cover
Contact Name
Trisya Septiana
Contact Email
trisya.septiana@eng.unila.ac.id
Phone
+6281266014480
Journal Mail Official
jpi@eng.unila.ac.id
Editorial Address
Program Profesi Insinyur Gedung Dekanat Fakultas Teknik Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro No.1, Gedong Meneng, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35141
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 27225771     DOI : https://doi.org/10.23960/jpi
Core Subject : Social, Engineering,
Dalam jurnal ini akan dimuat artikel-artikel ilmiah berbagai bidang Profesi Insinyur, seperti bidang teknik sipil, teknik arsitektur, teknik kimia, teknik pertanian, teknik kimia, teknik elektro, teknik geofisika, teknik, geodesi, teknik informatika, material, konversi energi dan mekanika struktur serta konstruksi-perancangan dan bidang lain yang terkait dengan profesi insininyur. Dewan redaksi diisi oleh Dosen, Peneliti dan Praktisi bidang Profesi Insinyur dan beberapa mitra bestari yang direkrut dari luar. Jurnal Profesi Insinyur diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu bulan Juni dan Desember.
Articles 112 Documents
PENANGANAN AMBLESAN JALAN KERETA API PADA KM. 112+000 - KM. 114+000 ANTARA CEMPAKA - KETAPANG LINTAS TARAHAN – TANJUNG ENIM Saputro , Wibowo Adi; Purba , Aleksander; Nama, Gigih Forda
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v3n2.82

Abstract

Permasalahan amblesan jalan kereta api di beberapa lokasi terjadi akibat perubahan kondisi lingkungan dan geometrik jalan rel. Minimnya kegiatan operasi dan perawatan menjadi salah satu penyebab terjadi penurunan kondisi badan jalan kereta api. Salah satu lokasi yang mengalami kejadian amblesan berada pada Km 112+000 sd Km 114+000 antara Cempaka - Ketapang lintas Tarahan – Tanjung Enim. Hasil tinjauan lokasi menujukkan telah terjadi perubahan profil badan jalan KA yaitu, badan jalan KA yang tergerus air hujan, bantalan rusak, saluran drainase yang kurang berfungsi, dan adanya genangan air di bawah ballast (mud pumping). Hasil kajian dan analisis data menunjukkan dibutuhkan kegiatan normalisasi badan jalan KA terutama pada daerah timbunan sesuai dengan kriteria dan standar yang berlaku. Selain itu, perbaikan radius lengkung di sepanjang jalur dengan melakukan pergeseran track diperoleh nilai geseran maksimum sebesar 7,033 m pada KM. 113+200. Perbaikan sistem drainase sepanjang 750 m dilakukan dengan mengganti bentuk dimensi saluran drainase eksisting menjadi drainase beton U ditch 30 cm dengan kapasitas debit 0,205 m3/dtk dan perbaikan kemiringan dasar saluran menjadi 0,03 diharapkan dapat menampung volume debit banjir kala ulang 5 tahun sebesar 0,112 m3/dtk. Perkuatan lereng badan jalan KA juga dikaji dengan pembuatan tembok penahan tanah merupakan beton mutu K 250. Tembok penahan tanah ini dibagi menjadi 2 (dua) bagian utama, yaitu bagian kaki tembok dan dan dinding yang disatukan secara monolit. Hasil perhitungan menunjukkan angka keamanan struktur yaitu sebesar 1,363. Nilai tersebut lebih besar dari nilai keamanan yang disyaratkan yaitu sebesar 1,5 sehingga dapat disimpulkan struktur aman terhadap bahaya guling.
DETERMINASI VARIASI KANDUNGAN AIR PADA LAPISAN BATUBARA BERDASARKAN NILAI SPEKTRUM AMPLITUDO MENGGUNAKAN METODE COMPOSITE TRAPEZOIDAL Ibrahim , Eddy; Suharno , Suharno; Widyawati, Ratna
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v3n2.83

