cover
Contact Name
Diah Astika
Contact Email
jaf@malahayati.ac.id
Phone
+6285269630720
Journal Mail Official
jurnal.analisfarmasi@gmail.com
Editorial Address
JL. Pramuka No 27 Kemiling Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JAF (Jurnal Analis Farmasi)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2503233X     EISSN : 26567598     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal ini berisikan hasil penelitian di bidang analisa obat, obat tradisional, makanan, minuman, kosmetik. Jurnal ini diharapkan dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat umum yang ingin mengetahui mengenai informasi mengenai keamanan obat, bahan pangan, kosmetik,serta informasi nilai gizi pangan dan informasi terkait lainnya
Articles 228 Documents
PENETAPAN KADAR SIKLAMAT PADA MINUMAN SERBUK RASA JERUK YANG DIJUAL DI MINI MARKET RAJA BASA BANDAR LAMPUNGSECARA GRAVIMETRI Sudewi Mukharomah Khoirunisa
Jurnal Analis Farmasi Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.662 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v5i2.4083

Abstract

Minuman serbuk bisa diartikan sebagai produk pangan yang berbentuk butiran serbuk atau tepung yang penggunanya mudah larut dalam air dingin dan air panas. Dalam proses pembuatan minuman serbuk, salah satu pemanis sintetis yang sering ditambahkan produsen adalah siklamat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar sikamat pada minuman serbuk rasa jeruk memenuhi Permenkes RI No. 722/MenKes/Per/IX/88 yaitu 3 g/kg perbahan. Sampel siklamat yang digunakan untuk penelitian yaitu dari minuman serbuk rasa jeruk yang dijual di mini market Raja Basa Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah metode gravimetri secara kualitatif dan kuantitatif. Untuk kualitatif gravimetri yaitu siklamat pada suasana asam akan diuraikan oleh NaNO₂, dan dengan penambahan BaCl₂akan membentuk BaSO₄yang berwarna putih, dimana adanya endapan putih menunjukkan bahwa sampel mengandung siklamat. Kuantitatif gravimetri dimana adanya endapan putih yang terbentuk setara dengan kadar siklamat dalam sampel. Hasil uji kualitatif terhadap 4 (empat) sampel terdapat semua sampel positif mengandung siklamat. Hasil uji kuantitatif kadar rata-rata siklamat dalam minuman serbuk terhadap 4 (empat) sampel yaitu A = 2,807 g/kg B = 6,4561 g/kg C = 6,7368 g/kg D = 12,3508 g/kg. Dari hasil yang diperoleh 4 (empat) sampel menunjukan bahwa kadar siklamat pada minuman serbuk hanya 1 (satu) sampel memenuhi persyaratan Permenkes RI No. 722/MenKes/Per/IX/88 tentang batasan penggunaan bahan tambahan pangan untuk minuman ringan yaitu tidak melebihi 3 g/kg perbahan. Kata kunci : minuman serbuk, siklamat, gravimetri
UJI DAYA HAMBAT SARIAN EKSTRAK DAUN KI TOLOD (Hippobroma longliflora) KERING TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus MENGGUNAKAN METODE DIFUSI AGAR Agustina Retnaningsih; Niken Feladita; Retno Handayani
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.695 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v3i3.2804

Abstract

Ki Tolod (Hippobroma longliflora) yang lebih dikenal sebagai gulma atautanaman liar ini ternyata banyak sekali khasiatnya salah satunya dapat digunakansebagai obat untuk mempercepat proses penyembuhan Iluka. Yaitu dengancaramenumbuk halus bagian daun tanaman Ki Tolod, kemudian ditempel pada bagian luka yang sakit, kemudian dibalut dengan kain bersih. Salah satu bakteri yang menyebabkan infeksi pada kulit luka yaitu bakteri S. aureus.Bakteri ini menghasilkan nanah, oleh sebab itu bakteri disebut bakteri piogenik. Daun Ki Tolod memiliki kandungan alkaloid yang dapat bersifat antibakteri.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya antibakteri ekstrak daun Ki Tolod terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Uji daya antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar.Daya anti bakteri dilihat dari besarnya diameter zona hambat yang terbentuk dengan adanya daerah jernih disekitar cakram yang berisi kandungan alkaloid dari daun Ki Tolod.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun Ki Tolod mempunyai daya antibakteri terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dimana kontrol positif yaitu kloramfenikol memiliki diameter zona terbesar dalam menghambat Staphylococcus aureus diikuti dengan ekstrak daun Ki Tolod pada konsentrasi 100%.Kata kunci : ekstrak daun Ki Tolod, luka, daya antibakteri, metode difusi agar,Staphylococcus aureus
ANALISIS KADAR PROTEIN PADA TEPUNG KULIT PISANG KEPOK (Musa acuminate balbisiana colla) DENGAN METODE KJELDAHL Robby Candra Purnama; Diah Astika Winahyu; Dwi Sartika Sari
Jurnal Analis Farmasi Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.588 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v4i2.2234

