Efektivitas auksin eksogen terhadap pertumbuhan tunas dan akar stek melati (Jasminum sambac (L.) Aiton) Wardana, Singgih Tri; Setiawan, Heri; Juswardi
Sriwijaya Bioscientia Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.5.2.2024.490

Abstract

Perbanyakan tanaman melati dapat dilakukan dengan cara vegetatif dan generatif, namun perbanayakan secara generatif sangat jarang dilakukan, karena bagian yang dimanfaatkan dari tanaman melati adalah bagian bunga. Secara umum perbanyakan melati dilakukan secara vegetatif, yaitu dengan cara stek. Salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan stek yaitu pemberian zat pengatur tumbuh auksin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi auksin eksogen terhadap pertumbuhan stek melati (Jasminum sambac). Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan konsentrasi auksin eksogen. Konsentrasi auksin terdiri dari 0 mg/L, 75 mg/L, 150 mg/L, 225 mg/L dan 300 mg/L, masing-masing dengan 5 kali pengulangan. Data dianalisis menggunakan Anova taraf    5 %, jika berpengaruh nyata dilakukan uji Duncan (DMRT) taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan auksin eksogen efektif dalam meningkatkan pertumbuhan tunas stek melati, tetapi tidak memengaruhi pertumbuhan akar stek melati.
Potensi diversitas spesies tanaman pekarangan di Wilayah Riparian sebagai basis ketahanan pangan dan sumber ekonomi keluarga: Studi kasus Desa Muara Penimbung Ulu, Ogan Ilir, Sumatera Selatan Puspa Indriani, Dwi
Sriwijaya Bioscientia Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.6.1.2025.493

Abstract

Pekarangan merupakan sistem agroforestri yang memadukan beragam spesies tumbuhan, tipe habitus dalam menyediakan kebutuhan pangan, tanaman obat, bahan bangunan dan estetika rumah sekaligus menjaga plasma nutfah lokal. Keragaman manfaat penting sebagai media penyedia ketahanan pangan (Food security) termasuk sumber pemasukan ekonomi keluarga. Penelitian bertujuan untuk (1) mengidentifikasi komposisi speises dan habitus tanaman pekarangan (2) mendata jenis pemanfaatan tanaman dan (3) mengkaji potensi tanaman pekarangan sebagai basis ketahanan pangan dan sumber ekonomi keluarga. Metode deskriptif- eksploratif digunakan dalam perolehan data yang menggabungkan oberservasi langsung dan wawancara pada bulan Februari hingga April 2022 meliputi 5 dusun. Data keragaman tanaman yang diperoleh meliputi 81 spesies dari 44 famili, dengan Poaceae dan Zingiberaceae dominan, habitus herba (51 %) paling banyak, kemudian perdu (25%), pohon (23 %), palma (2%) dan sekulen (1%). Sebagai penghasil pangan adalah terbesar (51 %), diikuti tanamn hias (32%), bahan obat (10%), pagar hidup (4%), pewarna alami (2%) dan bahan anyaman (1%). Pemanfataan sebagai sumber pangan berupa buah 44 %, sayur 24%, rempah 22 %, umbi 7%, dan bahan gula 2 % berpotensi sebagai ketahanan pangan (food security) dan berpeluang untuk dikembangkan dan diverisifikasi produk olahan sebagai sumber pemasukan ekonomi keluarga di desa Muara Penimbung Ulu.