cover
Contact Name
Sahrir Sillehu
Contact Email
jurnalghs@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalghs@gmail.com
Editorial Address
Communication and Social Dynamics, Jln. Sudirman, Kebun Cengkeh/Sumatra,Lrg. RT.004 / RW. 018, Kota Ambon, Provinsi Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Global Health Science (GHS)
ISSN : 25035088     EISSN : 26221055     DOI : https://doi.org/10.33846/ghs
Core Subject : Health,
Global Health Science (GHS) adalah jurnal ilmiah yang memublikasikan artikel-artikel ilmiah dalam bidang kesehatan meliuti: kesehatan masyarakat, kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, keperawatan, kebidanan, teknologi kesehatan, epidemiologi, informatika kesehatan, administrasi dan kebijakan kesehatan, fisioterapi, gizi, laboratorium kesehatan, kesehatan kerja, statistika kesehatan, manajemen kesehatan, promosi kesehatan, dan sebaginya. Jenis-jenis arikel yang bisa diterima untuk diterbitkan antara lain: 1. Hasil penelitian 2. Tinjauan literatur 3. Tinjauan buku 4. Komentar 5. Opini 6. Studi kasus 7. Berita ilmiah 8. Letter to editor 9. Tutorial 10. Lain-lain sesuai pertimbangan editor
Articles 339 Documents
UJI ORGANOLEPTIK BOLU ENBAL PADA MAHASISWA JURUSAN GIZI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALUKU 2019 Mahmud Mahmud
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.812 KB) | DOI: 10.33846/GHS4402

Abstract

Latar Belakang: Enbal(dalam bahasa daerah Kei), merupakan salah satu makanan pokok masyarakat Daerah Kei Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual. Enbal terbuat dari bahan ubi kayu yang telah diparut dan diperas untuk mengeluarkan air dari patinya yang kemudian disebut enbal gepe, lalu diayak untuk mendapatkan tepung enbal, Enbal memiliki beberapa kelebihan antara lain: sangat mudah untuk perolehan hasil, dapat dikonsumsi oleh semua orang setelah diolah, memiliki daya simpan lama, dapat diolah menjadi aneka makanan siap saji (menu makan malam,makan siang, menu sarapan pagi, dan menu selingan/snack/cemilan),warna hasil olahan putih bersih tanpa pengawet, cocok dijadikan sebagai nasi, dan mahasiswa Jurusan Gizi banyak yang menyukai enbal rasa keju dan coklat. Tujuan Penelitian: Untuk melakukan uji organoleptik bolu enbal pada mahasiswa Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Maluku. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskritif dengan menggunakan alat ukur form skala hedonik, analis yang dilakukan yaitu analisa univariat untuk mengetahui uji organoleptik Hasil: Berdasarkan hasil distribusi tingkat kesukaan terhadap bolu enbal terkait rasa,warna,aroma, dan tekstur. panelis lebih menyukai produk A1 dengan bahan dasar tepung enbal 600 gr ditambahkan tepung terigu 300 gr. Kesimpulan: Dari hasil uji organoleptik terkait rasa,warna,aroma dan tekstur dari bolu enbal. Para panelis lebih menyukai produk A1 dengan bahan dasar tepung enbal 600 gr ditambahkan tepung terigu 300 gr. Kata kunci: Uji organolpetik, Bolu enbal
ANALISIS INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS hamka sangkala hamka
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 1, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.968 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v1i2.30

Abstract

ABSTRAK Penilaian kinerja penyelenggaraan pelayanan publik secara berkala, perlu disusun indeks kepuasan masyarakat sebagai tolak ukur untuk menilai tingkat kualitas pelayanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mutu pelayanan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) pada pelayanan kesehatan di Puskesmas Amahai dan mengetahui tingkat kinerja pelayanan di puskesmas Amahai. Jumlah responden (sampel) dalam penelitian ini adalah sebanyak 150 responden dengan teknik Accidental Sampling (sampling kebetulan). Sedangkan Accidental Sampling pada penelitian ini adalah pasien yang berkunjung ke Puskesmas Amahai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Customer Satifaction Index (CSI). Hasil penelitian berdasarkan nilai IKM setelah dikonversi sebesar 68.75 yang berarti mutu pelayanan di Puskesmas Kecamatan AMAHAI bernilai “B”Tingkat kinerja pelayanan di puskesmas Amahai bernilai “B” dengan demikinan tingkat pelayanan baik. Kata Kunci : Puskesmas, Kepuasan, Pelayanan Publik
HUBUNGAN PENINGKATAN MUTU PUSKESMAS DENGAN KUNJUNGAN PASIEN DI PUSKESMAS PERAWATAN KAIRATU KECAMATAN KAIRATU KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Abdul Rizal; Hasna Tunny; Tanate Lely
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs.v2iHKN.275

