cover
Contact Name
Disnawati
Contact Email
disnawati@uho.ac.id
Phone
+6285299381110
Journal Mail Official
mediaakuatika@uho.ac.id
Editorial Address
Principal Contact Disnawati Universitas Halu Oleo HEA Mokodompit Kampus Baru UHO Phone: 085299381110 Email: mediaakuatika@uho.ac.id
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Media Akuatika: Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25034324     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jma.v7i1
Core Subject : Agriculture,
Media Akuatika : Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan fokus dalam lingkup budidaya perairan meliputi perikanan air tawar, air payau dan air laut yang mencakup beberapa kajian, antara lain: 1. Nutrisi dan pakan ikan 2. Manajemen kesehatan ikan 3. Identifikasi parasit dan penyakit ikan 4. Teknologi reproduksi ikan 5. Manajemen pembenihan ikan 6. Manajemen lingkungan budidaya perairan 7. Teknologi dan sistem budidaya perairan 8. Bioteknologi akuakultur
Articles 194 Documents
Respon Pemberian Ekstrak Hipofisa Ayam Broiler Dengan Dosis Berbeda Terhadap Ovulasi Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Betina Wadi, Hamzan; Yusnaini, .; Idris, Muhammad
Jurnal Media Akuatika Vol 3, No 2: April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.78 KB) | DOI: 10.33772/jma.v3i2.4449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pemberian ekstrak kelenjar hipofisa ayam broiler dengan dosis berbeda terhadap ovulasi ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) Betina serta mengetahui apakah penggunaan ovaprim dapat digantikan oleh ekstrak hipofisa ayam broiler pada pemijahan induk ikan lele dumbo (C.gariepinus) dengan menggunakan parameter waktu ovulasi, diameter telur, jumlah telur dan performa telur sebagai variabel pengamatan. Dosis penyuntikan pada induk ikan lele dumbo betina yaitu 500 (A), 800 (B), 1000 (C) mg/kg berat badan ikan, kontrol positif (Ovaprim) (D+) dan kontrol negatif (NaCl 0,5 %) (E-). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan mengaplikasikan 1 perlakuan dosis penyuntikan dengan 5 taraf perlakuan yang terbagi atas tiga kelompok. Pengelompokan didasarkan pada perbedaan berat induk yang digunakan, yaitu kelompok I = 400-500 g, kelompok II = 501-600 g dan kelompok III = 601-700 g. Dosis penyuntikan A (500), B (800), C (1000) mg/kg berat ikan, kontrol positif D+ (Ovaprim) dan kontrol negatif E- (NaCl 0,5%). Hasil penelitian ini menunjukkan dosis ekstrak hipofisa ayam broiler tidak berpengaruh terhadap waktu ovulasi, fekunditas, diameter dan performa telur ikan lele dumbo.Kata Kunci: Ekstrak hipofisa ayam broiler, Dosis, Ovulasi, ikan lele dumbo (C.gariepinus)
Pengaruh Padat Penebaran Terhadap Pertumbuhan Biomassa Cacing Sutra (Tubifex sp) yang Dibudidaya Pada Media Dengan Sistem Rak Bertingkat Poluruy, Suparmin; Idris, Muhammad; Rahman, Abdul
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 3: Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.105 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i3.9750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh padat penebaran terhadap pertumbuhan biomassa cacing sutera (tubifex sp) yang dibudidaya pada media dengan sistem rak bertingkat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2018. Perlakuan ini menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBL) dengan 4 perlakuan, 4 baris, dan 4 kolom perlakuan yang di ujikan  adalah A (10 g/m2), perlakuan B (15 g/m2), perlakuan C (20 g/m2), D (25 g/m2). Variable yang diamati adalah pertumbuhan biomassa mutlak, pertumbuhan populasi dan bahan organik tanah. Hasil penelitian pertumbuhan biomassa cacing sutera tertinggi yaitu A sebesar 80% dengan populasi 148,57%, kemudian perlakuan D sebesar 77% dengan populasi 144,43%, perlakuan C sebesar 76,25% dengan populasi 143,76%, kemudian perlakuan B sebesar 70% dengan  populasi 134,76%, namun secara statistik pertumbuhan biomassa cacing sutera menunjukan pengaruh yang tidak berbeda nyata (p = 0,867) dan populasi (p = 0,547).  Penelitian ini menunjukkan bahwa padat penebaran 10-25 g/m2 dapat di terapkan pada budidaya cacing sutera menggunakan sistem rak bertingkat.Kata kunci: Padat penebaran, Sistem rak bertingkat, Biomassa, Tubifex sp.
