cover
Contact Name
Mikson M. D. Nalle
Contact Email
danierni@yahoo.co.id
Phone
+6281353820540
Journal Mail Official
jvip@politanikoe.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Herman Yohanes Kupang. Kotak Pos 1152, Kupang 85011 Telp. 0380-881600 » Tel / fax : 081353820540 / 0380-881601
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP)
ISSN : -     EISSN : 27454363     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
JVIP adalah jurnal peer review, jurnal ini menerbitkan artikel berkualitas tinggi dalam ilmu akuatik dan perikanan pada umumnya. Tujuan jurnal ini adalah untuk mempublikasikan dan menyebarluaskan temuan penelitian saat ini atau yang baru, dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan perikanan dan ilmu perairan dalam beberapa topik, tetapi tidak terbatas pada: Perikanan (Akuakultur, Perikanan Tangkap, Pengolahan Ikan dan Sosial Ekonomi Perikanan) Ekologi Akuatik (Air Tawar, Laut, dan Air Payau) Biologi Akuatik (Ikan, Moluska, Crustacea, Plankton, Terumbu Karang) Ilmu Kelautan
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2022): November 2022" : 8 Documents clear
Pencegahan Infeksi Bakteri Vibrio sp. pada Ikan Bandeng (Chanos chanos) Dengan Pemberian Rebusan Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) Lusianus Mengi; Yudiana Jasmanindar; Franchy Ch. Liufeto
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 3, No 1 (2022): November 2022
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v3i1.746

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek pemberian rebusan kayu manis (Cinnamomum Burmannii)  dalam mencegah infeksi bakteri Vibrio sp. pada ikan Bandeng dan konsentrasi rebusan kayu manis yang tepat untuk mencegah infeksi bakteri Vibrio sp. pada ikan bandeng. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang di uji adalah perlakuan A (100ml), perlakuan B (200ml), perlakuan C (300ml) dengan Perlakuan kontrol tanpa pemberian rebusan kayu manis.   Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa kayu manis tidak berpengaruh terhadap meningkatnya respon imun terhadap infeksi bakteri yang mengerang dalam proses pencegahan bakteri Vibrio sp.Kata kunci : Ikan Bandeng, Cinnamomum burmannii, infeksi, Vibrio.
Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Prosedure (SSOP) pada Proses Pengolahan Tuna Loin (Thunnus sp) di Unit Pengolahan Ikan di Nusa Tenggara Timur Irandha Citra Marasi Siahaan; Breva R. Nugraha; Resky Amalia Rajab; Rasdam Rasdam
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 3, No 1 (2022): November 2022
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v3i1.743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan GMP dan SSOP pada proses pengolahan tuna loin. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai juli 2021 di Unit Pengolah Ikan di Nusa Tenggar Timur. Metode penelitian dilakukan dengan studi kasus dan observasi langsung proses pengolahan, mulai dari penerimaan bahan baku hingga pemuatan. Metode analisa data dilakukan dengan analisa deskriptif. Pengamatan dilakukan pada tahapan proses pengolahan tuna loin, penereapan rantai dingin, mutu bahan baku dan mutu produk, penerapan GMP dan SSOP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan proses pengolahan tuna loin sesuai dengan alur proses pada SNI  4104-2015 tuna loin beku, penerapan rantai dingin telah dilakukan dnegan baik dengan suhu bahan baku ikan tuna dibawah 4?C. Hasil pengujian organoleptik bahan baku dan produk akhir adalah 8, hasil uji mikrobiologi  5,4 x 103  koloni/gram sudah sesuai dengan SNI dan hasil uji organolpetik produk akhir adalah 8, hasil uji mikrobiologi sesuai dengan SNI SNI 4104:2015. Unit Pengolahan Ikan telah menerapkan GMP dan SSOP dengan baik. Kata Kunci : GMP dan SSOP, mutu, Suhu, Tuna Loin
Keterkaitan Suhu Permukaan Laut dan Klorofil a terhadap Hasil Tangkapan Ikan Kakap (Lutjanus sp.) Dengan Menggunakan Jaring Insang Yang Berpangkalan di Kelurahan Oesapa Rasdam Rasdam; Resky Amalia Rajab; Irandha Citra Marasi Siahaan; Yesaya Mau
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 3, No 1 (2022): November 2022
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v3i1.748