Abstract

Puskesmas dituntut untuk lebih bermutu sesuai dengan masalah kesehatan masyarakat yang potensial berkembang di wilayah kerjanya masng-masing. Mutu merupakan gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang atau jasa yang menunjukan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan pelanggan baik berupa kebutuhan yang dinyatakan maupun kebutuhan yang tersirat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peningkatan mutu puskesmas dengan kunjungan pasien di Puskesmas Perawatan Kairatu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang, metode penarikan sampel adalah accidental sampling. Sampel adalah pasien rawat inap Puskesmas Perawatan Kairatu yang berjumlag 40 orang. Hasil penelitian menunjukan bawah ada hubungan antara kelima dimensi mutu/kualitas pelayanan kesehatan dengan kunjungan pasien yaitu wujud nyata p=0,000, keandalan p=0,004, ketanggapan p=0,000, jaminan kepastian p=0,002, dan empati p=0,001. Melalui penelitian ini Puskesmas Perawatan Kairatu perlu lebih meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap pasien yang datang berobat di ruang perawatan rawat inap dengan memberi pelayanan secara tepat, cepat dan dapat dipercaya serta bersikap baik kepada semua pasien.
HUBUNGAN WAKTU PELAYANAN DI TEMPAT PENDAFTARAN DENGAN KEPUASAN PASIEN POLIKLINIK DI PUSKESMAS PULUNG PONOROGO Triyana Mei Siti Susanti; Rumpiati Rumpiati; Dwi Nurjayanti
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 1 (2019): March 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs.v1i1.264

Abstract

Pelayanan yang cepat dan tepat merupakan keinginan setiap pasien. Waktu tunggu pelayanan kecepatan penyediaan berkas rekam medis sampai poliklinik yang dituju menjadi indikator dalam kepuasan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan waktu pelayanan di tempat pendaftaran dengan kepuasan pasien poliklinik di Puskesmas Pulung Ponorogo. Desain penelitian ini adalah kuantitatif korelasional. Sampel penelitian adalah 129 pasien. Analisis data yang digunakan analisis spearman rank. Hasil waktu pelayanan yang tidak sesuai standar adalah 26,36 % dan untuk tingkat kepuasan pasien poliklinik adalah 50,39 % puas, 39,53% cukup puas, 4,65 % kurang puas, 3,88 % tidak puas dan 1,55% sangat puas. Hasil uji spearman rank diperoleh nilai ρ value < 0,05 yaitu 0,000 < 0,05. Kesimpulan yang diperoleh menunjukkan ada hubungan waktu pelayanan di tempat pendaftaran dengan kepuasan pasien poliklinik di Puskesmas Pulung Ponorogo.
PENGARUH MASA KERJA TERHADAP KEJADIAN VERTIGO PADA PENYELAM TRADISIONAL Johanis Hursepuny; Luthfy Latuconsina
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2, No 3 (2017): september 2017
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.674 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v2i3.149

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari 13.677 pulau dan 2/3 diantaranya adalah wilayah laut, dimana sebagian besar penduduk pesisir mempunyai mata pencaharian sebagai nelayan.Beberapa kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat antara lain; penangkapan ikan, lobster, teripang, abalone dan mutiara. Kegiatan tersebut dilakukan dengan melakukan penyelaman sampai dengan beberapa puluh meter di bawah laut, karena lobster, teripang, abalone dan mutiara banyak terdapat di dasar laut. Penyelaman ini banyak dilakukan oleh masyarakat pesisir karena ikan jenis tertentu, lobster, teripang dan mutiara mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Hal ini juga yang dilakukan oleh masyarakat desa Liang Kecamatan Salahutu,namun proses penyelaman yang mereka lakukan masih bersifat tradisional dengan menggunakan peralatan seadanya secara terus menerus dan dalam waktu yang lama. Kondisi ini menyebabkan timbulnya banyak keluhan seperti gangguan pendengaran, pusing dan sakit kepala. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh masa kerja menyelam dengan kejadian vertigo pada penyelam tradisional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan data lama menyelam sebagai input . Hasil uji chi squre menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan masa kerja dengan kejadian vertigo yang ditunjukkan dengan nilai p =0,000 Kata Kunci: Penyelam, Vertigo, Masa kerja
Gambaran Kejadian Stunting Berdasarkan Karakteristik Ibu di Puskesmas Aifat Kabupaten Maybrat Dirgantari Pademme
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.639 KB) | DOI: 10.33846/ghs5204

