cover
Contact Name
Diah Astika
Contact Email
jaf@malahayati.ac.id
Phone
+6285269630720
Journal Mail Official
jurnal.analisfarmasi@gmail.com
Editorial Address
JL. Pramuka No 27 Kemiling Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JAF (Jurnal Analis Farmasi)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2503233X     EISSN : 26567598     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal ini berisikan hasil penelitian di bidang analisa obat, obat tradisional, makanan, minuman, kosmetik. Jurnal ini diharapkan dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat umum yang ingin mengetahui mengenai informasi mengenai keamanan obat, bahan pangan, kosmetik,serta informasi nilai gizi pangan dan informasi terkait lainnya
Articles 228 Documents
PENETAPAN KADAR ASAM SALISILAT PADA PEMBERSIH WAJAH (FACIAL FOAM) YANG DI JUAL DI PASAR TENGAH BANDAR LAMPUNG DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VISIBLE Nofita Nofita; Gusti Ayu Rai Saputri; Atika Septiani
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 1 (2018): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.983 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v3i1.2775

Abstract

Pembersih wajah (Facial foam) adalah sabun muka yang teksturnya halus. Fungsi utama untuk membersihkan kotoran (debu, sisa kosmetik) fungsi lainnya tergantung varian dan merk (ada yang untuk mengurangi minyak, mencerahkan, anti jerawat, dan lain-lain). Salah satu senyawa yang sering ditambahkan ke dalam facial foam adalah asam salisilat. Asam salisilat merupakan zat anti acne sekaligus keratolitik yang lazim diberikan secara topikal. Berdasarkan keputusan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia No.HK.00.05.42.1018 Tahun 2010 tentang kosmetik, asam salisilat dipergunakan dalam kosmetik dengan kadar maksimum 2%. Telah dilakukan penelitian penetapan kadar asam salisilat pada pembersih wajah (facial foam) yangdi jual di Pasar Tengah Bandar Lampung dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah lima sampel, dengan kriteria pembersih wajah (facial foam) yang tidak mencantumkan kadar asam salisilat pada produk kosmetika pembersih wajah tersebut. Penelitian penetapan kadar asam salisilat menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 533 nm. Dari hasil penelitian didapatkan kadar rata-rata : A mendapat kadar rata-rata 0,014 0/0, sampel B mendapat kadar rata-rata 0,0097 %, sampel C mendapat kadar rata-rata 0,0042 0/0, sampel D mendapat kadar rata-rata 0,0058 %, dan sampel E mendapat kadar rata-rata 0,0016 0/0. Kelima sampel tersebut masih memenuhi syarat perizinan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia No.HK.00.05.42,1018 Tahun 2010. Kata Kunci : Asam Salisilat, Pembersih Wajah (Facial Foam), Spektrofotometri UV-VIS
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI DARI TOMBOL LIFT Debi Arivo; Ari Supriyanto
Jurnal Analis Farmasi Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v4i1.1302

