cover
Contact Name
Enggar Patriono
Contact Email
epatriono@unsri.ac.id
Phone
+62711580306
Journal Mail Official
biovalentia@unsri.ac.id
Editorial Address
JURUSAN BIOLOGI FMIPA UNIVERSITAS SRIWIJAYA Jalan Raya Palembang-Prabumulih KM 32 Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan 30662 Indonesia
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Sriwijaya Bioscientia
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : 27220680     DOI : https://doi.org/10.24233/sribios
Publikasi karya ilmiah secara berkala melalui jurnal elektronik sebagai tujuan SRIWIJAYA BIOSCIENTIA. Karya ilmiah yang dipublikasi oleh SRIWIJAYA BIOSCIENTIA termasuk dalam bidang ilmu Biologi murni dan Biologi terapan. Biologi murni termasuk Ekologi, Biosistematika, Fisiologi, Biologi Perkembangan, Mikrobiologi, Genetika. Biologi terapan termasuk Bioteknologi dan ilmu-ilmu turunan Biologi murni. Karya ilmiah yang dipublikasi dapat berupa hasil penelitian, studi kasus, review.
Articles 70 Documents
Aklimatisasi Dendrobium sp. hasil kultur jaringan pada berbagai media tanam di UPTD Balai Pengembangan dan Produksi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan Dona, Risma; Harmida; Saparudin
Sriwijaya Bioscientia Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.4.2.2023.494

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman hayati tinggi, salah satunya tercermin pada kekayaan spesies anggrek yang tersebar di berbagai wilayah nusantara. Anggrek memiliki nilai ekonomi tinggi dalam perdagangan bunga internasional karena keragaman bentuk, warna, dan ketahanannya. Perbanyakan anggrek secara konvensional memiliki keterbatasan, sehingga teknik kultur jaringan menjadi solusi untuk meningkatkan jumlah bibit berkualitas. Namun, tahap aklimatisasi menjadi tantangan utama karena plantlet hasil kultur in vitro harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru agar dapat tumbuh optimal. Keberhasilan aklimatisasi sangat dipengaruhi oleh pemilihan media tanam yang tepat, seperti pakis, sabut kelapa, arang, dan lumut, serta faktor lingkungan seperti cahaya, suhu, dan kelembaban. Penelitian ini bertujuan mengetahui penyesuaian kehidupan anggrek terhadap berbagai media tanam pada proses aklimatisasi, sehingga dapat direkomendasikan media yang paling sesuai untuk mendukung pertumbuhan anggrek hasil kultur jaringan.
Pengaruh ekstrak Cymbopogon citratus (dc.) stapf dan Morus alba l. sebagai atraktan Bactrocera spp. pada tanaman Capsicum annum l. di Indralaya. Ilmanisa, Tri; Lamin, Syafrina
Sriwijaya Bioscientia Vol 4 No 3 (2023)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.4.3.2023.495

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak Cymbopogon citratus (dc) Stapf (serai) dan Morus alba L. (daun murbei) sebagai atraktan terhadap serangga Bactrocera spp. pada tanaman Capsicum annuum L. (cabai) di Indralaya. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen yang melibatkan pemberian ekstrak tumbuhan pada tanaman cabai yang diserang oleh Bactrocera spp. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua ekstrak tumbuhan tersebut memiliki daya tarik terhadap Bactrocera spp., dengan ekstrak serai menunjukkan daya tarik yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak daun murbei. Penggunaan ekstrak tanaman ini dapat menjadi alternatif dalam pengelolaan hama Bactrocera spp. pada tanaman cabai di Indralaya. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan desain percobaan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan ekstrak serai dan daun murbei pada konsentrasi 10% dan 20%, serta kontrol tanpa ekstrak. Metode yang digunakan adalah pemasangan perangkap yang diisi dengan ekstrak tumbuhan, kemudian jumlah serangga yang terperangkap dihitung setiap hari selama periode percobaan.
Potensi lichen sebagai bioindikator kualitas udara di PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang Ilham Maulana, Kemas Muhammad; Zulkifli, Hilda; Hertadian, Panji
Sriwijaya Bioscientia Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.4.2.2023.496