Abstract

Kulit pisang kepok (Musa acuminate balbisiana colla) merupakan salah satu bagian dari tanaman pisang yang masih dianggap limbah dan tidak dimanfaatkan. Kulit pisang memiliki banyak kandungan zat-zat alami yang baik untuk kesehatan seperti protein, karbohidrat, kalsium, zat besi, vitamin B1, dan vitamin C. Kulit pisang kepok dapat diolah menjadi bahan makanan seperti tepung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar protein yang terdapat pada tepung kulit pisang kepok. Telah dilakukan pengujian di Laboratorium terhadap kadar protein total tepung kulit pisang kepok dengan Uji kualitatif menggunakan uji Biuret dan penetapan kadar protein secara kuantitatif dengan metode Kjeldahl. Metode Kjeldahl dilakukan dengan menetapkan kandungan nitrogen yang terdapat didalam bahan. Analisis protein dengan metode Kjeldahl dibagi menjadi tiga tahapan yaitu proses destruksi, proses destilasi, proses titrasi. Dari hasil penelitian uji identifikasi menggunakan uji Biuret larutan sampel menunjukkan adanya protein pada sampel tepung kulit pisang kepok dan kadar protein total yang didapatkan dengan metode Kjeldahl ini sebesar 5,2291 %. Disimpulkan bahwa tepung kulit pisang kepok memiliki kandungan protein yang memadai.Tepung kulit pisang kepok dapat dijadikan alternatif pengganti dan bahan tambahan makanan.Dalam upaya pemenuhan kebutuhan protein dalam tabel angka kecukupan gizi (AKG) protein dari tepung kulit pisang dapat dijadikan salah satu bahan tambahan pangan untuk mencukupi kebutuhan protein perhari.Kata kunci: Kulit Pisang Kepok, Tepung, Protein, Kjeldahl
UJI DAYA HAMBAT KRIM KULIT APEL MANALAGI (Malus sylvestris Mill) TERHADAP BAKTERI PROPIONIBACTERIUM ACNE PENYEBAB JERAWAT DENGAN METODE DIFUSI SUMURAN Liana Fajriah; Robby Candra Purnama
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.258 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v6i2.5951

Abstract

Manalagi apple (Malus sylvestris Mill) is one type of poor apple that has been widely consumed by the people of Indonesia because it has a sweet, delicious taste, and is easy to obtain. This study aimed to test the effectiveness of the anti-acne cream of Manalagi Apple (Malus sylvestris Mill) peel extract against Propionibacterium acnes bacteria. The extract obtained by maceration using 96% ethanol solvent was made into two formulations of cream concentration, namely 5% and 10% then tested on Propionibacterium acne bacteria using MHA media. The method used is the well diffusion method. Manalagi Apple peel extract was declared to meet the requirements for a good cream preparation. The 5% cream formulation has shown an inhibitory effect on Propionibacterium acne bacteria with an average diameter of 19.72 mm (intermedied), a concentration of 10% with a value of 20.11 mm (sensitive). From the results obtained it can be concluded that the preparation of Manalagi apple peel extract cream (Malus sylvestris Mill) is effective in inhibiting the growth of Propionibacterium acne bacteria. The most effective cream is in cream preparations with an extract concentration of 10%.
PENETAPAN KADARNATRIUM(Na)dan KALIUM (K)PADA DAGING SAPI SEGAR SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Nofita Nofita
Jurnal Analis Farmasi Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.049 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v5i1.3978