Abstract

Latar belakang: Seluruh dunia, tercatat 151 juta anak di bawah usia 5 tahun mengalami stunting. Kejadian balita stunting (pendek) merupakan masalah gizi utama yang dihadapi Indonesia. Indonesia menjadi negara kelima di dunia dengan prevalensi stunting terbesar. Tahun 2018 jumlah balita stunting di Papua Barat menurun menjadi 27,8%. Angka ini menurun lagi menjadi 24,6% pada tahun 2019. Sedangkan di Kabupaten Maybrat sendiri angka stunting pada tahun 2013 adalah 38,19% dan tahun 2019 adalah sebanyak 44,83%. Tujuan: untuk mengetahui gambaran kejadian stunting berdasarkan karakteristik ibu pada balita di Puskesmas Aifat Kabupaten Maybrat. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif untuk mengetahui gambaran usia, pendidikan, dan pendapatan ibu. Penelitian dilakukan di Puskesmas Aifat Kabupaten Maybrat pada bulan Oktober 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki anak balita yang berjumlah 30 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner. Data primer dalam penelitian ini dari kuesioner yang dibagikan dan pengukuran langsung kepada balita terkait berat badan dan tinggi badan. Analisis yang digunakan menggunakan analisis univariat, yang disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa balita yang mengalami stunting sebagian besar berasal dari kelompok ibu berusia 26-35 tahun (53%), berpendidikan tinggi (SMA, perguruan tinggi) (33%), pendapatan ≤ Rp. 3.134.000 (67%). Sedangkan balita yang mengalami stunting sebagian besar pada kelompok laki-laki dan usia 5 tahun (33%). Kejadian stunting di Puskesmas Aifat berkaitan dengan pendidikan ibu dan pendapatan ibu. Kata kunci: pendapatan, pendidikan, balita, stunting
Flores Dan Ancaman HIV Dan AIDS Imelda Ester Manurung
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.609 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v2i1.62

Abstract

HIV dan AIDS
HUBUNGAN PERAN KELUARGA DENGAN RISIKO DEPRESI PADA REMAJA KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI RS. BHAYANGKARA AMBON TAHUN 2015 Mirdat Idat
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.697 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i3.289

Abstract

Abstrak Data kekerasan seksual di Indonesia pada priode tahun 2011 sampai dengan 2012 yang di peroleh dari, Komisi Nasio nal Perempuan tercatat pada 2011, ada 119.107 kasus kekerasan yang ditangani oleh lembaga pelayanan komite aksi perempuan. Pada 2012, angka itu naik hingga dua kali lipat menjadi 216.156 kasus (Metro tempo, 2013). Tujuan Penelitian: Dapat mengetahui adanya hubungan pengetahuan orang tua dengan perawatan anak pasca kekerasan seksual. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional yaitu mengukur variabel-variabel penelitian hanya sekali atau sesaat, Dengan Mewawancarai 16 Pasien dan keluarga pasien yang mengalami kekerasan seksual, pengambilan sampel di lakukan secara accidental sampling. kemudian data disajikan dalam bentuk tabel deskriptif. Hasil Penelitian: Hasil analisa hubungan peran informal dengan risiko depresi remaja korban kekerasan seksual di RS Bhayangkara, teridentifikasi bahwa dari 17 responden dengan peran informal keluarga baik, ada sebanyak 12 (40%) responden yang memiliki risiko berat terkena depresi, Hasil uji statistic diperoleh nilai ρ= 0.03 maka dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara peran informal keluarga dengan risiko depresi pada remaja korban kekerasan seksual di RS Bhayangkara Ambon. Kesimpulan: Terdapatnya hubungan peran keluarga remaja kekerasan seksual terhadap penanganan resiko depresi di Rs Bhayangkara. Daftar Pustaka: 21 Perpustakaan ( 2002-2015 ) Kata Kunci : Peran keluarga, kekerasan seksual, penanganan resiko depresi
PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES HANGAT DALAM PEMENUHAN KETIDAKEFEKTIFAN TERMOREGULASI PADA PASIEN DEMAM TYPOID DI RSUD dr. P.P. MAGRETTI SAUMLAKI Suardi Zurimi
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.183 KB) | DOI: 10.33846/ghs4307

