cover
Contact Name
Trisya Septiana
Contact Email
trisya.septiana@eng.unila.ac.id
Phone
+6281266014480
Journal Mail Official
jpi@eng.unila.ac.id
Editorial Address
Program Profesi Insinyur Gedung Dekanat Fakultas Teknik Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro No.1, Gedong Meneng, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35141
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 27225771     DOI : https://doi.org/10.23960/jpi
Core Subject : Social, Engineering,
Dalam jurnal ini akan dimuat artikel-artikel ilmiah berbagai bidang Profesi Insinyur, seperti bidang teknik sipil, teknik arsitektur, teknik kimia, teknik pertanian, teknik kimia, teknik elektro, teknik geofisika, teknik, geodesi, teknik informatika, material, konversi energi dan mekanika struktur serta konstruksi-perancangan dan bidang lain yang terkait dengan profesi insininyur. Dewan redaksi diisi oleh Dosen, Peneliti dan Praktisi bidang Profesi Insinyur dan beberapa mitra bestari yang direkrut dari luar. Jurnal Profesi Insinyur diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu bulan Juni dan Desember.
Articles 112 Documents
Rencana Aksi Daerah Ogan Komering Ulu (Oku) Dalam Penyediaan Air Minum Dan Penyehatan Lingkungan (Rad Ampl) Hassanah, Mareta; Sarkowi, M; Wardono, Herry
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v4n2.112

Abstract

RAD AMPL menjadi acuan bagi program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Perangkat Daerah yang bertanggung jawab untuk bidang AMPL dan menjadi acuan bagi Pemda dalam pengembangan program AMPL dalam periode 5 (lima) tahun. RAD AMPL berperan sebagai instrumen sinkronisasi program-program pelayanan AMPL dari berbagai sumber pembiayaan serta pengadopsian pendekatan AMPL berbasis masyarakat yang di dalamnya memuat program dan kegiatan prioritas AMPL yang pembiayaan program dan kegiatannya diupayakan melalui APBD kabupaten. Pamsimas menilai kinerja Pemda berdasarkan kemajuan pelaksanaan program dan kegiatan RAD AMPL melalui APBD kabupaten Ogan Komering Ulu. Secara umum program RAD-AMPL akan mengindikasikan arah pengembangan sanitasi dan air minum merupakan penjabaran dari strategi dan kebijakan air minum dan sanitasi Kabupaten Ogan Komering Ulu dalam jangka waktu rencana pengembangan lima tahun kedepan (Tahun 2021-2025). Berdasarkan capaian knerja AMPL Kabupaten Ogan Komering Ulu sampai dengan tahun 2020, target pencapaian bidang air minum dan sanitasi pada akhir 2025 Kabupaten Ogan Komering Ulu diharapkan mampu mencapai kondisi 100% penduduk memiliki akses air minum layak dan 100% penduduk memiliki akses sanitasi layak. Untuk mencapai kondisi tersebut, diperkirakan kebutuhan investasi selama tahun 2021-2025 untuk air minum adalah Rp.169.533.375.000,- dan unutk sanitasi sebesar Rp.356.231.500.000,- Dengan demikian, kebutuhan investasi air minum dan sanitasi selama tahun 2021-2025 mencapai Rp. 525.764.875.000,- atau Rp. 105.152.975.000 per tahun.
Analisis Tebal Perkerasan Lentur Menggunakan Metode Manual Desain Perkerasan Jalan (MDP) 2017 Pada Ruas Jalan Tanjung Lubuk – Sri Tanjung Kabupaten Ogan Komering Ilir Praja, Rozak; Purba, Aleksander; Wardono, Herry
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v4n2.113

