cover
Contact Name
Sorni Paskah Daeli
Contact Email
redaksi@kemenkopmk.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi@kemenkopmk.go.id
Editorial Address
Jl. Medan Merdeka Barat No. 3, Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta, 10110
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
ISSN : 28075560     EISSN : 28075447     DOI : https://doi.org/10.55480/saluscultura
Core Subject : Social,
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan is a journal that publishes current original research on social sciences, human development issues and cultural development.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2024)" : 7 Documents clear
Kesiapan Universitas PGRI Argopuro Jember dalam Integrasi Digitalisasi dan Transformasi Teknologi Menuju Industri 5.0 Neviyani, Neviyani; Utami, Riza Wahyu
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55480/saluscultura.v4i2.245

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi kesiapan Universitas PGRI Argopuro Jember (UNIPAR) dalam mengintegrasikan digitalisasi dan transformasi teknologi untuk memproduksi lulusan yang siap menghadapi tantangan Industri 5.0. Analisis mencakup kesiapan infrastruktur, kurikulum berbasis digital, serta kompetensi tenaga pendidik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa universitas telah melakukan berbagai inisiatif strategis, seperti peningkatan infrastruktur teknologi, pengembangan kurikulum adaptif, dan pelatihan tenaga pendidik. Meskipun terdapat tantangan dalam adopsi teknologi dan keterbatasan sumber daya, upaya yang dilakukan telah memperkuat posisi institusi dalam menghadapi perubahan yang dibawa oleh Revolusi Industri 5.0. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pendekatan holistik yang mencakup analisis kesiapan infrastruktur, kurikulum, dan sumber daya manusia, serta menawarkan rekomendasi strategis bagi pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia dalam menghadapi era digitalisasi yang berupa integrasi data kontekstual, fokus pada soft skills, dan rekomendasi berbasis bukti yang dapat diadaptasi oleh perguruan tinggi lain di Indonesia dalam menghadapi Era Industri 5.0. Ini merupakan kontribusi penting untuk mendukung transformasi pendidikan tinggi di era digital dan teknologi cerdas. Implikasi penelitian ini mencakup peningkatan literasi digital dan kolaborasi dengan industri, serta pengembangan budaya inovasi yang mendukung terciptanya lulusan yang kompeten di pasar global.
Tata Kelola Pembangunan Kesehatan Masyarakat yang Holistik dan Inklusif Melalui “Healthy Regency” Berkelanjutan: Analisis Preposisi Governance di Kabupaten Sleman D.I. Yogyakarta Setiawan, Hendy; Choirunnisa, Choirunnisa
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55480/saluscultura.v4i2.259

Abstract

Isu tata kelola pembangunan kesehatan menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya kualitas pembangunan manusia. Tanpa adanya pembenahan dan penguatan sektor kesehatan maka perwujudan kualitas manusia unggul tidak akan terbentuk. Tujuan dari tulisan ini ialah mendiskusikan mengenai tata kelola pembangunan kesehatan masyarakat yang holistik-inklusif di Kabupaten Sleman melalui healthy regency Oleh karena itu penguatan tata kelola pembangunan kesehatan menjadi penting dan prioritas dilakukan. Hal serupa juga dilakukan di Kabupaten Sleman, di mana kabupaten tersebut dinilai layak disebut healthy regency. Capaian itu dikarenakan keberhasilan Sleman dalam pengembangan dan penguatan tata kelola kesehatan yang holistik dan inklusif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan literature review. Peneliti mengumpulkan data melalui observasi awal, pengumpulan dokumen dan data dari berbagai sumber literatur yang kredibel dan dapat dipertanggungjaawabkan. Kemudian data terkumpul dianalisis secara mendalam dan diambil kesimpulan. Analisis pendekatan teori yang digunakan dalam tulisan ini menggunakan lima preposisi governance sebagaimana disampaikan oleh Gerry Stoker. Hasil penelitian menunjukkan dari lima preposisi governance dalam penguatan tata kelola pembangunan kesehatan yang holistik dan inklusif semuanya sudah dipenuhi. Artinya kelima komponen yang dikemukakan oleh Stoker mulai dari kolaborasi lintas pihak, sinergitas masing-masing sektor, pembangunan holistik dan inklusif, berorientasi pada kesehjateraan publik, hingga lahirnya inovasi kebijakan dan program tata kelola kesehatan inkusif dan holistik. Namun demikian, masih ada beberapa yang perlu dikuatkan ke depannya dalam terus menguatkan dan meningkatkan Sleman sebagai healthy regency, yakni perwujudan Perda KTR (Kawasan Tanpa Rokok). Sampai saat ini Perda KTR Kabupaten Sleman belum mampu terealisasi sehingga di tahun mendatang bisa disepakati dan disahkan.
Kebijakan Pengelolaan Sampah Jakarta di TPST Bantargebang: Studi Literatur Dampak Lingkungan dan Sosial dalam Perspektif Pembangunan Berkelanjutan Tamba, Wahyu Pratama; Sujastika, Ismi
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55480/saluscultura.v4i2.275