Pengaruh Jarak Antar Tali Gantung Vertikultur Terhadap Kestabilan Tali Bentang Vertikultur Rumput Laut(Kappaphycus alvarezii)Dengan Metode Bentuk Segi Tiga Terbalik Seri Kasman, .; Rahman, Abdul; Ruslaini, .
Jurnal Media Akuatika Vol 1, No 1: Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.097 KB) | DOI: 10.33772/jma.v1i1.4269

Abstract

Tujuan  penelitian  ini  yaitu  untuk mengetahui pengaruh jarak antar tali gantung vertikulturyang berbeda dalam mengatasi tingkat keterlilitan tali bentang vertikultur rumput laut K. alvarezii  yang dibudidayakan dengan metode vertikultur segitiga terbalik seri.Masing-masing perlakuan yaitu perlakuan A (jarak antar tali gantung vertikultur 1,00 m), perlakuan B ((jarak antar tali gantung vertikultur 1,25 m), perlakuan C ((jarak antar tali gantung vertikultur 1,50 m). Melakukan pengontrolan 2 hari sekalidan pengukuran parameter kualitas airsuhu, salinitas, kecerahan, kecepatan arus setiap 5hariselama 45 hari. Variable yang diamati, meliputi tingkat keterlilitan, tingkat kerusakan, Laju Pertumbuhan Spesifik (LPS), Produksi rumput laut basah serta kualitas air.Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Tingkat keterlilitan tali bentang vertikultur rumput lautK. alvarezii tertinggi terdapat pada perlakuan A sebesar 6,3%, perlakuan B sebesar 5,3%, dan C sebesar 1,3%, ketiga perlakuan ini  memberikan hasil yang berbeda nyata, antara perlakuan C dan perlakuan A dan B berbeda nyata dan perlakuan A dan B tidak berbeda nyata. Tingkat kerusakan rumput lautK.alvareziitertinggi terdapat pada perlakuan A sebesar 6,7%, perlakuan B sebesar 5,3%, dan C sebesar 1,3%, ketiga perlakuan ini  memberikan hasil yang berbeda nyata, antara perlakuan C dan perlakuan A dan B berbeda nyata dan perlakuan A dan B tidak berbeda nyata. Laju Pertumbuhan Spesifik K. alvareziiyakniterdapat pada perlakuan C sebesar 3,44%. Produksi rumput laut basah tertinggi yakni pada perlakuan C sebesar 916,9g/m. Hasil pengukuran parameter kualitas air diperairan budidaya masih berada dalam kisaran toleransi untuk pertumbuhan rumput lautK. alvarezii.  Kata Kunci:K. alvarezii, Kestabilan Antar Tali Gantung, Metode Vertikultur Segitiga Terbalik SeriJl. HEA Mokodompit Kampus Bumi Tridharma Anduonohu Kendari 93232, Telp/Fax (0401) 3193732
Pengaruh Rasio Jantan Dan Betina Terhadap Proses Reproduksi Ikan Koridoras (Corydoras trilineatus) Gultom, Victor David Nico
Jurnal Media Akuatika Vol 7, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.239 KB) | DOI: 10.33772/jma.v7i1.21074

Abstract

Ikan koridoras memiliki proses reproduksi yang unik dimana ikan betina dapat memijah dengan banyak ikan jantan sekaligus. Akibatnya, rasio jantan dan betina berpengaruh terhadap produktivitas ikan koridoras. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh rasio jenis kelamin terhadap kemampuan reproduksi koridoras. Penelitian ini terdiri atas 5 perlakuan rasio jantan dan betina, yaitu A (3 jantan : 1 betina), B (2 jantan : 1 betina), C (1 jantan : 1 betina), D (1 jantan : 2 betina), dan E (1 jantan : 3 betina). Variabel yang diamati adalah jumlah telur yang diproduksi dan frekuensi pemijahan untuk setiap perlakuan. Analisa data variabel dilakukan dengan metode deskriptif. Perlakuan E menghasilkan produksi telur yang paling tinggi dibandingkan perlakuan lainnya sementara Perlakuan C menghasilkan frekuensi pemijahan yang paling tinggi. Agar produktivitas reproduksi saat proses pemijahan menjadi optimal, maka rasio jumlah betina harus 3 kali lebih banyak dibandingkan jumlah jantan.Kata kunci : Corydoras trilineatus, koridoras, rasio jantan dan betina, reproduksi
Pengaruh Pemberian Jenis Pakan Makroalga Berbeda terhadap Laju Konsumsi Pakan, Pertumbuhan dan Sintasan Juvenil Abalon (Haliotis asinina) yang Dipelihara Pada Sistem Raceway (Air Deras) Lestari, Saswinta A.; Rahman, Abdul; Balubi, Abdul M.