Abstract

Jalan merupakan suatu prasarana perhubungan darat yang sangat berperan penting bagi kehidupan manusia. Dengan adanya jalan maka akses logistik dari suatu tempat ke tempat lain akan lebih cepat dan mudah, sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah tersebut. Salah satu ruas jalan di Kabupaten Ogan Komering Ilir adalah Ruas Jalan Tanjung Lubuk – Sri Tanjung. Kondisi existing jalan beragam kerusakan seperti jalan berlubang akibat dari campuran lapisan permukaan yang buruk, selain itu juga terjadi pelepasan butiran dan pengelupasan lapisan permukaan. Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir telah merencanakan pembangunan jalan aspal (perkerasan lentur) untuk jalan ruas tanjung lubuk – sri tanjung. Dalam merencanakan dan mendapatkan desain struktur perkerasan jalan lentur yaitu dengan menggunakan Metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2017. Dengan menggunakan metode manual perkerasan jalan 2017 jenis data yang digunakan terdiri dari data primer yaitu pengukuran, survey lapangan, dokumentasi, data lalu lintas, data CBR yang didapat dan data sekunder yaitu peta lokasi dan status jalan. Hasil pengamatan dan survey didapat nilai lalu lintas harian rata – rata (LHR) sebesar 234 kendaraan perhari yang terbagi dalam beberapa jenis golongan kendaraan. Nilai CBR rata - rata tanah dasar yakni 11,12% diatas nilai minimum CBR yang dipersyaratkan sebesar 6%. Beban lalu lintas CESA5 untuk umur rencana 20 tahun sebesar 1.029.646,195 / (1,E+06). Maka hasil dari penelitian Analisis Tebal Perkerasan Lentur Menggunakan Metode Manual Desain Perkerasan Jalan (MDP) 2017 Pada Ruas Jalan Tanjung Lubuk – Sri Tanjung Kabupaten Ogan Komering Ilir diperoleh Tebal Perkerasan AC WC = 40 mm, AC BC = 60 mm dan LPA Kelas A = 260 mm.
Upaya Pengendalian dan Pengelolaan Alat-Alat Berat Melalui Digitalisasi Data Dan Informasi Pada Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan Irfian, M; Purba, Aleksander; Septiana, Trisya
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v4n2.114

Abstract

Peralatan sebagai sarana penunjang terselenggaranya aktifitas pemerintahan sangatlah penting sebagai proses penyelenggaraan kegiatan dalam suatu kegiatan, dimana jika ditinjau dari sudut perkembangan teknologi di berbagai bidang yang saat ini sangat pesat, mau tidak mau harus ikut terlibat dalam memainkan peranan di berbagai bidang khususnya pada penataan peningkatan pengelolaan alat-alat berat pada Bidang Pengendalian, Peralatan dan Barang Milik Daerah Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan,Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Dan Tata Ruang memerlukan efisiensi dan efektivitas pengendalian dan pengelolaan alat-alat berat. Untuk mencapai tersebut dilakukan digitalisasi data dan informasi di Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan, sehingga mempermudah dalam pelaksanaan administrasi, dimana informasi pengelolaan alat berat baik pengelolaan, kebutuhan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian peralatan dan barang dapat diakses melalui aplikasi e-Alkal.
Analisis Perbaikan Tanah Jalan Akses Pelabuhan New Palembang Tanjung Carat dengan Metoda PVD Pre-loading. Susilo, Hendri; Widyawati, Ratna; Sep, Trisya
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v4n2.115