Abstract

Lichen merupakan organisme simbiosis antara jamur dan alga yang dikenal sensitif terhadap perubahan lingkungan, terutama pencemaran udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi lichen sebagai bioindikator kualitas udara di kawasan PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang (PUSRI), sebuah industri pupuk yang berpotensi menghasilkan polutan seperti amonia. Pengamatan dilakukan di empat lokasi berbeda, yaitu taman tanaman langka, perumahan, pos sekuriti, dan kawasan pabrik, dengan fokus pada karakteristik morfologi lichen, luas penutupan talus, serta kemampuan menyerap air. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua tipe talus lichen, yaitu foliose dan crustose, dengan dominasi foliose di lokasi yang memiliki kelembaban tinggi dan crustose di area dengan polusi udara lebih tinggi seperti kawasan pabrik. Luas penutupan lichen tertinggi ditemukan di perumahan (7,75 cm²), sedangkan terendah di kawasan pabrik (2,5 cm²). Kemampuan lichen menyerap air juga lebih rendah di kawasan pabrik (0,06–0,07 g) dibandingkan lokasi lain (0,45–0,77 g), menunjukkan dampak polusi udara terhadap vitalitas lichen. Hasil ini mengindikasikan bahwa lichen dapat menjadi bioindikator efektif untuk memantau kualitas udara, terutama di kawasan industri. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengukur tingkat polutan secara kuantitatif dan mengkaji keanekaragaman jenis lichen di lokasi tersebut.
Implementasi penyerapan logam berat air asam tambang menggunakan berbagai jenis tumbuhan di swampy forest PT. Bukit Asam Tbk Junaidi, Endri; Tiara; Iqbal, Muhammad
Sriwijaya Bioscientia Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.4.2.2023.497

Abstract

Kerja praktik ini dilaksanakan di PT Bukit Asam Tbk (PTBA), salah satu perusahaan pertambangan batu bara terkemuka di Indonesia, dengan tujuan untuk memahami proses dan sistem manajemen pemeliharaan peralatan tambang. Fokus utama kegiatan adalah pada pengumpulan data, observasi lapangan, dan keterlibatan langsung dalam proses preventive maintenance alat berat. Hasil kerja praktik menunjukkan bahwa implementasi preventive maintenance secara terstruktur dan sistematis memberikan dampak positif terhadap efektivitas operasional dan umur pakai alat. Selain itu, penggunaan sistem digital dalam pencatatan dan pelaporan perawatan mendukung efisiensi kerja tim pemeliharaan. Studi ini memberikan gambaran nyata mengenai pentingnya manajemen pemeliharaan dalam mendukung produktivitas perusahaan tambang. Selama kerja praktik, ditemukan beberapa permasalahan terkait penjadwalan dan ketersediaan suku cadang yang sesekali mengganggu alur kerja pemeliharaan. Analisis data menunjukkan bahwa pemeliharaan terencana secara signifikan mengurangi perbaikan darurat, yang berdampak pada penghematan biaya dan peningkatan keandalan aset. Paparan terhadap alat pencatatan data real-time dan perangkat lunak manajemen pemeliharaan turut mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih baik. Melalui pengalaman ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga keterampilan kerja tim, komunikasi, dan pemecahan masalah.
Perilaku berkubang Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Resort XV Pusat Konservasi Gajah SM Padang Sugihan, Sumatera Selatan Rahman, Wahyu Aulia; Sarno; Jumiran
Sriwijaya Bioscientia Vol 4 No 3 (2023)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.4.3.2023.498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perilaku berkubang pada gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Suaka Margasatwa Padang Sugihan, Sumatera Selatan, dengan mempertimbangkan perbedaan usia dan jenis kelamin. Perilaku berkubang merupakan aktivitas penting bagi gajah, yang berfungsi menjaga suhu tubuh, melembabkan kulit, melindungi diri dari serangga, serta mendukung kesejahteraan fisiologis mereka, terutama di habitat tropis yang panas seperti lahan gambut. Pengamatan dilakukan selama bulan Juni hingga Juli 2024 terhadap tiga individu gajah yang terdiri dari anakan, jantan dewasa, dan betina dewasa. Metode yang digunakan adalah focal animal sampling dan scan sampling untuk merekam frekuensi dan pola berkubang dari masing-masing individu. Hasil menunjukkan bahwa gajah jantan dewasa menunjukkan frekuensi berkubang tertinggi, diikuti oleh betina dewasa dan anakan. Perbedaan ini mencerminkan adanya hubungan antara ukuran tubuh, kebutuhan fisiologis, serta tingkat kematangan individu terhadap intensitas berkubang. Selain itu, hasil penelitian menegaskan bahwa habitat dengan ketersediaan air yang cukup, seperti di kawasan Padang Sugihan, sangat penting dalam mendukung ekspresi perilaku alami gajah.
Keragaman larva ikan di Sungai Musi Kota Palembang Patriono, Enggar; Ridho, Mohammad Rasyid; Zharif, Zahfran
Sriwijaya Bioscientia Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.6.1.2025.500