Abstract

Daging sapi merupakan salah satu sumber Na dan K, ketidakseimbangan Na dan K berperan pada kenaikkan tekanan darah (Hipertensi). Hipertensi adalah gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen terhambat sampai kejaringanyang membutuhkannya. Konsumsi Na dan K dibatasi2400 mg perhari. Pemotongan daging sapi dapat dibedakan dari bagian paha belakang, paha depan, has dalam dan has luar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa kadar Na dan K pada beberapa bagian daging sapi. Penetapan kadar Na dan K pada daging sapi dilakukan dengan menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom Shimadzu AA-7000, untuk Na dilakukan penetapan kadar pada panjang gelombang Na 589,0 nm dan diperoleh persamaan regresi Y= 0,8147x+ 0,1475 dengan koefisien korelasi r = 0,9993. Penetapan kadar K pada panjang gelombang 766,5 nm dan diperoleh persamaan regresi Y = 0,3520 x-0,0086 dengan koefisien korelasi r = 0,9997. Kadar rata-rata Kpada sampel HD 266,30 mg/100g, PB 293,25 mg/100g, PD 298,21 mg/100g dan HL 302,94 mg/100g dan untuk kadar rata-rata Na sampel HD 88,84 mg/100g, PB 107,55 mg/100g, PD 95,13 mg/100g dan HL 90,80 mg/100g. sehingga dapat disimpulkan sampel bagian PB memiliki kadar Na lebih dari 93 mg dan kadar Kdiperoleh kadar dibawah 378 mg sehingga tidak memenuhi syarat yaitu setiap 100 g daging sapi mengandung Na kurang dari 93 mg dan K lebih dari 378 mg.Kata kunci :Daging Sapi, Natrium, Kalium, Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)
PENETAPAN KADAR SIKLAMAT PADA MINUMAN SERBUK RASA JERUK YANG DIJUAL DI MINI MARKET RAJA BASA BANDAR LAMPUNG SECARA GRAVIMETRI Gusti Ayu Rai S.R.; Syaifuloh S
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 2 (2018): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.855 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v3i2.2787

Abstract

Minuman serbuk bisa diartikan sebagai produk pangan yang berbentuk butiranserbuk atau tepung yang penggunanya mudah larut dalam air dingin dan air panas.Dalam proses pembuatan minuman serbuk, salah satu pemanis sintetis yang seringditambahkan produsen adalah siklamat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuikadar sikamat pada minuman serbuk rasa jeruk memenuhi Permenkes RI No.722/Menkes/Per/IX/88 yaitu 3 g/kg perbahan. Sampel siklamat yang digunakan untuk penelitian yaitu dari minuman serbuk rasa jeruk yang dijual di mini market Raja Basa Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah metode gravimetri secara kualitatif dan kuantitatif. Untuk kualitatif gravimetri yaitu siklamat pada suasana asam akan diuraikan oleh NaNO,, dan dengan penambahan BaCl, akan membentuk BaSO, yang berwarna putih, dimana adanya endapan putih menunjukkan bahwa_ sampel mengandung siklamat. Kuantitatif gravimetri dimana adanya endapan putih yang terbentuk setara dengan kadar siklamat dalam sampel. Hasil uji kualitatif terhadap 4 (empat) sampel terdapat semua sampel positif mengandung siklamat. Hasil uji kuantitatif kadar rata-rata siklamat dalam minuman serbuk terhadap 4 (empat) sampel yaitu A = 2,807 g/kg B = 6,4561 g/kg C = 6,7368 g/kg D = 12,3508 g/kg.Dari hasil yang diperoleh 4 (empat) sampel menunjukan bahwa kadar siklamatpada minuman serbuk hanya 1 (satu) sampel memenuhi persyaratan Permenkes RINo. 722/MenKes/Per/IX/88 tentang batasan penggunaan bahan tambahan panganuntuk minuman ringan yaitu tidak melebihi 3 g/kg perbahan.Kata kunci : minuman serbuk, siklamat, gravimetric
IDENTIFIKASI VITAMIN B1 PADA JAMU PENGUAT TUBUH YANG BEREDAR DI BANDAR JAYA SECARA KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Nofita Nofita; Niken Feladita
Jurnal Analis Farmasi Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.347 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v2i4.2140

