cover
Contact Name
Disnawati
Contact Email
disnawati@uho.ac.id
Phone
+6285299381110
Journal Mail Official
mediaakuatika@uho.ac.id
Editorial Address
Principal Contact Disnawati Universitas Halu Oleo HEA Mokodompit Kampus Baru UHO Phone: 085299381110 Email: mediaakuatika@uho.ac.id
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Media Akuatika: Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25034324     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jma.v7i1
Core Subject : Agriculture,
Media Akuatika : Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan fokus dalam lingkup budidaya perairan meliputi perikanan air tawar, air payau dan air laut yang mencakup beberapa kajian, antara lain: 1. Nutrisi dan pakan ikan 2. Manajemen kesehatan ikan 3. Identifikasi parasit dan penyakit ikan 4. Teknologi reproduksi ikan 5. Manajemen pembenihan ikan 6. Manajemen lingkungan budidaya perairan 7. Teknologi dan sistem budidaya perairan 8. Bioteknologi akuakultur
Articles 194 Documents
Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair Dari Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Dan Kandungan Protein Chlorella vulgaris Yulina, Yulina; Iba, Wa; Hamzah, Muhaimin
Jurnal Media Akuatika Vol 5, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.793 KB) | DOI: 10.33772/jma.v5i1.12729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk organik cair dari eceng gondok (POC EG) terhadap pertumbuhan sel dan kandungan protein C. vulgaris. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Volume media kultur 300 ml pada masing-masing media f/2, 5%, 10%, 15% dan 20% POC EG dengan stok awal 10x10⁴ sel/ml C. vulgaris. Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu kepadatan sel, laju pembelahan sel, SGR, yield dan kandungan protein C. vulgaris. Hasil penelitian ini kepadatan sel tertinggi C. vulgaris pada hari ke-4 didapatkan pada perlakuan 15%  POC EG yaitu 10,62x10⁵ sel/ml bila dibandingkan dengan media f/2 yaitu 4,66x10⁵ sel/ml dengan nilai statistik berbeda nyata (P<0,001). SGR tertinggi pada perlakuan 15%  POC EG yaitu 0,95 sel/hari bila dibandingkan dengan media f/2 yaitu 0,20 sel/hari nilai statistik berbeda nyata (P<0,001). Laju pembelahan sel per hari tertinggi pada perlakuan 15% POC EG yaitu 1,37 kali bila dibandingkan dengan media f/2 yaitu 0,29 kali nilai statistik berbeda nyata (P<0,001). Pada hari ke-4 yield tertinggi C. vulgaris didapatkan pada perlakuan 15% POC EG yaitu 5,81x10⁵ sel/ml bila dibandingkan dengan media f/2 yaitu 3,33x10⁵ sel/ml nilai statistik berbeda nyata (P<0,001). Kandungan protein C. vulgaris tertinggi didapatkan pada konsentrasi 15% POC EG yaitu 4,4% bila dibandingkan dengan konsentrasi 20% POC EG yaitu 3,4%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsentrasi 15% POC EG dapat digunakan sebagai alternatif pupuk organik dalam kultivasi C. vulgaris.Kata Kunci : Chlorella vulgaris, media organik, pertumbuhan,  protein.
Konsumsi Pakan dan Kematangan Gonad Induk Abalon (Haliotis asinina) pada Sistem IMTA (Integrated Multi-Trophic Aquaculture) Menggunakan Pakan yang Berbeda Jenis Gracilaria salicornia dan Gracilaria arcuata yang Bersumber dari Alam dan Hasil Budidaya IMTA Eko, Wa; Effendy, Irwan J.; Ishak, Ermayanti
Jurnal Media Akuatika Vol 1, No 3: Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.438 KB) | DOI: 10.33772/jma.v1i3.4285

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan selama 70 hari pada bulan Juli sampai September 2015 di hatcheryAbalon, PT. Sumber Laut Nusantara.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsumsi pakan dan tingkat kematangan gonad (TKG) abalon (H. asinina) menggunakan jenis pakan G. salicornia  dan G. arcuata dari alam dan hasil budidaya IMTA. Menggunakan acak lengkap (RAL) dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsumsi pakan harian tertinggi terdapat pada perlakuan D (G. arcuata hasil budidaya sistem IMTA dengan nilai yaitu 30,0 g/hari) dan persentase TKG III tertinggi abalon Jantan dan Betina terdapat pada perlakuan D (G. arcuata hasil budidaya IMTA) dengan nilai masing-masing yaitu 87,77% dan 93,33%.  Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa perlakuan berbeda nyata terhadap konsumsi pakan dan tingkat kematangan gonad abalon  (P < 0,05). Kata Kunci: Induk abalon (H. asinina), Konsumsi pakan, Tingkatkematangan gonad, Sistem IMTA
Studi Pertumbuhan dan Tingkat Kelangsungan Hidup Teripang Pasir (Holothuria scabra, Jaeger) yang Dipelihara dengan Sistem Basket Yonno, Muhammad; Yusnaini, .; Balubi, Abdul M.
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 3: Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.217 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i3.4347