Abstract

Tempat-tempat yang kaya akan ikan air tawar mencakup sungai-sungai di pegunungan dan dataran rendah, rawa gambut, serta danau-danau. Keragaman ikan di suatu lokasi mencerminkan keberagaman sumber daya ikan di daerah itu. Keragaman ikan di suatu lokasi mencerminkan keberagaman sumber daya ikan di daerah itu. Semakin banyak spesies ikan dan variasi jumlah individu dari tiap spesies, maka semakin tinggi tingkat keragaman ikan dalam suatu ekosistem perairan, dan sebaliknya. Indeks keragaman ikan adalah nilai yang mencerminkan hubungan antara jumlah individu dalam berbagai spesies dalam komunitas sumber daya ikan. Keragaman jenis ikan dipengaruhi oleh faktor internal seperti pemangsaan dan kompetisi antar spesies, serta faktor eksternal yang meliputi tekanan eksploitasi, kerusakan lingkungan, dan pencemaran. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keragaman larva ikan di Sungai Musi Kota Palembang. Penelitian survei dengan rancangan Cruise Track diterapkan dengan garis survei zigzag berdasar aliran air Sungai Musi. Perairan Sungai Musi di Kota Palembang memiliki keragaman ikan yang cukup tinggi.
Pola regenerasi alami (Fase Seedling dan Juvenile) Nypa fruticans Wurmb. pada gradien salinitas di ekosistem mangrove Banyuasin, Sumatera Selatan Indriani, Dwi Puspa; Enjelia, Defania Febri; Sarno; Marisa, Hanifa; Patriono, Enggar; Hardestyariki, Dwi; Setiawan, Doni
Sriwijaya Bioscientia Vol 6 No 2 (2025)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.6.2.2025.499

Abstract

Nypa fruticans Wurmb. merupakan spesies mangrove yang tumbuh dominan di kawasan Banyuasin dan berperan ekologis dan ekonomis dalam ekosistem mangrove. Salinitas merupakan faktor pembatas dalam distribusi dan regenerasi alami suatu spesies. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerapatan, frekuensi, serta pola sebaran seedling dan juvenile N. fruticans pada gradien salinitas di Pulau Payung, Muara sungai Lalan dan Tanjung Buyut kabupaten Banyuasin. Data menunjukkan kerapatan tertinggi pada fase seedling (2976 indiv/ha) di Pulau Payung dengan porewater salinity terendah 4,8‰, sedangkan pada fase juvelile kerapatan tertinggi (373 indiv/ha) di Muara Sungai Lalan dengan porewater salinity sedang (7,3 ‰). Kerapatan terendah pada seedling (119 indv/ha) dan juvenile (27 indv/ha) ditemukan pada porewater salinity tertinggi di Tanjung Buyut (12,4‰). Frekuensi kehadiran seedling dan juvenile memiliki pola yang sama yaitu frekuensi tertinggi (57,1%) pada porewater salinity terendah 4,8‰ (Pulau Payung) dan frekeunsi terendah (6,7%) pada porewater salinity tertinggi 12,4 ‰ (Tanjung Buyut). Pola sebaran pada fase seedling berbentuk berkelompok ditemukan habitat dengan porewater salinity 4,8‰ dan 7,3‰, serta pola seragam pada habitat dengan porewater salinity 12,4 ‰. Sedangkan pada fase juvenil pola sebaran berkelompok hanya terdapat pada habitat dengan porewater salinity 17,3 ‰ dan pola seragam ditemukan pada habitat porewater salinity 4,8‰ dan 12,4 ‰ . Studi ini memperlihatkan bahwa pola regenerasi alami N. fruticans pada fase pertumbuhan yang berbeda memberikan respon yang berbeda terhadap gradien salinitas.
Keanekaragaman dan konservasi satwa liar di ekosistem dataran rendah Rebonjaro, Sumatera Selatan Pragustiandi, Guntur; Aprillia, Ina; Setiawan, Doni; Pormansyah; Sevli, Melto; Iqbal, Muhammad
Sriwijaya Bioscientia Vol 6 No 2 (2025)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.6.2.2025.503

