cover
Contact Name
Sahrir Sillehu
Contact Email
jurnalghs@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalghs@gmail.com
Editorial Address
Communication and Social Dynamics, Jln. Sudirman, Kebun Cengkeh/Sumatra,Lrg. RT.004 / RW. 018, Kota Ambon, Provinsi Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Global Health Science (GHS)
ISSN : 25035088     EISSN : 26221055     DOI : https://doi.org/10.33846/ghs
Core Subject : Health,
Global Health Science (GHS) adalah jurnal ilmiah yang memublikasikan artikel-artikel ilmiah dalam bidang kesehatan meliuti: kesehatan masyarakat, kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, keperawatan, kebidanan, teknologi kesehatan, epidemiologi, informatika kesehatan, administrasi dan kebijakan kesehatan, fisioterapi, gizi, laboratorium kesehatan, kesehatan kerja, statistika kesehatan, manajemen kesehatan, promosi kesehatan, dan sebaginya. Jenis-jenis arikel yang bisa diterima untuk diterbitkan antara lain: 1. Hasil penelitian 2. Tinjauan literatur 3. Tinjauan buku 4. Komentar 5. Opini 6. Studi kasus 7. Berita ilmiah 8. Letter to editor 9. Tutorial 10. Lain-lain sesuai pertimbangan editor
Articles 339 Documents
Implementation of the WHO Surgical Safety Checklist:Literature Review Suratno Kaluku
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 6, No 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.703 KB) | DOI: 10.33846/ghs6401

Abstract

Badan Kesehatan Dunia mempelopori dan meluncurkan Checklist Keselamatan Bedah dengan tujuan menciptakan kerangka kerja standar bagi anggota tim (perawat, anastesi, dan operator) untuk meningkatkan keselamatan pasien dalam proses pembedahan. Tujuan literature review adalah untuk menentukan apakah ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa penggunaan checklist keselamatan bedah meningkatkan keselamatan pasien dan kepatuhan tim. Sumber literature reviuw terpublikasi dari tahun 2010 sampai 2020, teks berbahasa inggris dan diperoleh dari Pubmed, Ebscho, Proquest, dan Schoolar Google. Checklist Keselamatan Bedah WHO berimplikasi terhadap penurunan angka kematian, dapat mengurangi komplikasi pasca bedah, membangun performa tim dengan komunikasi, user friendly dalam penggunaan checklist bagi anggota tim, meningkatkan keselamatan pasien dan trend penerimaan check list yang positif dari anggota tim memberikan dampak peningkatan kepatuhan terhadap standar serta peraturan di ruang bedah. Kata kunci: WHO; checklist keselamatan; bedah; anggota tim; kamar bedah
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 0-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Kairatu Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Abdul Rijali Lapodi; Tina Amna Ningsih; Khairudin Rumatiga; Fifi Yani Rumau
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 6, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.773 KB) | DOI: 10.33846/ghs6101

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita ( bayi dibawah lima tahun) yang diakibatkan kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Kairatu pada tahun 2020 sebanyak 58 balita stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 0-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Kairatu Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Tahun 2020. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penilitian cros sectional, sampel dalam penelitian ini digunakan dengan menggunakan metode total sampling yang berjumlah 58 balita stunting. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Pengolahan data menggunakan SPSS, menggunakan uji Chie-Square dan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian ini di peroleh nilai signifikan Berat badan lahir (0,579), pemberian ASI eksklusif (0,000), Tingkat pendidikan ibu (0,003), Status Ekonomi (0,000). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian ASI eksklusif, tingkat pendidikan ibu, dan status ekonomi ada hubungan dengan kejadian stunting, sedangkan berat badan lahir tidak ada hubungan dengan kejadian stunting. Kata kunci: berat badan lahir; pemberian ASI eksklusif; tingkat pendidikan ibu; status ekonomi
PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PERAWAT DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. M. HAULUSSY AMBON Andre Horhoruw
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.942 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v2i4.166

