cover
Contact Name
Sahrir Sillehu
Contact Email
jurnalghs@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalghs@gmail.com
Editorial Address
Communication and Social Dynamics, Jln. Sudirman, Kebun Cengkeh/Sumatra,Lrg. RT.004 / RW. 018, Kota Ambon, Provinsi Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Global Health Science (GHS)
ISSN : 25035088     EISSN : 26221055     DOI : https://doi.org/10.33846/ghs
Core Subject : Health,
Global Health Science (GHS) adalah jurnal ilmiah yang memublikasikan artikel-artikel ilmiah dalam bidang kesehatan meliuti: kesehatan masyarakat, kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, keperawatan, kebidanan, teknologi kesehatan, epidemiologi, informatika kesehatan, administrasi dan kebijakan kesehatan, fisioterapi, gizi, laboratorium kesehatan, kesehatan kerja, statistika kesehatan, manajemen kesehatan, promosi kesehatan, dan sebaginya. Jenis-jenis arikel yang bisa diterima untuk diterbitkan antara lain: 1. Hasil penelitian 2. Tinjauan literatur 3. Tinjauan buku 4. Komentar 5. Opini 6. Studi kasus 7. Berita ilmiah 8. Letter to editor 9. Tutorial 10. Lain-lain sesuai pertimbangan editor
Articles 339 Documents
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI DAN PROTEIN DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA DI KECAMATAN NUSALAUT KABUPATEN MALUKU TENGAH Octovina Soumokil
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.256 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v2i4.163

Abstract

ABSTRAK Angka kematian balita masih cukup tinggi di Indonesia, hal ini disebabkan oleh keadaan gizi yang buruk. Kekurangan salah satu zat gizi dapat menimbulkan penyakit defisiensi. Masalah gizi merupakan refleksi dari konsumsi energi, protein dan zat-zat gizi lainnya yang diperlukan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan energi dan protein dengan status gizi balita di Kecamatan Nusalaut Kabupaten Maluku Tengah. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan Cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan pada keseluruhan populasi yang memenuhi criteria inklusi dan eksklusi dan jumlah sampel adalah 368 balita. Analisa data secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan secara bivariat menggunakan Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan hubungan asupan energi dan asupan protein dengan status gizi indeks BB/U bermakna (p=
Hubungan Pemberian Makanan Pendamping Asi (Mp-Asi) Pada Bayi Usia 0-6 Bulan dengan Gangguan Sistem Pencernaan di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Kairatu Tahun 2020 Harmiyati Harmiyati; Ira Sandi Tunny; Fatma Reni Wael
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 3 (2020): September 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.565 KB) | DOI: 10.33846/ghs50306

Abstract

Makanan pendamping ASI (MP-ASI) dini merupakan peralihan asupan yang semata berbasis susu menuju makanan semi padat pada usia 0-6 bulan, pengenalan pemberian MP-ASI harus dilakukan secara bertahap baik bentuk maupun jumlahnya, sesuai dengan kemampuan pencernaan bayi atau anak. Tujuan pada penelitian ini adalah Untuk mengetahuai “Hubungan Pemberian Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Dengan Gangguan Sistem Pencernaan di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Hila Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan penelitian cross sectional. Cara pengambilan sampel Dengan teknik sampling random dengan jumlah sampel 40 responden. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan Pemberian Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) Dengan Gangguan Sistem Pencernaan nilai p < 0,05 atau = 0,000 dengan X2 hitung = (1.000) > X2 tabel (0.3120). Kesimpulannya bahwa ada hubungan pemberian makanan pendamping asi (MP-ASI) dengan gangguan sistem pencernaan di wilayah kerja puskesmas perawatan hila. Kata kunci: MP-ASI; gangguan sistem pencernaan
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG GOUT ARTHRITIS TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN GOUT ARTHRITIS PADA LANSIA Firman Ardhiatma; Ani Rosita; Rista Eko MujiLestariNingsih
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.242 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v2i2.79

