cover
Contact Name
Istikomah
Contact Email
tashorruf@unmuhjember.ac.id
Phone
+6282247793366
Journal Mail Official
tashorruf@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah jember Jl. Karimata No.49 Sumbersari Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
At-Tasharruf : Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah
ISSN : 26852802     EISSN : 2715369X     DOI : https://doi.org/10.32528/at
Core Subject : Economy,
Jurnal At-Tasharruf "Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah" Merupakan Jurnal yang memuat artikel tentang Kajian Muamalah, Ekonomi dan Bisnis Syariah. Jurnal ini pertamakali diterbitkan bulan april 2019, dikelola oleh Prodi Ekonomi Syariah dan diterbitkan Oleh universitas Muhammadiyah Jember
Articles 43 Documents
DINAMIKA PENERBITAN SUKUK DI INDONESIA Miftahul Hasanah
At-Tasharruf "Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah" Vol 1, No 1 (2019): At-Tasharruf
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1190.095 KB) | DOI: 10.32528/at.v1i1.2487

Abstract

ABSTRACTNowadays, Islamic financial concept has been comprehensively accepted in the world become an alternative for market that want shariah compliance. One of shariah financial instrument issued by states and corporates is sukuk. Sukuk is an interfaith financial institution cross cultur, and state that now become part of world financial system. Sukuk is not only used by Muslim countries, but has also been adopted and applied by non-Muslim countries. In addition, institutions that have become supporting infrastructure for global Islamic finance have also been established, such as Accounting and Auditing Organization for Islamic Institutions (AAOIFI), nternational Financial Service Board (IFSB), International Islamic Financial Market (IIFM), and Islamic Research and Training Institute (IRTI).  To fulfill the need for development financing, Indonesia may consider Islamic products financing that has been known in International financial market such as Sukuk. Fortunately, Indonesia has ratified Sukuk Act therefore, Indonesia may issue an Islamic financial scheme. The funds owned by a number of Middle Eeast investors as well as western investors have invested in Islamic scheme finance. So Sukuk can be another alternative that can be offered by Indonesian government as a source of public funds to finance economic development.
Peran Lembaga Filantropi Islam dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 (Studi Lapangan LAZISMU Jember dan Yatim Mandiri Kantor Layanan Jember) Dhofir Catur Bashori; Muhammad Syafi'i
At-Tasharruf "Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah" Vol 3, No 1 (2021): At-Tasharruf
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.189 KB) | DOI: 10.32528/at.v3i1.6354

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menegtahui bagaimana peran Lembaga filantropi Islam (LAZISMU Jember dan Yatim Mandiri Kantor Layanan Jember) dalam menghadapi pademi saat ini dan bertujuan untuk mengetahui manajemen pengelolaan ZISWAF pada kedua Lembaga tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, dan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan telaah beberapa dokumen serta beberapa buku penunjang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Lembaga Filantropi Islam, dalam hal ini adalah LAZISMU Jember dan Yatim Mandiri Kantor Layanan Jember memiliki peran penting dalam rangka membantu masyarakat yang terdampak Covid-19. Hal ini bisa dilihat dari program-progam yang telah mereka canangkan. LAZISMU Jember pada kondisi pandemic seperti saat ini memiliki program berupa; Lumbung Pangan Berbasis Masjid, Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan, Kampung Mandiri, Pemberian Suplemen bagi Tenaga Medis dan TIM Pemakaman Covid-19, Program pemberian BLT dan Sembako. Sedangkan program yang dimiliki oleh Yatim Mandiri Jember selama pandemic adalah; Bunda Mandiri Sejahtera (BISA), Warung Kemandirian, Lumbung Pangan Mandiri, Bantuan Pangan dan Voucher Sembako, Pemberian Vitamin bagi Para Medis dan Penyemprotan disenfektan. Adapun pada aspek manajemen pengelolaan zakat, kedua Lembaga tersebut telah memenuhi kriteria pengelolaan yang sebaik sebagaimana diamanatkan undang-undang tentang pengelolaan wakaf berupa; Pengumpulan, Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pengawasan. Kedepan tentu kita berharap bahwa peran Lembaga filantropi Islam dalam mensejahterakan masyarakat dapat diperluas manfaatnya.
Pengelolaan Keuangan Keluarga Secara Islami dalam Meghadapi Pandemi Covid-19 Siti Khayisatuzahro Nur
At-Tasharruf "Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah" Vol 2, No 1 (2020): At-Tasharruf
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.941 KB) | DOI: 10.32528/at.v2i1.4042