Abstract

Pengobatan tradisional merupakan upaya yang diselenggarakan dengan cara tradisional untuk meningkatkan kesehatan (promotif), pencegahan (preventif), penyembuhan (kuratif) dan pemulihan (rehabilitative). Pengobatan tradisional yang masih banyak diminati masyarakat adalah dengan meminum jamu. Salah satunya, jamu penguat tubuh. Jamu penguat tubuh biasanya diindikasikan untuk memelihara stamina kesehatan, atau daya tahan tubuh, serta menyegarkan badan. Agar produk yang dihasilkan dapat laku dengan keras dalam persaingan, perdagangan suatu industri obat tradisional mungkin menambahkan bahan kimia obat vitamin B1 dalam jamu penguat tubuh, karena akan memberikan efek yang lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya vitamin B1 yang terdapat dalam jamu yang beredar di daerah Bandar Jaya. Penelitian dilakukan dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) karena metode ini memberikan fleksiblitas yang lebih besar dalam pemilihan fase gerak,memerlukan waktu yang relatif singkat, mudah dilakukan dan biaya yang dikeluarkan relatif lebih murah. KLT merupakan proses pemisahan senyawa berdasarkan perbedaan kepolarannya, penelitiaan ini menggunakan fase gerak berupa campuran air : piridina : ammonia : methanol : asam asetat glassial (6:6:5:1:1) dan fase diamnya silica gel GF 254nm. Diperoleh hasil denga selisih harga Rf ≤ 0,05 Sehingga dapat disimpulkan bahwa semua sampel jamu penguat tubuh positif mengandung BKO Vitamin B1,dan tidak memenuhi syarat peraturan Menteri Kesehatan nomor 006 Tahun 2012, pada pasal 37 .Kata Kunci : Jamu Penguat, Vitamin B1, KLT
PENGARUH SUHU PENYIMPANAN TERHADAP KADAR VITAMIN C BUAH SEMANGKA (Citrullus vullgaris, Schand) DAGING BUAH BERWARNA MERAH DAN DAGING BUAH BERWARNA KUNING SECARA IODIMETRI Niken Feladita Santoso; Annisa Primadiamanti; Dila Yuni Antika
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 4 (2018)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i4.2822

Abstract

Dari hasil uji kuantitatif didapatkan, kadar vitamin C buah semangka daging buahmerah yang disimpan pada suhu ruang 1,4313 mg/100 gram, buah semangka dagingbuah merah yang disimpan pada suhu dingin 20,34 mg/100 gram, buah semangkadaging buah kuning yang disimpan pada suhu ruang 10,1696 mg/100 gram, dan buahsemangka daging buah kuning disimpan pada suhu dingin 27,3586 mg/100 gram. Haditerima dan Ho ditolak (terdapat perbedaan pengaruh suhu). Sehingga disimpulkanbahwa kadarvitamin C pada buah semangka yang disimpan pada suhu dingin lebihtinggi dibandingkan dengan disimpan pada suhu ruang. Diperoleh hasil perhitunganmenggunakan t-test kadar vitamin C buah semangka daging buah merahpenyimpanan pada suhu ruang dan dingin P = 0,002* berbeda signifikan karena P<0,05, buah semangka daging buah kuning penyimpanan pada suhu ruang dan dingin P= 0,001* berbeda signifikan karena P< 0,05.Kata Kunci : Semangka, Vitamin C, Iodimetri.
PENETAPAN KADAR RESIDU PESTISIDA DIAZINON PADA ANGGUR MERAH (Vitis Vinifera) DI PASAR BAMBU KUNING DENGAN VARIASI PENCUCIAN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Ade Maria Ulfa; Gusti Ayu Rai Saputri; Wayan Sri Intan Sari
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 1 (2018): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i1.2776