Abstract

Kota Palembang merupakan kota perdagangan, tentu salah satu fasilitas penunjangnya adalah pelabuhan, namun jenis pelabuhan yang dimiliki Kota Palembang adalah pelabuhan sungai. kapasitas pelabuhan Boom Baru Saat ini sudah tidak memadai lagi, kapal-kapal dengan panjang 200 m saja yang bisa bersandar, sementara kapal-kapal yang panjang 400 m dengan bobot yang berat tidak bisa bersandar. Masalah pendangkalan alur pelayaran Sungai Musi menjadi salah satu persoalan ketika kapal ingin bersandar di pelabuhan tersebut. Hal inilah yang menjadi dasar pemikiran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk memindahkan pelabuhan Boom Baru ke tempat yang baru. Rencana perpindahan Pelabuhan (New Palembang) tanjung carat ini belum memiliki jalan akses menuju ke pelabuhan, tentunya diperlukan sebuah perencanaan trase jalan yang menghubungkan ke pelabuhan tersebut. Adapun masalah yang muncul pada trase jalan rencana adalah Kondisi pasang surut yang terjadi di lokasi perencanaan, Kondisi tanah dasar yang sangat lunak. Maksud dari analisis perbaikan tanah ini adalah untuk menyusun suatu perencanaan yang komprehensip dan matang sehingga permasalahan konstruksi jalan akses ke pelabuhan dapat di minimalisir. Tujuan analisis perbaikan tanah adalah untuk meningkatkan kualitas karakteristik tanah, parameter kuat geser tanah yang akan mendukung sebuah struktur sehingga mampu menahan beban struktur yang akan dibangun dengan deformasi yang diizinkan. Dari hasil analisa perbaikan tanah jalan akses pelabuhan (New Palembang) tanjung carat di dapat kesimpulan sebagai berikut: (1) Profil pelapisan tanah terbagi menjadi 5 lapisan, (2) Waktu konsolidasi tanah jika tidak menggunakan PVD+ Preloading adalah 46 bulan, (3) Pola pemasangan PVD pada kedalaman tanah Lunak menggunakan Pola segiempat dengan jarak 1 m, kedalaman pemasangan PVD adalah 13 m s/d 20 m, dan waktu untuk mencapai derajat konsolidasi U = 90 % adalah 6 bulan, (4) Tinggi rencana timbunan tertinggi adalah 3 m, (5) Diperlukan Perbaikan Tanah berupa PVD + Preloading untuk menangani kondisi tanah di area Tanjung Carat dengan total penurunan sekitar 90 cm.
Analisa Geometrik Dan Perkerasan Lentur Ruas Jalan Perwari Sebagai Jalan Alternatif di Kota Palembang Sumatera Selatan A, Feryadi; Mardiana, Mardiana; Septiana, Trisya
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v5n1.117

Abstract

Pada ruas jalan AKBP. Cek Agus sering mangalami kemacetan terutama pada jam-jam pagi dan jam-jam sore menjelang malam. Untuk mengurai kemacetan tersebut maka, Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang berupaya membangun ruas jalan alternatif yang baru yaitu Jalan Perwari. Untuk membangun ruas jalan baru tentunya diperlukan metode yang efektif dan perencanaan yang baik guna memenuhi unsur keselamatan dan kenyamanan bagi pengguna jalan. Adapaun hasil penelitian rencana jalan Perwari termasuk kriteria jalan perkotaan yang memiliki superelevasi maksimum 8% dan jalan tersebut termasuk kategori jalan arteri sekunder kelas II yang memiliki kecepatan rencana 30-60km/jam. Panjang rencana jalan tersebut 1,595 m' dengan lebar ideal badan jalan 7 meter serta bahu kiri dan kanan masing-masing 2 meter. Hasil analisis dari perhitungan alinemen menunjukkan bahwa rencana trace jalan mempunyai 6 tikungan dimana tipe spiral-circle-spiral (SCS) 5 tikungan dan full circle (FC) 1 tikungan serta memiliki kelandaian yang relatif datar yaitu 0,0164%. Perkerasan jalan menggunakan perkerasan lentur dengan ketebalan lapis perkerasan AC-WC tebal 40mm, AC-BC tebal 60mm, AC Base tebal 145mm dan lapis pondasi aggregat A tebal 300mm.
Keterpaduan Infrastruktur Terpadu Antar Sektor Untuk Mendukung Pengembangan Wilayah Kabupaten Pringsewu Purmawan, Hari; Kustiani, Ika; Sarkowi, Sarkowi
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v5n1.118

Abstract

Pembangunan akan terkait dengan hampir semua dimensi kehidupan masyarakat. Karena itu, pembangunan harus dapat menjadikan pemenuhan kebutuhan masyarakat sebagai sasaran yang harus dicapai. Salah satu sasaran dalam pembangunan adalah pengembangan wilayah yang dapat didefinisikan sebagai suatu rangkaian upaya untuk mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan berbagai sumber daya, merekatkan dan menyeimbangkan pembangunan nasional dan kesatuan wilayah nasional, meningkatkan keserasian antar-kawasan, keterpaduan antar sektor pembangunan melalui proses penataan ruang dalam rangka pencapaian tujuan pembangunan yang berkelanjutan. Salah satu strategi pembangunan yang digunakan untuk mengatasi masalah ketimpangan antar-wilayah adalah strategi keterkaitan (linkages) antar-wilayah. Pembangunan infrastruktur diarahkan juga untuk mendukung pengurangan disparitas antar wilayah (perkotaan, pedesaan dan perbatasan), juga untuk pengurangan urbanisasi, peningkatan pemenuhan kebutuhan dasar, serta peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat yang pada akhirnya untuk menjaga stabilitas dan kesatuan nasional. Oleh karena itu pembangunan infrastruktur perlu berlandaskan pada pendekatan pengembangan wilayah secara terpadu oleh seluruh sektor yang bertitik tolak dari sebuah rencana yang sinergi dan mengacu kepada aktivitas ekonomi, sosial, keberlanjutan lingkungan hidup, potensi wilayah dan kearifan lokal, dan rencana tata ruang wilayah.
Persamaan Gompertz Termodifikasi Untuk Menentukan Pertumbuhan Bakteri Metanogen Pada Produksi Biogas Werena , R D; Wahyuningtyas , D; Halim, L; Syabrina, M
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v5n1.119

