cover
Contact Name
Istikomah
Contact Email
tashorruf@unmuhjember.ac.id
Phone
+6282247793366
Journal Mail Official
tashorruf@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah jember Jl. Karimata No.49 Sumbersari Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
At-Tasharruf : Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah
ISSN : 26852802     EISSN : 2715369X     DOI : https://doi.org/10.32528/at
Core Subject : Economy,
Jurnal At-Tasharruf "Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah" Merupakan Jurnal yang memuat artikel tentang Kajian Muamalah, Ekonomi dan Bisnis Syariah. Jurnal ini pertamakali diterbitkan bulan april 2019, dikelola oleh Prodi Ekonomi Syariah dan diterbitkan Oleh universitas Muhammadiyah Jember
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2021): At-Tasharruf" : 5 Documents clear
Optimalisasi Penerapan Akad-Akad dalam Produk Digital Perbankan Syariah Dimas Herliandis Shadiqin; Salahuddin Rijal Arifin
At-Tasharruf "Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah" Vol 3, No 2 (2021): At-Tasharruf
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/at.v3i2.6356

Abstract

Pertumbuhan teknologi dan informasi menuntut Perbankanuntuk meningkatkan model pelayanan secara digital. Berbagai model aplikasi digital sudah dapat diakses oleh masyarakat dalam berbagai transaksi perbankan. Aplikasi yang digunakan dapat meningkatkan pelayanan masyarakat secara cepat dan tepat. Dalam penerapan produk digital Perbankan syariah yang aman dan sesuai dengan ketentuan syariah. Maka pihak Perbankan syariah berupaya mendesain model aplikasi yang sesuai dengan penerapan akad-akad syariah. Selain itu upaya meningkatkan penggunaan digitalisasi Perbankan Syariah dapat diwujudkan dengan melakukan beberapa hal diantaranya:(1) melakukan sosialisasi kepda masyarakat teriakit produk digital Perbankan Syariah,(2) menyebarluaskan di berbagai media sosial terkait penggunaan produk digital Perbankan Syariah, (3) memberikan regulator baru bagi nasabah dalam menggunakan berbagai model produk digital Perbankan Syariah.
Exchange Trade Fund (ETF) Syariah: Alternatif Investasi Syariah Yang Halal dan Menjanjikan Miftahul Hasanah; Abd. Rohman Fahruddin; Badrut Tamami
At-Tasharruf "Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah" Vol 3, No 2 (2021): At-Tasharruf
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/at.v3i2.6764

Abstract

Perkembangan pasar modal Syariah kian pesat seiring dengan makin beragamnya berbagai alternatif instrument investasi yang dapat dipilih oleh investor dengan mudah sesuai dengan tujuan investasinya. Salah satu instrument investasi Syariah yang kini makin diminati yaitu Exchange Trade Fund (ETF) yang mulai dikenal secara luas pada tahun 2013. ETF merupakan kolaborasi dari saham dan reksadana yang bisa diperdagangkan pada pasar modal. Instrument ini juga memiliki banyak keuntungan bagi investor, diantaranya aksesnya mudah dan fleksibel, terjangkau, serta real time. Sebagai negara dengan sebagian besar penduduk Muslim, Indonesia menjadi pasar potensial dalam pengembangan pasar modal Syariah. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta mendiskusikan peluang dan tantangan ETF Syariah di Indonesia yang dapat dijadikan alternatif instrument investasi yang halal dan menjanjikan berdasarkan sumber data dari berbagai literatur yang relevan.
Konsep Investasi Emas Dengan Model Cicilan Dalam Pandangan Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI (Berdasarkan Kajian Fatwa Dewan Syariah Nasional No.77/DSN-MUI/V/2010) Muhammad Syafi’i; Dhofir Catur Bashori
At-Tasharruf "Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah" Vol 3, No 2 (2021): At-Tasharruf
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/at.v3i2.6776