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 1: Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.218 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i1.4326

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah dengan penggunaan pakan makro alga jenis Ulva fasciata, Glacilaria arcuata, dan Glacilaria salicornia sebagai pakan mampu meningkatkan laju konsumsi pakan, pertumbuhan, dan sintasan  juvenil abalon sebagai organisme utama yang dipelihara pada kawasan raceway. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Sumber Laut Nusantara selama 60 hari, pada bulan Mei sampai Juli 2016.  Perlakuan berdasarkan pada jenis makroalga yang digunakan disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pakan abalon Gracillaria arcuata, Ulva fasciata, dan Gracillaria salicornia ditunjukan pada perlakuan A, B dan C berturut-turut.   Jumlah organisme 63 ekor juvenil abalon (Haliotis asinina) dengan rata-rata panjang cangkang 36,75 mm - 39,75 mm dimasukkan ke dalam 9 buah keranjang dan jumlah per keranjang 7 ekor juvenil abalon (Haliotis asinina). Hasil analisis ragam (ANOVA) menunjukan  tingkat konsumsi pakan memberikan respon yang tidak berbeda nyata (P>0,05). Konsumsi pakan tertinggi 7,47 g jenis Ulva fasciata. Hasil pertumbuhan mutlak berdasarkan panjang cangkang yaitu tidak berbeda nyata (P>0,05), dengan Hasil yang didapatkan 2,57 mm dengan menggunakan pakan makroalga Ulva fasciata. Sedangkan pertumbuhan mutlak berdasrakan bobot tubuh memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) nilai pertambahan bobot tubuh yang didapatkan 4,99 g dengan pemberian pakan Glacilaria arcuata, sintasan memiliki presentase kelangsungan hidup 92,%.  Parameter kualitas air yang diukur selama penelitian yaitu suhu berkisar 29-32 oC, salinitas 32-34 ppt dan pH 7-8. Kata kunci: Raceway, Juvenil, Pakan Makroalga Berbeda, Pertumbuhan, Sintasan
Uji Diferensial Hemosit Pada Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Yang Dibudidayakan Di Sekitar Area Tambang Sitti, Sekar Aryati; Indriyani, Nur; Muhammad, Idris
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 2: April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.928 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i2.7859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh logam berat nikel terhadap perubahan diferensial hemosit udang vaname  (Litopenaus vanname). Udang vaname yang digunakan yaitu udang yang dibudidayakan di Desa Tapunggaya Kecamatan Molawe Kabupaten Konawe Utara (daerah yang sudah tereksploitasi) dan sebagai data pembanding digunakan udang yang dibudidayakan di Desa Bororo Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan (daerah yang tidak tereksploitasi). Sampel udang yang digunakan berumur 1 bulan dan 2 bulan dengan masing-masing berjumlah 10 ekor/sampling. Data DHC (Diferensial Hemosit Count) dianalisa scara deskriptif. Hasil analisis DHC yang terbagi atas sel granular, semi granular dan hialin. Udang  vaname berumur I bulan dan 2 bulan yang dibudidayakan di daerah yang sudah tereksploitasi menunjukan rata-rata total sel granular dan semi granular cenderung  lebih rendah berturut yaitu 41,9% dan 24,4% serta 41% dan 19,7%. Udang vaname yang dibudidayakan di daerah yang tidak tereksploitasi menunjukan rata-rata total sel granular dan semi granular cenderung  lebih tinggi berturut-turut yaitu 42,8% dan 26%  serta 42,7% dan 23,8% . Berbeda dengan rata-rata total sel hialin pada udang yang dibudidayakan di daerah yang sudah tereksploitasi lebih tinggi dibanding udang yang dibudidayakan di daerah yang tidak tereksploitasi berturut-turut yaitu 33,4% dan 32,1%  serta 38,9% dan 32,5%. Kata kunci: Diferensial Hemosit Count (DHC), udang vaname  Litopenaeus vannamei
Penambahaan Tepung Spirulina dalam Pakan Terhadap Performa Warna Ikan Hias Komet (Carassius auratus) Anwar Anwar; Agus Kurnia; Indriyani Nur