Abstract

Potensi ikan kakap berdasarkan nilai produksi di Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam kurun waktu lima tahun (2012 sampai 2016), yaitu sebesar Rp376.826.278.152,00 dengan harga jual sebesar Rp19.550,00/ Kg. Berdasarkan data tersebut perikanan kakap di Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki potensi yang sangat besar. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keterkaitan antara kondisi oseanografi dengan hasil tangkapan ikan kakap dan mengetahui daerah penangkapan ikan Kakap di perairan Kupang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September – November di Kelurahan Oesapa.  Metode survey dilakukan dengan mengambil data hasil tangkapan dan titik koordinat daerah penangkapan ikan pada pengoperasian alat tangkap jaring insang yang berpangkalan di Kelurahan Oesapa. Suhu permukaan laut dan klorofil a diperoleh melalui citra satelit. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan untuk suhu permukaan laut, jumlah hasil tangkapan tertinggi pada kisaran suhu 25.64 °C - 26.38°C, sedangkan untuk krolofil a  untuk jumlah hasil tangkapan tertinggi pada kisaran 0.241 – 0.304 mg/L. Daerah penangkapan ikan dengan jumlah terbesar pada titik koordinat 10°04'122'' LS - 123°40'664'' BT, sedangkan hasil tangkapan kakap terendah pada titik koordinat 10°02'459'' LS - 123°39'855'' BT.Kata Kunci:    Kakap, Jaring Insang, Suhu Permukaan Laut, Klorofil a, Hasil Tangkapan, Daerah Penangkapan Ikan
Pemeliharaan Calon Induk Koi (Cyprinus carpio, L) dengan Media Filter pada Sistem Resirkulasi Shobikhuliatul Jannah Juanda; Ion Tarsardo Sianturi; M. Fajar Panuntun
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 3, No 1 (2022): November 2022
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v3i1.714

Abstract

Menurunnya mutu kualitas air dapat menyebabkan keracunan pada ikan, menaikkan derajat keasaman air, berkurangnya oksigen terlarut dalam air sehingga dapat memicu adanya infeksi penyakit dan bakteri serta defisinesi nutrisi (Suparlan et al., 2020). Salah satu usaha yang dilakukan guna mempertahankan mutu kualitas air budidaya adalah dengan penambahan filter pada sistem resirkulasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan oktober sampai november 2021 yang berlokasi di Laboratorium Produksi dan Manajemen Budidaya Perikanan, Jurusan Perikanan dan Kelautan, Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Bahan filter yang digunakan adalah dakron, arang, batu zeolit dan bioball yang disusun di dalam container. Wadah yang digunakan adalah kolam beton ukuran 2x1x1 m. Sistem resirkulasi disetting dengan mengalirkan air yang berada pada dasar kolam melalui pompa langsung menuju pipa dan kemudian menuju media filter. Hewan yang diujikan adalah ikan koi (Cyprinus carpio) dengan padat tebar 11 ekor per kolam. Metode yang digunakan adalah eksperimental skala laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu: (A)Perlakuan sistem resirkulasi tanpa filter; (B)Perlakuan sistem resirkulasi dengan pemberian filter. Parameter yang diukur pada penelitian ini adalah: 1) Kualitas Air (DO, pH dan suhu) yang diukur dua kali sehari (pagi dan sore hari), 2) Pertumbuhan  ikan (panjang dan bobot akhir, pertumbuhan bobot dan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik (SGR)), 3) Kelulushidupan, 4) Konversi pakan (FCR) selama pemeliharaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis varians untuk melihat beda nyata perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan media filter pada sistem resirkulasi berpengaruh nyata terhadap panjang akhir ikan koi tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kualitas air, bobot akhir, pertumbuhan panjang dan berat mutlak, kelulushidupan dan nilai FCR. Perlakuan yang memberikan hasil panjang akhir lebih baik yaitu pada perlakuan B dengan panjang mencapai 32,21 cm sedangkan perlakuan A mencapai 31,09 cm.Kata kunci : Ikan Koi, Filter, RAS, Pertumbuhan
Peningkatan Dosis Daging Keong Sawah (Pilla Ampullacea) Sebagai Pakan Terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Kepiting Bakau (Scylla Serrata) yang Dipelihara Dalam Kurungan Bambu Yakobus A. Suhardin; Priyo Santoso; Sunadji Sunadji
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 3, No 1 (2022): November 2022
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v3i1.1154