Abstract

Teripang merupakan hewan invertebrata yang memiliki tubuh yang lunak, berdaging dan berbentuk silindris memanjang seperti ketimun. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui  pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup teripang pasir (Holothuria scabra, Jaeger) yang dipelihara dengan sistem basket. Percobaan ini dilakukan selama dua bulan dari tanggal 10 Agustus sampai 10 Oktober 2016, di desa Tanjung Tiram, Kabupaten Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Selatan. Ada tiga stasiun koordinat pembesaran berdasarkan kedalaman laut yaitu: 4 ° 21.30LS; 122 ° 4019.53BT (jarak stasiun A: 25-40 cm), 4 ° 21.52LS; 122 ° 4019.60BT (stasiun B: kedalaman 75-90 cm) dan 4 ° 20,05LS; 122 ° 4019.68BT (stasiun C: kedalaman 125-140 cm). Jumlah teripang (berat awal: 20-25 g) adalah 45 teripang (15 ind / station). Parameter yang diteliti adalah pertumbuhan absolut (AG), laju pertumbuhan spesifik (SGR), tingkat kelangsungan hidup (SR) dan kualitas air. AG tertinggi ditemukan di teripang yang terbaca pada stasion B (27,69 g). Teripang yang dipelihara di stasiun B paling tinggi di SGR (1,29%). Yang tertinggi SR ditemukan di teripang yang dipelihara di stasiun C (100%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa teripang dapat dipelihara dalam  kedalaman yang berbeda dari 25-140 cm dengan menggunakan keranjang plastik dalam sistem pencultur. Kata Kunci: Teripang Pasir, Pertumbuhan, Kelangsungan Hidup dan Sistem Basket
Studi Pemanfaatan Tepung Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) untuk Pewarnaan Ikan Hias Komet (Carassius auratus) . Yusniarti; Wellem Muskita; Agus Kurnia
Jurnal Media Akuatika Vol 3, No 2: April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.819 KB) | DOI: 10.33772/jma.v3i2.5007