Abstract

Buah anggur dapat tumbuh balk di daerah subtropis, tanaman anggur dapat tumbuh balk di daerah dataran rendah dengan musim kemarau berkisar 4-7 bulan Karena kulit buah anggur yang tipis dan masa tumbuh buah anggur yang cukup lama tanaman ini rentan terserang hama sehingga dilakukan penyemprotan pestisida. Pestisida adalah substansi (zat) kimia yang digunakan untuk membunuh atau mengendalikan berbagai hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah apakah anggur yang dijual dipasar Bambu Kuning Bandar Lampung mengandung residu pestisida diazinon dan berapa kadar pestisida diazion pada buah anggur jika dilakukan dengan variasi pencucian menggunakan alat Spektrofotometri UV-Vis merk Spektrofotometri UV-1700 Series. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh penurunan residu pestisida diazinon dalam variasi pencucian. Sampel anggur tanpa perlakuan didapatkan residu pestisida sebesar 4,999 mg/kg. pada sampel anggur merah dengan LB pada pengulangan 1 dan 2 terbukti lebih besar menurunkan residu pestisida diazinon menjadi 3,1755 mg/kg, dan pada pengulangan 3 dan 4 didapatkan penurunan residu pestisida diazinon menjadi 2,9588 mg/kg, untuk sampel anggur merah dengan AH pada pengulangan 1 dan 2 didapatkan penurunan residu pestisida diazinon menjadi 3,4198 mg/kg, dan pada pengulangan 3 dan 4 didapatkan penurunan residu pestisida diazinon menjadi 3,3331 mg/kg, untuk sampel anggur merah dengan AB pada pngulangan 1 dan 2 didapatkan penurunan residu pestisida menjadi 3,475 mg/kg dan pada pengulangan 3 dan 4 didapatkan penurunan residu pestisida diazinon menjadi 3,8769 mg/kg. Berdasarkan hasil yang didapat oleh peneliti, kadar yang terdapat dalam sampel anggur menunjukkan penurunan kadar residu pestisida dengan beberapa variasi pencucian. Kata kunci : Diazionon, Anggur Merah, Spektrofotometri UV-Vis.
PENGARUH SENYAWA ANTIOKSIDAN DALAM PEMBUATAN KLEPON UBI JALAR Devy Cendekia; Hertini Rani; Dian Ayu Afifah
Jurnal Analis Farmasi Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v4i1.1303

Abstract

THE EFFECT OF ANTIOXIDANT COMPOUNDS IN SWEET POTATO KLEPON PRODUCTAntioxidants have recently become a widely promoted compound. Free radicals are molecules produced when the body gets damaged food or exposure to unhealthy environments such as tobacco smoke and radiation. Light-skinned fruits and vegetables with distinctive colors such as purple sweet potato, yellow sweet potato, red tomatoes, purple blueberries, yellow corn and orange carrots, are rich in antioxidants. Sweet potatoes are known to have high antioxidants. In addition, sweet potatoes are divided into three types based on differences in color, namely white sweet potato, yellow sweet potato, and purple sweet potato. In the research carried out the addition of three types of sweet potatoes in making klepon. The addition of sweet potato affects the color of the klepon product. Antioxidant compounds contained in sweet potatoes, become inactive again when processed into klepon products. This can be seen from the percentage inhibition value which is smaller than the value of control inhibition (ascorbic acid). So that antioxidant compounds only give color to the klepon product, while the antioxidant benefits have been reduced because of the processing in processing of the product. Keywords:   potato, compounds, antioxidant Antioksidan belakangan ini menjadi senyawa yang mulai banyak dipromosikan. Radikal bebas adalah molekul yang diproduksi ketika tubuh mendapatkan makanan yang rusak atau paparan lingkungan yang tidak sehat seperti asap tembakau dan radiasi. Buah dan sayuran yang berkulit terang dengan warna khas seperti ubi jalar ungu, ubi jalar kuning, tomat merah, blueberry ungu, jagung kuning dan wortel orange, kaya akan akan kandungan antioksidan. Ubi jalar diketahui memiliki  antioksidan yang tinggi. Selain itu, ubi jalar terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan perbedaan warnanya, yaitu ubi jalar putih, ubi jalar kuning, dan ubi jalar ungu. Pada penelitian dilakukan penambahan tiga jenis ubi jalar pada pembuatan klepon. Penambahan ubi jalar ini mempengaruhi warna pada produk klepon. Senyawa antioksidan yang terkandung dalam ubi jalar, menjadi tidak aktif kembali ketika diolah menjadi produk klepon. Hal ini terlihat dari nilai persen penghambatan yang lebih kecil dari nilai penghambatan kontrol (asam askorbat). Sehingga senyawa antioksidan hanya memberikan warna terhadap produk klepon, sedangkan manfaat antioksidannya sudah berkurang karena proses pengolahan dalam pembuatan produk. Kata Kunci:    Kentang, senyawa, antioksidan