Abstract

Gout arthritis adalah sisa metabolisme zat purin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi, penyakit ini paling sering menyerang pria usia pertengahan sampai usia lanjut dan wanita pasca menopause. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Hubungan Antara Pengetahuan Lansia Tentang Gout Arthritis Terhadap Perilaku Pencegahan Gout Arthritis Pada Lansia di Posyandu Budi Mulia Ngebel, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Desain penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian Seluruh lansia di Posyandu Budi Mulia Ngebel Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo Sedangkan Sampel penelitian sebagian lansia yang berada di Posyandu Budi Mulia Ngebel Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo. Teknik pegambilan sampel adalah Accidental sampling, jumlah sampel sebanyak 20 responden Variabel independent adalah Pengetahuan lansia tentang gout arthritis, sedangkan variabel dependent nya perilaku pencegahan lansia pada gout arthritis. Uji statistik Sperman Rank. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa hampir setengahnya responden mempunyai pengetahuan cukup sebanyak 8 responden (40,0%), dan setengahnya responden 10 responden (50,0%) mempunyai perilaku baik terhadap pencegahan gout arthritis. Berdasarkan hasil uji statistik Sperman Rank didapatkan hasil ρ=0,001 ρ
UJI KANDUNGAN BAKTERIOLOGI AIR MINUM ISI ULANG PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG (DAMIU) DI DESA WAYAME KECAMATAN TELUK AMBON KOTA AMBON Farha Assagaff
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.656 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i4.298

Abstract

Sebagian besar kebutuhan air minum masyarakat selama ini dipenuhi dari air sumur dan air yang sudah diolah oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Seiring dengan makin majunya teknologi diringi dengan semakin sibuknya aktivitas manusia maka masyarakat cenderung memilih cara yang praktis dengan biaya yang relatif murah dalam memenuhi kebutuhan air minum salah satu pemenuhan kebutuhan air minum yang menjadi alternatif dengan menggunakan air minum isi ulang (Simbolon, 2012). Desa Wayame Teluk Ambon Kota Ambon tedapat 7 depot air minum isi ulang (DAMIU). Sebagian besar DAMIU belum pernah dilakukan pemeriksaan kualitas airnya baik pemeriksaan secara fisik, kimia, ataupun bakteriologi. Jenis penelitian deskriptif yang didukung oleh hasil pemeriksaan laboratoium untuk mengetahui kandungan bakteriologi pada depot air minum isi ulang di Desa Wayame Kecamatan Teluk Ambon Kota Ambon. Populasi depot air minum isi ulang sebanyak 7, sampel menggunakan teknik sampel jenuh yaitu 7 sampel. Hasil uji laboratorium kandungan bakteriologis pada depot air minum isi ulang di Desa Wayame Kecamatan Teluk Ambon Kota yaitu 0 MPN/100ml sampel air atau dengan kata lain masih memenuhi syarat kesehatan Kata kunci: Air minum isi ulang, Kualitas bakteriologi
Gambaran pengetahuan ibu tentang zat gizi, Tingkat Konsumsi dan status gizi balita diposyandu asoka Puskesmas Tulehu kecamatan salahutu Mahmud Mahmud
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.857 KB) | DOI: 10.33846/ghs4404