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis Tepung Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) yang berbeda dalam pakan buatan terhadap  tingkat kecerahan warna ikan komet (Carassius auratus). Penelitian ini menggunakan empat perlakuan yaitu pakan A (5% tepung kulit buah manggis), pakan B (10%) tepung kulit buah manggis) dan pakan C (15% tepung kulit buah manggis) dan pakan D (komersil). Parameter yang diamati adalah tingkat kecerahan warna (warna akhir dan warna awal), pertumbuhan mutlak, tingkat kelangsungan hidup, dan pengukuran kualitas air. Tingkat kecerahan warna ditentukan dengan menggunakan metode Toca Color Finder dengan melibatkan 10 panelis pada awal dan akhir penelitian. Hasil analisa statistik menunjukkan bahwa tepung kulit buah manggis dalam pakan memberikan pengaruh nyata terhadap tingkat kecerahan warna orange ikan komet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecerahan warna orange tertinggi didapatkan pada ikan komet yang diberi pakan C sebesar 4.52, kemudian diikuti pakan B, D dan A masing-masing sebesar 4.32, 4.09 dan 3.7. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian 10% tepung kulit buah manggis dalam pakan dapat meningkatkan kecerahan warna orange ikan hias komet.                                                                                                                                                      Kata Kunci : Tingkat Kecerahan Warna, Tepung Buah Manggis, Ikan Komet, (Carassius auratus)
Pengaruh Sumber Protein yang Berbeda Sebagai Bahan Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Rajungan (Portunus pelagicus) Saputra, Eka; Hamzah, Muhaimin; Muskita, Wellem H.
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.985 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i4.10546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan kelangsungan hidup rajungan yang diberi pakan buatan dengan  sumber protein yang berbeda (tepung ikan (TI), tepung kepala udang (TKU), dan tepung  keong bakau (TKB). Tiga jenis pakan buatan dengan perbedaan persentasi sumber protein yaitu 26% TI + 20% TKU + 20% (Perlakuan A); 20 % TI +26% TKU + 20% TKB (Perlakuan B) dan 20% TI +20% TKU + 26% TKB (Perlakuan C) diujikan pada 24 ekor rajungan (bobot awal ± 30-54 g) yang dipelihara pada kantung jaring apung. Pemeliharaan dilakukan selama 60 hari dengan frekuensi pemberian pakan sebanyak 2 kali sehari yaitu pada jam 5 sore dan jam 10 malam. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, panjang dan lebar karapaks serta tingkat kelangsungan hidup rajungan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa  nilai rata-rata pertumbuhan bobot mutlak  rajungan berkisar antara 5,91-17,11 g.  Pertumbuhan panjang karapaks rajungan  berkisar antara 0,37-0,52 cm dan lebar karapaks sebesar 0,32 cm. Tingkat kelangsungan hidup rajungan pada semua perlakuan adalah 100%.  Hasil analisa anova menunjukkan bahwa kombinasi sumber protein TI, TKU dan TKB dalam pakan bautan  memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik, tetapi tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap panjang dan lebar karapaks serta tingkat kelangsungan hidup rajungan.Kata kunci: Kombinasi sumber protein, pakan buatan, pertumbuhan dan kelangsungan hidup rajungan
Kerusakan Jaringan Hepatopankreas pada Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Akibat Paparan Logam Berat Nikel (Ni) secara Buatan Zhahrah, Zulfirah; Nur, Indriyani; Sabilu, Kadir
Jurnal Media Akuatika Vol 1, No 2: April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.703 KB) | DOI: 10.33772/jma.v1i2.4276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh paparan logam berat nikel (Ni) terhadap histopatologis hepatopankreas pada udang vaname (Litopenaeus vaname) yang dipapar logam berat nikel (Ni) selama 30 hari dengan berbagai perlakuan yaitu: perlakuan A 0,02 ppm, perlakuan B 0,04 ppm, perlakuan C 0,08 ppm dan perlakuan D (kontrol) dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Hasil pemeriksaan histologi menunjukan hepatopankreas pada semua perlakuan mengalami nekrosis dan miopati. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pemaparan nikel yang dipaparkan pada udang vaname maka semakin tinggi pula kerusakan pada jaringan hepatopankreas. Kata Kunci: Logam Berat, Nikel, Histologi  Hepatopankreas,Udang vanamei (Litopenaeus. vaname)
Pengaruh Pemberian Keong Bakau Segar dan Kepala Ikan Cakalang Untuk Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla serrata) Esri Yanti; Agus Kurnia; Oce Astuti
Jurnal Media Akuatika Vol 5, No 2 (2020): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.978 KB) | DOI: 10.33772/jma.v5i2.23514

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian pakan segar berbeda terhadap pertumbuhan kepiting bakau Scylla Serrata. Terdapat 3 perlakuan pakan segar yaitu keong bakau (perlakuan A), kepala ikan cakalang (perelakuan B), campuran keong bakau dan kepala ikan cakalang (perlakuan C) sebanyak 27 ekor kepiting bakau  (bobot awal 70-80 gram) dipelihara selama 45 hari dengan frekuensi pemberian pakan 2 kali sehari. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik (LPS), panjang dan lebar karapaks, serta tinggkat kelangsungan hidup  S Serrata. Hasil analisis ragam menunjukan perlakuan pakan yang berbeda memberikan hasil yang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai pertumbuhan mutlak bobot dan panjang karapaks, laju pertumbuhan spesifik dan tingkat kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukan pertumbuhan mutlak perlakuan A, B, dan C masing-masing sebesar 23,0 g, 20,09 g dan 16,0 g. Untuk tingkat kelangsungan hidup S serrata yang diberikan pada pakan berbeda sebesar 78-100%. Penelitian menyimpulkan bahwa pemberian keong bakau segar dan kepala ikan segar atau campuran keduanya dapat meningkatkan pertumbuhan kepiting bakau Scylla serrata.Kata Kunci: Kepiting Bakau, Pertumbuhan, Keong bakau, dan Kepala Ikan
Identifikasi dan Kultur Jenis Diatom Epifit dari Waring Keramba Budidaya Abalon Sarniati, .; Effendy, Irwan J.; Balubi, Abdul M.; Kurnia, Agus
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 2: April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.17 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i2.4332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis diatom yang hidup melekat sebagai epifit pada waring keramba budidaya abalon. Penelitian ini dilaksanakan selama 28 hari yaitu bulan Agustus–September 2016 yang bertempat di Hatchery Abalon PT. Sumber Laut Sejahtera kerjasama LP2T-SPK (Lembaga Pengembangan dan Penerapan Teknologi Sumberdaya Perikanan dan Kelautan), di Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa spesies diatom epifit yang ditemukan menempel pada waring keramba budidaya abalon dan dikultur pada fiber tank yaitu terdapat 66 spesies. Komposisi spesies diatom epifit yang dominan adalah spesies Nitzschia reversa  dan Achnanthidium minutissimum dengan persentase 24% dan 23%. Kata kunci : Diatom Epifit, Diatom Bentik, Kultur Diatom
Pengaruh Kedalaman terhadap Pertumbuhan Spons Clahtria reinwardtii yang Dipelihara di Permukaan Kurungan dengan Metode Gantung Asran, .; Yusnaini, .; Rahmadani, .
Jurnal Media Akuatika Vol 3, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.336 KB) | DOI: 10.33772/jma.v3i4.8023