Abstract

Pertumbuhan mikroorganisme didefinisikan sebagai fase kecepatan pertumbuhan tertentu, yang dimulai pada titik nol dan meningkat sampai nilai maksimum (μm) dalam jangka waktu tertentu. Pada fase akhir, kecepatan pertumbuhan menurun dan akhirnya berhenti, sehingga nilai asymptote (A) dapat dihitung. Untuk memprediksi pertumbuhan mikroorganisme dalam biodigester, diperlukan model matematis yang sesuai dengan pola pertumbuhan bakteri, dalam hal ini metode persamaan Gompertz. Metode yang digunakan untuk menganalisis pertumbuhan mikroorganisme adalah persamaan Gompertz termodifikasi. Konstanta matematis µm,
Pengaruh Parkir On Street Terhadap Derajat Kejenuhan Jalan Pahlawan Kemarung Kota Baturaja Andriati, Lika; Despa, Dikpride; Purba, Aleksander
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v5n1.120

Abstract

Parkir on Street pada badan jalan akan menimbulkan banyak permasalahan, salah satunya adalah kemacetan dan tundaan. Kemacetan dapat terjadi karena menurunnya kapasitas jalan yang ada. Kegiatan parkir di pinggir jalan (on street) sangat berpengaruh pada kinerja jalan saat ada peningkatan volume kendaraan yang begitu tinggi akan terhambat oleh aktivitas kendaraan yang keluar masuk pakir di pinggir jalan sehingga menyebabkan berkurangnya kapasitas jalan pada ruas jalan tersebut. Penurunan kapasitas jalan dapat disebabkan oleh berkurangnya lajur efektif pada jalan, karena sebagian lajur digunakan untuk parkir on street. Jalan Pahlawan Kemarung merupakan salah satu jalan di Kota Baturaja yang mendapat izin parkir on street oleh stakeholder terkait, yang lokasinya berada tepat di pusat Kota Baturaja. Dalam kondisi yang paling ramai, 2 lajur jalan ini akan digunakan untuk parkir oleh pengujung toko di sepanajang jalan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh parkir on street terhadap kinerja ruas Jalan Pahlawan Kemarung di Kota Baturaja. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan perhitungan derajat kejenuhan dari Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) dengan berbagai skenario parkir. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pada kondisi paling ramai, terjadi penurunan kapasitas jalan sebesar 50,6% dan derajat kejenuhan sebesar 46,5% pada kondisi dimana terdapat 2 lajur yang digunakan untuk parkir on street di Jalan Pahlawan Kemarung KH. Ramli Kota Baturaja.
Identifikasi Ketidaksesuaian Penggunaan Lahan Pada Kawasan Sempadan Situ Terhadap Rencana Tata Ruang Choiriyyah, Nova; Purba, Aleksander; Widyawati, Ratna
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v5n1.121