Abstract

Karakteristik batubara karena tidak berpori maka kandungan air sebagian besar menempati bidang- bidang perlapisan didalam lapisan batubara, sehingga jelas dalam proses pemboran atau pengambilan sampel akan mengganggu keutuhan sifat- sifat batubara secara menyeluruh, sehingga proses kehilangan sifat ‘insitu’ akan terjadi tentu akan mengurangi makna analisa terhadap sifat- sifat batubara setempat dengan cara tersebut. Disamping itu teknik tersebut hanya akan memberikan informasi secara setempat sehingga untuk memperoleh validitas informasi secara menyeluruh akan sangat dibutuhkan jumlah bor maupun sampel yang banyak. Untuk itu diperlukan teknik pengukuran yang tidak destruktif dalam skala terbatas yang diperoleh secara langsung terhadap batubara tersebut dengan resolusi tinggi. Dan teknik tersebut diharapkan dapat mendeterminasi kandungan air dilapisan batubara secara ‘insitu’ dan ‘non-invasive’. GPR karena sifatnya ‘non-invasive’ dengan resolusi tinggi diharapkan dapat mengatasi keterbatasan dari teknik yang ada. Adapun teknik analisa menggunakan nilai- nilai spektrum amplitudo berdasarkan pendekatan metoda ‘composite trapezoidal’. Dari penggunaan analisa ini dapat ditentukan secara lateral variasi kandungan air dibatubara
REKAYASA PENGENDALIAN BANJIR DAN KONSERVASI SUMBER DAYA AIR PADA DAERAH HULU Sukerte, Nyoman
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v3n2.84

Abstract

Kabupaten Lampung Barat yang merupakan wilayah tiga hulu sungai besar atau tiga Daerah Aliran Sungai (DAS) yaitu Way Besai, Way Semangka dan Way Musi haruslah terjaga dengan baik. Kerusakan vegetasi hutan menjadikan laju sidimen tidak terkendali dan pendangkalan dasar sungai yang berakibat rusaknya alur sungai serta terjadinya banjir di daerah hilir. Berkurangnya resapan menyebabkan meningkatnya limpasan air permukaan dan waktu konsentrasi air semakin pendek berakibat banjir bandang. Curah hujan yang sangat tinggi berkisar antara 2.500 – 3.000 mm per tahun dan daerah yang berbukit serta kerusakan vegetasi pada daerah aliran sungai, yang mempermudah terjadinya longsor, alur sungai yang berkelok dengan kemiringan dasar sungai yang besar menyebabkan laju sidimentasi yang tinggi. Mitigasi terhadap kondisi ini harus segera dilakukan dengan cara-cara pengendalian banjir mulai dari bagian hulu yaitu dengan membangun tampungan-tampungan air untuk memperlambat waktu tiba banjir dan menurunkan besarnya debit banjir. Penghijauan di Daerah Aliran Sungai dan pembuatan waduk lapangan yang dapat merubah pola hidrograf banjir. Bangunan pengendali banjir yang sesuai dengan kondisi Kabupaten Lampung Barat yang berada di bagian hulu beberapa Daerah Aliran Sungai (DAS) di Provinsi Lampung dan Provinsi Sumatera Selatan adalah bangunan air yang besifat bangunan konservasi berupa retention basin, detention basin dan retarding basin. Hal ini sangat relevan dengan komitmen Kabupaten Lampung Barat sebagai kabupaten konservasi. Kegiatan yang bersifat konservasi harus segera direalisasi secara berkesinambungan sehingga memberikan banyak dampak menurunkan kejadian banjir dan kerusakan sungai, serta menambah ketersediaan air.
KAJIAN KERUSAKAN JALAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI), PADA RUAS JALAN SIRAH PULAU PADANG – PAMPANGAN KM. 17+800 – KM. 19+200, KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR Wardono , Herry; Widiatmoko , Laksi; Widyawati, Ratna
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v3n2.85