Abstract

Pertumbuhan spons sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah faktor lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kedalaman terhadap pertumbuhan spons Clathria reinwardtiiyang ditransplantasi. Penelitian ini dilaksanakan selama 90 hari, bertempat di perairan Desa Tapulaga Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Pemeliharaan spons dilakukan di permukaan kurungan dengan metode gantung. Penelitian ini mengujikan berbagai kedalaman berbeda, yakni kedalaman 1, 3, dan 7 m. Variabel yang diamati yaitu pertumbuhan mutlak (PM), laju pertumbuhan spesifik (LPS), sintasan (SR), dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukan rata-rata PM pada kedalaman 1 madalah(14 mm) disusul kedalaman 3 m(11 mm),sedangkan nilai terendah pada kedalaman 7 m yaitu(7 mm). Rata-rata LPS dalam setiap perlakuan kedalaman diperoleh nilai tertinggi adalah pada kedalaman 1 m, yaitu (0,17 mm/hari), selanjutnya pada kedalaman3 m (0,14 mm/hari), dan pada kedalaman 7 myaitu (0,09 mm/hari). Nilai rata-rata SR adalah 75%, 87,5%, dan 68,8% untuk kedalaman 1, 3, dan 7 m secara berurutan. Kajian ini menyimpulkan bahwa kedalaman 1 m adalah kedalaman terbaik untuk pertumbuhan transplantasi spons C. reinwardtii.Kata Kunci: Spons Clathria reinwardtii, transplantasi, kedalaman, metode gantung
Perbandingan Waktu Pemulihan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii, (Doty 1985) yang Mengalami Kerusakan Akibat Gigitan Ikan Herbivora yang Dipelihara dalam Jaring Kotak dan Dinding Jaring Buamona, Dodi Efendi; Nur, Indriyani; Kasim, Ma'ruf
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 4 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.845 KB) | DOI: 10.33772/jma.v6i4.18382

Abstract

Salah satu kendala budidaya rumput laut adalah tingginya pemangsaan hama, maka media yang digunakan diharapkan dapat meningkatkan produksi rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan waktu pemulihan thallus rumput laut yang mengalami kerusakan akibat gigitan ikan herbivora pada jenis K. alvarezii dan mengetahui laju pertumbuhan spesifik rumput laut yang dipelihara pada jaring kotak dan dinding jaring. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November-Desember 2019, bertempat di perairan Pantai Lakeba Kota Bau-Bau, Provinsi Sulawesi Tenggara. Rancangan penelitian ini terdiri atas 2 perlakuan yaitu menggunakan jaring kotak dan dinding jaring serta 10 ulangan.Sampel yang digunakan yaitu bibit thallus rumput laut K. alvarezii, diamati menggunakan mikroskop digital dan dianalisis menggunakan uji-t (Independent sample t-test) dengan bantuan SPSS versi. 24 dengan taraf kepercayaan 95%. Parameter yang diamati adalah pemulihan thallus rumput laut,(LPS), parameter kualitas air dan hubungan antara LPS dan parameter kualitas air. Hasil yang diperoleh pemulihan thallus rumput laut pada jaring kotak lebih cepat yaitu (11 hari) masa pemeliharaan dibandingkan dinding jaring yaitu (15 hari) masa pemeliharaan. LPS tertinggi pada jaring kotak yaitu pekan ke-1 sebesar 7,00% dan terendah pekan ke-6 sebesar 3,13% sedangkan LPS tertinggi pada dinding jaring yaitu pekan ke-1 sebesar 6,61% dan terendah pekan ke-6 sebesar 2.95%. Hasil analisis menunjukan bahwa (LPS) berbeda nyata antara kedua perlakuan.Kata Kunci: K. alvarezii, pemulihan, pertumbuhan, jaring kotak, dinding jaring

Page 10 of 20 | Total Record : 194