Abstract

Krisis moneter yang terjadi pada tahun 1997 adalah gelombang permasalahan perekonomian negara yang bersifat internasional. Tidak sedikit negara yang terdampak dari krisis moneter tersebut, khususnya wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia mengalami permasalahan hal yang sama yaitu lumpuhnya sistem perekonomian yang bersifat nasional. Berbagai program yang disusun oleh pemerintah untuk memperbaiki keadaan perekonomian negara, mulai dari bantuan langsung kepada lembaga keuangan memperbaiki sektor ekonomi dari hulu sampai hilir dan banyak lagi program yang dilakukan. Ada salah satu hal positif yang dialami oleh negara kita pasca terjadi krisis ekonomi, krisis ekonomi ini menyadarkan kita bahwa mata uang yang kita miliki tidak akan mampu menahan terjadinya kenaikan inflasi, tidak stabilnya kurs mata uang asing dan sebagainya, sehingga menyadarkan masyarakat bahwa mereka harus mencari opsi yang lain untuk memilih media investasi yang aman, minim resiko dan yang paling penting aman akan terjadinya lonjakan inflasi. Investasi emas menjadi salah satu pilihan media investasi yang banyak dipilih oleh kalangan masyarakat. Baik dengan cara membeli langsung atau tunai emasnya, ada pula yang membeli dengan cara non tunai atau dicicil. Sehingga muncul payung hukum secara Syariah untuk memberikan landasan hukum akan diperbolehkannya jual beli emas dengan non tunai dengan dikeluarkannya Fatwa DSN-MUI No.77/DSN-MUI/V/2010. Jenis penelitian studi pustaka. Sumber data menggunakan data primer dan sekunder. Sedangkan pendekatan penelitian menggunakan model tekstualis yaitu pengkajian langsung pada draft dari Fatwa DSN-MUI.. hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa jual beli emas atau investasi dengan cara non tunai atau cicil emas hukumnya boleh, mubah atau jaiz
Perbandingan Profitabilitas Perbankan Syariah Indonesia dan Malaysia di Masa Pandemi Covid-19 Ajeng Putri Mahendra; Cahyannisa Pertiwi; Muhammad Fauzi Abdullah; Rofiul Wahyudi
At-Tasharruf "Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah" Vol 3, No 2 (2021): At-Tasharruf
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/at.v3i2.6777

Abstract

Indonesia dan Malaysia merupakan pusat keuangan syariah dunia. Keduanya sedang menghadapi persoalan yang sama yaitu turbulensi kinerja akibat dampak pandemi Covid-19. Karena itu, tujuan penelitian ini untuk membandingkan kinerja bank syariah dari kedua negara tersebut. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan triwulan periode 2020. Populasi yang digunakan seluruh perbankan syariah yang ada di Indonesia dan Malaysia dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel yang berjumlah 3 bank syariah di Indonesia (BRIS, BNIS, BSM) dan 3 bank syariah di Malaysia (Maybank Islamic Berhad, CIMB Islamic Bank Berhad, Bank Rakyat Malaysia). Teknik analisis data yang digunakan yaitu statistik deskriptif. Penelitian ini akan mengukur Rasio Profitabilitas berupa ROA dan ROE dengan menggunakan uji Wilcoxon Signe Rank Test. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa ROA dan ROE bank syariah di Indonesia mengalami penurunan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Sedangkan ROA dan ROE bank syariah di Malaysia mengalami peningkatan di masa pandemi Covid-19. Implikasi penelitian ini perbankan syariah dapat menyiapkan strategi untuk mengurangi kemungkinan risiko krisis-krisis yang akan datang.
Progam SEHATI: Kemudahan Pelaksanaan Sertifikasi Halal bagi UMKM Siti Khayisatuzahro Nur; Istikomah Istikomah
At-Tasharruf "Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah" Vol 3, No 2 (2021): At-Tasharruf
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/at.v3i2.6780

Abstract

Sebagai negara yang memiliki jumlah populasi muslim terbesar di dunia. Tentu menjadi hal mutlak akan kebutuhan produk yang terjamin kehalalannya. Produk halal menjadi isu penting yang harus dikembangkan sesuai dengan UU Nomor 33 Tahun 2014 terkait Jaminan Produk Halal. Penerapan Undang-Undang tersebut menjadi tanggung jawab bagi UMKM maupun pelaku usaha pangan, kosmetik maupun barang gunaan untuk melaksanakan Sertifikasi Halal. Sertifikasi Halal dilakukan sebagai upaya memberikan jaminan bagi konsumen untuk mengkonsumsi produk tersebut. Namun dalam pelaksanaannya, berbagai macam kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha antara lain minimnya informasi berkenaan dengan pengajuan Sertifikasi Halal serta besarnya biaya yang dibebankan kepada UMKM pada saat melaksanakan Sertifikasi Halal. Untuk itulah Kementerian Agama bekerjasama dengan BPJPH (Badan penyelenggara jaminan produk halal) memberikan terobosan baru pelaksanaan Sertifikasi Halal secara gratis (Progam SEHATI) bagi UMKM. Progam ini dilaksanakan untuk mendorong minat dan tekad pelaku usaha UMKM dalam melaksanakan Sertifikasi Halal serta mampu meningkatkan kualitas produk halal sehingga dapat diterima di masyarakat secara luas

Page 1 of 1 | Total Record : 5