Abstract

Latar belakang: Kemenkes RI, 2016 menunjukan bahwa Hasil Pemantauan Status Gizi di provinsi Maluku terdapat 18,2% balita gizi kurang dan 6,0% balita gizi buruk. Tujuan Penelitian: Untuk Mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang asupan zat gizi, tingkat konsumsi dan status gizi pada balita di posyandu Asoka Puskesmas Tulehu kecamatan Salahutu. Metode Penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif, subjek penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita dan balita diposyandu Asoka, jumlah responden dalam penelitian ini berjumlah 31 orang. Pengumpulan data pengetahuan ibu menggunakan kuesioner, data tingkat konsumsi menggunakan Form recall 24 jam,data status gizi melalui pengukuran antropometri. Hasil Penelitian: Tingkat Pengetahuan Ibu Balita Tentang Asupan Gizi, paling tinggi terdapat pada kategori kurang yaitu 16 orang (52%), sedangkan paling terendah pada kategori baik yaitu 6 orang (19%). dengan tingkat konsumsi energi paling tinggi terdapat pada kategori defisit yaitu 24 orang (77%), sedangkan paling terendah pada kategori baik yaitu 1 orang (3%). tingkat konsumsi protein paling tinggi terdapat pada kategori baik yaitu 12 orang (39%), sedangkan paling terendah pada kategori defesit dan sedang yaitu 6 orang (19%). tingkat konsumsi Lemak paling tinggi terdapat pada kategori defisit yaitu 23 orang (74%), sedangkan paling terendah pada kategori kurang yaitu 3 orang (10%). tingkat konsumsi Karbohidrat paling tinggi terdapat pada kategori defisit yaitu 19 orang (61%), sedangkan paling terendah pada kategori sedang yaitu 2 orang (10%). Status gizi balita di Posyandu Asoka Puskesmas Tulehu, berdasarkan indeks BB/U diperoleh 25 balita (81%) dengan kategori status gizi baik, dan 6 balita (19%) dengan kategori status gizi kurang. Kata Kunci: Pengetahuan gizi, Tingkat konsumsi, Status gizi
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETRAMPILAN PETUGAS LABORATORIUM DALAM PENEGAKAN DIAGNOSIS PENYAKIT TB MELALUI HASIL CROSS CHECK PADA PUSKESMAS Bellytra Talarima
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 1, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs.v1i2.31

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosis), yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat bahkan menjadi komitmen global dalam penanggulangannya. Tahun (2010) Indonesia berada pada ranking kelima dengan beban TB tertinggi di dunia. Tingginya masalah TB dikarenakan ketepatan mendiagnosis penyakit kurang akurat sehingga pemberian pengobatan juga tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur, pendidikan, lama kerja dan pelatihan dengan ketrampilan petugas laboratorium dalam penegakan diagnosis penyakit TB melalui hasil cross check pada puskesmas di Kota Ambon. Desain penelitian yang digunakan adalah rancangan Cross Sectional Study. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 19 responden. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel yang mempunyai hubungan yang signifikan terhadap ketrampilan petugas laboratorium adalah pendidikan (p=0,017), dan lama kerja (p=0,010). Variabel yang tidak memiliki pengaruh adalah umur (p=1,000) dan pelatihan (p=0,129), Saran penelitian ini bagi petugas laboratorium meningkatkan ketrampilan melalui pelatihan-pelatihan. Kata kunci : Penegakan diagnosis penyakit TB, cross check
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEBERSIHAN DIRI PADA REMAJA DI SMP AL-HILAAL YAINUELO KECAMATAN AMAHAI KABUPATEN MALUKU TENGAH Sunik Cahyawaty; Maryam Lihi; Ode Ode
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs.v2iHKN.286

Abstract

Kebersihan diri adalah cara perawatan diri manusia untuk memelihara kesehatan secara fisik dan psikisnya. Kebersihan diri juga dapat diajarkan dalam kehidupan untuk mencegah seseorang terkenal penyakit, sepanjang siklus kehidupan manusia kebersihan diri harus dijaga saat memasuki masa remaja, pada awal remaja terjadi perubahan, salah satunya adalah menjaga kebersihan diri sehingga diperlukan kemampuan untuk merawat dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kebersihan diri pada remaja di SMP Al-Hilaal Yainuelo. Penelitian ini menggunakan Deskriftip Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa-siswi SMP Al-Hilaal Yainuelo dan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengolahan data dengan SPSS dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian kebersihan diri menunjukan presentase yang berpengetahuan baik yaitu 81,7%, yang berpengetahuan cukup 18,3%. Dan kebersihan diri baik 96,7%, kebersihan diri kurang 3,3%. Hasil dalam penelitian ini diperoleh nilai signifikan pengetahuan sebesar (p=0.031), dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan dengan kebersihan diri pada remaja di SMP Al-Hilaal Yainuelo Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah. Kata Kunci : Pengetahuan Dengan Kebersihan Diri
KEPUASAN PASIEN BPJS DAN NONBPJS DIBAGIAN TEMPAT PENDAFTARAN PASIEN DI PUSKESMAS SAMPUNG KABUPATEN PONOROGO Nandya Ageng Arinda; Rumpiati Rumpiati; Ani Rosita
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 1 (2019): March 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs.v1i1.267