Abstract

Dalam perencanaan jalan usia pelayanan merupakan satu komponen yang sangat penting, dikarenakan lalu lintas jalan raya harus terus terlayani dengan kondisi terbaik. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan adanya pemeliharaan jalan raya dengan manajemen asset. Dalam rangka pemeliharaan dan untuk mengetahui usia pemeliharaan tersebut diperlukan suatu system evaluasi kondisi perkerasan jalan. Pavement Condition Index (PCI) merupakan salah satu metode evaluasi perkerasan jalan yang telah diadaptasi secara luas dalam pemeliharaan jalan, jalan lapangan terbang dan juga perkerasan lahan parkir (Shahin, 2005). Dalam artikel ini objek penelitian dengan metode evaluasi PCI berlokasi di Jalan Sirah Pulau Padang dengan Pampangan KM. 17+800 – KM. 19+200 sepanjang 1400 meter, di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Metode yang digunakan untuk mendapatkan nilai PCI akhir ruas jalan tersebut adalah dengan pengumpulan data melalui survey dan pengamatan visual, yang didata menggunakan format formulir data unit sample jalan yang mengacu pada standar ASTM International. Dari pengumpulan data tersebut selanjutnya akan didapati identifikasi tipe kerusakan, tingkat kerusakan (severity) dan juga kuantitas kerusakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kondisi perkerasan jalan ruas Sirah Pulau Padang-Pampangan Kabupaten Ogan Komering Ilir dengan metode PCI. Dengan sampel KM. 17+800 – KM. 19-200 per 200-meter sepanjang 1400 m dengan jenis perkerasan aspal, sehingga didapati perolehan usulan penanganan yang lebih detail dan tenggat waktu pemeliharaan. Hasil akhir yang didapatkan melalui sampel yang diambil ini adalah 59,57% dimana nilai kondisi rata-rata jalan sepanjang 1400 meter yang dimulai dari KM. 17+800 – KM. 19+200 tersebut adalah Fair atau Sedang. Melalui metode PCI ini pula dapat diidentifikasi kerusakan spesifik yang perlu perhatian khusus agar tindakan perbaikan yang tepat dan efisien dapat diambil.
PEMASANGAN PILE JEMBATAN SEDERHANA DENGAN CARA SEDERHANA (MENGGUNAKAN MESIN AIR ALKON 4”) PNPM MP3KI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Tohari, Tohari; Wardono , Herry; Waluyo, Sri; Suharno, Suharno
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v3n2.86

Abstract

Jembatan merupakan bangunan yang menghubungkan dua bagian jalan yang terputus oleh rintangan seperti sungai, lembah, dan sebagainya. Jembatan tidak hanya digunakan untuk bisa mengakses ke suatu desa dan desa lainnya, namun juga berfungsi untuk melancarkan perekonomian. Desa Bandar Negeri merupakan salah satu desa di Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur. Desa ini memiliki potensi ekonomi yang tinggi, yang berasal dari bidang pertanian dan perikanan. Akan tetapi, potensi ekonomi yang tinggi tersebut tidak dapat dikembangkan dengan maksimal, salah satunya adalah karena ketersediaan infrastruktur jembatan untuk mendukung pengembangan potensi ekonomi tersebut yang masih belum tersedia. Melalui program Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan di Indonesia (PNPM MP3KI) tahun 2014, Pemerintah menyetujui Pembangunan Jembatan penyeberangan di desa Bandar Negeri melalui Musyawarah Antar Desa II. Pembangunan Jembatan tersebut berupa Jembatan penyeberangan sungai untuk orang dan kendaraan ringan dengan bentang jembatan sepanjang 54 meter dan direncanakan untuk beban maksimal sampai dengan 500 kg termasuk pembuatan Tambatan Perahu. Hal yang sulit dalam konstruksi jembatan tersebut adalah pada saat pemasangan pile jembatan, dimana pile jembatan harus dikonstruksi di sungai dengan air yang dalam. Permasalahan dalam konstruksi pemasangan pile jembatan di dalam air sungai tersebut adalah ketersediaan dana yang tidak mencukupi apabila harus dikonstruksi menggunakan peralatan yang canggih. Akan tetapi, warga masyarakat desa Bandar Negeri, mempunyai pengalaman melakukan pembangunan jembatan dengan teknologi sederhana untuk pemasangan pile jembatan di dalam air sungai. Pemasangan pile jembatan dengan Teknologi sederhana tersebut dilaksanakan menggunakan sistem water jet pressure, menggunakan mesin alkon 4”. Penggunaan teknologi sederhana pemasangan pile jembatan menggunakan sistem water jet pressure dengan mesin alkon 4” tersebut telah berhasil dilaksanakan oleh warga masyarakat desa Bandar Negeri, dan hingga saat ini jembatan tersebut masih tetap berfungsi dengan baik.
PENELUSURAN BANJIR PADA DAS WAY KURIPAN KOTA BANDAR LAMPUNG MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK STORM WATER MANAGEMENT MODEL (SWMM) Khotimah, Siti Nurul
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v3n2.89