Abstract

Studi pendahuluan di RSUD Dr.M.Haulusssy Ambon di dapatkan data bahwa rata-rata perawat mengatakan mereka tidak puas dengan imbalan jasa keperawatan yang diterima, karena tugas dan beban kerja yang diberikan tidak sesuai dan tidak adil oleh pimpinan. Tujuan dari dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhada kinerja perawat di Instalasi Rawat Inap RSUD.Dr.M.Haulussy Ambon. Waktu penelitian bulan Nopember 2014 Desain penelitian adala hcross secsional. Populasi adalah 250 responden dengan sampel sebesar 146 responden yang di ambil secara simple random sampling. Uji statistic menggunakan chi-square dan di Analisis menggunakan analisis regresi logistic metode Rasio Blackward. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kepuasan kerja terkait imbalan jasa berpengaruh siknifikan terhadap kinerja perawat, terdapat pengaruh yang signifikan antara kepuasan kerja dengan pengawasan (supervisior) dan manajemen dalam rumah sakit terhadap kinerja perawat, kepuasan dengan rekan kerja juga memberi pengaruh yang signifikan dengan kinerja perawat sedangkan kepuasan dengan kondisi kerja tidak memiliki pengaruh yang siknifikan dengan kinerja. Perawat yang merasa puas dengan imbalan jasa, maka kinerjanya akan 3,468 kali lebih baik dari perawat yang tidak puas dengan imbalan jasa dan pengaruhnya sebesar 12,44%. Kata Kunci:Kepuasan, Kinerja, Perawat
Gambaran Pengetahuan Dan Penatalaksanaan Ibu Dalam Menangani Hipertermi Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Haria Kecamatan Saparua Kabupaten Maluku Tengah Tahun 2020 Nety Taribuka; Siti Rochmaedah; Irma Silawane
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 3 (2020): September 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.413 KB) | DOI: 10.33846/ghs5309

Abstract

Hipertermi merupakan peningkatan suhu tubuh melebihi titik tetap (set poin) lebih dari 370C. Ketika anak demam, Ibu harus memiliki sikap yang tepat untuk menangani dan memberi perawatan, sehingga dapat mengatasi komplikasi demam yang tidak diatasi dengan benar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan penatalaksanaan Ibu dalam menangani Hipertermi pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Hila Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif, cara pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah 44 sampel. Hasil Penelitian diperoleh tingkat pengetahuan responden terbanyak adalah cukup dengan jumlah 26 orang (59,1%), pengetahuan baik sebanyak 9 responden (20,5%) sedangkan yang memiliki pengetahuan kurang juga sebanyak 9 orang (20,5%). Untuk penatalaksanaan diperoleh pemberian paracetamol 40 responden (90,9%), Pemberian kompres 26 responden (59,1%), Pemberian air putih/Asi sebanyak 30 responden (68,2%), dibawa ke pusat pelayanan kesehatan sebanyak 44 responden, mengenakan pakaian tipis 29 responden (65,9%), dan pemberian obat tradisional 22 responden (50,0%). Kesimpulan Gambaran pengetahuan Ibu dan penatalaksanaan dalam kategori cukup baik Kata kunci: pengetahuan; penatalaksanaan; hipertermi
PENGARUH PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PENERAPAN STANDARD PRECAUTIONS MAHASISWA NERS STIKES NANI HASANUDDIN MAKASSAR Suarnianti Suarnianti
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.452 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v2i2.84

Abstract

Standar precautions merupakan cara efektif untuk melindungi tenaga kesehatan khususnya perawat dalam mengendalikan dan mencegah risiko penularan penyakit. Perawat yang memahami dengan benar pentingnya standard precautions, maka akan mengambil alternatif cara ini untuk melindungi dirinya dalam melakukan tindakan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap terhadap perilaku penerapan standard precautions pada mahasiswa profesi Ners STIKES Nani Hasanuddin Makassar Tahun 2016-2017. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasi dengan jumlah responden sebanyak 136 orang mahasiswa profesi Ners. Teknik analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan perilaku penerapan standard precautions pada mahasiswa profesi Ners STIKES Nani Hasanuddin Makassar Tahun 2016-2017. Implikasi hasil penelitian dalam keperawatan adalah standard precautions sebagai alternatif bagi mahasiswa profesi dalam mengurangi risiko penularan penyakit di lingkungan praktik. Kata kunci : Pengetahuan, perilaku, sikap, standard precautions
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RENDAHNYA MINAT IBU TENTANG PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG PADA KAWASAN PESISIR DESA LUHU KECAMATAN HUAMUAL KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT TAHUN 2018 Windatania Mayasari; Asuti Tuharea; Fitria Palisoa
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.638 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i4.303