Abstract

Perekonomian yang terjadi di masa pandemi pada akhir-akhir ini ternyata berdampak signifikan pada pola perubahan keuangan keluarga. Sebagian besar masyarakat juga menderita kerugian akibat berkurangnya pendapatan ataupun bahkan kehilangan pendapatan selama masa pandemi. Hal ini diperparah dengan pola hidup dan ploa konsumsi yang berubah karena adanya kebijakan pemerintah dalam mencegah penyebaran virus Corona. Maka pengelolaan keuangan yang tepat dan terencana serta dikemas pengelolaan keuangan islami. Adapun pengelolaan keuangan islam dalam mengatur keuangan sebuah keluarga antara lain: mengevaluasi perubahan anggaran pendapatan dan belanja keluarga, mengutamakan pos-pos pokok dalam pengeluaran keluarga, serta menyediakan dana darurat yang diambil 10 % dari jumlah pendapatan yang diterima, serta melakukan proteksi keuangan dalam bentuk investasi mapun asuransi. Dengan upaya tersebut, tentu keluarga mampu menghadapi krisis keuangan secara signifikan serta mampu bertahan dalam kondisi ketidakpastian ekonomi di masa pandemi.
PENDISTRIBUSIAN ZAKAT MELALUI PROGRAM KAMPUNG ZAKAT TERPADU DAN TB-CARE OLEH LAZISMU JEMBER Dhofir Catur Bashori
At-Tasharruf "Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah" Vol 1, No 2 (2019): At-Tasharruf
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.956 KB) | DOI: 10.32528/at.v1i2.3398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pendistribusian zakat LAZISMU Jember dan menganilisis program pendistribusian zakat melalui program Kampung Zakat Terpadu dan TB-Care. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Sumber penelitian ini berasal dari sumber primer berupa wawancara secara langsung kepada pengurus LAZISMU Jember dan penerima zakat. Adapun sumber sekunder diperoleh melalui bacaan yang relevan dengan penelitian ini. Analisis data hasil penelitian ini disajikan dengan cara analisis deskriptif, yakni analisis dengan memaparkan data yang diperoleh dari para responden baik yang disampaikan secara langsung, melalui tulisan atau laporan, serta pengamatan dilapangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa LAZISMU Jember telah memegang prinsip pendistribusian harta (zakat) sesuai dengan prinsip ekonomi Islam, yakni mencegah terjadinya riba dan gharar (penipuan). Hal ini terlihat dari laporan yang dibuat setiap tahun dan dilaporkan kepada LAZISMU Pusat dan Jatim sebagai bentuk akuntabilitas publik. Sasaran dari pendistribusian zakat juga sudah sesuai 8 ashnaf yang disbeutkan didalam Al-Qur’an. LAZISMU Jember terlibat aktif dalam Program Kampung Zakat Terpadu dan TB-Care. Kedua program tersebut merupakan bagian dari inovasi yang dilakukan oleh LAZISMU Jember untuk mendistribusikan zakat agar tepat sasaran. Sebagai bentuk saran dari penelitian ini diharapkan LAZISMU Jember memiliki program-program inovatif lainnya dalam rangka mendistribusikan zakat agar tepat sasaran, serta menerapka strategi dalam menggali dana zakat dari para muzakki sehingga manfaat yang diperoleh para mustahiq zakat lebih banyak
Garda Pangan; Inovasi Gerakan Filantropi Islam Berbasis Lingkungan Khayyis Nur; Abdul Hamid Bakir
At-Tasharruf "Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah" Vol 2, No 2 (2020): At-Tasharruf
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.444 KB) | DOI: 10.32528/at.v2i2.5611

Abstract

Indonesia merupakan salah satu Negara pembuang sampah makanan terbesar kedua di dunia. Limbah makanan (food waste)  yang tidak terkontrol dengan baik akan menjadi timbulan limbah yang tentu sangat membahayakan lingkungan. Surabaya sebagai salah satu kota terbesar tidak mampu mengatasi permasalahan limbah makanan (food waste) . Maka dari itu, Garda Pangan hadir sebagai salah satu Startup sosial guna menyelamatkan makanan yang masih layak dan disalurkan kepada warga yang membutuhkan.Adapun tujuan dari penelitian ini adalah   (1) mendeskrispsikan potensi dan  asset komunitas Garda Pangan. (2) mendiskripsikan upaya garda pangan dalam menjaga lingkungan  (3)  Melihat peran Garda Pangan sebagai gerakan filantropi islam berbasis lingkungan. Hasil pengumpulan data dianalisis menggunakan pendekatan ABCD (Asset Based Community Development) dan Analisis Deskriptif. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Garda Pangan  sebagai salah satu Food Bank (bank makanan) maka kegiatan Garda Pangan berpusat pada 3 hal, yaitu : (1) penyelamatan limbah makanan (food waste),(2)  pembelian atas hasil panen yang berlimpah (gleaning up) hasil pertanian yang melimpah, dan (3)  mengemas, atau memproduksi kembali makanan yang memiliki tampilan buruk (ugly produce) namun terjamin kualitasnya. Potensi komunitas garda pangan dalam pendekatan ABCD meliputi aset manusia, aset fisik, aset sosial, aset finansial, dan aset alam. Selain itu,   Sebagai salah satu gerakan filantropi islam, komunitas Garda Pangan berupaya untuk memberikan sumbangsih sosial  bagi masyarakat dan tentunya bertujuan untuk menyelamatkan lingkungan dari bahayanya limbah makanan.
Studi Komparatif Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI Nomor 4 Tahun 2000 Tentang Murabahah dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI Nomor 111 Tahun 2011 Tentang Akad Jual Beli Murabahah; Apa yang Berubah? Muhammad Rifqi Hidayat; Dhofir Catur Bashori
At-Tasharruf "Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah" Vol 2, No 1 (2020): At-Tasharruf
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.694 KB) | DOI: 10.32528/at.v2i1.3972