Abstract

Melalui penelitian ini, dilakukan pengkajian penelusuran banjir di Kota Bandar Lampung, khususnya di salah satu DAS terbesarnya yang dimilikinya, yaitu DAS Way Kuripan. Di dalam penelitian ini dilakukan skenario tata guna lahan dengan kondisi eksisting dan kondisi perubahan tata guna lahan. Perubahan tata guna lahan yang disebut dengan skenario 1 mengalami perubahan tata guna lahan dengan nilai imperviousness berkisaran antar 15% sampai dengan 50% pada sub-sub DAS Way Kuripan, sedangkan pada skenario ke-2, tata guna lahan berubah berkisar antara 40% sampai dengan 60% untuk daerah impervious. Penelusuran banjir dibantu dengan perangkat lunak Storm Water Management Model (SWMM) versi 5.2. dengan mengabaikan penelusuran banjir pada sistem drainasenya, sehingga yang dilihat adalah respon hidrologi berupa debit banjir dari DAS. Pemodelan yang dilakukan memperhitungkan pengaruh hujan rencana dengan kala ulang 2, 5, 10, 25, 50, 100 dan 200 tahun. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa DAS Way Kuripan mengalami peningkatan debit puncak yang signifikan akibat skenario perubahan tata guna lahan tersebut. Skenario 1 menunjukkan peningkatan debit puncak sekitar 67% sedangkan skenario 2 menunjukkan peningkatan sekitar 106%.
Penggunaan Sistem Cakar Ayam Modifikasi (CAM) pada Area Gerbang Tol IC Musi Landas Jalan Tol Kayu Agung – Palembang – Betung, Sumatera Selatan Purba, Aleksander; Notonegoro, Agung; Despa, Dikpride
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v4n1.90

Abstract

Pembangunan Jalan Tol Ruas Kayu Agung - Palembang - Betung Paket IV seksi 2A memiliki panjang 15,2 km + 3,4 km untuk Interchange (IC) Musi Landas. Kondisi tanah pada area proyek tol Kayu Agung – Palembang– Betung yang merupakan mayoritas adalah tanah lunak menyebabkan sulitnya melakukan pekerjaan tanah. Differential settlement yang terjadi pada ruas tol sebelumnya yaitu di Gerbang tol Kramasan dan dampak dari kendaraan Over Dimension and Over loading (ODOL) inilah yang mendasari penggunaan sistem Cakar Ayam Modifikasi (CAM) pada area gerbang tol IC Musi Landas, untuk memitigasi risiko yang terjadi di ruas sebelumnya. Sistem CAM masih mampu menjaga kerataannya karena adanya pipa-pipa CAM yang ditancapkan ke dalam tanah (tanah timbunan) memiliki kemampuan untuk mendukung gaya vertikal ke bawah, gaya vertikal ke atas (sebagai angkur yang mampu menyatukan pelat dengan permukaan tanah agar pelat tidak terangkat – tidak terjadi gap / celah antara tanah dengan permukaan bawah pelat), mendukung momen yang besar ke semua arah, mendukung gaya horizontal (rotasi pipa) ke semua arah. Kekakuan Sistem CAM ini menjaga terjadinya perbedaan penurunan dalam jangka panjang (Jaminan Desain CAM 10 Tahun) dibandingkan dengan konstruksi lain yang diterapkan di atas timbunan yang sama.
Review Desain Pekerjaan Struktur Saluran Pasangan Batu Kali (DS-5) dengan Saluran Pracetak Sebagai Sarana Pendukung Jalan di Area Tol Kayuagung Palembang Betung Paket II Seksi 3 Despa, Dikpride; Novalia, Astri; Purba, Aleksander
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v4n1.91

Abstract

Pembangunan infrastruktur di Provinsi Sumatera Selatan semakin maju. Salah satunya dalam bidang transportasi yaitu pembangunan Jalan Tol Kayu Agung – Palembang – Betung. Pembangunan jalan tol ini merupakan bagian untuk peningkatan kebutuhan akan prasarana jalan raya di Jalan Lintas Sumatera sehingga diharapkan bisa mengatasi permasalahan kemacetan yang terjadi pada ruas jalan utama. Adanya pembangunan jalan tol Trans Sumatera diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah sekitar dan nasional.Jalan tol. Pada pelaksanaan konstruksi jalan tol diperlukan analisis terhadap sistem drainase jalan sebagai penunjang kinerja jalan tol. Pelaksanaan pembangunan saluran drainase telah berjalan menggunakan pasangan batu kali. Pada proses dikaji ulang untuk pelaksanaan pembangunan saluran drainase lokasi STA 79+000–79+400 menggunakan metode saluran pracetak. Dengan memperhitungkan dan membandingkan metode mana yang memberikan keuntungan dari segi biaya dan waktu dalam pelaksanaan pembangunan saluran drainase. Hasil yang diperoleh dari analisis biaya dan waktu yaitu dari segi waktu metode pracetak lebih efisien dibandingkan metode pasangan batu kali dimana untuk pelaksanaan lapangan yang akan lebih cepat selesai. Namun untuk biaya yang lebih rendah dapat menggunakan metode pasangan batu kali.
Pemanfaatan Teknologi drone Guna Pemetaan Kesesuaian Ruang Untuk Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan Saihu, Ecca Urbita Kanedi; Purba, Aleksander; Sarkowi, Muh
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v4n1.92