Abstract

Permasalahan sampah di Jakarta merupakan isu yang kompleks, penanganan masalah sampah selama ini bergantung pada keberadaan TPST Bantargebang. Selain keterbatasan kapasitas TPST Bantargebang, pengelolaan sampah Jakarta juga menghadapi berbagai tantangan yang berdampak terhadap aspek lingkungan dan sosial, seperti pencemaran air, polusi udara, dan risiko kesehatan masyarakat.  Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk menganalisis dampak kebijakan pengelolaan sampah di TPST Bantargebang dalam konteks pembangunan berkelanjutan dengan mengidentifikasi kontribusinya terhadap pilar sosial, dan lingkungan, serta untuk menyempurnakan kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Pendekatan kualitatif dengan jenis kajian pustaka digunakan pada penelitian dengan menghimpun data dan informasi relevan dari jurnal penelitian terdahulu, buku referensi, pemberitaan media, kebijakan dan regulasi pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan sampah di TPST Bantargebang juga merupakan bagian dari dukungan terhadap pembangunan berkelanjutan, terutama pada bidang kesehatan dan kesejahteraan yang baik, Air Bersih dan Sanitasi Layak, Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dan Penanganan Perubahan Iklim. Kesimpulan penelitian ini adalah pengelolaan sampah di TPST Bantargebang secara umum berdampak terhadap aspek sosial dan lingkungan dimana keduanya juga merupakan pilar utama dalam pembangunan berkelanjutan.
Collaborative Governance Pentahelix: Inovasi Membangun Kota Pendidikan Inklusif Menuju Tatanan Sumber Daya Unggul (Kajian Pemenuhan Pendidikan Masyarakat Disabilitas di Kota Yogyakarta) Sutan, Arissy Jorgi; Setiawan , Hendy
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55480/saluscultura.v4i2.311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang pembangunan kota pendidikan inklusif dengan kajian pemenuhan pendidikan bagi masyarakat disabilitas di Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Data pada penelitian ini dikumpulkand engan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar, akses pendidikan bagi anak-anak disabilitas masih menghadapi tantangan signifikan. Data menunjukkan bahwa lebih dari 75% anak disabilitas belum mendapatkan pendidikan, meskipun regulasi sudah ada untuk mendukung hak pendidikan mereka. Perlunya kolaborasi antara sektor akademik, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media (pentahelix) untuk mewujudkan kota pendidikan yang inklusif. Dengan langkah-langkah konkret yang telah diambil, seperti pengembangan Kampung Peduli Sehat Jiwa, Yogyakarta berupaya menjadi barometer kota inklusif di Indonesia. Namun, tantangan dalam mengakomodasi semua kelompok disabilitas dalam sistem pendidikan masih perlu ditangani agar tujuan inklusi dapat tercapai secara efektif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kebijakan pendidikan yang lebih responsif dan inklusif bagi masyarakat disabilitas di Yogyakarta.
From Measurement to Action: Initiating the Simultaneous Alleviation of Poverty and Food Insecurity Policy in Indonesia Pratama, Siectio Dicko; Muid, Rizvaldi Abdul; Damayanti, K. Nurika
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55480/saluscultura.v4i2.322