Abstract

The purpose of this study is to determine the changes in the Fatwa of the National Sharia Council (DSN) of the Indonesian Ulema Council (MUI) Number 111 of 2017 concerning Murabahah Sale and Purchase Agreement with its predecessor, namely Fatwa DSN-MUI Number 4 of 2000 concerning Murabahah. This study uses a qualitative method with a literature study approach. We collected the data using documentation techniques, and analyzed it using comparative techniques. The results showed that there was a change in the legal basis, the division of the murabahah contract into two types (murabahah 'adiyat and murabahah li al-amri bi al-syira'), the form of general provisions, and the addition of several new special provisions to complement the fourth fatwa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan-perubahan yang ada pada Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 111 Tahun 2017 tentang Akad Jual Beli Murabahah dengan fatwa pendahulunya, yaitu Fatwa DSN-MUI Nomor 4 Tahun 2000 tentang Murabahah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Data penulis kumpulkan dengan teknik dokumentasi, untuk kemudian penulis analisa menggunakan teknik komparasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan pada bagian dasar hukum, pembagian akad murabahah menjadi dua jenis (murabahah ‘adiyat dan murabahah li al-amri bi al-syira’), bentuk ketentuan umum, dan penambahan beberapa ketentuan khusus baru untuk melengkapi Fatwa DSN Nomor 4.
IMPLEMENTASI PENGELOLAAN MAKANAN HALAL DI INDONESIA (Studi Analisis UU Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal) Abd. Rohman Fahruddin
At-Tasharruf "Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah" Vol 1, No 1 (2019): At-Tasharruf
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.951 KB) | DOI: 10.32528/at.v1i1.2488

Abstract

Today the concept of halal has become a trend in the development of islamic economics in Indonesia, starting from the emergence of halal product, halal cosmetics, halal fashion and halal tourism to lifestyle.  Halal concept in various economic fields have not only become a trend in Indonesia but have expanded to foreign countries which in fact are not Muslim-majority countries such as Japan, Australia, Thailand, and New Zealand.  Halal is a universal indicator for guaranteeing product quality and living standards (Gillani, Ijaz, Khan, 2016). Halal products and services are chosen by Muslims as a form of obedience to Islamic sharia law. Even thougt halal is very related to Muslims, it does not mean that consumers of halal products only come from Muslims. In the law of the Republic of  Indonesia number 33 of 2014 concerning guarantee of halal products in article 3 states that all product that enter, circulate an trade in the territory of Indonesia must be halal certified. This study aims to explain the implementation of halal food management in Indonesia by using qualitative methods and by reviewing research result and developing report.
Mengelola Ketahanan Ekonomi Keluarga Saat Pandemi (Tinjauan Ekonomi Islam) Nurwahidah Nurwahidah
At-Tasharruf "Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah" Vol 3, No 1 (2021): At-Tasharruf
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.635 KB) | DOI: 10.32528/at.v3i1.6637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui solusi oleh pemerintah dan individu/keluarga terhadap dampak pandemi secara ekonomi berdasarkan prinsip-prinsip ajaran Islam. Penelitian ini penting dilakukan karena pandemi sangat berdampak pada kehidupan ekonomi masyarakat. Tidak sedikit masyarakat yang mengaduh, mengalami PHK, usaha yang sepi, dan lain sebagainya. Menghadapi kondisi yang demikian, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk membantu perekonomian masyarakat. Begitupula rumah tangga yang mampu bertahan dengan mengembangkan kreativitas tertentu. Adapun jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dan dideskripsikan untuk mendapatkan gambaran secara utuh tentang bagaimana upaya yang telah dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah guna mengelola ketahanan ekonomi selama pandemi. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah harus berusaha untuk menjaga stabilitas perekonomian secara makro melalui kebijakan-kebijakan yang dibuat. Hal ini penting untuk dilakukan pemerintah untuk tetap menjaga daya beli masyarakat. Selain daripada itu rumah tangga juga memegang pernanan yang sangat penting dalam upaya untuk menjaga stabilitas ekonomi secara mikro agar tetap dapat bertahan dalam kondisi apapun. Mereka harus mengelola perekonomian secara hemat dan cermat serta mencari celah berbagai usaha. Saran dari penelitian adalah agar masyarakat lebih terampil untuk memulai berbagai usaha, dan didukung oleh kebijakan pemerintah yang memihak pada masyarakat luas.
Pengaruh Religiusitas Terhadap Sikap Anti-Free Riding Yang Dimoderasi Oleh Kesejahteraan Ekonomi Salahuddin Rijal Arifin
At-Tasharruf "Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah" Vol 2, No 2 (2020): At-Tasharruf
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.331 KB) | DOI: 10.32528/at.v2i2.4100