Abstract

Teknologi drone saat ini berkembang dengan pesat dan telah banyak dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan dan berbagai bidang keilmuan. Di bidang perencanaan lingkungan, drone telah digunakan untuk identifikasi maupun pemetaan, seperti klasifikasi tutupan lahan, kelas lereng maupun keterlanjuran dan kesesuaian ruang. Dalam penelitian ini teknologi drone dimanfaatkan dengan tujuan untuk menghasilkan citra resolusi spasial yang sangat tinggi dengan teknik fotogrametri, serta memetakan tutupan lahan dan kesesuaian ruang dengan skala yang lebih detail. Penelitian ini bertempat di Perum Korpri Baturaja. Kabupaten Ogan Komering Ulu. Akuisisi foto udara dilakukan pada tanggal 4 September 2020 menggunakan drone DJI Mavic Pro Platinum dengan bantuan aplikasi Pix4dcapture. Akuisisi dilaksanakan pada pagi hari (pukul 09.00-10.00 WIB) dengan ketinggian terbang 120 m, overlap (frontlap dan sidelap) 85 %, kecepatan maksimal 15 m/s, dan posisi kamera tegak lurus terhadap objek. Foto udara hasil akuisisi, selanjutnya digabungkan (orthomosaic) untuk menghasilkan citra drone (orthophoto). Selanjutnya citra drone diklasifikasikan menggunakan SNI 7645-2010 Tentang Klasifikasi penutup Lahan, SK MENTAN No. 837-1980 yang mengatur tentang klasifikasi kelas lereng dan SNI 03-1733-2004 tentang tata cara perencanaan perumahan di perkotaan. Hasil orthomosaic dari 180 foto udara menghasilkan citra drone dengan resolusi spasial yang sangat tinggi yaitu 3,86 cm/piksel. Hasil orthomosaic dan klasifikasi menunjukan pemanfaatan teknologi drone mampu menghasilkan citra dengan resolusi spasial yang sangat tinggi, serta mampu memetakan kesesuaian ruang untuk perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan secara sangat jelas dan detail guna.
Rencana Induk Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Julisman, Iwan; Purba, Aleksander; Despa, Dikpride
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v4n1.93

Abstract

Air Minum merupakan kebutuhan dasar dan hak bagi semua warga negara yang menjadi kewajiban oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk memenuhinya. Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk maka kebutuhan akan air minum akan terus meningkat. Ketersediaan air minum merupakan salah satu tolok ukur kesejahteraan masyarakat serta mendorong produktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, penyediaan air minum menjadi aspek yang sangat penting dalam pengembangan ekonomi wilayah. Kabupaten Mesuji memiliki potensi sumber daya air yang tinggi yang terdiri dari Sungai (Way) Mesuji dengan panjang 220 Km (di wilayah Kabupaten Mesuji-Tulang Bawang) dan daerah alir 2.053 Km2 . Sungai Mesuji bermuara di Laut Jawa dan membentang dari Timur ke Barat Provinsi Lampung yang sekaligus menjadi batas antara Provinsi Lampung dengan Provinsi Sumatera Selatan. Daerah aliran sungai ini memegang peranan penting dalam sistem hidrologi wilayah Kabupaten Mesuji dan sekitarnya yaitu sebagai daerah tangkapan air (catchment area) dari sungai-sungai besar dan hal ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku air minum untuk pengembangan SPAM. Proses penyusunan rencana induk pengembangan sistem penyediaan air minum (RI-PSPAM) dalam upaya pengembangan SPAM adalah merupakan tahapan paling awal dari penyelenggaraan SPAM yang harus dilaksanakan dan disusun dengan benar sesuai dengan panduan, tata cara ataupun pedoman pada Lampiran 2I dari Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 27 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. Keluaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah Rencana Induk Pengembangan SPAM Kabupaten Mesuji yang siap ditindaklanjuti oleh penyelenggara SPAM untuk menjadi dokumen Legal Pemerintah Kabupaten Mesuji mengenai Rencana Induk Pengembangan SPAM.

Page 4 of 12 | Total Record : 112