Abstract

Penelitian ini berfokus pada peningkatan dosis daging keong Sawah (Pilla ampullacea) yang berbeda sebagai pakan alami dengan memiliki kandungan protein cukup tinggi yang diberikan pada Kepiting Bakau (Scylla serrata). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis daging keong sawah (Pilla ampullacea) sebagai pakan terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan kepiting bakau (Scylla serrata) yang dipelihara dalam kurungan bambu Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan antara lain perlakuan A pemberian pakan keong sawah 7 %, perlakuan B pemberian pakan keong sawah 8 % dan perlakuan C pemberian pakan keong sawah 9%. Pengumpulan data menggunakan metode observasi partisipasif dan dokumentasi, analisis data secara statistik menggunakan analisis ragam (ANOVA). Apabila berpengaruh terhadap parameter yang dihitung maka dilakukan uji lanjutan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukan pemberian pakan keong sawah (Pilla ampullacea) dengan dosis berbeda yakni 7%, 8% dan 9% berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap pertumbuhan mutlak, namun tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap kelulushidupan Kepiting bakau (Scylla serrata). Rata-rata nilai laju pertumbuhan terbaik yakni pada perlakuan C (9 %), Kelulushidupan kepiting bakau yang diberikan pakan keong sawah dengan dosis berebeda dari awal peneberan hingga akhir penelitian tidak berpengaruh nyata.Kata kunci : Kepiting Bakau, Keong Sawah, Pertumbuhan, Kelulushidupan, Kurungan Bambu
Kajian Potensi Lahan Untuk Pengembangan Akuakultur Di Daerah Aliran Sungai (DAS) Talau-Loes, Lintas Batas RDTL-Indonesia Priyo Santoso; Aludin Alayubi
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 3, No 1 (2022): November 2022
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v3i1.1217

Abstract

Penelitian ini mengkaji potensi Daerah aliran sungai (DAS) perbatasan Talau-Loes yang merupakan daerah lintas batas Indonesia – RDTL (Republica Democratica de Timor Leste) untuk pengembangan budidaya air tawar. Ketersediaan air yang melimpah sepanjang tahun dengan kualitas air yang sesuai bagi pertumbuhan biota perairan merupakan potensi yang menjanjikan bagi pengembangan bisnis ini. Untuk itu penting dilakukan suatu kajian untuk menelaah kesesuaian wilayah DAS perbatasan bagi pengembangan budidaya ikan air tawar, yang penting sebagai dasar pengelolaan berkenjutan DAS perbatasan. Penelitian dilaksanakan di DAS perbatasan Talau-Loes Lintas Batas Indonesia – RDTL. DAS yang dikaji dalam studi ini merupakan sub-DAS Baukama dan Mota Merak di Kecamatan Tasifeto Timur, yaitu meliputi Desa Sarabau, Bauho, Halimodok dan Takirin. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2019. Penelitian ini merupakan kombinasi penelitian kuantitatif dan kualitatif, berupa kajian biofisik dengan metode survei untuk mengetahui kesesuaian lahan untuk pengembangan budidaya ikan air tawar di DAS perbatasan Talau-Loes. Selain itu penelitian ini akan mengkaji aspek teknologi, produksi, sarana, prasarana, ekonomi, sosial budaya dan kelembagaan melalui diskusi kelompok terfokus dengan masyarakat perbatasan, guna meningkatkan ketahanan pangan masyarakat di DAS Talau-Loes Lintas Batas Indonesia-RDTL. Berdasarkan hasil kajian ini menunjukkan bahwa aspek biofisik DAS perbatasan Talau-Loes sesuai bagi pengembangan budidaya ikan air tawar terutama di Desa Sarabau, begitu juga dengan Desa Bauho, Halimodok dan Takirin, dengan strategi yang dapat mengatasi keterbatasan kuantitas air terutama pada musim kemarau. Sedangkan aspek teknologi, produksi, sarana, prasarana, ekonomi, sosial budaya dan kelembagaan perlu dikembangkan guna mendukung upaya pengembangan budidaya ikan air tawar di DAS perbatasan Talau-Loes.Kata kunci : Akuakultur, DAS, Biofisik, Sosio-ekonomi, Kelembagaan
Pertumbuhan Ikan Bandeng (Chanos chanos) yang Diberi Pakan Campuran Tepung Cacing Sutra (Tubifex sp) dan Pelet Komersil Yulianus Arfan; Ridwan Tobuku; Priyo Santoso
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 3, No 1 (2022): November 2022
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v3i1.801