Abstract

Tempat pendaftaran pasien merupakan pelayanan pertama disuatu fasilitas pelayanan kesehatan. Lamanya waktu tunggu di pendaftaran dan ruang tunggu yang kurang nyaman dapat mempengaruhi kepuasan pasien. Kepuasan yaitu tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan antara kinerja atau hasil yang dirasakan dengan yang diharapkannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kepuasan pasien BPJS dan Non BPJS berdasarkan dimensi kepuasan pasien dan mengidentifikasi kepuasan pasien BPJS dan Non BPJS terhadap pelayanan dibagian pendaftaran di Puskesmas Sampung Kabupaten Ponorogo. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling dan total sampling. Populasi dalam penelitian ini pasien sejumlah 88 orang dan 2 petugas pendaftaran. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan metode kuesioner di Puskesmas Sampung Kabupaten Ponorogo tentang kepuasan pasien BPJS dan Non BPJS dibagian pendaftaran dari 44 responden pasien BPJS sebagian besar sangat dengan presentase 56,82%%. Pasien non BPJS dari 44 responden hampir seluruhnya sangat puas dengan presentase 86,36%. diharapkan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan mutu pelayanan yang lebih baik.
Gambaran Perilaku Pertolongan Pertama Ibu pada Balita dengan Gejala ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Kairatu Tahun 2019 Rusnani Martahan; Wiwi Rumaolat; Jumita Rumbia
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 3 (2020): September 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.295 KB) | DOI: 10.33846/ghs5313

Abstract

ISPA merupakan salah satu penyakit yang tergolong air borne disease (penularan penyakit melalui udara) yang terjadi tanpa adanya kontak dengan penderita maupun benda yang terkontaminasi. Adapun tujuan dari dalam penilitian ini adalah gambaran perilaku pertolongan pertama ibu pada balita dengan gejala ISPA di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Kairatu. Desain penelitian yang digunakan dalam penilitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas perawatan Kairatu pada 13 September-13 Oktober 2019. Sampel penelitian yang digunakan adalah 32 orang cara pengambilan sampel pada penelitian ini adalah accidiental sampling. Berdasarkan hasil penelitian gambaran perilaku pertolongan pertama ibu pada balita dengan gejala ISPA di wilayah kerja puskesmas geser kabupaten seram bagian timur tahun 2020, sebagian besar balita yang berkunjung ke puskesmas dengan gejala ISPA ringan sebanyak 14 responden (43,8%) dan sebagian besar perilaku pertolongan pertama ibu yaitu cukup sebanyak 15 responden (46,9%) dari total 32 responden Kata kunci: ISPA; perilaku ibu; pertolongan pertama
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA BIDAN DESA DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS KABUPATEN HALMAHERA TENGAH Mariam Nasir; Haeruddin Haeruddin; Reza Aril Ahri
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2, No 3 (2017): september 2017
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.425 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v2i3.151

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi kinerja bidan dalam meningkatkan pelayanan antenatal care di puskesmas kabupaten Halmahera Tengah. Metode penelitian ini bersifat survei analitik dengan rancangan penelitan cross sectional yaitu suatu penelitian dimana variabel-variabel yang termasuk faktor resiko dan variabelvariabel yang termasuk efek di observasi sekaligus pada waktu yang sama dengan instrument penelitian yaitu kuesioner. Hasil penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara masa kerja dengan kinerja bidan. Dengan nilai p = 1,000 > 0,05 yang artinya Ha ditolak. Tidak ada hubungan antara kemampuan dan keterampilan dengan kinerja bidan dengan nilai p = 0,003 0,05 yang artinya Ha ditolak. Ada hubungan antara imbalan dengan kinerja bidan dengan nilai p = 0,037 < 0,05 yang artinya Ha diterima. Kata Kunci: Kinerja Bidan, Antenatal Care

Page 8 of 34 | Total Record : 339