Abstract

Demam Thypoid atau thypoid fever adalah suatu sindrom sistemik yang terutama disebabkan oleh salmonella typhi. Berdasarkan hasil rekam medik di RSUD dr. P. P. Magretti Saumlaki pada tahun 2016 pasien yang menderita demam typoid sebanyak 71 orang,pada tahun 2017 sebanyak 97 orang dan pada tahun 2018 sebanyak 116 orang. Penelitian ini bertujuan untuk Melakukan penerapan asuhan keperawatan pada pasien dengan demam typoid dengan menggunakan proses keperawatan yaitu : pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif yang berbentuk studi kasus. Penelitian dilakukan selama tiga hari yaitu tanggal dari 30 Maret - 1 April 2019 yang dilaksanakan di ruangan rawat inap wanita RSUD dr. P. P. Magretti Saumlaki dengan subjek penelitian Ny. S dengan demam typoid. Hasil penelitian , melalui pengkajian tanggal 30 Maret 2019, pada Ny. S didapatkan data pasien mengatakan merasa demam. , tampak lemah, Tekanan darah: 90/70 mmhg, nadi : 80x/menit , suhu : 380C, pernafasan: 20x/menit, abdomen teraba kenyal dan nyeri tekan pada abdomen bagian kanan atas, hasil Laboratorium Leukosit menujukan 10.000, Widal Widal positif thipy BO 1/180, thypi H 1/180. Setelah diberikan kompres hangat setiap hari Ny. S. mengatakan tidak merasa demam lagi, tekanan darah 120/80 mmhg, nadi 83x/menit, suhu: 37°C, pernafasan: 20x/menit pada hari ketiga, pelaksanaannya dilakukan sesuai dengan rencana yaitu melakukan kompres hangat untuk menurunkan suhu tubuh pasien. Sampai berakhirnya penelitian masalah termoregulasi teratasi dengan demikian ada pengaruh pemberian kompres hangat dalam pemenuhan ketidakefektifan termoregulasi pada pasien demam typoid di RSUD dr. P.P. Magretti Saumlaki. Kata kunci: Demam typoid, Kompres hangat
HUBUNGAN UMUR DAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA PASIEN YANG DIRAWAT DI RSKDIA PERTIWI, SIT FATIMAH DAN RSIA SITTI KHADIJAH I MAKASSAR Hasnah Muhammadiyah Noor; Ros Rahmawati; Theresia Limbong; Marhaeni Marhaeni; Syaniah Umar
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.226 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i2.192

Abstract

Preeklampsia adalah salah satu komplikasi kehamilan yang paling utama penyebab tingginya angka kematin maternal dan keadaan tidak sehat pada janin. Prevalensi preeklampsia di negara berkembang berkisar antara 1,8% sampai 16,7%. Banyak tantangan yang ada dalam prediksi, pencegahan, dan manajemen preeklampsia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor umur dan kadar Hb ibu hamil guna memperkaya kajian ilmiah tentang risiko kejadin preeklamsia yang hingga saat ini belum ada kajian yang pasti tentang penyebab gangguan kehamilan tersebut. Semua hasil penelitian dengan banyak hipotesis yang diajukan dalam beberapa dekade terakhir dan tidak ada satupun dari itu telah divalidasi. Saat ini, setidaknya beberapa hipotesis masih menimbulkan sejumlah perhatian besar: hipotesis genetik, hipotesis iskemia plasenta dan hipotesis disfungsi imun/kekebalan tubuh. Faktor maternal, salah satu dari beberapa hipotesis yang diusulkan bebrapa peneliti. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik engan pendekatan “Cae controll Study” terhadap 60 ibu hamil yang terdiri dari masing-masing 30 orang kasus dan 30 orang yang njadi kelompok kontrol yang dilakukan di tiga Rumah sakit yakni RSKDIA Siti Fatimah, RSKDIA Pertiwi dan RSIA St. Khadijah I dilakukan pada bulan Februari sampai dengan Bulan Agustus 2017. Hasil penelitian disimpulkan bahwa umur (OR=2,87) dan kadar Hb ibu hamil (OR= 7,25) merupakan faktor risiko terhadap kejadian preeklamsia, namun risiko tersebut tidak berhubungan secara konsisten, karena itu disarankan untuk penelitian lanjut pada populasi yang lebih besar dan melibatkan variabel yang lainnya dengan metode analisis yang lebih kompleks terutama dengan analisis jalur, sehingga berbagai aspek yang diduga berperan penting terhadap masalah tersebut akan lebih jelas. Kata kunci: Umur, Hemoglobin, Preeklamsia