Abstract

Indonesia is committed to achieving the Sustainable Development Goals (SDGs) by 2030, with a focus on eradicating poverty and hunger. However, current trends indicate a significant gap between the targets and the realities on the ground. This study addresses the intertwined issues of food insecurity and poverty, both of which present major obstacles to achieving the first and second SDG goals. Using the Alkire-Foster method to develop a multidimensional Food Insecurity Ratio, this research aims to trigger the simultaneous alleviation of food insecurity and poverty by utilizing the benefit of the food insecurity measure in Indonesia. Drawing on data from the 2022-2023 Socioeconomic Survey, the study highlights the persistent regional disparities in food insecurity, with Eastern Indonesia, particularly Papua and Maluku, facing the highest levels. The results indicate that while poverty rates have decreased, food insecurity persists, with 50% of food-insecure individuals also living in poverty. The findings underscore the need for integrated policies that address both issues simultaneously. By targeting specific regional challenges, such as access to food, nutrition, and vulnerability to shocks, this study offers policy recommendations to optimize resources and accelerate progress towards the SDGs.
Penerapan Teori Keadilan Pada Sistem Jaminan Sosial dalam Konsep Negara Kesejahteraan Sosial Kumolosari, Dyah Tri; Sumodiningrat, Aprilian Sumodiningrat
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55480/saluscultura.v4i2.297

Abstract

Memajukan Kesejahteraan umum merupakan tanggung jawab Pemerintah Negara Indonesia yang disebutkan dalam alinea keempat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945). Lahirnya Jaminan Sosial berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) merupakan catatan sejarah reformasi jaminan sosial nasional yang ketika tulisan ini dibuat sudah genap berusia 20 tahun. Jaminan sosial sebagai merupakan upaya mewujudkan visi pemajuan kesejahteraan umum sesuai amanat Pasal 28H ayat (3), dan 34 ayat (3) UUD NRI 1945. Prinsip gotong-royong dalam penyelenggaraan SJSN merupakan penerapan dari Teori Keadilan. Penelitian ini membahas mengenai: 1) relevansi penerapan Teori Keadilan dalam Penyelenggaraan SJSN; dan 2) mengkaji tinjauan regulasi dan kebijakan dalam SJSN menggunakan prespektif Teori Keadilan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian campuran antara sosial dan hukum, menggunakan dua metode pendekatan, yaitu metode deskriptif analitis, dan yuridis normatif. Penelitian ini memiliki dua kesimpulan, diantaranya: Pertama, Jaminan sosial merupakan hak asasi manusia yang dijamin dalam konstitusi; Kedua, Implementasi Sistem Jaminan Sosial Nasional merupakan catatan sejarah reformasi hukum di Indonesia untuk memajukan kesejahteraan umum; Ketiga, Penyelenggaraan Sistem Jaminan Sosial Nasional memerlukan perbaikan dalam hal penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional dan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan agar memberikan keadilan.
Community and Institutions in Indonesia's Energy Transition: LPG, Biogas, and Clean Cooking for Sustainability Islamiati, Indri; Andre Lofika Pegi
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55480/saluscultura.v4i2.312

Abstract

Transitioning to cleaner cooking energy sources like LPG and biogas is essential for achieving sustainable development in rural Indonesia. This study, utilizing data from over 84,000 villages in the 2021 Village Potential Survey (PODES), examines the factors influencing the adoption of these technologies. Adoption in this context refers to the replacement or supplementing of traditional biomass fuels with modern, cleaner energy sources. Logistic regression reveals that inter-village cooperation, women’s empowerment, road access, and the availability of LPG sales points significantly increase the likelihood of LPG adoption. Meanwhile, ordinary least squares (OLS) regression indicates that while inter-village cooperation reduces household biogas expenditure due to shared infrastructure, factors such as women’s empowerment, road access, and institutional support through village cooperatives significantly enhance biogas use. These findings highlight the critical roles of social, institutional, and infrastructural factors in driving clean energy adoption. The study calls for integrated policies to address socio-economic barriers, strengthen local institutions, and promote equitable access to clean energy in rural areas.

Page 1 of 1 | Total Record : 7