Abstract

ISOLATION AND IDENTIFICATION OF BACTERIA IN KEYS OF LIFTLift is a set of tools that are used to transport people or goods vertically by using a set of mechanical devices either with automatic or manual tool. Especially finger can be a mediator to transfer bacteria. Aims of this study was to isolate and identify of bacteria in keys of lift. This study was laboratory experiment. Bacteria isolated from keys of lift. It uses swab technique and incubated overnight at 37 oC. Identification of bacteria were tested to several media i.e Blood Agar, Triple Sugar Iron Agar, Salmonella Shigella Agar, and Endo Agar. The bacteria showed that A1 and A2 circular milk colonies, flats, rod shaped cells, gram negatives, β-hemolysis, glucose, lactose and sucrose unfermented, A3; circular milk colony, convex, Cocci in pairs, chains,gram positive, β-hemolysis, lactose and sucrose unfermented. A4; circular milk colony, convex, cocci in grapelike clusters, gram positive, γ- hemolysis, lactose and sucrose fermented. The results were obtained positive and negative gram bacteria there were assumed Pseudomonas (A1 and A2), Streptococcus (A3)and Staphylococcus(A4). Keywords:   bacterial isolation, bacterial identification, gram staining. Lift merupakan seperangkat alat yang digunakan untuk mengangkut orang atau barang secara vertikal dengan menggunakan seperangkat alat mekanik baik disertai alat otomatis ataupun manual. Tangan khususnya jari merupakan media transfer beragam mikroorganisme.Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi jenis bakteri pada tombol Lift sebagai alat transportasi vertical.Penelitian ini adalah eksperimental laboratorium, isolasi bakteridilakukan menggunakan teknik swab pada tombol Lift yang diinkubasi dalam media Nutrient Broth (NB) selama 24 jam pada suhu 37 oC. kemudian dilakukan identifikasi menggunakan media Lempeng Agar Darah (LAD), Triple Sugar Iron Agar (TSIA), Salmonella Shigella Agar (SSA) dan Endo Agar, selanjutnya dilakukan pewarnaan Gram.Diperoleh hasil 4 isolat bakteri dengan ciri-ciri: A1 dan A2 koloni bulat berwarna putih susu,elevasi rata, sel berbentuk batang, gram negatif, bersifat β-hemolisis, tidak terjadi proses fermentasi dari laktosa, sukrosa  dan  glukosa.  A3; koloni tidak beraturan berwarna putih susu, elevasi cembung, kokus berantai, gram positif, β hemolisis, hanya terjadi proses fermentasi glukosa, pengecatan gram positif kokus berderet. A4;koloni bulat berwarna putih susu, γ hemolisis, terjadi proses fermentasi dari laktosa atau sukrosa pada lereng dan glukosa pada dasar tabung, pengecatan gram positif kokus bergerombol. Hasil identifikasididapatkan  bakteri  Gram  negatif  seperti bakteri Pseudomonas sedangkan Gram positif  yaitu bakteriStreptococcus dan Staphylococcus, pada tombol Lift. Kata kunci:    Isolasi bakteri, identifikasi bakteri, pengecatan gram
PERBANDINGAN KADAR ZAT BESI (Fe) PADA BAYAM HIJAU DAN BAYAM MERAH YANG DIJUAL DI PASAR SMEP BANDAR LAMPUNG SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Nofita Nofita; Robby Candra Purnama; Mochammad Arief Hidayat
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.779 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v6i1.5491

Abstract

Bayam merupakan sayuran hijau yang tumbuh sepanjang tahun, bayam yang dijual di pasaran dan biasa dikonsumsi dikenal bayam hijau dan bayam merah. Bayam banyak dikonsumsi karena banya mengandung zat besi (Fe). Zat besi berguna untuk mencegah anemia. Masyarakat masih menganggap bayam merah yang masih musiman lebih banyak mengandung zat besi dari pada bayam hijau yang bisa ditemui kapan saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan signifikan antara bayam hijau dan bayam merah. Sampel didapatkan dari Pasar Tradisional Di Bandar Lampung yaitu Pasar Smep. Sampel dilakukan secara random, sampel yang digunakan sebanyak dua sampel. Sampel yang akan dianalisa terlebih dahulu dipreparasi. Instrumen yang digunakan untuk analisa zat besi yaitu Spektrofotometri Serapan Atom SHIMADZU AA-7000 dengan didapat panjang gelombang 248,44 nm. Didapat persamaan regresi linear y = 0,105456x + 0,002378 dengan nilai koefisien korelasi (r) = 0,9999. Kadar rata-rata zat besi pada bayam hijau 0,0740 mg/100g dan rata-rata zat besi pada bayam merah 2,0744 mg/100g. Dari perhitungan uji t didapat thitung= 6,6744 yang dibandingkan dengan ttabeldengan taraf kepercayaan 99% yaitu 4,60. Jika thitunglebih besar dari ttabelmaka Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak dan terdapat perbedaan signifikan antara bayam hijau dan bayam merah yang dijual di Pasar Smep Bandar Lampung.Dengan demikian, kadar Fe bayam merah lebih besar dari bayam hijau.Kata kunci : Fe, bayam hijau, bayam merah, spektrofotometri serapan atom
PENETAPAN KADAR ASAM SALISILAT PADA KRIM WAJAH ANTI JERAWAT YANG DIJUAL BEBAS DI DAERAH KEMILING MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Niken Feladita Santoso; Agustina Retnaningsih; Puji Susanto
Jurnal Analis Farmasi Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.987 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v4i2.2238