Abstract

Pemantauan keanekaragaman hayati sangat penting untuk pengelolaan lanskap antropogenik yang berkelanjutan. Penelitian ini menyajikan komposisi dan status konservasi satwa liar di Rebonjaro, Sumatera Selatan, berdasarkan observasi langsung dan wawancara. Sebanyak 78 spesies diidentifikasi dari kelompok mamalia, burung, reptil, dan amfibi. Kekayaan spesies tertinggi ditemukan di habitat hutan sekunder, yang menekankan perlunya perlindungan habitat. Rekomendasi konservasi dibahas berdasarkan Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan regulasi Indonesia saat ini
Analisis keanekaragaman serangga tanah sebagai bioindikator kesehatan ekosistem: studi kasus lahan gambut Desa Perigi, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan Oktariansyah, Yadi; Kamal, Mustafa; Patricia, Margareth
Sriwijaya Bioscientia Vol 6 No 2 (2025)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.6.2.2025.506

Abstract

Lahan gambut merupakan ekosistem penting yang berfungsi sebagai penyimpan karbon, pengatur tata air, dan habitat biodiversitas, namun rentan mengalami degradasi. Penelitian ini menginventarisasi keanekaragaman serangga tanah di lahan gambut Desa Perigi, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir, serta menilai potensinya sebagai bioindikator kesehatan ekosistem. Survei dilakukan pada Agustus 2023 di lima lokasi dengan karakteristik lingkungan berbeda; data dianalisis menggunakan indeks Shannon–Wiener (H’), dominansi (C), dan keseragaman (E). Hasil mencatat 165 individu yang tergolong dalam 12 spesies. Komunitas didominasi oleh Oides sp. (17,58%), Solenopsis invicta (17,58%), dan Gryllus bimaculatus (16,36%), sementara Lasius emarginatus (13,94%), Coelophora maculata (7,88%), dan Solenia sp. (7,88%) juga berkontribusi besar; Tetraphala collaris merupakan spesies dengan kelimpahan terendah (1,21%). Nilai H’ = 2,203 menunjukkan keanekaragaman sedang, dengan pola dominansi yang mengindikasikan kondisi ekosistem tertekan pada sebagian lokasi. Kehadiran spesies sensitif (Salina celebensis) pada mikrohabitat tertentu menandakan sebagian tapak masih relatif baik. Temuan ini menegaskan serangga tanah efektif sebagai bioindikator kesehatan ekosistem gambut dan relevan untuk pemantauan konservasi–restorasi.  
Keanekaragaman dan struktur vegetasi di taman keanekaragaman hayati PT. Tanjung Enim Lestari, Sumatera Selatan Pragustiandi, Guntur; Aprillia, Ina; Yustian, Indra; Setiawan, Arum
Sriwijaya Bioscientia Vol 6 No 2 (2025)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.6.2.2025.507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dan keanekaragaman vegetasi di Taman Kehati, PT. Tanjung Enim Lestari Pulp and Paper (TELPP), Sumatera Selatan. Survei dilakukan pada 17–23 Oktober 2022 menggunakan metode purposive sampling dan kuadrat pada empat strata vegetasi (pohon, tiang, pancang, semai). Analisis data meliputi kerapatan, frekuensi, dominansi, Indeks Nilai Penting (INP), serta indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada strata pohon didominasi oleh Vitex pinnata (INP 96,25), diikuti Acacia mangium (39,27) dan Microcos tomentosa (31,49). Pada tingkat tiang, spesies dominan adalah Vitex pinnata (41,68) dan Schima wallichii (38,93). Untuk strata pancang, Microcos tomentosa (48,24) dan Bridelia tomentosa (40,05) memiliki INP tertinggi. Pada strata semai, Murraya koenigii (12,55) mendominasi. Indeks keanekaragaman (H’) secara keseluruhan tergolong sedang pada strata pohon (2,27), tiang (2,78), dan pancang (2,81), serta tinggi pada strata semai (3,61). Temuan ini mengindikasikan bahwa komunitas vegetasi di Taman Kehati berada pada fase regenerasi yang baik dan memberikan dukungan ekologis penting bagi habitat satwa liar serta keberlanjutan lingkungan.