Abstract

Kontrasepsi adalah upaya untuk mencengah terjadinya kehamilan, upaya itu dapat bersifat sementara, dapat pula bersifat permanen. Secara global, penggunaan kontrasepsi modern telah meningkat tidak signifikan dai 54% pada tahun 1990 menjadi 57,4% pada tahun 2014. Target dari Millenium Development Goals (MDGs) salah satunya yaitu menurunkan angka kematian Ibu (AKI) dan angka kematian bayi atau balita (AKB) serta meningkatkan kesehatan ibu. Keluarga Berencana merupakan usaha untuk menjarangkan atau merencanakan jumlah dan jarak kehamilan dengan memakai alat kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan suami terhadap penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang. Penelitian ini merupakan peneliti onbservasi analitik dengan metode croos sectional study penelitian ini di gunakan dengan metode Purposive Sampling yang berjumlah sampel 54 responden. Istrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Pengolahan data dengan komputerisasi, menggunakan uji Chi-quare dengan tingkat kemaknaan 0,05. Pengetahuan p=0,000 (0,05) Sikap p=0,000 dan dukungan suami p=0,000 dapat di simpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan terhadap penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang Di Desa Luhu Kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat Tahun 2018. Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Dukungan suami
EVALUASI PROGRAM PELAKSANAAN POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BONGOMEME KABUPATEN GORONTALO Yanti Hz Hano
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.652 KB) | DOI: 10.33846/ghs4409

Abstract

Lansia di seluruh dunia diperkirakan ada 500 juta dengan usia rata-rata 60 tahun dan diperkirakan pada tahun 2025 akan mencapai 1,2 milyar hal ini berdampak pada peningkatan penyakit Degenerative. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui input proses output dari evaluasi program pelaksanaan posyandu lansia. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatf yaitu untuk memperoleh informan secara mendalam (Independent Interview). Informan kunci (Key Informan) dalam penelitian ini adalah Kepala Puskesmas Bongomeme dan informan biasa dalam penelitian ini adalah Pemegang program Posyandu lansia dan pasien lasia yang ada di Puskesmas Bongomeme. 1) input dalam pelaksanaan Posyandu lansia ini terdapat petugas yang melayani namun petugas belum mengikuti pelatihan tentang Posyandu lansia dikarenakan petugas yang memegang program tersebut adalah petugas baru. 2) Proses dalam perencanaan kegiatan dalam pelaksanaan Posyandu lansia ini telah disesuaikan dengan anggaran dan kegiatan yang diusulkan dalam RKA pada pendataan dan pengobatan petugas hanya melakukan pendataan saja namun belum memberikan pengobatan. 3) Evaluasi pelaksanaan Posyandu lansia yang ada di Puskesmas Bongomeme dilakukan setiap triwulan. Diharapkan untuk Puskesmas Bongomeme dalam pelayanan posyandu lansia harus berdiri sendiri, dan dengan petugasnya harus mengikuti pelatihan. Kata kunci: Evaluasi, Posyandu lansia
RIWAYAT PAPARAN PESTISIDA DI DAERAH PERTANIAN DENGAN KEBERADAAN METABOLIT PESTISIDA PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN BULAKAMBA KABUPATEN BREBES ilyas IBRAHIM
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 1, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.928 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v1i3.36