Abstract

Ikan bandeng (Chanos chanos) merupakan salah satu sumber hayati perairan yang bernilai ekonomis tinggi karena sangat diperlukan dalam memenuhi kebutuhan gizi pangan masyarakat Pemberian pakan dengan jenis, kualitas dan jumlah yang optimal akan memperbesar tingkat kehidupan larva ikan bandeng. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan campuran tepung cacing sutra (Tubifex sp) dan pellet komersil terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan bandeng (Chanos chanos). Penelitian ini didesain menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan. Pengulangan untuk setiap perlakuan dibuat sebanyak 3 kali. Perlakuan yang dicobakan adalah adalah sebagai berikut: Perlakuan A Pakan pellet 100% (kontrol) Perlakuan B Pakan pellet 90% dan tepung cacing sutra 10% Perlakuan C Pakan pellet 80% dan tepung cacing sutra 20% Perlakuan D Pakan pellet 70% dan tepung cacing sutra 30%. Hasil penelitian pertumbuhan berat mutlak ikan bandeng yang tertinggi selama pemeliharaan terdapat pada perlakuan D sebesar 13,75 gram dan terendah pada perlakuan A sebagai kontrol dengan berat rata-rata sebesar 8,04 gram,untuk laju pertumbuhan spesifik harian juga tertinggi terdapat pada perlakuan D sebesar 2,62 gram/hari dan terendah terdapat pada perlakuan A sebagai kontrol sebesar 1,99 gram/hari dan untuk kelulushidupan selama penelitian tertinggi juga terdapat pada perlakuan D sebesar 93% dan terendah di perlakuan A sebagai kontrol sebesar 73%. Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa pemberian pakan campuran tepung cacing sutra (Tubifex sp) dan pellet komersil dapat berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan berat mutlak, laju pertumbuhan spesifik harian dan  tidak berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup ikan bandeng (Chanos chanos).Kata kunci : Cacing Sutra, Ikan Bandeng, Pakan pellet, Kelangsungan Hidup, Pertumbuhan
Pengaruh Aplikasi Probiotik Pada Budidaya Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus fuscoguttatus x E. lanceolatus) Yuani Putri Mira Kore; Ridwan Tobuku
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 3, No 1 (2022): November 2022
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v3i1.912

Abstract

Abstrak. Penggunaan probiotik di bidang akuakultur dimaksudkan menimbulkan keseimbangan mikroba dan pengendalian patogen saluran pencernaan ikan budidaya dan lingkungan perairan. Hal ini melibatkan proses biodegradasi dan secara bersamaan mengurangi penggunaan senyawa kimia dan meningkatkan pertumbuhan serta kesehatan ikan. Penelitian ini dilaksanakan dari 27 September sampai 31 November2021 bertempat di UPT Pembenihan Tambak Oesapa. Metode penelitian disusun dalam rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan yaitu perlakuan A : metode pencampuran probiotik dengan pakan/pelet dosis 10%, perlakuan B : metode aplikasi langsung probiotik kedalam air media budidaya, perlakuan C : Metode perendaman selama 7 hari dan Kontrol : tanpa probiotik. Semua perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang dihitung yaitu pertumbuhan harian (DGR) ikan kerapu, pertumbuhan harian spesifik (SGR) ikan kerapu, tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate/SR) ikan kerapu dan konversi pemberian pakan pada ikan kerapu. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi probiotik dengan metode pencampuran sebanyak 10% dengan pakan memberikan hasil terbaik dibandingkan pemberian langsung kedalam media budidaya ataupun metode perendaman.Kata kunci : Probiotik, Ikan Kerapu Cantang, Metode aplikasi  

Page 1 of 1 | Total Record : 8