Abstract

Krim anti jerawat merupakan salah satu kosmetik yang dapat mempengaruhi struktur kulit.Salah satu senyawa yang sering ditambahkan ke dalam krim anti jerawat adalah asam salisilat zat anti akne dan bersifat keratolitik. Berdasarkan keputusan Peraturan Kepal Badan pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia No.HK.00.05.42.1018 Tahun 2010 tentang kosmetik, asam salisilat dizinkan digunakan dalam kosmetik dengan syarat tidak lebih dari 2%. Telah dilakukan penelitian penetapan kadar asam salisilat pada krim anti jerawat yang dijual di daerah Kemiling Bandar Lampung dengan metode Spektrofotometri UV-Visible dengan tujuan untuk mengetahui kadar asam salisilat yang terdapat dalam krim anti jerawat. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah tiga sampel dengan kriteria sampel yaitu krim anti jerawat yang mengandung asam salisilat, krim wajah, krim yang tidak mencantumkan kadar asam salisilat. Penelitian penetapan kadar asam salisilat menggunakan metode Spektrofotometri UV-Visible pada panjang gelombang 532 nm. Dari hasil penelitian didapatkan rata-rata kadar asam salisilat pada sampel A yaitu 0,05% ± SD 0, sampel B yaitu 0,05% ± SD 0, dan sampel C yaitu 0,04% ± SD 0.Kata Kunci : Asam Salisilat, Krim Anti Jerawat (Anti Acne), Spektrofotometri UV- VIS
IDENTIFIKASI NATRIUM DIKLOFENAK PADA JAMU REMATIK YANG BEREDAR DI DEPOT JAMU WAY HALIM BANDAR LAMPUNG SECARA KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Gusti Ayu Rai Saputri; Annisa Primadiamanti; Gusti Ayu Putri Mei Restuti
Jurnal Analis Farmasi Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.378 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v2i2.1169

Abstract

Berdasarkan BPOM RI tahun 2004, obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik), atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan. Jamu merupakan obat tradisional yang disediakan secara tradisional. Bahan kimia obat yang sering ditambahkan dalam jamu rematik adalah natrium diklofenak. Natrium diklofenak merupakan obat golongan anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) dengan efek analgesik, anti-inflamasi, dan antipiretik.  Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi apakah terdapat bahan kimia obat natrium diklofenak dalam jamu rematik yang beredar di depot jamu Way Halim Bandar Lampung. Jamu rematik yang digunakan pada penelitian ini yaitu 6 macam merek jamu rematik yaitu sampel A, B, C, D, E, F yang di jual di depot jamu Way Halim Bandar Lampung. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi jamu rematik ini adalah metode Kromatografi Lapis Tipis yang prinsipnya yaitu memisahkan senyawa multikomponen dengan menggunakan dua fase yaitu fase diam dan fase gerak. Hasil penelitian menunjukkan dari 6 sampel jamu rematik yang digunakan tidak ada jamu yang mengandung natrium diklofenak. Hal ini ditunjukkan dari warna bercak dan selisih Rf sampel dengan Rf baku pembanding tidak saling mendekati. Kata kunci : Natrium diklofenak, Jamu rematik, Kromatografi Lapis Tipis
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN SUKUN BASAH DAN KERING TERHADAP BAKTERI ESCHERICHIA COLIMENGGUNAKAN METODE CAKRAM Agustina Retnaningsih; Nofita Nofita; Nur Hasanah
Jurnal Analis Farmasi Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.603 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v5i2.4087