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.013 KB) | DOI: 10.33772/jma.v6i1.14864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan tepung Spirulina dalam pakan terhadap performa warna  ikan hias komet (C. auratus). Empat jenis pakan uji dibuat berdasarkan dosis penambahan tepung Spirulina dalam pakan yakni pakan komersil tanpa penambahan tepung Spirulina (pakan A), penambahan 1% tepung Spirulina dalam pakan (pakan B), penambahan 3% tepung Spirulina dalam pakan (pakan C), dan penambahan 5% tepung Spirulina dalam pakan (pakan D). Penelitian ini dilaksanakan selama 40 hari. Sebanyak 60 ekor ikan komet dengan bobot rata-rata awal8.02±1,02 g yang ditempatkan ke dalam 12 akuarium (5 ekor/akuarium). Tingkat kecerahan warna ikan ditentukan dengan menggunakan metode score sheet dengan melibatkan 10 orang panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecerahan warna orange tertinggi didapatkan pada ikan komet yang diberi pakan D sebesar 3.60, kemudian diikutipakan C, B dan A masing-masing sebesar 3.16, 2.62 dan 1.96. Tingkat kecerahan warna putih tertinggi juga didapatkan pada ikan komet  yang diberi pakan D sebesar 2.94, kemudian diikuti pakan C, B dan A masing-masing sebesar 2.60, 1.92 dan 1.78, pertumbuhan mutlak ikan komet berkisar antara57.85-.32.7 dan kelangsungan hidup ikan komet selama penelitian adalah100%.Penelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan 5% tepung Spirulina dalam pakan dapat meningkatkan kecerahan warna ikan hias komet.Kata kunci : ikan komet, kecerahan warna, tepung spirulina, pakan komersial
Perbandingan Persentase Matang Gonad Induk Abalon (Haliotis asinina) yang Dipelihara pada Sistem IMTA (Integrated Multi-Trophic Aquaculture) dan Sistem Raceway Sriani, .; Effendy, Irwan J.; Rahman, Abdul
Jurnal Media Akuatika Vol 1, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.489 KB) | DOI: 10.33772/jma.v1i4.4294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju perbandingan persentase matang gonad pada induk abalon jenis H. asinina yang dipelihara pada sistem berbeda, yaitu sistem IMTA dan sistem raceway.  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2015-April 2016 bertempat di Hatchery Abalon PT. Sumber Laut Nusantara kerjasama LP2T-SPK, Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis statistik Uji T-Test.  Hewan uji yang digunakan adalah induk abalon (Haliotis asinina) dengan panjang cangkang 5.3-5.9 cm dengan pemberian pakan jenis Laurensia papillosa.  Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematangan gonad tertinggi induk abalon (TKG II) terdapat pada sistem IMTA yaitu 88.75% dibanding pada sistem raceway yaitu 68.75%. Tingkat konsumsi pakan tertinggi terdapat pada sistem IMTA yaitu 258.36 g/hari dibanding pada sistem raceway yaitu 215.39%.  Pertumbuhan mutlak panjang cangkang dan bobot tubuh tertinggi terdapat pada sistem IMTA yaitu 0.77 mm dan 4.34 g dibanding pada sistem raceway yaitu  0.58 mm dan 3.78 g.  Persentase sintasan pada sistem IMTA mencapai 100% dan sistem raceway 73.75%. Parameter kualitas air yang diukur selama pengamatan yaitu pada sistem IMTA suhu berkisar 28-300C dan sistem raceway 29-310C, kemudian untuk salinitas 33-35 ppt, dan pH 7-8 pada sistem IMTA maupun raceway. Kata kunci : Abalon, Tingkat Kematangan Gonad, IMTA, Raceway
Pengaruh Kombinasi Tepung Keong Bakau (Telescopium telescopium), Tepung Kepala Udang dan Minyak Sawit Terhadap Pertumbuhan Lobster Mutiara (Panulirus ornatus) Anci Lawao; Agus Kurnia; . Yusnaini
Jurnal Media Akuatika Vol 3, No 1: Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.067 KB) | DOI: 10.33772/jma.v3i1.4375

Abstract