Abstract

Situ Ciledug merupakan salah satu dari 7 Situ yang ada di Kota Tangerang Selatan. Situ yang berlokasi di Jalan Siliwangi, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang. Pada awalnya memiliki luas 32 Ha, namun kini luas Situ hanya 20,52 Ha dengan luas sempadan 31,84 Ha. Hal itu terjadi karena banyaknya alih fungsi lahan yang dipergunakan untuk daerah permukiman, bisnis dan industri. Dengan adanya permasalahan tersebut, maka dilakukan Identifikasi Ketidaksesuaian Penggunaan Lahan Pada Kawasan Sempadan Situ Ciledug Terhadap Rencana Tata Ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketidaksesuaian penggunaan lahan di Kota Tangerang Selatan terhadap rencana tata ruang khususnya pada lokasi Situ Ciledug sebagai bahan evaluasi dan bahan pengambilan kebijakan lebih lanjut. Metode analisis yang digunakan adalah analisis survei, analisis kesesuaian kebijakan pemanfaatan ruang dengan penggunaan lahan pada sempadan situ, analisis ketidaksesuaian penggunaan lahan sempadan situ berdasarkan kriteria pemanfaatan ruang. Berdasarkan analisa permasalahan didapatkan beberapa kesimpulan yaitu Penggunaan lahan yang ada di Sempadan Situ Ciledug terbagi atas 12 (dua belas) klasifikasi, dengan sebagian besar yaitu penggunaan lahan perumahan seluas 3,93 ha. Pola ruang sempadan Situ Ciledug yaitu sebagai Kawasan Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) memiliki luas 0,92 ha. Sementara untuk kawasan sempadan danau atau waduk memiliki luas 7,7 ha. Jumlah bangunan di Sempadan Situ Ciledug memiliki jumlah 450 unit bangunan. Fungsi bangunan yang dilakukan analisis terbagi atas 77 (tujuh puluh tujuh) klasifikasi. Bangunan yang memiliki kesesuaian fungsi lahan yaitu berjumlah 22 (dua puluh dua) unit bangunan, dan tidak sesuai berjumlah 494 (empat ratus sembilan puluh empat) unit bangunan.
Identifikasi Ketidaksesuaian Penggunaan Lahan Di Kawasan Permukiman Kecamatan Pamulang Dan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan 2020 – 2022 Wulandari, Retno; Despa, Dikpride; Mardiana, Mardiana
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v5n1.122

Abstract

Daerah perkotaan mempunyai kondisi penggunaan lahan dinamis, sehingga perlu terus dipantau perkembangannya, karena seringkali pemanfaatan lahan tidak sesuai dengan peruntukannya dan tidak memenuhi syarat. Pemantauan terhadap penggunaan lahan pada kawasan lindung dan budidaya secara menerus dan menyeluruh perlu dilakukan agar pemanfaatan lahan lebih terkoordinasi, tetap memperhatikan kelestarian alam dan lingkungan, serta mencegah penggunaan lahan yang bersifat merugikan. Ketidaksesuaian Penggunaan Lahan Di Kawasan Permukiman Kecamatan Pamulang Dan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan akan menjadi salah satu instrument dalam memperoleh informasi terkait dengan perubahaan penggunaan lahan yang nantinya berhubungan dengan arahan pengendalian pemanfaatan ruang di wilayah Kecamatan Pamulang Dan Ciputat Timur agar terwujud tertib Tata Ruang. Metode yang digunakan meliputi Analisis Kebijakan, Updating Kawasan Permukiman, Analisis Perubahan Penggunaan Lahan Pada Kawasan Permukiman, dan Analisa Simpangan Penggunaan Lahan Pada Kawasan Permukiman. Dari total luas Pola Ruang Kawasan Permukiman di Wilayah Kecamatan Ciputat Timur dan Kecamatan Pamulang, berdasarkan kategori kesesuaian penggunaan lahan di dalamnya didapatkan hasil, katergori sesuai seluas 2.698,15 Ha (82,75%), kategori belum sesuai seluas 478,98 Ha (14,69%), kategori tidak sesuai seluas 83,32 Ha (2,56%). Secara keseluruhan besaran luas penggunaan lahan yang tidak sesuai masih sangat kecil dan yang belum sesuai berdasarkan hasil survey lapangan terdiri atas kebun campuran, pekarangan atau tanah kosong. Penggunaan lahan dengan kategori belum sesuai ini masih dapat dikendalikan perwujudannya agar tetap sesuai dengan Pola Ruang Kawasan Permukiman karena perizinan pembangunan yang akan diberikan wajib sesuai dengan Pola Ruang Kawasan Permukiman.

Page 6 of 12 | Total Record : 112