Abstract

Tanaman sukun (Artocarpus altilis) merupakan bahan alam Indonesia yang selama ini dikenal memiliki khasiat obat.Daun sukun mengandung senyawa yang bersifat antibakteri seperti flavonoid, tanin dan saponin.Pemanfaatan daun sukun dapat digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti diare, sariawan dan keputihan.Escherichia colimerupakan bakteri penyebab diare.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui daya hambat ekstrak etanol daun sukun basah dan kering terhadap bakteri Escherichia colimenggunakan metode cakram.Daun sukun di ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%.Konsentrasi ekstrak daun sukun yang digunakan 20%,40%,60%,80% dan 100%. Antibiotik sebagai kontrol positif yang digunakan yaitu Kloramfenikol.Penelitian ini mengunakan metode cakram dengan mengukur zona bening disekitar kertas cakram sebagai zona hambat zat uji terhadap bakteri pertumbuhan bakteri. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun sukun kering pada konsentrasi 100% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli sebesar 8,28mm dan pada daun sukun basah tidak menghambat pertumbuhan bakteri. Kesimpulan yang didapat ekstrak daun sukun kering memiliki aktivitas antibakteri khususnya Escherichia coli.Kata kunci : Daun Sukun (Artocarpus altilis), bakteri Escherichia coli,zona hambat
PENETAPAN KADAR NaCl PADA PEMBUATAN TELUR ASIN REBUS DAN TELUR ASIN OVEN DENGAN VARIASI WAKTU PENYIMPANAN SECARA ARGENTOMETRI Niken Feladita Santoso; Annisa Primadiamanti; Ninuk Tri Meilina
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.517 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v3i3.2808

Abstract

Telur merupakan salah satu produk peternakan yang dihasilkan oleh unggas.Namun, telur memiliki kelemahan yaitu masa simpannya relatif pendek sehinggadiperlukan upaya pengawetan untuk memperpanjang masa simpannya. Prosesnyasangat sederhana, hanya dengan waktu pemeraman 7 hari pada media yangmerupakan campuran garam, serbuk bata merah dan air. Semakin lama_ telurdisimpan, maka rasa telur akan semakin asin. Penelitian ini bertujuan untukmenetapkan kadar NaCl pada sampel telur asin rebus dan oven dengan variasi waktu penyimpanan. Metode argentometri Mohr yaitu penetapan kadar NaCl denganmenggunakan larutan standar AgNO3 dan menambahkan indikator K2CrO4 5 %. Titik akhir titrasi ditandai dengan terbentuknya endapan merah bata muda. Sampel yang digunakan adalah media pengasinan 3, 5, 7 hari. Kadar yang didapat dengan masa simpan 3, 5, 7 hari pada telur asin rebus berturut-turut sebesar 1,18%, 1,70%,2,31% sedangkan kadar telur asin oven berturut-turut sebesar 1,38%, 1,85%, 2,51%.Kandungan garam yang terkandung dalam telur asin minimal 2,0% (SNI 01-4277-1996). Kesimpulan dari penelitian ini, telur asin rebus dan oven berdasarkan waktupenyimpanan 3, 5, 7 hari memenuhi persyaratan yang masa simpan 7 hari,sedangkan yang 3 hari dan 5 hari belum memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh SNI. Metode perebusan dan pengovenan tidak mempengaruhi kadar Nacl. Olehkarena itu, masa penyimpanan telur asin minimal 7 hari.Kata Kunci : Telur asin, lama penyimpanan, kadar NaCl
PENETAPAN KADAR KLORIN TOTAL PADA PEMBALUT WANITA YANG BEREDAR DI SUPERMARKET TELUK BETUNG BANDAR LAMPUNG DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET-VISIBEL Niken Feladita; Robby Candra Purnama
Jurnal Analis Farmasi Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.138 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v2i3.1157

Abstract

Pembalut wanita pada saat ini umumnya terbuat dari katun, rayon, atau campuran rayon dan kapas. Rayon terbuat dari serat selulosa yang berasal dari pulp kayu. Umumnya untuk mendapatkan bahan baku rayon, perlu dilakukan proses pemutihan yang biasa dilakukan menggunakan klorin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengetahui kadar klorin di dalam pembalut wanita. Penelitian ini merupakan penelitian purposive sampling dimana sampel yang digunakan memiliki kriteria tertentu. Sampel diambil sebanyak 7 sampel di Supermarket Teluk Betung Bandar Lampung dengan metode reaksi warna dan spektrofotometri ultraviolet-visibel. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 3 sampel pembalut wanita yang mengandung klorin. Kemudian 3 sampel ini dianalisis secara kuantitatif untuk mengukur kadar klorin yang terkandung didalamnya, dapat diketahui bahwa kadar yang terdapat pada pembalut wanita antara 0,01 mg – 0,04 mg dalam 1 gram pembalut. Dapat disimpulkan bahwa 3 dari 7 sampel pembalut wanita positif mengandung klorin dan masing-masing kadar klorin pada sampel merk C sebesar 0,042 mg/gram, sampel merk D sebesar 0,018 mg/gram dan pada sampel merk G sebesar 0,037 mg/gram. Kadar yang didapatkan tidak memenuhi standar ambang batas klorin dalam air minum sebesar 0,00625 mg/gram. Kata kunci : Pembalut wanita, Klorin, Spektrofotometri uv-vis
ANALISIS KANDUNGAN NATRIUM NITRIT PADA DAGING SAPI OLAHANDENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Ade Maria Ulfa; Nofita Nofita; Anisa Lutfiana
Jurnal Analis Farmasi Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (996.731 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v5i2.4077