Abstract

Telah dapat dibuktikan bahwa pencemaran pestisida tidak hanya berefek negatif pada hewan, tetapi juga membahayakan kesehatan manusia karena residu pestisida terakumulasi pada produk-produk pertanian dan lingkungan sekitarnya sehingga sangat muda anak-anak terpapar pestisida. Efek pestisida terhadap kesehatan manusia terutama anak-anak dapat mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis riwayat paparan pestisida dengan keberadaan metabolit pestisida dalam urine siswa Sekolah dasar di kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes. Jenis penelitian observasional analitik dengan desain study cross sectional. Variabel bebas yaitu riwayat paparan pestisida dan variable terikat, keberadaan metabolit pestisida dalam urin siswa. Subjek penelitian adalah siswa Sekolah Dasar di wilayah Kecamatan Bulakamba sebanyak 48 siswa sesuai kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan pemeriksaan metabolit urine. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan variable yang berhubungan dengan keberadaan Metabolit pestisida pada siswa, pekerjaan orang tua, p-value = 0,023 OR = 3,053 95%CI 1,236-7,541, keterlibatan anak dalam kegiatan pertanian, p-value=0,001 OR = 4,400 95%CI 1,819-10,641, kebiasaan siswa bermain di area pertanian, p-value = 0,002 OR = 4,583 95%CI = 1,713-12,260, keberadaan pestisida di lingkungan rumah, p-value=0,013 OR=3,536 95% CI=1,311-9,536, Sumber air minum, p-value = 0,008 OR = 8,400 95% CI = 1,204-58,616 Simpulan : riwayat paparan pestisida di lingkungan pertanian merupakan faktor risiko adanya metabolit pestisida dalam urin siswa Kata kunci : Paparan pestisida, siswa, kegiatan pertanian, metabolit pestisida.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORIUM DI RUANG PERINATOLOGI RSUD Dr.H.ISHAK UMARELLA TAHUN 2015 Risman Tunny
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs.v2iHKN.274

Abstract

ABSTRAK Asfiksia neonatorum termasuk dalam bayi baru lahir dengan risiko tinggi karena memiliki kemungkinan lebih besar mengalami kematian bayi atau menjadi sakit berat dalam masa neonatal.Faktor yang menyebabkan asfiksia neonatorum antara lain faktor keadaan ibu, faktor keadaan bayi, faktor plasenta dan faktor persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum di Ruangan Perinatologi RSUD dr. H. Ishak Umarella. Jenis penelitian menggunakan penelitian survey analitik, dengan pendekatan cross sectional. Populasi dansampel adalah seluruh ibu yang melahirkan bayi yang mengalami Asfiksia Neonatorum di Ruangan Perinatologi RSUD dr. H. Ishak Umarella pada bulan Januari – Mei 2017 sebanyak 35 orang. Sedangkan kelompok kontrol seluruh ibu yang melahirkan bayi yang tidak mengalami Asfiksia Neonatorum di Ruangan Perinatologi RSUD dr. H. Ishak Umarella sebanyak 74 orang dengan menggunakan teknik Total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Pengolahan data dengan SPSS, menggunakan Uji Chi Square (x²) dan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil dalam penelitian ini diperoleh untuk semua varibael yang diukur nilai signifikan (p= 0,000). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan ada hubungan usia ibu, Ketuban Pecah Dini (KPD), berat badan bayi dengan kejadian asfiksia neonatorum di Ruangan Perinatologi di RSUD H. Izhak Umarella, . Kata Kunci :Faktor-faktor, Asfiksia Neonatorum
Hipertensi pada Ibu Hamil dan Analisis Pengaruhnya terhadap Berat Badan Janin di Kota Palembang Zata Ismah Ismah
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.445 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i3.316

Abstract

Terdapat sekitar 10% bayi lahir dengan Small of Gestational Age (SGA) mengalami pertumbuhan janin terhambat (PJT) atau Intrauterine growth restriction (IUGR). Hipertensi sebagai salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi saat kehamilan merupakan bukti epidemiologis yang dapat mempengaruhi kejadian janin kecil masa kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak hipertensi terhadap kejadian berat badan janin rendah. Penelitian ini dilakukan menggunakan desain crossectional dengan total 752 sampel yang ada di 25 lokasi pelayanan kesehatan terpilih yang diambil dengan metode aksidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara hipertensi dengan berat badan janin rendah. Prevalensi ibu yang hipertensi berisiko terhadap kejadian berat badan janin rendah sebesar 7.272 kali (95% CI 3.415-15.482) lebih besar dibandingkan ibu yang tidak hipertensi dengan peluang 24.1%. Intervensi dini dengan melakukan kegiatan berupa skrining hipertensi kronik wanita sebelum fase hamil dapat membantu mengurangi risiko berat janin rendah akibat hipertensi. Kata Kunci Hipertensi, Janin Kecil Masa Kehamilan, Berat Badan Janin Rendah