Abstract

Hubungan antara tingkat religiusitas dan perilaku pro-sosial masih banyak terjadi kontroversi. Sebagian penelitian menyatakan tidak ada pengaruh antara religiusitas seseorang terhadap perilaku prososial, sebagian lainnya menunjukkan hubungan erat antara keduanya. Tidak seperti kebanyakan penelitian menggunakan yang indikator-indikator altruisme, penelitian ini menggunakan indikator sikap anti-free riding sebagai proksi perilaku pro-sosial dan memasukkan unsur kesejahteraan ekonomi seseorang sebagai faktor yang memperkuat atau memperlemah pengaruh variabel utamanya (Moderation effect). Penelitian ini menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) pada data World Values Survey gelombang 7 di Indonesia untuk mengetahui hubungan antara religiusitas seseorang dan sikap anti-free riding serta efek moderasi dari kesejahteraan ekonomi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi religiusitas seseorang maka cenderung anti-free riding, namun pengaruhnya akan menguat jika kesejahteraan ekonomi meningkat.
Metode Pengembangan Wakaf Tunai Menurut Pemikiran Monzer Khaf Muhammad Syafi’i
At-Tasharruf "Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah" Vol 1, No 2 (2019): At-Tasharruf
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.789 KB) | DOI: 10.32528/at.v1i2.3399

Abstract

Indonesia adalah negara berpenduduk padat di urutan ke-4 di dunia, dengan penduduk muslim terbanyak di dunia sebesar kurang lebih 85% dari total penduduk Indonesia. Ini menunjukkan bahwasanya instrumen keuangan sosial baik berupa zakat, infaq, shodaqoh maupun wakaf sangat potensial sekali untuk dikembangkan dan dimaksimalkan untuk menopang keuangan negara dan untuk pemerataan roda keuangan dan ekonomi secara maksimal. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah mengembangkan potensi wakaf di Indonesia adalah dengan membentuk lembaga khusus yang menangani wakaf yaitu Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan membuat regulasi untuk menopang operasional dari kegiatan wakaf baik yang bersifat tidak bergerak dan yang bersifat bergerak (wakaf tunai). Regulasi tersebut antara lain UU No. 41 tahun 2004 tentang wakaf dan PP. No. 42 Tahun 2006 tentang pelaksanaan dari waqaf dan diperkuat pula dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia yang dikeluarkan pada tanggal 11 Mei tahun 2002 mengenai wakaf tunai.  Perkembangan wakaf tunai akan maksimal jika dikelola dan dikonsep dengan baik. Ada beberapa formulasi teori dalam mengembangkan wakaf tunai, salah satunya dengan menggunakan konsep yang dijelaskan oleh Monzer Khaf tentang cara mengembangkan wakaf tunai. Disamping itu, bisa juga menggandeng lembaga perbankan syariah atau lembaga keuangan syariah lain yang memiliki kapasitas dalam investasi produktif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, dengan dua sumber data, yaitu primer dan sekunder. Pendekatan penelitian dengan metode tektualis, yaitu pendekatan yang berhubungan dengan naskah berupa kata-kata asli dari pengarang. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil pemikiran Monzer Kahf berkaitan dengan pengembangan wakaf tunai, yaitu menggunakan dua metode yang pertama adalah metode tradisional dan yang kedua metode institusional yang mana pada metode kedua dalam mengembangkan wakaf tunai perlu kiranya bekerjasama dengan pihak ketiga yaitu lembaga keuangan syariah dalam proses pengembangan maupun investasi dari wakaf tunai.