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis kandungan natrium nitrit pada daging sapi olahan dengan spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini menggunakan empat sampel daging sapi olahan yang diperoleh dari online shopesecara Purposive Samplingsehingga diperoleh sampel B, C, K dan S. Untuk mengetahui adanya natrium nitrit dalam daging sapi olahan dilakukan analisis kualitatif dan kuantitatif. Pada pengujian kualitatif dengan metode reaksi pengendapan menggunakan baku pembanding didapat endapan kristalin putih, dan diperoleh hasil bahwa semua sampel mengandung pengawet natrium nitrit. Pada penetapan kadar natrium nitrit dengan metode Spektrofotometri UV-Visibel. Metode ini didasarkan pada reaksi diazotasi antara asam sulfanilat oleh asam nitrit yang diikuti reaksi pengikat dengan naftilendiamin membentuk suatu senyawa yang berwarna dan diukur absorbansinya padapanjang gelombang maksimum 545 nm, diperoleh persamaan garis regresi linier yaitu Y = 0,7538 . X -0,0050 dengan koefisien korelasi (r) yaitu 0,99989. Kadar rata-rata natrium nitrit dari sampel B 1,81 mg/kg, sampel C 0,85 mg/kg, sampel K 0,38 mg/kg, dan sampel S 2,19 mg/kg. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dari keempat sampel tersebut diperoleh hasil yang memenuhi batasmaksimum penggunaan natrium nitrit sesuai dengan Peraturan Kepala BPOM RI Nomor 36 Tahun 2013 yaitu sebesar 30 mg/kg.Kata kunci :Natrium nitrit, daging sapi olahan, reaksi pengendapan,Spektrofotometri UV-Vis.
PERBANDINGAN KADAR FUROSEMIDA PADA SEDIAAN TABLET GENERIK DAN NAMA DAGANG SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV Ade Maria Ulfa; Nofita N; Ni Made Novi Puspitawati
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 2 (2018): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.896 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v3i2.2791

Abstract

Adanya anggapan masyarakat yang cenderung menilai kualitas obat deganmelihat harganya, dimana obat nama dangan harganya lebih mahal memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan obat generik yang relatif lebih murah. Dalam penelitian ini dilakukan perbandingan kadar furosemid dalam sediaan tablet generik dan nama dagang. Furosemid adalah turunan sulfonamida merupakan diuretika kuat yang memiliki fungsi utama untuk memobilisasi cairan edema. Obat ini banyak digunakan pada penyakit hipertensi dan gagal jantung. Tujuan analisis ini untuk mengetahui kadar furosemid dalam sediaan tablet generik dan nama dagang memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia Edisi IV atau tidak, yaitu tidak kurang dari 90,0% dan tidak lebih dari 110,0%. Serta untuk membandingkan kadar furosemid dalam sediaan generik dan nama dagang.. Perbandingan kadar furosemid ini dilakukan secara Spektrofotometri Ultraviolet kemudian dilanjutkan analisa data dengan menggunakan uji t. Hasil analisa menunjukkan bahwa kadar yang didapat dari tablet furosemid generik dan nama dagang masing-masing adalah 98,78% dan 101,69%. Kadar furosemid yang diperoleh melalui penetapan kadar kemudian duiji signifikannya dengan  menggunakan uji statistic, yaitu uji t. dari uji diperoleh toercobaan<trabel Yaitu 0,9081 dan 3,347. Dari analisa tersebut dapat disimpulkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak, sehingga tidak terdapat perbedaan kadar secara signifikan antara tablet furosemid generik dengan nama dagang.Kata Kunci : furosemida, tablet, generik, nama dagang, Spektrofotometri UV.

Page 10 of 23 | Total Record : 228