Lobster mutiara (Panulirus ornatus) merupakan komuditas perikanan yang ekonomis di Indonesia, harga lobster laut yang tinggi ini menyebabkan banyak ditangkap oleh para nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi Tepung Keong Bakau (TKB), Tepung Kepala Udang (TKU) dan Minyak Sawit (MS) terhadap pertumbuhan lobster mutiara. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tapulaga Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara selama 90 hari. Wadah pemeliharaan yang digunakan adalah waring sebanyak 12 kotak berukuran 70 cm x 70 cm dengan kedalaman 100 cm dan 1 kotak wadah pelapis berukuran 300 cm x 300 cm dengan kedalaman 150 cm. Selama masa pemeliharaan lob-ster diberi pakan sebanyak 2 kali sehari. Desain penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan empat ulangan. Tiga jenis pakan perlakuan dibuat berdasarkan kandungan persentase. Pakan A (10 % TKB + 30 % TKU + 3 % MI + 1 % MS), Pakan B (20 % TKB + 20 % TKU + 2 % MI + 2 % MS), dan Pakan C (30 % TKB + 10 % TKU + 1 % MI + 3 % MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan uji tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap Pertumbuhan Mutlak (PM), Laju Pertumbuhan Spesifik (LPS), Tingkat Kelangsungan Hidup (TKH) dan Rasio Konversi Pakan (RKP). Pertumbuhan mutlak rata-rata yang didapatkan pada perlakuan A (2,15 g), B (3,10 g) dan C (3,22 g). Laju pertumbuhan spesifik pada perlakuan A, B dan C pada hari ke-45 sebesar : 1,43 g, 1,24 g dan 1,04 g dan hari ke-90 sebesar : 1,15 g, 1,05 g dan 0,91 g. Tingkat kelangsungan hidup pada perlakuan A, B dan C adalah 100 % dan rasio konversi pakan pada perlakuan A (1,95), B (2,08) dan C (2,29). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi tepung keong bakau, tepung kepala udang dan minyak sawit terhadap pertumbuhan lobster mutiara tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P>0,05). Hasil yang tidak berbeda nyata ini diasumsikan dapat menggantikan tepung ikan dan minyak ikan sebagai sumber protein dan lemak dalam pakan lobster mutiara walau tidak secara keseluruhan.Kata kunci : Tepung Keong Bakau, Tepung Kepala Udang, Minyak Sawit, Pertumbuhan.
Pengaruh Jumlah Inti Terhadap Pertumbuhan Dan Ketebalan Lapisan Mutiara Pada Kerang Pteria penguin Satria, .; Muskita, Wellem H.; Yusnaini, .
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 1: Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.639 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i1.6372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah inti terhadap pertumbuhan dan ketebalan lapisan mutiara pada kerang Pteria penguin menggunakan metode tali gantung pada rakit apung. Penelitian ini dilaksanakan selama empat bulan yakni bulan Agustus-Desember 2018 di Perairan Palabusa Kecamatan Lea-Lea Kabupaten Buton, menggunakan Rancangan Acak lengkap yang terdiri dari tiga perlakuan yaitu perlakuan A (satu inti kiri), perlakuan B(dua inti kiri) dan perlakuan C(2 inti kiri + 1 inti kanan) dengan 5 ulangan individu setiap perlakuan. Parameter yang diamati pertumbuhan dan ketebalan lapisan mutiara pada kerang P. penguin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pertumbuhan mutlak lebarcangkang tertinggi pada perlakuan A yaitu 18,76 mm, pertumbuhan mutlak tinggi cangkang tertinggi pada perlakuan C yaitu 14,25 mm dan pertumbuhan mutlak tebal cangkang tertinggi pada perlakuan A yaitu 1,52 mm. Ketebalan lapisan Base (dasar) mutiara tertinggi pada perlakuan A yaitu 0,29 mm dan ketebalan lapisan Top (kuba) mutiara tertinggi pada perlakuan A yaitu 0,16 mm. Penambahan jumlah inti mutiara tidak memberikan pengaruh sifnifikan terhadap pertumbuhan dimensicangkang dan ketebalan lapisan mutiara.Penelitian ini menyimpulkan bahwa jumlah inti yang dapat diimplantasikan pada kerang P. penguin minimal 3 inti per individu kerang.Kata kunci : Jumlah inti, Pertumbuhan, Ketebalan lapisan mutiara, Pteria penguin

Page 9 of 20 | Total Record : 194